Jurnal Universitas Almuslim
Not a member yet
1886 research outputs found
Sort by
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Ayam Menggunakan Metode Forward Chaining: (Studi Kasus: Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan)
Asahan Regency is one of the areas with a poultry population of laying hens with a population of 4,725,195 and broiler with a population of 27,881,073 which will continue to increase where the accompanying diseases are also increasingly complex. Diseases in chickens that occur in Asahan District will of course greatly affect chicken production in Asahan District. Therefore, it is necessary to develop an expert system where the system is a reference whether the chickens kept are infected with the disease or not, and if infected it is hoped that the disease suffered by the chickens being kept can be identified quickly and can carry out appropriate treatment. So that intensive care and maintenance of chickens will generate multiple profits. In this study a system was built by applying the Forward Chaining method to get the results that are closest to the symptoms of the disease that attacks these animalsKabupaten Asahan merupakan salah satu daerah dengan populasi unggas Ayam ras petelur dengan jumlah populasi sebesar 4,725,195 ekor dan Ayam ras pedaging dengan jumlah populasi sebesar 27,881,078 ekor yang akan terus meningkat dimana penyakit yang menyertainya juga semakin meningkat kompleks. Penyakit pada ayam yang terjadi di Kabupaten Asahan tentu saja akan sangat mempengaruhi produksi ayam di Kabupaten Asahan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sebuah sistem pakar dimana sistem tersebut menjadi acuan apakah ayam yang dipelihara terjangkit penyakit atau tidak, dan jika terjangkit diharapkan penyakit yang diderita oleh ayam yang dipelihara dapat teridentifikasi secara cepat dan dapat melakukan penanganan yang tepat. Sehingga perawatan dan pemeliharaan yang intensif pada ayam akan menghasilkan keuntungan yang berlipat. Dalam penelitian ini dibangun sebuah sistem dengan menerapkan metode Forward Chaining untuk mendapatkan hasil yang paling dekat dengan gejala dari penyakit yang menyerang hewan tersebu
Edukasi Pemanfaatan Potensi Daun Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Masyarakat Desa Powelua Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah
Stunting is a disorder where the growth and development of toddlers is hampered due to malnutrition during pregnancy and this condition is known by looking at the child\u27s body condition which is smaller than other children of the same age. Overcoming stunting is one of the programs of the Donggala Regency Government because of the large number of stunted children in the district, one of which is Powelua Village. Many factors can cause delays in the growth and development of toddlers, including toddler characteristics and socio-economic factors. The number of families at risk of stunting in Powelua Village in 2023 reached 58 children with a total of 150 Heads of Families. This community service activity aimed to educate the public that Moringa leaves have a very high nutritional content, especially their potential in preventing stunting. One way to prevent stunting is to provide education related to the potential use of Moringa leaves in preventing stunting which wass delivered in the form of lectures with material, as well in the form of leaflets, followed by a questions-and-answers session. Evaluation of achievement was carried out by providing pre-tests and post-tests to the community on the material presented with a success indicator of 74.27% of parents understanding the education provided. The results of implementing this community service activity showed an increase in knowledge of 88.67% with a very good category.Stunting merupakan kelainan dimana tumbuh kembang balita terhambat akibat kekurangan gizi selama di dalam kandungan dan kondisi ini dapat diketahui dengan melihat kondisi tubuh anak yang lebih kecil dari anak lain seusianya. Stunting menjadi salah satu program pemerintah daerah kabupaten Donggala karena masih banyaknya jumlah anak stunting pada kabupaten tersebut salah satunya pada Desa Powelua. Banyak faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang pada balita, antara lain karakteristik balita dan faktor sosial ekonomi. Jumlah keluarga yang beresiko stunting di Desa Powelua pada tahun 2023 mencapai 58 anak dengan jumlah 150 Kepala Keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk Tanaman kelor mempunyai kandungan nutrisi yang sangat tinggi, baik bagi pangan, obat-obatan dan lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi pencegahan stunting adalah dengan memberikan edukasi terkait potensi pemanfaatan daun kelor pada pencegahan stunting yang disampaikan berupa materi yang disampaikan dengan ceramah dan dibuat dalam bentuk leaflet dan tanya jawab. Evalausi ketercapaian dilaksanakan dengan memberikan Pre-test dan Post-test kepada masyarakat terhadap materi yang disampaikan dengan indikator keberhasilan yaitu 74,27% orang tua memahami edukasi yang diberikan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 88,67% dengan kategori sangat baik
A ASSISTANCE IN PROMOTIONAL DESIGN CREATION FOR SMEs PAPINE MAS WIRO KADIPIRO DISTRICT, SURAKARTA
This Community-Based Empowerment Scheme community service program seeks to empower MSME groups in Kadipiro Village, Banjarsari District, Surakarta City. The partner of this activity is the PAPINE MAS WIRO MSME Group which engaged in culinary sector, both food and snacks. When it was first established, this group received an enthusiastic response from MSME members and residents. However, its development has declined, so the partner hopes that with this activity the Papine Mas Wiro MSME Group will get a better income. Efforts that were made including design and social media utilization for promotion, online sales as an alternative, designing good packaging, and designing attractive booths to attract visitors in making purchases. The methods used in community service activities are lectures, discussions, training, monitoring, and partner mentoring. Training included creating visual promotional content, creating product promotional videos, and online sales training through the marketplace, as well as copywriter training. The benefits obtained by partners are increased skills, increasing sales turnover and improving the partner\u27s economy. From the implementation of this activity, it was found that: 1) a social media to market Papine Mas Wiro MSME products was established as a means of introducing and marketing products from these MSME actors, and 2) Papine Mas Wiro MSME actors aware of the importance of attractive designs to be uploaded on social media.
Kegiatan program pengabdian pada masyarakat Skema Pemberdayaan Berasis Masyarakat ini berusaha untuk memberdayakan kelompok UMKM di lingkungan Kelurahan Kadipiro, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok UMKM PAPINE MAS WIRO yang bergerak dalam bidang kuliner baik makanan maupun berupa jajanan. Pada awal berdirinya kelompok ini mendapat tanggapan yang sangat antusias oleh anggota UMKM dan warga. Perkembangannya kemudian mengalami penurunan. Mitra berharap dari kegiatan ini agar Kelompok UMKM PAPINE MAS WIRO ini kembali mendapatkan penghasilan yang bagus seperti semula atau bahkan lebih. Beberapa upaya yang akan dilakukan adalah dengan pemanfaatan desain dan media sosial sebagai promosi, penjualan online sebagai alternative lain penjualan, serta pembuatan kemasan yang bagus serta desain both yang lebih menarik agar menarik pengunjung atau pelanggan dalam melakukan pembelian. Metode yang dipergunakan adalah ceramah, diskusi, pelatihan, monitoring dan pendampingan terhadap mitra. Pelatihan disini meliputi pelatihan dan pembuatan konten promosi visual, pelatihan pembuatan video promosi produk, serta pelatihan penjualan secara online melalui marketplace maupun pelatihan penyusunan copywriter. Pemantauan dan pendampingan dilakukan secara periodik agar program-program dapat terlaksana dengan baik. Manfaat yang diperoleh oleh mitra adalah peningkatan ketrampilan, menambah omset penjualan yang ujungnya adalah peningkatan ekonomi dari mitra
Pengaruh Pelatihan Dan Kejelasan Tujuan Anggaran Terhadap Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Bireuen (Studi Kasus Pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bireuen)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan kejelasan tujuan anggararan terhadap akuntabilitas kinerja (Studi kasus pada badan pengelolaan keuangan daerah kabupaten bireuen). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai BPKD kabupaten Bireuen dan jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 72 orang. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, pengujian hipotesis secara parsial (uji t) menunjukan bahwa variabel Pelatihan (X1) memiliki nilai t-hitung sebesar 3,406. Sedangkan t-tabel sebesar 1,669. Hal ini menunjukan t-hitung > t-tabel sehingga menolak Ho dan menerima Ha. Kejelasan tujuan anggaran (X2) memiliki nilai t-hitung sebesar 2,128 sedangkan t-tabel sebesar 1,669. Hal ini menunjukan t-hitung > t-tabel sehingga menolak Ho dan menerima Ha. Sehigga secara parsial varibel pelatihan dan kejelasan tujuan anggaran masing-masing berpengaruh positif terhadap akuntabilitas kinerja. Selanjutnya berdasarkan pengujian hipotesis secara simultan (Uji f), menunjukkan bahwa F-hitung sebesar 11,562 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001, sedangkan nilai F tabel sebesar 3,12 yang menunjukkan F hitung > F tabel (11,562 > 3, 12). Hal ini mengkomfirmasi penolakan Ho dan menerima Ha yang bermakna bahwa secara bersama-sama varibel pelatihan dan kejelasan tujuan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja
Benda Asing Pada Telinga "Ear Foreign Body"
Foreign objects in the ear canal can vary, either being inanimate or living. Foreign objects in the ear are a common case encountered in ENT emergency rooms, with the highest incidence occurring in children. This is due to their high curiosity and experimental nature at that age, though it is also found in adults. Common foreign objects include plastic beads, cotton bud tips, parts of earrings, green bean seeds, small animals, toys, erasers, batteries, and insects.In this journal report, the author describes a case involving a 10-year-old boy who visited the ENT clinic at Dr. Fauziah Hospital, Biruen, complaining of a foreign object, specifically a live animal, in his ear. He reported discomfort and pain due to the sensation of movement. An endoscopic examination revealed a white tick attached to the right ear\u27s external auditory canal. The treatment involved irrigation with warm water to dislodge the insect. After irrigation was completed, the patient was given instructions for follow-up care and dischargedBenda asing adalah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh, yang dalam keadaan normal tidak ada. Benda asing di liang telinga dapat bervariasi, baik berupa benda mati atau benda hidup. Benda asing di telinga merupakan kasus yang sering ditemukan pada instalasi gawatdarurat THT. Insidennya paling banyak terjadi pada usia anak-anak, dimana pada usia ini anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu dan sifat eksperimental yang tinggi. Akan tetapi ditemukan juga pada usia dewasa. Benda asing yang paling sering ditemukan antara lain : manik-manik plastik, ujung kapas cotton bud, bagian dari anting, biji kacang hijau, hewan, mainan, karet penghapus, baterai maupun serangga . Pada laporan jurnal ini, Penulis menjelaskan bahwa pasien laki laki dengan umur 10 tahun datang ke Poli THT-KL RS dr. Fauziah Biruen dengan keluhan ditemukannya hewan dalam telinga pasien tersebut dengan keluhan adanya benda asing yang bergerak sehingga membuat pasien terasa tidak nyaman dan nyeri. Dari hasil pemeriksaan Endoskopi di temukan serangga kutu babi bewarna putih yang melengket pada MAE telinga kanan. Adapun tindakan yang di lakukan adalah dengan melakukan irigasi menggunakan air hangat sampai serangga tersebut keluar. Setelah irigasi selesai dilakukan pasien diberikan edukasi dan pasien dapat dinyatakan pulan
Pengaruh Pengaplikasian Media Pembelajaran Berbasis Mobile Learning Guna Meningkatkan Motivasi Literasi Pengetahuan Siswa
Penelitian iini ibertujuan iuntuk imendeskripsikan ipeningkatan ikemampuan iberliterasi isiswa isetelah ibelajar imenggunakan imedia ipembelajaran iberbasis iMobile iLearning ipada ibidang istudi iBahasa iIndonesia, idan iuntuk imengetahui iapakah imedia ipembelajaran iMobile iLearning iberpengaruh iterhadap ikemampuan iliterasi isiswa isetelah ibelajar i imenggunakan imedia ipembelajaran iberbasis iMobile iLearning ipada ibidang istudi iBahasa iIndonesia. iAdapun ipendekatan iyang idigunakan ipada ipenelitian iini iadalah ipendekatan i ikuantitatif idengan imetode iyang idigunakan iadalah imetode ipenelitian ipra-eksperimental, iyaitu ihanya imenggunakan ikelompok ieksperimen isaja itanpa iadanya ikelompok icontrol idan ipembimbing. iDesain ipenelitian iyang idigunakan iadalah iOne iGrup iPretest-Posttest iDesain. iAdapun iteknik ipengumpulan idata iyang idigunakan iyaitu ites, iobservasi, idan idokumentasi. iTeknik ianalisis idata idengan imenggunakan ianalisis idata istatistic ideskriptif, iuji inormalitas, iuji it-tes, iuji ihipotesis, idan iUji iN-gain. iHasil ipenelitian iini imenunjukkan iterdapat ipengaruh iyang isignifikan iterhadap ihasil ibelajar isebelum idan isesudah ites ipersentase ipeserta ididik iyang ituntas ipada ipretest i3% idan ipresentase ipeserta ididik iyang ituntas ipada iposttest isebesar i100%. iDapat idisimpulkan ibahwa iH0 iditolak idan iH1 iditerima. iArtinya iterdapat ipengaruh iyang isignifikan iantara imedia ipembelajaran iberbasis iMobile iLearning iterhadap ihasil ibelajar ipeserta ididik ipada imateri iteks iresensi.
 
Isolation and identification of Pseudomonas sp. on dumbo catfish (Clarias gariepinus) in semi-intensive manner
The aquaculture system in the maintenance of dumbo catfish is widely practiced by the community due to several advantages it offers. However, in terms of fish health, there is a risk of infection by Pseudomonas bacteria present in the environment. This study aims to isolate and identify Pseudomonas sp. bacteria in dumbo catfish (Clarias gariepinus) raised in a semi-intensive manner. A total of three samples of dumbo catfish were taken from ponds in Beurangong Village, Kuta Baro District, and nine samples from ponds in Dham Pulo Village, Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency. The criteria for the samples were fish that clinically showed symptoms of disease caused by Pseudomonas sp. Each catfish had samples taken from the skin, liver, spleen, intestines, and gills for subsequent bacterial isolation and identification using the Carter method. Bacterial isolation was conducted using Nutrient Broth (NB) media. Identification utilized Plate Count Agar (PCA) media, Gram staining, and biochemical tests. The results showed bacterial growth in the NB media, and Pseudomonas bacteria were successfully isolated. The identification results on PCA media indicated Pseudomonas sp., and the biochemical tests identified it as Pseudomonas aeruginosa. This study concludes that in dumbo catfish raised semi-intensively, Pseudomonas sp. bacteria were isolated and identified in Beurangong Village, while in Dham Pulo Village, the identified species was Pseudomonas aeruginosa.The aquaculture system in the maintenance of dumbo catfish is widely practiced by the community due to several advantages it offers. However, in terms of fish health, there is a risk of infection by Pseudomonas bacteria present in the environment. This study aims to isolate and identify Pseudomonas sp. bacteria in dumbo catfish (Clarias gariepinus) raised in a semi-intensive manner. A total of three samples of dumbo catfish were taken from ponds in Beurangong Village, Kuta Baro District, and nine samples from ponds in Dham Pulo Village, Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency. The criteria for the samples were fish that clinically showed symptoms of disease caused by Pseudomonas sp. Each catfish had samples taken from the skin, liver, spleen, intestines, and gills for subsequent bacterial isolation and identification using the Carter method. Bacterial isolation was conducted using Nutrient Broth (NB) media. Identification utilized Plate Count Agar (PCA) media, Gram staining, and biochemical tests. The results showed bacterial growth in the NB media, and Pseudomonas bacteria were successfully isolated. The identification results on PCA media indicated Pseudomonas sp., and the biochemical tests identified it as Pseudomonas aeruginosa. This study concludes that in dumbo catfish raised semi-intensively, Pseudomonas sp. bacteria were isolated and identified in Beurangong Village, while in Dham Pulo Village, the identified species was Pseudomonas aeruginosa
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS PADA BAYI IBU D DENGAN MAKROSOMIA
Bayi besar atau istilah latin dikenal makrosomia adalah bayi dengan berat badan di atas 4 kilogram. Kejadian ini sangat bervariasi antara 8 sampai 10 persen total kelahiran. Kasus bayi besar dengan berat badan di bawah 5 kg masih sering terjadi, akan tetapi bayi yang lahir dengan berat ekstrim antara 6 kg masih sangat jarang terjadi. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan yang tepat pada kasus bayi makrosomia dan menekan angka mordibitas dan mortalitas pada ibu dan bayi di PMB Nurhayati Idris Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Rancangan asuhan ini dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan kualitatif pada tanggal 29 September 2024. Subjek studi kasus adalah bayi Ibu D umur 1 jam dengan makrosomia. Asuhan kebidanan neonatus yang diberikan pada bayi ibu D sesuai dengan standar kunjungan neonatus dan kebutuhan bayi dengan makrosomia. Dokumentasi dilakukan sesuai dengan standar asuhan kebidanan menurut Kepmenker RI tahun 2007. Hasil studi kasus ini diharapkan agar ibu hamil dapat memenuhi standar nutrisi sesuai usia kehamilan, untuk menghindari faktor risiko yang tidak diinginkan pada ibu dan bayi hingga melahirkan
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN PADA IBU S G4P3A0 DENGAN POST DATE
Kehamilan Post Date merupakan kehamilan yang berlangsung sampai 42 minggu atau (294 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Salah satu faktor penyebab terjadinya kehamilan Post Date adalah usia ibu dan paritas. Ibu hamil yang mengalami kehamilan postdate mencapai 40 kasus (22,5 %). Adapun beberapa faktor penyebab terjadinya kehamilan postdate, antara lain: usia terdapat 18 orang (5,4 %), paritas mencapai 10 orang (3,0 %) (Arianti, 2020). Penyebabnya adalah siklus haid yang tidak diketahui pasti, kelainan pada janin sehingga tidak ada kontraksi, serta pengaruh produksi kadar hormon progesterone yang menurun karena peningkatan kadar kortisol plasma janin yang secara tiba-tiba, bayi postmatur risiko terhadap kematian karena fungsi plasenta memuncak pada usia kehamilan 38-42 minggu, terlihat dari menurunnya kadar estrogen dari plasenta. Menurut Riska E (2019), Persalinan postterm mempunyai hubungan erat dengan mortalitas dan morbiditas perinatal. Data statistik menunjukkan, angka kematian janin dalam kehamilan postterm lebih tinggi dibandingkan dalam kehamilan cukup bulan. Angka kematian kehamilan lewat waktu mencapai 5-7%. Variasi insiden postterm berkisar antara 3,5-14%. Menurut Ratnawati dan Yusnawati dalam penelitiannya, kehamilan postterm mempunyai resiko lebih tinggi dari kehamilan aterm, terutama terhadap kematian perinatal (antepartum, intrapartum, dan postpartum) berkaitan dengan aspirasi meconium dan asfiksia, kematian janin akibat persalinan postterm terjadi pada 30% sebelum persalinan, 55% dalam persalinan, dan 15% pascanata. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan yang tepat pada kasus persalinan dengan post date di Polindes Mata Ie Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen. Rancangan asuhan ini dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan kualitatif pada tanggal 05 Desember 2024. Subjek studi kasus adalah Ibu S umur 33 tahun dengan post date. Asuhan kebidanan persalinan yang diberikan pada ibu S sesuai dengan standar Asuhan kebidanan menurut Kepmenkes 2007
Analisis Tingkat Kepuasan Kerja Berdasarkan Faktor Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Guru (Studi pada MAN Se-Kabupaten Bireuen - Aceh)
This research aims to determine and quantitatively describe the level of job satisfaction based on organizational culture and teacher work environment factors, with a case study of teachers in MAN in Bireuen Regency, Aceh province. The research sample was 65 teachers, with data collection through closed questionnaires. Analysis using a path model approach. The results of the research concluded that school organizational culture and work environment contributed to increasing job satisfaction for State MA teachers in Bireuen district, respectively by 25.28% and 20.68%. And the simultaneous contribution of organizational culture and work environment to teacher job satisfaction is 37.24%