Jurnal Universitas Almuslim
Not a member yet
1886 research outputs found
Sort by
Tata Ruang Kota Lama Banda Aceh pada Elemen Fungsi Zona Periode Kesultanan 1584 – 1873
Adanya proses tumbuh dan berkembang dalam tata ruang kota yang terwujud dari struktur dan pola, sehingga membentuk sebuah kota atau kawasan. Hal ini, berkaitan erat dengan kawasan lama yang tidak terpisahkan dalam pergerakan suatu kota secara bertahap, sehingga meninggalkan jejak-jejak dalam ruang, sebagai cikal bakal terbentuknya sebuah kota dan acuan dasar penataan ruang kota. Kota Banda Aceh dipengaruhi oleh perjalanan panjang sejarahnya. Namun, pesatnya perkembangan kota di berbagai sektor serta fungsi baru, terkadang tidak mempertimbangkan kawasan lama yang telah ada jauh sebelumnya, sehingga tanpa disadari mulai menghilangkan jejaknya dalam ruang kota sebagai bukti gambaran kehidupan dan perabadan masa lalu. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mempelajari konsep tata ruang kawasan lama di Kota Banda Aceh yang membentuk karakteristik kawasannya dengan batasan kajian pada periode Kesultanan khususnya. Data yang dikumpulkan menggunakan metode deskriptif kualitatif, melalui pendekatan sejarah dari peta kuno, pelacakan informasi fisik berdasarkan observasi lapangan dan wawancara yang dianalisis berdasarkan salah satu aspek fisik dalam tata ruang kota, berupa fungsi zona/ penggunaan lahan. Ditemukan bahwa konsep tata ruang pada fungsi zona Kota Banda Aceh periode Kesultanan dipengaruhi oleh kondisi alam yang mencakup konsep Islami dan sebagiannya lagi oleh pra-Islam, serta sebuah pola segitiga terpusat yang membentuk tata ruangnya
ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN DENGAN ANEMIA RINGAN
Prenatal care is supervision before delivery, especially aimed at the growth of the fetus in the womb. Pregnancy care is carried out to monitor the progress of the pregnancy process to ensure the health of the mother and the growth and development of the fetus. Maternal and infant mortality rates in Indonesia are very high, therefore it is important for pregnant women until childbirth to get health services according to the 10 T standard. The purpose of writing this article is to provide pregnancy care for E\u27s mother in the Independent Midwife Practice Fajri Laili Kutablang District Bireuen Regency. The method used is a type of case study conducted at PMB Fajri Laili Kutablang District Bireuen Regency in November 2023. The subject in this case is Mrs. E aged 23 years G1P0A0. The instrument used is the antenatal care assessment format and other midwifery instruments in pregnancy examination. The results of care provided to mother E aged 23 years G1P0A0 obtained pregnancy with mild anemia, midwives provide pregnancy care in accordance with the 10 T standard. So that the condition of the mother and baby can return to normal. The conclusion of this study is midwifery care for mother E at PMB Fajri Laili has been carried out in accordance with the 10 T standard. Based on the pregnancy care provided, there is no gap between theory and practice
Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan Desa Suka Ramai Atas Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Benar Meriah
Accountability is control over all activities of village officials in managing village funds, and is an important factor in being accountable for managing village funds. The realization of accountability in village fund management cannot be separated from the competence it has so that the implementation of its duties and obligations can be carried out effectively, efficiently and professionally. In this regard, a group of Development Economics lecturers at Bireuen Almuslim University in Aceh Province and students carried out the Tri Dharma of Higher Education service in the form of technical guidance on preparing financial reports according to accounting standards for Suka Ramai Atas village officials, Wih Pesam sub-district, Bener Meriah Regency. So that errors no longer occur in managing village funds and technical reporting. The results of technical guidance provide knowledge and skills to village officials by being able to record transactions and bookkeeping, especially for preparing village budget realization reports (LRA)
Kreativitas Seniman Mop-Mop di Kabupaten Aceh Utara
berasal dan tumbuh di kabupaten pidie sejak tahun 50-an, kemudian berkembang ke daerah yang lain terutama ke kabupaten Aceh Utara pada tahun 60-an, Kesenian Mop- Mop diangkat dari keseharian masyarakat dalam berumah tangga, yang terkadang sering terdapat perselisihan antara suami istri. Penelitian ini mengkaji Kreativitas Seniman Mop-Mop Di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang pengambilan datanya melalui obrservasi langsung dan wawancara mendalam dari informan-informan kunci. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa adapun Kreativitas Seniman Mop-Mop berdasarkan tiga dimensi diantaranya yaitu (1) dimensi person yaitu kemampuan atau kecakapan yang dimiliki seniman-seniman mop-mop dalam berbalas pantun secara spontanitas melalui syair-syair melayu, (2) dimensi proses yaitu perubahan atau inovasi pada kesenian mop-mop yang dilakukan oleh seniman dengan menggantikan peran perempuan dengan laki- laki, dan (3) dimensi produk kreatif yaitu kesenian mop-mop merupakan sebuah karya seni hasil kreativitas seniman tradisional Aceh yang menggabungkan beberapa seni di dalamnya yaitu seni tutur, seni tari, dan seni musik. Dengan menggunakan proses kreatif sebagai kriteria kreativitas, maka segala produk yang dihasilkan dari proses itu dianggap sebagai produk kreatif, dan orangnya disebut sebagai orang kreati
Alat Musik Tradisional Suling Gayo
Penelitian ini berjudul “Alat Musik Tradisional Suling Gayo di Desa Toweren Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah”. Mengangkat masalah struktur bentuk alat musik Suling, proses pembutan dan tekhnik bermain Suling Gayo. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan bentuk alat musik tradisional Suling Gayo dan Mendeskripsikan teknik permainan alat musik Suling Gayo. Subjek dalam penelitian ini adalah suling gayo sedangkan objek dalam penelitian ini adalah para pemain suling gayo di desa Toweren Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Penelitian ini dilakukan di desa Toweren kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Peneliti memilih lokasi penelitian di Desa Toweren yaitu di rumah Kakek Yusuf, Bapak Syarifudin, Agussalim. Proses pembuatan alat musik Suling Gayo menggunakan cara kerja yang sederhana dengan menggunakan alat yang sederhana pula, bahannya uluh Ines bahan dari alam yang digunakan untuk pembuatan suling. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suling gayo merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup dan memiliki bagian seperti kepala, batang dan congo (ikat suling) serta teknik bermainnya yaitu menentukan posisi bibir saat meniup lubang tiup. Ada tiga posisi meniup suling yang baik yaitu posisi meniup maju/depan, posisi meniup normal (tengah), dan posisi bibir berada ditepi. Disarankan penelitian yang berhubungan dengan suling gayo dapat dilanjutkan oleh peneliti lain sehingga dapat terungkap hal-hal yang belum terungkap melalui penelitian ini
Konsep Edukasi Menjaga Kebersihan Dan Tata Kelola Sampah Berbasis Islam
Diantara kesempurnaan ajaran Islam ialah, mengajarkan sikap yang sangat detail ketika kita menangani hal terkait dengan kebersihan, baik itu kebersihan diri maupun lingkungan yang ada di sekitar kita. Sampah dapat menjadi sesuatu yang negatif bagi manusia atau sebaliknya sampah dapat menjadi sesuatu yang bernilai bagi kita. Cara Rasulullah dalam menjaga lingkungan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan karena hal itu dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan. Dalam hadits, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa membuang sampah sembarangan adalah salah satu dari tujuh perkara yang membinasakan. Hal ini menunjukkan bahwa membuang sampah sembarangan adalah perbuatan yang sangat buruk dan harus dihindari. Dewassa ini, semakin meningkatnya jumlah sampah maka diperlukan pengolahan sampah yang benar. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Maka dari itu, peneliti bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membangun kesadaran untuk menjaga kebersihan sedini mungkin, serta bagaimana pengolahan sampah berbasis Islam
Meningkatkan Kinerja Guru Dalam Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Melalui Workshop Pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Bireuen
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kinerja Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah guru MIN 7 Bireuen Tahun Ajaran 2023/2024 dengan jumlah guru sebanyak 30 orang. Jumlah guru laki-laki adalah sebanyak 8 orang dan guru perempuan sebanyak 22 orang. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan pada tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dalam kurun waktu 3 bulan yaitu dari bulan September sampai dengan Desember 2023 pada semester ganjil. Dilaksanakan pada waktu tersebut karena tahun pejaran baru dimulai sekolah. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melaksanakan kegiatan Workshop terhadap guru atau melakukan kunjungan, melakukan penilian terhadap Kinerja Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan melakukan penilian terhadap tanggung jawab guru. Alat pengumpulan data yaitu melalui daftar penilaian daftar observasi dan pedoman Penilaian Penetapan KKM dan daftar wawancara guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Prosedur penelitian terdiri dari pra penelitian, perencanaan siklus satu, pelaksanaan tindakan siklus satu, pengamatan siklus satu, refleksi siklus satu, perencanaan siklus dua, pelaksanaan tindakan siklus dua, pengamatan siklus dua dan refleksi siklus dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase Observasi Proses Pelaksanaan Workshop guru dari 72.25% pada siklus I meningkat menjadi 89.76% pada siklus II. Peningkatan Penetapan KKM mengalami peningkatan dari 53,33 yaitu Cukup pada siklus I meningkat menjadi 88.78% yaiyu Baik pada siklus II. penerapan Workshop pada Kinerja Guru Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada MIN 7 Bireuen Tahun Ajaran 2023/2024
PENGGUNAAN PEMBELAJARANMASTERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMANPADA MATERIPUASA RAMADHAN DI KELAS IVUPTD SD NEGERI 1 PEUSANGAN SELATAN
Penelitian ini dilatar belakang oleh kemampuan siswa kelas IV UPTD SD Negeri 1 Peusangan Selatan pada materi puasa ramadhan yang masih tergolong rendah disebabkan kegiatan pembelajaran lebih banyak guru yang menjelaskan sedangkan siswa hanya mendengarkan penjelasan guru dan tidak terlibat aktif dengan menggunakan model mastery learning diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatanpemahaman konsep siswa, aktivitas guru dan siswa, respon siswa pada materi puasa ramadhan di kelas IV UPTD SD Negeri 1 Peusangan Selatan. Pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi dan angket.Peningkatkan pemahaman konsep siswa di kelas IV UPTD SD Negeri 1 Peusangan Selatan melalui model pembelajaran model belajar tuntas (Mastery Learning) pada materi siklus I sebesar 44,44% meningkat menjadi 88,89% siklus II. Peningkatkan aktivitas guru dan siswa pada materi Puasa Ramadhan melalui model pembelajaran model belajar tuntas (Mastery Learning) di kelas IV UPTD SD Negeri 1 Peusangan Selatan sebesar 77% pada tindakan I siklus I dan tindakan II siklus I sebesar 81% meningkat menjadi 94% pada tindakan I siklus II serta 99% pada tindakan II siklus II untuk aktivitas guru. Sedangkan aktivitas siswa sebesar 76% pada tindakan I siklus I dan tindakan II siklus I sebesar 78% meningkat menjadi 93% pada tindakan I siklus II serta 96% pada tindakan II siklus II. Peningkatkan respon siswa pada materi Puasa Ramadhan melalui model pembelajaran model belajar tuntas (Mastery Learning) di kelas IV UPTD SD Negeri 1 Peusangan Selatansangat setuju sebesar 20% dan respon setuju sebesar 46%, pada respon kurang setuju sebesar 26%, serta respon tidak setuju sebesar 8
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DI KELAS V UPTD SD NEGERI 28 PEUSANGAN PADA MATERI HARI AKHIR
Penelitan ini dilatarbelakangi oleh ada peserta didik yang kurang memahami dan tidak mampu menjelaskan konsep PAI sehingga berakibat pada hasil belajarnya yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran generatif pada materi hari akhir di kelas V SD Negeri 28 Peusangan. Aktivitas guru dan peserta didik melalui model pembelajaran Generatif pada materi hari akhir di kelas V SD Negeri 28 Peusangan. Respon peserta didik terhadap pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran Generatif pada materi hari akhir di kelas V SD Negeri 28 Peusangan. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian PTK. Sumber data penelitian adalah siswa kelasV berjumlah 23 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, lembar akhivitas dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar terjadi peningkatan, pada siklus I persentase ketuntasan sebesar 60,86% meningkat menjadi 86,95% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran sudah membaik dari siklus ke siklus. Terdapat peningkatan aktivitas belajar mengajar antara guru dan peserta didik telah berlangsung dengan baik. Ini terlihat dari hasil observasi guru siklus I sebesar 75,39% dan meningkat menjadi 92,35% siklus II. Sedangkan hasil observasi peserta didik siklus I sebesar 73,85% dan meningkat menjadi 92,35%. Hasil respon peserta didik pada pembelajaran dilaksanakan guru menggunakan model pembelajaran Generatif di peserta didik menyukai belajar menggunakan model tersebut terbukti dari hasil respon peserta didik nilai rata-rata pada kriteria “ya” sebesar 75%, kriteria “tidak” sebesar 18%. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik sangat menyukai belajar menggunakan model pembelajaran Generatif
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIRKRITIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS IV UPTD SD NEGERI 10 PEUSANGAN PADA MATERISURAT AT-TIN
Penelitan ini dilatarbelakangi oleh ada siswa yang kurang memahami dan tidak mampu menjelaskan konsep PAI yang diberikan padahal sudah diberikan contoh dan bahan tapi mereka masih mengalami kesulitan dalam memahami materi PAI sehingga digunakan pembelajaran berbasis masalah (PBM) dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dan aktivitas guru dan siswa di kelas IV UPTD SD Negeri 10 Peusangan melalui model pembelajaran Problem Based Learning pada materi Surat At-Tin. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian PTK. Sumber data penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 18 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, lembar aktivitas dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran PBL untuk kemampuan berpikir kritis siswa siklus I sebesar 44,44% kriteria kurang baik meningkat menjadi 88,89% kriteria sangat baik pada siklus II. Penggunaan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa kelas IV UPTD SD Negeri 10 Peusangan. Hal ini terbukti dengan meningkatnya persentase aktivitas guru dan siswa pada setiap siklus mengalami peningkat baik pada guru maupun pada proses siswa mengikuti pembelajaran, dengan nilai rata-rata aktivitas guru yaitu 68,83% kriteria kurang siklus I meningkat menjadi sebesar 88,24% kriteria baik pada siklus II. Untuk aktivitas siswa sebesar 68,83% kriteria kurang siklus I meningkat menjadi sebsar 88,24% kriteria sangat baik. Penggunaan model pembelajaran PBL dapat memberikan dampak positif bagi siswa kelas IV UPTD SD Negeri 10 Peusangan sebesar 78% untuk kriteria senang dan kriteria tidak senang sebesar 22%