E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
    781 research outputs found

    HUBUNGAN PARITAS DAN STATUS PEKERJAAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI ERA PANDEMI COVID 19

    Full text link
    Tantangan penurunan AKI dan AKB semakin berat dengan adanya pendemi COVID-19 pada awal 2020 yang menyebabkan pembatasan aktivitas masyarakat, sarana transportasi dan kekhawatiran tertularnya petasnyakit dapat menghambat perempuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam hal akses dan kualitas layanan. Sehingga, dikhawatirkan akan adanya peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu dan anak serta penurunan cakupan pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), dan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peritas dan status pekerjaan dengan kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ANC di era pandemi covid 19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berkunjung di PMB Ngudi Saras, Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar pada Bulan Januari s/d Juni 2021 sejumlah 460 responden.  Dengan jumlah sampel 210 responden. Analis data menggunakan chi kuadrat (X2). Hasil penelitian ada hubungan signifikan  antara paritas dengan kunjungan ANC pada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19 (nilai p : 0,003) dan tidak hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan kunjungan ANC pada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19 (p: 0,921). Kesimpulan : ada hubungan signifikan  antara paritas dengan kunjungan ANC pada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19, tidak hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan kunjungan ANC pada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19

    HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN STATUS MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI DI TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL XIII DESA WATES KECAMATAN UNDAAN KABUPATEN KUDUS

    Full text link
    AbstrakPerkembangan pada anak usia dini salah satunya dapat dilihat dari status motorik halus. Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting yang dilalui anak pada masa pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi status motorik halus adalah pengetahuan ibu dan status gizi. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan simple random sampling dengan mengambil jumlah populasi di TK sebanyak 105 Anak. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dan instrument yang digunakan adalah kuesioner,observasi dan formulir Denver II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan status gizi dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus 2022 dengan P Value = 0,000 (<0.05), nilai OR sebesar 0,156.Ada hubungan status gizi dengan status motorik halus pada anak usia dini di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal XIII Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun 2022.

    HUBUNGAN HUKUM DAN KEADILAN (Tinjaun Kritis terhadap Sanksi Tindak Pidana Korupsi di Tengah Pandemi)

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang hubungan hukum dan keadilan yang diaplikasikan dalam sistem hukum tentang tindak pidana korupsi. Instrumen penegakan tindak pidana korupsi masih dianggap kurang memenuhi unsur keadilan. Khususnya dalam kasus korupsi di tengah pandemik yang dilakukan oleh mantan Menteri Perikanan dan kelautan dan mantan Menteri Sosial. Jenis penelitian hukum yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (empiric library), yakni prosuder penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan, dengan melakukan kajian normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis empiris (Statute Approach). Sedangkan metode penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian yuridis normative yang artinya permasalahan yang diteliti berdasarkan peraturan perundang-undnagan, literatur hukum, dan media. Hasil penelitian menunjukan bahwa instrument tentang tindak pidana korupsi dan sanksinya belum menunjukan rasa keadilan dalam amsyarakat terbukti dengan membuminya wacana hukuman mati ditengah masyaraka

    ANALISA BISNIS JUS KEKINIAN “ HIFI SMOOTHIE BOOST” MENGGUNAKAN BISNIS MODEL CANVAS

    Full text link
    AbstrakHiFi Smoothie Boost merupakan salah satu pelopor healthy pressed juice di Kabupaten Tabalong. Konsep yang di tawarkan mengambil konsep “grab and go” yang di kemas secara modern sehingga mempermudah konsumen mendapatkan produk di tengah kesibukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman berdasarkan 9 elemen Bisnis Model Canvas dan memetakan strategi- strategi baru dalam rangka meningkatkan penjualan HiFi Smoothie Boost dengan metode yang digunakan pada penelitian ini melalui pendekatan Bisnis Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT yang menghasilkan matriks strategi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasi dan Study Literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan posisi usaha pada kuadran II pada diagram SWOT, dan direpresentasikan secara visual menggunakan BMC. Dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha ini cukup memiliki peluang dalam berkembang dengan menerapkan strategi-startegi yang disusulkan.Kata Kunci: Analisis SWOT, BMC, Pressed juice, Grab and go konsep, HiFi Smoothie Boos

    PENINGKATAN KESEHATAN KELUARGA MELALUI PEMBERDAYAAN KADER MASYARAKAT DENGAN CEGAH STUNTING DAN PEMANFAATAN SAMPAH MENJADI MEDIA EDUKASI ANAK DI DESA JEKULO KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS

    Full text link
    Indikator keluarga sehat yaitu balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan. Hal ini penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak sudah sesuai dengan usianya, serta mendeteksi secara dini bilamana terdapat gangguan pada pertumbuhannya. Gangguan pertumbuhan pada anak yakni stunting. Prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,4% pada 2021. Target pemerintah untuk prevalensi stunting di Indonesia turun menjadi dibawah 14% pada tahun 2024. Untuk itu, target penurunan prevalensi stunting setiap tahun harus berkisar 2,7%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada intervensi gizi sensistif yakni memberikan pendidikan pengasuhan pada orang tua melalui pemberdayaan kader mengenai edukasi stunting dan pencegahannya serta pemanfaatan sampah agar bisa digunakan menjadi media edukasi anak di rumah. Kegiatan ini melibatkan 30 kader di Desa Jekulo. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pemberian penyuluhan mengenai kesehatan keluarga melalui deteksi dini, pencegahan, dan penanganann stunting, serta penyuluhan kesehatan lingkungan hingga demontrasi membuat media edukasi anak dari pemanfaatan sampah. Akhir kegiatan, respon positif dirasakan para kader karena mendapatkan pengetahuan tentang stunting dan pemanfaatan sampah guna mendukung turunnya angka kejadian stunting dan meningkatkan kesehatan lingkunga

    PENGARUH MASSAGE SWEDISH DAN AKUPUBKTUR GB 21 TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM

    Full text link
    AbstrakOksitosin berperan dalam prosuksi ASI untuk meningkatkan let down reflek pada aliran ASI. Salah satu factor untuk meningkatkan produksi ASI adalah adanya intervensi dari tenaga kesehatan.Swedish massage dan Akupunktur GB 21 diduga dapat menstimulasi relaksasi pada ibu sehingga ibu dapat menghasilkan oksitosin di dalam tubuh untuk produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Swedish massage dan Akupuntur titik GB 21 terhadap produksi ASI di Klink Bersalin Az-Zahwa tahun 2020. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan desain Pretest-Posttest with Control Group.Subjek penelitian adalah ibu nifas normal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusiJumlah sampel yang diteliti adalah sebanyak 90 pasien, masing-masing 30 pasien kelompok Swedish Massage, 30 kelompok Akupunktur titik GB 21 dan 30 pasien tanpa intervensi. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2020. Analisis data menggunakan uji T paired dan uji one way anova. Hasil penelitian didapatkan kelompok kontrol mengalami penurunan -118,3 (72,5) gram, pada kelompok Swedish Massage meningkat 616,7 (196,6) gram dan pada kelompok Akupunkur GB 21 meningkat 130,0 (160,0) gram. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan yang bermakna selisih berat badan setelah penelitian pada ketiga kelompok (pvalue 0,000). Analisis lebih lanjut pada nilai Mean Difference tampak bahwa Swedish Massagememilikipengaruh yang lebih banyak pada kelompok kontrol sebanyak 735 gram dan kelompok akupunktur 486 gram. Hal ini menunjukkan kelompok Swedish massage lebih efektif dalam meningkatkan produksi ASIKata Kunci: Akupunktur GB 21, Postpartum,Produksi ASI Swedish Massage AbstractOxytocin plays a role in milk production to increase the let-down reflex on milk flow. One of the factors to increase breast milk production is the intervention of health workers. Swedish massage and GB 21 acupuncture are thought to stimulate relaxation in the mother so that the mother can produce oxytocin in the body for milk production. This study aims to determine the effect of Swedish massage and GB 21 acupuncture methods on breast milk production at the Az-Zahwa Maternity Clinic in 2020. The research design used in this study was a quasi-experimental design with Pretest-Posttest with Control Group. Normal patients who met the inclusion and exclusion criteria. The number of samples studied were 90 patients, 30 patients in the Swedish Massage group, 30 in the GB 21 Acupuncture group and 30 patients without intervention. This research was conducted in September-October 2020. Data analysis used paired T test and one way ANOVA test. The results showed that the control group decreased -118.3 (72.5) grams, the Swedish Massage group increased by 616.7 (196.6) grams and in the GB 21 Acupuncture group increased 130.0 (160.0) grams. The results of statistical tests showed that there was a significant difference in body weight after the study in the three groups (p-value 0.000). Further analysis on the Mean Difference value showed that Swedish Massage had more influence on the control group as much as 735 grams and the acupuncture group 486 grams. This shows that the Swedish massage group is more effective in increasing milk production Keywords: GB 21 Acupuncture, Postpartum, Breast Milk Production Swedish Massage

    PENGENDALIAN KECEMASAN MENGGUNAKAN INHALASI AROMATERAPI JASMINE PADA WANITA INFERTIL DENGAN HYSTEROSALPINGOGRAPHY

    Full text link
    AbstrakHysterosalpingography (HSG) memiliki faktor yang menyebabkan kecemasan hingga rasa nyeri yang berlebihan pada wanita infertile yang akan melalukan pemeriksaan tersebut. Wanita infertile yang akan dilaksanakan HSG mengungkapkan seperti sulit tidur, berdebar-debar, rasa takut, merasa tegang, tidak nafsu makan, mual dan diare. Penelitian quasi eksperimen dengan sampel penelitian sebanyak 32 wanita dengan diagnose medis infertile yang melakukan pemeriksaan Hysterosalpingography (HSG) di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus pada rentang waktu bulan Agustus -November 2022. Sampel diambil dengan teknik simple random. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner karakteristik responden dan Visual Analog Scale-A (VAS-A) untuk menilai tingkat kecemasan. Sampel terbagi menjadi 2 kelompok yaitu perlakuan aromaterapi jasmine dan control menggunakan aromaterapi teh. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata kecemasan sebelum dan setelah diberikan aromaterapi jasmine dan teh pada kelompok perlakuan nilai p value 0,015 dan kontrol dengan nilai p value 0,000. Berdasarkan data terdapat selisih rata – rata tingkat kecemasan pada responden, 16 responden yang diberikan aromaterapi jasmine mengalami perbedaan rata rata sesudah dan sebelum sebesar 18,8 dibandingkan dengan 16 responden kelompok kontrol aromaterapi teh sebesar 37,5 . Hasil Independent T Test menunjukkan tidak ada pengaruh diberikan aromaterapi jasmine pada kelompok perlakuan (p: 0,116) dan teh untuk kelompok kontrol (p : 0,237) terhadap rata-rata kecemasan sebelum dan setelah. Penggunaan inhalasi aromaterapi jasmine pada semua wanita infertile dengan Hysterosalpingography dapat mengurangi kecemasan. Pemberian aromaterapi jasmine dan the dapat menjadi sebagai salah satu cara untuk mengurangi kecemasan pada wanita sebelum menjalani pemeriksaan HSG

    PENGARUH KEGEL EXERCISE TERHADAP TINGKAT RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN PRIMIPARA

    Full text link
    Abstrak Persalinan beresiko mengalami komplikasi baik terhadap ibu maupun janin. Komplikasi persalinan yang sering dialami ibu bersalin yaitu laserasi perineum. Perineum yang kaku dapat menghambat persalinan kala dua dan menyebabkan kerusakan-kerusakan jalan lahir yang luas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah ruptur perineum yaitu dengan tindakan Kegel exercise. Kegel exercise salah satu senam untuk menguatkan otot dasar panggul menjelang persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegel exercise terhadap tingkat ruptur perineum pada ibu bersalin primipara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kegel exercise terhadap tingkat ruptur perineum pada ibu bersalin primipara. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (Eksperimen semu). menggunakan rancangan Quasy Experiment Design, post-test with only control group dengan sampel penelitian adalah ibu bersalin yang memenuhi kriteria tertentu. Responden sebanyak 36, Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi SOP Kegel Exercise dan penilaian tingkat rupture perineum. analisis data dilakukan dengan uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil uji statistik untuk pengaruh Kegel Exercise terhadap tingkat ruptur perineum pada ibu bersalin primipara diperoleh yaitu senam kegel 18 responden (50%) dan tidak senam kegal 18 responden (50%). Tingkat rupture perineum paling banyak derajat 1 dan derajat 2 masing-masing sebanyak 13 responden (36.1%).  nilai p value 0,0001 (p<0,05). Ada pengaruh Kegel Exercise terhadap tingkat rupture perineum  pada ibu bersalin primipara

    PERCERAIAN AKIBAT PERKAWINAN USIA MUDA DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang perceraian akibat perkawinan usia muda dalam perspektif Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Jenis penelitian hukum yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (empiric library), yakni prosuder penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan, dengan melakukan kajian normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis empiris (Statute Approach). Sedangkan metode penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian yuridis normative yang artinya permasalahan yang diteliti berdasarkan peraturan perundang-undnagan, literatur hukum, dan media. Hasil penelitian menunjukan bahwa kontradiksi batas usia minimal perkawinan  berpotensi menimbulkan multitafsir sehingga dapat menimbulkan potensi pelanggaran hukum berupa terjadinya banyak kasus perkawinan dibawah umur, berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 perceraian hanya sah jika dilakukan di hadapan pengadilan sementara berdasarkan Kompilasi Hukum Islam, cerai gugat dan cerai talak hanya dapat dilakukan dan sah secara hukum jika melewati proses sidang Pengadilan Agama, kemudian faktor perceraian pasangan usia muda biasanya disebabkan karena masalah ekonomi, kurangnya pemahaman agama, selingkuh dan pendidikan

    TINJAUAN YURIDIS PERNIKAHAN SIRI DARI SEGI HUKUM PERDATA DAN HUKUM PIDANA

    Full text link
    Menikah siri atau sering dikenal dengan nikah siri di Indonesia bukanlah hal baru bahkan semakin mencuat dikalangan masyarakat. Nikah siri yang kerapkali terjadi diberbagai wilayah sering dijadikan sebagai alternatif mengantisipasi pergaulan bebas dan biasanya dilakukan oleh anggota masyarakat yang ingin berpoligami atau ingin beristri lebih dari satu. Berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia, hukum perkawinan pada dasarnya menganut asas monogami, artinya adalah hanya memberikan peluang seorang pria untuk mempunyai seorang istri, begitu juga sebaliknya. Jika menganut asas terebut maka nikah siri adalah perkawinan yang dilakukan tanpaadanya pencatatan perkawinan dicatatan sipil bagi non muslim, sedangkan bagi muslim perkawinannya tidak dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Fenomena pernikahan siri di Indonesia sendiri ternyata memiliki konsekuensi secara pidana maupun perdata. Oleh karenanya perlu adanya kajian secara spesifik tentang adanya perilaku pernikahan siri di masyarakat untuk membantu menyelesaiakan konflik tentang akibat hukum nikah siri dari kacamata hukum perdata maupun hukum pidana. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode yuridis normatif. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa  seorang pria beristri melakukan poligami dengan cara nikah siri tanpa adanya restu dari istri pertama maka itu urusan hukum administrasi. Dalam hal ini, menilai nikah siri masuk dalam ranah hukum perdata karena pihak istri merasa dirugikan tanpa adanya persetujuan tersebut. Kemudian Pria yang sudah berumah tanggga dan melakukan perkawinan tanpa seijin istri pertamanya dapat dijerat dengan Pasal 279 KUHP. Namun Jika seorang Pria atau wanita melakukan hubungan seks bukan dengan pasangannya dapat dijerat Pasal 284 KUHP. Kemudian berdasarkan UU No. 22 Tahun 1946 sanksi pidana bukan hanya ditujukan bagi pelaku Nikah siri saja tetapi juga orang yang menikahkannya.Kata Kunci : Nikah Siri, Pidana Perdat

    714

    full texts

    781

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇