E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MUTU PELAYANAN PENGOBATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI BALAI KESEHATAN KARYAWAN ROKOK KUDUS
Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara persepsi mutu pelayanan pengobatan dengan kepuasan pasien di Balai Kesehatan Karyawan Rokok Kudus (BKKRK), Populasi penelitian adalah pasien rawat jalan di poli umum pengobatan pada BKKRK selama bulan April 2008 dengan perhitungan rata-ratajumlah pasien poli umum BKKRK buln Januari - Maret 2008 sebanyak 4.248 orang. Jumlah perhitungan sampel ditentukan dengan perhitungan menurut rumus Slovin 3 Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa besar sampel adalah 100 responden. Data dianalisis dengan analisis bivariat dan multivariat. hasil penelitian dari analisis Data menyimpulkam sebagai berikut. persepsi mutu pelayanan dokter dengan cukup baik (37,0%), mulu pelayanan perawatan dengan tidak baik (41,0%), mutu petugas administrasi cukup baik (41.0%), mutu keadaan lingkungan tidak baik (39,0%), dan mutu sarana peralatan dan obat dengan tidak baik (45,0%). Puas terhadap pelayanan dokter (69,0%), perawat (7 4,0 %), petugas administrasi (69,0%), keadaan lingkungan (77,0%), sarana peralatan dan obat (84,0%), dan terhadap pelayanan pengobatan di BKKRK (8I ,0%). Terdapat hubungan antara persepsi pasien terhadap mutu pelayanan dokter dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan pengobatan di BKKRK (x2 = 8,913 % p = 0,012), hubungan antara persepsi pasien terhadap mutu pelayanan perawat dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan pengobatan di BKKRK (x2 = 10,409; p = 0,005), hubungan antara persepsi pasien terhadap mutu pelayanan petugas administrasi dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan pengobatan di BKKRK (x2 = 8,647; p = 0,013), hubungan antara persepsi pasien terhadap mutu keadaan lingkungan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan pengobatan di BKKRK (x2 = 9,390 ; p = 0,009 ), dan terdapat hubungan antara perse psi pasien terhadap mutu sarana peralatan dan obat dengankepuasan pasien terhadap pelayanan pengobatan di BKKRK (x, = 12,045; p = 0,002) Kata kunci : persepesi mutu, pelayanan pengobatan, kepuasan pasie
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN ANAK DI RUMAH DESA SUMBER GIRANG RW 1 LASEM REMBANG
Latar Belakang : Sebuah penelitian baru mengatakan bahwa 1 dari 9 anak-anak kecil setiap tahunnya mengalami kecelakaan ringan maupun serius, di dalam rumah. Diperkirakan setiap tahun di Amerika Serikat terdapat 2.100 anak-anak meninggal dan 4 juta mengalami kecelakaan.Para ibu yang tidak pernah bersekolah mengalami kematian balita 35% dibandingkan dengan ibu yang pernah bersekolah, tapi tidak menyelesaikan sekolah dasarnya. Perbedaan itu menjadi sangat mencolok mencapai 97% dibandingkan para ibu yang berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya.Tujuan : Penelitian ini secara umum bertujuan diketahuinya hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan anak di rumah Adapun tujuan khusus untuk mengetahui tingkat pendidikan ibu dan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tenteng P3K anak di rumahMetode : Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik metode Cross Sectional sampling dengan cara pendekatan observasi point time approach Populasi : Dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat RW 1 di desa Sumbergirang Lasem Rembang sebanyak 89 orang. Hasil : Adapun hasil tingkat pendidika ibu yang tertinggi 44 responden (49,4 %) kategori sedang,terendah 9 responden (10,1%) kategori tinggi.hasil tingkat pengetahuan ibu tertinggi 46 responden (51,7%) kategori tinggi, terendah 12 responden (13,5%) kategori rendah. nilai chi-square tabel pada df : 4 tingkat signifikasi 5 % (9,488) dilakukan perbandingan chi-square hitung dan chi-square tabel dimana chi-square hitung (51,090) > chi-square tabel (9,488) dengan taraf signikasi 5 %, sedangkan berdasarkan probabilitas terlihat bahwa nilai Asymp-Sig = 0,000 atau probabilitas 0.5 sehingga mempunyai hubungan yang kuat. Kesimpulan : Hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan diRW 1 desa Sumbergirang Lasem Rembang adalah cukup kuat hal ini dapat diihat dari hasil perhitungan chi-square yang telah dilakuka
PENGARH PEKERJAAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA PRODI D-IV KEBIDANAN STIKES KARYA HUSADA SEMARANG TAHUN 2010
Pendahuluan proses persalinan merupakan sebuah peristiwa penting dalam kehidupan manusia dan merupakan satu rangkaian yang menyatu dalam kehamilan. Peristiwa yang merupakan suatu proses yang dalam melestarikan spesies manusia. Kini berkembang suatu pandangan dan dorongan untuk lebih memanusiakan manusia dalam melalui proses kehamilan. Adanya perubahan pandangan bahwa keterlibatan suami akan memberi kontribusi positif dalam peningkatan ibu dan anak. Hal ini dapat di lakukan dengan cara meningkatkan partisipasi suami dalam kesehatan reproduksi adalah membekali suami dengan informasi dan mengikut sertakan suami dalam setiap upaya meningkatkan kesehatan reproduksi. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan suami dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak adalah mendampingi istri selama proses persalinan dan mendukung upaya rujukan bila di perlukan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tingkat pengetahuan suami dalam pendampingan istri selama persalinan di RB Wilayah Kabupaten Kudus dengan jumlah sampel 15 orang. Rancangan penelitian ini adalah diskriptif dengan metode totally sampling. Jenis data yang diolah adalah data primer, hasil wawancara dengan kuesioner sedangkan pengolahan data dengan program komputer SPSS for windows versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan suami dalam pendampingan istri saat proses persalinan X2hitung = 15,000 X2tabel = 5,591. Dari hasil penelitian ini diharapkan sebaiknya dapat menambah pengetahuan suami dalam dampingan istri saat persalinan sehingga nanti suami dapat memberikan rasa aman dan nyaman terhadap istri saat proses persalian serta profesi bidan mempunyai peran sebagai edukator dengan cara memberi penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada suami tentang bagaimana cara memberikan dukungan berupa motivasi dengan baik sehingga istri merasa terlindungi saat suami mendampingi istri terutama pada saat proses persalina
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI BPS REZA MAHARRANI NGEMPLAK KIDUL KABUPATEN PATI TAHUN 2010
Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein di sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh. Selama kehamilan, volume darah bertambah untuk menampung perubahan pada tubuh ibu dan pasokan darah bayi. hal ini menyebabkan kebutuhan zat besi bertambah sekitar dua kali lipat, Jika kebutuhan zat besi tidak tercukup, ibu hamil akan mudah lemah dan rentan infeksi. Hasil survey di lapangan pada bulan Nopember 2010 di BPS Reza Maharrani Ngemplak kidul Kabupaten pati dari jumlah 30 ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe hanya didapatkan 23 orang (75%) dan didapatkan 7 orang (25%) ibu hamil belum mengkonsumsi tablet Fe, berarti di BPS Reza Maharrani Ngemplak kidul Kabupaten Pati hanya 60 % yang mengkonsumsi tablet Fe. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi komsumsi tablet pada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di BPS Reza Maharrani Ngemplak Kidul Kabupaten Pati dengan jumlah sampel 30 Responden. Rancangan penelitian adalah Cross Sectional jenis penelitian deskriptif korelatif dengan metode sampling quota sampling. jenis data yang diolah adalah data primer, hasil dengan kuisoner sedangkan pengolahan data dengan chi-square program komputer SPSS for windows versi 12.0S. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan pendidikan ibu hamik dalam mengkonsumsi tablet Fe dengan nilai X2 hitung =8.991. Ada Hubungan pengetahuna ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe dengan X2 hitung = 5.991. Ada hubungan sosial budaya dalaam mengkonsumsi tablet Fe dengan X2 hitung = 5.568 x2 tabel = 3.84. Dari hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dalam mengkonsumsi tablet Fe pada ibu hamil khususnya di BPS Reza Maharrani Ngemplak Kidul Pati sehingga nanti ibu dapat merubah perilaku mengkonsumsi tablet Fe dengan baik dan benar serta ibu dapat mengerti manfaat dari tablet fe serta pada prosfesi kesehatan terutama bidan mempunyai peran sebagai edukator dengan cara memberi penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada ibu tentang manfaat tablet Fe selama kehamilan
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN PADA USIA 0-3 TAHUN DI DESA TROSO KECAMATAN PECANGANAAN KABUPATEN JEPARA
Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang, status gizi baik atau status gizi optiimal terjadi bila tubuh mempengaruhi cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja, dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan pada anak usia 0-3 tahun di Desa Troso RT.04 RW. IX kecamatan Pecangaan Kabuoaten Jepara. metode yang digunakan adalah deskriptip dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 orang balita dengan 44 sampel yang diambil dengan tehnik purposive samplling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan timbangan, lembar DDST dan akta kelahiran (dalam kuisoner). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik spearman rank. hasil penelititan menunjukan bahwa sebagian besar responden balita memiliki status gizi buruk (34,1%) dan sebagian besar pula memiliki perkembangan meragukan (43,2%). Uji statistik spearman rank menunjukan ada hubungan status gizi dengan perkembangan pada anak usia 0-3 tahun di Desa Troso Rt.04 RW.IX kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Ada hubungan antara status dengan perkembangan pada anak balita usia 0-3 tahun dengab p value : 0,000. Diharapkan semua pihak meningkatkan pengetahuannya tentang pentingnya status gizi bagi balita dengan tumbuh kembang balita optima
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG KEAGLE TRAINING DENGAN PRAKTIK PELAKSANAN KEAGLE TRIANING LANSIA YANG MENGALAMI INKONTINENSIA URIN
salah satu trend pada dekade ini adalah peningkatan jumlah lansia yang dapat menyebabkan penurunan pada fungsi fisiologis psiskologis dan mental. salah satu penurunan fungsi fisiologis adalah penurunan pada sistem perkemihan yang menyebabkan terjadinya inkontinensia urin . hal ini dapat diatasi dengan tindakan operatif dan non operatif. tindakan operatif yaitu dengan pelatihan keagle training yang tingkat keberhasilannya jauh lebih besar dan tanpa resiko dibandingkan dengan tindakan peratif yang resikonya jauh lebih besar. jenis rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dan bentuk deskriptif corelatif dengan jumlah sampel jenuh 35 orang kepada keluarga yang tinggal dengan lansia yang berusia 60 tahun keatas yang mengalami inkontinensia urin. hasil penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan praktik pelaksanaan keagel training yang dibuktikan dengan nilai r = 0.715 dan nila p = 0.000 yang berarti Ho ditolak Ha diterima hasil penelitian ini dapat disimpulkan tingkat pengetahuan sampel yang didapatkan dari pendidikan tinggi berpengaruh pada praktik latihan keagle
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELLITUS DAN PERILAKU PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN TIPE-TIPE DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS WERGU WETAN KABUPATEN KUDUS TAHUN 2012
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang disebabkan oleh hormon insulin penderita yang tidak dapat mencukupi atau tidak efektif sehingga tidak dapat bekerja secara normal. Laporan data McCarty dan Zimmet menunjukkan, bahwa jumlah penderita DM di dunia dari 110,4 juta pada tahun 1994 melonjak 1,5 kali lipat (175,4 juta) pada tahun 2000, dan akan melonjak dua kali lipat (239,3 juta) pada tahun 2010 (Tjokroprawiro, 2006). Menurut survei yang dilakukan WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita DM terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat. Pada tahun 2025 penderita DM diperkirakan meningkat menjadi 12,4 juta penderita. Berdasarkan data Puskesmas Wergu Wetan Kudus penderita Diabetes Mellitus Pada tahun 2008 pasien yang menderita Diabetes Mellitus sebanyak 2467 orang, pada tahun 2009 sebanyak 3958 orang, pada tahun 2010 sebanyak 5730 orang. Tahun 2012 bulan Januari sebanyak 463 orang, bulan Februari sebanyak 477 orang dan pada bulan Maret sebanyak 491 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diabetes mellitus dan perilaku penderita diabetes mellitus dengan tipe-tipe diabetes mellitus di Puskesmas Wergu Wetan Kabupaten Kudus tahun 2012. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita Diabetes Mellitus tehnik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling yaitu secara acak dengan sampel sebanyak 50 responden. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis dalam bentuk tabulasi silang (cross. Tab). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diabetes mellitus dengan tipe-tipe diabetes mellitus dengan didapatkan t hitung (0,475) > t tabel (0,279) df : 50 dengan taraf signifikansi 5% dan pvalue sebesar 0,003 di bawah 0,05. Dari hasil penghitungan contingency coefficient yang telah dilakukan terlihat bahwa hubungannya lemah. Adapun nilai contingency coefficient adalah 0,522. Ada hubungan antara perilaku penderita diabetes mellitus dengan tipe-tipe diebetes mellitus dengan t hitung (0,408) > t tabel (0,279) df : 50 dengan taraf signifikansi 5% dan p value sebesar 0,006 di bawah 0,05. Dari hasil penghitungan contingency coefficient yang telah dilakukan terlihat bahwa hubungannya lemah. Adapun nilai contingency coefficient adalah 0,483
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN BIOLOGI TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI BP4 PATI
Tuberkulosis paru disebabkan oleh Mycobacleriunt tuberculosis' Di Indonesia prevalensi Tuberkulosis Paru sebesar 130 / 100.000, Prevalensi TB paru klinis 0'8%dari seluruh penyakit di lndonesia dan 75% penderita TB paru adalah kelompok usia produktif(15 - 50 tahun) dengan tingkat sosial ekonomi rendah. Di indonesia TB Paru merupakan penyebab kematian utama ketiga. Risiko penularan setiap tahun di lndonesia antara 1-2 %. Penderita baru BTA positif dari 2003-2006 di BP4 jumlah 419 kasus. Penderita TB Paru pada usia dewasa akan menimbulkan masalah dikeluargarnaupun komunitas terutama dalam pencapaian produktifitas kerja Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor Iingkungan fisik sosial ekonomi, budaya dan biologi terhadap kejadian tuberkulosis paru tahun 2008 penelitian ini mengutamakan metode case control study,. Subyek penelitian ini adalah 106 orang yang berobat ke BP4 Pati sebanyak 53 penderita TB paru sebagai kasus dan bukan Penderita TB paru sebanyak 53 sebagai kontrol. Diagnosis penderita dibuktikan dengan pemeriksaan rontgen dan BTA pada pemeriksaan SPS dinyatakan posilif, sedang kelompok kontrol pada pemeriksaan BTA SPS dan rontgen hasilnya dinyatakan negatif. Analisis data dilakukan dengan chi square test, unluk mengetahui besarnya risiko dihitung OR (odds ratio), selanjutnya dilakukan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Dari hasil analisis bivariat Tingkat pendapatan (p : 0,016, odds ratio (OR) 2,536 95 % Confidence lnterval (C0 I,155 - 5,568), Tingkat Pengetahuan (p = 0,0001, odd.r rqtio (OR) 26,743 95 Vo Confdence Intervol (CI) 8,857 * 80,749), Jenis pekerjaan (odds ratio (OR) 2,606 95 o/o Confdence Inter-val (CD 1,076 - 6,310, p= 0,031), Status gizi (p = 0,038, odds rario (OR) 3,789 95 ok Cottfdence Inret\,(Il (Cl) 1,694 - 8.475). Kebiasaan merokok (odds ratio (OR) 2,559 95 % Cott/idence lnterval (CI) l,16l -5,642, p = 0,019), Adapun variabel bebas yang tidak terbLrkti berhubungan Riwayat Minum-minurnan Keras (odds ratio (OR) I ,280 95 % Confidence Interval (CI) 0,482 -3.402, p = 0,620). Perlu segera dilakukan penanggulangan penderita Tb paru dan screening TB paru, penyuluhan kepada masyarakat. dan upaya rumah sehat pada masyarakat
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN PERILAKU SEKSUAL KELAS XI DI SMA N 1 GEBOG KUDUS
Pendahuluan : sex bebas adalah hubungan yang dilakukan dengan cara berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman apapun sehingga menyebabkan kehamilan dikalangan remaja. Salah satu fakta perilaku remaja sexsual, hal ini di tambah dengan terbatasnya pengetahuan mereka tentang system reproduksi, sering kali menyebabkan kehamilan yang tidak di inginkan yang mengarah pada tindakan aborsi illegal, dan resiko PMS termasuk HIV/AIDS.Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMA N 1 GEBOG KUDUS.Penelitian dilakukan pada bulan Mei Sampai Juli di SMA N 1 GEBOG KUDUS kelas XI dengan jumlah Populasi yang diambil sejumlah 35 responden.Metode yang digunakan adalah penelitian korelasi analitik. Cara pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Teknik penghitungan dengan menggunakan bantuan SPSS12,0.Hasil data yang diperoleh diketahui bahwa didapakan tingkat pengetahuan baik sebanyak pada remaja di SMA N 1 Gebog Kudus sebanyak 21 siswa (60%), berpengetahuan cukup 12 siswa (34,3%)dan berpengetahuan kurang sebanyak 2 siswa (5,7%).Berdasarkan tingkat perilaku seksual remaja didapatkan perilaku yang menyimpang sebanyak 7 siswa (20%), dan Perilaku yang tidak menyimpang sebanyak 20 siswa (57,1%). Hasil uji x² hitung (7,693%)> x² tabel (5,991%) yang berarti Ha ditolak dan Ho diterima, yang berarti ada hubungan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seksual di SMA N 1 Gebog Kudus.Kesimpulkan Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan remaja dengan sikap perilaku seksual remaja. Sehingga perlu diadakan upaya untuk memberikan penyuluhan. Bagi bidan di kabupaten kudus sebagai tenaga kesehatan agar lebih memperhatikan remaja yang berperilaku seksual menyimpang dengan memberikan penyuluhan terhadap remaja melalui bantuan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Dan juga bekerjasama terhadap guru, orang tua, dan teman sebay
PENGARH PEKERJAAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA PRODI D-IV KEBIDANAN STIKES KARYA HUSADA SEMARANG TAHUN 2010
Dalam kegiatan belajar, motivasi adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri mahasiswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Peranannya yaitu dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang, dan semangat untuk belajar. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah pekerjaan. pekerjaan atau aktifitas yang dapat mempemharuhi motivasi belajar adalah pekerjaan. pekerjaan atau aktifitas yang padat dapat mempengaruhi kondisi peserta didik. kondisi peserta didik dan lingkungan yang kondusif akan mempengaruhi minat dan motivasi belajar mahasiswa, sehingga pencapaian belajar dapat dicapai mahasiswa secara optimal. Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang peneliti lakukan melalui wawancara pada 10 mahasiswa didapatkan data responden pekerjaan yang layak dan kepuasan diri yaitu 7 orang 70%, diantaranya 5 mahasiswa belum bekerja, dan 2 mahasiswa bekerja. sedangkan untuk responden yang mempunyai motivasi rendah karena faktor keluarga dan ijazah untuk tuntutan kerja, 3 orang (30%). diantaranya 1 mahasiswa belum bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pekerjaan terhadap motivasi belajar pada mahasiswa Prodi D-IV Kebidanan STIKES karya Husada Searang. penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan metode pendekatan cross sectional, dengan penarikan sampel secara sampling jenuh yaitu sebanyak 43 responden mahasiswa Prodi D-IV Kebidanan STIKES Karya Husada Semarang Tahun 2010. Instrumen penelitian menggunakan Kuisoner. Hasil penelitian di dapatkan nilai chi-square hitung sebesar 5,143 > chi-square tabel sebesar 3.841. Sedangkan berdasarkan Pvalue dibawah 0.05 dan nilai Or 0.153 dan 6.303. Hali ini menunjukan bahwa ada pengaruh motivasi belajar antara mahasiswa yang bekerja dan belum bekerja pada mahasiswa Prodi D-IV kebidanan STIKES Karya Husada Semarang