E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KONDISI PSIKOLOGIS PENERIMA PERSETUJUAN GENERAL CONSENT DENGAN PEMAHAMAN TENTANG HAK PASIEN RUMAH SAKIT SESUAI UNDANG – UNDANG NOMOR 44 TAHUN 2009 PASAL 32 DI RS AISYIYAH KUDUS TAHUN 2016
Feeling depressed hearts Facing A problem, Could Be stress. Stress is a prayer One Form of Psychological Disorders That often attacked by the Human Rights of Patients and Families is information that was provided by parties Hospital Patients showed to the family OR That includes information on the rights and Obligations Patients And listed hearts legislation. Laws - laws revoked them is law no. 44 year 2009 concerning hospitals, law number 29 of 2004 about practice of medicine and some other gatra regulations. on research singer took the title of psychological condition common consent agreement receiver with about understanding patient rights hospital under the act - law no. 44 year 2009 article 32. singer study is a quantitative research using analytical description with with sectional study design. the example used by 35 respondents. obtained results 9 respondents (25.7%) believed the psychological condition of the less / decreased. from the results obtained rated spearman test (p value = 0.027> α = 0.05; r = 0374 value) can then be concluded that the ada relations psychological condition common consent agreement receiver with about understanding patient rights hospital under the act - law number 44 2009 article 32
PERAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
Kanker serviks merupakan penyakit yang tejadi pada leher rahim (serviks). Kanker ini dipicu oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Kanker serviks menempati urutan kedua dari seluruh kanker pada perempuan dengan insidensi 9,7% dan jumlah kematian 9,3% dari seluruh kanker pada perempuan di dunia. Tujuan penelitian untuk menganalisis peran dukungan keluarga dengan pengambilan keputusan wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain case control, sampel terdiri dari kelompok kasus dan kelompok kontrol masing-masing 43 responden pada setiap kelompok, yang diambil secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan pada semua wanita, baik yang sudah melakukan deteksi dan belum melakukan deteksi dini kanker serviks. Tehnik analisa data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran dukungan keluarga dengan pengambilan keputusan melakukan deteksi dini kanker serviks. Manfaat penelitian untuk mengetahui bahwa peran dukungan keluarga dapat mempengaruhi wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks, maka dari itu disarankan pada petugas kesehatan untuk memperluas sasaran promosi kesehatan, tidak hanya pada kelompok wanita saja tetapi pada keluarga dan khususnya suami. Sehingga kanker serviks dapat terdeteksi sedini mungkin.
HUBUNGAN KADAR HEMAGLOBIN DAN HEMATOKRIT DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR PADA IBU DENGAN PRE EKLAMSIA DI RS MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO 2016
Preeklamsi merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan penyebab kematian dan morbiditas perinatal yang sangat tinggi. Pengaruh preeklamsia pada fetal dan bayi baru lahir adalah insufisiensi plasenta, asfiksia neonatorum, intra uterine growth retardation (IUGR), premature, abrasio plasenta,berat badan lahir rendah dan kematian janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dan hematokrit dengan berat badan bayi pada ibu hamil dengan pre eklamsia. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik yaitu dan pendekatan waktu menggunakan case control retrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang berkunjung dan atau di rujuk ke rumah sakit Margono Soekardjo pada tahun 2014-2015 sebesar 65 sampel. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis Pearson Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan berat badan bayi baru lahir dengan nilai p: 0.002 dan kekuatan hubungan tinggi yaitu 0,989. Ada hubungan antara kadar hematokrit dengan berat badan bayi baru lahir (p:0,029) dengan kekuatan tinggi (0,817). Kesimpulan: Ada hubungan antara hemoglobin dan hemotokrit dengan berat badan bayi baru lahi
MOTIVASI KADER DAN KELENGKAPAN PENGISIAN KARTU MENUJU SEHAT BALITA DI KABUPATEN KUDUS
AbstrakBadan kesehatan dunia (WHO, 2011) memperkirakan bahwa 54% kematian anak disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Di Indonesia, saat ini tercatat 4,5% dari 22 juta balita atau 900 ribu balita di Indonesia mengalami gizi kurang atau gizi buruk dan mengakibatkan lebih dari 80% kematian anak (Kemenkes,2012). Status gizi balita di Jawa Tengah tahun 2012 menunjukkan status gizi kurang sebesar 4,88% dan gizi buruk sebesar 0,06% (Dinkes Provinsi Jawa Tengah, 2012). Kabupaten Kudus tahun 2013 terdapat 3,74% balita menderita gizi kurang dan 0,76% gizi buruk. Penggunaan Kartu Menuju Sehat(KMS) untuk memantau pertumbuhan balita sangat efektif dan bermanfaat untuk mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan seperti gizi kurang ataupun gizi buruk. Pengisian KMS dilakukan oleh kader kesehatan. Hasil survei pendahuluan dengan wawancara yang mendalam kepada 10 kader posyandu pada bulan Desember 2016 di Kabupaten Kudus, diperoleh 4 kader (40%) lengkap dalam pengisian KMS dan 6 kader (60%) tidak lengkap dalam pengisian KMS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kader terhadap kelengkapan pengisian Kartu Menuju Sehat di Kabupaten Kudus. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Tempat penelitian ini di Posyandu Kabupaten Kudus pada bulan Januari 2017. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 39 kader yang bertugas mengisi KMS. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling.Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan uji univariat dan bivariat dengan menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh motivasi kader dengan kelengkapan pengisian Kartu Menuju Sehat. Hendaknya kader kesehatan lebih diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan tentang posyandu dan pengisian KMS. Selain itu, insentif yang diberikan kepada kader lebih ditingkatkan lagi. Kata kunci : Motivasi, Kader,Kartu Menuju Sehat AbstractThe World Health Organization (WHO, 2011) estimates that 54% of child deaths are caused by poor nutritional status. In Indonesia, there are 4.5% from 22 million children less than 5 years or 900 thousand children less than 5 years in Indonesia suffered malnutrition or poor nutrition, and there are resulted more than 80% from childhood deaths (MoH, 2012). Nutritional status of children in Central Java in 2012 showed that malnutrition status is 4.88% and malnutrition is 0.06% (Central Java Provincial Health Office, 2012). Kudus Regency in 2013 has 3.74% toodler under five suffer from malnutrition and 0.76% severe malnutrition. The use of Kartu Menuju Sehat (KMS) to monitor the growth of children is very effective and useful for detecting the presence of growth disorders such as malnutrition or poor nutrition. Charging KMS is done by health workers/ health cadre. The results of preliminary survey with in-depth interviews to 10 cadres Posyandu in December 2016 in Kudus,is there are four cadres (40%) complete in charging KMS and 6 (60%) did not complete in charging KMS. The purpose of this study was to determine the effect of the motivation of cadres in completeing Kartu Menuju Sehat in Kudus. The study was observational analytic with cross sectional design. This study place at Kudus District in January 2017. The population in this study is the total 39 cadres and their duty to fill KMS. The sampling technique is accidental sampling. Furthermore, the data obtained were analyzed by univariate and bivariate using SPSS version 20. The results of this study are there is no motivational effect cadre completeness Kartu Menuju Sehat. Health workers should be given the opportunity to attend training on posyandu and charging KMS. In addition, the incentives for the cadres can be added and developed. Key words: Motivation, cadres, KM
RESPON NYERI DISMENOREA BERDASARKAN KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI
Salah satu ketidaknyamanan fisik saat menstruasi yaitu dismenorea, dimana bisa menyebabkan penderita harus istirahat dan meninggalkan pekerjaan sehari-hari, untuk beberapa jam atau beberapa hari. Respon perilaku terhadap nyeri dapat mencakup pernyataan verbal, perilaku vocal, ekspresi wajah gerakkan tubuh, kontak fisik dengan orang lain, atau perubahan respons terhadap lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah karakteristik remaja putri mempunyai korelasi terhadap respon nyeri dismenorea. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi kelas X di SMAN 3 Kabupaten Pati yang sudah mendapatkan menstruasi dan merasakan nyeri haid sebanyak 47 siswi. Penelitian dilakukan pada bulan juni-juli 2017. Tehnik analisis statistik data univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Somers’d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari beberapa karakteristik remaja putri yaitu umur, usia menarche, lama menstruasi dan riwayat dismenorea keluarga, didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara riwayat dismenorea keluarga dengan respon nyeri dismenorea dengan p velue=0,000, nilai r=0,482, ini dapat diartikan bahwa remaja putri dengan riwayat keluarga yang juga mengalami dismenorea memiliki kekuatan hubungan yang sedang dengan respon nyeri dismenorea dan mempunyai arah korelasi negatif. Diharapkan dapat dilakukan penelitian terkait dengan respon nyeri dismenorea dengan variabel yang berbeda dan remaja yang mengalami dismenorea supaya menambah wawasan tentang dismenorea serta penanganannya sehingga nyeri dismenorea dapat teratasi. Kata Kunci : Nyeri dismenorea, karakteristik remaja
TEHNIK MASSAGE PUNGGUNG UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN KALA I
Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke dalam jalan lahir. Nyeri pada kala I persalinan adalah akibat adanya dilatasi servik, segmen bawah rahim, adanya tahanan yang berlawanan, tarikan serta perlukaan pada jaringan otot maupun ligamen-ligamen yang menopang struktur diatasnya. Teknik massage punggung salah satu metode untuk mengurangi rasa nyeri persalinan.Tujuan penelitian untuk mengetahui tehnik massage punggung terhadap perubahan nyeri pada ibu bersalin kala I. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan desain non equivalent control group, sampel penelitian ini adalah 21 ibu bersalin di BPS Tri Handayani Gebog Kabupaten Kudus, yang diambil secara total sampling. Instrumen yang digunakan lembar observasi untuk menngukur nyeri persalinan. Tehnik analisa data bivariat menggunakan uji Mc. Nemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah dilakukan massage punggung terhadap nyeri persalinan kala I. Manfaat penelitian untuk mengetahui bahwa penerapan tehnik massage punggung memengaruhi nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin. Maka dari itu, disarankan pada petugas kesehatan terutama bidan untuk meningkatkan kualitas pelayanan asuhan persalinan dengan menggunakan tehnik massage punggung untuk mengurangi nyeri persalinan kala I.
SUPPORT SISTEM, PENGALAMAN PERSALINAN DENGAN RESIKO POST PARTUM BLUES DI BPM YAYUK KALBARIYANTO KUDUS TAHUN 2015
Latar belakang : Postpartum blues suatu sindroma gangguan ringan yang sering pada ibu postpartum minggu pertama setelah persalinan, seringkali pada hari ketiga atau keempat postpartum dan memuncak antara hari kelima dan hari keempat belas. Faktor yang mempengaruhi terjadinya postpartum blues antara lain support sistem (dukungan keluarga ataupun dukungan suami), riwayat persalinan (pengalaman selama persalinan), keadaan dan kualitas bayi, karakteristik umur, pendidikan dan pekerjaan, harapan tentang persalinan, mitos, kelelahan setelah masa kehamilan dan melahirkan. Penelitian Afiyanti di Grobongan tahun 2007 pada 30 responden tentang dukungan suami dengan kejadian postpartum blues didapatkan hasil yang mengalami stress postpartum rendah sebanyak 16 orang dan yang mengalami postpartum stress tinggi sebanyak 6 orang. Dan penelitian Dewi di Boyolali pada tahun 2008 dengan responden sebanyak 30 orang tentang dukungan sosial dengan kejadian depresi postpartum didapatkan hasil bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima ibu maka semakin menurun tingkat Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara support sistem dan pengalaman selama persalinan dengan resiko post partum blues di BPM Yayuk Kalbariyanto di Desa Mlati Lor tahun 2015.Metode : Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 30 ibu postpartum di BPM Yayuk Kalbariyanto di Desa Mlati Lor, sampel penelitian sebanyak 30 responden.Uji statistik dengan uji chi Square.Hasil penelitian : Support Sistem (p value 0,028 0,05).Kesimpulan : Ada hubungan antara support sistem dan pengalaman selama persalinan dengan resiko post partum blues di BPM Yayuk Kalbariyanto di Desa Mlati Lor tahun 2015
KORELASI WAKTU PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA III DI PUSKESMAS KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS
Inisiasi Menyusu Dini atau disingkat sebagai IMD merupakan program yang sedang gencar dianjurkan pemerintah yaitu dengan cara meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan puting susu ibu untuk menyusu. Risiko tidak dilakukannya Inisiasi Menyusui Dini pada bayi adalah terjadinya kematian di jam pertama kelahirannya karena bayi tidak bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya. Pada ibu, tidak dilakukannya Inisiasi Menyusui Dini berdampak terhadap prolong kala III persalinan sehingga dimungkinkan terjadinya resiko perdarahan, kelainan mengejan dan lain – lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rerata lama inisiasi menyusui dini, rerata lama persalinan kala III, dan hubungan antara inisiasi menyusui dini dengan lama persalinan kala III. Responden dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Puskesmas Kalibagor dengan metode accidental sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan chi square. Hasil penelitian ini adalah Rata-rata lama pelaksanaan IMD adalah 16,53, rata-rata lama persalinan kala III adalah 11,43, terdapat hubungan antara lama IMD dengan lama persalinan kala III (p=0.047)
HUBUNGAN RIWAYAT KEJADIAN POST PARTUM BLUES DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 1 TAHUN DI DESA DEMPEL WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGRAYUNG
Usia satu tahun termasuk dalam usia toddler (1 - 3 tahun), yaitu merupakan masa ke “Emasan“ karena pada usia ini anak mengalami perkembangan sangat cepat. Pada usia satu tahun ini perkembangan yang meliputi kemampuan motorik (kasar dan halus), bahasa, kreatifitas, kesadaran sosial, emosi dan inteligensi berlangsung sangat cepat dan menjadi landasan perkembangan berikutnya. Apabila seorang ibu mengalami kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan secara terus menerus akan memberikan dampak yang lebih buruk pada anak tersebut. Kondisi itu dikenal dengan istilah “ post partum blues”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat kejadian post partum blues dengan perkembangan anak usia 1 tahun di desa Dempel wilayah kerja Puskesmas Karangrayung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan Retrospectif, pengambilan sampel menggunakan total populasi dengan jumlah 50 responden. Hasil uji statistik ada hubungan antara riwayat kejadian post partum blues dengan perkembangan anak usia 1 tahun di Desa Dempel wilayah kerja Puskesmas Karangrayung Kabupaten Grobogan, dengan hasil uji ststistik Chi square 8,318 dan nilai p value sebesar 0,016 (α < 0,05). Hendaknya ibu yang mempunyai anak usia 1 tahun untuk memberikan perhatian dan kasih sayang sejak dalam masa kehamilan, sebelum lahir, dan setelah lahir
KENYAMANAN TERMAL SELAMA PERSALINAN
Persalinan adalah waktu yang sangat berharga bagi seorang perempuan. Kualitas yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan bagi ibu bersalin, harus sangat diperhatikan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas adalah meningkatkan kenyamanan ibu bersalin. kenyamanan termal merupakan salah satu komponen penting dalam kenyamanan ibu bersalin. Kenyamanan termal dan kualitas udara dalam ruang bersalin yang baik dapat memberi pengaruh positif tidak hanya pada kondisi fisik ibu bersalin, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri ibu. Penolong persalinan harus menentukan rentang kondisi termal ruang bersalin yang dapat diterima dan kemudian memutuskan bagaimana untuk mempertahankan kondisi tersebut. Ketidakpuasan secara termal yang terasa panas atau dingin dapat diasosiasikan ke dalam stress fisik (secara termal) dan dapat menyebabkan ibu bersalin menjadi cemas dan merasakan nyeri, yang akan berdampak terhadap luaran persalinan. Kata kunci: kenyamanan termal, persalinan, ruang bersalin