E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
    781 research outputs found

    KINERJA KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KABUPATEN KUDUS

    Get PDF
    Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelaksanaan Posyandu di masyarakat. Kader kesehatan mempunyai tugas untuk mengelola pelaksanaan Posyandu, mulai dari persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan Posyandu di setiap bulan. Banyak Posyandu yang mati suri atau keberadaannya ada tetapi tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari strata Posyandu yang kebanyakan masih ada dalam strata Madya dan Purnama. Keberadaan kader kesehatan memegang peran utama dalam pelaksanaan Posyandu. Tetapi yang menjadi kendala adalah kinerja kader Posyandu yang dianggap masih kurang dan banyak kader yang memutuskan berhenti menjadi kader. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kader dalam pelaksanaan Posyandu di Kabupaten Kudus. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah informan ada 11 orang kader . Pengambilan data dilakukan secara wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara dengan pertanyaan bersifat terbuka.  Triangulasi dilakukan dengan melakukan wawancara dengan Bidan Desa.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2018 di wilayah Kabupaten Kudus. Hasil penelitian didapatkan bahwa kader kesehatan sudah mengetahui tugas dan tanggungjawabnya sebagai kader kesehatan. Pemberian insentif bagi kader dianggap dapat meningkatkan motivasi kader dalam menjalankan tugas. Pengakuan resmi dari pemerintah atau desa dianggap sebagai suatu bentuk penghargaan bagi kader. Kelengkapan sarana prasarana serta dukungan dari pemerintah desa sangat membantu pelaksanaan tugas kader. Perlu adanya pelatihan bagi kader untuk meningkatkan kompetensi kader terutama bagi kader kesehatan baru

    RIWAYAT PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI (KB) DENGAN PERUBAHAN FISIK PADA MENOPAUSE

    Get PDF
    Pemakaian kontrasepsi, khususnya alat kontrasepsi hormonal bisa mempengaruhi kapan seorang wanita mengalami menopause. Menopause dipengaruhi beberapa hormone, salah satu hormone yang mempengaruhi adalah hormone estrogen, dengan menurunya hormone estrogen yang diproduksi indung telur mulai mengalami perubahan secara fisik. Peningkatan berat badan, kerontokan rambut, perubahan kulit, dan kerutan pada vagina. Pada wanita menopause dengan riwayat KB memiliki perubahan fisik yang hampir sama dengan perubahan fisik menopause tanpa KB, tetapi wanita menopause dengan riwayat KB memilki resiko penyakit hipertensi, dan kanker leher Rahim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganriwayat penggunaan alat kontrasepsi (KB) di Desa Sluke Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan menggunakan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 347 dan responden yang diambil sebanyak 77 dengan menggunakan tehnik random sampling uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan perubahan fisik dengan kontrasepsi hormonal 64 (94,1%), perubahan fisik dengan kontrasepsi non hormonal 6 (66,7%), diperoleh nilai Pvalue sebesar 0,000 < 0.05. Kesimpilan dari penelitian ini adalah ada hubungan riwayat penggunaan alat kontrasepsi (KB) dengan perubahan fisik pada menopause di desa sluke kecamatan sluke kabupaten rembang. Kata Kunci:Riwayat Penggunaan Alat Kontrasepsi (KB), Perubahan Fisik

    PEMENUHAN KEBUTUHAN KELUARGA PASIEN KRITIS DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD dr. DRADJAT PRAWIRANEGARA SERANG

    Get PDF
    Perawatan di ICU dapat menandakan ancaman bagi pasien yang dirawat di unit tersebut, besarnya ancaman kehidupan di ICU tidak hanya menimbulkan kecemasan bagi pasien namun juga bagi keluarga. Keluarga berperan penting dalam upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan pasien untuk itu pihak rumah sakit juga perlu memperhatikan aspek kebutuhan keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan keluarga pasien kritis di ICU RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang Tahun 2017. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di ICU RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang dengan jumlah sampel 40 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (55,0%) responden mengatakan kebutuhan keluarga pasien di ICU terpenuhi dan sisanya mengatakan belum terpenuhi (45,0%). Kebutuhan informasi merupakan kebutuhan keluarga yang paling banyak terpenuhi (65,0%), sedangkan kebutuhan dukungan mental merupakan kebutuhan keluarga yang paling sedikit terpenuhi (57,5%). Kesimpulannya pemenuhan kebutuhan keluarga pasien di ICU masih perlu ditingkatkan lagi utamanya pada dukungan mental. Sehingga upaya yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dukungan mental adalah dengan mengaplikasikan praktik keperawatan secara holistik yang dimana diperlukan pendekatan antara petugas ICU dengan keluarga dalam konteks family center care.Kata Kunci: Intensive Care Unit, Kebutuhan Keluarga, Pasien Kritis.Treatment in the ICU can signal a threat to patients treated in this unit, the magnitude of life threats in the ICU not only raises anxiety for patients but also for families. Families play an important role in healing and restore the health of patients to the hospital also need to pay attention to aspects of family needs of patients. This study aims to find out the description of the fulfillment of family needs of critical patients in ICU RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang Year 2017. Design in this research is descriptive with quantitative approach. This research was conducted in ICU RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang with a total sample of 40 respondents. The results showed that (55.0%) respondents said the needs of the patient's family in the ICU are met and the rest is not met (45.0%). The need for information is the most fulfilled family needs (65.0%), while the need for mental support is the most unmet family needs (57.5%). In conclusion, meeting the needs of the patient's family in ICU still needs to be improved especially on mental support. In order for the effort that can be made to meet the needs of mental support is to apply a holistic nursing practice where an approach is needed between the ICU staff and the family in the context of family care center.Keywords: Intensive Care Unit, Family Needs, Critical Patients

    HUBUNGAN TIPE PENGASUHAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL REMAJA USIA SEKOLAH DENGAN INTELLECTUAL DISABILITY DI SALATIGA

    Get PDF
    Abstrak Intellectual disability adalah kondisi sebelum usia 18 tahun yang ditandai dengan rendahnya tingkat kecerdasan (memiliki nilai IQ di bawah 70), tidak cakap dalam mengolah kata dan sulit beradaptasi dalam beraktivitas di kehidupan sehari-hari. Keadaan tersebut akan mempengaruhi mereka ketika berperilaku dalam lingkungan sosialnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tipe pengasuhan orang tua terhadap perilaku sosial remaja usia sekolah  dengan  intellectual disability. Metode dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasi.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi yang kemudian dianalisa menggunakan uji Pearson. Hasil uji Pearson diperoleh nilai signifikan antara tipe pengasuhan orangtua terhadap perilaku remaja di sekolah sebesar 0,885 sedangkan nilai signifikan antara tipe pengasuhan orangtua terhadap perilaku remaja anak di lingkungan rumah sebesar 0,532. Penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara tipe pengasuhan orang tua terhadap perilaku sosial anak dengan intellectual disability di Salatiga.Kata kunci: intellectual disability, tipe pengasuhan, perilaku sosial Abstract Intellectual disability is a condition before the age of 18 years characterized by a low level of intelligence (has an IQ score below 70), not proficient in word processing and difficult to adapt in activities in everyday life. The situation will affect them when behaving in their social environment. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting type of social behavior of school age teenagers with intellectual disability. Methods in this study using the type of quantitative research with the type of descriptive correlation research. Data collection techniques conducted by using questionnaires and observations are then analyzed using Pearson test. Pearson test results obtained significant value between the types of parenting to the behavior of teenagers in school by 0.885 while the significant value between the types of parenting to the behavior of teenagers in the home environment of 0.532. This study showed no relationship between parenting type of social behavior of children with intellectual disability in Salatiga. Keywords: intellectual disability, nurture type, social behavior

    ANALISA LAMANYA WAKTU PELAYANAN RESEP RACIKAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL

    Get PDF
    AbstractHealth is basic necessity for society. This makes providers health services such as Kendal Islamic Hospital to improve quality service better. One aspect needs be improved is service aspect in pharmacy. Key factors need to be considered in patient service include: fast, precise and friendly service with guaranteed drug availability. Measurement of time something that must be done every period because it concerns excellent service and minimum service standards must be met. Analysis length of prescription time service in outpatient pharmacy installation at Kendal Islamic Hospital, adjusted minimum service standard by Kepmenkes RI No: 129 / Menkes / SK / II / 2008 on Minimum Hospital Service Standards.Research takes object of prescription concoction in outpatient pharmacy installation of Kendal Islamic Hospital. Variable is length of prescription time service required by pharmacist. Analyze data by taking 100 sheets prescription concoction, recording time from receiving prescription until it received by patient. Then average waiting time calculated, and averages calculated in percent.Results this study indicate average waiting time prescription concoction service is 23.22 minutes. Minimum waiting time at 7 minutes, maximum waiting time at 58 minutes. This study based on 100 pieces prescription concoction taken from Monday to Friday at rush hour between 14:00 to 20:00 WIB period January 2015.Keywords: Waiting time, prescription concoction, pharmacy installation AbstrakKesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hal ini menjadikan penyedia jasa pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit Islam Kendal untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik. Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan adalah aspek pelayanan di bidang farmasi. Faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam pelayanan pada pasien meliputi : pelayanan yang cepat, tepat dan ramah disertai jaminan tersedianya obat. Pengukuran waktu merupakan hal yang harus dilakukan setiap periode karena menyangkut pelayanan prima dan standar pelayanan minimal yang harus terpenuhi. Analisa lamanya waktu pelayanan resep di instalasi farmasi rawat jalan di Rumah Sakit Islam Kendal, disesuaikan dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan oleh Kepmenkes RI No : 129/ Menkes/ SK/ II/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, khususnya waktu tunggu resep racikan.Penelitian ini mengambil obyek resep racikan di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Islam Kendal. Variabel dari penelitian ini adalah lamanya waktu pelayanan resep racikan yang diperlukan seorang petugas farmasi. Analisa data dengan cara mengambil 100 lembar resep racikan dengan mencatat waktu dari menerima resep sampai dengan diterima oleh pasien. Kemudian dihitung lamanya waktu tunggu rata-rata, dari rata-rata tersebut dihitung  dalam presentasi.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu resep racikan 23,22 menit. Waktu tunggu minimal 7 menit, waktu tunggu maksimal 58 menit. Penelitian ini berdasarkan 100 lembar resep racikan yang diambil dari Senin sampai Jum’at pada jam sibuk antara 14.00 – 20.00 WIB periode Januari 2015.Kata Kunci: Waktu tunggu, resep racikan, instalasi farmas

    PENGARUH ATRIBUT PRODUK MINUMAN SUPLEMEN MEREK "X" PRODUKSI PT. "A" TERHADAP PERSEPSI MAHASISWA

    Get PDF
     AbstractSupplement drinks competition in Indonesia very competitive proven by number energy drink products circulating in community, such as supplement "X" brand of PT "A”, which is herbal medicine company. Product attributes are important component marketing. Purpose this study determine effect product attributes to  perception "X" brand supplements on student consumers.Respondents used as many 100 people. Data was collected using questionnaire method which analyzed by Likert scale, with purposive sampling method, data analysis multiple regression counting and hypothesis testing with F test and t test using SPSS for Windows Release 15.0.Results obtained in study showed partially four variables of brand, label, packaging, and quality significantly influence students perceptions on supplement brand "X" (p <0.05) and simultaneously have significant effect on student perception brand supplement "X ". This proved by value Fcount = 128.478, greater than value Ftabel = 2.45, determination coefficient value of 0.844, and brand variable is most dominant variable affecting students perceiving supplements brand" X ".Keywords: Product attributes, perceptions, students, supplement drinks  AbstrakPersaingan minuman suplemen di Indonesia sangat kompetitif terbukti dengan banyaknya produk minuman energi yang beredar di masyarakat, misalnya minuman suplemen merek ” X” produksi PT “A” yang merupakan perusahaan jamu. Atribut produk merupakan komponen penting dalam pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh atribut produk terhadap persepsi suplemen merek ” X” pada konsumen mahasiswa.Responden yang digunakan sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner yang dianalisis dengan skala likert, dengan metode purposive sampling, analisis data dengan penghitungan regresi berganda dan pengujian hipotesis dengan uji F dan uji t yang menggunakan program SPSS For Windows Release 15.0.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan secara parsial keempat variabel merek, label, kemasan, dan kualitas berpengaruh signfikan terhadap persepsi mahasiswa pada suplemen merek ” X” (p<0,05) dan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap persepsi mahasiswa pada suplemen merek ” X”, hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung = 128,478, lebih besar dari nilai Ftabel = 2,45, nilai koefisien determinasi sebesar 0,844, dan variabel merek adalah variabel yang paling dominan mempengaruhi mahasiswa dalam mempersepsikan suplemen merek ” X”.Kata Kunci: Atribut produk, persepsi, mahasiswa, minuman supleme

    HUBUNGAN POLA ASUH PENGASUH (NON KELUARGA) DENGAN KEDISIPLINAN ANAK DI TK PERTIWI 01 YAYASAN DIAN DHARMA PATI

    Get PDF
    Latar Belakang : Pengasuh non keluarga yang berperan sebagai pengganti ibu kandung dapat membentuk sifat dan sikap anak yang ia asuh karena waktu intensitas anak lebih banyak dengan pengasuh dibanding dengan ibu kandung anak itu sendiri. Anak akan lebih banyak melakukan interaksi dan komunikasi dengan pengasuh (Wahyuningsih, 2016). Hasil survey pendahuluan yang penulis lakukan pada 20 anak terdapat 10 anak dengan pola asuh pengasuh baik terdapat 7 anak (70%) dengan kedisiplinan baik, 3 anak (30%) kedisiplinannya kurang. Sedangkan 10 anak dengan pola asuh pengasuhnya kurang baik terdapat 9 anak (90%) dengan kedisiplinan kurang baik dan hanya 1 anak (10%) yang kedisiplinan baik. Tujuan : Untuk menganalisa Hubungan Pola Asuh Pengasuh (Non Keluarga) Dengan Kedisiplinan Anak Di TK Pertiwi 01 Yayasan Dian Dharma Pati. Metode : Metode penelitian ini dilakukan dengan jenis korelasi dengan pendekatan Cross Sectional . Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik total sampling sebanyak 56 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil : Ada Hubungan Pola Asuh Pengasuh (Non Keluarga) Dengan Kedisiplinan Anak Di TK Pertiwi 01 Yayasan Dian Dharma Pati. Hasil hipotesis menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai X2 22,583 df 2 (taraf signifikasi 5% : 5,991). Dimana X2 hitung adalah  22,583 lebih besar dari X2 tabel 5,991. Sedangkan berdasarkan probabilitas, terlihat bahwa ρ adalah 0,000 atau probabilitas di bawah 0,0

    PERBEDAAN PENGGUNAAN PEMBALUT DAN PANTYLINER JENIS BIASA, HERBAL, DAN KAIN DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN

    Get PDF
    75% wanita di dunia pernah mengalami fluor albus (keputihan) paling tidak sekali dalam hidup dan 45% diantaranya mengalami fluor albus 2 kali atau lebih ( Persia, 2015). Penyebab tersering fluor albus (keputihan) patologis adalah infeksi ( Maya, 2011). Pembalut Herbal menggunakan pewangi yang bisa membunuh bakteri baik dan  dan memicu berkembangnya bakteri jahat sehingga bisa memicu infeksi bakteri ( Shabrina, 2016). Pemakaian Pantyliner merupakan salah satu faktor predisposisi timbulnya keputihan (Persia, 2015). Tujuan Penelitian untuk mengetahui Perbedaan Penggunaan Pembalut Dan Pantyliner Jenis Biasa, Herbal Dan Kain Dengan Kejadian Keputihan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan kesimpulan menggunakan analitik komparatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer berupa lembar observasi yang dibagikan ke responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan chi square dan koefisien kontingensi untuk mengetahui kekuatan perbedaannya. Hasil Penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan antara Penggunaan Pembalut Dan Pantyliner Jenis Biasa, Herbal Dan Kain Dengan Kejadian Keputihan pada Mahasiswa prodi D III Kebidanan Stikes Paguwarmas. Kata Kunci     : Perbedaan, Pembalut, Keputihan

    POLA MAKAN DAN UMUR KEHAMILAN TRIMESTER III DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL

    Get PDF
    AbstrakBerdasarkan data DINKES (Dinas Kesehatan) Kabupaten Jepara  jumlah ibu hamiltahun 2012 sampai dengan bulan September jumlah ibu hamil 18154 ibu hamil dengan ibu hamil Anemia sebanyak 4847 ibu hamil (26,7%). Data dari Puskesmas Bangsri di desa Bangsri Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara pada tahun 2012 s/d bulan  September  ibu hamil sebanyak 143  ibu hamil yang mengalami Anemia  sebanyak 68  ibu hamil dari 68 ibu hamil 24 orang Trismester pertama, 10 orang Trismester dua dan 34 orang trismester tiga. Sedangkan untuk AKB (Angka Kematian IBU) diwilayah Puskesmas Bangsri I sampai dengan bulan September tahun 2012 desa Bangsri sebagai urutan pertama dengan kematian ibu 2 orang, Kedungleper 1 orang, Jerukwangi 1 orang, Bondo, Wedelan, Banjaran dan Banjaragung tidak ada kematian ibu. Kata Kunci:Pola makan, umur kehamilan, kejadian anemia AbstractData DINKES (Department of Health) Jepara number of pregnant women. 2012 until September 18 154 the number of pregnant women pregnant women pregnant women with anemia as 4847 pregnant women (26.7%). Data from the health center in the village Bangsri Bangsri Bangsri Jepara district in 2012 s / d in September as many as 143 pregnant women pregnant women have anemia as many as 68 pregnant women from 68 pregnant women trimesters first 24 people, 10 people 34 people trimesters trimesters two and three . As for the IMR (MOM Mortality) region I Bangsri Health Center until September 2012 as the first order Bangsri village with 2 maternal deaths, Kedungleper 1 person, 1 person Jerukwangi, Bondo, Wedelan, Banjaran and Banjaragung no maternal deaths Keywords: diet, gestational age, the incidence of anemiaPOLA MAKAN DAN UMUR KEHAMILAN TRIMESTER III DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMI

    HUBUNGAN OPTIMISME DENGAN MEKANISME KOPING PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI STIKES MUHAMMADIYAH KUDUS DALAM MENGHADAPI SKRIPSI

    Get PDF
    Latar Belakang : Mahasiswa pada umumnya ialah sebagai remaja akhir atau dewasa awal yaitu 18-21 tahun atau 22-24 tahun. Mahasiswa akan megalami masa kuliah disuatu perguruan tinggi selama minimal 3-4 tahun dan akan mengakhiri masa kuliahnya dengan menyusun skripsi sebagai syarat kelulusan untuk menjadi sarjana. Hal ini bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan tetapi juga tidak. Skripsi dapat melatih kesabaran mahasiswa disamping itu juga membuat mahasiswa dapat berfikir cepat dan kritis. Tetapi juga dapat menimbulkan stress yang membuat mahasiswa merasa tidak percaya diri untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan optimisme dengan mekanisme koping pada mahasiswa tingkat akhir di stikes muhammadiyah kudus dalam menghadapi skripsi. Metode : Jenis penelitian analitik korelasional. Metode pendekatan menggunakan cross sectional. Populasi pada penelitian ini Mahasiswa di Stikes Muhammadiyah Kudus sebanyak 45 orang. Alat ukur  yang di gunakan berupa kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji spearman. Hasil Penelitian : Penelitian tentang optimisme dengan mekanisme koping pada mahasiswa tingkat akhir di stikes muhammadiyah kudus dalam menghadapi skripsi menunjukkan ada hubungan optimisme dengan mekanisme koping dengan p value 0,02 . Kesimpulan : Ada hubungan optimisme dengan mekanisme koping pada mahasiswa tingkat akhir di stikes muhammadiyah kudus dalam menghadapi skripsi

    714

    full texts

    781

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇