E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA (PEER TEACHING) UNTUK MENCEGAH KEHAMILAN PRA NIKAH PADA REMAJA DI KABUPATEN TEGAL
Fenomena kehamilan pada remaja memiliki dampak yang cukup kompleks. Remaja membutuhkan informasi tentang perubahan yang terjadi pada dirinya, akan tetapi remaja seringkali merasa tidak nyaman atau tabu membicarakan masalah seksualitas dan kesehatan reproduksinya dengan orangtua atau guru BK. Bagi siswa, teman sebaya merupakan seseorang yang sering dijadikan tempat curhat karena dianggap yang paling aman, sehingga dalam menyampaikan masalah menjadi lebih terbuka. Menurut WHO (2014), sebanyak 16 juta remaja berusia antara 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya (11% dari total jumlah kelahiran di dunia). Sebanyak 95% dari total remaja yang melahirkan berasal dari negara miskin dan berkembang. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis yang digunakan adalah nonparametrik dengan uji statistik Wilcoxon. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah 108 remaja. Hasil penelitian menunjukan bahwa bimbingan teman sebaya tidak efektif dalam perilaku pencegahan kehamilan pra nikah pada remaja, dimana nilai p = 0,29 (p > 0,05). Tetapi hasil uji statistik menunjukan ada peningkatan perilaku pencegahan kehamilan pra nikah sebanyak 33 responden, 25 responden mengalami penurunan dan 50 responden tidak mengalami perbedaan sebelum ataupun sesudah mengikuti bimbingan teman sebaya. Selain itu juga terdapat 1,05 kali lebih besar perilaku pencegahan pra nikah pada remaja setelah mengikuti bimbingan teman sebay
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN GADGET DENGAN PERKEMBNGAN BALITA
Penggunaan gadget pada anak akan berdampak negatif karena dapat menurunkan daya konsentrasi dan meningkatkan ketergantungan anak untuk dapat mengerjakan berbagai hal yang semestinya dapat mereka lakukan sendiri. Perkembangan anak meliputi aspek kemandirian, kemampuan bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar merupkan hal yang penting untuk dimiliki anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan perkembangan balita di desa pendawa kecamatan lebaksiu kabupaten tegal.Jenis penelitian ini adalah survey analitik, dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah seluruh anak balita umur 2-5 tahun di desapendawakecamatanlebaksiukaabupatentegal yang berjumlah 45 balita. Pengumpulan data menggunakn KPSP. Analisis data menggunakanchi square.Hasilpenelitianmenunjukkankarakteristiktingkatpendidikanibusebagianbesartingkatpendidikan SD (37,8%), umuranaksebagianbesarumur 0-48 bulan (51,1%), karakteristikberdasarkanjeniskelaminananaksebagianbesaradalahlaki-laki (51,1%), karakteristikberdasarkanpenggunaangadgetsebagianbesarmenggunakan (55,6%), karakteristikberdasarkanjumlahaplikasi yang digunakansebagianbesarmenggunakan 1 aplikasi (72,0%), danperkembangananakpadabalitasebagianbesarmengalamiperkembangan normal (44,4%). Ada hubunganantarapenggunaangadget denganperkembanganbalita (X2hitung=45,000 danp value=0,000), anak yang menggunakangadgetakanmempengaruhiperkembangananak. Anak yang menggunakangadgetmakaakanmempengaruhiperkembangananakbalita di DesaPendawaKecamatanLebaksiuKabupatenTegal. Orang tua agar tidakmemberikangadget padaanaknyasupayaanaklebihbanyakbersosialisasidengantemansebanyanya di lingkungansekitarnya. Kata Kunci : Balita, gadget, pertumbuha
PENGARUH PEMANFAATAN APLIKASI M-HEALTH TERHADAP PENGURANGAN KELUHAN MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL
Kehamilan merupakan kondisi alamiah yang dialami oleh wanita. Pada ibu hamil, terjadi proses penyesuaian yang dapat menimbulkan perubahan fisiologis, yang menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu hamil. Wanita yang hamil muda akan merasa mual, muntah, meriang dan lemas. Pengenalan dan pemahaman tentang perubahan fisiologi menjadi dasar dalam mengenali kondisi patologis yang dapat mengganggu status kesehatan ibu maupun bayi dikandungnya.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemanfaatn aplikasi m-health terhadap pengurangan keluhan mual muntah pada ibu hamil. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan desain non equivalent control group, sampel penelitian ini adalah 30 ibu hamil di Puskesmas Kaliwungu, yang diambil secara consecutive sampling. Instrumen yang digunakan lembar kuesioner Skor PUQE (Pregnancy Unique Quantification of Emesis) untuk mengukur tingkat keparahan dari mual muntah. Tehnik analisa data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah diberikan aplikasi m-health terhadap pengurangan keluhan mual muntah pada ibu hamil. Manfaat penelitian untuk mengetahui bahwa pemanfaatan aplikasi m-health memengaruhi keluhan mual muntah bagi ibu hamil. Maka dari itu, penting bagi bidan untuk mendukung ibu hamil dalam melakukan perawatan antenatal melalui media informasi kesehatan baik dengan buku KIA maupun m-health guna mencegah terjadinya komplikasi pada kehamilan dan mendapat hasil luaran yang baik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG BUKU KIA DENGAN PEMANFAATAN BUKU KIA DI WILAYAH PUSKESMAS JEKULO
Buku KIA adalah instrumen pencatatan dan penyuluhan (edukasi) yang berisi informasi dan materi penyuluhan tentang KIA yang dapat membantu keluarga khususnya ibu dalam memelihara kesehatan dirinya sejak hamil sampai anaknya berumur 5 tahun. Buku KIA juga sebagai catatan kesehatan, alat monitoring dan alat komunikasi antara tenaga kesehatan dengan ibu hamil. Pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan anak masih terkendala oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang manfaat dari buku KIA, kurangnya konseling KIA dari petugas kesehatan dan sebagian ibu menganggap hal-hal yang berhubungan dengan buku KIA hanya sekedar buku catatan pemeriksaan hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi ibu hamil dengan pemanfaatan Buku KIA. Jenis penelitian deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel sebanyak 47 orang diambil dengan teknik total sampling dan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan responden mempunyai pengetahuan baik (44,7%), persepsi baik (72,3%) dan Pemanfaatan Buku KIA dengan baik (53,2%). Terdapat hubungan pengetahuan (p value 0,039) dan persepsi (p value 0,011) dengan pemanfaatan buku KIA. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan pendidikan kesehatan tentang pemanfaatan buku KIA kepada ibu hamil, dan ibu hamil lebih aktif mencari informasi kesehatan dengan cara membaca dan memahami isi buku KIA. Kata Kunci : Pengetahuan, Persepsi, Ibu Hamil, Pemanfaatan Buku KI
KORELASI UMUR DAN JENIS KELAMIN DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI DI EMERGENCY CENTER UNIT RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG 2017
Abstrak Menurut World Health Organization (WHO) batas normal tekanan darah adalah 120 - 140 mmHg tekanan sistolik dan 80 - 90 mmHg tekanan diastolic. Didiagnosis hipertensi bila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg. Secara umum, laki-laki memiliki prevalensi hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan wanita.Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara umur dan jenis kelamin, dengan Penyakit Hipertensi di emergency center unit Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2017.Desain penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Dimana tehnik pengambilan sampel secara non probability sampling (purposive sampling), sampel dalam penelitian adalah pasien yang datang ke emergency center unit Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang dengan usia dari 17 tahun sampai ≥ 60 tahun,dan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 30 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017 - Januari 2018. Analisa data dilakukan dengan analisa univariat dan bivariat untuk analisa bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan 95% dan dengan α (0,005).Berdasarkan analisis univariat didapatkan sebanyak 17 responden (56,7%) dengan penyakit hipertensi, 18 responden (60%) dengan umur tua (30 tahun sampai ≥ 60 tahun), dan sebanyak 16 responden (53,3%) dengan jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan hasil uji statistic Chi Square didapatkan p value (0,001) yang berarti ada hubungan umur dengan penyakit Hipertensi dan didapatkan p value (0,001) yang berarti ada hubungan jenis kelamin dengan penyakit Hipertensi di emergency center unit Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang Tahun 2017.Diharapkan perawat pelaksana di emergency center unit Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kegawat daruratan Kata Kunci : Umur, Jenis Kelamin dan Penyakit HipertensiDaftar Pustaka : 21 (2006-2017
KUALITAS PELAYANAN PASIEN BPJS KELAS III BERDASARKAN FASILITAS DI RUANG NIFAS RSU AISYIYAH KUDUS
Latar Belakang : Hal yang paling utama dalam kehidupan manusia adalah kesehatan, karena dengan kesehatan manusia dapat menikmati kehidupan di dunia tanpa merasakan ketidaknyamanan akibat menderita penyakit. Sejak tanggal 1 Januari 2014, di Indonesia telah didirikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) sebagai bentuk tanggung jawab Negara untuk melindungi kesehatan warganya (Universal Health Coverage) sesuai dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kualitas pelayanan BPJS dianggap kurang dari standar baik dari segi obat yang digunakan, kondisi ruangan dan fasilitas ,dan sikap petugas dalam memberikan pelayanan. Masyarakat menganggap bahwa ada perbedaan kualitas pelayanan antara pasien umum dengan pasien BPJS. Tujuan : untuk mengetahui hubungan fasilitas ruang perawatan nifas kelas III dengan kualitas pelayanan di RSU Aisyiyah Kudus.. Metode : Jenis penelitian korelasi analitik. Metode pendekatan menggunakan Cross Sectional, sampel yang digunakan sebanyak 54 responden dengan teknik sampel random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji hubungan penelitian ini menggunakan Kendall Tau. Hasil Penelitian : Fasilitas ruang nifas pada pasien BPJS kelas III di RSU Aisyiyah Kudus Tahun 2017 didapatkan hasil 31 orang responden (57.4%) mendapat fasilitas ruang nifas baik.Kualitas pelayanan pasien BPJS kelas III di RS Aisyiyah Kudus Tahun 2017 di dapatkan hasil 36 orang responden (66,7%) merasa puas.Ada hubungan Fasilitas Ruang Nifas dengan Kualitas pelayanan BPJS kelas III di RS Aiyiyah Kudus Tahun 2017 dengan p value sebesar sebesar 0,000 (α<0,05) dengan tingkat korelasi tinggi (0,721) Kesimpulan : Ketersediaan fasilitas akan menunjang kualitas pelayanan kepada pasien termasuk pasien BPJS kelas III di ruang nifas RSU Aisyiyah Kudu
PRENATAL YOGA DAN KONDISI KESEHATAN IBU HAMIL
Background: Pregnancy is a fisiologis process, but midwifery care is needed by mother to evaluated that pregnancy. Midwife is a person who given midwifery care to improved the healthy pregnant. During pregnancy, the body will be change that caused discomforted for mother and influenced several factor such us hormonal condition. Yoga is the one of activity that might do for all of people including pregnant woman. Yoga for pregnant or prenatal yoga can decrease physicly discomfort for pregnant mother and can made better feeling. The purposes is to measure relationship of prenatal yoga and maternal wellbeing.Methods: The research used pre and post data designe. 30 pregnant were had participant by research. The population were taken in Budi luhur clinic Kudus district during 2017. Purposive sampling and marginal homogeneity test is used.Result: The research obtained maternal health condition before prenatal yoga have one until three pregnancy complaints is 69% and 31% maternal have more than 3 pregnancy complaints. Mother who practiced prenatal yoga 58.6% didn’t have pregnancy complaints and 41% had one until three pregnancy complaints. The statistic test marginal homogeneity obtained p value 0.000.Conclusions: Prenatal yoga is relatively effective to decrease pregnancy complaints. Mother who practiced prenatal yoga during pregnancy less pregnancy complaints.Keywords: prenatal yoga, pregnancy complaint
PELAKSANAAN WUDHU TAYAMUM DAN SHOLAT PASIEN DI RUMAH SAKIT
Perawat sebagai tenaga kesehatan professional mempunyai kesempatan paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya asuhan keperawatan yang komprehensif meliputi biopsikososiospiritual. Tujuan untuk mengetahu hubungan kemampuan pasien dan peran perawat dalam mengingatkan waktu sholat dengan pelaksanaan wudhu dan sholat pada pasien rawat inap di RSU AIsyiyah Kudus. Metode Observational dengan pendekatan cross sectional sampel 50 pasien rawat inap di RSU Aisyiyah Kudus. Hasil 32 kemampuan berjalan melaksanakan wudhu dan sholat 75% dan tidak melaksanakan 25%. Kemampuan berbaring pada pasien 33% melaksanakan wudhu dan sholat 67%. Peran perawat mengingatkan waktu sholat 82,4% melaksanakan wudhu dan sholat dan perawat yang tidak mengingatkan waktu sholat 12,5% pasien melaksanakan sholat dan 87,5% tidak melaksanakan wudhu dan sholat. ada hubungan kemampuan pasien dengan pelaksanaan wudhu dan sholat (p 0.004), ada hubungan peran perawat dalam mengingatkan waktu sholat dengan pelaksanaan wudhu dan solat (p.0.0001
HUBUNGAN ANTARA SENAM YOGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGAHADAPI PERSALINAN PADA PRIMIGRAVIDA
Latar belakang : Proses kehamilan ini menyebabkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu hamil yang berkaitan erat antara anatomi dan fisiologi serta fenomena psikologi dan perilaku yang terbentuk baik karena perubahan fisik maupun lingkungan. Pada ibu hamil Trimester III tingkat kecemasan semakin serius dan intensif seiring dengan mendekatnya proses kelahiran. Perasaan cemas dapat mengakibatkan ketegangan pada pikiran, fisik, otot panggul dan otot segmen bawah Rahim, ketegangan ini nantinya akan dapat menganggu pada saat proses persalinan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara senam yoga dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan pada primigravida. Rancangan penelitian menggunakan desaian penelitian deskriptif analitik. Subjek penelitian yaitu primigravida Trimester III yang melakukan senam yoga dan tidak melakukan senam yoga di Puskesmas Rami Kota Pematangsiantar. Pengolahan dan analisis data menggunakan tehnik porpusive sampling.Hasil Penelitian ini menunjukkan pada pekerjaan ibu dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan terdapat hubungan yang bermakna (p 0.05. Sedangkan hubungan karakteristik antara melakukan dan tidak melakukan senam yoga pada primigravida menunjukanterdapat hubungan yang bermakna antara usia, pekerjaan dengan senam yoga (p0.05. Simpulan adalah terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik ibu (usia dan pekerjaan) dengan senam yoga pada primigravida. Sedangkan pendidikan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan senam yoga pada primigravida. Terdapat hubungan yang kuat antara tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan antara yang melakukan dan tidak melakukan senam yoga pada primigravida. Kata Kunci : Yoga, kehamilan, Kecemasan. AbstractBackground: This pregnancy process causes physical and emotional changes from pregnant women that are closely related to anatomy and physiology as well as well-established psychological and evolutionary phenomena due to physical and environmental changes. In pregnant women Trimester III the level of success is higher and more intensive as the birth process approaches. Feelings can help overcome the mind, physical, pelvic and lower muscles of the uterus, this protection can be disrupted during labor. The purpose of this study is to analyze the relationship between yoga exercises by fixing it according to labor in primigravida. The study design used descriptive analytic research design. Primigravida Trimester III research subjects who did yoga exercises and did not do yoga exercises at the Rami City Health Center in Pematangsiantar City. Processing and analysis of data using porous sampling techniques. Results This study discusses the work of mothers with success rates in research related to related relationships (p 0.05. While the characteristic relationship between doing and not doing yoga exercises in primigravida shows that there is a relationship between age, work with yoga exercises (p 0.05. Conclusion is an important relationship between age and work with yoga exercises in primigravida. While education does not have a meaningful relationship with yoga gymnastics in primigravida. There is a strong relationship between the level of difficulty in labor between those who do and do not do yoga exercises in primigravida. Keywords: Yoga, pregnancy, anxiety
KOLABORASI PERAWAT DAN AHLI GIZI DI POSYANDU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JETAK, KABUPATEN SEMARANG
Tumbuh dan kembang balita pada dasarnya merupakan dua peristiwa yang berlainan namun keduanya saling berkaitan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita adalah status gizi, pola tidur, kesehatan gigi, perkembangan motorik, peran keluarga dalam menerapkan disiplin pada balita, serta dukungan perawat dan ahli gizi dalam memberikan pelayanan kesehatan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kolaborasi antara perawat dengan ahli gizi sebagai upaya dukungan perawat guna peningkatan kecukupan status gizi pada balita di Posyandu Sedap Malam 4 dan Posyandu Sedap Malam 5 di Wilayah kerja Puskesmas Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam (in depth interview). Hasil penelitian menyatakan bahwa adanya dukungan perawat dalam upaya peningkatan status gizi balita melalui kolaborasi perawat dan ahli gizi untuk meningkatkan layanan kesehatan status gizi balita. Perawat ikut membantu ahli gizi di lapangan dalam hal pemberian pendidikan kesehatan dan pemeriksaan fisik pada balita. Perawat tetap memberikan asuhan keperawatan sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perawat turut memberikan dukungan kepada tenaga gizi dalam upaya peningkatan status gizi balita setiap bulan di Posyandu yang berada di wilayah Kerja Puskesmas JetakKata Kunci : dukungan, perawat, ahli gizi, status gizi balita, posyand