E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
KORELASI VARIASI JENIS MAKANAN DAN LINGKUNGAN DENGAN POLA MAKAN ANAK USIA SEKOLAH
Berdasarkan data Badan Pelaporan dan Statistik (BPS) Propinsi Jawa Tengah tahun 2016 sebanyak lebih dari 20 % anak usia sekolah ditemukan mengalami masalah kesulitan makan. Gangguan kesulitan makan berpengaruh pada pemenuhan gizi, pertumbuhan fisik biomedik otak dan imunitas anak. Ketiga hal ini penting untuk menunjang kualitas hidup bagi anak sebagai generasi penerus bangsa. Gangguan sulit makan dapat diakibatkan karena semakin bertambahnya aktivitas seperti bermain, sekolah dan kurangnya peranan lingkungan sekitar anak sehingga terkadang mereka menjadi malas makan dan jajan sembarangan. Tujuan: Mengetahui korelasi antara variasi jenis makanan dan dukungan lingkungan dengan pola makan pada anak usia sekolah. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Besar sampel 70 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang jenis makanan, dukungan lingkungan dan pola makan. Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian : Mayoritas jenis makanan responden adalah kurang sehat sebanyak 54,3%, lingkungan yang mendukung sebanyak 54,3% dan mayoritas mengalami kesulitan makan tingkat sedang sebanyak 48,6%. Simpulan : Terdapat korelasi variasi jenis makanan (p=0,002 ; r = -0,698) dan lingkungan (p=0,001 ; r = -0, 687) dengan pola makan anak usia sekolah
TERAPI KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN ISOLASI SOSIAL
Abstrak Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seseorang individu mengalami perilaku menarik diri, serta penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain, terutama untuk mengungkapkan dan mengonfirmasi perasaan negatif dan positif yang dialaminya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pasien dalam kemampuan berinteraksi, maka dibutuhkan terapi, salah satunya terapi kognitif.Terapi kognitif diperuntukkan kepada seseorang yang mengalami kesalahan dalam berpikir yang terjadi pada pasien isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif terhadap kemampuan berinteraksi pasien skizofrenia dengan masalah isolasi sosial di RSJ Prof. Dr.Muhammad Ildrem Medan Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah Quasi Experimental one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien skizofrenia dengan masalahisolasi sosial. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling yang dilakukan dengan mengambil sampel sesuai dengan kriteria peneliti dengan menggunakan screening isolasisosial, sehingga didapatkan sejumlah 22 pasien. Berdasarkan hasil uji mc-neymar diperoleh hasil p value = 0.001 (p<0.05), sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh terapi kognitif terhadap kemampuan berinteraksi pasien skizofrenia dengan masalah isolasisosial di RSJ Prof.Dr. Muhammad Ildrem Medan tahun 2019. Diharapkan kepada pasien skizofrenia dengan masalah isolasisosial, mampu mengubah pikiran negatif menjadi positif, meningkatkan aktivitas serta mampu berinteraksi dengan baik setelah melaksanakan terapi kognitif dengan baik dan teratur. Kata Kunci: Terapi Kognitif, Interaksi, Isolasi Sosial AbstractSocial isolation is a condition in whichindividual experiences withdrawal behavior, as well as a decrease or even completely unable to interact with other people, especially to express and confirm the negative and positive feelings they experience. So as to meet the needs of patients in their ability to interact, therapy is needed, one of which is cognitive therapy. Cognitive therapy is for someone who experiences errors in thinking that occur in patients with social isolation. This study aims to determine the effect of cognitive therapy on the ability to interact with schizophrenic patients with the problem of social isolation at the RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan. The design of this study was Quasi Experimental one group pre-post test design. The population in this study were all schizophrenic patients with social isolation problems. The sampling technique in this study was purposive sampling which was carried out by taking samples according to the criteria of researchers using social isolation screening, so that a total of 22 patients were obtained. Based on the results of the mc-neymar test, the results obtained p value = 0.001 (p <0.05), so it can be concluded that there is an influence of cognitive therapy on the ability to interact with schizophrenic patients with the problem of social isolation. It is expected that schizophrenic patients with social isolation problems can be able to change negative thoughts to be positive, increase activities and be able to interact well after carrying out cognitive therapy well and regularly. Keywords: Cognitive Therapy, Interaction Ability, Social Isolatio
HUBUNGAN MASALAH TIDUR DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT
ABSTRAK Pendahuluan : Kinerja perawat adalah hasil kerja yang dicapai oleh seorang perawat dalam bentuk prestasi kerja, tanggung jawab, kejujuran dan ketaatan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja perawat salah satunya adalah masalah tidur. Masalah Tidur adalah suatu kondisi menurunnya kualitas tidur seseorang yang dapat mengakibatkan gangguan pada pola tidur yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti insomnia, sleep apnea, narkolepsi, night teror, dan restless legs syndrome (RLS). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan masalah tidur dengan kinerja perawat di Rumah sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2018. Metode Penelitian : Desain penelitian deskriptif corelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 57 perawat pelaksana. Alat pengumpulan data berupa kuesioner pertanyaan masalah tidur dan pernyataan kinerja perawat. Hasil : Masalah tidur yang bermasalah sebanyak 35 responden (61,4%) dan yang tidak bermasalah sebanyak 22 responden (38,6%) sedangkan kinerja perawat yang baik sebanyak 25 responden (43,9%) dan kurang baik sebanyak 32 responden (56,1%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan masalah tidur dengan kinerja perawat (p value 0,035). Kesimpulan : Masalah tidur sangatlah berpengaruh terhadap kinerja seorang perawat, sehingga disarankan seorang perawat perlu memenejemen waktu yang baik yang kemudian dapat menyesuaikan diri terhadap jadwal kerja dan upaya peningkatan sistem reward seperti halnya perawat yang baik diumumkan setiap bulan/tahun yang diiringi dengan pembagian bonus dan hadiah penghargaan sehingga perawat yang lain akan termotivasi. Kata Kunci : Masalah Tidur, Kinerja Perawa
EFEK EDUKASI KARTUN ISLAMI TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL ANAK SDN 1 PURWOSARI KABUPATEN KUDUS
Latar Belakang : Kecerdasan spiritual adalah aplikasi adaptif spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Ini melibatkan menggunakan spiritualitas dalam memecahkan masalah, membuat rencana dan beradaptasi tentang hidup. Azzet 2010, upaya dalam meningkatkan dan mengembangkan kecerdasan spiritual bisa dilakukan dengan membimbing anak menemukan makna hidup dengan cara berpikir positif, melatih anak untuk berbuat baik kepada semua orang tanpa mengharapkan suatu imbalan, dan melibatkan anak dalam beribadah dengan keimanan serta kesadaran yang tumbuh dari pribadi anak. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek Edukasi Kartun Islami Terhadap Kecerdasan Spiritual Pada Anak SD N 1 Purwosari Kabupaten Kudus . Metode : Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experiment yang berdesain pre test-post control group. Teknik sampling dalam penelitian ini diambil secara Non Probability Sampling dengan metode Purpossive Sampling. Jumlah sampel 32 responden yang merupakan siswa SD kelas 5 di SDN Purwosari Kudus. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kecerdasan spiritual sebelum dan sesudah edukasi kartun islami dengan p value sebesar 0,034 < α (0,05). Kesimpulan : Terdapat perbedaan Pengaruh Edukasi Kartun Islami Terhadap Kecerdasan Spiritual Pada Anak Kelas V di SD N 1 Purwosari Kabupaten Kudus
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DAN KONDISI KESEHATAN DENGAN DEPRESI PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUD RA KARTINI JEPARA
Abstrak Kasus depresi pada pasien dengan HIV/AIDS ini diperkirakan mempunyai frekuensi mencapai 60% dari total kasus depresi yang ada. Kejadian depresi terkait dengan gangguan fungsi kognitif dan penurunan status fungsional. RSUD RA Kartini merupakan rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien dengan HIV / AIDS khususnya di Jepara, pada tahun 2018 terdapat 4917 kunjungan di Poli Matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dan kondisi kesehatan dengan depresi pada pasien HIV/ AIDS di RSUD RA Kartini Jepara. Jenis penelitian ini adalah Observasional bersifat deskriptif korelasional dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah pasien pengunjung Poli Matahari RSUD RA Kartini Jepara dengan jumlah sampel sebesar 78 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil Penelitian meunjukkan adanya hubungan penurunan fungsi kognitif dengan depresi pada pasien HIV/AIDS di Poli Matahari RSUD RA Kartini Jepara dengan nilai p = 0,001 < α 0,05 dan nilai r sebesar 0,383. Adanya hubungan penurunan kondisi kesehatan dengan depresi pada pasien HIV/AIDS di Poli Matahari RSUD RA Kartini Jepara dengan nilai p = 0,000 < α 0,05 dan nilai r sebesar 0,421. Kesimpulan hasil penelitian adalah ada hubungan antara fungsi kognitif dan kondisi kesehatan dengan depresi pada pasien HIV/ AIDS di RSUD RA Kartini Jepara. Kata Kunci : Depresi, Fungsi Kognitif, Kondisi Kesehatan, HIV/AIDS Abstract Depression cases in patients with HIV / AIDS is estimated to have a frequency of up to 60% of the total depression cases. The incidence of depression is associated with impaired cognitive function and decreased functional status. RSUD RA Kartini is a referral hospital for the treatment of patients with HIV / AIDS, especially in Jepara, in 2018 there were 4917 visits to Poli Matahari. This study is to know the relationship between cognitive function and health conditions with depression in HIV / AIDS patients at RA Kartini Hospital, Jepara. This type of research is observational descriptive correlational using a cross sectional approach. The population is the patient visiting Poli Matahari RSUD RA Kartini Jepara with a total sample of 78 people. The measuring instruments used were questionnaires and observation sheets. Result of this study is a relationship between cognitive decline and depression in HIV / AIDS patients at the Poli Matahari Hospital RA Kartini Jepara with a value of p = 0.001 <α 0.05 and an r value of 0.383. There is a relationship between a decrease in health conditions and depression in HIV / AIDS patients at the Poli Matahari Hospital RA Kartini Jepara with a value of p = 0.000 <α 0.05 and an r value of 0.421. There is a relationship between cognitive function and health conditions with depression in HIV / AIDS patients at RA Kartini Hospital, Jepara. Keywords : Depression, Cognitive Function, Health Conditions, HIV / AID
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA FILM PENDEK PADA PEMBELAJARAN TEMA 5 KELAS IV SD
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media pilem pendek sebagai alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran agar dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas IV SD pada pembelajarn tema 5. Pelaksanaan kegiatan dilakukakn di kelas IV SD N 1 Piji pada pembelajaran tema 5. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan instrumen pengumpulan data angket/kuisioner (questionnaire). Hasil penelitian menunjukan bahwa minat belajar siswa pada pembelajaran tema 5 dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw, yaitu dari 18 siswa, 11 (61%) siswa berminat, 6 (33%) siswa kurang berminat, 1 (6%) siswa tidak berminat. Uji t yang telah dilakukan setelah tindakan diperoleh signifikasi 0.00 lebih kecil dari 0,05, yang artinya bahwa ada perbedaan minat belajar siswa dari sebelum pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media film pendek dengan sesudah pelaksanaan
PERBANDINGAN ALGORITMA NEURAL NETWORK DENGAN LINIER DISCRIMINANT ANALYSIS (LDA) PADA KLASIFIKASI PENYAKIT DIABETES DI RSUD KUDUS
Salah satu penyakit kronis yang banyak diderita oleh penduduk Indonesia adalah Diabetes Melitus (DM), penyakit ini ditandai dengan nilai kadar glukosa dalam darah di atas normal. Penyakit ini termasuk penyakit yang rumit dan mematikan, oleh karena itu dibutuhkan perawatan medis yang kontinu agar resiko terjadinya komplikasi bisa dihindari. Guna menganalisa pasien pengidap penyakit diabetes sejak dini, Pencatatan terhadap penyakit ini banyak dilakukan agar dapat dilakukan pencegahan. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggunakan teknik klasifikasi data mining. Teknik klasifikasi digunakan untuk memprediksi pasien mana yang terkena penyakit diabetes dan tidak. Dalam penelitian ini menggunakan Algoritma kasifikasi data mining neural network dan linier Discriminant Analysis (LDA). Hasil penelitian menunjukan akurasi sebesar 90.38% dengan algoritma Linear Discriminant Analysis (LDA) dan akurasi sebesar 95,19% didapat pada saat menggunakan algoritma Neural Network. Algoritma Neural Network menghasilkan akurasi lebih baik daripada algoritma Linear Discriminant Analysis (LDA) dalam klasifikasi penyakit diabetes
BERAT PLASENTA DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI RUANG BERSALIN RSUD.DR.LOEKMONO HADI KUDUS
Berat lahir adalah indikator kesehatan bayi baru lahir. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan sangat tergantung pada integritas dan suplai vaskular uteroplasenta. Gangguan pasokan uteroplasenta akan menyebabkan gangguan fungsi plasenta dalam memberikan makanan dan nutrisi yang dibutuhkan untuk janin. Selama pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Berat plasenta meningkat karena pembentukan vili. Vilus-villus memainkan peran penting dalam mendistribusikan bahan makanan dan nutrisi yang dibutuhkan untuk janin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berat plasenta dan berat lahir bayi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Dengan pendekatan retrospektif, sampel sebanyak 94 responden melahirkan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, sedangkan pemrosesan data dilakukan dengan uji korelasi Rho Spearmen menggunakan perangkat lunak SPSS 16. Berdasarkan hasil uji korelasi, berat plasenta berhubungan dengan berat lahir bayi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dengan p.value: 0,0001 dan r: 0,495. Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara berat plasenta dan berat lahir bayi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus pada tahun 2018 dan kekuatan hubungannya sudah cukup.
PELAYANAN HOME CARE PADA PASIEN LANJUT USIA : LITERATURE REVIEW
Latar Belakang : Proses menua merupakan proses alami yang diikuti dengan terjadinya peurunan kondisi fisik, psikologis dan sosial yang saling berkaitan satu sama lain .Kondisi penurunan tersebut mempengaruhi kemampuan lanjut usia dalam melakukan aktifitas sehari – hari/ Activity daily livings yang memerlukan perhatian dan bantuan keluarga sehingga mengakibatkan permintaan untuk perawatan di rumah meningkat dengan cepat. Perawatan Home care menjadi arena perawtaan professional dan informal. Review ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelayanan home care pada lanjut usia.Metode : Dalam mengumpulkan artikel menggunakan beberapa database Pubmed, Science Direct, Wiley, dan Google Scholar dengan strategi pencarian menggunakan metode PICO (population, intervention, comparison and outcome dengan batasan publikasi artikel dari tahun 2009-2019.Hasil : Hasil temuan diperoleh beberapa point yaitu perlunya perawat melakukan Analisis kehidupan lansia sebelum memberikan pelayanan home care, pelayanan tepat waktu, Ukuran pengalaman aspek interpersonal perawatan karena itu dapat menjadi indikator yang berguna dari hasil kualitas hidup, pentingnya partisipasi lanjut usia, berbagi sejarah dengan perawat dan lansia, terjaminnya privasi lansia, pemenuhan standar kebutuhan lansia, selanjutnya ada factor komunikasi, pembangunan hubungan perawat dan lanjut usia, kepercayaan, keamanan, perawat harus pandai dalam menilai kekahawatiran rasa depresi yang disembunyikan oleh lansia, dan siap dalam menerima perbadaan pandangan dalam hal perawatan home care dengan lansia. Kata kunci : Home care, Lanjut Usia Abstract Background: The aging process is a natural process that is followed by a decline in physical, psychological and social conditions that are interrelated with each other. The condition of the decline affects the ability of the elderly in carrying out daily activities / Activity daily livings that require attention and assistance from family so resulting in a rapidly increasing demand for home care. Care Home care is an arena for professional and informal care. This review aims to determine the experience of nurses in providing home care services for the elderly.Method: Data was obtained from google scholar website database, Since direct and Proquest, and obtained 5 articles. The five articles were then carried out by the journal research critics using the appropriate CASP tools namely 5 articles with the Critical Appraisal of Qualitative Study.Results: The findings obtained by several points, namely Analysis of the lives of the elderly before giving home care services, timely services, measures of experience of interpersonal aspects of care because it can be a useful indicator of quality of life outcomes, the importance of elderly participation, sharing history with nurses and the elderly, ensuring privacy, fulfilling the standards of elderly needs, then there are factors of communication, building relationships between nurses and the elderly, trustworthiness, security, nurses must be clever in assessing the concerns of depression that are hidden by the elderly, and ready to accept improvements in terms of nursing home care with the elderly . Keywords: Experience, Nurse, Home care, Elderl
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN KUNYIT ASAM SEBAGAI TERAPI DISMENORE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI
Dismenore adalah nyeri pada saat menstruasi. Sebagian besar siswi hanya membiarkan nyerinya tanpa diberi tindakan karena beranggapan nyeri itu akan hilang sendiri. Dismenore dapat diobati dengan minuman kunyit asam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman kunyit asam sebagai terapi dismenore terhadap penurunan skala nyeri pada siswi kelas XI di SMA muhammadiyah kudus. Penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 48 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengukuran skala nyeri NRS (Numeric Rating Scale). Analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Ranks Test. Rata-rata nyeri sebelum diberikan terapi adalah 6,27 dan setelah diberikan minuman kunyit asam rata-rata skala nyeri menurun menjadi 2,85. Perubahan ini menunjukan bahwa minuman kunyit asam sangat berpengaruh terhadap skala nyeri pada siswi dengan dismenore. Analisa uji statistik dengan menggunakan Wilcoxon Signed Ransk Test didapatkan nilai pvalue 0,000 ≤ α 0,05 menunjukan adanya pengaruh dalam minuman kunyit asam dalam penurunan skala nyeri pada siswi kelas XI di SMA muhammadiyah kudus. Kesimpulan ada perubahan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan minuman kunyit asam