E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEPEMIMPINAN INSPIRASIONAL DAN CHALLENGE STRESSOR DALAM MENINGKATKAN WORK ENGAGEMENT DAN KINERJA PADA CV SUN BRIGHT LIVING
Globalisasi merupakan suatu tantangan karena persaingan yang muncul terjadi tanpa adanya batas wilayah, disamping perbedaan dalam segi budaya,kepercayaan dan banyak lainnya. Salah satunya sector industry yang mengalami persaingan perdagangan secara internasional adalah industry mebel, dimana daya kreatifitas dan ide diperlukan untuk mendesain dan menciptakan desain yang unik, CV. Sun Bright Living berkantor pusat di semarang dimana kantor pusat dan gudangnya berbasis di Jepara diketahui kinerjanya kurang optimal disebabkan oleh factor Challenge Stressor yaitu tuntutan pekerjaan yang tidak sebanding dengan kemampuan untuk menerimanya, terlebih lagi dengan kondisi adanya Covid 19 sekarang dimana banyak industry khususnya mebel sedang menurun. Dengan menyebar kuesioner kepada 97 karyawan yang memenuhi kriteria sebagai Tekhnik Analisis Data menggunakan SPSS22 dan Uji Asumsi Klasik (Uji Multikolinieritas dan Heterokedastisitas, dan terakhir menggunakan Uji sobel diketahui bahwa kepemimpinan inspirasional dan Challenge Stressor berpengaruh terhadap Work Engagement dan peningkatan kinerja pada CV. Sun Bright living
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN ANAK DAN JUMLAH SAUDARA ANAKDENGAN PERILAKU SIBLINGRIVALRY ANAK USIA TODDLER DI PAUD DESA DEMA’AN KOTA KUDUS
Jenis kelamin atau gender adalah kelas atau kelompok yang terbentuk dalam suatu spesies sebagai sarana atau sebagai akibat digunakannya proses reproduksi seksual untuk mempertahankan keberlangsungan spesies, Jumlah saudara merupakan banyaknya anak atau bagian dari keluarga yang tinggal dalam satu rumah yang memiliki hubungan sedarah atau tidak, Sibling rivalry atau persaingan saudara kandung untuk mendapatkan cinta kasih,afeksi dan perhatian dari satu atau kedua orang tuanya, atau untuk mendapatkan pengakuan atau suatu yang lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dan jumlah saudara kandung dengan perilaku sibling rivalry pada anak usia toddler (1-3 tahun) di PAUD Desa Dema’an kecamatan kota Kabupaten kudus. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi, menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional, populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa siswa PAUD Desa Dema’an usia toddler (1-3 tahun) yang mempunyai saudara kandung berjumlah 55 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian didapatkan P value = 0.033 (α < 0.05) yang berarti terdapat hubungan antara jenis kelamin anak dengan perilaku sibling rivalry anak usia toddler (1-3 tahun), P value p sebesar 0.033 (α < 0.05) yang berarti terdapat hubungan antara jumlah saudara dengan perilaku sibling rivalry anak usia toddler (1-3 tahun) I PAUD Desa Dema’an Kecamatan Kota Kabupaten Kudus
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA TODDLER (1-3 TAHUN) DI PAUD DESA DEMA’AN KOTA KUDUS
Abstrak Pola asuh Orang tua merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak, yaitu bagaimana sikap atau perilaku orang tua saat berinteraksi dengan anak, termasuk cara penerapan aturan, mengajarkan nilai atau norma, memberikan perhatian atau kasih sayang serta menunjukan sikap dan perilaku baik sehingga dijadikan panutan bagi anaknya. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu setelah orang melakukan suatu tindakan, sedangkan sikap merupakan suatu reaksi atau respons setelah orang melakukan suatu tindakan atau aktivitas. Sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan dan pertengkaran antara saudara laki-laki dan saudara perempuan, hal ini terjadi pada semua orang tua yang mempunyai dua anak atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orangtua dan pengetahuan orang tua dengan perilaku sibling rivalry pada anak usia toddler (1-3 tahun) di PAUD Desa Demaan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Tahun 2020. Dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah semua siswa siswi di Pendidikan anak usia dini (PAUD) di Desa Dema’an Kecamatan Kota Kabupaten Kudus yang memiliki saudara kandung berusia toddler (1-3 tahun) berjumlah 55 responden. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil Penelitian didapatkan p value = 0.002 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku sibling rivalry anak usia toddler (1-3 tahun) di PAUD Desa Dema’an Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Tahun 2020. p value = 0.009 (<0.05) yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan orang tua dengan perilaku sibling rivalry anak usia toddler (1-3 tahun) di PAUD Desa Dema’an Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Tahun 2020. Aada hubungan antara pola asuh orang tua dan pengetahuan orang tua dengan perilaku sibling rivalry anak usia toddler (1-3 tahun) di PAUD Desa Dema’an Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Tahun 2020. Kata Kunci : Pola asuh Orangtua, Pengetahuan Orangtua, Sibling Rivalry. Abstract Parenting is a pattern of interaction between parent and child, which is how the attitude or behavior of parents when interacting with the child , including the method of application of the rules , teach values or norms , attention or affection and show the attitude and behavior so well that become a model for son . Knowledge is the result of know after people perform an action , while the attitude is a reaction or response after people perform an action or activity . Sibling rivalry is jealousy , rivalry and quarrels between brothers and sisters , this has happened to all the parents who have two or more children. This research is to determine the relationship between parenting parents and knowledge of parents on sibling rivalry behaviour of toddler (1-3 years) in Pre-Primary School, Dema'an Village, Kudus regency. This study used a descriptive research with cross sectional correlative. The population was toddler who had relatives in Pre-Primary School, Demaan village, Kudus Regency about 55 children. The sample of research consisted of 30 people. There is a relationship between parenting parents and sibling rivalry behavioral with p value of 0.002, and correlation between the knowledge of parents with sibling rivalry behavioral with p value 0.009 at 5% confidence of intervals level. Conclusion: There is significant correlation between parenting parents and knowledge of parents on sibling rivalry behavioral of toddler (1-3 years) in Pre-Primary School, Dema'an village Kudus. Keywords: Sibling Rivalry, Parenting Parents, Knowledge of Parent
HUBUNGAN PHBS DENGAN KEJADIAN SCABIES DI PONDOK PESANTREN NGANGKRUK DESA BANDUNGSARI NGARINGAN KABUPATEN GROBOGAN
Latar belakang: Scabies merupakan infeksi parasit pada kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabei var hominis.Salah satu faktor permasalahan yang berakibat pada masih tingginya angka penyebaran penyakit di pondok pesantren adalah pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang masih rendah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian scabies. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, variabel yang diobservasi yaitu PHBS dan kejadian scabies dengan populasi 650 orang dan sampel 87 orang diambil dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHBS responden di Pondok Pesantren Ngangkruk Desa Bandungsari Ngaringan Kabupaten Grobogan sebagian besar buruk 49 responden (56,3%) dan kejadian scabies sebagian besar tidak tidak scabies 62 responden (71,3%). Kesimpulan: Terdapat hubungan PHBS dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren Ngangkruk Desa Bandungsari Ngaringan Kabupaten Grobogan (p=0,005)
HUBUNGAN ANTARA JENIS MAKANAN DAN LINGKUNGAN DENGAN KESULITAN MAKAN PADA SISWA SDN 1 PANGGANG JEPARA
Latar Belakang:. Badan Pelaporan dan Statistik (BPS) Propinsi Jawa Tengah tahun 2016, jumlah anak sekolah di Kabupaten Jepara sebesar 137.775 jiwa dengan jenis kelamin pria 69.006 jiwa (50,08%) dan jumlah anak sekolah jenis kelamin perempuan sebanyak 68.769 jiwa (49,91%). Lebih dari 20 % anak usia sekolah mengalami ditemukan masalah kesulitan makan. Gangguan sulit makan, biasanya karena semakin bertambahnya aktivitas seperti bermain dan berlari sehingga terkadang mereka menjadi malas untuk makan Tujuan: Mengetahui hubungan antara jenis makanan dan lingkungan dengan kesulitan makan pada siswa SDN 1 Panggang Jepara. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Besar sampel 70 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan catatan biodata responden, kuesioner jenis makanan, kuesioner lingkungan dan kuesioner kesulitan makan. Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian : Mayoritas jenis makanan responden adalah kurang sehat sebanyak 38 orang (54,3%), lingkungan yang mendukung sebanyak 38 orang (54,3%) dan kesulitan makan tingkat sedang sebanyak 34 orang (48,6%). Simpulan : ada hubungan kesulitan makan pada siswa SDN 1 Panggang Jepara dengan jenis makanan (p=0,002 ; r = -0,698) dan lingkungan (p=0,001 ; r = -0, 687).
PENGARUH PEMBERIAN SUSU DAN MENTEGA TERHADAP BERAT BADAN PADA BALITA DENGAN BERAT BADAN YANG KURANG DI DESA SEDO KECAMATAN DEMAK KABUPATEN DEMAK
Latar Belakang: World Health Organization (WHO) terdapat sekitar 54% balita di Indonesia pada tahun 2015, prevalensi status gizi balita untuk gizi kurang sebesar 19,20% dan gizi buruk 8,8%. Data Jawa Tengah mununjukkan bahwa Gizi buruk sebanyak 3% dan gizi kurang sebanyak 13,9%. Prevalensi gizi kurang di Kabupaten Demak untuk tahun pada tahun 2015 sebesar 3,05 %, pada tahun 2016 sebesar 2,8 % dan pada tahun 2017 sebanyak 2,6 %. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian susu dan mentega terhadap berat badan pada balita dengan berat badan yang kurang di Desa Sedo Kecamatan Demak Kabupaten Demak. Metode: Jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest group with control design. Besar sampel 22 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling.. Analisis data uji statistik nonparametrik Wilcoxon Test. Hasil Penelitian : Sebagian besar pada kelompok intervensi berat badan balita (pre-test) adalah kurus sebanyak 9 balita (81,8%), sedangkan (post-test) adalah kurus sebanyak 7 balita (63,6%). Sementara pada kelompok kontrol, sebagian besar berat badan balita saat observasi awal adalah kurus sebanyak 9 balita (81,8%), sedangkan saat observasi akhir adalah kurus sebanyak 8 balita (72,7%). Simpulan : Ada pengaruh pemberian susu dan mentega terhadap berat badan pada balita dengan berat badan yang kurang di Desa Sedo Kecamatan Demak Kabupaten Demak dengan p value 0,014 < α 0,05
SENAM GERAK LATIH OTAK (GLO) MAMPU MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF LANJUT USIA
Abstrak Populasi lansia saat ini mengalami peningkatan dan diharapkan kualitas hidupnya pun harus tetap baik. Salah satunya dengan memelihara fungsi kognitif melalui senam Gerak Latih Otak (GLO). Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh senam GLO terhadap fungsi kognitif lansia. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen tanpa kontrol dengan intervensi senam GLO 30 menit per sesi, tiga kali seminggu selama satu bulan. Fungsi kognitif dinilai dengan Mini Mental State Examination (MMSE). Jumlah sampel sebanyak 39 lansia. Uji statistik menggunakan paired t test. Hasil uji menunjukkan ada perbedaan rata-rata fungsi kognitif setelah intervensi dengan mean MMSE = 22,95 (SD = 1,413) menjadi 27,95 dengan SD = 1,297 (p value = 0,000). Senam GLO mampu meningkatkan fungsi kognitif lansia sehingga diharapkan menjadi salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan di panti. Kata Kunci : fungsi kognitif, kualitas hidup lansia, senam GLO Abstract The population of the elderly is currently increasing and it is expected that the quality of life must also be good. One of them is by maintaining cognitive function through Senam Gerak Latih Otak (GLO exercise). The aim of the study was to see the effect of GLO exercise on cognitive function in the elderly. The research method used quasi-experimental without control with GLO gymnastics intervention 30 minutes per session, three times a week for one month. Cognitive function is assessed by Mini Mental State Examination (MMSE). The number of samples is 39 elderly. Statistical test using paired t test. The test results showed there was a difference in the average cognitive function after the intervention with the mean MMSE = 22.95 (SD = 1.413) to 27.95 with SD = 1.297 (p value = 0,000). GLO exercise can improve cognitive function of the elderly so that it is expected to be one of the physical exercises that can be done in Panti. Keywords: cognitive function, elderly quality of life, GLO exercis
KETIDAKNYAMANAN KELUHAN PUSING PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KABUPATEN KUDUS
Kehamilan merupakan suatu anugerah yang didambakan semua wanita sebagai calon ibu. Fase awal kehamilan disebut trimester pertama yang dimulai dari konsepsi sampai minggu ke-12 kehamilan. Pada fase ini, umumnya terjadi pengaruh hormonal dan perubahan produksi, anatomi, dan fisiologi. Perubahan-perubahan ini mengakibatkan tubuh secara aktif melakukan penyesuian yang menimbulkan perubahan fisik maupun psikologis ibu. Ketidaknyamanan yang dialami wanita hamil muda akan merasa mual, muntah, pusing, meriang dan lemas.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan ketidaknyamanan keluhan pusing pada ibu hamil di Wilayah Puskesmas Gribig. Metode yang digunakan adalah desain studi deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pusing dengan cara skala Wong Baker FACE yaitu skala wajah mencantumkan skala angka dalam setiap ekspresi nyeri berkisar 0-10. Tehnik analisa data dengan data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi terbanyak ibu hamil yang mengalami keluhan pusing pada kategori sedikit sakit (46,7%). Pusing (sakit kepala) adalah keluhan umum yag dialami oleh ibu hamil. Namun, sekitar 10% ada juga yang memburuk, sehingga diperlukan penanganan dan intervensi yang aman dan tepat/sesuai dengan kebutuhan ibu hamil sebagai solusi untuk mengurangi keluhan pusing. Hal ini sebagai upaya memaksimalkan kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya
PENERAPAN TEKNIK BAGGING UNTUK MENINGKATKAN AKURASI KLASIFIKASI PADA ALGORITMA NAIVE BAYES DALAM MENENTUKAN BLOGGER PROFESIONAL
Blog memang banyak diminati baik dari kalangan remaja hingga dewasa maupun orang tua. Blogger memiliki latar belakang yang sama yaitu suka menulis dengan memanfaatkan internet. Satu hal yang membuat blog akan disukai pengunjung yaitu blog yang konsisten. Sebagai blogger yang bertanggung jawab, menulis atau mengisi blog haruslah konsisten. Konsisten dalam pengertian waktu dan tema. Konsisten waktu artinya blogger harus menulis rutin misalnya setiap hari, seminggu sekali atau dua kali, sebulan sekali, dan lainnya. Sebenarnya bebas tetapi jika rutin atau terjadwal maka akan jadi bloger professional . data mining dapat dimanfaatkan untuk mengklasifisikan bloger professional. Ada beberapa model data mining salah satunya klasifikasi. Di bidang klasifikasi, ada banyak cabang yang berkembang yaitu pohon keputusan (decision tree).Metode yang digunakan untuk mengolah data yang sifatnya besar untuk menemukan pola yang terdapat didalamnya diantaranya adalah Algoritma Naïve Bayes Classification (NBC) yang merupakan algoritma dari metode teorema bayes. Dalam riset ini, data yang digunakan adalah Blogger dataset yang diambil dari UCI repository of machine learning. Pada dataset ini atributnya terdiri : Pendidikan (degree), tingkah politik(caprice), topik, media local turnover (LMT) dan ruang lokal, politik dan sosial (LPSS). Akurasi sangat penting dalam pengklasifikasian. Ensemble method adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan akurasi algoritma klasifikasi dengan membangun beberapa classifier dari data training. Dari hasil penelitian, dengan menerapkan teknik bagging untuk klasifikasi berbasis ensemble pada algoritma naïve bayes dapat meningkatkan akurasi sebesar 3,00 %. Dengan akurasi awal 77,00%, setelah diterapkan teknik bagging menjadi 80,00%
EFEKTIVITAS MASSAGE EFFLEURAGE DAN TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU BERSALIN DENGAN PRE EKLAMSI
ABSTRACTBackground: According to the Indonesian Health Demographic Survey (IDHS) in 2017, the direct cause of the maternal mortality rate (MMR) of 30% was preeclampsia. Preeclampsia can be treated pharmacologically and non pharmacologically. Non-pharmacological treatment is a natural treatment including effluerage massage and music therapy.Objective: To identify and analyze differences in blood pressure reduction in pre-eclampsia mothers before and after massage effleurage and music therapy in the Kragan II Puskesmas maternity room.Methods: The study design used the Two Group Post Test With Control Design. Sampling by accidental sampling. Sampling in this study were 40 women with preeclampsia. Test results using the Mann-Whitney test.Results: With effluarge massage the average blood pressure value was 22.0 while in music therapy 19.00 and obtained ρ was 0.002 (<0.05). So Ho refused Ha accepted, which means there are differences in the effectiveness of massage effleurage and music therapy to reduce blood pressure in mothers giving birth with pre-eclampsia in health center II.Conclusion: Massage effleurage is more effective when compared to music therapy in reducing maternal blood pressure. It is expected that health workers to implement an effleurage massage program in women with preeclampsia. Keywords: Massage effleurage, Music Therapy, Preeclampsia