E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
KEJADIAN CEDERA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR: STUDI DESKRIPTIF
AbstrakSetiap tahunnya angka kejadian cedera pada anak usia Sekolah Dasar selalu mengalami peningkatan secara dramatis. Kejadian cedera tersebut disebabkan oleh factor internal maupun factor eksternal salah satunya adalah di lingkungan Sekolah. Lingkungan Sekolah yang kurang baik, maka Anak akan mengalami resiko tinggi cedera. Dampak cedera yang paling parah yang akan ditimbulkan adalah kecacatan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiko kejadian cedera pada Anak usia Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan kuota sampling yang dilakukan pada bulan Januari 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 250 siswa yang terbagi atas 125 siswa di SDN 11 Terentang Kubu Raya dan 125 siswa di SDIT Almumtas Pontianak. instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan deskriptif frekuensi dengan SPSS versi 15. Hasil penelitian pada tingkatan cedera, siswa laki-laki mengalami cedera berat sebanyak 16.8% dan anak perempuan sebanyak 4.4%. Jenis cedera yang paling banyak dialami adalah luka gores sebanyak 26.7% pada siswa laki-laki dan 42.3% pada siswa perempuan. Simpulan penelitian ini adalah masih ada siswa Sekolah Dasar yang mengalami cedera berat, baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan.Kata Kunci: Cedera Fisik, Anak Usia Sekolah, Sekolah Dasar AbstractEvery year the incidence of injuries in elementary school, children has always increased dramatically. The injury caused by internal and external factors, one of which is in the School environment. The school is bad environment, then the child will experience a high risk of injury. The most severe impact of injury that will be caused is a disability in children. This study aims to determine the picture of the risk of injury in elementary school to children. The research method used is descriptive cross sectional approach. Sampling Technique used a quota sampling conducted in January 2020 with a total sample of 250 students divided into 125 students at SDN Terentang Kubu Raya and 125 students at SDIT Almumtas Pontianak. This research instrument used a questionnaire. Analysis used descriptive frequency with SPSS version 15. The results of the study at the level of injury, male students suffered severe injuries as much as 16.8% and girls as much as 4.4%. The most common type of injury was scratches as much as 26.7% in male students and 42.3% in female students. The conclusion of this study is there are still elementary school students who have suffered serious injuries, both male and female students. Keywords: Physical Injury, Child School, Elementary Schoo
IMPLEMENTASI BMC DENGAN METODE DESIGN THINKING DALAM MENGHADAPI COVID-19 DI IKM PATI
Perekonomian Indonesia mengalami penurunan, akibat dampak Covid-19. Beberapa permasalahannya telah muncul sebagai berikut: Customer Segmen telah berubah dikarenakan kebutuhan pokok dan kesehatan paling utama, Value Proposition yang dibutuhkan adalah produk yang mampu menangkal Covid-19 atau tidak mudah dihinggapi Covid-19, Key Relationship sangat dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan dan kondisi customer, Channel paling tepat adalah komunikasi melalui media online, dan sebagainya. Salah satu yang dibahas peneliti adalah membuat Model Bisnis Canvas dengan metode Design Thinking yang mudah dipahami oleh pelaku IKM dan memberikan solusi atas permasalahan IKM yang sesuai bidang usahanya dan mampu membuat produk yang dapat diterima oleh masyarakat serta memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa produk bebas covid-19. Manfaat dalam penelitian ini adalah memberikan rekomendasi kepada pelaku IKM untuk mengimplementasikan produk produk IKM, mengetahui kondisi usahanya, sehingga mampu bertahan dan bahkan meningkatkan penjualan di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti membuat Bisnis Model Canvas dengan metode Design Thinking untuk memberikan solusi yang terbaik dalam menciptakan produk dan dapat diterima oleh masyarakat
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KECERDASAN SPIRITUAL PADA REMAJA DI SMP IT ASSA’IDIYYAH MEJOBO KUDUS
AbstrakWHO (2017) mendefinisikan remaja sebagai masa tumbuh kembang manusia setelah masa anak-anak dan sebelum masa dewasa dalam rentang usia 10-19 tahun. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Berdasarkan data sensus penduduk 2011 sebanyak 43,5 juta (18%) penduduk di Indonesia ialah kelompok usia 10-19 tahun, sedangkan didunia diperkirakan kelompok remaja sebanyak 1,2 milyar (18%) dan jumlah penduduk didunia. (Depkes RI, 2014 ). Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik,psikologis maupun intelektual. Sifat khas remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualang dan tantangan serta cenderung berani menanggung resiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Apabila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat, mereka akan jatuh kedalam perilaku berisiko dan mungkin harus menanggung akibat jangka pendek dan jangka panjang dalam masalah kesehatan fisik dan psikososial (Depkes RI 2014 ). Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Besarnya responden adalah 104 orang. Dalam analisa bivariat akan dilakukan uji yang diolah secara statistik menggunakan program komputer dengan uji statistic Chi Square. Ada hubungan tipe kepribadian dengan kecerdasan spiritual pada remaja di SMP IT Assa’idiyyah Mejobo Kudus Tahun 2021 dengan P value sebesar 0,001.Kata Kunci: Tipe kepribadian, Kecerdasaan spiritua
PENDEKATAN KONSEPTUAL AGILE MANUFACTURING
Agile manufacturing sekarang merupakan konsep yang populer yang disebut sebagai paradigma manufaktur abad 21. Implementasi sistem agile manufacturing membuktikan menjadi efisien untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Pada sistem agile manufacturing, strategi-strategi, teknologi, sistem dan orang merupakan empat elemen yang paling mendasar. Suatu bisnis baru dari awal sampai akhir industri telah lama berkecimpung dalam industri ini, dimana menunjukkan pentingnya perusahaan virtual dalam industri manufaktur sekarang. Artikel ini mendiskusikan konsep dan menunjukkan strategi-strategi, teknologi, sistem, dan orang yang merupakan empat elemen dasar agile manufacturing
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN PUTING SUSU LECET KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Puting susu lecet merupakan salah satu masalah dalam menyusui yang disebabkan trauma saat menyusui, selain itu dapat pula terjadi retak dan pembentukkan celah-celah. Sebanyak 57% ibu yang menyusui dilaporkan pernah menderita puting susu lecet. World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terdapat 1 - 1,5 juta bayi meninggal dunia karena tidak diberi ASI secara eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu primipara tentang teknik menyusui yang benar dengan kejadian puting susu lecet di BPM Susiana, A.Md.Keb Kp. Dalam Kab. Padang Pariaman tahun 2019. Penelitian dilakukan pada bulan 21 Juli s.d 15 Agustus 2019. Penelitian analitik dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini semua ibu primipara yang memiliki bayi di BPM Susiana pada tahun 2019 sebanyak 33 ibu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang ibu. Data di analisis secara univariat dan bivariat secara komputerisasi dengan uji statistik menggunakan SPSS Ver.17 dengan batas kemaknaan α = 0,05 dan derajat kepercayaan 95%.Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa, 57,6% ibu mengalami kejadia puting susu lecet, 63,6% ibu berpengetahuan rendah tentang teknik menyusui yang benar. Analisis bivariat ditemukan nilai p value (p<0,05) artinya terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,013) dengan kejadian puting susu lecet di BPM Susiana, A.Md.Keb Kp. Dalam Kab. Padang Pariaman tahun 2019. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ternyata ada hubungan pengetahuan dengan kejadian puting susu lecet. Merujuk hasil penelitian disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat lebih mensosialisasikan faktor-faktor pencetus yang perlu dihindari untuk mencegah terjadinya lecet puting susu khususnya cara atau teknik menyusui yang benar.
PELAYANAN IMUNISASI DI MASA PANDEMI COVID-19: LITERATUR REVIEW
Pada anak akan berdampak negatif karena dapat menurunkan daya konsentrasi dan meningkatkan k Pelayanan imunisasi merupakan salah satu pendekatan kepada kesehatan masyarakat yang tepat dan praktis yang dapat mencegah penyakit menular. Jumlah cakupan imunisasi mengalami penurunana diberbagai negara diakibatkan karena dampak pandemi Covid-19 yang menyita fokus layanan kesehatan khususnya pelayanan imunisasi dasar. Penelaahan tentang pelayanan imunisasi di masa covid-19 dilakukan dengan kajian literatur dari Pubmed dan google scholar. Pencarian literatur menggunakan kata kunci “layanan imunisasi saat pandemi Covid-19, efek covid-19 terhadap imunisasi, progress on child immunization during Covid-19” dengan empat publikasi literatur dari tahun 2019-2020. Hasil dari litertur review ini adalah gambaran kondisi layanan imunisasi di masa pandemi covid-19 dan faktor yang mempengaruhinya. Terjadi penurunan cakupan imunisasi dengan melakukan perbandingan antara tahun 2019 dan 2020 dengan perbedaan yang signifikan. Faktor yang mempengaruhinya adalah pemberlakuan lockdown, Phisical-social distancing, isolasi mandiri, terhambatnya distribusi penyediaan vaksin dan akses ke fasilitas kesehatan karena pembatasan sistem transportasi umum. Kata Kunci : Pelayanan imunisasi, masa pandemi Covid-1
PENERAPAN TEKNIK BAGGING PADA ALGORITMA NAIVE BAYES DAN ALGORITMA C4.5 UNTUK MENGATASI KETIDAKSEIMBANGAN KELAS
Beberapa dataset yang memiliki dua kelas atau binominal mengalami ketidakseimbangan kelas yang menyebabkan kurangnya akurasi pada klasifikasi. Masalah ketidakseimbangan kelas sangat menghambat kinerja klasifikasi . Oleh karena itu, sejumlah metode seperti bagging dan boosting, telah diusulkan untuk memecahkan masalah ini. Masalah ini menarik banyak perhatian dari para peneliti dari berbagai bidang. Pada penelitian ini diusulkan kombinasi teknik bagging dan algoritma klasifikasi untuk meningkatkan akurasi dari klasifikasi dataset medis. Teknik bagging digunakan untuk menyelesaikan masalah ketidakseimbangan kelas. Metode yang diusulkan diterapkan pada dua algoritma classifier yaitu, algoritma naïve bayes dan algoritma C4.5. Dalam riset ini, data yang digunakan adalah Blogger dataset yang diambil dari UCI repository of machine learning. Pada dataset ini atributnya terdiri : Pendidikan (degree), tingkah politik(caprice), topik, media local turnover (LMT) dan ruang lokal, politik dan sosial (LPSS). Dari hasil penelitian, dengan menerapkan teknik bagging untuk klasifikasi berbasis ensemble pada algoritma C4.5 dapat meningkatkan akurasi sebesar 9 %. Dengan akurasi awal 68 %, setelah diterapkan teknik bagging menjadi 77 %. pada algoritma naïve bayes dapat meningkatkan akurasi sebesar 3,00 %. Dengan akurasi awal 77,00%, setelah diterapkan teknik bagging menjadi 80,00%.
THE EFFECT OF ORAL CARE WITH HONEY ON MUCOSITIC CHANGES IN CHILDREN WITH CANCER
Mukositis mempengaruhi kualitas hidup anak yang mendapatkan kemoterapi. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perawatan mulut dengan madu terhadap perubahan mukositis pada anak dengan kanker. Desain penelitian quasy eksperimental design pre-post test without control group. Sampel berjumlah 30 anak yang dilakukan perawatan mulut dengan madu sebanyak 3x sehari selama 5 hari. Hasil penelitian menyimpulkan ada perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah dilakukan perawatan mulut dengan madu. Perawatan mulut dengan madu dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan untuk mengurangi kejadian mukositis pada anak dengan kanker
DETERMINAN PERILAKU TERHADAP KEAKTIFAN KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA : LITERATUR REVIEW
AbstrakLanjut usia atau yang lebih dikenal dengan lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas. Populasi lansia tumbuh lebih cepat dibandingkan penduduk usia lebih muda dan diprediksi jumlah penduduk lansia di Indonesia tahun 2020 meningkat menjadi 27,08 juta. Meningkatnya jumlah lansia perlu terus diantisipasi karena akan membawa implikasi luas dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan negara. Oleh karena itu, lansia perlu mendapatkan peningkatan jenis dan kualitas pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh lansia itu sendiri maupun oleh keluarga atau lembaga lain seperti posyandu lansia. Posyandu lansia merupakan sebuah program puskesmas yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan melibatkan peran serta masyarakat dan berbagai sektor. Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dimana upaya pemeliharaan kesehatan bagi usia lanjut harus ditujukan untuk menjaga agar lansia tetap hidup mandiri dan produktif. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan kunjungan lansia ke posyandu lansia. Metode yang digunakan dengan cara melakukan pencarian beberapa studi yang diterbitkan melalui database Google Scholar. Studi yang dipilih diterbitkan dari tahun 2017-2021. Setelah dilakukan pencarian artikel dengan kata kunci terakait maka total artikel yang di review dalam tinjauan literatur ini sebanyak 7 (Tujuh) artikel. Berdasarkan hasil analisis berbagai jurnal ataupun artikel yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi keaktifan kunjungan lansia di posyandu lansia, didapatkan 7 (tujuh) faktor yang berpengaruh yakni dukungan keluarga, pengetahuan/pendidikan, sikap, peran kader dan tenaga kesehatan, pekerjaan, jarak, motivasi, serta kondisi kesehatan lansia. Dimana faktor yang paling dominan adalah faktor pengetahuan/pendidikan serta peran kader ataupun tenaga kesehatan.Kata Kunci: Lansia, Posyandu Lansia AbstractElderly is someone who has reached the age of 60 (sixty) years and over. The elderly population is growing faster than the younger population and it is predicted that the number of elderly people in Indonesia by 2020 will increase to 27.08 million. The increasing number of elderly needs to be anticipated because it will have broad implications in family life, society and the country as well. Therefore, the elderly need to improve the types of health service quality that provided by the elderly themselves, families or other institutions such as elderly Integrated Services Post (Posyandu). Ederly Posyandu is a health center program that provides health services by involving the participation of the community and various sectors. Based on the Law no. 36 of 2009 concerning about health, where the health care efforst for the elderly must be aimed at keeping the elderly living independently and productively. The purpose of this literature revies is to determine the factors that influence the activeness of elderl visits to the elderly Posyandu. The methode used is by searching for several published studies through the Google Scholat database. The selected studies were published from 2017-2021. After searching for the articles with related keywords, the total number of articles reviewed in this literature review was 7 (seven) articles. Based on the results of the analysis of various journals/articles related to the factors that influence the activeness of elderly visits to the elderly Posyandu, there are seven influencing factors that found, namely family support, knowledge/education, attitudes, the role of cadres/health workers, job, distance, motivation, as well as the health condition of elderly. Where the most dominant factor is knowledge/education and the role of cadres or health workers. Keywords: Elderly, Elderly Integrated Services Pos
PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP AKTIFITAS FISIK PASIEN HIPERTENSI
AbstractPatients with hypertension were mostly found to have low levels of healthy lifestyle compliance. Patients with hypertension are required to get health counseling in order to adhere to a healthy lifestyle in order to control blood pressure and prevent complications. The purpose of this study was to analyze the influence of external factors (affordability of health services, support of health workers and family support) on the physical activity of hypertensive patients. The design of the research is descriptive correlational with a cross sectional approach. The large sample sampled 145 hypertensive patients. Data collection is done using questionnaires. Data analysis using bivariate tests obtained results of health service affordability (p=0.009), health care worker support (p=0.021) and family support (p=0.012) to the physical activity of hypertensive patients. The results of this study can help the puskesmas in identifying lifestyle compliance of hypertensive patients and help patients in understanding treatment regimens to improve lifestyle compliance