E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
IMPLIKASI COVID-19 PADA PERSALINAN
Covid-19 merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Sampai saat ini Covid-19 masih mewabah di seluruh dunia bahkan Indonesia merupakan salah satu Negara yang sangat terdampak oleh virus ini. Dampak yang diakibatkan oleh Covid-19 meluas mulai dari sektor pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Covid-19 menular sangat cepat dan menyerang pada semua usia dan kalangan bahkan dapat menyerang pada masa reproduksi yaitu pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir. Meskipun belum ada bukti kuat terkait penularan Covid-19 terhadap ibu hamil dan bersalin, namun pada kenyataannya angka morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi akibat Covid-19 cukup tinggi. Hampir dua juta kasus kematian bayi baru lahir terjadi setiap tahunnya, dengan satu kematian bayi setiap 16 detik, demikian menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penelitian ini bertujuan untuk melihat implikasi atau dampak Covid-19 pada persalinan. Metode penelitian menggunakan artikel review dari jurnal. Pencarian jurnal dilakukan sejak tanggal 15-20 Februari 2021 dengan kata kunci Implikasi Covid-19 pada persalinan, referensi yang digunakan sebagai sumber berjumlah 12 jurnal yang diambil dari jurnal PubMed dan Web Page. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bersalin dengan Covid-19 tidak dapat menularkan kepada bayi yang baru saja dilahirkan, tetapi ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kehamilan dengan Covid-19 meningkatkan risiko terjadinya persalinan prematur dan persalinan dengan sectio secaria. Untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi yang telah dilahirkan maka direkomendasikan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan cara melakukan pemisahan ibu dan bayi
Pengaruh Paritas Terhadap Kejadian Laserasi Perineum Di Puskesmas Margasari
Perdarahan postpartum merupakan penyebab utama AKI di Kabupaten Tegal. Pada tahun 2020, AKI di Kabupaten Tegal mencapai 21 kasus (Data Dinkes Kab. Tegal 2020). Laserasi perineum merupakan salah satu penyebab dari perdarahan postpartum. Laserasi perineum merupakan perdarahan yang berasal dari robekan vagina,perineum, hingga ke anus (APN, 2017). Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Margasari tahun 2020, terdapat 775 kasus persalinan (Data Puskesmas Margasari, 2020).Tujuan Penelitian mengetahui pengaruh paritas terhadap kejadian laserasi perineum di Puskesmas Margasari Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan rancangan penelitian retrospektif untuk melihat Pengaruh Paritas terhadap Kejadian Laserasi Perineum di Puskesmas Margasari. Pengambilan data berupa data sekunder dari patograf, dengan jumlah sample 350 orang, teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data univariat dan bivariat, menggunakan uji statistik Chi Square. Berdasarkan perhitungan Chi Square disimpulkan bahwa paritas memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian laserasi perineum dengan nilai p 0.000, dengan kejadian terbesar pada kelompok multipara yaitu sebesar 32.9%, dengan nilai OR 0.76.Kesimpulan bahwa terdapat Pengaruh Signifikan antara Paritas dengan Kejadian Laserasi Perineum di Puskesmas Margasari Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal Tahun 2020 dengan nilai OR sebesar 0.7
PENGARUH PRENATAL YOGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL: LITERATURE REVIEW
Abstrak Latar Belakang: Selama periode kehamilan hingga masa nifas banyak sekali perubahan yang akan dialami perempuan, baik perubahan fisik maupun psikologis. Kecemasan dapat dirasakan oleh setiap orang jika mengalami tekanan dan perasaan mendalam, perasaan cemas pada ibu hamil akan berpengaruh terhadap kondisi psikologis dan kehamilannya. Ibu hamil dapat melatih keterampilan olah pikiran berupa teknik pengembangan fisik, psikis dan spiritual melalui prenatal yoga. Prenatal Yoga merupakan bentuk metode non farmakologis dalam mengatasi kecemasan ibu hamil. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap tingkat kecamasan pada ibu hamil. Metode: Literatur mancanegara dan lokal ditelusuri melalui sarana media elektronik dengan penuntun kata kunci. Artikel terseleksi sejumlah 5 mancanegara dan 3 lokal, yang masing- masing mewakili pengaruh prenatal yoga dalam mengatasi kecemasan pada ibu hamil. Hasil: Prenatal Yoga merupakan metode efektif untuk mengurangi tingkat kecemasan pada ibu hamil. Kesimpulan: Berdasarkan analisa yang telah dilakukan yaitu prenatal yoga efektif mengurangi kecemasan yang dialami ibu hamil, karena terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Kata Kunci: Yoga Prenatal, Kecemasan, Ibu Hamil Abstract Background: During the period of pregnancy to the puerperium, a lot of changes will be experienced by women, both physical and psychological changes. Anxiety can be felt by everyone if they experience deep pressure and feelings, feelings of anxiety in pregnant women will affect their psychological condition and pregnancy. Pregnant women can practice mental skills in the form of physical, psychological and spiritual development techniques through prenatal yoga. Prenatal Yoga is a form of non-pharmacological method in dealing with anxiety of pregnant women. Purpose: to determine the effect of prenatal yoga on the level of sensitivity in pregnant women. Methods: International and local literature traced through electronic media with keyword guidance. The articles were selected as many as 5 foreign and 3 local each of which represents the effectiveness of prenatal yoga in overcoming anxiety in pregnant women. Results: Prenatal Yoga is an effective method to reduce anxiety levels in pregnant women. Conclusion: Based on the analysis that has been done, prenatal yoga is effective in reducing anxiety experienced by pregnant women, because there is a significant difference between anxiety levels before and after treatment. Keywords: Prenatal Yoga, Anxiety, Pregnanc
UPAYA DIVERSI PADA TAHAP PENUNTUTAN TERHADAP TINDAK PIDANA ANAK DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK
Banyaknya tindak pidana yang dilakukan oleh anak mengakibatkan adanya upaya guna mencegah dan menanggulanginya, salah satunya adalah penyelenggaraan Sistem Peradilan Pidana Anak (Juvenile Criminal Justice System). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU-SPPA) memberikan definisi berupa keseluruhan proses penyelesaian perkara anak yang berhadapan dengan hukum, mulai tahap penyelidikan sampai dengan tahap pembimbingan setelah menjalani pidana. UU-SPPA merumuskan diversi sebagai pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana keproses diluar peradilan pidana. Penuntut Umum Anak sebagai aparat fungsional dari Lembaga Kejaksaan Republik Indonesia merupakan salah satu bagian pelaksana sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa diversi di tingkat penuntutan dikatakan berhasil apabila para pihak mencapai kesepakatan, dan hasil kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk kesepakatan diversi. Namun diversi ditingkat penuntutan dikatakan gagal apabila tidak terjadi kesepakatan bersama antara pelaku dan korban. Implementasi Diversi Sebagai Suatu Perlindungan Bagi Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Pada Tingkat Penuntutan dilakukan oleh Penuntut Umum Anak yang bertindak sebagai fasilitator dan dilakukan dengan memanggil para pihak yaitu terdakwa, orang tua terdakwa, para korban (keluarga korban yang meninggal serta korban yang mengalami luka berat), perwakilan dari BAPAS, Penasihat Hukum yang mendampingi terdakwa. Kendala dalam pelaksanaan upaya diversi pada tingkat penuntutan antara lain : Kurangnya keahlian yang dimiliki seorang jaksa untuk menjadi fasilitator, belum tersedianya Ruang Khusus Anak, kurangnya pemahaman para pihak tentang pelaksanaan diversi, serta pengiriman berkas perkara dari penyidik ke kejaksaan terlalu dekat dengan habisnya masa penahanan
KLAUSULA EKSONERASI DAN KONSUMEN
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya manusia selalub saling berinteraksi, kegiatan interaksi tersebut sering melahirkan sebuah perjanjian, perjanjian dapat dibuat dalam bentuk lisan, namun pada umumnya sekarang perjanjian juga dibuat dalam bentuk tertulis, bahkan dengan alasan efesiensi untuk perjanjian yang bersifat umum maka perjanjian sering dibuat dalam bentuk sudah dibakukan dalam sebuah dokumen atau dapat dikatakan dengan bentuk perjanjian baku. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, Penelitian yang mengacu pada norma-norma yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan. Hasil dari penelitian artikel ini adalah Perjanjian yang mengandung cacat kehendak berarti tidak memenuhi syarat kesepakatan para pihak dalam membuat perjanjian, artinya perjanjian tersebut dapat dibatalkan. Kehadiran Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam hal ini adalah para konsumen Hal ini ditunjukkan dengan adanya larangan kepada para pelaku usaha mencantumkan klausula baku yang berisi pengalihan tanggung jawab atau klausul eksonerasi, lebih jauh lagi jika terdapat pencantuman klausula-klausula yang terdapat dalam larangan pada Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen tersebut maka mengakibatkan klausula tersebut batal demi hukum. Akan tetapi walaupun dapat berakibat batal demi hukum, tetap dalam penerapannya diperlukan adanya keberanian pihak konsumen untuk mengajukan gugatan pembatalan terhadap perjanjian yang mengandung eksonerasi tersebut
PENERAPAN NILAI KEADILAN GENDER DALAM PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI
AbstrakBanyaknya tindak pidana yang dilakukan oleh anak mengakibatkan adanya upaya guna mencegah dan menanggulanginya, salah satunya adalah penyelenggaraan Sistem Peradilan Pidana Anak (Juvenile Criminal Justice System). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU-SPPA) memberikan definisi berupa keseluruhan proses penyelesaian perkara anak yang berhadapan dengan hukum, mulai tahap penyelidikan sampai dengan tahap pembimbingan setelah menjalani pidana. UU-SPPA merumuskan diversi sebagai pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana keproses diluar peradilan pidana. Penuntut Umum Anak sebagai aparat fungsional dari Lembaga Kejaksaan Republik Indonesia merupakan salah satu bagian pelaksana sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa diversi di tingkat penuntutan dikatakan berhasil apabila para pihak mencapai kesepakatan, dan hasil kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk kesepakatan diversi. Namun diversi ditingkat penuntutan dikatakan gagal apabila tidak terjadi kesepakatan bersama antara pelaku dan korban. Implementasi Diversi Sebagai Suatu Perlindungan Bagi Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Pada Tingkat Penuntutan dilakukan oleh Penuntut Umum Anak yang bertindak sebagai fasilitator dan dilakukan dengan memanggil para pihak yaitu terdakwa, orang tua terdakwa, para korban (keluarga korban yang meninggal serta korban yang mengalami luka berat), perwakilan dari BAPAS, Penasihat Hukum yang mendampingi terdakwa. Kendala dalam pelaksanaan upaya diversi pada tingkat penuntutan antara lain : Kurangnya keahlian yang dimiliki seorang jaksa untuk menjadi fasilitator, belum tersedianya Ruang Khusus Anak, kurangnya pemahaman para pihak tentang pelaksanaan diversi, serta pengiriman berkas perkara dari penyidik ke kejaksaan terlalu dekat dengan habisnya masa penahanan
FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA
Bahwa selama ini yang terjadi dalam proses pelaksanaan pemerintahan desa di Indonesia hanya lebih terfokus pada kepala desa dan perangkat desa. Padahal dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, dinyatakan bahwa yang menjalankan fungsi pemerintahan desa bukan hanya Kepala Desa, tetapi juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD)..Kembalinya fungsi kontrol atas kekuasaan eksekutif desa, yang selama ini didominasi oleh kepala desa, sekarang fungsi kontrol atas kekuasaan eksekutif desa dijalankan oleh Badan Permusyaratan Desa (BPD) sebagai badan legislatif desa yang merupakan lembaga kepercayaan masyarakat. lahirnya Badan Permusyaratan Desa (BPD), dinilai sebagai institusi politik demokrasi di masyarakat pedesaaan sebagai pengganti LMD yang memberikan suasana baru dalam kehidupan demokrasi di desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Bagaimana fungsi Badan Permusyaratan Desa (BPD) dalam pelaksanaan kerja pemerintah Desa Krandon Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Menggunakan metode penelitian kualitatif penulis menggali lebih dalam bagaimana fungsi BPD itu sebenarnya di Desa Krandon ini. Dari hasil penelitian didapati bahwa fungsi BPD di Desa Krandon ini kurang optimal dan dapat dikatakan bahwa fungsi pengawasan BPD sangat berpengaruh dalam proses pemerintahan dan pembangunan. Disarankan perlu adanya koordinasi yang lebih baik lagi antara pemerintah Desa dan BPD, serta harus adanya penambahan anggaran khusus untuk BPD untuk menunjang operasionalnya.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR ALOIN PADA LIDAH BUAYA (ALOE VERA CHINENSIS)
Latar belakang: Lidah buaya memiliki berbagai senyawa-senyawa bioaktif yang apabila di olah menjadi minuman dapat menurunkan bahkan menghilangkan aktivitas antioksidannya. Tujuan : Untuk menganalisis aktivitas antioksidan dan kadar aloin pada lidah buaya segar, minuman komersil dan homemade. Metode: Aktivitas antioksidan diukur dengan metode 2,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan asam 2,2’-Azinobis(3-etilbenzatiazolin)-6-sulfonat (ABTS) dan pengujian kadar aloin menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography(HPLC) masing-masing tiga kali pengulangan. Hasil: Aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada lidah buaya segar, minuman komersil dan homemade berturut-turut adalah 10,54%, 1,58% dan 3,39%, sedangakn dengan metode ABTS adalah 8,30%, 1,24%, 2,67% sedangkan kadar aloin berturut-turut adalah 23791,97 ppm, 735,17 ppm, 1427,75 ppm. Simpulan : Aktivitas antioksidan dalam minuman komersil dan homemade menurun drastis Pengolahan melalui proses pencucian, pemanasan suhu tinggi serta penambahan gula menurunkan hampir 30% aktivitas antioksidan. Secara umum, minuman homemade memiliki aktivitas antioksidan sedikit lebih baik daripada minuman komersil. Metode DPPH menunjukan hasil yang lebih sensitif terhadap aktivitas antioksidan dibandingkan dengan ABTS. Kadar aloin berbanding lurus dengan aktivitas antioksidan
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: IMPLEMENTASI METODE 5S PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
5S merupakan sebuah metode perbaikan yang berasal dari Jepang dengan lima kata berbahasa Jepang (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Implementasi 5S bertujuan untuk mengatur lingkungan kerja yang tertib untuk meningkatkan keamanan , efisiensi, serta mengurangi kegiatan yang tidak bernilai tambah melalui pemantauan lingkungan yang terorganisir. Artikel ini memiliki tujuan untuk meninjau studi sebelumnya tentang manfaat Implementasi metode 5S dan efisiensinya dalam perusahaan manufaktur. Model yang dikembangkan dalam metode 5S ini dapat ditiru dalam kasus lain dikarenakan variabel yang digunakan adalah generik dan umum untuk sebagian besar jenis perusahaan manufaktur. Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode 5S ini merupakan metode yang efektif dan efisien untuk digunakan dalam meningkatkan kinerja perusahaan manufaktur. Sehingga metode 5S akan sangat mendukung tujuan perusahaan untuk mewujudkan continuous improvement dalam kinerja dan produktivitas
PENGARUH PEMBERIAN JAHE MERAH TERHADAP PERUBAHAN NYERI DISMINORHEA
Latar Belakang : Salah satu tanda pubertas untuk seorang wanita adalah terjadinyamenstruasi yang biasanya terjadi pada usia 10 - 17 tahun. Saat menjelang menstruasikebanyakan perempuan akan merasakan nyeri di perutnya. Disminore dapat diatasi denganterapi farmakologis dan non farmakologis, salah satunya dengan pemberian jahe merah.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jahe merahterhadap perubahan nyeri disminore pada santri di Pondok Pesantren Al-Istiqomah KudusTahun 2016. Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan quasy eksperimen PretestposttestNon Equivalent Control Group Design terhadap 32 santri di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kudus Tahun 2016 yang mengalami disminore berat sampai ringan. Analisapenelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil : Dari analisa perubahan nyeri disminoresebelum dan sesudah diberian jahe merah didapatkan hasil p = 0,000 (p < 0,05 ).Kesimpulan : Pemberian jahe merah berpengaruh untuk menurunkan nyeri disminore padasantri di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kudus Tahun 2016.AbstractBackground : One sign of puberty for women is menstruation which ussually occours at 10-17 years old. Before menstruation happend many women will feel the pain in her stomach.Dysmenorrhea can reduce with pharmacological therapy and non pharmacological therapy,one of them is giving red ginger.Objective : This research purpose to determine the effect ofred ginger to changes pain of dysmenorrhea of the students on Al-Istiqomah Boarding SchoolKudus 2016.Methodology : This research uses quasy experimental pretest-posttest controlgroup design non equivalent to 32 students at Al-Istiqomah Boarding School 2016 whoexperienced severe to mild. Analysis of this research using the wilcoxon test. Result : Fromthe analysis of changes pain of dysmenorrhea before and after given red ginger showp=0,000 (p<0,005) Conclusion : Giving of red ginger can reduce dysmenorrhea effect on thestudents at Al-Istiqomah Boarding School Kudus 2016