E Journal Resource Universitas Muhammadiyah Kudus
Not a member yet
781 research outputs found
Sort by
GAMBARAN HUBUNGAN PEMBERIAN NATA LIDAH BUAYA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA SINDROM METABOLIK
Latar belakang: Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular dan diabetes mellitus tipe 2 yang terdiri dari obesitas viseral, hipertensi, glukosa puasa tinggi, dan dislipidemia. Kadar glukosa darah memiliki peranan penting dalam patologi yang membentuk sindrom metabolik. Lidah buaya merupakan tanaman memiliki aktivitas biologis (antikanker, antioksidan, antiinflamasi, antihyperglycemic, antihypercholesterolemic dan antidiabetes).Tujuan: Melihat gambaran hubungan pemberian nata lidah buaya terhadap kadar glukosa darah pada sindrom metabolik.Metode: True experimental, open study randomized, pre-post-test,with control group design dengan kelompok perlakuan (n=19) dan kontrol (n=19) sindrom metabolik. Pemberian nata lidah buaya 165 g/hari (30 hari) pada kelompok perlakuan. Kedua kelompok diberikan edukasi tatalaksana gizi sindrom metabolik. Kadar glukosa darah diukur pre dan post). Analisis data menggunakan Paired t-test dan Wilcoxon-test untuk mengetahui perubahan sebelum dan sesudah intervensi. Independent t-test dan Mann-whitney-test digunakan untuk mengetahui selisih sebelum dan setelah pemberian antar kelompok.Hasil: Analisis pemeriksaan kadar glukosa puasa (p=0,001) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Pemeriksaan kadar glukosa puasa (p=0,001) sebelum dan sesudah intervensi nata lidah buaya menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.Kesimpulan: Pemberian nata lidah buaya terbukti bisa menurunkan kadar glukosa darah pada sindrom metabolik
THE EFFECT OF ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE ON THE REDUCTION OF PRIMARY DYSMENORRHEA AT MUHAMMADIYAH VOCATIONAL SCHOOL, PALEMBANG
AbstrakMenstruation is the process of bleeding from the uterus that occurs due to the shedding of the unfertilized uterine lining. During menstruation some women experience discomfort in their bodies, especially in the lower abdomen. Dysmenorrhea is pain in the lower abdominal muscles, radiating to the waist and inner thighs , before or during menstruation due to uterine muscle contractions. Dysmenorrhea occurs due to an increase in prostaglandins that trigger uterine muscle contractions, so that the blood vessels in the uterus narrow. Dysmenorrhea can cause a decrease in adolescent concentration while studying, affect activities and make learning achievement decline. Abdominal Stretching Exercise is a muscle stretching exercise in the abdomen to increase muscle strength, endurance, and flexibility so that it is expected to reduce dysmenorrhea . This research is a quantitative study using a Quasi-Experiment Design with a Pre-Test and Post-Test Non-Equivalent Control Group Design. Respondents in this study were 44 respondents consisting of 22 respondents as the intervention group and 22 respondents as the control group . The results showed that in the intervention group the mean pretest value was 6.45, while the mean posttest was 4.32. In addition, the mean value of the control pretest was 5.41, while the mean value of the control posttest was 4.46. Mark pValue of the intervention group (0.000) = 0.05 and pValue of the control group (0.000) = 0.05. Abdominal Stretching Exercise has an effect on reducing primary dysmenorrhea
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA DALAM KEGIATAN POSYANDU LANSIA
Latar Belakang : Menurus Bidang Pusat Statisti (BPS) Jumlah penduduk hasil sinkronisasi antara SP2020 per september 2020 adalah sejumlah 270,20 juta jiwa, sedangkan rilis dari hasil Kemendagri per desember 2020 adalah 271,35 juta jiwa. Laju pertumbuhan penduduk lansia menurut Kemenkes RI pada tahun 2019-2024 masuk di kategori Aging Society dengan jumlah lansia ≥ 7% total penduduk dan akan memasuki kategori Super Aged Society pada tahun 2045 dengan jumlah lansia ≥ 21 total penduduk (Kemenkes RI, 2020). Oleh karena itu kita harus melakukan antisipatif untuk lonjakan jumlah lansia dengan mempersiapkan sarana pelayanan kesehatan lansia.Tujuan : Untuk menjawab pertanyaan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia pada Posyandu lansiaMetode : Laporan ini merupakan suatu literature review, di dalamnya terdapat 10 artikel yang diambil dari data base komputer melalui International Journal of Caring Sciences dan Google Scholar.Kesimpulan : Faktor yang tidak berpengaruh dalam kunjungan lansia : Jenis kelamin. Faktor yang berpengaruh dalam kunjungan lansia : pekerjaan , pendidikan, pengetahuan , sikap. Ada perbedaan dari hasil penelitian yangdilakukan dari beberapa literatur, menurut penelitian Susilowati, Rixi dan Nina menunjukan dukungan keluarga berpengaruh dalam kunjungan lansia. Sedangkan menurut penelitian Ni Putu menyatakan tidak ada pengaruh antara dukungan keluarga dengan kunjungan posyandu lansia. Sedangkan untuk kategori umur ada perbedaan antara penelitian yan dilakukan oleh Nina (2014) yang menyebutkan ada pengaruh antara usia dengan kunjungan lansia dalam posyandu lansia. Dan menurut penelitian yang dilakukan oleh Susilowati (2014) menyebutkan tidak ada pengaruh antara usia dan kunjungan lansia
DUKUNGAN SPIRITUALITAS KELUARGA
Latar Belakang: Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat//Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). COVID-19 telah banyak menelan korban jiwa, banyak orang harus kehilangan orang-orang yang dikasihi akibat terkonfirmasi Covid-19. Kebutuhan spiritualitas pada pasien terkonfirmasi Covid-19 merupakan hal yang sangat penting karena dapat mempengaruhi proses penyembuhan dari penyakit yang dideritanya. Keluarga memiliki peran yang sangat strategis dalam memberikan dukungan bahkan sebagai motivator yang baik untuk menjadi pusat pembentukan rohani antar anggota keluarga dalam membangun kebutuhan spiritualitas bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.Tujuan: Mengeksplorasi Dukungan Spiritualitas Keluarga Dalam Penyembuhan Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Di Desa Pasti Jaya Bengkayang Kalimantan Barat.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 6 orang partisipan .Hasil: Hasil penelitian ditemukan 3 tema: Takut, sedih dan khawatir, Keluarga sebagai motivator dalam membangun kebutuhan spiritualitas pasien terkonfirmasi Covid-19, Berdoa bersama, Membaca ayat Alkitab, membagi renungan Firman Tuhan. Kesimpulan: Keluarga merasa takut, sedih dan khawatir saat pertama kali mendapat kabar bahwa salah satu anggota keluarga dinyatakan positif Covid, Keluarga sebagai motivator dalam membangun kebutuhan spiritualitas pasien terkonfirmasi Covid-19, Ada dukungan spiritualitas Keluarga terhadap penyembuhan pasien terkonfirmasi Covid-19 adalah dengan berdoa bersama, membaca ayat Alkitab, membagi renungan Firman Tuhan secara onlin
EFEKTIFITAS SENAM PILATES MENGGUNAKAN BIRTHING BALL TERHADAP PENINGKATAN SELF EFFICACY PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS BATU ANAM KECAMATAN SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN
AbstrakLatar Belakang: Kehamilan didefenisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi dan implantasi. Lowe (2010) menyebutkan bahwa Ibu yang pernah melahirkan sebelumnya (multipara) memiliki efikasi diri yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang melahirkan untuk pertama kalinya. Peningkatan efikasi diri telah mendapatkan perhatian yang cukup tinggi karena bisa berdampak pada kesehatan ibu dan anak bahkan hingga kesediaan ibu menyusui bayinya dikaitkan dengan efikasi dirinya. Tujuan: mengkaji Efektifitas senam Pilates menggunakan Birthing Ball terhadap peningkatan Self Efficacy Pada ibu hamil trimester III. Metode: yaitu dengan menggunakan rancangan Quasi Exprimental dengan pendekatan pretest-posttest grup design. Pretest dilakukan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol mengenai Self efficacy pada kehamilan Trimester III sebelum pelaksanaan senam pilate dengan menggunakan birthing ball, dan post test dilakukan selama 1 jam, lalu akan dibandingkan kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Hasil: pengaruh senam pilates mengggunakan birth ball terhadap peningkatan self efficacy pada kehamilan trimester III. pada kelompok intervensi derajat self efficacy yang tergolong tinggi sebesar 12%, sedangkan pada kelompok kontrol 29%. Setelah intervensi diberikan derajat self efficacy menunjukkan ada perbedaan yang bermakna (p<0,05), dimana pada kelompok intervensi yang tergolong self efficacy tinggi sebesar 94% dan pada kelompok kontrol sebesar 47%.. Dapat dipromosikan dan dijadikan sebagai altematif senam hamil di unit pelayanan kebidanan, terutama pada unit pelayanan tingkat dasar sehingga dapat meningkatkan self efficacy semua ibu hamil dan dapat memanfaatkan pelayanan tingkat dasar lebih maksimal dan kolaborasi strategi yang efektif dan efisien antar petugas kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan asuhan kebidanan yang berbasis.Kata Kunci: Pilates, Birthing Ball, Self Efficacy AbstractBackground: Pregnancy is defined as fertilization or union of spermatozoa and ovum and continued with nidation and implantation. Lowe (2010) states that mothers who have given birth before (multipara) have higher self-efficacy than those who give birth for the first time. Increased self-efficacy has received high attention because it can have an impact on the health of mothers and children and even the willingness of mothers to breastfeed their babies is associated with self-efficacy. Objective: to examine the effectiveness of Pilates exercise using Birthing Ball to increase Self Efficacy in third trimester pregnant women. Method: by using Quasi Experimental design with pretest-posttest group design approach. The pretest was carried out in the intervention group and the control group regarding self-efficacy in the third trimester of pregnancy before the implementation of pilate exercise using a birthing ball, and the post-test was carried out for 1 hour, then the intervention group and the control group would be compared. Result: the effect of pilates exercise using a birth ball on increasing self-efficacy in the third trimester of pregnancy. in the intervention group the degree of self-efficacy which is classified as high is 12%, while in the control group it is 29%. After the intervention was given the degree of self-efficacy showed there was a significant difference (p<0.05), where in the intervention group classified as high self-efficacy it was 94% and in the control group it was 47%. Can be promoted and used as an alternative to pregnancy exercise in the unit. midwifery services, especially at the basic level service units so that they can increase the self-efficacy of all pregnant women and can make maximum use of basic level services and effective and efficient strategic collaborations between health workers to improve the quality of midwifery-based care services.Keywords: Pilates, Birthing Ball, Self Efficac
PENGARUH MINUMAN KUNYIT ASAM JAWA TERHADAP DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI
Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa yang ditandai dengan perubahan baik fisik maupun psikis, salah satu perubahan fisik pada remaja adalah menstruasi. Menstruasi terjadi akibat terlepasnya lapisan endometrium. Salah satu gangguan menstruasi yang sering terjadi adalah dismenore. Dismenore primer adalah nyeri menstruasi tanpa ditemukan keadaan patologi pada panggul atau alat kandungan. Dismenore primer menimbulkan dampak emosional, meningkatkan angka ketidakhadiran siswi di kelas, aktivitas belajar terganggu dan konsentrasi belajar menurun. Dismenore primer dapat diatasi dengan terapi non farmakologi salah satunya dengan memberikan minuman kunyit asam jawa. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh minuman kunyit asam jawa terhadap dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 10 Palembang. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan quasy eksperimen. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 72 responden yang terbagi kedalam 2 kelompok 36 responden kelompok eksperimen 36 responden kelompok kontrol, menggunakan tekhnik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Dari uji statistik median pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama yaitu 5.00 dan median posttest kelompok eksperimen 1.00 sedangkan median posttest kelompok kontrol 3.00. Perbedaan pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama yaitu p value (0.000)<0,05. Perbedaan pengaruh intervensi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol p value (0.000)<0,05. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian minuman kunyit asam jawa terhadap dismenore primer pada remaja putri SMA Negeri 10 Palembang.Background: Adolescence is a period of transition or transition from childhood to adulthood which is marked by changes both physically and psychologically, one of the physical changes in adolescents is menstruation. Menstruation occurs as a result of the shedding of the endometrial lining. One of the most common menstrual disorders is dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea is menstrual pain without any pathology found in the pelvis or uterus. Primary dysmenorrhea has an emotional impact, increasing student absenteeism in class, disrupting learning activities and decreasing learning concentration. Primary dysmenorrhea can be overcome by non-pharmacological therapy, one of which is by giving tamarind turmeric drink. Objectives: To determine the effect of tamarind turmeric drink on primary dysmenorrhea in adolescent girls at SMA Negeri 10 Palembang. Methods: This research was a quantitative research with quasy-experimental. The population in this study were 72 respondents who were divided into 2 groups, 36 respondents in the experimental group, 36 respondents in the control group, using simple random sampling technique. The research instrument used the Numeric Rating Scale (NRS). Results: From the statistical test the median pretest of the experimental group and the control group was the same, namely 5.00 and the median posttest of the experimental group was 1.00 while the median of the posttest of the control group was 3.00. The difference between the pretest and posttest of the experimental group and the control group was the same, namely p value (0.000) <0.05. The difference in the effect of the intervention on the experimental group and the control group p value (0.000) <0.05. Conclusion: There is an effect of giving tamarind turmeric drink to primary dysmenorrhea in adolescent girls at SMA Negeri 10 Palembang
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI POSYANDU SEROJA DESA SAMBIYAN REMBANG
Abstrak Latar Belakang :Dampak utama peningkatan lansia ini adalah peningkatan ketergantungan lansia, untuk itu diharapkan lansia dapat memiliki kualitas hidup yang baik dan dapat hidup mandiri sehingga bisa mengurangi angka ketergantungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia adalah interaksi sosial dan fungsi keluarga. Interaksi sosial memainkan peranan amat penting pada kehidupan lanjut usia. Hal ini dikarenakan pada usia lanjut, para lanjut usia mengalami penurunan kemampuan tubuh dan panca indera. Fungsi keluarga sangat efektif dalam meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan status kesehatan individu di masyarakat pada lansia. Tujuan :Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Interaksi Sosial dan Fungsi Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Lansia di Posyandu Seroja Desa Sambiyan Rembang. Metode :Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian analitik dengan Pendekatan Cross Sectional. Aadapun teknik pengumpulan sampel yang digunakan adalah metode Simple Random Sampling dengan jumlah populasi di desa sebanyak 70 dan sampel sebanyak 60 responden. Analisa bivariat menggunakan uji spearman rho dan instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil :Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup pada lansia di Desa Sambiyan Rembang karena nilai p-value 0.003 < (α = 0.05). Ada hubungan antara fungsi keluarga dengan kualitas hidup pada lansia di Desa Sambiyan Rembang karena nilai p-value 0.003 < (α = 0.05). Kesimpulan :Ada hubungan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup pada lansia di Posyandu Seroja Desa Sambiyan Rembang. Ada hubungan antara fungsi keluarga dengan kualitas hidup pada lansia di Posyandu Seroja Desa Sambiyan Rembang.Kata Kunci : Interaksi Sosial, Fungsi Keluarga, Kualitas Hidup Abstract Background:The main impact of this increase in the elderly is an increase in the dependence of the elderly, for that it is hoped that the elderly can have a good quality of life and can live independently so that they can reduce the number of dependence. The factors that affect the quality of life of the elderly are social interactions and family functions. Social interaction plays a very important role in the life of the elderly. This is because in old age, the elderly experience a decrease in the ability of the body and the five senses. Family function is very effective in improving the quality of life and improving the health status of individuals in the community in the elderly. Objective: Thepurpose of this study was to determine the relationship between social interaction and family function with quality of life in the elderly at the Seroja Posyandu, Sambiyan Village, Rembang. Methods:This study uses quantitative research methods. Analytical research method with Cross Sectional Approach. The sample collection technique used is the Simple Random Sampling method with a population of 70 villages and a sample of 60 respondents. Bivariate analysis using Spearman Rho test and the instrument used is a questionnaire sheet. Results:The results showed that there was a relationship between social interaction and quality of life in the elderly in Sambiyan Village, Rembang because the p-value was 0.003 < (α = 0.05). There is a relationship between family function and quality of life in the elderly in Sambiyan Village, Rembang because the p-value is 0.003 < (α = 0.05). Conclusion :There is a relationship between social interaction and quality of life in the elderly at the Seroja Posyandu, Sambiyan Village, Rembang. There is a relationship between family function and quality of life in the elderly at the Seroja Posyandu, Sambiyan Village, Rembang.Keywords : Social Interaction, Family Function, Quality of Life
PENERAPAN SENAM OTAK (BRAIN GYM) TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN DIMENSIA
Latar Belakang:.Dimensia merupakan gejala menurunya daya ingat, berfikir, berperilaku, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari – hari. Hilangnya kapasitas intelektual pada dimensia tidak hanya pada memori tetapi juga pada kognitif dan kepribadian. Salah satu upaya pencegahan kognitif pada dimensia pada lansia adalah dengan melakukan senam otak.Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penerapan senam otak (Brain Gym) terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia dengan dimensia.Metode: Laporan ini merupakan suatu literature review, di dalamnya terdapat 5 jurnal yang diambil dari data base komputer melalui International Journal of Caring Sciences dan Google Scholar yang membahas tentang senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia dengan dimensia.Kesimpulan: Senam otak sebagai gerakan akivitas tubuh dapat memperlancar aliran darah serta suplai oksigen ke otak sehingga dapat mempertahankan kebugaran dan kesehatan otak. Melakukan latihan senam otak secara teratur dapat mengaktifkan kembali pusat kewaspadaan di otak sehingga memperbaiki kembali kondisi orang yang pelupa. Senam otak secara teratur berdampak positif pada peningkatan fungsi kognitif pada lansia.Background:Dimension is a symptom of decreased memory, thinking, behavior, and ability to perform daily activities. The loss of intellectual capacity in dementia is not only in memory but also in cognitive and personality. One effort to prevent cognitive dementia in the elderly is to do brain exercises.Objective: To determine the effectiveness of the application of brain exercise (Brain Gym) on improving cognitive function in the elderly with dementia.Methods: This report is a literature review, in which there are 5 journals taken from a computer database through the International Journal of Caring Sciences and Google Scholar which discuss brain exercise on cognitive function in the elderly with dementia.Conclusion: Brain exercise as a body activity movement can improve blood flow and oxygen supply to the brain so that it can maintain brain fitness and health. Doing brain exercise regularly can reactivate the alert center in the brain, thereby improving the condition of forgetful people. Regular brain exercise has a positive impact on improving cognitive function in the elderly
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERIAN MAKANAN SEIMBANG DAN STUNTING MASSAGE
Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka stunting hingga mencapai 40% pada tahun 2025 (WHO, 2016). Kejadian balita stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir yaitu pada tahun 2015, 2016 dan 2017, stunting memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2019). Penyebab dari Stunting diantaranya adalah faktor dari lingkungan seperti sanitasi yang buruk, faktorekonomi, factor dari ibu yaitu praktik pengasuhan gizi yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan masa kehamilan serta setelah ibu melahirkan, serta faktor dari bayi dan balita yaitu Berat Bayi Lahir Rendah (Ramayulis et al., 2018). Pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan tentang Stunting dan Mempraktekkan Stunting Massage yang bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengertian dalam upaya pencegahan angka penurunan Stunting bayi dan balita
PENGARUH KARAKTERISTIK KELUARGA DAN DUKUNGAN TOKOH MASYARAKAT TERHADAP INDEKS KELUARGA SEHAT (IKS) DI WILAYAH KECAMATAN KEBONAGUNG KABUPATEN DEMAK
Keluarga sehat merupakan kunci penerus bangsa yang cemerlang. Keluarga sehat dapat dicapai dengan memperhatikan kesehatan ibu dan anak, kondisi penyakit menular dan tidak menular, lingkungan rumah dan sekitarnya, kesehatan jiwa, serta gaya hidup. Tujuan penelitian ini untuk menguji secara empiris pengaruh karakteristik keluarga dan dukungan tokoh masyarakat terhadap Indeks Keluarga Sehat (IKS) di wilayah Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh keluarga yang berada di Wilayah Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak pada Bulan Juli-Agustus 2021 sebanyak 11.200 keluarga dengan sampel 386. Analisis data menggunakan analisa unvariat, analisa bivariat dan analisa multavariat. Hasil penelitian ini adalah variabel bebas yaitu umur kepala keluarga, tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat pendidikan ibu, jumlah anggota keluarga, tingkat pendapatan keluarga, dan dukungan tokoh masyarakat setelah dilakukan uji hubungan seperti yang telah dilakukan di atas, terdapat 3 (tiga) variabel yang terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel terikat yaitu variabel tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat pendidikan ibu dan dukungan tokoh masyarakat dengan Indeks Keluarga Sehat (IKS) di Wilayah Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak dengan nilai p < 0.05 yaitu pada p = 0.001 (tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat pendidikan ibu) dan p = 0.000 (dukungan tokoh masyarakat). Secara simultan dapat diketahui nilai p < 0.05 yaitu pada p = 0.001. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel umur kepala keluarga, tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat pendidikan ibu, jumlah anggota keluarga, tingkat pendapatan keluarga, dan dukungan tokoh masyarakat secara simultan memiliki pengaruh terhadap Indeks Keluarga Sehat (IKS) di Wilayah Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak