Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (INAJOG)
Not a member yet
    904 research outputs found

    Mesothelin versus Ca125 in Screening the Ovarian Malignancy

    Get PDF
    Objective: To determine the sensitivity and specificity of mesothelin compared with Ca-125 as a tumor marker in predicting ovarian malignancy. Method: The cross sectional study design with diagnostic tests was conducted in 30 samples of patients undergoing elective laparotomy due to ovarian tumor. We compared the sensitivity and specificity between mesothelin and Ca-125, then the data were analyzed using SPSS software version 22.0. Result: According to the ROC curve analysis, optimal sensitivity and specificity value of mesothelin was 63.2% and 54.5% at a cut-off point of 0.45 pg/ml; or 42.1% and 72.7% at a cut-off point of 0.55 pg/ml. While the value of both optimal sensitivity and specificity of Ca-125 was 73.7% and 63.6% at a cut-off point of 46.63 U/ml. Conclusion: Mesothelin and Ca-125 are not different significantly for the AUC value of 50%. Due to higher sensitivity and specificity of Ca-125 than mesothelin, Ca-125 is still used as tumor marker for screening the ovarian malignancy. [Indones J Obstet Gynecol 2016; 4-2: 107-110] Keywords: Ca-125, mesothelin, ovarian malignanc

    Hubungan antara Penyakit Radang Panggul Asimptomatik dengan Ekspresi Integrin αvβ3 Endometrium Fase Luteal Madya pada Wanita Infertil

    Get PDF
    Tujuan: Mengetahui gambaran integrin αvβ3 endometrium wanita infertilitas dan kaitannya dengan penyakit radang panggul (PRP) asimptomatik pada saat fase luteal madya. Rancangan: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang. Bahan dan cara kerja: Penelitian dilakukan pada 32 orang pasien infertilitas yang datang ke klinik Yasmin RSCM kemudian dilakukan biopsi endometrium pada hari ke 19 - 21 dan pemeriksaan progesteron hari ke 21 siklus haid. Hasil biopsi dianalisa untuk dating endometrium, pemeriksaan imunohistokimia di Makmal terpadu RSCM - FKUI (Hasil pewarnaan dievaluasi untuk mendapatkan HSCORE) dan untuk penilaian endometritis histologik di Laboratorium Patologi FKUI. Hasil: Dari 32 sampel biopsi endometrium didapatkan ekspresi integrin αvβ3: (25%) dengan intensitas lemah, (50%) dengan intesitas sedang dan (25%) dengan intesitasnya kuat. Pada 16 (50%) sampel terbukti endometritis dengan 15 (93,8%) sampel ekspresi integrin αvβ3 endometrium adalah lemah - sedang dan 1 (6,3%) sampel ekspresi integrin αvβ3 endometrium adalah kuat, pada uji t tidak berpasangan didapatkan nilai t = -2,631; df = 30 dan nilai p = 0,013. Kesimpulan: Endometritis pada wanita infertilitas dengan PRP asimtomatik, mungkin memiliki hubungan dengan lemahnya ekspresi αvβ3 integrin endometrium pada populasi infertilitas wanita. [Maj Obstet Ginekol Indones 2006; 30-4: 229-33] Kata kunci: integrin αvβ3 endometrium, Penyakit radang panggul (PRP) asimptomatik, Infertilitas, Fase luteal mady

    Efusi Pleura Unilateral pada penderita Sindroma Hiperstimulasi Ovarium dalam Program Fertilisasi Invitro (Laporan Kasus)

    Get PDF
    Tujuan: Melaporkan kasus efusi pleura unilateral pada penderita OHSS. Rancangan/rumusan data: Laporan kasus. Tempat: Klinik fertilitas rumah sakit rujukan tersier. Hasil: Seorang wanita usia 32 tahun yang menderita OHSS. Faktor risiko pada kasus ini adalah ovarium polikistik, usia 4300 pg/mL. Saat diketahui respons ovarium yang berlebih, dilakukan penurunan dosis FSH. Terjadi efusi pleura unilateral dan asites minimal 11 hari pasca penyuntikan r-hCG, sehingga perlu dilakukan perawatan intensif dan pemasangan water-sealed drainage (WSD). Dilakukan pemberian albumin intravena yang disesuaikan dengan perkembangan kadar albumin darah harian. Setelah dirawat selama 15 hari pasien dipulangkan dalam keadaan baik. Kesimpulan: Pada kasus ini telah dilakukan monitoring stimulasi secara hormonal dan ultrasonografi serta upaya-upaya pencegahan lain. Namun demikian, OHSS tetap terjadi sehingga diperlukan kombinasi terapi suportif dan bedah. [Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-3: 174-9] Kata kunci: fertilisasi invitro, sindroma hiperstimulasi ovarium, efusi pleura unilatera

    Contraception as an Important Entry Point in Accessing an Integrated Reproductive Health Care: Evidence From Three Provinces in Indonesia

    Get PDF
    Tujuan: Mencari fakta dari studi fisibilitas/studi kelayakan penggunaan kontrasepsi (pelayanan KB) sebagai entri poin aplikasi pelayanan kesehatan reproduksi terpadu di Indonesia. Bahan dan cara kerja: Data dikumpulkan dari tahun 2001 hingga 2004 di tiga kota dengan tiga propinsi yang berbeda, menggabungkan observasi terhadap peningkatan kemampuan konseling dan pemeriksaan klinis secara keseluruhan dengan menggunakan dokumentasi berbasis komunitas dari kegiatan outreach (outreach education) terhadap komunitas target. Target komunitas pertama yaitu para pekerja pabrik muda dan tidak menikah di Batam, Provinsi Riau; kedua, perempuan perajin gerabah (pembuat barang-barang tembikar) di Pulau Lombok; dan ketiga ibu rumah tangga yang tinggal di pemukiman kumuh di antara dua wilayah pelacuran di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Di setiap tempat, studi dilakukan bersama organisasi mitra yang berbeda, seperti: Yayasan Mitra Kesehatan dan Kemanusiaan (Batam), Pusat Informasi Kesehatan dan Perlindungan Keluarga (Lombok) dan Yayasan Hotline Surabaya. Hasil: Di Batam, outreach mencakup 3.740 orang dalam 237 kunjungan klinis. Di Lombok menjangkau 1.502 perempuan dalam 183 pelayanan klinis. Surabaya, Jawa Timur, jumlah perempuan yang terjangkau sebanyak 1.313 orang dalam 869 pemeriksaan kesehatan reproduksi. Kesimpulan: Kontrasepsi sangat efektif sebagai entri poin sebelum menyentuh isu sensitif seperti tentang Infeksi Saluran Reproduksi/Infeksi Menular Seksual (ISR/IMS), masalah psikologi remaja (pacaran, perilaku berisiko, dan kehamilan yang tidak direncanakan). Hasil studi memperlihatkan bahwa faktor eksternal berpengaruh pada fisibilitas/ kelayakan pilot project di masa mendatang. Penjelasan tentang faktorfaktor eksternal tersebut akan dijelaskan pada paper lengkap. [Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-4: 236-42] Kata kunci: kontrasepsi, kesehatan reproduks

    Perbandingan efektivitas dan keluhan efek samping pada penggunaan Dioktil Sodium Sulfosuksinat (DSS)-Sorbitol dan Klisma Gliserin untuk persiapan pra-operasi di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Get PDF
    Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan antara pemakaian DSSSorbitol dengan klisma gliserin untuk persiapan pra-operasi dalam hal efektivitas, kenyamanan dan keluhan (efek samping) yang ditimbulkan keduanya. Rancangan/rumusan data: Uji klinis tersamar tunggal. Bahan dan cara kerja: Penelitian ini dimulai pada tanggal 1 April 2006 selama 6 bulan, dilakukan pada 180 orang pasien yang akan menjalani pembedahan elektif di departemen obstetri dan ginekologi RSCM, dibagi atas 2 kelompok yaitu kelompok yang diberi DSS-Sorbitol (90 orang) dan kelompok yang dilakukan klisma gliserin (90 orang). Pengambilan sampel dilakukan secara random. Setelah perlakuan, pasien ditanyakan keluhannya dan dicatat pada kuesioner kemudian selama operasi berlangsung dilakukan pengamatan dan pencatatan apakah ada feses yang keluar di meja operasi. Hasil: Pada kelompok gliserin didapatkan 3 pasien (3,3%) keluar feses saat operasi sedangkan pada kelompok DSS-Sorbitol didapatkan 1 pasien (1,1%). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok. Hampir sebagian besar pasien merasa nyaman dengan pemberian DSS-Sorbitol (81 orang) hanya 9 orang yang menyatakan tidak nyaman. Sedangkan pada kelompok gliserin terdapat 30 orang yang merasa tidak nyaman dan perbedaan ini sangat bermakna {p = 0.000; OR = 4.50 (1.99 - 10.18)}. Terdapat 58 pasien (32,2%) yang mengeluh saat dilakukan klisma atau pemberian DSS-Sorbitol dengan 9 orang diantaranya mempunyai keluhan lebih dari satu (8 orang dari kelompok gliserin dan 1 orang dari kelompok DSS-Sorbitol). Dari 58 pasien tersebut, 42 orang di antaranya diberikan gliserin (46,7%) dan sisanya, 16 orang diberikan DSS-Sorbitol (17,8%). Keluhan yang paling banyak adalah mulas, dikeluhkan oleh 40 pasien dari kelompok gliserin dan 10 pasien dari kelompok DSS-Sorbitol. Keluhan yang lain adalah mual (2 dari kelompok DSS-Sorbitol, 1 dari kelompok gliserin), pusing (2 dari kelompok DSS-Sorbitol, 1 dari kelompok gliserin), dan feses tidak keluar (1 dari kelompok DSS-Sorbitol, 3 dari kelompok gliserin) ditemukan pada kedua kelompok sedangkan keluhan kembung (3 orang), feses berdarah (3 orang) dan alat panas (1 orang) hanya ditemukan pada kelompok gliserin. Sebanyak 114 pasien menyatakan bersedia untuk diulangi persiapan pra-operasi pembersihan rektum ini, dengan proporsi lebih banyak yang bersedia dari kelompok DSS-Sorbitol, tetapi perbedaan tersebut tidak bermakna. Dari perhitungan statistik ternyata kesediaan pasien untuk diberikan kembali klisma gliserin atau DSS-Sorbitol sangat dipengaruhi oleh rasa nyaman dan keluhan yang ditimbulkan oleh masingmasing cara. Kesimpulan: Pemakaian klisma gliserin sama efektifnya dengan pemberian DSS-Sorbitol, namun pemberian DSS-Sorbitol lebih nyaman dan menimbulkan keluhan yang lebih sedikit. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-1: 55-62] Kata kunci: DSS-Sorbitol, gliserin, persiapan pra-operas

    Pengaruh isoflavone genistein dan daidzein ekstrak tokbi (Pueraria lobata) strain Kangean terhadap jumlah osteoblas dan osteoklas Rattus Novergicus Wistar hipoestrogenik

    Get PDF
    Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian isoflavone genistein dan daidzein (IGD) ekstrak tokbi (Pueraria lobata) strain Kangean terhadap jumlah osteoblas (OBL) dan osteoklas (OKL) Rattus novergicus Wistar hipoestrogen. Bahan dan cara kerja: Penelitian eksperimental ini diawali dengan studi pendahuluan untuk menentukan konsentrasi IGD dalam ekstrak tokbi dan membuat model tikus hipoestrogen. Menggunakan 28 tikus betina, 6 tikus normal sebagai kelompok pertama dan 22 tikus hipoestrogen dibagi menjadi 4 kelompok sebagai kelompok 2, 3, 4, dan 5. Kelompok tikus hipoestrogen terdiri dari 6 tikus ovariektomi (OVX), 5 tikus OVX diberi IGD (OVX + IGD) 15 mg/kg BB/hari, 5 tikus OVX + IGD 30 mg/kg BB/hari, dan 6 tikus (OVX + IGD) 60 mg/kg BB/hari. Semua kelompok diterapi selama 21 hari. Parameter yang digunakan adalah jumlah OBL dan OKL. Hasil: Satu ml ekstrak Pueraria lobata mengandung 282,53 ppm IGD dengan komposisi 231,11 ppm daidzein dan 51,41 ppm genistein. Didapatkan perbedaan bermakna jumlah OBL dan OKL antara kelompok OVX dan OVX + IGD pada semua dosis (p < 0,05). Jumlah OBL terbesar dan OKL terkecil terdapat pada kelompok OVX + IGD 30 mg/ kg BB/hari. Kesimpulan: IGD dari ekstrak Pueraria lobata dapat meningkatkan OBL dan menurunkan OKL pada semua dosis, terutama dosis 30 mg/ kg BB/hari. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-3: 148-52] Kata kunci: isoflavone, genistein, daidzein, tokbi, osteoblas, osteoklas, hipoestrogen

    Pengaruh pemberian preparat sitrulin-malat terhadap konsentrasi asam laktat ibu bersalin

    Get PDF
    Tujuan: Melihat perubahan konsentrasi asam laktat saat persalinan dan masa pemulihan ibu bersalin dengan pemberian preparat sitrulinmalat. Tempat: RSB. Budi Kemuliaan, Jakarta. Rancangan/rumusan data: Uji klinis dengan randomisasi. Bahan dan cara kerja: Penelitian dilakukan pada 44 pasien. Pada kelompok perlakuan (sitrulin-malat) pasien diberi minuman mengandung preparat sitrulin malat 1 gr kemudian diulang tiap 3 jam. Intervensi secara single blind. Pemeriksaan serial konsentrasi asam laktat, yaitu pada saat pasien masuk rumah sakit (PK I aktif) diulang setiap 4 jam, PK II, tali pusat dan 30’ setelah PK II. Pemantauan kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf. Hasil: Pasca–pemberian sitrulin-malat, luaran persalinan yaitu lama persalinan, mobilisasi, risiko HPP, dan luaran neonatus tidak didapat perbedaan hasil yang secara statistik bermakna pada kedua kelompok. Pada pengukuran konsentrasi asam laktat yang diambil dari tali pusat tidak didapat perbedaan nilai rata-rata yang bermakna begitu juga pada nilai skoring apgar. Tidak didapat perbedaan nilai konsentrasi asam laktat PK II dan 30 menit postpartum pada kedua kelompok. Namun nilai konsentrasi asam laktat rata-rata yang diukur pada 30 menit pascapersalinan yaitu pada kelompok sitrulin-malat didapat lebih rendah. Peningkatan konsentrasi asam laktat pada PK I hingga PK II didapat lebih rendah pada kelompok sitrulin-malat. Sedangkan pada saat PK II hingga 30 menit postpartum tampak bahwa penurunan konsentrasi asam laktat pada kelompok sitrulin-malat lebih besar daripada kelompok kontrol. Kesimpulan: Pemberian sitrulin-malat pada ibu bersalin dapat mengurangi perubahan konsentrasi asam laktat secara bermakna pada persalinan dan pemberian sitrulin-malat pada ibu bersalin mempunyai potensi mengurangi kejadian asidosis laktat yang dapat menyebabkan kelelahan ibu pada masa pemulihan. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-4: 185-92] Kata kunci: sitrulin-malat, konsentrasi asam laktat, persalinan

    N/A

    Get PDF
    N/

    Hubungan penguasaan kompetensi Asuhan Persalinan Normal (APN) dengan pengetahuan dan sikap bidan dalam pelaksanaan pertolongan persalinan normal di Kabupaten Jombang, Jawa Timur

    Get PDF
    Tujuan: Memperoleh informasi mengenai hasil Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) pada bidan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Rancangan/rumusan data: Rancangan penelitian ini menggunakan metode survei eksplanatoris, terhadap pengetahuan dan sikap bidan dalam pelaksanaan pertolongan persalinan normal. Data dikumpulkan secara potong silang. Subjek penelitian 199 orang responden. Analisis data menggunakan prosedur analisis korelasi rank-Spearman, uji Mann-Whitney dan uji Fisher. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan berkorelasi positif dengan tingkat pendidikan: (r = 0,233; p = 0,01). Sikap berkorelasi positif dengan masa kerja (r = 0,161; p = 0,02) dan pengetahuan bidan (r = 0,3595; p = 0,00). Kompetensi bidan pasca APN berpengaruh secara bermakna terhadap pengetahuan (p < 0,05) dan sikap bidan dalam pelaksanaan pertolongan persalinan normal (p < 0,01). Kesimpulan: Pengaruh APN dalam penguasaan kompetensi terhadap perubahan pengetahuan dan sikap bidan dalam memberikan pelayanan tampak jelas. Perlu penelitian lebih lanjut dengan melihat beberapa faktor lain yang relevan untuk menjawab peran bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak secara umum. [Maj Obstet Ginekol Indones 2009; 33-1: 3-7] Kata kunci: kompetensi bidan, asuhan persalinan normal, pengetahuan dan sika

    Laparoskopi Oklusi Tuba Anestesi Lokal (LOTAL)

    Get PDF
    Tujuan: Untuk mengevaluasi ’Laparoskopi Oklusi Tuba dengan Anestesi Lokal’ (LOTAL) sebagai sterilisasi perempuan di RS Setjonegoro Wonosobo Jawa Tengah. Bahan/cara kerja: Penelitian analitis deskriptif bersumber dari data sekunder pada 666 kasus LOTAL di RS Setjonegoro Wonosobo Jawa Tengah dalam periode 2007. Kanula Rubin dimasukkan ke serviks uteri, pasien Trendelenburg dalam posisi lithotomi. Anestesi lokal dengan Lidocain 1% 10 ml disuntikkan sub-umbilikal. Pneumoperitoneum dilakukan dengan memasukkan gas CO2 2,5 liter ke dalam rongga perut. Sterilisasi Laparoskopi dilakukan dengan satu sayatan subumbilikal, dan tuba dilakukan oklusi dengan menggunakan cincin Fallope atau elektrokauter bipolar. Hasil: Selama tahun 2007 LOTAL dikerjakan pada 666 kasus dengan periode interval tanpa mondok. Dalam periode yang sama dilakukan tubektomi dengan metode bedah terbuka 22 dan vasektomi 26 kasus. Waktu rata-rata 10 - 15 menit. Kehamilan terjadi pada satu kasus (0,15%). Sebagian besar kasus pulang 2 jam pascatindakan. Tidak ditemukan kematian dan komplikasi yang berarti. Kesimpulan: LOTAL cukup aman, efektif dan akseptabel sebagai sterilisasi perempuan. [Maj Obstet Ginekol Indones 2009; 33-1: 56-60] Kata kunci: LOTAL, angka kegagalan kehamilan, sterilisasi perempua

    815

    full texts

    904

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (INAJOG)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇