Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (INAJOG)
Not a member yet
904 research outputs found
Sort by
Chlamydia Trachomatis Infection and Ectopic Pregnancy: Infeksi Chlamydia Trachomatis dan Kehamilan Ektopik
Objective: To determine the relationship of Chlamydia trachomatis infection in patient with ruptured ectopic pregnancy through examination of endocervical swabs, tubal tissue using Polymerase chain reaction (PCR) and Enzyme linked immunoabsorb and assay (ELISA) serum IgG antibodies Specific to Chlamydia trachomatis.Method: This study was an observational analytic study with a cross sectional study design. In this study, there were 50 participants consisting of 25 ruptured ectopic pregnancy patients and 25 non-ruptured ectopic pregnancy patients who underwent treatment at Dr.Wahidin Sudirohusodo Hospital as well as networking hospitals at the Universitas Hasanuddin in Makassar City.Results: The results showed that Chlamydia trachomatis infection in patients with ruptured ectopic pregnancies was found to be 84% positive in tubal tissue, 72% with endocervical swabs and 64% with serum examination. There was a significant relationship between chlamydial tracheal infection obtained through examination of tubal tissue, endocervical swab and specific serum IgG in patients with ruptured ectopic pregnancy (p <0.001).Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that Chlamydia trachomatis infection can significantly affect the occurrence of ruptured ectopic pregnancy.Keywords: Chlamydia trachomatis, endocervical swab, ruptured ectopic pregnancy, serum IgG, tubal tissue.
Abstrak
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan infeksi Chlamydia trachomatis pada pasien penderita Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) melalui swab endoserviks dan jaringan tuba menggunakan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Enzyme linked immunoabsorb and assay (ELISA).Metode : Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain studi potong lintang. Pada penelitian ini terdapat 50 orang partisipan yang terdiri atas 25 orang pasien kehamilan ektopik terganggu dan 25 orang pasien non-kehamilan ektopik terganggu yang menjalani pengobatan di RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo serta RS jejaring Universitas Hasanuddin di Kota Makassar.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi Chlamydia trachomatis pada pasien dengan kehamilan ektopik tergangu didapatkan sebesar 84% positif di jaringan tuba, 72% dengan swab endoserviks dan 64% dengan pemeriksaan serum. Terdapat hubungan yang signifikan antara infeksi klamidia trakomatis yang didapatkan melalui pemeriksaan jaringan tuba, swab endoserviks maupun serum IgG spesifik pasien kehamilan ektopik terganggu (p<0,001).Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa infeksi Chlamydia trachomatis secara signifikan dapat mempengaruhi terjadinya kehamilan ektopik terganggu.Kata kunci : chlamydia trachomatis, jaringan tuba, kehamilan ektopik terganggu, swab endoserviks, serum Ig
Morphological Index of Sassone for Predicting Serous Type of Epithelial Ovarium Cancer: Indeks Morfologi Sassone untuk Memprediksi Kanker Ovarium Epitelial Tipe Serous
Objective: To obtain whether there was a correlation between the Sassone morphological index and CA 125 tumour markers for suspecting epithelial ovarian cancer with serous types.Methods: This research was analysis correlation and diagnostic test using cross-sectional design. This study was conducted in Dr. Zainoel Abidin Hospital, from November 2018 until April 2019. Results: There were 30 samples of patients with suspected malignant ovarian tumours. The Mann-Whitney test has been performed and the results show no relationship between the Sassone morphological index and epithelial ovarian cancer with serous type (p-value 0.627) and there was no correlation between CA 125 tumour marker and epithelial ovarian cancer with serous types (p-value 0.251). The diagnostic test was performed to examine the sensitivity and specificity for the Sassone morphological index in epithelial ovarian cancer with serous type, resulting in 60% and 28%, respectively. In this study, the sensitivity and specificity for CA 125 tumour marker in epithelial ovarian cancer with serous type were 80% and 40%, respectively. Conclusion: There was no correlation between the Sassone morphological index and CA 125 tumour marker for suspecting epithelial ovarian cancer with serous types. Keywords: CA 125 tumour marker, 0 epithelial ovarian cancer with serous types, morphological index of Sassone.
Abstrak
Tujuan: Untuk mengetahui adakah korelasi antara indeks morfologi Sassone dan penanda tumor CA 125 dalam memprediksi kanker ovarium epitelial tipe serous. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang dengan melakukan uji korelasi dan diagnostik.Penelitian dilakukandi RSUD Dr. Zainoel abidin, dalam kurun waktu November 2018 sampai dengan April 2019.Hasil : Selama penelitian didapatkan 30 sampel penderita tumor ovarium suspek ganas. Dilakukan analisis dengan uji Mann-Whitney, didapatkan tidak terdapat hubungan antara indeks morfologi Sassone terhadap kanker ovarium epitelial tipe serous (p-value 0,627) dan tidak terdapat hubungan antara penanda tumor CA 125 terhadap kanker ovarium epitelial tipe serous (p-value 0,251). Kemudian dilakukan uji diagnostik dimana didapatkan nilai sensitivitas, spesifisitas dari indeks morfologi Sassone pada kanker ovarium epitelial tipe serous adalah 60% dan 28%. Sedangkan nilai sensitivitas dan spesifisitas penada tumor CA 125 pada kanker ovarium epitelial tipe serous pada penelitian ini didapatkan 80% dan 40%.Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara indeks morfologi Sassone dan penanda tumor CA 125 dalam memprediksi kanker ovarium epitelial tipe serous.Kata kunci: indeks morfologi Sassone, kanker ovarium epitelial tipe serous, penanda tumor CA 12
Contraceptive Choices for Women with Intellectual Disability: Pemilihan Kontrasepsi untuk Perempuan dengan Disabilitas Intelektual
Objective: To describe the case of contraceptive choices for women with intellectual disabilityMetode: A case reportResults: In the case of intellectual disability, we need to perform a holistic approach to the patient.Conclusion: Contraceptive method selection needs much consideration such as medical, ethical, law, and social aspect, therefore it's recommended to start giving an informed choice since antenatal care. The downside of this case is that medical practitioners often overlook the patient's degree of intellectual disability, hence, the patients' judgement, compliance, and self-treatment of complications. The result of counselling with the patient's family, they have chosen LARC method for this patient. Sterilization for eugenic reasons cannot be done because it violates law and ethics of medical practice in Indonesia.Keywords: eugenics, contraceptive, intellectual disability, sterilization.
Abstrak
Tujuan: Untuk menjelaskan tentang kasus pemilihan alat kontrasepsi untuk perempuan dengan disabilitas intelektualMetode: Laporan kasusKonklusi: Pemilihan alat kontrasepsi memerlukan pertimbangan berberapa aspek seperti factor medis, etika, hukum, dan sosial. Maka itu, edukasi tentang informed choice alat kontrasepsi perlu diberikan sejak mulai antenatal care. Kekurangan pada kasus ini yaitu tenaga medis tidak menilai derajat keparahan disabilitas intelektual pasien. Oleh karena itu, tenaga medis tidak dapat menilai tingkat kemampuan dalam pertimbangan, kepatuhan, dan perawatan diri sendiri terhadap komplikasi penyakit. Hasil dari konseling dengan keluarga pasien, mereka memilih metode LARC untuk pasien. Tindakan sterlisasi untuk alasan eugenik tidak dapat dilakukan, karena tindakan tersebut melanggar etika dan hokum praktik medis yang berlaku di Indonesia.Kata kunci: disabilitas intelektual, eugenik, kontrasepsi, sterilisasi.
 
Lipid Profile, Blood Glucose Level and Body Mass Index (BMI) in Second Trimester of Pregnancy: Screening with Gestational Diabetes: Profil Lipid, Gula Darah dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Kehamilan Trimester II: Skrining Kejadian Kehamilan dengan Diabetes Melitus
Abstract
Objective: To find out lipid profile data, blood sugar and Body Mass Index in trimester II pregnancy to the incidence of pregnancy with diabetes mellitus.
Methods: This study is a cross sectional study. The number of samples obtained was 42 samples where all were taken in the second trimester. Samples taken from RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado and networking hospitals around Manado that meet the inclusion and exclusion criteria. All patient patients were explained about the research procedure and the signing of consent information. Blood samples were taken for examination of blood sugar (fasting blood sugar and 2 hours post-prandial blood sugar) and lipid profiles (total cholesterol, HDL, LDL, triglycerides). After the data is collected, it is included in the SPSS version 22.0 program for data analysis.
Results: Found 2 subjects (4.76%) who had abnormal fasting blood sugar and found 4 subjects (9.53%) who had abnormal 2-prandial 2-hour blood sugar. For lipid profiles, it was found 16 subjects (38.1%) who had abnormal total cholesterol levels, for LDL there were 13 subjects (30.96%) who had abnormal levels, for HDL there were 4 subjects (11.9%) who had abnormal levels and for triglycerides there were 23 subjects (54.76%) who had abnormal levels. There was a significant negative correlation between LDL cholesterol and fasting blood sugar (p = 0.002; r = - 0.455), and so did total cholesterol with fasting blood sugar (p = 0.047; r = - 0.302). There was a significant correlation between BMI and total cholesterol (p = 0.013; r = 0.371). There was 1 subject (2.38%) diagnosed with gestational diabetes melt and fasting blood sugar at 190 mg / dL, for prandial 2 hours post blood sugar at 309 mg / dL and for triglycerides at 617 mg / dL.
Conclusions: Based on this study found the incidence of gestational diabetes mellitus 2.38% of all trimester II pregnancies. There is a positive but not significant correlation between blood sugar and triglycerides, whereas there is no significant relationship between blood sugar and other lipid profiles. There is a positive but not significant correlation of BMI in trimester pregnancy with total cholesterol.
Keywords: Blood sugar, Body Mass Index (BMI), lipid profile
Abstrak
Tujuan: Untuk mengetahui data profil lipid, gula darah dan Indeks Massa Tubuh pada kehamilan trimester II terhadap kejadian kehamilan dengan diabetes melitus.
Metode: Studi ini merupakan studi potong lintang. Jumlah sampel yang didapatkan sebesar 42 sampel di mana seluruhnya diambil pada trimester II. Sampel diambil dari RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dan rumah sakit jejaring sekitar Manado yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Semua pasien-pasien dijelaskan mengenai prosedur penelitian dan penandatanganan inform consent baru dilakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan gula darah (gula darah puasa dan gula darah 2 jam postprandial) dan profil lipid (Kolesterol total, HDL, LDL, Trigliserida). Setelah data dikumpulkan, maka dimasukkan ke dalam program SPSS versi 22.0 untuk data analisis.
Hasil: Ditemukan 2 subjek (4,76%) yang memiliki gula darah puasa abnormal dan ditemukan 4 subjek (9.,53%) yang memiliki gula darah 2 jam postprandial yang abnormal. Untuk profil lipid, ditemukan 16 subjek (38,1%) yang memiliki kadar kolesterol total abnormal, untuk LDL ditemukan sebanyak 13 subjek (30,96%) yang memiliki kadar abnormal, untuk HDL ditemukan 4 subjek (11,9%) yang memiliki kadar abnormal dan untuk trigliserida ditemukan 23 subjek (54,76%) yang memiliki kadar abnormal. Terdapat korelasi negatif signifikan antara kolesterol LDL dengan gula darah puasa (p = 0,002 ; r = – 0,455), dan begitu juga dengan kolestrol total terhadap gula darah puasa (p = 0,047 ; r = – 0,302). Terdapat korelasi signifikan antara IMT dengan kolesterol total (p = 0,013 ;r = 0,371). Terdapat 1 subjek (2,38%) yang terdiagnosis diabetes melitus gestasional di mana gula darah puasa sebesar 190 mg/dL, untuk gula darah 2 jam postprandial sebesar 309 mg/dL dan untuk trigliserida sebesar 617 mg/dL.
Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini ditemukan kejadian diabetes melitus gestasional 2,38% dari seluruh kehamilan trimester II. Terdapat korelasi positif tetapi tidak bermakna antara gula darah dengan trigliserida, sedangkan tidak terdapat hubungan bermakna antara gula darah dengan profil lipid lainnya. Terdapat korelasi positif tetapi tidak bermakna IMT pada kehamilan trimester dengan kolestrol total.
Kata kunci: gula darah, Indeks Massa Tubuh (IMT), profil lipi
Completion of Ethical Dilemma and its Medicolegal Aspect in the Case of Pregnancy with History of Rheumatic Heart Disease: Penyelesaian Dilema Etika dan Aspek Medikolegalnya pada Kasus Kehamilan dengan Riwayat Penyakit Jantung Rheumatik
Objective: To investigate more regarding the ethical dilemma resolution and medico-legal aspect of medical pregnancy termination due to preexisting Rheumatic Heart Disease (RHD).Methods: a Case report, presented a case of heart failure due to RHD in pregnancy, a 33-year-old patient in her third pregnancy with multiple valve disease including severe mitral stenosis, moderate mitral regurgitation, and mild tricuspid regurgitation. The patient came to the emergency ward due to shortness of breath worsening when she started becoming pregnant. The medical decision taken is very dilemma between continuing the pregnancy with the risk of endangering the mother's life or terminating the pregnancy with the risk of the mother losing her fetus. Results: After a joined conference that involved some medical, ethical, medicolegal and spiritual expertise discussing the best therapeutic options for patients, it was decided that the patient's condition was very high risk if the pregnancy was continued, using the minus malum principle, which is to take an actions with minimal risk, hence termination pregnancy is worse than the patient's death. Another ethical principle is beneficence which is for the good of the patient. The clinical ethics considered are medical indication and quality of life.Conclusion: The ethical concept should guide the obstetrician to reach ethically justified judgment regarding the balance between autonomy-based and beneficence-based obligation to the pregnant mother and the fetus. Women with RHD of reproductive age must receive early preconception evaluation and advice regarding the potential impact of pregnancy on their cardiovascular function.Keywords: ethical dilemma, medico-legal, pregnancy, rheumatic heart disease
AbstrakTujuan: Menyelidiki lebih lanjut tentang penyelesaian dilemma etika dan tinjauana spekmedikolegal terhadap terminasi kehamilan medis karena Penyakit Jantung Rheumatik (PJR) yang sudah ada sebelumnya.Metode: Laporan kasus, disajikan sebuah kasus gagal jantung karena PJR pada kehamilan, seorang pasien berusia 33 tahun pada kehamilan ketiga dengan penyakit katup ganda termasuk stenosis mitral berat, regurgitasi mitral sedang, dan regurgitasi trikuspidringan. Pasien dating keruang gawat darurat karena napasnya yang pendek memburuk ketika mulai hamil. Keputusan medis yang diambil sangat dilematis antara meneruskan kehamilan dengan risiko membahayakan jiwa buat auterminasi kehamilan dengan risiko si ibu kehilangan janinnya.Hasil: Setelah dilakukan join conference yang melibatkan beberapa keahlian baik medik, etik, medikolegal maupun spiritual membicarakan pilihan terapi terbaik buat pasien maka diputuskan bahwa kondisi pasien sangat berisiko tinggi apabila kehamilan diteruskan, dengan menggunakan prinsip etika minus mallum yaitu mengambil tindakan yang lebih kecil keburukannya, maka terminasi kehamilan lebih kecil keburukannya dibandingkan kematian pasien. Prinsip etika yang lain adalah beneficence yaitu demi kebaikan pasien. Etika klinik yang dipertimbangkan adalah indikasi medis dan kualitas hidup.Kesimpulan: Konsepetis harus memandu ahli obstetrik untuk mencapai penilaian etis yang dibenarkan tentang keseimbangan antara kewajiban berbasis otonomi dan berbasis beneficence kepada ibu hamil dan janin. Perempuan dengan RHD usia reproduksi harus menerima evaluasi prakonsepsi dini dan saran mengenai dampak potensial kehamilan pada fungsi kardiovaskular mereka.Kata kunci: Dilemaetik, kehamilan, medikolegal, penyakit jantung rheumati
The Affect of Obstretic and Maternal Nutrition History to Criminal Behaviour in Children : A Case- Control Study: Pengaruh Riwayat Nutrisi Ibu dan Anak terhadap Sifat Kriminal Anak - anak : Sebuah Studi Kasus Kontrol
Objective: To determine the relationship between obstetric history and maternal nutrition factors to the incidence of crime in children.Methods: This study was an observational analytic study using a case-control method. The subject of this research is the mother of a child criminal offender in Tangerang Juvenile Detention Center who was recruited using a consecutive sampling method. Sampling was conducted in January 2016 to March 2019. Nutrition history data were obtained using an Indonesian version of the Food Frequency Questionnaire.Result : There were 56 mothers of child offenders who met the study inclusion criteria and 38 subjects as controls. A significant obstetric history of violent crime in children is parity (p = 0.006), place of pregnancy control (p <0.001), birth attendants (p <0.001), and place of delivery (p <0.001). A history of nutritional adequacy that was significant for violent crime was fiber (p = 0.012), folic acid (p = 0.033), vitamin B1 (p = 0.046), vitamin B2 (p = 0.013), vitamin B6 (p <0.001), and vitamin C (p <0.001).Conclusion: Obstetric history and maternal nutrition factors influence the incidence of crime in children. Further study about this topic should be done using retrospective cohort method spanning a larger period of time.Keywords: child crime, maternal nutrition, obstetric history.
Abstrak
Tujuan: Mengetahui hubungan faktor riwayat obstetri dan nutrisi maternal terhadap kejadian kriminalitas pada anak.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode case control. Kelompok kasus penelitian ini merupakan ibu dari anak pelaku pidana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Tangerang, sementara kelompok kontrol merupakan ibu dari anak dengan usia remaja bukan pelaku pidana yang berkunjung ke Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSCM menggunakan metode consecutive sampling pada Januari 2016 hingga Maret 2019. Data yang dikumpulkan berupa riwayat obstetrik melalui wawancara dan riwayat nutrisi yang didapatkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire versi Bahasa Indonesia. Data numerik dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan atau Mann Whitney U, sementara data kategorik dianalisis menggunakan uji Chi square atau Fisher.Hasil: Didapatkan sebanyak 56 subyek ibu dari anak pelaku pidana yang memenuhi kriteria inklusi penelitian dan 38 subyek sebagai kontrol. Riwayat obstetri yang berperan terhadap kejadian kriminalitas pada anak adalah paritas (p = 0,006), tempat kontrol kehamilan (p < 0,001), penolong persalinan (p < 0,001), dan tempat bersalin (p < 0,001). Riwayat kecukupan nutrisi yang bermakna terhadap kejadian kriminalitas adalah serat (p = 0,012), asam folat (p = 0,033), vitamin B1 (p = 0,046), vitamin B2 (p = 0,013), vitamin B6 (p < 0,001), dan vitamin C (p < 0,001).Kesimpulan Faktor riwayat obstetrik dan riwayat nutrisi maternal memiliki pengaruh terhadap perilaku kriminal pada anak. Sebaiknya penelitian selanjutnya dilakukan menggunakan metode kohort dengan jangka waktu yang lebih panjang.Kata kunci:, nutrisi maternal, kriminalitas anak, riwayat obstetrik
Assessment of the Quality of Internet-Based Health Information in the Indonesian Language about Polycystic Ovarian Syndrome: Kajian Kualitas Informasi Kesehatan Berbasis Internet Berbahasa Indonesia tentang Sindrom Ovarium Polikistik
Objectives: To investigate health information quality about PCOS on the internet in Indonesian language.Methods: Top website from two separate search engines (Google and Bing) was collected using the keyword of “sindrom ovarium polikistik” (polycystic ovarian syndrome). Analysis of health information quality on those websites was performed.Results: Sixty-nine websites were included for analysis. The majority of those websites have good information quality in terms of content accuracy and website credibility. There was no difference in quality between the two search engines. The website was found at the top two pages in each search engine to have better quality than the later pages (p=0.02). The educational website had better quality (p=0.05). The website made by healthcare organizations had better quality (p=0.04). The non-commercial website had better information quality (p=0.01).Conclusion: Criteria affecting health information quality on the internet were as follows: found at the top two pages on a search engine; educational website; made by healthcare organization; and non-commercial purpose.Keywords: health information quality, Indonesian language, internet-based, polycystic ovarian syndrome
Abstrak
Tujuan: Untuk melakukan kajian kualitas informasi kesehatan tentang PCOS di internet dalam Bahasa Indonesia.Metode: Situs web teratas dari dua mesin pencari terpisah (Google dan Bing) dikumpulkan dengan menggunakan kata kunci “sindrom ovarium polikistik”. Analisis kualitas informasi kesehatan pada situs-situs tersebut telah dilakukan.Hasil: Enam puluh sembilan situs web dimasukkan untuk analisis. Mayoritas situs web tersebut memiliki kualitas informasi yang baik dalam hal akurasi konten dan kredibilitas situs web. Tidak ada perbedaan kualitas antara kedua mesin pencari tersebut. Situs web ini ditemukan pada dua halaman teratas di setiap mesin pencari memiliki kualitas yang lebih baik daripada halaman-halaman selanjutnya (p = 0,02). Kualitas situs web berbasis pendidikan menunjukkan hasil lebih baik (p = 0,05). Kualitas website yang dibuat oleh organisasi kesehatan menunjukkan hasil lebih baik (p = 0,04). Situs web non-komersial memiliki kualitas informasi yang lebih baik (p = 0,01).Kesimpulan: Kriteria yang mempengaruhi kualitas informasi kesehatan di internet adalah sebagai berikut: ditemukan pada dua halaman teratas pada mesin pencari; situs web berbasis pendidikan; dibuat oleh organisasi kesehatan; dan tujuan non-komersial.Kata kunci : bahasa indonesia, berbasis internet, kualitas informasi kesehatan, sindrom ovarium polikistik
Correlation of Normal Labor and Vacuum Extraction with Postlabor Stress Urinary Incontinence : Hubungan Cara Persalinan Normal dan Vakum Ekstraksi dengan Stres Inkontinensia Urin Pascasalin
Objective: To determine the correlation between normal delivery methods and vacuum extraction with postpartum stress urinary incontinence in West Sumatra.Methods: This study used cross-sectional study design in the Obstetrics and Gynecology Department of the RSUP Dr. M. Djamil Padang, network hospital and Puskesmas in Padang City from October 2018-February 2019. The sampling technique was consecutive sampling. Urinary stress incontinence were assessed using a questionnaire for urinary incontinence diagnosis (QUID).Results: There was a correlation between normal delivery and vacuum extraction with stress urinary incontinence after delivery in the province of West Sumatra (p <0.05).Conclusion: There is a correlation between normal labour and vacuum extraction with stress urinary incontinence after delivery in the province of West Sumatra.Keywords: normal labour, stress urinary incontinence, vacuum extraction
Abstrak
Tujuan: Mengetahui hubungan cara persalinan normal dan vakum ekstraksi dengan stress inkontinensia urin pascasalin di Provinsi Sumatera Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang di Poliklinik Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. M Djamil Padang, RS jejaring dan Puskesmas di Kota Padang sejak bulan Oktober 2018-Februari 2019, Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Penilaian stress inkontinensia urin dengan menggunakan questionnaire for urinary incontinence diagnosis (QUID).Hasil :Terdapat hubungan persalinan normal dan vakum ekstraksi dengan stress inkontinensia urin pascasalin di provinsi Sumatera Barat (p<0,05).Kesimpulan : Penelitian menyimpulkan terdapat hubungan persalinan normal dan vakumekstraksi dengan stressinkontinensia urin pascasalin di provinsi Sumatera Barat.Kata kunci: persalinan normal, stres inkontinensia urin, vakum ekstraks