Open Journal published by Universitas Persada Indonesia YAI (Yayasan Administrasi Indonesia)
Not a member yet
2735 research outputs found
Sort by
Strategi SWOT Dalam UMKM Baso ACI JUARA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam pemerataankesempatan usaha pada UMKM, dengan studi kasus pada Baso Aci Juara di Pondok Labu.UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, namun masihmenghadapi berbagai kendala seperti kurangnya modal, keterbatasan pengetahuan pasar, danmanajemen operasional yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis literatur. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi Baso Aci Juara meliputi masalah internaldalam manajemen operasional dan SDM, serta dampak eksternal seperti persaingan pasar danpengaruh pandemi COVID-19. Di sisi lain, terdapat peluang signifikan yang dapatdimanfaatkan, termasuk digitalisasi bisnis, kolaborasi dengan stakeholder, dan dukunganpemerintah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Rekomendasi pengembangan yangdiajukan meliputi peningkatan kualitas operasional, optimalisasi pendanaan, dan inovasiproduk. Dengan memanfaatkan peluang ini, UMKM dapat meningkatkan daya saingnya danberkontribusi lebih optimal dalam menciptakan pemerataan kesempatan usaha yangberkelanjutan.
ABSTRACTThis research aims to analyze the challenges and opportunities in equalizing businessopportunities in MSMEs, with a case study on Baso Aci Juara in Pondok Labu. MSMEs havea significant contribution to the Indonesian economy, but still face various obstacles such aslack of capital, limited market knowledge, and suboptimal operational management. Thisresearch uses a qualitative method with data collection through interviews, observation, andliterature analysis. The results show that the main challenges faced by Baso Aci Juara includeinternal problems in operational management and human resources, as well as external impactssuch as market competition and the influence of the COVID-19 pandemic. On the other hand,there are significant opportunities that can be leveraged, including business digitalization,collaboration with stakeholders, and government support through the People's Business Credit(KUR) program. The proposed development recommendations include improving operational quality, optimizing funding, and product innovation. By taking advantage of theseopportunities, MSMEs can improve their competitiveness and contribute more optimally tocreating sustainable equitable business opportunities
Optimalisasi UMKM Melalui Triple Helix Kolaborasi
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kolaborasi Triple Helix akademisi,pemerintah, dan sektor swasta dalam pemberdayaan UMKM berbasis perbankan syariah diKecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganmenggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui dokumentasi program danwawancara, data dianalisis secara tematik dengan menggunakan triangulasi sumber dan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Triple Helix belum berjalandengan baik. Sebagian besar nasabah menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan rumah tangga,pengelolaan keuangan belum terpisah, inovasi produk baru belum dilakukan, dan akses pasar masihterbatas. Lembaga akademisi hanya berfokus pada memotivasi dan penyuluhan dasar, sektor swastamembantu nasabah tanpa bertindak terlalu jauh, dan pemerintah hampir tidak terlibat dalamdukungan nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun model Triple Helix berpotensimengoptimalkan UMKM, diperlukan strategi sinergi yang lebih integratif, termasuk peningkatanliterasi keuangan, pengembangan produk inovatif, dan penyediaan fasilitasi seperti izin usaha sertaakses pasar digital yang berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis implementasipraktis model Triple Helix dalam konteks UMKM di bidang perbankan syariah melalui programpemberdayaan berbasis komunitas, yang jarang dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya.
ABSTRACT This study aims to analyze the effectiveness of Triple Helix collaboration between academics, government,and the private sector in empowering MSMEs based on Islamic banking in Pedurungan District, SemarangCity. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was obtained throughprogram documentation and interviews, and the data was analyzed thematically using source triangulationand member checking. The results show that the implementation of the Triple Helix model has not beensuccessful. Most customers use the funds for household needs, financial management is not yet separate, newproduct innovations have not been made, and market access is still limited. Academic institutions only focuson motivation and basic counseling, the private sector helps customers without going too far, and thegovernment is hardly involved in providing real support. These findings indicate that although the TripleHelix model has the potential to optimize MSMEs, a more integrative synergy strategy is needed, includingimproving financial literacy, developing innovative products, and providing facilitation such as businesslicenses and sustainable digital market access. The novelty of this research lies in the analysis of the practicalimplementation of the Triple Helix model in the context of MSMEs in the field of Islamic banking throughcommunity-based empowerment programs, which have rarely been explored in previous studies
Peran Literasi Keuangan Digital dan Tren Investasi Digital terhadap Investasi Cryptocurrency pada Generasi Muda
ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi pola perilaku keuangan generasi muda, termasuk dalam pengambilan keputusan investasi pada aset cryptocurrency. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan digital dan tren investasi digital terhadap keputusan investasi cryptocurrency di kalangan generasi muda Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan berusia 18–25 tahun yang aktif melakukan investasi kripto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan digital yang dimiliki informan masih beragam, sebagian besar masih bersifat fungsional dan belum mencapai tingkat kritis. Di sisi lain, tren investasi digital yang tersebar melalui media sosial terbukti memiliki pengaruh besar dalam mendorong keputusan investasi, terutama karena efek FOMO dan tekanan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan digital yang baik dapat menjadi faktor penyeimbang dalam menghadapi arus tren investasi yang spekulatif. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya edukasi literasi digital finansial yang lebih kontekstual dan berbasis pengalaman generasi muda.
Analisis Kepemimpinan Inklusif dan Strategi Komunikasi Bisnis: Studi Kualitatif pada Tokoh Seo Dal-Mi dalam Serial Start-Up
ABSTRAK Penelitian ini menganalisis kepemimpinan inklusif dan strategi komunikasi bisnis yang diterapkanoleh Seo Dal-Mi, tokoh utama sebagai wirausaha muda dalam drama Korea Start-Up, yang berupayamembangun startup berbasis teknologi melalui inspirasi tim, pembangunan kepercayaan investor,dan negosiasi efektif dengan mitra. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi pengaruh gayakepemimpinannya terhadap dinamika tim dan keberlanjutan bisnis di tengah persaingan ketat.Dengan pendekatan kualitatif berbasis analisis isi, studi ini mengungkap bahwa Dal-Mi menerapkankepemimpinan transformasional yang mendorong motivasi, partisipasi, dan kolaborasi melaluikomunikasi persuasif, termasuk storytelling dan visi yang jelas, untuk memperkuat keterlibatanstakeholder. Namun, pendekatan ini juga menimbulkan ketidakpastian dan konflik internal yangberpotensi menghambat inovasi serta mengancam kelangsungan usaha. Penelitian menyimpulkanbahwa integrasi kepemimpinan inklusif dengan strategi komunikasi bisnis yang efektif berperankrusial dalam memupuk ketahanan dan inovasi di sektor startup yang kompetitif.
ABSTRACT This study analyzes the inclusive leadership and business communication strategies employedby Seo Dal-Mi, the central character as a young entrepreneur in the Korean drama Start-Up, whostrives to establish a technology-based startup by inspiring her team, building investor trust, andconducting effective negotiations with partners. The objective is to examine how her leadership styleimpacts team dynamics and business sustainability amid intense competition. Utilizing a qualitativecontent analysis approach, the research reveals that Dal-Mi adopts a transformational leadershipmodel that promotes motivation, participation, and collaboration through persuasivecommunication techniques, such as storytelling and clear vision, to enhance stakeholderengagement. However, this approach also generates internal uncertainty and conflicts that mayimpede innovation and threaten venture viability. The study concludes that integrating inclusiveleadership with effective business communication strategies is essential for fostering resilience andinnovation in the competitive startup sector
Interpretasi Perilaku Organisasi dalam Budaya dan Etika Kerja pada Film Human Resources (2023)
ABSTRAK Dinamika lingkungan kerja kontemporer di hadapkan pada tantangan kompleks yang menuntut pemahaman mendalam mengenai aspek manusiawi dalam organisasi. Studi mengenai perilaku, budaya, dan etika organisasi menjadi relevan untuk dibedah melalui berbagai perspektif, termasuk media populer yang merefleksikan wacana sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan representasi perilaku organisasi, budaya, dan etika kerja dalam serial animasi satir Netflix "Human Resources" (2023). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dan metode analisis semiotika Roland Barthes pada adegan-adegan kunci, penelitian ini membongkar makna denotatif dan konotatif dari narasi visual dan verbal serial tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa serial ini secara alegoris menggambarkan konsep-konsep teoretis seperti fungsi manajemen (POAC), level budaya organisasi Schein, dan dilema etika kerja melalui interaksi para makhluk fantasi di lingkungan kantor. Konflik antar departemen, gaya kepemimpinan, dan proses evaluasi kinerja disajikan secara satiris untuk mengkritik disfungsi di tempat kerja modern. Penelitian ini memberikan dampak pada pemahaman bahwa media populer dapat menjadialat analisis yang kuat untuk merefleksikan realitas organisasi dan menekankan pentingnya kemitraan internal yang solid sebagai fondasi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Penelitian di masa depan disarankan untuk dapat melakukan analisis komparatif dengan media lain atau mengukur persepsi audiens secara kuantitatif terhadap isu-isu kerja yang direpresentasikan.
ABSTRACT The dynamics of the contemporary work environment face complex challenges that demand a deepunderstanding of the human aspects of organizations. The study of organizational behavior, culture,and ethics is relevant to examine through various perspectives, including popular media that reflectssocial discourse. This study aims to interpret the representation of organizational behavior, culture,and work ethics in the Netflix satirical animated series "Human Resources" (2023). Using aqualitative descriptive-interpretive approach and Roland Barthes's semiotic analysis method in keyscenes, this study uncovers the denotative and connotative meanings of the series' visual and verbalnarratives. The analysis shows that the series allegorically depicts theoretical concepts such asmanagement functions (POAC), Schein's levels of organizational culture, and work ethics dilemmasthrough the interactions of fantasy creatures in the office environment. Interdepartmental conflicts,leadership styles, and performance evaluation processes are presented satirically to critiquedysfunction in the modern workplace. This research impacts the understanding that popular mediacan be a powerful analytical tool to reflect organizational realities and emphasizes the importanceof solid internal partnerships as a foundation for achieving the Sustainable Development Goals.Future research is suggested to conduct comparative analysis with other media or quantitativelymeasure audience perceptions of the work issues represented
Pengaruh Flash Sale dan Gratis Ongkir Terhadap Impulse Buying pada Produk Facetology Di Shopee
ABSTRAK Pertumbuhan e-commerce di Indonesia mendorong semakin intensifnya strategi promosidigital, seperti Flash Sale dan Gratis Ongkir, yang kerap memicu perilaku Impulse Buying.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Flash Sale dan Gratis Ongkir terhadap perilakuImpulse Buying konsumen produk Facetology di Shopee. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap impulse buying, dengan FlashSale sebagai faktor yang lebih dominan. Secara simultan, keduanya mampu menjelaskan 95,4%variasi perilaku impulse buying.
ABSTRACT The growth of e-commerce in Indonesia has led to more intensive digital promotion strategies, suchas Flash Sales and Free Shipping, which often trigger impulse buying behavior. This study aims to determinethe effect of Flash Sales and Free Shipping on the impulse buying behavior of Facetology product consumerson Shopee. The method used is a quantitative approach with purposive sampling of 100 respondents. Datawas collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results show thatboth variables have a significant effect on impulse buying, with Flash Sales being the more dominant factor.Simultaneously, both variables explain 95.4% of the variation in impulse buying behavior
Pengaruh Brand Loyalty terhadap Electronic Word Of Mouth (E-WOM) pada Kopi Boy di Jepara
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari loyalitas merek terhadap Electronic Word of Mouth(E-WOM) di kalangan konsumen Kopi Boy.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatankuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yaitu memilih responden yang telahmembeli produk Kopi Boy atau telah memberikan ulasan di platform media sosial. Total sampel dalam studiini adalah 112 responden yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert 1–5. Datayang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunakSPSS versi 27. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dampak positif dan signifikan dariloyalitas merek terhadap E-WOM. Dengan kata lain, semakin kuat loyalitas konsumen terhadap Kopi Boy,maka semakin tinggi juga kemungkinan mereka untuk berbagi pengalaman positif di media sosial.
ABSTRACT This research aims to analyze the influence of brand loyalty on Electronic Word of Mouth (E-WOM)among Kopi Boy consumers. The method used in this research is a quantitative approach with a purposivesampling technique, namely selecting respondents who have purchased Kopi Boy products or haveprovided reviews on social media platforms. The total sample in this study was 112 respondents obtainedthrough distributing questionnaires using a 1–5 Likert scale. The collected data was then analyzed usingsimple linear regression with the help of SPSS version 27 software. The findings of this research show thatthere is a positive and significant impact of brand loyalty on E-WOM. In other words, the strongerconsumers' loyalty to Kopi Boy, the higher their likelihood of sharing positive experiences on social media
Representasi Kesadaran Gender dan Budaya Patriarki Jawa Melalui Analisis Naratif pada Film Kartini 2017
Film berperan sebagai media visual yang kuat yang tidak hanya menghibur tetapi juga berfungsisebagai alat edukasi dan platform untuk refleksi sosial dan budaya, khususnya terkait isu kesadarangender. Film Kartini (2017) menggambarkan perjuangan historis Raden Adjeng Kartini melawanbudaya patriarki Jawa yang mengakar yang membatasi peran, kebebasan, dan akses pendidikanperempuan. Karya sinematik ini menyoroti baik representasi simbolis maupun naratif tentang relasigender dalam masyarakat tradisional serta mengungkap kompleksitas emansipasi perempuan ditengah keterbatasan budaya. Namun, penelitian-penelitian sebelumnya cenderung lebih berfokuspada perlawanan pribadi dan sikap ideologis Kartini, sering kali mengabaikan analisis menyeluruhterhadap strategi visual dan naratif film yang merepresentasikan kesadaran gender dan budayapatriarki secara holistik. Penelitian ini bertujuan mengisi kekosongan tersebut dengan menggunakanpendekatan analisis naratif kualitatif untuk mengeksplorasi bagaimana film Kartini membangun danmenyampaikan kesadaran gender serta dinamika patriarki Jawa melalui alur cerita, pengembangankarakter, dan mise-en-scène. Dengan mengintegrasikan teori sosial-budaya dan naratologi, studi inidiharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana representasisinematik berkontribusi memperluas kesadaran masyarakat tentang kesetaraan gender serta secarakritis menantang norma patriarki dalam masyarakat Jawa. Temuan penelitian diharapkan dapatmengembangkan diskursus dalam kajian media, representasi gender, dan kritik budaya, sekaligusmenegaskan relevansi film sebagai media perubahan sosial di Indonesia.
Film serves as a potent visual medium that not only entertains but also functions as an educationaltool and a platform for social and cultural reflection, especially regarding issues of genderawareness. The 2017 film Kartini portrays the historical struggle of Raden Adjeng Kartini againstthe entrenched Javanese patriarchal culture that restricts women's roles, freedoms, and access toeducation. This cinematic work highlights both the symbolic and narrative depictions of genderrelations within a traditional society and sheds light on the complexities of female emancipationamid cultural constraints. However, prior studies tend to concentrate predominantly on Kartini'spersonal resistance and ideological stance, often overlooking a comprehensive analysis of the film'svisual and narrative strategies that represent gender consciousness and patriarchal culture in aholistic manner. This research aims to fill this gap by employing a qualitative narrative analysisapproach to explore how the film Kartini constructs and conveys gender awareness and Javanesepatriarchal dynamics through its storyline, character development, and mise-en-scène. Byintegrating socio-cultural theory with narratology, this study seeks to offer a nuanced understandingof how cinematic representations contribute to broadening public awareness of gender equality andcritically challenge patriarchal norms in Javanese society. The findings are expected to advancediscourse in media studies, gender representation, and cultural critique, underscoring the relevanceof film as a medium for social change in Indonesia
Fenomena Kepemimpinan Tokoh Utama Perempuan Colored People dalam Film Hidden Figures Berdasarkan Contemporary Leadership Theory
Kepemimpinan perempuan dalam karya sastra maupun film menjadi isu penting karena masih seringterpinggirkan oleh dominasi laki-laki, sementara representasi perempuan dalam film dapat menjadisarana untuk menegaskan kesetaraan serta membuka ruang diskusi mengenai keberanian perempuandalam menghadapi diskriminasi berbasis gender maupun ras. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis tokoh Katherine Johnson dalam film Hidden Figures sebagai perwujudankepemimpinan perempuan kulit hitam yang mampu menembus batasan sosial dan profesionaldengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kritik sastra feminis, yang menempatkanKatherine dalam kerangka feminisme gelombang ketiga, yaitu feminisme yang menonjolkanketangguhan, keberanian, dan perjuangan perempuan di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkanbahwa kepemimpinan Katherine tercermin dari tiga aspek utama, yaitu perannya dalam menghitunglintasan roket NASA secara akurat, usahanya memperoleh pengakuan di ruang rapat strategis yangsebelumnya tertutup bagi perempuan kulit hitam, serta konsistensinya dalam melawan diskriminasirasial dan gender. Temuan ini menegaskan bahwa film Hidden Figures menghadirkan representasikepemimpinan transformasional yang menekankan pada semangat kesetaraan, inspirasi, danperubahan sosial, sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi pembahasan kepemimpinan perempuankontemporer serta memiliki relevansi dengan isu kesetaraan gender dalam kerangka SDGs.Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan membandingkan representasikepemimpinan perempuan dalam film lain atau dalam konteks budaya yang berbeda, namunpenelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada satu tokoh sehingga belummenggambarkan kompleksitas kepemimpinan perempuan secara menyeluruh.
Women’s leadership in literature and film remains a crucial issue, as it is often overshadowed bymale dominance, despite the fact that female representation on screen can serve as an importantmedium to affirm equality and foster discussions on women’s courage in facing gender- and racebaseddiscrimination. This study aims to analyze the character of Katherine Johnson in the filmHidden Figures as a representation of Black women’s leadership that succeeds in transcending socialand professional barriers. The research employs a descriptive method with a feminist literarycriticism approach, situating Katherine within the framework of third-wave feminism, whichemphasizes resilience, courage, and women’s struggles in the public sphere. The findings revealthree main aspects of Katherine’s leadership: her accuracy in calculating NASA’s rocket trajectories,her efforts to gain recognition in strategic meeting rooms previously closed to Black women, andher persistence in resisting racial and gender discrimination. These findings highlight that Hidden Figures portrays transformational leadership that emphasizes equality, inspiration, and socialchange, while also serving as an inspiration for contemporary discussions of women’s leadershipand showing relevance to gender equality issues within the framework of the SDGs. Future researchmay broaden the scope by comparing women’s leadership representations in other films or culturalcontexts; however, this study remains limited by its focus on a single character, which does not fullycapture the complexity of women’s
ANALISIS PENGARUH ZAKAT, INFLASI, KEMISKINAN, TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Inflasi, Kemiskinan, Dan Zakat terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Metode penilitian ini yaitu menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, metode pengumpulan data, analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji normalitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, uji statistik meliputi koefisien determinasi (), uji t statistik, dan uji f statistik. Simpulan utama dari penilitian ini yaitu variabel kemiskinan memiliki nilai P-Value 0,874 > 0,05 yang berarti tidak signifikan. Maka kemiskinan secara parsial tidak berpengaruh terhadap Produk Domestik Bruto, atau ditolak. Variabel Inflasi memiliki nilai P-value 0,716 > 0,05 yang berarti tidak signifikan. Maka Inflasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap Produk Domestik Bruto, atau ditolak. Dan variabel Zakat memiliki nilai P-value 0,194 > 0,05 yang berarti tidak signifikan. Maka Zakat secara parsial tidak berpengaruh terhadap Produk Domestik Bruto, atau ditolak.