Open Journal published by Universitas Persada Indonesia YAI (Yayasan Administrasi Indonesia)
Not a member yet
2735 research outputs found
Sort by
Representasi Transformasi Emosional dan Tanggung Jawab Sosial dalam Perjalanan Karakter Molly Gunn dalam Film Uptown Girls
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji representasi transformasi emosional dan tanggung jawab sosial dalam perjalanan karakter Molly Gunn dalam film Uptown Girls (2003). Fokus analisis tertuju pada bagaimana narasi dan elemen visual film menggambarkan perkembangan emosional Molly dari ketidakdewasaan menuju kedewasaan yang ditandai dengan empati dan kepedulian sosial. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis naratif dan semiotik digunakan untuk mengidentifikasi dinamika karakter melalui adegan-adegan kunci. Penelitian ini menemukan bahwa hubungan Molly dengan Ray, seorang anak dengan trauma emosional, menjadi katalis bagi pertumbuhan emosinya, mencerminkan nilai-nilai emotional intelligence dan tanggung jawab sosial. Transformasi ini diperkuat oleh penggambaran realistis emosi melalui akting dan narasi visual, yang resonansinyadapat memengaruhi pemahaman penonton tentang moralitas dan empati. Studi ini menegaskan peran film sebagai medium untuk merefleksikan perkembangan psikologis dan sosial individu, khususnya dalam konteks perempuan.
ABSTRACT This study examines the representation of emotional transformation and social responsibility in the journey of Molly Gunn's character in the film Uptown Girls (2003). The focus of the analysis is on how the film's narrative and visual elements depict Molly's emotional development from immaturity to maturity, marked by empathy and social awareness. A qualitative approach using narrative and semiotic analysis methods is used to identify character dynamics through key scenes. This study finds that Molly's relationship with Ray, a child with emotional trauma, becomes a catalyst for her emotional growth, reflecting the values of emotional intelligence and social responsibility. This transformation is reinforced by the realistic portrayal of emotions through acting and visual narrative, whose resonance can influence the audience's understanding of morality and empathy. This study affirms the role of film as a medium for reflecting on individual psychological and social development, particularly in the context of women
Nilai Kepemimpinan Visioner dalam Memperjuangkan Keadilan pada Film Miracle in Cell No.7
ABSTRAK Kepemimpinan adalah bentuk kemampuan individu dalam memengaruhi, mengarahkan, serta menggerakkan orang lain demi mencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kepemimpinan visioner oleh tokoh Kartika, termasuk bagaimana ia merancang visi serta langkah strategis dalam memperjuangkan keadilan bagi ayahnya. Serta mengetahui keberanian dan komitmen Kartika dalam menegakkan kebenaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan pada penelitian ini yaitu observasi pengamatan mendalam melalui film dan dokumentasi dengan berupa tangkapan layar dari film untuk memperkuat hasil observasi yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini berupa dialog percakapan, gambar scene, argumen dari penulis, serta karakteristik kepemimpinan visionerkarakter Kartika yang terdapat pada film. Film Miracle in Cell No.7 merupakan film drama yang mengisahkan perjuangan seorang ayah bernama Dodo Rozak yang mengalami ketidakadilan hukum, serta perjuangan putrinya Kartika yang berusaha membersihkan nama ayahnya. Kartika menggambarkan sebagai seorang anak yang sejak kecil menyaksikan ketidakadilan yang menimpa ayahnya. Tetapi pada saat dewasa, ia tumbuh menjadi sosok yang berani dan memiliki visi yang jelas yaitu menegakkan keadilan dan mengungkap kebenaran yang selama ini tertutup.
ABSTRACT Leadership is an individual's ability to influence, direct, and motivate others to achieve common goals. This study aims to describe the forms of visionary leadership exhibited by Kartika, including how she developed her vision and strategic steps in fighting for justice for her father. It also aims to examine Kartika's courage and commitment in upholding the truth. This research uses a descriptive qualitative research method. The data collection technique in this study is in-depth observation through films and documentation in the form of screenshots from the film to reinforce the results of the observations that have been made. The results of this study are in the form of dialogue, scene images, arguments from the author, and the characteristics of Kartika's visionary leadership in the film. Miracle in Cell No. 7 is a drama film that tells the story of the struggle of a father named Dodo Rozak who experiences legal injustice, as well as the struggle of his daughter Kartika who tries to clear her father's name. Kartika is portrayed as a child who has witnessed the injustice that has befallen her father since she was little. However, as an adult, she grows into a courageous figure with a clear vision of upholding justice and revealing the truth that has been hidden all this time
Pengaruh Placement Out-Of-Home, Social Media Marketing Dan Brand Image Terhadap Brand Awareness Pada Layanan PT Pegadaian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Placement Out-Of-Home, SocialMedia Marketing, dan Brand Image terhadap Brand Awareness pada layanan PT.Pegadaian di stasiun MRT Bundaran HI. Metode yang digunakan adalah pendekatankuantitatif dengan teknik deskriptif, dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisisdata dilakukan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuansoftware SmartPLS versi 3. Dengan populasi sebanyak 115.000 penumpang denganmenggunakan teknik slovin diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Placement Out Of Home berpengaruh positif terhadap BrandAwareness, dengan p-value 0,000 < 0,05 dan t-statistik 4,079 > 1,96. Sementara itu,Social Media Marketing dan Brand Image tidak berpengaruh terhadap Brand Awareness,dengan p-value 0,239 > 0,05 dan t-statistik 1,177 < 1,96 untuk Social Media Marketing,serta p-value 0,054 > 0,05 dan t-statistik 1,927 < 1,96 untuk Brand Image.
This study aims to determine the influence of Out-of-Home (OOH) Placement, SocialMedia Marketing, and Brand Image on Brand Awareness of PT Pegadaian services atthe MRT Bundaran HI station. The research method used is a quantitative approachwith a descriptive technique, and data were collected through questionnaires. Dataanalysis was conducted using the Partial Least Square (PLS) method with the help ofSmartPLS version 3 software. With a population of 115,000 passengers, a sample of100 respondents was obtained using Slovin's formula. The results showed thatPlacement Out Of Home has a positive and significant effect on Brand Awareness,with a p-value of 0.000 < 0.05 and a t-statistic of 4.079 > 1.96. Meanwhile, SocialMedia Marketing and Brand Image do not have a significant effect on BrandAwareness, with a p-value of 0.239 > 0.05 and a t-statistic of 1.177 < 1.96 for SocialMedia Marketing, and a p-value of 0.054 > 0.05 and a t-statistic of 1.927 < 1.96 forBrand Image
Representasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Tokoh Oh Gu Tak Dalam Film The Bad Guys: Reign Of Chaos
Kepemimpinan yang efektif sangat penting bagi keberhasilan organisasi, namun masih diperlukanpemahaman mendalam tentang implementasi kepemimpinan transformasional dalam konteks kehidupansehaari-hari. Film sebagai media populer dapat menjadi sarana eksplorasi konsep kepemimpinan yangrelevan dengan dunia nyata. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi gaya kepemimpinan transformasionalkarakter Oh Gu-tak dalam film "The Bad Guys: Reign of Chaos" (2019) dan menganalisis relevansiimplementasinya dalam konteks organisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui kombinasi studiliteratur dan analisis konten film. Adegan-adegan kunci yang menggambarkan praktik kepemimpinan OhGu-tak dianalisis berdasarkan empat dimensi kepemimpinan transformasional. Oh Gu-takmendemonstrasikan keempat dimensi kepemimpinan transformasional: inspirational motivation(memberikan insentif dan mengaitkan misi dengan aspirasi), intellectual stimulation (mendorong pemikirankritis), individual consideration (bertindak sebagai mentor), dan idealized influence (menjadi teladan moralmelalui pengorbanan diri). Kepemimpinan transformasional Oh Gu-tak berhasil menciptakan tim yang soliddan termotivasi. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional efektif dalam membangunsolidaritas tim dan dapat menjadi inspirasi praktis bagi pemimpin organisasi.
Effective leadership is crucial to organizational success, but a deeper understanding of the implementationof transformational leadership in everyday life is still needed. Film, as a popular medium, can be a means ofexploring leadership concepts that are relevant to the real world. This study aims to explore thetransformational leadership style of the character Oh Gu-tak in the film “The Bad Guys: Reign of Chaos”(2019) and analyze the relevance of its implementation in an organizational context. A qualitative approachwas used through a combination of literature study and film content analysis. Key scenes depicting Oh Gutak'sleadership practices are analyzed based on the four dimensions of transformational leadership. Oh Gutakdemonstrates all four dimensions of transformational leadership: inspirational motivation (providingincentives and linking the mission to aspirations), intellectual stimulation (encouraging critical thinking),individual consideration (acting as a mentor), and idealized influence (being a moral role model through selfsacrifice).Oh Gu-tak's transformational leadership successfully created a solid and motivated team. Thesefindings confirm that transformational leadership is effective in building team solidarity and can be apractical inspiration for organizational leaders
Peran Curiosity dalam Meningkatkan Financial Well-Being Mahasiswa
ABSTRAK Tujuan penelitian ini merupakan untuk mengetahui pengaruh curiosity terhadap financial wellbeing
mahasiswa Program Studi Manajemen Angkatan 2022 Universitas Wahid HasyimSemarang. Latar belakang penelitian ini berakar pada kondisi ekonomi global dan nasional yangmenekan kesejahteraan mahasiswa, terlihat dari melonjaknya biaya hidup dan kebutuhan dasaryang berdampak pada tekanan keuangan serta pencapaian akademis mahasiswa. Curiositydianggap sebagai salah satu elemen psikologis yang mampu mendorong individu untuk mencariinformasi, pengetahuan, dan strategi dalam mengelola keuangan, sehingga berpotensimeningkatkan financial well-being. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif denganmelibatkan 56 mahasiswa sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner,kemudian dianalisis dengan regresi linear. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa curiositymemiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap financial well-being dengan nilai t sebesar 3,395dan signifikansi 0,001 (< 0,05). Nilai R Square sebesar 0,176 menandakan bahwa curiosityberkontribusi sebesar 17,6% terhadap financial well-being, adapun 82,4% dipengaruhi olehdeterminan lain yang berada di luar lingkup studi ini.
ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of curiosity on the financial well-being ofManagement Study Program students, Class of 2022, Wahid Hasyim University, Semarang. Thebackground of this study is rooted in global and national economic conditions that put pressure onstudent welfare, as seen from the soaring cost of living and basic needs that impact financialpressure and student academic achievement. Curiosity is considered a psychological element thatcan encourage individuals to seek information, knowledge, and strategies in managing finances,thus potentially improving financial well-being. This study applied a quantitative approachinvolving 56 students as a sample. Data collection was carried out through a questionnaire, thenanalyzed using linear regression. The results indicated that curiosity has a positive and significantinfluence on financial well-being with a t-value of 3.395 and a significance of 0.001 (<0.05). TheR Square value of 0.176 indicates that curiosity contributes 17.6% to financial well-being, while82.4% is influenced by other determinants outside the scope of this study
Pengaruh Kemudahan Penggunaan BRI Mobile Banking Terhadap Kepuasan Nasabah (Studi Kasus pada BRI Unit Jatibarang 1 Brebes)
ABSTRAK Seberapa puaskah pengguna aplikasi mobile banking BRI berdasarkan kemudahan penggunaanaplikasi tersebut? Itulah pertanyaan yang ingin dijawab oleh penelitian ini. Data dianalisismenggunakan regresi linier dasar, dan metodologinya kuantitatif dan berbasis survei. Hasilpenelitian diperoleh dari sampel purposive 45 konsumen BRI Unit Jatibarang 1 Brebes. Kepuasanpelanggan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh kesederhanaan penggunaan aplikasi.Menurut data, pelanggan lebih puas dengan suatu produk jika mereka merasa mudah digunakandan dipahami. Hasilnya menyoroti pentingnya desain aplikasi yang intuitif dan mudah dinavigasiserta kegunaan berkelanjutan dari model penerimaan teknologi untuk perbankan online. Temuanpenelitian ini membantu dalam merumuskan rencana perbankan digital, khususnya yang berkaitandengan peningkatan kualitas layanan mobile banking yang ditawarkan kepada nasabah di tempattempatyang lebih terpencil.
 
Representasi Kepemimpinan Manipulatif: Studi Kasus Jordan Belfort dalam Film The Wolf of Wall Street
Kepemimpinan merupakan faktor penting bagi keberhasilan organisasi karena tanpa kepemimpinanyang baik, tujuan bersama sulit tercapai. Fenomena kepemimpinan manipulatif dalam film The Wolfof Wall Street memberikan gambaran bagaimana kekuasaan dapat disalahgunakan untukkepentingan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kepemimpinanmanipulatif Jordan Belfort serta relevansinya dengan teori kepemimpinan dan kekuasaan. Metodeyang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi, melalui pengkajian adeganadegankunci film dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Belfortmenerapkan tiga bentuk utama manipulasi, yaitu bahasa persuasif, manipulasi emosional, daniming-iming finansial. Strategi tersebut menimbulkan dampak berbeda pada tiga level: karyawanyang termotivasi secara emosional namun tereksploitasi, investor yang mengalami kerugianfinansial, serta organisasi Stratton Oakmont yang runtuh akibat praktik ilegal. Analisis jugamenegaskan keterkaitan gaya kepemimpinan Belfort dengan teori power bases French & Raven,konsep kekuasaan Weber, dan perspektif Foucault mengenai kontrol. Temuan ini menunjukkanperlunya organisasi menghindari gaya kepemimpinan manipulatif demi menjaga reputasi dankeberlanjutan, serta mendorong penelitian lebih lanjut untuk membandingkan fenomena serupadalam film atau konteks nyata.
Leadership is a crucial factor for organizational success, as without effective leadership, shared goals aredifficult to achieve. The phenomenon of manipulative leadership in The Wolf of Wall Street illustrates howpower can be misused for personal gain. This study aims to analyze the representation of Jordan Belfort’smanipulative leadership and its relevance to leadership and power theories. The research employs adescriptive qualitative method with content analysis, examining key scenes from the film alongside supportingliterature. The findings reveal that Belfort applied three main forms of manipulation: persuasive language,emotional manipulation, and financial incentives. These strategies had distinct impacts at three levels:employees who were emotionally driven yet exploited, investors who suffered financial losses, and theorganization Stratton Oakmont which collapsed due to illegal practices. The analysis further highlights theconnection between Belfort’s leadership style and French & Raven’s power bases, Weber’s concept ofauthority, and Foucault’s perspective on control. The study underscores the importance of avoidingmanipulative leadership to safeguard organizational reputation and sustainability, while suggesting furtherresearch to compare similar phenomena in other films or real context
Analisis Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian Sapi Pada Ternak Tani Lubis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga terhadap keputusan pembelian sapipada peternakan Tani Lubis. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatandeskriptif dan verifikatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 98responden konsumen Tani Lubis. Hasil uji instrumen menunjukkan bahwa kuesioner valid danreliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,872. Analisis data menggunakan regresi liniersederhana. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa harga memiliki pengaruh positif dan signifikanterhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 46,2% yang berartikeputusan pembelian dijelaskan oleh faktor harga, sedangkan 53,8% dipengaruhi faktor lain di luarpenelitian ini. Uji signifikansi menunjukkan nilai t-hitung sebesar 8,523 lebih besar dari t-tabel1,984 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, harga terbukti menjadi salahsatu faktor dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian sapi pada Tani Lubis. Penelitianini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola untuk merumuskan strategi penetapan hargayang lebih kompetitif agar dapat meningkatkan penjualan dan kepuasan pelanggan.
This study aims to analyze the influence of price on purchasing decisions of cattle at Tani LubisFarm. The research employed a quantitative method with a descriptive and verificative approach.Primary data were collected through questionnaires distributed to 98 respondents who arecustomers of Tani Lubis. The instrument testing showed that the questionnaire was valid andreliable with a Cronbach’s Alpha value of 0.872. Data were analyzed using simple linearregression. The results revealed that price has a positive and significant effect on purchasingdecisions. The coefficient of determination (R²) was 46.2%, indicating that purchasing decisionsare explained by the price factor, while the remaining 53.8% is influenced by other factors outsidethis study. The significance test showed a t-value of 8.523, which is greater than the t-table valueof 1.984, with a significance level of 0.000 < 0.05. Thus, price is proven to be one of the dominantfactors influencing cattle purchasing decisions at Tani Lubis Farm. This research is expected toserve as a consideration for farm management in formulating more competitive pricing strategiesto increase sales and customer satisfaction
Analisis Perbandingan Efektivitas Pemasaran Media Sosial Menggunakan Metode Uji Kruskall Wallis (Studi Kasus : Bengkel Sepeda Tenda Biru)
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas pemasaran diInstagram, Facebook, dan TikTok. Efektivitas ini akan diukur berdasarkan metrik seperti jangkauan(Reach), Jumlah Pengikut (Followers), Jumlah Pengunjung (Profile visit) dan KeterlibatanPengguna (User Engagement). Perbedaan ini akan membantu menentukan platform mana yangpaling efektif dalam mencapai tujuan pemasaran tertentu. Hasil perbandingan efektivitas pemasarandi Instagram, Facebook, dan TikTok menggunakan uji Kruskall Wallis menunjukkan bahwa terdapatperbedaan signifikan antara tingkat keterlibatan di ketiga platform (p < 0.05). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik pada variabel Reach (terdapatperbedaan signifikan (p < 0.001) dengan Instagram memiliki mean rank tertinggi (48.80), Follower(perbedaan sangat signifikan (p < 0.001) dengan Instagram unggul (mean rank 51.96), dan Profile_V(perbedaan signifikan (p < 0.001) dengan Instagram tertinggi (mean rank 53.70) pada platformmedia sosial Instagram, Facebook, dan TikTok, serta perbedaan signifikan pada Engagement Rate(perbedaan signifikan (p = 0.011) antara tiga kelompok yang diuji. Performa platform Instagramsecara konsisten menunjukkan performa terbaik dalam: Reach (mean rank tertinggi: 48.80), JumlahFollower (mean rank tertinggi: 51.96), Profile Views (mean rank tertinggi: 53.70). Facebook danTikTok menunjukkan performa yang relatif serupa dan lebih rendah dibandingkan Instagram dalamketiga metrik tersebut. Untuk strategi media sosial: (1) Instagram terbukti menjadi platform yangpaling efektif untuk reach, follower growth, dan profile visibility, (2) Facebook dan TikTokmemerlukan strategi yang berbeda untuk meningkatkan performa, (3) Perbedaan engagement antarakelompok menunjukkan pentingnya strategi konten yang tepat. Rekomendasi dari penelitian iniadalah (1) prioritaskan Instagram untuk strategi organic reach dan follower building, (2) evaluasistrategi konten di Facebook dan TikTok untuk meningkatkan performa, (3) analisis lebih lanjutdiperlukan untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan engagement antarkelompok
The study aims to analyze and compare the effectiveness of marketing on Instagram, Facebook,and TikTok. This effectiveness will be measured based on metrics such as reach, number offollowers, number of visitors (profile visits), and user engagement. These differences will helpdetermine which platform is most effective in achieving specific marketing objectives. The resultsof comparing the effectiveness of marketing on Instagram, Facebook, and TikTok using the KruskallWallis test show that there are significant differences between the levels of engagement on the threeplatforms (p < 0.05). The Kruskal-Wallis test results show statistically significant differences in theReach variable (there is a significant difference (p < 0.001) with Instagram having the highest meanrank (48.80), Followers (very significant difference (p < 0.001) with Instagram leading (mean rank51.96), and Profile_V (significant difference (p < 0.001) with Instagram being the highest (meanrank 53.70) on the social media platforms Instagram, Facebook, and TikTok, as well as a significantdifference in Engagement Rate (significant difference (p = 0.011) among the three groups tested. Instagram's platform performance consistently showed the best performance in: Reach (highestmean rank: 48.80), Number of Followers (highest mean rank: 51.96), Profile Views (highest meanrank: 53.70). Facebook and TikTok showed relatively similar and lower performance compared toInstagram in all three metrics. For social media strategy: (1) Instagram proved to be the mosteffective platform for reach, follower growth, and profile visibility, (2) Facebook and TikTok requiredifferent strategies to improve performance, (3) Differences in engagement between groupsdemonstrate the importance of the right content strategy. Recommendations from this study are (1)prioritize Instagram for organic reach and follower building strategies, (2) evaluate content strategieson Facebook and TikTok to improve performance, (3) further analysis is needed to understand thefactors causing differences in engagement between group
Pengaruh Media Sosial Instagram Dan Influencer Terhadap Keputusan Berkunjung Pada Event Medan X Beauty 2023
Pihak penyelenggara event perlu menarik perhatian konsumen dengan memperhatikan faktormedia sosial instagram dan influencer karena kedua faktor ini menentukan keputusan berkunjungkonsumen pada sebuah event. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruhmedia sosial instagram dan influencer terhadap keputusan berkunjung pada event Medan X Beauty2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pengunjungMedan X Beauty 2023 yaitu sebanyak 27.991 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100responden dengan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan dengan menyebarkankuesioner kepada seluruh responden. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untukmengetahui masing-masing pengaruh variabel terikat menggunakan SPSS versi 26. Hasilpenelitian menunjukan bahwa media sosial instagram (X1) secara parsial berpengaruh positif dansignifikan terhadap keputusan berkunjung dengan nilai thitung sebesar 9,021. Hasil uji tmenunjukan bahwa influencer (X2) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadapkeputusan berkunjung dengan nilai thitung sebesar 2,285. Secara simultan menunjukan bahwamedia sosial instagram dan influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusanberkunjung dengan nilai fhitung sebesar 106,051. Hasil R Square menunjukan bahwa media sosialinstagram (X1) dan influencer (X2) mampu mempengaruhi keputusan berkunjung sebesar 68,6%dan sisanya sebesar 31,4% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor yang tidak diteliti dalam penelitianini