E-Journal Universitas Muhammadiyah Buton
Not a member yet
2741 research outputs found
Sort by
Manajemen Komunikasi Branding Tujuan Wisata di Indonesia melalui Kampanye Wonderful Indonesia
Penghargaan tersebut tidak lepas dari upaya komunikasi pemasaran dan branding yang dilakukan oleh Kemenparekraf. Terdapat konsep yang disebut place branding, di mana Wonderful Indonesia diterapkan untuk melakukan branding pariwisata Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep place branding pariwisata dalam upaya komunikasi pemasaran dan branding Wonderful Indonesia. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan integrated marketing communication, branding, dan place branding. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai perwakilan dari Kemenparekraf yang terlibat dalam kegiatan komunikasi pemasaran dan branding Wonderful Indonesia. Data kemudian dikodekan dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemenparekraf menggunakan strategi komunikasi pemasaran, menggabungkan komponen Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC), dan menerapkan branding sesuai dengan konsep place branding. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa penerapan branding memenuhi 10 komponen Model Manajemen Merek Tempat Strategis: infrastruktur merek, manajemen pemangku kepentingan (keterlibatan), kepemimpinan merek, artikulasi, arsitektur, komunikasi, identitas, pengalaman, promosi dari mulut ke mulut, dan evaluasi. Kemenparekraf juga secara efektif menerapkan pendekatan komunikasi pemasaran terpadu (IMC) dengan memanfaatkan berbagai perangkat, seperti periklanan, promosi, sponsorship, acara pemasaran, pemasaran pengalaman, penempatan produk, konten bermerek, pengemasan, pameran dagang dan pameran, penjualan personal, pemasaran langsung, dan hubungan Masyarakat
The Effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) Model Assisted by Flipbook Media on Improving the Learning Outcomes of Pancasila Education Grade 4 SDN 1 Datar
The research is based on the low learning outcomes of students caused by learning still using lecture methods and media that are less interesting. It is proven by the discovery at SDN 1 Datar that the learning outcomes of Pancasila Education for grade 4 students are still relatively low. This study aims to determine the effectiveness of the PBL model assisted by Flipbook media on improving the learning outcomes of Pancasila education in grade 4 SDN 1 Datar. This study uses a quantitative research method with One Group Pretest Posttest involving class IV totaling 34 students as a sample for 5 meetings. The results of the normality test of learning outcome data, namely Pretest 0.261 and Postest 0.119 (> 0.05), mean that the data is normally distributed. The results of the Paired Sample T-test showed a significance value of 0.000 < 0.05 meaning that Ho was rejected and Ha was accepted. The N-Gain test obtained an average N-Gain Score of 0.7661 in the high category. Based on the results of the study, it was shown that the PBL model assisted by Flipbook media was effective in improving the learning outcomes of Pancasila Education in grade 4 of SDN 1 Datar
Implementasi Kinerja Guru Penggerak dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pendidik, termasuk peran guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan berpihak pada siswa. Sebagai upaya meningkatkan kualitas guru dan kepemimpinan pendidikan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meluncurkan Program Guru Penggerak pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kinerja Guru Penggerak dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan mengkaji berbagai penelitian dan dokumen yang relevan terkait program tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa Guru Penggerak memiliki peran strategis dalam menggerakkan komunitas pendidikan, menjadi pengajar praktik dan inovator pembelajaran, membangun kepemimpinan siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Selain itu, Guru Penggerak juga berperan sebagai agen perubahan dalam ekosistem sekolah. Meskipun program ini memberikan dampak positif, terdapat tantangan yang masih dihadapi, seperti kesenjangan sumber daya, kesiapan guru, dan resistensi terhadap perubahan. Dengan adanya penguatan kebijakan dan dukungan berkelanjutan, Program Guru Penggerak diharapkan dapat semakin berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia
Pengamatan Keadaan Lingkungan Sekolah dalam Pengalaman Pembelajaran di Sekolah Dasar
Pengamatan terhadap keadaan lingkungan sekolah merupakan bagian integral dari proses pembelajaran kontekstual yang bertujuan menanamkan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri Satap 2 Konawe Selatan sebagai bagian dari pengalaman pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan observasi, analisis, serta pembentukan sikap peduli lingkungan di kalangan siswa. Tujuan kegiatan ini adalah agar siswa mampu mengenali kondisi lingkungan sekolah, mengidentifikasi permasalahan yang ada, serta merumuskan upaya perbaikan secara sederhana. Metode kegiatan yang digunakan meliputi observasi langsung di lingkungan sekolah, pencatatan data hasil pengamatan, diskusi kelompok untuk membahas temuan, serta presentasi hasil observasi di hadapan teman sekelas. Melalui metode ini, siswa tidak hanya belajar mengamati secara sistematis tetapi juga terlatih dalam berpikir kritis dan berkolaborasi. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, dan keasrian lingkungan sekolah, sekaligus menumbuhkan kebiasaan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, pengalaman pembelajaran melalui pengamatan lingkungan sekolah mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan karakter peduli lingkungan, meningkatkan keterampilan berpikir analitis, serta mempererat kerja sama antar siswa
Kreativitas Mahasiswa: Pembuatan Pohon Pojok Baca di Sekolah Dasar
Minat baca siswa sekolah dasar masih tergolong rendah, terutama karena keterbatasan media dan ruang baca yang menarik. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa melaksanakan program kreativitas dengan membuat Pohon Pojok Baca di SD Negeri 2 Wameo sebagai bentuk pengabdian dan praktik nyata pembelajaran kreatif. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa melalui pendekatan visual yang menarik dan interaktif. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, perancangan desain, pengumpulan bahan daur ulang, serta proses pembuatan dan penempatan pohon baca di dalam kelas. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme siswa yang tinggi dalam membaca buku yang ditempatkan pada Pohon Pojok Baca, serta meningkatnya interaksi siswa dengan buku-buku bacaan di luar jam pelajaran. Guru pun menyambut baik inovasi ini sebagai media pembelajaran tambahan yang inspiratif. Kesimpulannya, kegiatan ini membuktikan bahwa kreativitas mahasiswa dalam menciptakan media literasi sederhana dan ramah anak dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah dasar. Program serupa layak dikembangkan di sekolah-sekolah lain dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah
Pendampingan Pembuatan Perencanaan Pengendalian Kualitas Fillet Ikan Sesuai Standar Keamanan Pangan di Industri Pembekuan Ikan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pendampingan pembuatan perencanaan pengendalian kualitas fillet ikan sesuai standar keamanan pangan, yang dilaksanakan di industri pembekuan ikan BBN. Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu perusahaan dalam menjamin mutu dan keamanan pangan agar produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. Untuk itu, diterapkan sistem Statistical Process Control (SPC) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dalam proses produksinya. Pendampingan dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain: identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas fillet ikan, analisis bahaya (Hazard Analysis), penentuan Critical Control Point (CCP), penetapan Critical Limit (CL), perhitungan batas kontrol melalui peta kendali, serta penyusunan perencanaan pengendalian dengan monitoring rutin pada tiap CCP. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kadar bakteri dan logam berat dalam produk fillet ikan BBN masih berada dalam batas aman dan sesuai dengan standar mutu pangan yang ditetapkan dalam SNI 01-2696.1-2006. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas produk secara berkelanjutan serta memenuhi standar ekspor dan permintaan pasar domestik yang semakin ketat
Analisa Kemampuan TNI Al di Perbatasan Indonesia-Malaysia-Filipina sebagai Penyangga Ibukota Negara dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Negara
Penelitian ini menganalisis kemampuan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia-Filipina, yang memiliki peran strategis sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru di Nusantara, Kalimantan Timur. Wilayah perbatasan ini merupakan kawasan maritim strategis dengan potensi ancaman konvensional maupun non-konvensional, seperti aktivitas ilegal, konflik perbatasan, dan ancaman militer. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pertahanan laut menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas kawasan dan mendukung kedaulatan negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, berdasarkan data primer dan skunder yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun TNI AL telah menjalankan perannya secara efektif melalui patroli perbatasan, kerja sama internasional, dan diplomasi maritim, masih diperlukan peningkatan kemampuan TNI AL, strategi pertahanan laut khususnya Lantamal XIII Tarakan sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan Filipina, peningkatan kemampuan alutsista TNI AL sebagai bagian dari strategi untuk menghadapi ancaman di wilayah perbatasan. Upaya tersebut akan memperkuat kemampuan TNI AL dalam menghadapi dinamika ancaman yang berkembang di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia-Filipina dan mendukung pertahanan nasional dalam rangka menjaga kedaulatan negara
Peran Orang Tua dan Wali Kelas Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV A SD Negeri Lamanggau
Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui peran orang tua dan wali kelas dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV A di SD Negeri Lamanggau. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah orang tua siswa dan wali kelas IV A serta siswa kelas IV A dengan jumlah siswa 19 yang terdiri dari 9 laki laki dan 10 perempuan. Teknik Pengumpulan data yang di gunakan yaitu observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis data bersifat induktif. Validitas data melalui pendekatan tringulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran penting sebagai pengasuh, pendidik, pembimbing, dan contoh teladan, yang secara aktif terlibat dalam diskusi siswa mengenai kemajuan hasil belajar. Mereka memberikan dukungan yang diperlukan, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung di rumah, dan memastikan akses terhadap sumber daya pembelajaran. Di sisi lain, wali kelas juga mengemban peran beragam di luar mengajar, seperti menjadi mentor, konselor, dan mitra dalam pendidikan. Kolaborasi antara orang tua dan wali kelas sangat penting dalam memaksimalkan prestasi belajar siswa, serta membentuk lingkungan pendidikan yang mendukung baik di sekolah maupun di rumah
Penggunaan Media Pembelajaran Animasi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA menggunakan media pembelajaran animasi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas. Subyek yang digunakan siswa kelas III di SD Negeri 1 Katilombu sebanyak 20 orang peserta didik, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan tes. Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada pelaksanaan tindakan siklus I jumlah siswa yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 11 orang dan 9 orang yang tidak tuntas dengan presentasi ketuntasan 55% serta rata-rata yang diperoleh yaitu 66,5. Sedangkan pada pelaksanaan tindakan siklus II jumlah siswa yang memperoleh nilai tuntas yaitu 20 orang atau semua siswa memperoleh nilai tuntas dengan presentase ketuntasan 100% serta nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 85. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran animasi dapat meningkatkan hasil belajar IPA tema I siswa kelas III. A di SDN 1 Katilombu
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bunyi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bunyi Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas IV SD Negeri 1 Watuampara Kabupaten Buton Selatan. Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 Watuampara berjumlah 22 siswa, yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan pada Tahun Ajaran 2024/2025. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi terhadap hasil belajar siswa dan teknik tes tertulis. Analisis data dilakukan menggunakan rumus presentase untuk menghitung nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa siklus I adalah 61,81 dengan persentase ketuntasan sebesar 54% dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata siswa sebesar 83,18 dengan presentase ketuntasan sebesar 90%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bunyi di kelas IV SD Negeri 1 Watuampara