Universitas Semarang Jurusan: SIJALU - Sistem Informasi Jurnal Ilmiah USM
Not a member yet
    4140 research outputs found

    Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Video Editing dengan Filmora Untuk Konten TikTok

    Get PDF
    Pelatihan video editing menggunakan aplikasi Filmora merupakan salah satu upaya strategis dalam memberdayakan Karang Taruna di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas IVET berinisiatif memberikan pelatihan video editing dengan Filmora untuk diunggah di TikTok. Permasalahan yang dihadapi Karang Taruna Desa Sawangan adalah minimnya pengetahuan atau keahlian karena masih belum adanya terdapat pelatihan ataupun pendampingan dalam proses pembuatan konten pengetahuan untuk video editing masih terbatas. Berdasarkan hasil evaluasi, video editing sangat bermanfaat bagi para karang taruna Desa Sawangan terutama meningkatkan kreatifitas Karang Taruna guna peningkatan dan kemajuan bagi Desa Sawangan menghasilkan video berkualitas tinggi. Selain itu hasil dari pelatihan ini Karang Taruna Desa Sawangan mendapatkan edukasi dan mempraktekkan video editing melalui Filmora, tips dan trik membuat konten video TikTok yang menarik sebagai media promosi desa. Profile Desa Sawangan lebih dikenal ke masyarakat baik dari UMKM, tempat wisata, dan bisa meningkatkan pemasukan masyarakat Desa Sawangan

    Peningkatan Pemahaman Mengenai Akibat Kenakalan Remaja Bagi Peserta Didik SMA Negeri 16 Semarang

    Get PDF
    Remaja adalah masa peralihan dari kanak kanak ke dewasa. Pada masa ini di dalam diri para remaja terjadi pertentangan yang disebut expolosive bipolarity karena anak merasa berdiri dengan sebelah kaki di lingkungan keluarga (ketergantungan) dan sebelah kakinya yang lain berada di luar keluarga (terlepas dari ketergantungan). Kenyataan seperti itu sebenarnya menempatkan para remaja pada kondisi yang sangat membutuhkan bimbingan, baik dari orang tua maupun dari guru-gurunya di sekolah. Kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja. Data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti maraknya kenakalan remaja berupa kasus kekerasan di sekolah yang terjadi hingga September 2024 tercatat ada 293 kasus kekerasan di sekolah. Untuk di Kota Semarang, kenakalan remaja marak di Tahun 2024 adalah tawuran antar kelompok atau Gangster. Berdasarkan data dari Polrestabes Semarang selama periode Januari-September 2024 tercatat 83 kasus tawuran di mana 73 pelaku harus menjalani pidana, sementara sekitar 200 pelaku lainnya menjalani pembinaan di Kepolisian. Kenakalan ini menimbulkan akibat yang sangat merugikan masa depan untuk menggapai cita-cita dari peserta didik umumnya dan khususnya peserta didik di SMA Negeri 16 Semarang. Bertitik tolak dari sinilah, maka perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan hukum dengan merumuskan permasalahan yaitu kurangnya pemahaman peserta didik SMA Negeri 16 Semarang mengenai akibat kenakalan remaja. Adapun kontribusi mendasar pada khalayak sasaran diharapkan adanya peningkatan pemahaman mengenai akibat kenalan remaja, sehingga setiap peserta didik  mempunyai kesadaran hukum, dapat terwujud ketertiban, keadilan sehingga dapat terhindar dari berbagai permasalahan hukum yang dapat merusak cita-cita di masa depan. Pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab secara langsung, dan evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil penyebaran kuesioner pree-test dan post-test peningkatan pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman akibat kenakalan remaja bagi Peserta Didik SMAN 16 Semarang, menunjukkan adanya peningkatan 61,2%, itu artinya bahwa terdapat respon yang positif dari Peserta Didik SMAN 16 Semarang mengenai akibat kenakalan remaja

    Pelatihan Pembuatan Es Krim Daun Kelor sebagai Upaya Diversifikasi Produk Pangan Fungsional di SMK Ibu Kartini Semarang

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Ibu Kartini Semarang dalam mengolah daun kelor menjadi produk pangan fungsional. Pelatihan mencakup teori pascapanen, potensi nutrisi daun kelor, serta praktik pembuatan es krim sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. Metode pelatihan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung, yang diikuti oleh 29 siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan: pemahaman teknologi pascapanen meningkat dari 58% menjadi 84%, potensi pangan fungsional dari 52% menjadi 80%, dan keterampilan teknis pembuatan es krim dari 40% menjadi 82%. Kegiatan ini menunjukkan potensi untuk replikasi sebagai model edukatif kewirausahaan berbasis pangan lokal

    Prediksi Minat Karir Mahasiswa Akuntansi untuk menjadi Konsultan Pajak

    Get PDF
    Rasio jumlah wajib pajak yang harus diaudit tidak sebanding dengan jumlah konsultan pajak yang terdaftar di Indonesia. Fenomena ini mendorong dilakukannya penelitian tentang minat mahasiswa untuk menjadi konsultan pajak. Self-efficacy, imbalan finansial, dan pengakuan professional digunakan sebagai variabel prediktor terhadap minat pemilihan jalur karir sebagai konsultan pajak. Model penelitian disusun berdasarkan teori karir kognitif sosial dan teori perilaku terencana. Data primer dikumpulkan menggunakan instrumen berupa kuesioner tertutup. Setiap variabel diukur dengan empat pertanyaan. Setiap pertanyaan diberi pilihan jawaban berdasarkan skala likert. Populasi penelitian yaitu mahasiswa program studi S1 akuntansi Universitas Semarang. Sampel ditentukan berdasarkan kriteria yaitu mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir dan telah menempuh semua mata kuliah yang terkait dengan perpajakan. Berdasarkan kriteria sampel diperoleh 104 jawaban responden. Berdasarkan pengujian pearson correlation.dan Cronbach aplha mengindikasikan bahwa semua variabel memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Model penelitian dirumuskan dengan model regrersi metode kuadrat terkecil. Hasil pengujian t statistik menunjukkan bahwa variabel self-efficacy, imbalan finansial, dan pengakuan professional mampu memprediksi keinginan mahasiswa untuk berkarir sebagai konsultan pajak. Nilai F statistik menunjukkan keseluruhan variabel independen secara signifikan mempengaruhi variabel dependen, Nilai koefisien determinasi menunjukkan kekuatan prediksi model pada level moderat. Kata kunci: konsultan pajak; self-efficacy; imbalan finansial; pengakuan profesiona

    Menelusuri Evolusi Penelitian Quantitative Easing: Analisis Bibliometrik atas Respons terhadap Krisis Global

    Get PDF
    Kebijakan moneter memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Ketika instrumen konvensional seperti pemangkasan suku bunga tidak lagi efektif, bank sentral sering kali mengadopsi langkah-langkah non-konvensional seperti Quantitative Easing (QE). Quantitative Easing bertujuan untuk menjaga stabilitas jumlah uang beredar, mendorong lembaga perbankan agar meningkatkan penyaluran kredit, serta memperkuat likuiditas dalam perekonomian. Kebijakan ini telah digunakan oleh bank sentral terkemuka, seperti Bank of England dan The Fed untuk menstabilkan pasar keuangan selama krisis ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan serta menganalisis terkait kebijakan Quantitative Easing serta dampaknya terhadap perekonomian global melalui pendekatan bibliometrik. Analisis dilakukan dengan menggunakan data bibliografi dari Scopus pada periode 1994-2024. Analisis bibliometrik digunakan untuk memahami perkembangan penelitian tentang Quantitative Easing dalam database Scopus. Penelitian ini menggunakan alat analisis seperti Vos Viewer dan R Studio untuk memetakan hasil penelitian ilmiah terkait Quantitative Easing dan mengidentifikasi topik utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quantitative Easing telah menjadi topik penelitian yang semakin populer, terutama setelah krisis keuangan global tahun 2008. Kebijakan ini terbukti efektif dalam merangsang pertumbuhan ekonomi dan menstabilkan pasar keuangan, namun juga menimbulkan berbagai dampak samping seperti apresiasi nilai tukar, peningkatan aliran modal, dan ketidakstabilan harga komoditas di negara-negara berkembang. Penelitian ini juga mengidentifikasi tren penelitian terbaru terkait Quantitative Easing yang banyak menyoroti bagaimana dampaknya pada ekonomi negara berkembang, terutama dalam hal fluktuasi nilai tukar, arus modal, dan ketimpangan ekonomi. Selain itu, kajian terkini juga menekankan pentingnya sinergi antara Quantitative Easing dan kebijakan fiskal sebagai respons terpadu terhadap krisis.  Kata Kunci : Quantitative Easing; kebijakan moneter; bibliometrik; krisis keuangan; ekonomi global

    ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA DI ERA DIGITAL: UPAYA PERLINDUNGAN MEREK DALAM EKOSISTEM E-COMMERCE INDONESIA

    Get PDF
    The advancement of digital technology has driven significant transformation in the trade sector, particularly through electronic commerce (e-commerce) systems. This shift has brought new challenges to the legal protection framework for intellectual property rights, especially trademarks. Trademark disputes on digital platforms are often difficult to resolve through conventional litigation, which tends to be slow, costly, and less adaptive to the nature of electronic transactions. This condition underscores the urgency of implementing Alternative Dispute Resolution (ADR), particularly Online Dispute Resolution (ODR), as a more flexible, swift, and efficient mechanism. This study aims to evaluate the effectiveness of ADR in providing legal protection for trademarks within Indonesia’s e-commerce ecosystem and to explore the potential integration of ADR with the national legal system and the internal policies of digital platforms. The findings indicate that ADR, through online mediation and arbitration, holds significant potential to expedite the resolution of trademark disputes. However, its effectiveness is still hindered by the absence of comprehensive regulations, imbalanced relations between consumers and business actors, weak external oversight of ODR processes, and the lack of a standardized national platform. The study concludes that ADR should not only be seen as an alternative option but can serve as a primary instrument for ensuring swift and affordable access to justice in the digital sphere. Therefore, regulatory reforms, strengthening the institutional capacity of ADR, enhancing digital legal literacy, and expanding the scope of the national complaint system such as SiPENA to cover intellectual property disputes are necessary. A progressively and adaptively designed ADR–ODR integration is expected to strengthen trademark protection and foster an e-commerce ecosystem that is fair, inclusive, and sustainable.   Abstrak Kemajuan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam sektor perdagangan, khususnya melalui sistem perdagangan elektronik (e-commerce). Perubahan ini membawa tantangan baru bagi sistem perlindungan hukum hak kekayaan intelektual, terutama terhadap merek dagang. Sengketa merek di platform digital kerap sulit diselesaikan melalui jalur litigasi konvensional yang cenderung lamban, berbiaya tinggi, dan kurang adaptif terhadap karakteristik transaksi elektronik. Kondisi tersebut menegaskan urgensi penerapan Alternatif Penyelesaian Sengketa (Alternative Dispute Resolution/ADR), khususnya melalui Online Dispute Resolution (ODR), sebagai mekanisme yang lebih fleksibel, cepat, dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ADR dalam memberikan perlindungan hukum terhadap merek di ekosistem e-commerce Indonesia, serta menggali potensi integrasinya dengan sistem hukum nasional dan kebijakan internal platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ADR, melalui mediasi dan arbitrase daring, memiliki prospek signifikan untuk mempercepat penyelesaian sengketa merek. Namun, efektivitasnya masih terkendala oleh kekosongan regulasi yang komprehensif, ketimpangan relasi antara konsumen dan pelaku usaha, lemahnya kontrol eksternal terhadap proses ODR, serta ketiadaan platform nasional yang terstandarisasi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa ADR tidak hanya menjadi pilihan alternatif, tetapi dapat berfungsi sebagai instrumen utama untuk menjamin akses keadilan yang cepat dan terjangkau di ranah digital. Untuk itu, diperlukan pembaruan regulasi, penguatan kapasitas kelembagaan ADR, peningkatan literasi hukum digital, serta perluasan cakupan sistem pengaduan nasional seperti SiPENA agar mencakup sengketa kekayaan intelektual. Integrasi ADR–ODR yang dirancang secara progresif dan adaptif diharapkan mampu memperkuat perlindungan merek dan menciptakan ekosistem e-commerce yang adil, inklusif, dan berkelanjutan

    PENYELESAIAN SENGKETA WANPRESTASI MELALUI MEDIASI DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SEMARANG

    Get PDF
    The relationship between people who enter into an agreement results in the emergence of a bond in the form of rights and obligations of both parties . In the implementation of the agreement, if it is violated, there will be a default by one of the parties which will result in losses for the agreement that has been made. When there is a default, the thing that must be done is to resolve the default case. Settlement of default disputes can be carried out through two processes, namely litigation in court and non-litigation outside the court. How to resolve default disputes through mediation at the Semarang District Court and the obstacles faced in resolving default disputes through mediation at the Semarang District Court . Empirical legal research is the study of law as a social phenomenon that exists and develops within society. The specifics of this research are descriptive and analytical, namely research that aims to systematically, factually, and accurately describe the facts, characteristics, and relationships between phenomena that occur in legal practice. In this study, a non-random purposive sampling technique was used, which is a sampling method carried out intentionally as determined by the researcher. Data Collection Method By conducting interviews with mediator judges at the Semarang District Court. The results of the study show that there are 40 mediator judges and 69 non-judge mediators, in 2023 there were 65 while in 2024 there were 61 default cases resolved through mediation and the flow that must be followed in resolving default disputes through mediation in the Semarang District Court area is a summons, registration of the lawsuit, mediation. In mediation there are 3 stages, namely: pre-mediation stage, mediation process, mediation report, obstacles faced by the parties, absence of the parties, illness, old age and the solution is the involvement of the right parties, use of technology, increasing legal certainty.   Abstrak Hubungan antara orang yang melakukan perjanjian mengakibatkan timbulnya suatu ikatan yang berupa hak dan kewajiban kedua belah pihak. Dalam pelaksanaan perjanjian apabila dilanggar akan terjadi wanprestasi dari salah satu pihak yang menimbulkan kerugian atas perjanjian yang telah dibuat. Ketika wanprestasi maka hal yang harus dilakukan adalah penyelesaian atas perkara wanprestasi tersebut. Penyelesaian sengketa wanprestasi dapat dilakukan melalui dua proses yaitu proses litingasi di pengadilan dan non litigasi diluar pengadilan. Bagaimana penyelesaian sengketa wanprestasi melelui mediasi di PN Semarang dan Kendala yang dihadapi dalam menyelesaikan sengketa wanprestasi melalui mediasi di PN Semarang.Penelitian yuridis empiris adalah penelitian hukum sebagai suatu gejala sosial yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta, karakteristik, hubungan antar fenomena yang terjadi dalam praktik hukum. Pada penelitian ini, menggunakan teknik penentuan non-random Purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel yang dilakukan secara sengaja yang ditetapkan oleh peneliti. Metode Pengumpulan Data Dengan melakukan wawancara hakim mediator di PN Semarang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 hakim mediator dan 69 mediator non hakim, pada tahun 2023 ada 65 sedangkan ditahun 2024 ada 61 perkara wanprestasi yang diselesaikan melalui mediasi dan alur yang harus dijalani dalam penyelesaian sengketa wanprestasi melalui mediasi di wilayah PN Semarang adalah somasi, pendaftaan gugatan, mediasi. Didalam mediasi ada 3 tahap yaitu: tahap pra mediasi, proses mediasi, laporan mediasi, kendala yang dihadapi Ketidakhadiran para pihak, keadaan sakit, lanjut usia dan solusinya adalah Keterlibatan Pihak yang Tepat, Penggunaan Teknologi, Meningkatkan Kepastian Hukum

    Sosialisasi Akibat Hukum Tindak Pidana Pengancaman Penyebaran Konten Video Porno Melalui Media Elektronik

    Get PDF
    Tindak pidana penyebarluasan konten asusila merupakan salah satu jenis kejahatan yang semakin marak di era digital. Kejahatan ini tidak hanya mengancam privasi individu, tetapi juga dapat menimbulkan dampak sosial dan psikologis yang serius bagi korban. Dalam banyak kasus, ancaman tersebut dilakukan melalui internet atau aplikasi pesan yang memungkinkan pelaku untuk menyebarkan ancaman secara cepat lewat media massa tersebut. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di Indonesia belum mengatur sanksi hukum terhadap kejahatan tersebut. Dalam menghadai tantangan perkembangan teknologi yang pesat, maka pemerintah membentuk Informasi dan Transaksi Elektronik mengatur tentang tindak pidana pengancaman melalui media elektronik yang bertujuan memberikan hukuman terhadap pelaku agar jera dan tidak mengulangi perbuatan yang dapat merugikan orang lain. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yaitu menggambarkan peristiwa seolah-olah sama dengan yang sebenarnya

    Hubungan Antara Harga Diri Dengan Kecemasan Terhadap Pelecehan Seksual Secara Verbal Pada Remaja Di Semarang Timur

    Get PDF
    Abstract. This study aims to empirically examine the relationship between self-esteem and anxiety in adolescents who experience verbal sexual harassment in East Semarang. The hypothesis proposed in this research is that there is a negative relationship between self-esteem and anxiety in adolescents who experience verbal sexual harassment in East Semarang. The higher a person\u27s self-esteem, the lower the level of anxiety they experience, and vice versa, the lower a person\u27s self-esteem, the higher the level of anxiety they experience. Meanwhile, the respondents in this study were teenagers who had experienced verbal sexual harassment in East Semarang. The method used in this research uses quantitative methods. The sampling technique used was purposive sampling. Research data was collected using a self-esteem scale and an anxiety scale. Data analysis used product moment correlation techniques with the help of SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) version 25. The results of this study show that there is a relationship between self-esteem and anxiety in teenagers who experience verbal sexual harassment in East Semarang. The correlation coefficient value is 0.710 with a sig value = 0.000, meaning there is a very significant relationship between self-esteem and anxiety. So the hypothesis in this research is accepted.   Keywords: (Self-esteem, Anxiety, Verbal Sexual Harassment, Adolescents)   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara harga diri dengan kecemasan pada remaja yang mengalami pelecehan seksual secara verbal di Semarang Timur. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara harga diri dengan kecemasan pada remaja yang mengalami pelecehan seksual secara verbal di Semarang Timur. Semakin tinggi harga diri seseorang maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami, begitupun sebaliknya semakin rendah harga diri seseorang maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialaminya. Sedangkan responden dalam penelitian ini adalah remaja yang pernah mengalami pelecehan seksual secara verbal di Semarang Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala harga diri dan skala kecemasan. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan SPSS (Stastical Package for the Social Sciences) versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara harga diri dengan kecemasan pada remaja yang mengalami pelecehan seksual secara verbal di Semarang Timur. Nilai correlation coefficient yaitu 0,710 dengan nilai sig = 0,000 artinya terdapat hubungan yang sangat signifikan antara harga diri dengan kecemasan. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.   Kata kunci: (Harga Diri, Kecemasan, Pelecehan Seksual Secara Verbal, Remaja

    PENGENALAN GAME EDUKASI BAGI SISWA TK KRISTEN 1 SATYA WACANA SALATIGA USIA 5-6 TAHUN

    Get PDF
    Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menuntut adanya adaptasi dalam dunia pendidikan, termasuk pada jenjang pendidikan anak usia dini. Pengenalan teknologi sejak dini menjadi langkah strategis dalam membentuk kesiapan anak menghadapi era digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi, khususnya komputer, kepada siswa Taman Kanak-kanak (TK) melalui game edukasi berbasis online. Kegiatan dilaksanakan secara luring di TK Kristen 1 Satya Wacana, Salatiga, dengan melibatkan siswa berusia 5–6 tahun. Metode pelatihan dilakukan dalam beberapa sesi, mencakup pengenalan bagian-bagian komputer, penggunaan mouse, serta pelatihan melalui game edukasi seperti pengenalan huruf, angka, bentuk geometri, dan jenis-jenis kendaraan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, serta mulai mengenal komputer sebagai media pembelajaran alternatif selain perangkat yang biasa digunakan di rumah seperti handphone dan tablet. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan belajar sambil bermain dengan teknologi dapat meningkatkan minat belajar dan keterampilan dasar siswa dalam menggunakan komputer.Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menuntut adanya adaptasi dalam dunia pendidikan, termasuk pada jenjang pendidikan anak usia dini. Pengenalan teknologi sejak dini menjadi langkah strategis dalam membentuk kesiapan anak menghadapi era digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi, khususnya komputer, kepada siswa Taman Kanak-kanak (TK) melalui game edukasi berbasis online. Kegiatan dilaksanakan secara luring di TK Kristen 1 Satya Wacana, Salatiga, dengan melibatkan siswa berusia 5-6 tahun. Metode pelatihan dilakukan dalam beberapa sesi, mencakup pengenalan bagian-bagian komputer, penggunaan mouse, serta pelatihan melalui game edukasi seperti pengenalan huruf, angka, bentuk geometri, dan jenis-jenis kendaraan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, serta mulai mengenal komputer sebagai media pembelajaran alternatif selain perangkat yang biasa digunakan di rumah seperti handphone dan tablet. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan belajar sambil bermain dengan teknologi dapat meningkatkan minat belajar dan keterampilan dasar siswa dalam menggunakan komputer. Kata Kunci: teknologi informasi, komputer, game edukasi, pelatihan kompute

    3,769

    full texts

    4,140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Semarang Jurusan: SIJALU - Sistem Informasi Jurnal Ilmiah USM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇