Universitas Semarang Jurusan: SIJALU - Sistem Informasi Jurnal Ilmiah USM
Not a member yet
    4140 research outputs found

    Pemberdayaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Wanabhakti dalam pengolahan Kopi untuk peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    Get PDF
    Abstrak Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan LMDH Wana Bhakti di Desa Sumanding melalui implementasi teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas. Metode yang digunakan meliputi pendekatan participatory empowerment melalui pelatihan branding dan digital marketing, diseminasi teknologi (mesin pengupas kopi, mesin sortir, dan mesin bor biopori), serta pendampingan berkelanjutan. Program berhasil meningkatkan kapasitas mitra secara signifikan. Implementasi mesin pengupas dan sortir kopi meningkatkan efisiensi waktu pengolahan, menghasilkan produk berkualitas standar, dan memberikan tambahan pendapatan dari jasa sortir. Pelatihan pemasaran digital berhasil membangun identitas merek dan membuka akses pemasaran yang lebih luas. Selain itu, tercipta 2.500 lubang biopori yang berkontribusi terhadap konservasi air dan tanah pada lahan seluas 2 hektar. Program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas, nilai tambah produk, dan pendapatan mitra. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan berkelanjutan, ekspansi penerapan biopori, dan pengembangan kemitraan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan akses pasar LMDH Wana Bhakti. Kata kunci: Teknologi Tepat Guna, Pemberdayaan Masyarakat, Konservasi Lahan   Abstract This community service program aims to empower the Wana Bhakti Community-Based Farmers (LMDH) in Sumanding Village through the implementation of appropriate technology and capacity building. The methods used include a participatory empowerment approach through branding and digital marketing training, technology dissemination (coffee hulling machines, sorting machines, and biopore drilling machines), and ongoing mentoring. The program significantly increased the capacity of partners. The implementation of the coffee hulling and sorting machines increased processing efficiency, produced standard-quality products, and provided additional income from sorting services. The digital marketing training successfully built brand identity and opened broader marketing access. Furthermore, 2,500 biopore holes were created, contributing to water and soil conservation on a 2-hectare plot of land. This community service program has proven effective in increasing productivity, product added value, and partner income. The sustainability of the program requires ongoing mentoring, expanded biopore implementation, and partnership development to strengthen the institutional capacity and market access of the Wana Bhakti LMDH. Keywords: Appropriate Technology, Community Empowerment, Land Conservatio

    Peran Work Engagement Sebagai Mediator Psychological Capital Dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Perilaku Inovatif

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh psychological capital dan kepemimpinan transformasional terhadap perilaku inovatif dengan work engagement sebagai variabel mediasi pada Pegawai Negeri Sipil (PNS).   Sampel yang digunakan sebanyak 78 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan empat skala pengukuran, yaitu: skala perilaku inovatif, skala work engagement, skala psychological capital, dan skala kepemimpinan transformasional. Analisis data menggunakan uji statistik dengan program SmartPLS 3.2.9.Hasil penelitian menunjukkan psychological capital berpengaruh signifikan pada perilaku inovatif dan work engagement sedangkan kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan pada perilaku inovatif dan tidak signifikan pada work engagement. Peran work engagement sebagai mediasi terlihat pada psychological capital yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada perilaku inovatif jika dimediasi oleh work engagement, namun pada kepemimpinan transformasional menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan pada perilaku inovatif jika dimediasi oleh work engagement

    SOSIALISASI DAN PELATIHAN SISTEM INFORMASI PEMBERDAYAAN POTENSI DESA WISATA KANDRI GUNUNG PATI SEMARANG

    Get PDF
    Desa Wisata Kandri menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan promosi wisata akibat tidak adanya data digital dan kurangnya kemampuan dalam mengelola sistem informasi. Hal ini menghambat penyebaran informasi wisata dan menyebabkan rendahnya visibilitas desa di platform digital. Untuk mengatasi permasalahan ini, solusi yang ditawarkan adalah pembuatan sistem informasi resmi yang berisi informasi lengkap tentang potensi desa dengan alamat url https://kandri.id/ serta penerapan strategi SEO agar lebih mudah ditemukan di mesin pencari. Selain itu, pelatihan pengelolaan sistem informasi diberikan kepada pengelola desa agar mereka dapat memperbarui dan mengoptimalkan konten secara mandiri. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pengembangan sistem informasi, penerapan SEO, dan pelatihan berbasis praktik. Implementasi solusi ini  dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, mempermudah pengelolaan potensi desa, serta meningkatkan daya saing Desa Wisata Kandri dalam industri pariwisata digital. Dengan demikian, inovasi digital ini dapat mendukung pengelolaan wisata yang lebih efektif dan berkelanjutan.Desa Wisata Kandri menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan promosi wisata akibat tidak adanya data digital dan kurangnya kemampuan dalam mengelola sistem informasi. Hal ini menghambat penyebaran informasi wisata dan menyebabkan rendahnya visibilitas desa di platform digital. Untuk mengatasi permasalahan ini, solusi yang ditawarkan adalah pembuatan sistem informasi resmi yang berisi informasi lengkap tentang potensi desa dengan alamat url https://kandri.id/ serta penerapan strategi SEO agar lebih mudah ditemukan di mesin pencari. Selain itu, pelatihan pengelolaan sistem informasi diberikan kepada pengelola desa agar mereka dapat memperbarui dan mengoptimalkan konten secara mandiri. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pengembangan sistem informasi, penerapan SEO, dan pelatihan berbasis praktik. Implementasi solusi ini  dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, mempermudah pengelolaan potensi desa, serta meningkatkan daya saing Desa Wisata Kandri dalam industri pariwisata digital. Dengan demikian, inovasi digital ini dapat mendukung pengelolaan wisata yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Sistem Informasi Desa, SEO, Promosi Digital, Pengelolaan Wisat

    Advancing Sustainable Construction in Nigeria: A Critical Review of Progress, Challenges, and Future Direction

    Get PDF
    This literature review examines the progress, challenges, and opportunities in adopting sustainable construction practices in Nigeria over the past two decades. Significant advancements have been made, particularly in the use of energy-efficient materials and Building Information Modeling (BIM), which have improved project efficiency and sustainability. Policy frameworks have evolved to support these technological innovations, but widespread adoption of sustainable practices is still hindered by economic constraints, cultural resistance, and regulatory gaps. Economic challenges, especially the high costs of sustainable technologies, are major obstacles, worsened by limited financial incentives and economic instability. Cultural factors, such as a preference for traditional construction methods, and inconsistent enforcement of building codes further complicate efforts to promote sustainability. Despite these barriers, there is growing awareness of the need to integrate sustainability into the construction sector, driven by both global environmental concerns and local development needs. The review also highlights its limitations, including a reliance on published academic literature, which may not fully capture recent industry trends or local realities. Excluding grey literature and non-English publications may omit important regional perspectives. The review recommends future research on detailed economic analyses of sustainable technologies, exploring the integration of traditional and modern practices, and comparative studies with similar countries

    Peningkatan Pemahaman Merek Bagi UMK Di Kelurahan Peterongan Kota Semarang

    Get PDF
    The community service activity carried out by the Master of Laws Team at Universitas Semarang aimed to provide micro, small, and medium enterprises (MSMEs) with a comprehensive understanding of the importance of trademarks as business assets, the procedures for trademark registration, and their legal protection. The urgency of this program stems from the low level of legal literacy among MSME actors regarding trademarks, which often leads to the risk of losing business identity and exclusive rights due to the failure to register their marks. The method employed was face-to-face socialization at the Peterongan Village Hall, featuring material presentations by speakers, interactive discussions, case studies, and simulations of online trademark registration through the Directorate General of Intellectual Property. The outcomes of this activity included a significant increase in participants’ knowledge, as measured by pre-tests and post-tests, with an average improvement of 54%. In addition, participants received practical guidelines for trademark registration and gained strategic insights into brand management, thereby strengthening their business competitiveness. Other outputs included posters, a journal publication, and a video uploaded on YouTube. The conclusion drawn from this activity is that socialization proved effective in raising awareness and enhancing the skills of MSME actors in managing and protecting their trademarks. Recommendations include the immediate registration of trademarks by MSME owners, support from local governments through mentoring programs and financial assistance for registration fees, as well as the continuation of similar community service programs by Universitas Semarang on other relevant themes to further strengthen the entrepreneurial capacity of society.   Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Magister Hukum Universitas Semarang bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada pelaku UMK mengenai arti penting merek sebagai aset usaha, prosedur pendaftaran merek, serta perlindungan hukumnya. Urgensi kegiatan ini didasari oleh rendahnya tingkat literasi hukum pelaku UMK terkait merek, sehingga banyak usaha yang berpotensi kehilangan identitas dan hak eksklusif akibat tidak mendaftarkan mereknya. Metode yang digunakan adalah sosialisasi secara tatap muka di Balai Kelurahan Peterongan, disertai pemaparan materi oleh narasumber, diskusi interaktif, studi kasus, dan simulasi pendaftaran merek secara daring melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Luaran yang dicapai dari kegiatan ini meliputi peningkatan signifikan pemahaman peserta yang terukur melalui pre-test dan post-test, di mana terjadi rata-rata kenaikan pemahaman sebesar 54%. Selain itu, peserta memperoleh panduan praktis pendaftaran merek dan pemahaman strategis mengenai pengelolaan merek untuk memperkuat daya saing usaha. Luran lai berupa Poster, jurnal dan video yang diunggap di Yutube. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa sosialisasi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan pelaku UMK dalam mengelola dan melindungi merek. Saran yang diberikan meliputi perlunya pelaku UMK segera mendaftarkan merek usahanya, dukungan pemerintah daerah melalui program pendampingan dan bantuan biaya pendaftaran, serta keberlanjutan program pengabdian serupa dari Universitas Semarang untuk tema-tema lain yang relevan guna memperkuat kapasitas usaha masyarakat

    Kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah Dalam Pengawasan Siaran Iklan Kampanye Pemilu 2024 Di Televisi

    Get PDF
    This study aims to analyze the authority of the Regional Indonesian Broadcasting Commission (KPID) of Central Java in supervising television broadcasts of campaign advertisements for the 2024 General Election. The urgency of this research lies in the ongoing violations of broadcast neutrality, which have the potential to influence public opinion and undermine the quality of democracy. The method employed is normative juridical with a statutory approach, supported by interview data from KPID Central Java. The findings indicate that KPID’s authority complies with the eight principles of legality and has proven to be fairly effective through the fulfillment of five factors in broadcast law enforcement. This study differs from previous research as it specifically evaluates the role of KPID in the context of the 2024 Election and the challenges posed by contemporary broadcasting regulations. In conclusion, KPID’s supervision contributes to the creation of democratic and high-quality broadcasts, although institutional strengthening and regulatory support are still required. This research contributes to the development of broadcasting law studies while also providing recommendations for the government and KPI to reinforce both the authority and effectiveness of election broadcast supervision in the future. Penelitian ini bertujuan menganalisis kewenangan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah dalam pengawasan siaran iklan kampanye Pemilu 2024 di televisi. Urgensi penelitian didasarkan pada masih ditemukannya pelanggaran netralitas siaran yang berpotensi menggiring opini publik dan mengancam kualitas demokrasi. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan yang didukung data wawancara dengan KPID Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan KPID telah memenuhi delapan prinsip legalitas hukum dan terbukti cukup efektif melalui pemenuhan lima faktor penegakan hukum penyiaran. Penelitian ini berbeda dari studi sebelumnya karena secara khusus mengevaluasi peran KPID dalam konteks Pemilu 2024 serta tantangan regulasi penyiaran kontemporer. Kesimpulannya, pengawasan KPID mendukung terciptanya siaran demokratis dan berkualitas, namun masih memerlukan penguatan kelembagaan dan dukungan regulasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian hukum penyiaran sekaligus memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan KPI untuk memperkuat kewenangan serta efektivitas pengawasan penyiaran Pemilu di masa mendatang.

    Konstruksi Hukum Kewenangan Pengadilan Agama Dalam Penetapan Wali Adhal Menurut Sistem Peradilan Agama

    Get PDF
    This study aims to examine the authority of the religious court in determining a wali adhal (a guardian who unjustifiably refuses to marry off a woman), with a case study on Decision Number 215/Pdt.P/2023/PA.Kdl. The research is grounded in the reality that, in practice, lineage guardians (wali nasab) are still found to refuse marriage without legitimate grounds under Islamic law, thereby obstructing women’s right to a lawful marriage. The study employs a normative juridical approach, analyzing court decisions alongside Islamic legal doctrines from the four schools of thought (mazhab). The findings reveal that the Kendal Religious Court has the authority to appoint a wali hakim (court-appointed guardian) as a substitute for a wali adhal, thereby ensuring legal protection for women and upholding the principles of justice and equality in marriage. The novelty of this research lies in its comprehensive analysis of judicial reasoning that integrates a normative approach, Islamic doctrinal perspectives, and substantive justice—an area rarely explored in prior studies. The study concludes that religious court rulings in wali adhal cases serve as a crucial instrument in safeguarding women’s constitutional right to marry and establish a legitimate family. It further recommends strengthening the role of religious courts in handling such cases and promoting legal awareness within society regarding the limits of a lineage guardian’s authority.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kewenangan pengadilan agama dalam menetapkan wali adhal dengan studi kasus pada Putusan Nomor 215/Pdt.P/2023/PA.Kdl. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa dalam praktiknya masih ditemukan wali nasab yang menolak menikahkan perempuan tanpa alasan yang sah menurut hukum Islam, sehingga menghambat hak perempuan untuk menikah secara sah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap putusan pengadilan dan doktrin hukum Islam dari empat mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengadilan Agama Kendal memiliki kewenangan untuk menetapkan wali hakim sebagai pengganti wali adhal, guna menjamin perlindungan hukum bagi perempuan serta menegakkan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam pernikahan. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada analisis komprehensif terhadap pertimbangan hakim yang memadukan pendekatan normatif, doktrinal Islam, dan keadilan substansial, yang belum banyak dikaji dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa putusan pengadilan agama dalam kasus wali adhal menjadi instrumen penting dalam menjaga hak konstitusional perempuan untuk menikah dan membentuk keluarga secara sah. Disarankan agar peran pengadilan agama diperkuat dalam menangani kasus-kasus serupa, serta perlunya sosialisasi hukum kepada masyarakat terkait batasan kewenangan wali nasab

    Media Transformation of Radio Romansa FM Ponorogo from Conventional to Digital Media to Maintain Listener Existence

    Get PDF
    Radio as an auditive medium has experienced significant pressure due to the emergence of digital platforms that offer greater flexibility and interactivity. Radio Romansa FM Ponorogo as one of the local radio stations also faces this challenge, especially in maintaining the existence of its listeners. The urgency of this research lies in the importance of understanding how local media in non-metropolitan areas such as Ponorogo respond to the growing pressure of digitalization. The purpose of this study is to find out and analyze the media convergence strategies implemented as well as the usefulness of these strategies to the existence of listeners. This research used a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, with the research subjects being the management of Romansa FM and active listeners. The results showed that Romansa FM adopted a media convergence strategy through a multimedia, multichannel and multiplatform approach. This effort allows the expansion of audience reach through social media and streaming applications. However, the implementation of the strategy has not been maximized due to limited resources and external obstacles such as the closure of the broadcast building. In terms of the usability of the strategy, it was found that digitalization provided easy access and increased listeners\u27 engagement, especially the younger generation. Nonetheless, this transformation has not been able to fully sustain the existence of Romansa FM, which finally officially stopped broadcasting in mid2023.   Keywords: Convergence; Radio; Romansa FM; Existence

    Architecture as Da\u27wah: Cultural Interpretation of Visual Symbols in the Great Mosque of Central Java

    No full text
    The Great Mosque of Central Java (Masjid Agung Jawa Tengah, MAJT) is regarded as a manifestation of religious architecture that effectively utilizes its design as a medium for visual and cultural da\u27wah (Islamic preaching). Through symbolic representations such as the 25 pillars symbolizing the 25 Prophets of Allah, the main dome representing Prophet Muhammad, and the electric umbrellas inspired by the Nabawi Mosque MAJT offers not only visual aesthetics but also presents religious teachings and cultural values in an accessible and inspiring format. The Asmaul Husna Tower, soaring 99 meters high, serves not only as a landmark reflecting the greatness of Allah SWT but also as a vital religious tourism destination, reinforcing the mosque’s role as a center for da\u27wah and cultural preservation. MAJT’s unique architecture combines Javanese, Arab, and Roman-Greek cultural elements, creating harmony between traditional heritage and modern touches. Elements such as batik ornaments, Arabic calligraphy, and inclusive spatial arrangements demonstrate how MAJT embraces diversity while remaining rooted in Islamic values. Furthermore, facilities like the auditorium, library, and giant Qur’an strengthen MAJT’s function as a hub for social, cultural, and educational activities. The architectural concept "Gelagah Wangi," designed by Ir. H. Ahmad Fanani, highlights the fusion of various architectural styles and technological innovations, such as the automatic hydraulic umbrellas that provide comfort while symbolizing progress. Overall, MAJT functions as a dynamic cultural interpretation space, illustrating Islam’s positive interaction with diverse cultures and promoting unity and tolerance through planned visual, social, and cultural da\u27wah strategies.Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dipandang sebagai perwujudan arsitektur religius yang secara efektif menggunakan desainnya sebagai sarana dakwah visual dan budaya. Melalui representasi simbolis—seperti 25 pilar yang menggambarkan 25 Rasul Allah, kubah utama yang melambangkan Nabi Muhammad SAW, dan payung-payung elektrik yang terinspirasi dari Masjid Nabawi. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tidak hanya menawarkan estetika visual, tetapi juga menyajikan ajaran agama dan nilai-nilai budaya dalam format yang mudah dipahami dan menginspirasi. Menara Asmaul Husna yang menjulang setinggi 99 meter tidak hanya menjadi landmark yang mencerminkan keagungan Allah SWT, tetapi juga destinasi wisata religi yang vital, semakin menegaskan peran masjid sebagai pusat dakwah dan pelestarian budaya. Arsitektur MAJT yang unik menggabungkan elemen budaya Jawa, Arab, dan Romawi-Yunani, menciptakan harmoni antara warisan tradisional dan sentuhan modern. Elemen-elemen seperti ornamen batik, kaligrafi Arab, dan tata ruang yang inklusif menunjukkan bagaimana MAJT merangkul keberagaman sambil tetap berakar pada nilai-nilai Islam. Selain itu, fasilitas-fasilitas seperti auditorium, perpustakaan, dan Al-Qur\u27an raksasa memperkuat fungsi MAJT sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan. Konsep arsitektur "Gelagah Wangi" yang dirancang oleh Ir. H. Ahmad Fanani menonjolkan perpaduan berbagai gaya arsitektur dan inovasi teknologi, seperti penggunaan payung hidrolik otomatis yang memberikan kenyamanan sekaligus melambangkan kemajuan. Secara keseluruhan, MAJT berfungsi sebagai ruang interpretasi budaya yang dinamis, menunjukkan bahwa Islam dapat berinteraksi secara positif dengan berbagai budaya, mempromosikan persatuan dan toleransi melalui strategi dakwah visual, sosial, dan budaya yang terencana

    Implementasi Metode Dempster-Shafer Untuk Mendiagnosis Karies Gigi

    No full text
    Gigi merupakan struktur keras yang terdapat di mulut manusia, berfungsi untuk mengunyah makanan, membantu dalam pengucapan, dan memberikan bentuk pada wajah. Gigi juga sering mengalami gangguan penyakit. Penyakit yang umumnya terjadi pada gigi adalah karies gigi. Penyebab dari karies gigi disebabkan karena kurangnya kebiasaan menyikat gigi secara teratur dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi. Banyak orang yang mengalami karies gigi cenderung tidak langsung pergi ke dokter gigi, sehingga masalah pada email gigi bisa semakin parah, membentuk lubang atau karies yang lebih besar. Jumlah tenaga dokter gigi di Indonesia sangat terbatas, rasio antara dokter dengan jumlah pasien adalah 1:12000. Perkembangan teknologi saat ini ada suatu sistem yang dapat berkerja layaknya seorang pakar. Sistem pakar ini menggunakan perunutan maju (forward chaining) dan metode perhitungan nya menggunakan Dempster-Shafer. Dempster-Shafer merupakan metode ketidakpastian untuk menghasilkan suatu diagnosa yang berdasarkan nilai densitas dari setiap gejala. Penelitian dilakukan dengan membandingkan data hasil diagnosa pakar, pakar menetapkan batas nilai threshold sebesar 70%. Dari 50 data uji didapati 47 data yang sesuai dan diatas threshold sehingga didapati akurasi sistem sebesar 94%. Sementara itu dari 50 data uji ada 3 data uji yang berada di bawah nilai thresholdGigi merupakan struktur keras yang terdapat di mulut manusia, berfungsi untuk mengunyah makanan, membantu dalam pengucapan, dan memberikan bentuk pada wajah. Gigi juga sering mengalami gangguan penyakit. Penyakit yang umumnya terjadi pada gigi adalah karies gigi. Penyebab dari karies gigi disebabkan karena kurangnya kebiasaan menyikat gigi secara teratur dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi. Banyak orang yang mengalami karies gigi cenderung tidak langsung pergi ke dokter gigi, sehingga masalah pada email gigi bisa semakin parah, membentuk lubang atau karies yang lebih besar. Jumlah tenaga dokter gigi di Indonesia sangat terbatas, rasio antara dokter dengan jumlah pasien adalah 1:12000. Perkembangan teknologi saat ini ada suatu sistem yang dapat berkerja layaknya seorang pakar. Sistem pakar ini menggunakan perunutan maju (forward chaining) dan metode perhitungan nya menggunakan Dempster-Shafer. Dempster-Shafer merupakan metode ketidakpastian untuk menghasilkan suatu diagnosa yang berdasarkan nilai densitas dari setiap gejala. Penelitian dilakukan dengan membandingkan data hasil diagnosa pakar, pakar menetapkan batas nilai threshold sebesar 70%. Dari 50 data uji didapati 47 data yang sesuai dan diatas threshold sehingga didapati akurasi sistem sebesar 94%. Sementara itu dari 50 data uji ada 3 data uji yang berada di bawah nilai threshold.  

    3,769

    full texts

    4,140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Semarang Jurusan: SIJALU - Sistem Informasi Jurnal Ilmiah USM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇