e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)Not a member yet
4146 research outputs found
Sort by
Pengaruh Desain Produk, Harga, Fitur, dan Daya Tahan terhadap Keputusan Pembelian melalui Kualitas Produk sebagai Variabel Intervening
Pada penelitian ini mencerminkan tantangan bisnis pada era kompetisi global yang ketat, terutama dalam menghadapi perubahan sikap konsumen dan dinamika teknologi. Perusahaan dituntut untuk memiliki strategi yang tepat dalam mencapai target penjualan dan mempertahankan pelanggan. Faktor-faktor seperti desain produk, fitur, harga, dan daya tahan menjadi kritis dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin selektif. Studi ini fokus pada Vario 150 eSP, kendaraan roda dua dengan fitur canggih, termasuk CBS, fitur ECO Smart, dan desain yang memenuhi ekspektasi konsumen modern. Daya tahan produk juga menjadi perhatian, seiring dengan persaingan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap keputusan pembelian melalui kualitas produk sebagai variabel intervening. Metode yang digunakan adalah pemodelan SEM dengan menggunakan beberapa variabel yang bertujuan untuk mengetahui seberapa berpengaruh variabel tersebut terhadap keputusan pembelian Vario 150 eSP. Hasil dari pengujian dengan model SEM didapatkan nilai P-value sebesar 0,943 untuk keseluruhan model, dan untuk hubungan setiap variabel antara desain dengan kualitas produk didapatkan nilai P-value sebesar 0,597 dengan CR -0,529, hubungan antara fitur dengan kualitas produk didapatkan nilai P-value sebesar 0,624 dengan CR 0,490, hubungan antara harga dengan kualitas produk didapatkan nilai P-value sebesar 0,049 dengan CR 1,964, dan yang terakhir hubungan antara kualitas produk dengan keputusan pembelian didapatkan nilai P-value sebesar ***/kurang dari 0,001 dengan CR 5,633. Dari hasil berikut dapat disimpulkan bahwa hanya variabel harga yang berpengaruh terhadap kualitas produk dan kualitas produk memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian
Perancangan Budaya Kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) (Studi Kasus: PT. Tenggara Perkebunan Teh Maleber)
PT. Tenggara Perkebunan Teh Maleber adalah suatu perusahaan yang mengelola teh dan budaya kerja di PT. Tenggara Perkebunan Teh Maleber ini terjadi permasalahan dilantai produksi yaitu tidak teraturnya tempat produksi sehingga produksi berjalan kurang efektif. Berdasarkan hasil observasi ke perusahaan diketahui bahwa perusahaan ini belum menerapkan 5S, menyebabkan pekerjaan terhambat karena alur kerja terhalang dan kinerjanya kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perancangan 5S di PT. Tenggara Perkebunan Teh Maleber untuk membuat lingkungan kerja menjadi lebih nyaman. Hasil penelitian ini adalah perancangan budaya kerja 5S serta layout setiap departemen dengan menggunakan software microsoft visio dan pembuatan formulir prosedur 5S . Kesimpulan dari penerapan 5S adalah penciptaan lingkungan kerja yang lebih teratur, efisien, bersih, dan terorganisir. Dengan menerapkan 5S secara konsisten, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, dan keamanan lingkungan kerja, serta menciptakan budaya kerja yang lebih baik
Analisis Pemilihan Investasi Penambangan Batubara Dengan Metode Discounted Cash Flow di PT. X
Kegiatan penambangan tidak bisa dipisahkan dari permasalahan ekonomi yang kompleks maka diperlukan pemilihan alternatif pembiayaan investasi. Pada penelitian kelayakan ekonomi dilakukan dengan tujuan mengetahui tingkat kelayakan investasi serta tingkat kemampulabaan menggunakan konsep Discounted Cashflow dengan menguji cobakan pada 2 skenario investasi yaitu 100% modal perusahaan [1] dan 70% modal perusahaan 30% kredit [2] dimana besar biaya investasi yang direncankan adalah Rp 2.556.699.031.071,00. Berdasarkan kriteria kelayakan ekonomi yang dihasilkan pada skenario [1] menghasilkan NPV Rp 299.932.261.936,00, IRR 16,64%, PBP 7,08 tahun sedangkan pada skenario [2] NPV Rp 854.550.979.845,00, IRR 18,69%, dan PBP 6,21 tahun. Sensitivitas dari kedua skenario tersebut menunjukkan hasil bahwa skenario [1] sensitif pada penurunan harga jual hingga 3% dan kenaikan biaya operasional 3% sedangkan skenario [2] sensitif saat terjadi penurunan harga jual 5% dan kenaikan biaya operasional 10%
ANALISIS STUDI KELAYAKAN USAHA BROWNIES KUKUS “BITTERSWEET ZONE” DENGAN METODE EKONOMI TEKNIK
Industri brownies, diperkenalkan pertama kali pada tahun 1897 di Amerika, kemudian mengalami evolusi signifikan dan populer di kalangan anak-anak dan orang dewasa. Di Indonesia, tren brownies kukus semakin berkembang, terutama di "Bittersweet Zone" di Mojokerto. "Bittersweet Zone" menawarkan beragam rasa brownies dengan kapasitas produksi 28 buah per hari. Meskipun baru, industri ini fokus pada inovasi untuk menarik konsumen dan mencapai keuntungan. Penelitian ini menganalisis studi kelayakan usaha brownies kukus "Bittersweet Zone" dari segi ekonomi teknik menggunakan metode NPV, ROR, Payback Periods, B/C Ratio, BEP, dan analisis sensitivitas. Evaluasi menunjukkan bahwa usaha ini layak, dengan NPW, NFW, dan NAW lebih besar dari 0. Payback period hanya 1 tahun 2 hari, lebih singkat dari umur investasi 5 tahun. ROR melebihi tingkat suku bunga 3%, dan B/C Ratio mencapai 3,81. Nilai BEP adalah 3975/pcs/unit/produk. Dengan hasil positif ini, dapat disimpulkan bahwa "Bittersweet Zone" layak dijalankanKata kunci: Brownies, Ekuivalensi, BEP, ROR, Ekonomi Tekni
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERANCANGAN SELF-PROPELLED BARGE (SPB) UNTUK DISTRIBUSI BATU BARA DI PALEMBANG, SUMATERA SELATAN
ABTRAKSumatera Selatan merupakan provinsi penghasil batubara yang ada di Indonesia bagian barat, salah satu daerah yang memiliki potensi tersebut adalah di Palembang yang mampu memproduksi sekitar 50.000.000 ton tahun. Dari hasil tersebut menjadikan produksi batubara sebagai penyumbang devisa daerah terbesar setelah sektor perikanan dan industri kayu. Jalur distribusi batubara daerah Palembang terdapat di sepanjang sungai musi. Berdasarkan dampak turunnya harga batubara dunia dan dilakukan langkah penghematan pengeluaran Ekspor, maka dibutuhkan suatu inovasi alat transportasi pengangkutan batubara dari yang selama ini hanya menggunakan tongkang yang ditarik oleh kapal tunda. Self-Propelled Barge (SPB) diharapkan menjadi inovasi solusi yang cukup baik dalam hal sarana transportasi batubara di daerah Sumatera dan Jawa. Dengan mencari rata-rata hambatan dari hasil perhitungan optimasi penentuan rute distribusi, yang selanjutnya akan dijadikan nilai owner requirement. Self-Propelled Barge dihitung dan dirancangan dengan beberapa batasan untuk mencari nilai pembangunan kapal yang minimum. Dari proses optimasi didapatkan ukuran utama barge adalah L = 91.44 m, B = 25.00 m, H = 6.0 m, T = 4.50 m. Kata kunci: Batubara; Palembang, Ekspor, Self-Propelled Barge
Analisis Pemilihan Supplier Bahan Baku dengan Mengunakan Pendekatan VPI dan Metode AHP (Studi kasus: PT. Romi Violeta)
PT. Romi Violeta merupakan perusahaan manfukatur yang spesialis dalam memproduksi produk di bidang furniture dengan sistem engineer-to-order yang terletak di Buduran, Sidoarjo. Beberapa produk yang biasa diproduksi di perusahaan ini adalah kursi, lemari, ranjang, meja, dan cermin. Sebagai Perusahan hight-end, Mayoritas pelanggan PT. Romi Violet berasal dari luar negeri seperti Amerika dan Eropa. PT. Romi Violeta telah menerapkan sistem pengadaan bahan baku kayu mindi dan kayu mahoni dengan menghubungi masing-masing supplier untuk menanyakan ketersediaan produk, metode ini dianggap kurang efisien dalam pemilihan supplier bahan baku. Hasil observasi juga menunjukkan variasi dalam kualitas dan kuantitas bahan baku dari pengiriman supplier. Oleh karena itu diperlukan analisis dalam memilih supplier bahan baku kayu mindi dan kayu mahoni dengan menggunakan pendekatan Vendor Performance Indicator (VPI) dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukan bahwa supplier prioritas dalam pengadaan bahan baku kayu mindi adalah supplier 1B dengan bobot 0,113, sedangkan supplier prioritas dalam pengadaan bahan baku kayu mahoni adalah supplier 2E dengan bobot 0,232.Kata kunci: Pemilihan supplier, AHP, VPI, Bahan Bak
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cacat Teh Hitam dengan Menggunakan Metode Six Sigma (DMAIC)
PT. Tenggara is one of the companies that produces black tea powder. The products produced by this company often receive complaints from customers because the quality of the tea does not meet their requirements. One of the reasons is that the quality control of the drying process is not optimal, so there is still a lot of tea that does not meet the established quality standards. This research aims to determine the level of defects in black tea products, the factors that influence the sub-optimal drying process and the actions that companies should take to reduce product defects using the Six Sigma DMAIC method. In this research, data processing techniques were carried out using quantitative techniques with the help of Minitab software and data collection through observation and interviews with company supervisors. The results of the research show that PT. Southeast is in a 3 sigma state, which shows that the ability to cause defects is still at an average level, the factors that cause product defects come from machines, people, environment and methods. To improve product quality, companies must continuously improve and control the four factors that cause product defects.Keyword: Black Tea, Defective Products, Quality Control, Six Sigma DMAI
PENERAPAN PREVENTIVE MAINTENANCE PADA MESIN CNC FIBER LASER CUTTING DI CV. PHONNA RAYA MECHINERY
Mesin CNC fiber laser cutting adalah salah satu mesin laser cutting yang paling banyak digunakan di dunia manufaktur, terutama digunakan untuk pemotongan material plate mid steel dan stainless steel, akan tetapi perlu dilakukannya perawatan pada mesin tersebut. agar performa mesin tetap terjaga, perlu di lakukannya pemeliharaan pencegahan pada mesin tersebut secara rutin. Saat proses pengoprasian mesin sewaktu waktu bisa mengalami kerusakan, kerusakan tersebut dapat di minimalisir dengan preventie maintenance. Preventive maintenance merupakan pemeliharaan terencana untuk mencegah terjadinya potensi kerusakan. Pemeliharaan pencegahan merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan untuk mencegah kerusakan yang tidak terduga serta menemukan penyebab rusaknya fasilitas produk. Maka dari itu penulis melakukan kegiatan preventive maintenance dengan mengacu pada refrensi buku panduan yang berasal dari website, yang terbagi menjadi tiga bagian kegiatan yaitu kegiatan harian, kegiatan mingguan, dan kegiatan pertiap tiga bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu fishbone diagram untuk mengetahui sebab akibat permasalahan yang terjadi. Setelah dilakukanya penerapan preventive maintenance pada mesin CNC fiber laser cutting di dapatkan hasil permasalahan pada komponen dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan data yang telah diperoleh.Kata Kunci : Fishbone Diagram, Mesin CNC fiber laser cutting , Preventive Maintenanc