e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)

e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
Not a member yet
    4146 research outputs found

    Analisis Penggunaan Integrated Propeller and Rudder (IPR) terhadap Performa Propulsor pada Sistem Propulsi Kapal Offshore Supply Vessel

    Get PDF
    Offshore supply vessels operating to and from these offshore platforms transport people and/or goods in the oil and gas production process whose exploration and exploitation activities are carried out on the high seas (offshore). Seeing the busy operational activities of offshore supply vessels, good vessel performance is required. One way is to use a propeller which has added construction in the form of a torpedo between the rudder and propeller or an integrated propeller and rudder type. However, before implementation, analysis must still be carried out to obtain a propulsion system with the best efficiency. Research was carried out on propeller design with an integrated propeller and rudder type using a B4-40 propeller with a diameter of 1.298 meters and a balansir type rudder with a rudder leaf area of 3 m, a balansir area of 0.6 m2, with an IPR hub with a front diameter of 0.26 m, diameter center 0.325 m, and hub length 1.080 m with hub angle variations of 0o, 10o, 15o, 20o, 25o, 30o, 35o. The analysis was carried out by comparing propulsor performance values for thrust propulsor, torque propulsor, and propulsor efficiency. CFD test results using ANSYS software show that the tilt of the hub when using an integrated propeller and rudder affects the performance of the propulsor with a value that is not constant at each increase in the tilt angle. The highest increase in propeller efficiency at an angle of 10o is 19.66

    Penilaian Risiko Operasional Proses Pekerjaan Heat Exchanger di PT. PAL INDONESIA Menggunakan Metode FMEA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian risiko operasional pada tahapan proses pekerjaan dalam konstruksi bangunan baru di PT. PAL Indonesia menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian ini memiliki dua tujuan utama: pertama, mengidentifikasi potensi mode kegagalan pada setiap tahapan proses pekerjaan; kedua, menganalisis tingkat dampak dan kemungkinan kejadian dari mode kegagalan tersebut. pengumpulan data melalui dokumentasi proyek, observasi lapangan, serta wawancara dengan para ahli di bidang konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil dari penelitian ini yaitu identifikasi risiko proses pembangunan Heat Excahrger memiliki jenis risiko antara lain Marking Setting Levelling Fix Tube Sheet, Install Tie Rod.Spacer Setting + Levelling Buffles, Install Plat Bar, Welding Plat Bar, NDE (MT), Inserting Tube, Tube Expanding, Tube Cutting, Final Check Tube Sheet Surface, Hidrotest Preparation, Witness Hidrotest, Clean Up Heating, Final Check, Final Painting Packing, Berdasarkan perhitungan nilai RPN maka peringkat didapatkan prioritas tertinggi yaitu pada hasil penyambungan atau pengelasan yang tidak homogen. Hal ini tentunya akan berdampa pada beberapa kejadian seperti panas yang tidak merata, overheating, korosi dan rentan terhadap keretakan material, Upaya mitigasi yang dapat dilakukan SDM harus memiliki pengalaman dalam hal pengelasan. Hal ini dilakukan agar hasil pengelasan baik dan suhu HE akan merata sehingga mencegah timbulnya overheating

    Pra Perancangan Pabrik Magnesium Hidroksida dari Bittern dan NaOH dengan Metode Presipitasi

    Get PDF
    Sumber garam magnesium yang terpenting di Indonesia adalah air laut, sumur garam, bittern (cairan sisa penguapan) dari air laut, air asin, dolomit dan magnesit (MgCO3). Senyawa magnesium banyak digunakan untuk bahan isolasi, pembuatan karet, tinta cetak, obat-obatan, dan bahan kebersihan. Selama ini kebutuhan magnesium hidroksida di Indonesia dipenuhi dengan mengimpornya dari Amerika Serikat dan China karena di Indonesia hingga saat ini belum didirikan pabrik magnesium hidroksida. Pendirian pabrik magnesium hidroksida dari bittern ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor magnesium hidroksida. Proses ini dipilih karena menguntungkan dari segi bahan baku yang murah harga jual yang tinggi. Dari perhitungan ekonomi diperoleh bahwa pengembalian modal yaitu 2,9 tahun setelah pabrik didirikan. Laju pengembalian modal sebesar 14,7%. Berdasarkan analisa ekonomi tersebut maka dapat disimpulkan pabrik ini layak didirikan

    Isolasi Selulosa dari Tongkol Jagung dengan Menggunakan Metode Konvensional dan Deep Eutectic Solvent (DES)

    Get PDF
    Jagung umumnya hanya dimanfaatkan pada bagian dagingnya saja, sedangkan bagian tongkol dan kulitnya belum termanfaatkan dengan baik sehingga berpotensi menjadi limbah. Tongkol jagung memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Selulosa dapat diaplikasikan dalam berbagai produk, seperti komposit, pelapis, kosmetik, kertas, dan lain sebagainya. Metode konvensional yang biasa digunakan dalam isolasi selulosa yaitu menggunakan hidrolisis asam, namun tergolong tidak ramah lingkungan. DES (Deep Eutectic Solvent) merupakan green solvent non-konvensional yang lebih ramah lingkungan. Pada penelitian ini dilakukan analisa perbandingan isolasi selulosa dari tongkol jagung dengan metode konvensional dan proses DES. Tahapan metode konvensional terdiri dari alkali treatment (NaOH), bleaching treatment (NaClO2 dan CH3COOH), dan hidrolisis asam (H2SO4). Sedangkan proses DES menggunakan pelarut campuran kolin klorida dengan asam oksalat dihidrat (ChCl-AOD). Dari hasil penelitian, didapatkan %yield selulosa metode konvensional dan DES sebesar 40,07% dan 76,81%. Hasil uji FTIR menunjukkan bahwa metode konvensional dan DES tersebut memverifikasi keberhasilan isolasi selulosa dibandingkan kondisi awal serbuk tongkol jagung. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa isolasi selulosa dengan pelarut DES memiliki potensi sebagai alternatif dalam proses isolasi selulosa yang lebih ramah lingkungan.Kata kunci: deep eutectic solvent, hidrolisis asam, selulosa

    Analisis Kualitas Airtanah Berdasarkan Kandungan Zat Padat Terlarut Serta Daya Hantar Listrik Di Kecamatan Rantepao Dan Sekitarnya, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Shallow groundwater is groundwater that is easily contaminated through seepage from the ground surface. Contaminated groundwater can cause people to be susceptible to disease if used continuously over a certain period of time. The exact research location is in Rantepao District, North Toraja Regency, South Sulawesi Province. Dissolved solids and electrical conductivity parameters are parameters that are generally used in determining the quality of groundwater in a region because they can be correlated with the geological conditions of the region. The research method used was collecting primary groundwater data directly at the research location from several samples of residents' dug wells (shallow wells), namely taking DHL and TDS values at that time. Based on the results of the total dissolved solids (TDS) test from residents' wells at the research location, in general the groundwater in the research area still has a fairly low dissolved solids content, is in the required for drinking category, and is in the permitted for drinking category. Based on the classification of water quality from the Electrical Conductivity Value (DHL) according to Wilcox, 1955 (in Sen, 2014), the water quality of the research area is divided into 2 (two), namely: Zone I is in the very good class and Zone II is in the good class, so in general groundwater in the research area still does not experience high levels of pollution.Keywords: groundwater, pollution, quality

    Identifikasi Penyebaran dan Ketebalan Seam Batubara Berdasarkan Data Coring Daerah Montallat, Barito Utara, Kalimantan Tengah

    Get PDF
    Batubara merupakan salah satu bahan bakar fosil yang berasal dari batuan sedimen yang mudah terbakar dan terbentuk dari residu organik, terutama sisa-sisa tumbuhan, dan terbentuk melalui proses coalification. Di  era global saat ini, batubara memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan minyak dan gas bumi. Memang, batubara merupakan sumber energi yang berperan penting sebagai bahan bakar gas dan bahan baku untuk pembangkit listrik. Daerah penelitian secara administratif terletak di Kecamatan Teweh Tengah dan Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 3.930 Ha. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemboran dengan 21 lokasi pemboran dengan morfologi agak bergelombang dengan dataran aluvial. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan, ketebalan dan arah sebaran lapisan batubara. Berdasarkan hasil penelitian model korelasi lapisan batubara antar titik bor, diperoleh 10 lapisan batubara yang bernilai ekonomis dengan ketebalan antara 0,5 sampai 6 meter dengan beberapa kenampakan seam batubara mengalami spliting, seam tersebut memiliki arah persebaran timur laut – barat daya dengan kemiringan ke arah tenggara. Kemenerusan seam batubara di beberapa lokasi tidak menunjukan kemenerusan, hal tersebut diinterpretasikan sebagai akibat dari terjadinya perubahan lingkungan pengendapan selama batubara diendapkan

    Analisis Heat Exchanger Jenis Shell and Tube dengan Aliran Counter Curent

    Get PDF
    Heat exchanger tipe shell and tube adalah alat penukar panas dengan menggunakan sistem tabung tempat cairan mengalir. Praktikum ini menggunakan alat heat exchanger dengan tipe U-Bend 1-2 Shell Tube Heat Exchanger, perpindahan panas menggunakan aliran counter-current flow. Tujuan dari praktikum ini adalah mengetahui koefisien perpindahan panas overall masing-masing dan pengaruh laju alir fluida terhadap nilai U dan Menghitung besarnya transfer panas dalam heat exchanger dan pengaruh laju alir fluida terhadap tranfer panas, dengan variabel laju alir dingin 0,0125 ft3/s; 0,0129 ft3/s; 0,0144 ft3/s dan laju alir panas 0,0114 ft3/s; 0,0124 ft3/s; 0,0139 ft3/s, didapatkan hasil pengaruh laju alir fluida dengan Q didapatkan hasil terbesar pada variabel air panas 0,0114 ft3/s dan air dingin 0,0129 ft3/s dengan perolehan Q 1580,2122 Btu/h ft2 oF. Pengaruh laju alir fluida dengan Uc didapatkan hasil terbesar pada variabel air panas 0,0114 ft3/s dan air dingin 0,0144 ft3/s dengan perolehan Uc 47,4553 Btu/h ft2 oF. Pengaruh laju alir fluida dengan Ud didapatkan hasil terbesar pada variabel air panas 0,0114 ft3/s dan air dingin 0,0144 ft3/s dengan perolehan Ud 43,8437 Btu/h ft2 oF

    ANALISA PERBANDINGAN PERHITUNGAN KONSTRUKSI AREA MIDSHIP KAPAL ALUMINIUM CREWBOAT BERDASARKAN BKI RULES DENGAN RINA RULES

    Get PDF
    Indonesia merupakan suatu negara yang kaya akan potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya yaitu kandungan minyak yang ada di dalam bumi. Setiap tahunnya kebutuhan akan energi dan bahan baku industri mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terkait dengan kondisi tersebut, dapat diperkirakan peluang investasi dalam pengembangan industri sektor migas di Indonesia sangat menjanjikan. Kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di lepas pantai membutuhkan suplai berkala, maka dari itu dibutuhkan sarana transportasi untuk menunjang kegiatan tersebut dengan menggunakan sebuah kapal (Crewboat). Pemilihan sistem konstruksi (melintang, memanjang, campuran) menjadi hal penting dalam proses pembangunan kapal, dan sudah ada peraturan yang mengaturnya antara lain: GL, ABS, BKI, RINA, NK, BV, LR di negara yang berbeda mempunyai rule masing-masing. Kapal yang sama tetapi perhitungan kontruksi dengan rule yang berbeda akan menghasilkan nilai yang berbeda meskipun tidak terlalu jauh perbedaannya. Mengetahui adanya perbedaan perhitungan dari setiap rule tersebut, penulis melakukan analisa terhadap perbandingan berat konstruksi pada bagian lambung kapal berdasarkan rule BKI dan RINA. Dalam penelitian ini metode yang dilakukan untuk mendapatkan hasil perbandingan berat konstruksi pada bagian lambung (main hull) Aluminium kapal supply vessel, yaitu dengan melakukan perhitungan berdasarkan rule BKI dan RINA. Dari hasil perhitungan berat yang telah dilakukan didapatkan hasil perhitungan berat menggunakan rule BKI sebesar 9.504 Ton sedangkan RINA 9.190 Ton. Dari kedua hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa rules RINA menghasilkan berat konstruksi yang lebih ringan dibandingkan rules BKI Selisih dari perbandingan berat konstruksi Aluminium pada ruang lambung utama kapal supply vessel dengan menggunakan rule BKI dan RINA adalah 0,313 Ton

    Sosialisasi Pemanfaatan Microsoft Excel untuk Pengelolaan Pembukuan Rumah Tangga di Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan urgensi dalam penggunaan Microsoft Excel untuk pembukuan rumah tangga di Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Latar belakang pengabdian ini muncul karena kami mengamati rendahnya adopsi teknologi dalam pengelolaan keuangan masyarakat, sementara kompleksitas pembukuan keuangan modern semakin meningkat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan kebutuhan akan pembukuan rumah tangga digital yang efisien dan efektif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat dengan menggunakan tahapan survei tempat, persiapan, pelaksanaan, monitoring evaluasi, dan penilaian. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa ibu-ibu di Kelurahan Klampis Ngasem dapat memahami dan mengadopsi penggunaan Microsoft Excel dengan baik untuk kebutuhan pembukuan rumah tangga mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa melalui upaya sosialisasi dan pelatihan, masyarakat dapat dengan mudah mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan keuangan mereka, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi kesalahan dalam pembukuan rumah tangga. Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya pembukuan rumah tangga digital semakin meningkat, yang pada gilirannya diharapkan akan memperkuat keberlanjutan dan efisiensi dalam manajemen keuangan keluarga

    Inovasi Alat Pemotong Kayu Bobbin Guna Meningkatkan Efisiensi Waktu Produksi Bagian Closing pada PT. Wonosari Jaya

    Get PDF
    PT. Wonosari Jaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang menghasilkan produk yaitu kawat baja. Pada proses closing, peneliti menemukan beberapa masalah yaitu saat tahapan pemotongan kayu menjadi bentuk lingkaran, para pekerja masih melakukannya dengan manual, setelah peletakan bobbin kayu ke poros pun dilakukan pengukuran diameter secara manual menggunakan meteran soligen, pengukuran diameter ini dilakukan karena ukuran bobbin kayu yang bervariasi, dengan banyaknya proses yang masih manual tersebut dirasa kurang efisien. Peneliti menggunakan metode anthropometri. yaitu dengan melakukan perhitungan BKA dan BKB, uji keseragaman data, dan perhitungan persentil untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.Peneliti melakukan perancangan alat untuk meningkatkan efisiensi waktu kerja pada proses pemotongan kayu bobbin. perbedaan sebelum dan sesudah antara alat pemotong kayu bobbin yaitu pada alat sebelumnya semua komponen digerakkan dengan manual sedangkan alat yang sudah dilakukan inovasi terdapat penambahan motor pada alat guna mempermudah pada saat proses pemotongan kayu bobbin

    3,650

    full texts

    4,146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇