e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)Not a member yet
4146 research outputs found
Sort by
Pengembangan Aplikasi Classroom Berbasis Mobile Menggunakan Model V
Sistem pembelajaran online atau e-Learning adalah sebuah sarana sistem pembelajaran yang pelaksanaan pembelajarannya tidak memerlukan tatap muka secara langsung. Pada ITATS sendiri telah memiliki sistem e-learning bernama Classroom ITATS, namun penerapannya masih menggunakan platform website saja. Hal tersebut merupakan sebuah kekurangan karena penggunannya yang mayoritas menggunakan smartphone untuk mengaksesnya sehingga beberapa fitur menjadi kurang optimal. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan aplikasi mobile Classroom ITATS untuk meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pembelajaran di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). Penelitian ini menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Model V yang menekankan mutu dan kualitas perangkat lunak, serta pengembangan aplikasi menggunakan framework flutter untuk implementasi aplikasi mobile, dan framework gin untuk implementasi API. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi mobile Classroom ITATS berbasis Model V berhasil dilakukan. Evaluasi mutu perangkat lunak menggunakan ISO-9126 menunjukkan nilai keseluruhan sebesar 82%, dan termasuk dalam kategori yang sangat baik. Pengembangan aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah mahasiswa dan dosen mengakses dan beraktivitas di Classroom ITATS, serta meningkatkan efektivitas pembelajaran online di ITATS
Pembuatan Website Majalah Digital Berbasis Web Responsive Dengan Metodologi Kanban Framework
Salah satu media pemberi informasi adalah Majalah. Sebelum perkembangan dunia digital tumbuh pesat seperti saat ini. Majalah dalam bentuk fisik sangat mudah ditemukan diberbagai tempat. Isi konten Majalah biasanya dalam satu tema. Budaya paperless juga membuat majalah dalam bentuk fisik menjadi kurang diminati. Dengan latar belakang ini maka majalah harus bertransformasi dalam bentuk digital yang bisa dibuka dan dibaca dimana saja, baik di smartphone dan laptop. Mengubah majalah menjadi bentuk digital belum menyelesaikan masalah. Jika dalam bentuk fisik, setiap edisi majalah memerlukan rak, maka untuk dalam bentuk digital diperlukan sebuah website. Dalam penelitian ini bertujuan membuat sebuah website yang berbasis web responsive. Artinya bisa menyesuaikan ketika diakses melalui laptop dan perangkat smartphone. . Oleh karena itu penelitian ini menggunakan website yang berbasis responsive agar tampilan majalah di setiap edisinya bisa tetap tampil menyesuaikan otomatis ukuran laptop maupun smartphone. Dalam proses pembuatan website majalah digital berbasis web responsive ini menggunakan metodologi manajemen Kanban atau dikenal sebagai Kanban framework. Hasil dari penelitian menunjukkan website majalah digital bisa menyesuaikan dengan lebar layar dari 3 Perangkat yang berbeda yaitu 13 inch, 14,6 dan 6,9 inch layar vertical. Kanban framework adalah salah satu metode dalam bentuk Manajemen proyek dengan cara membuat visualisasi menggunakan papan, kolom, dan kartu untuk mengelola tugas dan alur kerja secara lebih efektif.Kata Kunci: Majalah digital, Kanban framework,Web responsive
Pembuatan dan Pemasangan Instalasi Penerangan Bertenaga Surya Untuk Tempat Perahu Bersandar di Kampung Nelayan Kalisari
Residents who work as fishermen in Kalisari tether their boats by the river close to their settlements. To maintain the safety of the boat, residents need adequate lighting around the riverbanks. However, currently, the area used as a boat mooring area does not yet have sufficient lighting. Residents set up guard posts around the boat mooring area to maintain the boat's safety and gather when an association meeting is held. The boat mooring area is also an area for children to play on the riverbank. The installation of lighting is an essential requirement for the community to make monitoring the area around the mooring area easier. The installation of solar-powered lighting is carried out to solve this problem. In this activity, the service team also provided education on solar energy for Kalisari residents. Residents were also given training in the assembly and maintenance of installed solar panels. Service activities carried out in the fishing village of Kalisari received a positive response from the community. This can be seen from the enthusiasm of the community in attending the socialization activities. The installation of lamps equipped with solar panels received positive responses from residents, marked by the community's enthusiasm
Design and Implementation of Server Room Controlling using the Fuzzy Sugeno Method
The standard security for a good server room in an institution includes the monitoring processes of humidity, temperature, and smoke levels in the server room. Based on this issue, a device is needed to perform real-time monitoring of the server room and can be accessed online using Internet of Things (IoT) technology based on Wemos D1 R2, DHT22 sensor, MQ2 sensor, and infrared sensor. This system has a level of uncertainty for each DHT22 sensor in measuring temperature. For DHT22 sensor (∑), it obtains a measurement uncertainty value of 0.22%. DHT22 sensor (Δ) has an uncertainty of 0.22%, and DHT22 sensor (α) has an uncertainty of 0.50%. Then, for the level of uncertainty for each DHT22 sensor in measuring humidity, DHT22 sensor (∑) has a measurement uncertainty of 1.85%. DHT22 sensor (∆) has an uncertainty of 2.22%, and DHT22 sensor (α) has an uncertainty of 4.80%. The method used is fuzzy logic Sugeno to provide output for the AC on and off states. Furthermore, an analysis and implementation of the ISO:27001 security standard are conducted in the server room of Institut Teknologi Kalimantan by maintaining the room temperature between 20-25°C and humidity between 40-55%. However, there are differences in temperature and humidity readings between the device and the thermometer used to measure the room conditions. Therefore, it is necessary to adjust the temperature membership range to 18-27°C and the humidity membership range to 40-80%. Then, a threshold of 2196.8383 ppm is set for the MQ2 sensor to detect small-scale smoke
Perencanaan dan Perancangan Pusat Oleh - Oleh dan Edukasi Di Kota Kediri Jawa Timur
Keberadaan sarana pusat oleh-oleh dan edukasi di Kota Kediri yang memfokuskan pada perkembangan fasilitas kota untuk menunjang perekonomian dan sarana edukasi yang memadai sangat diperlukan, hal ini mendasari karena kurangnya tempat pusat oleh-oleh dan edukasi yang dapat digunakan secara efisien serta dilengkapi fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai dan layak digunakan. Upaya yang dapat dilakukan agar dapat memfasilitasi hal tersebut yaitu dengan memberikan area pusat edukasi untuk menyalurkan ilmu tentang proses pembuatan oleh-oleh khas Kota Kediri. Melihat kondisi tersebut bahwa untuk mengembangkan rancangan ini prioritas utama dalam menjawab kebutuhan yaitu dengan memaksimalkan adanya fasilitas dan prasarana yang disediakan oleh tenaga yang sudah berpengalaman agar dapat memberikan kenyamaan saat melakukan pemaparan. Oleh sebab itu, pendekatan Arsitektur Industrial dibutuhkan dengan tujuan dapat memberikan tempat yang layak dari sisi kenyamanan maupun arsitektural. Arsitektur Industrial sendiri yaitu pada hakikatnya desain yang mengekspos elemen-elemen struktural dan mekanikal bangunan. Jika dilihat dari sudut pandang arsitektural, bangunan-bangunan tersebut memiliki karakter visual dengan menggunakan bahan dan metode konstruksi yang berwarna monokromatik serta cenderung bertekstur kasar seperti menggunakan logam dan baja yang sengaja diekspos agar material yang ditonjolkan memberikan kesan berkarakter. Hasil dari perancangan ini menekankan pada prinsip-prinsip arsitektur industrial dengan menggunakan 3 aspek yaitu aspek tata lahan, bentuk, dan tata ruang. Prinsip yang diterapkan berusaha untuk menekankan pada style bangunan untuk memberikan bangunan yang dapat menaungi fasilitas kota kepada pengunjung dengan fasad arsitektural sebagai sebuah ruang agar dapat mendapatkan ilmu dan pengalaman baru ketika berkunjung pada kota tersebut
Keunggulan karakteristik Serat Kenaf Sebagai Bahan Baku Kertas Kantong
Kenaf (Hibiscus cannabinus) has long been known to the Indonesian people. The use of kenaf reached its peak during the Japanese occupation. Kenaf is not only used as bedding for livestock, but is also used to make rice cantons and sugar bags. Some known products include burlap sacks, carpets, ropes, geotextiles and handicrafts. This fiber is valued for its strength and multi-purpose function in producing environmentally friendly materials. In this study, the physical properties of kenaf fiber were compared with the physical properties of spruce wood fiber, which is known to have quite high physical fiber strength. Kenaf was cooked using soda process with 14% active alkali, the heating process time to reach a temperature of 160 oC was 1 hour and maintained at a cooking temperature of 160 oC for 2 hours at a pressure of 2.5 bar. The ratio of cooking liquid to kenaf fiber is 6. The research results show that the physical strength of kenaf fiber is comparable to the physical strength of spruce wood fiber and can be used as raw material for bag paper, for this reason it needs to be cultivated
Analisis Percepatan Dengan Metode Time Cost Trade Off Pada Proyek Daerah Irigasi Slinga Tahap 2 Kabupaten Purbalingga
Dalam pelaksanaan pekerjaan Daerah Irigasi Slinga terdapat masalah yang akan menimbulkan kerugian waktu dan biaya karena keterlambatan pelaksanaan yang diakibatkan pengaruh cuaca saat musim hujan, banjir di area pekerjaan dan masalah pembebasan lahan yang menyebakan terhambatnya produktifitas di lapangan. Metode yang dapat digunakan untuk menganalisis pengaruh percepatan proyek terhadap biaya yang harus dikeluarkan adalah dengan pertukaran biaya dan waktu Time Cost Trade Off (TCTO) ialah konversi jadwal untuk mendapatkan hasil yang lebih menguntungkan dari segi waktu, biaya serta pendapatan, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menambah jam kerja mulai dari 1 jam hingga 4 jam kerja. Hasil analisis didapat pilihan alternatif percepatan selama 40 hari dari semula 176 hari menjadi 136 hari dengan menambahkan 1 jam kerja. Total biaya proyek setelah percepatan Rp. 19,416,813,048.64 dengan biaya langsung Rp. 16,657,545,601.01 dan biaya tidak langsung Rp. 2,759,267,447.63, dari biaya normal sebesar Rp. 19,902,912,737.00 dengan nilai plus biaya langsung dari hasil percepatan Rp. 259,930,225.00
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Aplikasi E-Commerce Berdasarkan Metode TAM pada Kelompok IKM di Indonesia
Penelitian ini mengeksplorasi metode Technology Acceptance Model (TAM) dengan user knowledge, skill, dan personal innovativeness sebagai variabel exsternal yang mempengaruhi penerapan aplikasi e-commerce pada Industri Kecil dan Menengah (IKM)di Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner dan online form dengan snowball sampling yang masuk dalam non-probability sampling dengan mendistribusikan kuesioner ke 100 responden pengguna e-commerce pada IKM. Model yang diadopsi menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) dengan metode analisis multivariat menggunakan Struktural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Penelitian ini menemukan bahwa user knowledge berpengaruh negatif terhadap perceived usefulness, personal innovativeness berpengaruh negatif terhadap perceived ease of use, perceived ease of use berpengaruh negatif terhadap attitude toward use, dan hipotesis lainnya semuanya berpengaruh positif. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Sembilan hipotesis terdukung dan tiga hipotesis tidak terdukung karena arah path berlawanan arah ke negatif. Penelitian ini berkontribusi pada informasi tambahan bagi IKM dalam mempertimbangkan pandangan pengguna tentang pengetahuan pengguna, keahlian, dan inovasi pribadi. Penelitian ini mempunyai keterbatasan yaitu tidak memperhitungkan faktor usia user sebagai moderasi yang kemungkinan akan mengubah hasil dari penelitian ini. Faktor usia yang semakin tua dapat menurunkan knowledge, skill, inovasi pribadi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti usia sebagai moderasi penerapan e-commerce pada IKM
Analisa dan Optimalisasi Produktivitas Alat Gali Muat Excavator Komatsu PC1250-11R Berpasangan dengan Alat Angkut Komatsu HD785-7 di Pit Warute PT. Bina Sarana Sukses Jobsite Antang Gunung Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan
PT. Bina Sarana Sukses merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa pertambangan (kontraktor) batubara di PT. Antang Gunung Meratus. Dalam melaksanakan penambangan PT. Bina Sarana Sukses menargetkan produktivitas excavator Komatsu PC1250-11R sebesar 606 BCM/Jam untuk kegiatan pemindahan overburden, berdasarkan pengamatan aktual diperoleh produktivitas alat gali muat excavator Komatsu PC1250-11R adalah sebesar 573 BCM/Jam dengan effisiensi kerja rata-rata sebesar 85% dan tingkat persentase ketercapaian aktual berdasarkan target adalah 95%. Maka dari itu perlu adanya analisa dan optimalisasi untuk mengatasi ketidaktercapaian tersebut. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa faktor-faktor pendukung produktivitas seperti cycle time, fill factor, swell factor, effisiensi, kondisi aktual lapangan seperti kondisi front loading, material, serta faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian target produktivitas. Setelah dilakukan analisa dan optimalisasi dengan cara menempatkan excavator Komatsu PC1250-11R khusus loading material blasting dan menggunakan pola double side loading, produktivitas excavator meningkat menjadi rata-rata 609 BCM/Jam
Rancang Bangun Smart Administration Management System Terintegrasi E-Office untuk Meningkatkan Layanan Prima Lembaga
Peningkatan kualitas layanan di lembaga publik menjadi keharusan untuk mewujudkan layanan prima. Namun, pencapaian standar pelayanan prima dihadapkan pada tantangan manajemen administrasi yang sering kali bersifat rutin, kompleks, dan memakan waktu. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini mengusulkan pengembangan aplikasi Smart Administration Management System yang terintegrasi dengan sistem e-office. Aplikasi ini dirancang untuk mengotomatisasi, mengoptimalkan proses administratif, dan meningkatkan efisiensi. Rancangan aplikasi ini terdari aplikasi web dan browser extension, solusi ini memungkinkan integrasi langsung dengan sistem e-office. Fitur utama meliputi penjadwalan otomatis dan manajemen tugas. Diharapkan, aplikasi ini dapat meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pengguna. Penelitian ini menggunakan model prototyping dalam pengembangan aplikasi