e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)

e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
Not a member yet
    4146 research outputs found

    Analisis K3 pada Bagian Unit Rangka Bawah Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRARC)

    No full text
    Penggunaan teknologi yang semakin maju tidak dapat dielakkan dari kehidupan manusia, terutama pada era industrialisasi yang ditandai adanya proses mekanisasi, elektrifikasi, modernisasi serta transformasi globalisasi. Keadaan demikian penggunaan mesin, pesawat, instalasi dan penggunaan bahan berbahaya akan terus meningkat sesuai kebutuhan industrialisasi Mesin modern tersebut memiliki efek negatif juga, seperti bertambahnya jumlah dan ragam sumber bahaya bagi pekerja pengguna teknologi tersebut. Faktor lingkungan kerja yang tidak memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja (K3). keselamatan adalah kebutuhan setiap manusia dan menjadi naluri dari setiap makhluk hidup. Kondisi angka kecelakaan yang tinggi mendorong berbagai kalangan untuk berupaya meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja. Kesehatan kerja merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh pengusaha. Karena dengan adanya program kesehatan kerja yang baik akan menguntungkan karyawan secara material, karena mereka akan lebih jarang absen, bekerja dengan fasilitas yang menyenangkan, sehingga secara tidak langsung semua karyawan dapat bekerja lebih lama. HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment Risk Control) merupakan proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktifitas Rutin ataupun Non Rutin dalam Perusahaan, untuk selanjutnya dilakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut. Pada UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng khususnya di bagian Unit Rangka Bawah ada 1 aktivitas didalamnya yaitu perawatan rangka bawah ada 11 risiko beserta risk levelnya 5 risiko yang tergolong rendah, 4 risiko tergolong sedang dan 2 risiko yang tergolong tingg

    Penentuan Bufferzone Inpit Dump Terhadap Front Aktif Penambangan

    Get PDF
    Proses penambangan bahan galian baik batubara dan mineral akan meninggalkan suatu area terbuka yang disebut dengan void. Sebagai penerapan good mining practice, void tersebut harus dilakukan suatu perawatan salah satunya dengan melakukan back filling. Kegiatan back filling dilakuakan dengan memasukkan material lapisan penutup bahan galian yang telah di gali dari area penambangan yang berada di blok lain. Selain itu proses back filling juga perlu dilakukan suatu perencanaan yang sesuai agar timbunan yang dihasilkan sesuai dengan standar keamanan dan kelayakan. Kenyataan dilapangan proses penambangan tidak jarang dilakukan di sekitar inpit dump. Untuk menjalankan proses penambangan agar dapat mencapai sasaran dan tujuannya diperlukan suatu perancangan tambang yang matang sehingga dapat menambang dan mngektrasi endapan bahan galian baik batubara maupun mineral tersebut dengan memperimbangan factor keamanaan. Berdasarkan permasalahan yang telah diamati dilapangan, penelitian ini dilakukan untuk memberikan kajian dan rekomendasi rancangan daerah penyangga yang aman atau bufferzone dari inpit dump ke front penambangan yang ada disekitarnya sehingga aman dilakukan penambangan. Selain itu diharapkan memberikan rekomendasi desain inpit dump yang optimal. Hasil analisa pada lereng mine out secara keseluruhan didapatkan nilai factor keamanan (FS) lereng dalam keadaan stabil dengan nilai 1.324 dengankan pada lereng inpit dump mendapatkan nilai factor keamanan (FS) lereng dalam keaadaan Kritis dengan nilai 1.097 dengan nilai probalitas kelongsoran sebesar 34,5% dengan potensi kelongsoran cukup tinggi. Berdasarkan tingkat kemungkinan longsor yang cukup tinggi, dilakukan analisis total perpindahan massa timbunan dengan menggunakan metode elemen hingga didapatkan jarak maksimum pergerakan sejauh 63.769. Sehingga rekomendasi yang dapat diberikan dalam menentukkan bufferzone adalah 86.062 m berdasarkan nilai maksimum total perpindahan massa batuan ditambahkan dengan 20% dari nilai total displacement.

    Implementasi Integrasi Metode IPA dan Kano untuk Evaluasi Kualitas Jasa Pelayanan (Studi Kasus: UPT XYZ)

    Get PDF
    Public services have a very significant role in our daily lives, whether public services in the form of goods, services or administration. This is no exception to the UTTP calibration service provided to customers. Poor service quality can reduce customer enthusiasm and satisfaction. Therefore, public service implementers need to evaluate service quality. This research aims to evaluate the quality of services to determine which service attributes are in a critical condition and are priorities for improvement. The integration of the IPA and Kano methods is used to classify service attributes that are in critical condition. The results of the research show that service attributes that are in a critical condition that must be prioritized for improvement are attributes that are in the Kano must be category where if they are not fulfilled they will cause customer dissatisfaction and are in quadrant I of the Cartesian diagram, meaning they have a high level of importance but low performance. These attributes are attributes that are in the fatal IPA-Kano integration category, in this case the service attributes RN2 and TA4

    Analisis Sistem Antrian dengan Metode Simulasi Menggunakan Software Arena 14 Pada Wizzmie Tunjungan

    Get PDF
    Wizzmie merupakan sebuah usaha yang bergerak pada bidanng makanan dan sudah memiliki banyak cabang diSurabaya contohnya Wizzmie yang berada diTunjungan, sehingga tidak heran jika Wizzmie ini mengalami masalah dalam antrian. Dalam sistem antrian pada Wizzmie Tunjungan ini termasuk dalam model antrian Multi Channel-Single Phase, Dimana terdapat dua server dengan satu pelaanan yang menggunkaan FIFO (First In First Out) yang merupakan orang yang pertama dating mengantri maka orang tersebut juga yang akan dilayani pertama kali atau yang akan keluar pertama pada antrian. Dalam mengatasi masalah tersebut data dapat disimulasikan dengan software Arena. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh software Arena terhadap masalah antrian yang ada pada Wizzmie Tunjungan. Software Arena berfungsi untuk proses perbaikan terhadap masalah antrian yang terjadi pada Wizzmie Tunjungan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan cara mengamati kedatangan pelanggan secara langsung dan mengambil data sebanyak 60 pengamatan kedatangan pelanggan pada hari Jumat, 17 Oktober 2023, jam 10.22-11.10 WIB

    ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX PADA OPERATOR BAGIAN SEWING PERUSAHAAN GARMENT DI YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja mental yang diterima oleh operator sewing pada Perusahaan Garment di Yogyakarta menggunakan metode NASA-TLX dan upaya perbaikan metode kerja untuk mengurangi beban kerja mental yang diterima oleh operator. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisoner menggunakan google form. Berdasarkan perhitungan beban kerja menggunakan metode NASA-TLX, operator sewing line 1 mengalami tingkat beban kerja mental yang signifikan. Dari total 28 operator, 7 orang mengalami beban sangat berat, 18 orang berat, 2 orang agak berat, dan 1 orang sedang. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa aktivitas pekerjaan di sewing line 1 merupakan pekerjaan yang berat dan melelahkan secara mental. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya dari pihak manajemen perusahaan. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi otomatisasi tugas rutin untuk mengurangi tekanan mental dari pekerjaan berulang. Pembagian tugas yang merata juga diperlukan agar tidak ada satu individu yang terbebani terlalu berat. Selanjutnya, memberikan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan keterampilan pekerja dapat meningkatkan efisiensi dan kepercayaan diri. Manajemen waktu dan dukungan psikologis juga menjadi faktor kunci dalam mengelola beban kerja mental. Lingkungan kerja yang dirancang dengan baik dari segi ergonomi dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan kinerja. Waktu istirahat yang cukup, peregangan, dan kegiatan rekreasional dapat membantu karyawan mengatasi kelelahan dan tekanan. Umpan balik rutin tentang kinerja individu, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, dan evaluasi reguler terhadap proses kerja juga merupakan langkah-langkah yang penting. Ini tidak hanya membantu dalam mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, tetapi juga memberikan karyawan rasa tanggung jawab dan kontrol, yang dapat mengurangi tingkat stres. Penting untuk diingat bahwa setiap organisasi dan individu memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan yang efektif dapat bervariasi. Hasil penilaian menggunakan NASA TLX dapat menjadi landasan untuk mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan beban kerja mental yang tinggi, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kinerja individu di sewing line 1.Kata kunci: Beban Mental, NASA TLX, Operator Sewin

    Analisis Proksimat untuk Menentukan Jenis dan Kualitas Batubara Daerah Montallat, Barito, Kalimantah Tengah

    Get PDF
    Lokasi penelitian berad  pada daerah Paring Lahung, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Batubara merupakan bahan galian, maka posisi batubara  sebagai  bahan bakar alternatif dan  meningkat pemanfaatannya untuk keperluan domestik sebagai bahan bakar pada pembangkit listrik, industri,  maupun untuk kepentingan ekspor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode proksimat yang  merupakan  metode  awal  dalam  penentuan  kualitas  batubara  yang  meliputi  penentuan kandungan  kadar  air  (total  moisture),  kandungan  abu  (ash),  lalu  ada  zat  terbang  (volatile matter), dan yang terakhir jumlah karbon yang tertambat pada batubara (fixed carbon). Untuk mengetahui  kadar air dan abu dapat memperkirakan berapa  nilai kalori dari batubara.  Berdasarkan dari analisis proksimat dan juga untuk mengetahui kualitas batubara  berdasarkan  klasifikasi  menurut  Classification  of  in  Seam  Coal  (UNECE  1998) termasuk  dalam  High  Grade  Coal  yang  didasari  dengan  hasil  kandungan  ash  yang  didapat yaitu 4.22% db. Kemudian dari penentuan analisis proksimat dapat diklasifikasikan juga jenis batubara yaitu Bituminous Rank (redium rank), karena memiliki kandungan kalori yaitu 6818 Kcal/Kg atau setara dengan 28.54 Mj/Kg dan juga memilliki kadar air 15.6%

    Pengaruh Kualitas Layanan, Penanganan Keluhan, Persepsi Harga, dan Komunikasi Interpersonal melalui Kepuasan dan Kepercayaan Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan

    Get PDF
    Bisnis pengiriman barang di Indonesia saat ini berkembang cukup pesat karena munculnya sejumlah perusahaan pengiriman baru. Selama ini Berkat Jaya Ekspedisi masih belum mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi loyalitas pelanggan, sehingga dalam kegiatan operasionalnya Berkat Jaya Ekspedisi masih kurang menekankan layanannya untuk menjaga loyalitas pelanggan barang tersebut. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian dengan metode Structural Equation Modelling pada perusahaan Berkat Jaya Ekspedisi. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa akurat model struktural yang digunakan hingga mencapai model good of fit pada Berkat Jaya Ekspedisi sehingga berguna untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi loyalitas pelanggan. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuisioner terhadap pelanggan atau pengguna jasa layanan Berkat Jaya Ekspedisi. Data yang digunakan diambil dari 120 responden dengan 7 variabel laten yang terdiri dari 4 variabel bebas (kualitas pelayanan, penanganan keluhan, persepsi harga, dan komunikasi interpersonal) serta 2 variabel intervening (kepuasan pelanggan dan kepercayaan pelanggan) dengan 1 variabel terikat (loyalitas pelanggan). Penelitian ini menunjukkan hasil nilai P-value dari model SEM setelah modifikasi sebesar 0.088 sehingga memenuhi syarat dari goodness of fit sehingga model dapat diterima sebagai gambaran hubungan antar variabel

    Bahan Komposit Plastik untuk Aplikasi pada Bubungan Atap di Indonesia

    Get PDF
    Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan atap plastik yang menggantikan atap logam di Indonesia. Fenomena ini mendorong pertumbuhan pesat dalam penelitian mengenai bubungan genteng plastik berbasis limbah plastik. Sebelum melibatkan proses injeksi, tahap awal dilakukan untuk menentukan desain campuran komposit yang dapat menghasilkan bahan baku optimal. Komposisi bahan baku tersebut mencakup limbah plastik, resin PBT (polybutylene terephthalate), dan variasi penambahan serat kaca diperkuat (GF30). Konteks pembuatan bubungan genteng plastik memandang penelitian ini sebagai upaya untuk mengurangi biaya produksi dan menjadikan produk lebih terjangkau secara ekonomis. Evaluasi laboratorium sebelumnya melibatkan pengukuran sifat fisik dan mekanik, dengan uji absorpsi air, porositas, uji impak, dan uji lentur sebagai parameter penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal untuk bubungan genteng plastik terdiri dari 40% limbah plastik, 60% resin PBT, dan 13% GF30. Inovasi dalam desain campuran komposit ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi produksi dan daya beli pasar, memperkuat arah pengembangan industri genteng di Indonesia

    ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA TAMBANG BATU ANDESIT CV. EMPAT LIMA DESA MORANG KECAMATAN KARE KABUPATEN MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR

    Get PDF
    ABSTRACT The research location is located at IUP Madiun CV. Four Five Morang Villages, Kare District, Madiun Regency, East Java Province. At the research location, mining has been carried out using the open pit mining method, so it cannot be separated from problems related to geotechnical slope stability. The aim of the research is to determine the value of the safety factor using the Janbu simplified and Janbu corrected methods. Slope calculations are carried out in dry, semi-saturated and saturated conditions. The safety factor calculation was applied in Rockscience Slide v 6.0 software. The analysis results show that the value of the condition of the existing slope is in the safe category in dry, semi-saturated and saturated conditions with a safety factor value in dry conditions with a slope height of 10 meters, a slope angle of 85° and a bench width of 3 meters which has a safety factor value of more than 1.0, which is equal to 1,222 with the Janbu Simplified method, and a slope height of 10 meters, slope angle of 85° and bench width of 3 meters which has a safety factor value of more than 1.0, namely 1,281 with the Janbu corrected method. The value of the safety factor in a half-saturated state with a slope height of 10 meters, a slope angle of 85° and a bench width of 3 meters which has a safety factor value of more than 1.0 is 1.121 using the Janbu Simplifed method, and a slope height of 10 meters, a slope angle of 85° and a bench width 3 meters which has a safety factor value of more than 1.0, namely 1,178 using the Janbu corrected method. The saturated safety factor value with a slope height of 8 meters, a slope angle of 80° and a bench width of 3 meters which has a safety factor value of less than 1.0 is 0.984 with the Janbu Simplifed method, and a slope height of 8 meters, a slope angle of 80° and a bench width of 3 meters which has a safety factor value of more than 1.0, namely 1.038 with the Janbu corrected method.Keywords: Slope stability, andesite stone, janbu method, safety factors. ABSTRAKLokasi penelitian terletak pada IUP Madiun CV. Empat Lima Desa Morang Kecamatan Kare Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur. Pada lokasi penelitian telah dilakukan penambangan dengan menggunakan metode penambangan tambang terbuka, dengan begitu tidak lepas dari permasalahan terkait geoteknik kestabilan lereng. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai faktor keamanan menggunakan metode janbu simplifid dan janbu corrected. Perhitungan lereng dilakukan dalam keadaan kering, setengah jenuh dan jenuh. Perhitungan faktor keamanan diaplikasikan dalam software rockscience slide v 6.0. Hasil analisis diperoleh nilai kondisi lereng eksisting dalam kategori aman pada kondisi kering, setengah jenuh dan jenuh dengan nilai faktor keamanan dalam keadaan kering dengan tinggi lereng 10 meter, sudut lereng 85° dan lebar bench 3 meter yang memiliki nilai faktor keamanan lebih dari 1.0 yaitu sebesar 1.222 dengan metode Janbu Simplifed, dan tinggi lereng 10 meter, sudut lereng 85° dan lebar bench 3 meter yang memiliki nilai faktor keamanan lebih dari 1.0 yaitu sebesar 1.281 dengan metode Janbu corrected. Nilai faktor keamanan keadaan setengah jenuh dengan tinggi lereng 10 meter, sudut lereng 85° dan lebar bench 3 meter yang memiliki nilai faktor keamanan lebih dari 1.0 yaitu sebesar 1.121 dengan metode Janbu Simplifed, dan tinggi lereng 10 meter, sudut lereng 85° dan lebar bench 3 meter yang memiliki nilai faktor keamanan lebih dari 1.0 yaitu sebesar 1.178 dengan metode Janbu corrected. Nilai faktor keamanan jenuh dengan tinggi lereng 8 meter, sudut lereng 80° dan lebar bench 3 meter yang memiliki nilai faktor keamanan kurang dari 1.0 yaitu sebesar 0.984 dengan metode Janbu Simplifed, dan tinggi lereng 8 meter, sudut lereng 80° dan lebar bench 3 meter yang memiliki nilai faktor keamanan lebih dari 1.0 yaitu sebesar 1.038 dengan metode Janbu corrected.Kata kunci: Kestabilan lereng, batu andesit, metode janbu, faktor keamanan.

    Analisis Efektivitas Penetralan Air Asam Tambang Menggunakan Kapur Tohor (CaO) dan Soda Ash (Na2CO3) Pada KPL MT-03, KPL AL-02 dan KPL AL-03 PT. Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan

    Get PDF
    Air asam tambang merupakan salah satu dampak yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari bahan penetral alternatif selain bahan yang biasa digunakan oleh perusahaan. Penelitian ini berfokus pada perbandingan efektivitas kapur tohor dan soda ash jika dilihat dari beberapa parameter yang telah ditetapkan oleh pemerintah, seperti Nilai pH, Nilai TSS, Kadar Besi, dan Kadar Mangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan perhitungan matematis melalui beberapa tahapan, yaitu studi literatur, observasi lapangan, pengambilan data, pengujian laboratorium, pengolahan data, dan analisis data. Penelitian ini dilakukan di tambang batubara PT. Bukit Asam Tbk, dan pengambilan sampelnya pengujiannya diambil dari KPL MT-03, KPL AL-02, dan KPL AL-03 yang berada di IUP Tambang Air Laya PT. Bukit Asam Tbk, Unit Pengelolaan Tanjung Enim. Berdasarkan pengujian yang menggunakan Kapur Tohor menunjukan hasil rata-rata kenaikan pH 1.82, rata-rata penurunan TSS 621, rata-rata penurunan Fe 2.61, dan rata-rata penurunan Mn 0.15, sedangkan pengujian yang menggunakan Soda Ash menunjukan hasil rata-rata kenaikan pH 2.70, rata-rata penurunan TSS 636, rata-rata penurunan Fe 2.66, dan rata-rata penurunan Mn 0.17. Sehingga, jika dilihat dari kenaikan pH, Penurunan Kadar Besi, dan Penurunan Kadar Mangan didapatkan tingkat ke-efektifan Soda Ash lebih tinggi daripada kapur tohor. Sedangkan, jika dilihat dari penurunan TSS menunjukan bahwa Kapur Tohor lebih efektif dari Soda Ash

    3,650

    full texts

    4,146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇