e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)

e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
Not a member yet
    4146 research outputs found

    Making Biochar from Coffee Grounds and Powder Waste Through the Torrefaction Process and Adding NaHCO3

    Full text link
    This research examines biochar manufacture from waste coffee grounds and wood dust using the dry torrefaction method with a temperature ratio of  250°C  and 300°C. The adhesive used at 5% shows a calorific value of 6,786 cal, volatile matter 81.82%adb, water content 1.79%ar, and ash content 9.52%adb. Meanwhile, the adhesive at 7% obtained a calorific value of 6,264 cal, water content of 3.9%ar, volatile matter 81.82%ab, and ash content of 14.29%adb. The results of the functional group analysis with FT-IR of the two torrefaction biobriquettes showed the presence of CH and OH groups originating from cellulose compounds, indicating that the carbon quality in the torrefaction charcoal is still high. Activated charcoal products produced through torrefaction are briquettes using tapioca flour adhesive to be molded as bio briquettes, and the results are tough and not easily broken

    Enterprise Architecture Plan (EAP): Penyelarasan Bisnis dan Arsitektur Sistem Informasi Produksi Sektor Industri Sayangan Kebonsari

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan arsitektur sistem informasi berdasarkan penyelarasan antara bisnis dan kebutuhan apikasi di industri "Sayangan" menggunakan framework Enterprise Architecture Plan (EAP). Fokus pengembangan sistem informasi dilakukan berdasarkan proses bisnis yang ditargetkan, yaitu pada proses kegiatan bisnis dan kebutuhan sistem produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus. Tahapan analisis yang dilakukan meliputi inisiasi; pemodelan bisnis, sistem serta teknologi saat ini yang digunakan organisasi; analisis arsitektur data dan aplikasi; serta rencana implementasi sistem. Berdasarkan analisis gap, diusulkan sembilan sistem informasi yang selaras dengan proses bisnis serta target organisasi. Dengan adanya usulan arsitektur sistem diharapkan terjadi transparansi data, mengurangi redudansi data serta efisiensi sistem. Sehingga, implementasi sistem produksi di industri “Sayangan” yang akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan bisnis, tujuan organisasi, dan bebas dari potensi risiko kegagalan pengembangan sistem

    Integrasi Delone & McLean dengan UTAUT2 untuk Evaluasi Perilaku Penggunaan Access by KAI

    Full text link
    Business is a human activity that aims to profit through producing and distributing goods or services. In the world of transportation, mobile technology increasingly provides opportunities, especially in booking transportation tickets. One of the latest innovations is the Access by KAI application developed by PT KAI to meet the needs of train passengers. However, it has not been able to attract consumer interest as much as other ticket-booking applications. Based on a survey, the percentage of Access by KAI usage is still relatively low compared to other platforms such as Traveloka and Tiket.com. This shows a challenge for PT KAI in increasing the attractiveness of the application in order to compete with other, more popular applications. This study aims to evaluate the behavior of KAI application users regarding access by developing a conceptual model that integrates variables in the DeLone and McLean model with UTAUT2 to understand the factors that influence the application's success in meeting user expectations and increasing user satisfaction. The method used in this study combines the DeLone and McLean model to measure the quality of information systems and the UTAUT2 model to analyze factors of technology acceptance by users. The results of the study show that service quality, user satisfaction, performance expectancy, effort expectancy, and price value significantly influence behavioral intention. In addition, it was found that user satisfaction is significantly influenced by service quality

    Penggunaan Algoritma BLOCPLAN dalam Perbaikan Tata Letak Fasilitas untuk Mengoptimalkan Aliran Kerja Produksi

    Full text link
    Perancangan tata letak fasilitas berperan penting dalam meningkatkan efisiensi produksi dan aliran material. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas produksi PT. XYZ menggunakan algoritma BLOCPLAN guna mengurangi jarak perpindahan material. Permasalahan utama adalah tata letak produksi yang tidak teratur, menyebabkan perpindahan material yang panjang dan menurunkan efisiensi. Metode penelitian meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pengolahan data dilakukan dengan software BLOCPLAN 90 untuk membandingkan tata letak awal dengan dua usulan layout. Hasilnya, layout awal memiliki perpindahan material 600 meter/tahun, sedangkan usulan 1 menurun menjadi 367,2 meter/tahun, dan usulan 2 meningkat menjadi 624 meter/tahun. Layout usulan 1 dipilih karena lebih efisien. Implementasi perlu memastikan kelancaran proses serta mempertimbangkan penyimpanan sementara untuk barang belum kering

    Analisis Pengendalian Kualitas Produk Carton Box Flute CB untuk Menurunkan Masalah Kecacatan Creasing dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Root Cause Analysis (RCA) pada PT. XYZ

    No full text
    Pengendalian kualitas merupakan faktor kunci dalam industri manufaktur guna meminimalkan tingkat cacat produk. PT. XYZ menghadapi permasalahan kecacatan creasing pada produk carton box flute CB yang dapat berdampak pada efisiensi produksi dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kecacatan creasing serta memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Root Cause Analysis (RCA). FMEA digunakan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan potensi kegagalan berdasarkan tingkat keparahan, kejadian, dan deteksi, sementara RCA membantu menemukan akar penyebab utama masalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama penyebab kecacatan berasal dari variabel material, pengaturan mesin, dan keterampilan operator. Dengan menerapkan tindakan korektif yang sesuai, seperti penyesuaian parameter produksi, pelatihan operator, dan peningkatan kontrol kualitas bahan baku, diharapkan tingkat kecacatan creasing dapat diminimalkan secara signifikan

    Energy Analysis of the Refrigeration System and Its Impact on Process Parameter in Shortening Oil Production

    Full text link
    The food industry continuously evolves to meet the increasing demand for high-quality products such as shortening oil. This study analyzes the performance of refrigeration systems in shortening oil production, focusing on the effects of suction pressure on energy efficiency and product quality. Experimental results demonstrate that increasing the suction pressure from 1,2 bar to 1,6 bar leads to a reduction in cooling capacity (Qe) from 110,08 kJ/kg to 91,36 kJ/kg, heat rejection capacity (Qc) from 137,34 kJ/kg to 122,85 kJ/kg, and the Coefficient of Performance (COP) from 4,04 to 2,90. Despite these declines in system efficiency, the penetration value (Pen.V) of the final product increased from 272 mm/s to 314,4 mm/s, indicating an improvement in the texture of the shortening oil. These findings underscore the critical role of optimizing suction pressure and operational parameters to balance energy efficiency and product quality. The study highlights the importance of maintaining precise control over refrigeration system variables to enhance production sustainability and meet industry standards

    Vendor Management Model to Achieve Just In Time (JIT) in Material Procurement

    Full text link
    This research focuses on optimizing material procurement in EPC (Engineering, Procurement, and Construction) Companies by using Always Better Control (ABC) and Analytical Hierarchy Process (AHP) methods to reduce lead time to achieve Just In Time goals. The main problem faced is the long lead time of material procurement, which harms productivity, operational costs, and customer satisfaction. The ABC method was used to classify materials based on their economic value, dividing them into three categories: A, B, and C. The analysis showed that seven category A items (such as Steel Grid and Power Cable) accounted for about 62.62% of the total project cost, requiring strict inventory control. Meanwhile, the AHP method was used to determine vendor selection criteria by considering four approaches: Single Item Single Vendor (SISV), Single Item Multi Vendor (SIMV), Multi Item Single Vendor (MISV), and Multi Item Multi Vendor (MIMV). Weighting criteria through a questionnaire with 13 respondents resulted in MISV as the highest criterion (43.70%), followed by MIMV (34.30%). The validity test using consistency ratio (CR) resulted in a value of 0.06, indicating the consistency and reliability of the data. The study concluded that combining ABC and AHP methods can help EPC Companies optimize the material procurement process, reduce lead time, and improve operational efficiency. Choosing the proper vendor management model and focusing on critical items can help mitigate the risk of delays and support the smooth production proces

    Penerapan Sirkulasi Pengguna Dengan Konsep Ruang Interconnected pada Rumah Sakit Tipe C Lamongan

    Full text link
    Rumah Sakit sebuah tempat pemberian solusi kesehatan, seperti pandemi COVID-19, influenza, kanker, dan sebagainya, serta pasien memerlukan penanganan segera seperti sirkulasi yg mendukung. Rumah sakit ini terletak di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dan fokus pada sirkulasi pasien di dalam rumah sakit. Tujuan penelitian ini memberikan desain bangunan rumah sakit dengan konsep sirkulasi Interconnected sehingga pengguna rumah sakit dapat didukung pelayanan medis yang cepat, dan penelitian ini bertujuan untuk menjamin pemerataan fasilitas kesehatan di Kabupaten Lamongan berupa rumah sakit tipe C. Penelitian ini mengumpulkan data primer berupa buku literatur, peraturan pemerintah, wawancara, studi banding, dan observasi lapangan dan dilakukan pada bulan Juni 2023 hingga Januari 2024. Hasil penelitian terfokus pada kajian Penerapan Sirkulasi Pengguna Dengan Konsep Ruang Interconnected Pada Rumah Sakit Tipe C Lamongan. Penerapan mikro konsep “interconnected” memanfaatkan seluruh fasilitas yang saling berhubungan untuk kecepatan pelayanan dan pengobatan,. Konsep ini diharapkan dapat diperkenalkan dalam desain rumah sakit sehingga pasien tidak kesulitan dalam mengakses fasilitas rumah sakit. Konsep ini didukung dengan penempatan zona dengan tingkat penularannya tinggi pada wilayah terpisah. Contohnya zona infeksi tinggi adalah ruang gawat darurat, kebidanan, operasi, kamar jenazah, ruang sterilisasi. Zona ini diletakkan sedeminikian rupa untuk menghindari penyebaran bakteri dan virus pada fasilitas lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, konsep ini perlu dikembangkan lebih lanjut untuk perancangan arsitektur yang lebih baik

    Perancangan Pusat Terapi Autisme di Jakarta Selatan dengan Pendekatan Arsitektur Multisensori

    Full text link
    Seiring bertambahnya populasi anak usia dini, maka kemungkinan terjadinya pertambahan anak dengan gangguan autisme juga dapat terjadi. Hal tersebut tidak dapat dihindarkan sehingga menimbulkan adanya stigma buruk dari masyarakat yang mempengaruhi kesehatan anak autis. Di Indonesia jumlah fasilitas penanganan autisme sangat sedikit dan belum mampu menunjang kegiatan terapi dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan desain yang mampu memfasilitasi kegiatan terapi anak autis yang sesuai dengan kebutuhan serta dapat memberi edukasi bagi masyarakat umum. Jakarta Selatan menjadi pilihan lokasi perancangan yang merupakan daerah perkotaan padat dan belum memiliki fasilitas terapi autisme. Dengan menggunakan pendekatan arsitektur multisensori bertujuan untuk memberikan fasilitas terapi bagi anak autis serta dapat mengedukasi masyarakat umum. Untuk memenuhi pendekatan tersebut perancangan perlu memiliki keseimbangan sensori, kegiatan terapi, dan edukasi yang mampu merangsang seluruh indera penggunanya. Dengan demikian dapat membantu majunya kegiatan terapi dan mengubah stigma masyarakat mengenai autisme

    Optimalisasi Energi Surya: Wiper Otomatis Berbasis Stepper Motor untuk Panel Surya

    Full text link
    Peningkatan kebutuhan energi global mendorong peralihan menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan energi surya. Meskipun teknologi panel surya telah berkembang, efisiensinya masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti debu dan kotoran yang menempel pada permukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji sistem pembersihan otomatis panel surya berbasis motor stepper guna meningkatkan efisiensi energi yang dihasilkan. Sistem ini bekerja dengan menggerakkan wiper secara presisi untuk membersihkan permukaan panel secara berkala, menggunakan energi yang dihasilkan oleh panel itu sendiri, tanpa membutuhkan sumber daya eksternal. Metode penelitian ini mengukur pengaruh variabel seperti ketinggian panel, kecepatan wiper, dan waktu pembersihan terhadap efisiensi panel surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembersihan otomatis dapat meningkatkan efisiensi energi panel surya hingga 30%, memperpanjang umur operasional panel, dan mengurangi biaya pemeliharaan. Dengan menggunakan motor stepper, sistem ini juga menawarkan solusi hemat energi yang efisien, di mana wiper bergerak secara terkontrol berdasarkan kebutuhan pembersihan. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi energi surya, terutama di daerah dengan kondisi lingkungan ekstrem, serta mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan

    3,650

    full texts

    4,146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇