e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)Not a member yet
4146 research outputs found
Sort by
KKN Tematik Penerapan Teknologi untuk Pemberdayaan Lingkungan Masyarakat di Dusun Ngledok, Desa Mlarak, Kecamatan Mlarak
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mandiri Kelompok 3 di Desa Mlarak, Dusun Ngledok, Ponorogo, Indonesia bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi dan keagamaan masyarakat setempat. Program kerja yang dilaksanakan selama satu bulan (2–31 Oktober 2023) mencakup pembuatan plang identifikasi di rumah ketua RT dan kepala dusun, serta pemasangan running text jadwal salat menggunakan modul LED. Selain itu, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri diadakan melalui lomba keagamaan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan anak-anak dan remaja. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan adanya peningkatan kemudahan dalam identifikasi lokasi dan otomatisasi jadwal salat, serta partisipasi masyarakat yang lebih aktif dalam kegiatan keagamaan. Keterlibatan mahasiswa dalam KKN ini berhasil memberikan dampak sosial yang positif dan mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat Desa Mlarak dan Dusun Ngledok
Perancangan Aplikasi Monitoring Stok Berbasis Web dengan Optimalisasi Tingkat Persediaan pada PT Nandya Karya Perkasa
PT Nandya Karya Perkasa is a manufacturing company that produces motor vehicle spare parts. PT Nandya Karya Perkasa supplies its products to several automotive companies. The company faces issues with its inventory due to frequently fluctuating demand, often leading to order cancellations. Data from the past three months shows the company had to cancel approximately 19% of orders. This issue arises because of the limitations of the previously used application. Some crucial data, such as stock levels, which should support decision-making, is still missing, as the existing system only focuses on recording goods' inflows and outflows. This study aims to propose improvements to the use of the Inventory Management System application to facilitate the planning department in planning the production process, ensuring the availability of goods in the warehouse to meet all consumer demands. The method used to address this problem is a web-based application for monitoring goods, which can provide feedback for production planning improvements in case of demand changes. The system is developed using the Prototype method. A two-month trial has shown a reduction in order cancellations to 11%
Visual Ekspresi Arsitektur Hijau Pada Bangunan Apartemen
Arsitektur hijau merupakan sebuah pendekatan perancangan untuk mengurangi dampak pembangunan terhadap lingkungan, Pendekatan ini menjadi perhatian utama belakangan ini akibat degradasi alam yang mengancam keberlanjutan kehidupan manusia.. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh generasi saat ini, melainkan juga oleh generasi mendatang. Penerapan arsitektur hijau menjadi krusial dalam segala bangunan, salah satunya adalah apartemen yang merupakan solusi terhadap terbatasnya keterbukaan lahan dan tingginya kepadatan penduduk yang juga merupakan sebuah permasalahan di perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif guna menciptakan hasil analisis yang komprehensif terhadap fenomena yang terjadi. Penelitian ini bertujuan menentukan aspek visual ekspresi arsitektur hijau yang dapat diimplementasikan dalam perancangan apartemen, sehingga dapat menciptakan bangunan hunian berupa apartemen yang ramah terhadap lingkungan
Quantum Mechanics Approach for Metal-Organic Frameworks Deformation Effect on Carbon Capture Performance: A Density Functional Theory Study
Increasing carbon dioxide (CO₂) emissions from fossil fuel combustion demand the development of effective and efficient carbon capture technologies. Metal-Organic Frameworks (MOFs) are excellent candidates as adsorbent materials because they have uniform pores, specific surface area, and can modified according to purpose. However, performance of MOFs may decrease due to structural deformation during adsorption-desorption process, especially under extreme conditions. This study uses a quantum mechanical approach, namely Density Functional Theory (DFT), to analyze effect of deformation, specifically hMOF-13, on its performance in CO₂ adsorption. Through modeling the atomic structure of hMOF-13, an understanding of the quantum interactions between atoms, changes in position of atoms and cells due to deformation is obtained. Simulation results show that mechanical deformation of hMOF-13 decreases CO₂ adsorption performance through pore narrowing and electrostatic charge redistribution. In addition, excessive deformation can trigger structural failures that reduce regeneration cycles and lower carbon capture efficiency. Insights from this study can guide the subsequent development of MOFs with enhanced mechanical resistance, contributing to the optimization of industrial-scale carbon capture processes. By improving the structural stability of MOFs, industries can achieve higher adsorption efficiency, longer material life, and reduced operational costs, making carbon capture technology more feasible and sustainable
Analisis Potensi Bahaya Pembuatan Rambu K3 dengan Job Safety Analysis
Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan aspek dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Rambu K3 berfungsi sebagai panduan visual yang memberikan informasi, peringatan, dan arahan kepada pekerja mengenai potensi bahaya di lingkungan kerja serta langkah-langkah pencegahan yang harus diambil. Dengan menggunakan metode JSA untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam setiap tahapan kerja, selain itu manajemen risiko juga diterapkan untuk mengevaluasi dan mengendalikan bahaya di tempat kerja. Proses pembuatan rambu-rambu keselamatan dan kesehatan kerja di PT. X melibatkan berbagai potensi bahaya di setiap tahapan, mulai dari pemotongan, pengelasan, penghalusan, hingga finishing. Risiko pada tahap pemotongan meliputi tangan terkena roda gerinda, percikan api, benturan material, sengatan listrik, kebisingan, dan paparan asap pemotongan. Pada tahap pengelasan, bahaya mencakup terhirupnya asap, sengatan listrik, kontak dengan logam panas, serta percikan api las. Tahap penghalusan melibatkan risiko tergores material, kontak dengan putaran gerinda, percikan api, dan paparan debu. Sementara itu, tahap finishing menghadirkan risiko paparan bahan kimia cat, kebisingan, dan benturan material. Hasil analisis risiko menunjukkan 6 kategori risiko rendah, 3 risiko moderate, 10 risiko tinggi, dan 1 risiko ekstrem. Untuk mengurangi potensi bahaya, tindakan pengendalian seperti pelatihan penggunaan APD, penyediaan sarung tangan, safety shoes, masker respirator, pemberian poster SOP dilokasi kerja, penggantian kabel rusak, dan pemasangan penutup safety pada alat gerinda diterapkan untuk menjaga keselamatan kerja di seluruh tahapan proses
Analisis Pengendalian Produk untuk Meminimasi Defect Menggunakan Metode Six Sigma dan FMEA di PT. ISPAT INDO
PT ISPAT Indo, produsen baja wire rod, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk di era persaingan industri yang ketat. Pengendalian kualitas (QC) menjadi prioritas untuk meminimalisir kecacatan dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan menerapkan metode Six Sigma, perusahaan melakukan analisis terhadap cacat produk yang terjadi, seperti rolling defect yang mencapai 298 ton. Hasil pengukuran menunjukkan nilai DPMO (Defects Per Million Opportunities) sebesar 485, dengan level sigma 5, menandakan bahwa variasi dan cacat produk telah diminimalkan. Analisis penyebab cacat menggunakan diagram fishbone mengidentifikasi faktor-faktor seperti mesin, metode, material, dan manusia sebagai penyebab utama. Langkah perbaikan yang diambil mencakup peningkatan standar pemilihan pemasok bahan baku, pelatihan intensif bagi pekerja mengenai prosedur operasi standar (SOP), serta penerapan sistem pemeliharaan preventif pada mesin. Dengan upaya ini, PT ISPAT Indo berkomitmen untuk mencapai zero defect dalam proses produksi dan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan
Analisis Geomorfologi Terhadap Mitigasi Bencana, Daerah Cibadak Dan Sekitarnya, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Penelitian geomorfologi di daerah Cibadak dan sekitarnya, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilakukan untuk memahami kompleksitas proses geologi yang membentuk bentang alam wilayah tersebut. Variasi morfologi dan morfometri yang signifikan memberikan wawasan penting mengenai dinamika lahan dan potensi mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik geomorfologi yang mencakup aspek morfografi, morfometri, dan morfogenesa guna memahami proses geomorfik yang mempengaruhi pembentukan bentang alam serta implikasinya terhadap penggunaan lahan dan pengelolaan lingkungan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan dan analisis data berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan perangkat lunak seperti ArcGIS dan Global Mapper. Data yang dikumpulkan terdiri dari peta elevasi, kemiringan lereng, pola aliran sungai, serta foto bentang alam untuk mendukung identifikasi satuan geomorfik. Hasil penelitian menunjukkan adanya enam satuan geomorfik, yaitu Perbukitan Lereng Curam, Perbukitan Rendah Lereng Curam, Bukit Gamping, Bukit Intrusi, Dataran Banjir, dan Sungai Sinous. Analisis morfometri mengidentifikasi variasi kemiringan lereng yang signifikan, sementara analisis pola aliran menunjukkan dominasi pola radial dan paralel. Temuan ini dapat menjadi acuan penting dalam mitigasi bencana
Optimalisasi dan Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang Guna Meningkatkan Efisiensi Operasional Menggunakan Metode Class Based Storage dengan Analisis ABC pada PT XYZ
Dalam perkembangan dunia industri manufaktur, kebutuhan gudang tentunya memiliki peran yang cukup penting untuk keberlangsungan dari sebuah perusahaan. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur dan mendistribusikan produk baja ringan dan turunannya. Tantangan yang sedang dihadapi oleh perusahaan ini yaitu berfokus pada penataan barang dan tata letak gudang. Dalam penelitian ini dilakukan pendekatan menggunakan metode Class Based Storage (CBS) untuk menyelesaikan permasalahan mengenai tata letak gudang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengusulkan perbaikan pada tata letak penempatan barang di Gudang A agar operasional gudang menjadi efektif dan efisien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penataan barang dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu kelas A (fast moving) yang terdapat 6 jenis ukuran dari produk hollow galvanis, kelas B (medium moving) terdapat empat jenis ukuran produk hollow galvanis, dan kelas C (slow moving) terdapat dua jenis ukuran hollow galvanis. Kesimpulannya, metode CBS dapat membantu dalam meningkatkan waktu operasional menjadi efektif dan efisien
Analisis Pengaruh Jenis Cat dan Jumlah Pelapisan Spray Coating Baja Karbon Rendah ASTM A36 Terhadap Kekasaran dan Laju Korosi pada Media NaCl 5%
Korosi secara umum didefinisikan sebagai perubahan struktur logam atau kerusakan logam akibat interaksi dengan lingkungan korosif seperti larutan asam, air laut, dan lain-lain. Baja merupakan salah satu contoh material yang sangat rentan terhadap korosi. Korosi dapat merusak baja dan mengurangi masa pakainya. Beberapa metode telah dikembangkan untuk menghambat laju korosi, seperti proteksi menggunakan lapisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis cat dan jumlah pelapis terhadap kekasaran permukaan dan laju korosi baja ASTM A36 dengan media imersi NaCl 5%. Pengujian laju korosi menggunakan metode penurunan berat badan dan pengujian kekasaran permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi tertinggi terjadi pada spesimen tanpa lapisanan sebesar 10,888 mpy, sedangkan laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan tiga lapisan cat epoksi, dengan laju korosi sebesar 2,475 mpy. Kesimpulannya, semakin banyak lapisan, maka permukaan semakin halus dan semakin baik dalam menghambat laju korosi. Dari hasil pengujian kekasaran (roughness tester), nilai tertinggi terjadi pada spesimen dengan satu lapis cat zinc chromete sebesar 32,7 µin, sedangkan nilai kekasaran terendah terjadi pada spesimen dengan tiga lapis cat epoxy sebesar 8,1 µin. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak lapisan yang diaplikasikan, maka permukaan akan semakin halus
Analisis Life Cycle Assessment (LCA) pada Instalasi Unit Gas Turbine Generator Area Gas Processing Facility (GPF) di Perusahaan Pengolahan Minyak Dan Gas Bumi, Jawa Timur
The oil and gas production process presents significant risks of environmental pollution and human health hazards while also requiring substantial energy consumption. Therefore, a Life Cycle Assessment (LCA) is conducted to estimate potential environmental effects throughout the production cycle, from raw material processing to the final product. This study employs a gate-to-gate LCA approach, utilizing data from the Compendium of Greenhouse Gas Emissions Methodologies for The Natural Gas and Oil Industry – API 2021 and processed using SimaPro 9.0.0.48. The functional unit is 1 MMSCF (Million Standard Cubic Feet). The LCA framework follows four key stages: goal and scope definition, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment (LCIA), and data interpretation. Impact category assessment is conducted using SimaPro 9.0.0.48 with methodologies including CML-IA baseline V3.05_EU25 and Eco-Indicator 99 (H) V2.10. The impact categories assess Global Warming, Acidification, Human Toxicity, Eutrophication, and Photochemical Oxidation within the Gas Turbine Generator System. Findings from this study can support the company’s environmental management and energy efficiency initiatives. The research results for the Gas Turbine Generator - GPF unit indicate that the oil and gas processing production generate the following emissions per 1 MMSCF: 1,986.78 kg CO₂ eq (Global Warming Potential ≥ 30%); 1.01686 kg SO₂ eq (Acidification ≥ 40%); 0.04813 kg C₂H₄ eq (Photochemical Oxidation ± 40%); 0.11865 kg PO₄ eq (Eutrophication ± 40%); Land Use Impact ≥ 10%; and Ecotoxicity ≤ 10%. Keywords: Gas Turbine Generator, Life Cycle Assessment, SimaPro 9.0.0.48, CML-IA baseline V3.05_EU25, Eco-Indicator 99 (H) V2.1