e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)

e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
Not a member yet
    4146 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Tata Kelola Wisata Bahari Berbasis Digital di Desa Lembung, Kabupaten Pamekasan

    Full text link
    Pengabdian ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk meningkatkan tata kelola dan keberlanjutan wisata bahari di Desa Lembung yang menghadapi tantangan koordinasi, infrastruktur, SDM, promosi, dan partisipasi masyarakat sehingga menghambat potensi wisata dan kesejahteraan masyarakat. Mitra pengabdian menghadapi kendala dalam berbagai aspek, berdampak pada kerusakan lingkungan, penurunan kualitas destinasi, rendahnya pendapatan masyarakat, dan persaingan tidak sehat. Pengabdian ini menerapkan solusi komprehensif, termasuk peningkatan koordinasi, penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, promosi intensif, dan pemberdayaan masyarakat. Tahapan meliputi pembentukan tim, sosialisasi, pengembangan aplikasi, FGD, workshop, pembangunan infrastruktur, perancangan strategi, dan evaluasi. Pengabdian berhasil membentuk forum koordinasi dengan 3 pertemuan rutin (kehadiran 80%), memasang PLTS 600 WP dan 10 CCTV, mengadakan 2 workshop (60 peserta), menghasilkan aplikasi e-PesesserTour (50 unduhan, 10 pemesanan/bulan), meningkatkan pengikut media sosial sebesar 40%, membentuk 2 kelompok sadar wisata, dan melaksanakan 4 kegiatan bersih-bersih pantai (50 peserta/kegiatan). Dampak positif mencakup peningkatan wisatawan sebesar 25%, peningkatan pendapatan pelaku usaha pariwisata sebesar 20%, penurunan sampah di pantai sebesar 30%, serta peningkatan kepuasan wisatawan dan masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan wisata. Pengabdian ini berhasil meningkatkan tata kelola, memberdayakan masyarakat, dan mewujudkan potensi wisata bahari Desa Lembung secara optimal, memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan

    Evaluation of Office Chairs to Enhance Comfort and Reduce Musculoskeletal Risk in Sedentary Work Environments

    Full text link
    This study evaluates the effectiveness of an ergonomically redesigned office chair, tailored to meet the anthropometric needs of employees. It addresses common issues associated with prolonged sitting, such as musculoskeletal discomfort and fatigue, which are prevalent in sedentary work environments. Utilizing anthropometric data from prior studies, the redesign incorporates modifications in key chair dimensions—such as seat height, seat depth, and backrest height—to enhance user comfort and reduce physical strain. The ROSA (Rapid Office Strain Assessment) tool was employed to assess posture and ergonomic risk for both the old and redesigned chairs. Findings indicate a significant improvement in ergonomic support and comfort with the new design, supported by a statistically significant reduction in ROSA scores, as confirmed through a paired sample t-test. Although the redesign effectively enhances comfort, further improvements are recommended, including adjustable lumbar support and backrest flexibility. This study underscores the importance of ergonomic adaptations in office furniture to support diverse body types and reduce occupational health risks

    SUPPLY CHAIN RISK ANALYSIS IN WHOLESALE PHARMACEUTICAL TRADING COMPANIES USING THE HOUSE OF RISK (HOR) METHOD

    Full text link
    The Pharmaceutical Wholesaler is a legally established company authorized to procure, store, and distribute medicines in large quantities. Numerous issues within Pharmaceutical Wholesalers and their impact on business continuity highlight the need for a structured risk management system to identify and mitigate potential risks in the future. Structured risk management is a crucial component for ensuring the operational sustainability of Pharmaceutical Wholesalers, aiming to identify, analyze, and mitigate risks that may disrupt the supply chain process. This study employs the House of Risk (HOR) method to analyze risks using the SCOR (Supply Chain Operation Reference) framework, which includes the processes of Plan, Source, Make, Deliver, and Return. HOR Stage 1 identifies risk events (RE) and risk agents (RA) and calculates the Aggregate Risk Potential (ARP) value to prioritize risk agents. HOR Stage 2 designs mitigation strategies by considering the effectiveness of preventive actions and the difficulty of implementation. Based on the analysis in HOR Stage 1 through interviews and discussions, scoring was conducted for each risk event, identifying 44 risk events and 13 risk agents. Using a Pareto diagram, 7 major risk causes were identified as priorities for prevention. HOR Stage 2 evaluation resulted in nine preventive actions, with five prioritized actions recommended to control potential risks. These include forming a dedicated monitoring and updating team, developing a clear SOP-based work system, creating supplier diversification strategies, providing regular training, and conducting regular audits or evaluations

    Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Gudang dengan Metode Systematic Layout Planning dan BLOCPLAN untuk Meminimasi Jarak Bongkar dan Muat Material pada Gudang PT. Sukses Indah Metalindo Surabaya

    Full text link
    Penelitian ini fokus pada optimasi tata letak gudang di PT. Sukses Indah Metalindo menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan BLOCPLAN . Tujuan utamanya adalah meminimalkan jarak penanganan material sehingga meningkatkan efisiensi operasional. Penelitian dilakukan dengan menganalisis tata letak awal gudang dan merekomendasikan alternatif tata letak menggunakan Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram (ARD), dan perangkat lunak BLOCPLAN . Jarak bujursangkar dan Euclidean dihitung untuk tata letak awal dan yang diusulkan. Dari sepuluh usulan tata letak yang dihasilkan oleh metode BLOCPLAN , tata letak yang paling efisien mampu mengurangi total jarak penanganan material menjadi 102,5 meter ( bujursangkar ) dan 83,7 meter ( Euclidean ), yang berarti terdapat pengurangan masing-masing sebesar 25,7% dan 30,7% dibandingkan tata letak awal. Hasil ini menunjukkan efektivitas metode BLOCPLAN dalam meningkatkan efisiensi gudang dengan mengurangi jarak penanganan material

    Pengaruh Perlakuan Alkalid Variasi Fraksi Berat Bermatrix Polyester Berpenguat Serat Sabut Kelapa terhadap Kekuatan Tarik dan Impak

    Full text link
    Makalah ini bertujuan untuk menentukan sifat mekanis komposit poliester yang diperkuat dengan serat kelapa, khususnya dalam hal kekuatan tarik, impak, dan lentur. Di masa depan, komposit ini berpotensi menjadi alternatif pengganti material yang lebih mahal dan terkadang kurang tahan terhadap kelembaban, seperti kayu dan bambu, untuk berbagai produk seperti aksesori mobil, plafon, dan papan. Komposit ini dibuat dengan memanfaatkan serat kelapa yang telah diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 10% serta matriks poliester. Metode produksi yang digunakan adalah hand lay-up dengan variasi fraksi berat serat sebesar 2,8%, 5,8%, dan 9,5%, menggunakan cetakan silikon. Pengujian dilakukan melalui uji tarik sesuai standar ASTM D638 dan uji impak sesuai standar ASTM E23. Pada uji tarik, komposit dengan perlakuan alkali 9,5% menunjukkan tegangan tarik rata-rata tertinggi sebesar 15,08 MPa. Namun, hasil rata-rata regangan menunjukkan perbedaan, di mana nilai tertinggi diperoleh pada spesimen dengan dan tanpa perlakuan alkali pada fraksi berat 5,8% dan 9,5%, dengan nilai rata-rata 0,023. Dalam hal modulus elastisitas, komposit dengan perlakuan alkali 2,8% memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 976,92 MPa, sedangkan nilai rata-rata terendah ditemukan pada komposit tanpa perlakuan alkali dengan fraksi berat 5,8%, yaitu 549,21 MPa. Pada uji impak, hasil menunjukkan bahwa komposit dengan perlakuan alkali 2,8% memiliki energi impak terendah dengan nilai rata-rata 1,88 J/mm², sedangkan spesimen dengan energi impak rata-rata tertinggi adalah spesimen dengan perlakuan alkali 9,5%, yaitu sebesar 7,71 J/mm²

    Analisis Penentuan Standar Biaya Overhead Pabrik menggunakan Activity Based Costing pada PT. ARI

    Full text link
    Dalam dunia industri manufaktur, pengelolaan biaya yang efisien merupakan kunci daya saing berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis penerapan metode Activity-Based Costing (ABC) dalam menentukan standar biaya overhead pabrik (BOP) pada PT. ARI, perusahaan berbasis make-to-order. Penelitian dilakukan dengan membandingkan metode tradisional dan metode ABC melalui analisis proyek Tix-Langkat yang terdiri dari lima sub-proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ABC memberikan hasil yang lebih akurat dengan alokasi biaya berdasarkan aktivitas spesifik, dibandingkan metode tradisional yang bersifat general. Penggunaan metode ABC menghasilkan persentase nilai BOP sebesar 27,2%, lebih kecil dibandingkan standar perusahaan 30%, dengan penghematan sebesar Rp12.164.799 pada total biaya HPP proyek Tix-Langkat. Kesimpulannya, metode ABC dapat mengurangi distorsi alokasi biaya, meningkatkan akurasi perhitungan HPP, dan memberikan keunggulan kompetitif melalui efisiensi biaya

    Peningkatan Kualitas Produk Pagar Dengan Metode SQC (Statistical Quality Control) dan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) Sebagai Upaya Perbaikan (Studi Kasus: Bengkel Las Gracia Sidoarjo)

    Full text link
    Pengendalian kualitas merupakan alat penting bagi perusahaan untuk memperbaiki kualitas produk yang dihasilkan. Bengkel Las Gracia bergerak dibidang pengelasan seperti kerangka kontruksi, pagar, kanopi dan sebagainya Bengkel Las Gracia melakukan kegiatan produksi berdasarkan permintaan pelanggan (make to order). Permasalahan yang dialami oleh Bengkel Las Gracia ini menurunnya jumlah orderan sebesar 30%, hal ini dikarenakan adanya beberapa keluhan dari pelanggan mengenai kualitas produknya. Tujuan dari penelitian ini untuk memperbaiki kualitas produk pagar. Dalam pengolahan data metode SQC terdapat 3 kecacatan yaitu cat terkelupas 183unit (34%), las tidak rata 181unit (33%) dan bengkok 180unit (33%) oleh karena itu penelitian ini berfokus pada kecacatan cat terkelupas dan pada metode FMEA nilai RPN tertinggi yaitu operator tidak berpengalaman sebesar 240 dan yang terendah yaitu suhu yang terlalu panas sebesar 100. Rekomendasi perbaikan menggunakan 5W+1H meliputi pelatihan sertifikasi blasting untuk penyebab kecacatan yang paling tinggi, melakukan pengecekan alat kerja serta material yang akan digunakan, memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) setiap melakukan pekerjaan.Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Defect, SQC, FME

    Pemanfaatan Karbon Aktif dari Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona grandis L.f.) untuk Menurunkan Kadar Amonia pada Air Umpan Tambak Udang

    Full text link
    Banyaknya kasus kematian udang di Kecamatan Manyar, Gresik terjadi karena kandungan amonia air tidak memenuhi standart. Alternatif untuk memperbaikinya dengan adsorpsi menggunakan karbon aktif untuk menyerap zat terlarut air. Kandungan kayu jati dianggap lebih efektif sebagai karbon aktif. Maka, pembaruan penelitan ini adalah pembuatan karbon aktif dari serbuk gergaji kayu jati menggunakan gabungan aktivasi kimia fisika dengan bantuan microwave dan digunakan untuk menurunkan kandungan amonia air umpan tambak udang. Metode pembuatan karbon aktif  yakni proses dehidrasi dengan oven 110℃ 2 jam, proses karbonasi dengan furnace 450℃ 40 menit, proses aktivasi kimia  menggunakan H3PO4 15% dan fisika menggunakan microwave beraliran gas N2 20 menit, proses pencucian, pengeringan, dan pengayakan mesh 60. Hasil pengujian karbon aktif meliputi kadar air, kadar abu, dan bilangan iod telah memenuhi SNI 06-3730-1995, serta BET menunjukkan luas permukaan tinggi. Pengaplikasian karbon aktif terhadap air umpan tambak udang dilakukan dengan variabel laju alir 5, 10, 15, 20, 25, 30, dan 35 mL/s yang presentase removal tertinggi terjadi pada 25 mL/s yakni 48%. Persamaan isoterm adsorpsi yang sesuai adalah isoterm Freundlich

    Identifikasi Keragaman Makroinvertebrata dan Kualitas Perairan Di Kawasan Hutan Mangrove Wonorejo

    Full text link
    Keberadaan makroinvertebrata memiliki eksistensi yang penting. Makroinvertberata dapat membantu proses pengurangan polutan air, menjadi makanan untuk biota lainnya dan bisa menjadi bioindikator kualitas air. Melihat pentinganya peran makroinvertebrata terhadap ekosistem mangrove dan kualitas perairan, dengan demikian peneliti akan melakukan penelitian dengan mengidentifikasi keragaman makroinvertebrata sebagai bioindikator yang nantinya akan dibandingkan dengan kualitas perairan di kawasan sungai mangrove Wonorejo. Metode penelitian dilakukan dengan metode ETP dan pengujian di laboratorium untuk kualitas perairan 9 suhu, ph, salinitas, TDS, BOD, COD, Zn dan Cu). Hasil penelitian yang di dapat bahwa untuk kawasan sungai di mangrove Wonorejo masuk ke dalam kriteria tercemar hingga tercemar berat, yang ditandai dengan teridentifikasi hanya ada makroinvertebrata non-EPT dan ditambah dengan tinggingya konsentrasi beban pencemar BOD, COD, Zn dan Cu dengan konsentrasi tertinggi masing-masing sebesar 248 mg/L; 926,8 mg/L; 2,39 mg/L; 1,14 mg/L.

    Strategi Pengelolaan Kualitas Udara Berbasis Model Prediktif (AERMOD) di Sekitar Kawasan PT X

    Full text link
    PT X merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Dalam proses produksi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti kelapa sawit (CPKO), perusahaan ini menghasilkan emisi NO₂, PM₁₀, dan SO₂ dari kegiatan pembakaran yang terjadi di dalam boiler dan genset. Emisi ini berpotensi memengaruhi kualitas udara ambien di sekitar area perusahaan dan dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi dan pola dispersi polutan NO₂, PM₁₀, dan SO₂, mengevaluasi tingkat risiko kesehatan, dan merumuskan strategi pengelolaan kualitas udara. Pendekatan yang digunakan melalui analisis hasil model dispersi AERMOD dan risiko kesehatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi NO₂, PM₁₀, dan SO₂ di sekitar area perusahaan masih berada di bawah batas ambang yang ditetapkan dalam PP No. 22 Tahun 2021. Namun, hasil ARK dengan notasi Risk Quotient (RQ) mengindikasikan adanya risiko kesehatan non-karsinogenik yang signifikan bagi populasi yang terpajan. Oleh karena itu, beberapa strategi pengelolaan kualitas udara yang dapat dilakukan antara lain melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap emisi melalui sistem Continuous Emission Monitoring System (CEMS), penggunaan teknologi pengendalian emisi pada boiler dan genset, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, dan mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada edukasi dan pengelolaan lingkungan

    3,650

    full texts

    4,146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇