e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)
e-Jurnal ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabay)Not a member yet
4146 research outputs found
Sort by
Analysis of The Use Of Transportation Modes in Crude Oil Distribution at PT BBS Bojonegoro
Indonesia, as a country rich in natural resources, has a very diverse mining sector, including oil and gas mining. In an effort to increase national oil production and improve the standard of living and welfare of the community, regulations are needed to regulate the management and business of oil. Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 01 of 2008 concerning Guidelines for the Business of Oil Mining in Old Wells. This regulation is considered an implementation of the principles contained in Article 33 of the 1945 Constitution and provides positive support for Regional Governments that have many old wells. The regulation opens up opportunities for increasing Regional Original Income (PAD) and community welfare through the participation of Village Unit Cooperatives (KUD) or Regionally-Owned Enterprises (BUMD) in oil production in old wells in their areas. In addition, in the distribution of oil, this mode of transportation is also an important aspect for Village Unit Cooperatives (KUD) or Regionally-Owned Enterprises (BUMD) in the Bojonegoro Regency area, which, as one of the regencies in East Java Province, is an area that produces oil and gas that is still active to this day. Oil fields in Kedewan District, Bojonegoro Regency, are generally old fields that have been made since the Dutch era, so their production has decreased. Even so, the potential of old oil wells that have been closed can still be managed and utilized through traditional mining methods by involving local communities both in management and in the distribution of oil by land transportation from oil wells to storage areas in the work area of PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field. This study aims to obtain information about problems in the distribution of oil transportation from old wells to storage/reservoirs related to policies, regulations, infrastructure conditions, and their dynamics. The research methods that will be used involve observation, documentation, inventory, and interviews, with qualitative methods and thematic analysis. The results of this study are expected to produce outputs in the form of scientific articles or national journals
Karakteristik Desan Perancangan Ruang Resomasi Sebagai Pengganti Proses Pemakaman Konvensional
Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir dan mengharuskan kita untuk selalu menjaga dan mematuhi protokol kesehatan. Pandemi Covid-19 mengakibatkan tingginya angka kematian dan membuat lahan pemakaman horizontal juga mulai menipis. Penelitian tersebut terkait dengan proses pemusnahan jenazah terbarukan yang dikenal dengan istilah resomasi. Prosesnya sendiri dilakukan dengan cara memasukkan jenazah ke dalam ruangan/tungku yang kemudian direndam dan kemudian diberi bahan kimia tertentu yang dicampur dengan air. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Leistungsform, yaitu mencari proporsi suatu bentuk dan karakteristik spasial yang sesuai dari beberapa elemen parameter. Sedangkan proses perancangan digunakan model Asimow dengan pola menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan hasil pembentukan karakter ruang dan material. Memperoleh ciri-ciri ruang dalam proses renovasi dan penataan pola interior ruang disertai bentuk dan dimensi yang terukur. Restorasi mampu meminimalisir polusi udara yang dapat menimbulkan efek gas rumah kaca akibat pembakaran jenazah. Pemahaman terhadap material tertentu dan tertentu yang menjadi poin utama dalam sistem proses resomasi
Determination Coal Mine Ultimate Pit Limit based on Kepmen ESDM No. 227.K/MB.01/MEM.B/2023 and PP 26 2022
Economic factors and variables from geological resource models affect ultimate pit limit (UPL). Coal selling price, overburden stripping cost, coal mining cost, and royalties are among the economic factors taken into account in UPL. PP 26 2022 and Kepmen 227.K/MB.01/MEM.B/2023 both control the benchmark coal selling price and royalties. It takes a lot of time to determine UPL utilizing the Lerchs Grossman (LG) algorithm. UPL optimization is now feasible by integrating mining modelling software's Structured Query Language (SQL). The goal of this study is to determine UPL by maximizing coal resources at the site using the help of SQL in LG algorithm, which can optimize pits efficiently, precisely, and economically while taking the most recent laws into account. The study investigates a coal mine in Sanga-sanga, East Kalimantan. The study entails examining data processing using secondary data that was gathered for the study. Using the break-even stripping ratio (BESR) analysis approach, mining limitations are chosen. The chosen incremental stripping ratio (ISR) of 12.88 is in close proximity to the $13.41/ton break-even stripping ratio (BESR). The grid OPT015 in the optimization grid contains the incremental stripping ratio (ISR) value and considered as the UPL for the coal mine
Landslide Susceptibility Zonation Using Analytic Hierarchy Process Method in the Karangbolong Hills Area, Indonesia
The highest frequency of landslides in Kebumen Regency is observed in the Ayah Subdistrict and Buayan Subdistrict, which are in the southern part of the Karangbolong Hills. This area are the targets for the construction of the 14.03 km Ayah-Jladri Southern Cross Road (JJLS). Consequently, the objective of this study is to create a landslide susceptibility map utilizing the Analytic Hierarchy Process (AHP) methodology. Some causative factors are used to develop landslide susceptibility maps i.e. elevation, slope gradient, aspect and curvature, lithology and lineament density, distance from streams, land use and distance from roads. A total number of 128 landslide events are considered in the study. This method identified five susceptibility zones based on LSI value: very low (141.79-241.74), low (241.75-293.73), moderate (293.74-334.52), high (334.53-374.89), and very high (374.90-460.50). The landslide susceptibility map was validated, with an AUC value of 0.749, suggesting that the map provides good results
Comparative Assessment of Spot Welding and Lock Seam on Automotive Inner Tubes for QCDSM and Product Lifecycle Sustainability
In the automotive manufacturing industry, enhancing quality and productivity is crucial to meet customer expectations while ensuring safety, environmental sustainability, and energy efficiency. This study evaluates the collapse strength of automotive inner tubes following ISO 2941 standards, comparing lock seam design with SGCC material and resistance spot welding (RSW) applied to SECD material. The findings show that the lock seam process improves structural strength by approximately 20%, due to more uniform pressure distribution, leading to better stability. A key advantage of the lock seam is its spiral construction, which contrasts with RSW's localized spot welds, contributing to more consistent performance. Additionally, the lock seam process reduces production costs and minimizes environmental impact by using thinner, cost-effective SGCC material. It also enables faster production, enhancing delivery efficiency. The absence of welding fumes improves safety conditions and boosts operator morale, while contributing to a cleaner working environment. From a Product Lifecycle Management perspective, this study shows that the lock seam process optimizes design quality, production efficiency, and sustainability, aligning with the goals of Quality, Cost, Delivery, Safety, and Morale (QCDSM). These results support the adoption of lock seam technology for sustainable, efficient automotive manufacturing
Analisa Kekuatan Struktur Lifter Susunan Kaleng Menggunakan Sistem Penggerak Roda Gigi Payung dengan Metode Elemen Hingga
Perkembangan teknologi menuntut efisiensi dan kualitas dalam produksi. Proses pengemasan sebagai tahap akhir proses produksi, menjadi krusial dalam menjaga kualitas dan penyusunan produk. Pada industri yang masih mengandalkan proses manual, pengangkatan produk secara langsung beresiko menyebabkan kecelakaan kerja seperti cedera otot, sendi dan syaraf terjepit. Untuk itu penelitian ini dilaksanakan guna merancang sebuah lifter yang berfungsi mengangkat dan menurunkan produk menggunakan motor dan bevel gear sebagai penggerak utama. Alat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengemasan manual serta mengurangi risiko kecelakaan kerja dan menjadikan proses produksi lebih aman dan efisien. Design akan disimulasikan dengan metode elemen hingga yang akan mengevaluasi tegangan, regangan dan faktor keamanan. Variasi ketinggian akan disimulasikan dengan ketinggian 900 mm, 450 mm, 60 mm. Variasi pembebanan akan disimulasikan pada setiap ketinggian dengan beban 20 kg, 40 kg, 80 kg, 100 kg. Hasil yang didapatkan adalah design yang dirancang sudah memenuhi ambang batas keamanan yang ditentukan
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN PASIR BATU DI CV BINTANG PROGO KABUPATEN KULON PROGO D.I YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas aktual dari alat gali muat dan alat angkut, menganalisa keserasian antara alat gali muat dan alat angkut, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kegiatan pemindahan material, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas alat gali muat dan alat angkut di CV. Bintang Progo. Metode penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung di lokasi Penambangan CV. Bintang Progo, Desa Kranggan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I Yogyakarta, selama 8 jam kerja pada shift siang dari tanggal 22 April hingga 22 mei 2023. Data yang dikumpulkan mencakup aktivitas kerja alat gali muat Excavator Komatsu PC 200 dan alat angkut Dump Truck Toyota Dyna Kap 5m3, serta catatan langsung kegiatan terkait penelitian. Peneliti juga melakukan wawancara dengan karyawan untuk mendapatkan data tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas aktual alat gali muat selama 7 hari berturut-turut adalah 110,47 Bcm/Jam, 115,89 Bcm/Jam, 120,14 Bcm/Jam, 111,65 Bcm/Jam, 115,54 Bcm/Jam, 112,67 Bcm/Jam, dan 124,84 Bcm/Jam dengan rata-rata produktivitas 115,88 Bcm/Jam. Produktivitas alat angkut selama periode yang sama adalah 52,57 Bcm/Jam, 58,06 Bcm/Jam, 53,48 Bcm/Jam, 56,69 Bcm/Jam, 54,83 Bcm/Jam, 53,97 Bcm/Jam, dan 54,42 Bcm/Jam dengan rata-rata produktivitas 54,86 Bcm/Jam. Kedua alat ini belum mencapai target produksi yang ditetapkan yaitu 140 Bcm/Jam. Keserasian antara alat gali muat dan alat angkut aktual menunjukkan match factor sebesar 1.99, sementara keserasian setelah optimasi waktu edar menunjukkan match factor sebesar 2.81. Simulasi keserasian antara dua alat gali muat dan 4 alat angkut menunjukkan match factor sebesar 1. Faktor penghambat utama dalam penambangan pasir batu meliputi waktu menunggu, lamanya waktu pengangkutan dan waktu kembali, rendahnya efisiensi kerja, serta ketidaksesuaian jumlah alat gali muat dan alat angkut. Rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas meliputi peningkatan efisiensi kerja alat gali muat dan memperkecil waktu pengangkutan, waktu kembali, serta waktu tunggu alat angkut agar mencapai match factor sebesar 1. Setelah optimasi, produktivitas rata-rata alat gali muat mencapai 134,58 Bcm/Jam dan alat angkut mencapai 90,008 Bcm/Jam, sehingga target produksi tercapai. Penambahan satu unit alat gali muat juga disarankan untuk mencapai keserasian sama dengan 1.
Analisis Efisiensi Alat Penangganan Beban sebagai penunjang kinerja dan mengurangi waste pada Warehouse dengan Metode Lean Warehousing (Studi Kasus: PT. X)
Lean Warehousing merupakan konsep yang diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional gudang dengan mengurangi pemborosan. PT. X menghadapi permasalahan dalam pengelolaan warehouse, terutama dalam penggunaan alat load handling equipment seperti Slingbag yang menyebabkan kelembapan tinggi dan meningkatkan risiko defect pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi penggunaan Slingbag dan Pallet dengan pendekatan Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian Slingbag dengan Pallet mengurangi waktu proses dari 477 detik menjadi 439 detik serta meningkatkan kapasitas penyimpanan dari 1.390,25 ton menjadi 1.470 ton. Selain itu, pengurangan aktivitas non-value-added dan defect menunjukkan bahwa implementasi Lean Warehousing dapat meningkatkan efisiensi operasional di PT X.Kata kunci: Lean Warehousing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Warehouse Efficiency.
Analisis Numerik dan Eksperimental Performa Annular Heater dengan Variasi Jumlah Axial Fin Insert dan Mass Flow Rate
Sistem annular heater memegang peranan penting dalam berbagai aplikasi industri, terutama dalam meningkatkan efisiensi energi melalui kontrol panas yang efektif. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa modifikasi geometri pada annular heater, seperti penambahan rectangular wire coil dan outsert, dapat mempengaruhi kinerja perpindahan panas secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi jumlah axial fin insert dengan variasi plain tube, 2, 3, 4, dan 5 buah yang dioperasikan pada mass flow rate yang beragam (0,1 kg/s, 0,2 kg/s, 0,3 kg/s, dan 0,4 kg/s) terhadap kinerja perpindahan panas pada annular heater. Metode yang digunakan melibatkan simulasi numerik menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD), yang divalidasi dengan data eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi antara eksperimen dan simulasi menunjukkan deviasi sebesar 2,9%. Peningkatan mass flow rate pada annular heater meningkatkan bilangan Reynolds dan Nusselt, yang memengaruhi karakteristik aliran dan perpindahan panas fluida di sisi annulus. Untuk meningkatkan kinerja perpindahan panas, dilakukan modifikasi desain dengan empat variasi jumlah axial fin insert, yang dapat meningkatkan nilai koefisien perpindahan kalor lebih tinggi dibandingkan desain konvensional (plain tube), meskipun terjadi peningkatan pressure drop. Studi ini menunjukkan bahwa desain annular heater dengan penambahan empat buah axial fin insert memberikan performa terbaik, menghasilkan rasio perpindahan kalor terhadap pressure drop sebesar 21,005 W/m².K.Pa pada mass flow rate 0,1 kg/s. Rasio perpindahan kalor terhadap pressure drop relatif stabil untuk berbagai variasi geometri axial fin insert, sehingga desain ini memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kinerja perpindahan kalor annular heater
Analisis Biaya Pengolahan Batu Andesit pada Unit Crusher di PT. Bumi Kejayan
Pengolahan bahan galian merupakan proses pemisahan mineral berharga dari mineral pengotor. Salah satu aspek biaya yang perlu dipertimbangkan dalam kegiatan ini adalah biaya pengolahan, yaitu pengeluaran yang timbul sebelum produk siap digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya pengolahan dari penjualan produk serta mengevaluasi sensitivitas terhadap perubahan parameter biaya operasional.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mempertimbangkan data lapangan berupa feed tambang dan hambatan kerja dalam analisis biaya. Pengolahan batu andesit memerlukan peralatan utama dan penunjang. Peralatan utama meliputi jaw crusher dengan kapasitas 47,25–128,25 ton/jam, sedangkan peralatan penunjang meliputi hopper, vibrating feeder, vibrating screen, dan belt conveyor.Total biaya operasional pengolahan batu andesit adalah Rp96.068.600,00, mencakup biaya listrik, grease, gaji pegawai, serta perawatan dan perbaikan. Dengan produksi 12.088,29 ton per bulan, PT. Bumi Kejayan memperoleh pendapatan Rp108.794.610,00 dan nilai penjualan Rp12.726.010,00. Biaya pengolahan mempengaruhi sensitivitas pemodelan harga jual dan produksi, terutama jika parameter biaya produksi meningkat lebih dari 13%. Faktor paling sensitif terhadap perubahan biaya operasional adalah listrik, gaji pegawai, perawatan, dan grease