E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PUPUK CAIR MULTIFUNGSI TERHADAP TANAMAN JAMBU MADU (Syzygium aqueum) HASIL STEK
Honey guava (Syzygiym aqueum) is a fruit plant that grows well in areas with an altitude of 3 – 500 meters above sea level. This research was carried out on Jl. Madura, Pahlawan Village, North Binjai District, Binjai City, North Sumatra Province with a height of 28 meters above sea level. This research used a non-factorial randomized block design (RAK) with 4 treatment levels, namely: P0 = 0 ml/liter of air, P1 = 2 ml/liter of air, P2 = 4 ml/liter of air, P3 = 6 ml/liter of air. The observation parameters for this research include plant height (cm), number of leaves (sheet), leaf area (cm2 ), number of branches (branch), branch length (cm) and stem diameter (mm).Keywords: Honey Guava, Grafting Result, Multifuncional Liquid FertilizerINTISARIJambu madu (Syzygiym aqueum) merupakan tanaman buah yang sangat baik tumbuh pada daerah dengan ketinggian 3 – 500 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Madura, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian 28 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 4 taraf perlakuan, yakni: P0 = 0 ml/liter air/plot, P1 = 2 ml/liter air/plot, P2 = 4 ml/liter air/plot, P3 = 6 ml/liter air/plot. Parameter pengamatan penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2 ), jumlah cabang (cabang), panjang cabang (cm) dan diameter batang (mm).Kata Kunci: Jambu Madu, Sambung pucuk, Pupuk Cair Multifungsi
PERANAN KELOMPOK TANI DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI DUSUN PULO PANDAN DESA KAMPUNG BARU BILAH BARAT KABUPATEN LABUHANBATU
The aimed of this study are to determine farmers role to support the income of oil palm cultivated oil palm. This study was held on Pulau Pandan Kampung Baru Village, Bilah Barat Labuhanbatu Regency. This study based on associative study and continued by survey approached with quantitative descriptive methods. To collected data, reseaecher used questioners and documentations by distributed 36 respondens contained of farmers. This study used SPSS with multiple linear regression analysis with partial significat test (t-test), f-tesst and determination coeffecient testing by R2. Based on this study showed that farmers role could be increased the income of the oil palms farmer income. Keywords: Farmer, Income, Oil Palm, Role, Support. INTISARIRiset ini memiliki tujuan untuk mendeterminasi peranan kelompok petani dalam mendukung pendapatan petani sawit. Riset ini telah dilaksanakan di Pulo Pandan Desa Kampung Baru Bilah Barat Labuhanbatu. Riset ini disusun berdasarkan asosiatif riset dengan menggunakan survey pendekatan secara kuantitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan angket dan dokumentasi yang didistribusikan kepada 36 responden yang terdiri dari petani. Riset ini menggunakan platform SPSS dengan uji perbedaan parsial (t-test), uji signifikansi f-test, koefesien dterminasi dengan R2. Berdasarkan riset ini dapat dilihat kelompok tani berperan dalam peningkatan pendapatan petani kelapa sawit. Kata Kunci: Petani, Pendapatan, Kelapa sawit, Peranan, Mendukung
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN PETANI JAWA BARAT TERHADAP LAHAN
Agricultural land is an important production factor in agriculture, but there is an imbalance between the availability of land and the number of land-using farmers and smallholders in West Java, which indicates that there is farmer demand for agricultural land. The objects of this research were 500 potato farmers in West Java. These respondents were selected using a 2-stage stratified sampling technique. The data used in the research are primary and secondary data. The primary data collection tool in this research is a survey. The aim of this research is to examine the factors that influence farmers' demand for agricultural land in West Java. In this study, the results obtained were that the productivity factor and market choice had a positive influence on farming profits with values of 0.59 and 0.23 respectively, then the farming profit factor had a negative influence of -0.07 and the area of land that had irrigation and The access to credit factor each has a positive influence of 0.07 on the farmer participation factor in the land market. Keywords: Agricultural Land, Farmers, Land INTISARILahan pertanian merupakan faktor produksi yang penting dalam pertanian namun terjadi ketimpangan antara ketersedian lahan dengan jumlah petani pengguna lahan dan petani gurem di Jawa Barat yang mengindikasikan adanya permintaan petani terhadap lahan pertanian. Objek pada penelitian ini adalah 500 Petani kentang di Jawa Barat, responden tersebut dipilih menggunakan teknik sampling stratifikasi 2 tahap. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Alat pengumpulan data primer pada penelitian ini adalah survey. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan petani terhadap lahan pertanian di Jawa Barat. Pada penelitian ini diperoleh hasil faktor produktivitas dan pilihan pasar memiliki pengaruh positif terhadap keuntungan usahatani dengan nilai masing-masing sebesar 0,59 dan 0,23, kemudian faktor keuntungan usahatani memiliki pengaruh negatif sebesar -0,07 dan faktor luas lahan yang memiliki irigasi serta faktor akses terhadap kredit masing-masing memiliki pengaruh positif sebesar 0,07 terhadap faktor partisipasi petani di pasar lahan. Kata kunci: Lahan Pertanian, Petani, Laha
IDENTIFIKASI SIFAT REKALSITRAN BENIH TANAMAN KENYEM (Lepisanthes alata (Blume) Leenh)
Kenyem seeds are seeds from forest plants, which are thought to be recalcitrant seeds. Proper seed handling based on seed properties can reduce the rate of seed deterioration and maintain seed quality. This study aims to determine (1) the recalcitrance level of kenyem seeds based on the physical and physiological characteristics of seeds and (2) desiccation sensitivity and minimum moisture content limit of kenyem seeds (Lepisanthes alata (Blume) Leenh). Identification of recalcitrant properties of kenyem seeds using the recalcitrant properties assessment method from Farrant, Pamenter, and Berjak (1988) and the protocol for determining seed storage behavior according to Hong and Ellis (1996). The results of the study showed that the recalcitrant properties of kenyem seeds were identified as medium recalcitrant according to Farrant et al (1988) and the seed storage behavior of recalcitrant seeds according to Hong and Ellis (1996). Drying of kenyem seeds has a desiccation sensitivity at a minimum moisture content limit of 48.87%. Drying the seeds to a moisture content of less than 48.87% will cause the seeds not to germinate. The optimal soaking water temperature for kenyem seeds is room temperature which results in a germination rate of 62.5% and a low vigor value compared to the 40°C soaking treatment. The DHL value of the P1 treatment showed the lowest value among the other treatments, indicating a high vigor and germination rate (DB) compared to the other treatments. Keywords: Recalcitrant seeds; Lepisanthes alata; Seed drying; Soaking INTISARIBenih kenyem merupakan benih dari tanaman hutan, yang diduga merupakan benih rekalsitran. Penanganan benih secara tepat berdasarkan sifat benih dapat menekan laju kemunduran benih dan mempertahankan mutu benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat rekalsitran benih kenyem berdasarkan karakter fisik dan fisiologis benih dan (2) sensitivitas desikasi dan batas kadar air minimal benih kenyem (Lepisanthes alata (Blume) Leenh). Identifikasi sifat rekalsitran benih kenyem menggunakan metode penilaian sifat rekalsitran dari Farrant, Pamenter, dan Berjak (1988) dan protokol untuk menentukan perilaku penyimpanan benih menurut Hong dan Ellis (1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sifat rekalsitran benih kenyem diidentifikasi sebagai rekalsitran sedang menurut Farrant et al (1988) dan perilaku penyimpanan benih rekalsitran menurut Hong dan Ellis (1996). Pengeringan benih kenyem memiliki sensitivitas desikasi pada batas kadar air minimal 48,87%. Pengeringan benih hingga kadar air kurang dari 48.87%, akan menyebabkan benih tidak berkecambah. Suhu air perendaman yang optimal untuk benih kenyem yaitu suhu ruang yang menghasilkan daya berkecambah sebesar 62,5% dan nilai vigor yang rendah dibandingkan perlakuan perendaman suhu 40oC. Hasil nilai DHL perlakuan P1 menunjukkan nilai terendah diantara perlakuan-perlakuan lainnya, yang mengindikasi nilai vigor dan daya berkecambah (DB) yang tinggi dibandingkan perlakuan-perlakuan lainnya. Kata kunci: Benih rekalsitran; Lepisanthes alata; Pengeringan benih; Perendaman beni
AMINA BIOGENIK SEBAGAI INDIKATOR KEAMANAN PRODUK PANGAN
The presence of biogenic amines in food products is a significant indicator of food safety. Consumption of biogenic amines in small quantities is not a problem, but consumption in high levels can endanger the health of consumers. The concentration of biogenic amines in food products is influenced by several factors in the production process, including initial microbial composition, raw material hygiene, fermentation conditions, and duration of fermentation. Biogenic amines can also be formed by the microbiological degradation of high-protein foods during the fermentation process. Two types of biogenic amines that are indicators most often used for safety are histamine and tyramine. Various cases of poisoning with these two substances have been reported, with histamine being associated with fishery product poisoning and tyramine being associated with cheese poisoning. The common methods used to detect biogenic amines are chromatography, such as GC, HPLC, and Thin Layer Chromatography (TLC). The purpose of this literature review is to discuss the phenomenon of the formation of biogenic amines in food products associated with aspects of food product quality, food safety, and methods for detecting the presence of biogenic amine compounds in food products. Keywords: biogenic amines, food safety, fermented food INTISARIKeberadaan amina biogenik pada produk pangan menjadi salah satu indikator keamanan makanan yang signifikan. Konsumsi amina biogenik dalam jumlah kecil tidak menjadi masalah, tetapi konsumsi dalam kadar tinggi dapat membahayakan kesehatan konsumen. Konsentrasi amina biogenik dalam produk pangan dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam proses produksinya, diantaranya komposisi mikroba awal, higienitas bahan baku, kondisi fermentasi, dan lama waktu fermentasi. Amina biogenik juga dapat terbentuk oleh degradasi mikrobiologis dari makanan berprotein tinggi selama proses fermentasi. Dua jenis amina biogenik yang menjadi indikator paling sering digunakan untuk keamanan adalah histamin dan tiramin. Berbagai kasus terkait keracunan 2 zat ini telah dilaporkan, histamin dikaitkan dengan kasus keracunan produk perikanan dan tiramin dikaitkan dengan kasus keracunan keju. Metode yang umum digunakan untuk mendeteksi keberadaan amina biogenik ini yaitu kromatografi, seperti GC, HPLC, maupun kromatografi lapis tipis. Tujuan dari kajian literatur ini adalah membahas fenomena terjadinya pembentukan amina biogenik pada produk pangan dihubungkan dengan aspek kualitas produk pangan, keamanan pangan, serta metode deteksi keberadaan senyawa amina biogenik pada produk pangan. Kata kunci: amina biogenik, produk pangan, keamanan panga
PENGARUH LIMBAH BAMBU SEBAGAI MEDIA TUMBUH PADA KANDUNGAN PROKSIMAT JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI PT. BUKIT ASAM-TBK PELABUHAN TARAHAN
The oyster mushrooms are generally cultivated on baglog medium, which is produced from leftover wood sawdust. The oyster mushroom may thrive in a variety of cellulose, hemicellulose, and lignin-containing substrates medium. The purpose of this study was to determine the effect of leftover bamboo powder waste on the proximate content of oyster mushrooms when it was utilized as a growing medium in mushroom baglogs. This study was carried out at the Lampung State Polytechnic of Mushrooms Kubung from August to October 2022. The test material consisted of oyster mushrooms collected from mushroom baglogs constructed of 100% sawdust, 100% coarse bamboo waste, 100% fine bamboo waste, and 50% coarse bamboo waste + 50% fine bamboo waste. Three harvests of oyster mushrooms were made on various media types for testing purposes in the lab. According to this study's findings, oyster mushrooms grown on bamboo powder media have a better value than oyster mushrooms grown on wood sawdust media in terms of their proximate content of water, protein, fat, and carbohydrates. Key-words: Bamboo Powder, Nutrition, Oyster Mushroom, Proximate, Wood Sawdust INTISARI Jamur tiram umum ditumbuhkan pada media baglog yang berbahan dasar limbah serbuk gergaji kayu. Jamur tiram memiliki kemampuan untuk tumbuh di berbagai jenis media yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari limbah serbuk bambu yang digunakan sebagai media tumbuh dalam baglog jamur pada kandungan proksimat jamur tiram. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2022 di Kubung Jamur Politeknik Negeri Lampung. Bahan uji yang digunakan adalah jamur tiram yang dipanen dari baglog jamur berbahan dasar utama Limbah bambu kasar 100%; Limbah bambu halus 100%, Limbah serbuk kayu 100%; dan Limbah bambu kasar 50%+Limbah bambu halus 50%. Jamur tiram yang dipanen pada setiap jenis media dilakukan tiga kali pengulangan untuk keperluan pengujian di dalam laboratorium. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kandungan proksimat kadar air, protein, lemak dan karbohidrat jamur tiram yang ditumbuhkan pada media serbuk bambu memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan jamur tiram yang ditumbuhkan pada media serbuk gergaji kayu. Kata kunci: Gizi, Jamur tiram, Proksimat, Serbuk bambu, Serbuk gergaji kay
RESPON PEMUPUKAN BERDASARKAN KEBUTUHAN HARA DAN TARGET PRODUKSI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea. L) PADA SISTEM HIDROGANIK
This research aims to determine the growth response of green mustard greens (Brassica Juncea L), which are given fertilizer based on production targets and nutrient indexes using a hydroganic system. This research is located on Jl. Development No. 50 East Helvetia Village, Medan Helvetia District, Medan City, from November 2023 to December 2023. This research used a factorial, completely randomized design (CRD) consisting of two factors. The first factor is the application of complete fertilizer (urea, SP-36, KCL, and dolomite), and the second factor is based on the soil nutrient index. The research results showed that the interaction between complete fertilizer and the nutrient index had a significant effect on the parameters of plant height at 4 WAP in the P2B3 treatment (23.7 cm) and leaf width at 3 WAP in the P2B3 treatment (8.6 cm). A complete fertilizer dosage with a production target of 10 tons has a significant effect on the parameters of plant height (4 WAP, 23.3 cm), number of leaves (4 WAP, 13 leaves), and leaf width (4 WAP, 9.5 cm). The best soil nutrient index in this study was a nutrient index of 100% for plant height parameters of 4 WAP (22.2 cm) and leaf width at 4 WAP (9.0 cm). The conclusion of this research is that the interaction between increasing doses of complete fertilizer and the soil nutrient index using a hydroganic system can increase the growth of green mustard plants. Keywords: Complete Fertilizer, Soil Nutrient Index, Hydrogenic System, Mustard Greens INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L) yang diberi pupuk berdasarkan target produksi dan indeks hara menggunakan sistem hidroganik. Penelitian ini berlokasi di Jl. Pembanguan No. 50 Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan pada bulan November 2023 sampai dengan Desember 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk lengkap Urea, SP-36, Kcl, dan Dolomit dan faktor kedua adalah berdasarkan indeks hara tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Pupuk Lengkap dengan Indeks Hara berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 4 MST perlakuan P2B3 (23,7 cm) dan Lebar Daun pada 3 MST perlakuan P2B3 (8,6 cm). dosis Pupuk lengkap dengan target produksi 10 ton berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 4 MST (23,3 cm), Jumlah daun 4 MST (13 Helai), Lebar Daun 4 MST (9,5 cm). Indeks hara tanah terbaik dalam penelitian ini terdapat pada indeks hara 100% pada parameter tinggi tanaman 4 MST (22,2 cm), Lebar daun pada 4 MST (9,0 cm). simpulan dari penelitian ini interaksi antara dosis pupuk lengkap yang meningkat dengan indeks hara tanah menggunakan sistem hidroganik mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman Sawi Hijau. Kata kunci: Pupuk Lengkap, Indeks Hara Tanah, Sistem Hidroganik, Sawi Hija
RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN JAMBU MADU DELI HIJAU (Syzgium aqueum) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CANGKANG TELUR DAN PUPUK KOTORAN AYAM
This research aims to determine the response to growth and production of green deli honey guava plants (Sygzium Aqueum) due to the application of chicken manure fertilizer and egg shell POC. This research is located on Jl. Madura, Pahlawan Village, Binjai City, North Sumatra Province. This research used a factorial randomized block design (RAK) consisting of two factors. The first factor is chicken manure (A) and the second factor is eggshell POC (C). The results showed that chicken manure and eggshell POC had a very significant effect on the parameters plant length (cm), number of leaves (leaves), number of branch shoots (shoots), root dry weight (g), root wet weight (g), length roots (cm) and number of roots (roots). The interaction between giving chicken manure fertilizer and eggshell POC had no significant effect on all observed parameters. Keywords: deli honey guava plant, egg shell POC and chicken dung.INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan stek tanaman jambu madu deli hijau(Sygzium Aqueum) akibat pemberian pupuk kotoran ayam dan POC cangkang telur. Penelitian ini berlokasi di Jl. Madura, Kelurahan Pahlawan, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk kotoran ayam (A) dan faktor kedua adalah POC cangkang telur (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kotoran ayam dan POC cangkang telur berpengaruh sangat nyata terhadap parameter Panjang tanaman (cm), jumlah daun (daun), jumlah tunas cabang (tunas), berat kering akar (g), berat basah akar(g), Panjang akar (cm) dan jumlah akar (akar). Interaksi antara pemberian pupuk kotoran ayam dan POC cangkang telur berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kata kunci : tanaman jambu madu deli,POC cangkang telur dan kotoran ayam
PARTISIPASI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELALUI KEGIATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA ASINGI KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN
Stunting has become a hot issue in recent years. Stunting is a condition where a child experiences growth problems caused by a lack of nutritional intake, and it can threaten the decline in the quality of human resources in the future. The Sustainable Food Yard Program (P2L) is one of the strategic steps taken by the government to reduce the risk of stunting in Indonesia, targeting various community groups, including Women Farmers Groups. Southeast Sulawesi (Sultra) is a region at risk of experiencing stunting, with 254,546 families in Sultra being at risk. The verification and validation results of villages in 2021 in 17 districts and cities in Sultra showed that Konawe Selatan Regency had the highest number of families at risk of stunting. Out of 51,405 targeted families, 33,014 were identified as at risk of stunting (BKKBN Sultra, 2021). Asingi Village, one of the villages in the Tinanggea sub-district of Konawe Selatan Regency, Sultra Province, with an active Women Farmers Group (KWT), also plays a crucial role in implementing P2L yard activities. The focus is on improving food resilience by utilizing yard areas in this region. The level of participation of the KWT in Asingi Village is interesting to investigate. The research results indicate that the level of participation in the Women Farmers Group of Asingi Village falls into the category of moderately participative. This is observed through the participation level of the women farmers group in P2L program activities, both in participating in the implementation of activities within the group and providing input/ideas in the evaluation of P2L activities. Keywords: Stunting, Women Farmers Group, Participation, Sustainable Food Yard Program IntisariStunting menjadi isu hangat beberapa tahun ini. Stunting merupakan kondisi dimana seorang anak mengalami masalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dan bisa mengancam penurunan kualitas Sumber daya manusia dimasa yang akan dating. Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu langkah strategis yang diambil oleh pemerintah dalam rangka menurunkan resiko angka stunting di Indonesia diperuntukan bagi kelompok masyarakat salah satunya Kelompok Wanita Tani. Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan wilayah yang beresiko mengalami stunting. Sebanyak 254.546 keluarga di Sultra beresiko mengalami stunting. Hasil verifikasi dan validasi desa/kelurahan pada 2021 pada 17 kabupaten kota di Sultra menunjukan Kabupaten Konawe Selatan paling tinggi jumlah keluarga berisiko Stunting, yaitu dari 51,405 keluarga yang disasar, 33.014 keluarga diantaranya berisiko stunting (BKKBN Sultra, 2021). Desa Asingi, yang merupakan salah satu desa di kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sultra dengan KWT yang aktif, juga memainkan peran penting dalam pelaksanaan kegiatan pekarangan P2L, yang berfokus pada peningkatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan di wilayah ini, sejauh mana Tingkat partisipasi KWT desa Asingi Menjadi menarik untuk diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi terhadap kelompok Wanita tani Desa Asingi pada kategori yang cukup Partisipatif, hal ini dilihat dari Tingkat partisipasi kelompok wanita tani dalam kegiatan program P2L yaitu Partisipasi pada Pelaksanaan kegiatan didalam kelompok dan partisipasi dalam memberi masukan ide/pendapat dalam evaluasi kegiatan P2L. Kata Kunci : Stunting, Kelompok Wanita Tani, Partisipasi, Pekarangan Pangan Lestari (P2L
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DENGAN PEMBERIAN BEBERAPA JENIS BIOCHAR PADA TANAH GAMBUT
Utilization of peat soil still has many obstacles due to the physical and chemical properties that are less supportive of plant growth. Constraints of peat soil as a medium for plant growth can be overcome by applying amelioration technology such as the use of biochar. This study aims to determine the growth response of the main nursery oil palm seedlings to the application of various types of biochar on peat soils. The research was carried out from March 2022 to June 2022 at the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan with an altitude of ± 25 meters above sea level (asl). The research design used was a Completely Randomized Non-Factorial Design with four replications and five treatment of various types of biochar, namely rice husk biochar 55 g/polybag, oil palm empty fruit bunches biochar 50 g/polybag, coconut shell biochar 37.5 g/polybag, palm frond biochar 25 g/polybag. The results showed that the applycation of various types of biochar from rice husk 55 g/polybag, biochar empty oil palm 50 g/polybag, coconut shell 37.5 g/polybag, and palm fronds 25 g/polybag, were not significant for increasing the growth of oil palm seeds in the main nursery. Keywords: Biochar, Palm Oil, Peat. INTISARIPemanfaatan tanah gambut masih memiliki banyak kendala karena sifat fisik dan kimia yang kurang mendukung terhadap pertumbuhan tanaman.Kendala tanah gambut sebagai media pertumbuhan tanaman dapat diatasi dengan penerapan teknologi ameliorasi seperti penggunaan biochar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan bibit kelapa sawit main nursery terhadap pemberian berbagai jenis biochar pada media tanam berupa tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022 hingga Juni 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 meter di atas permukaan laut (dpl). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan empat ulangan dan lima perlakuan pemberian berbagai jenis biochar yaitu biochar sekam padi 55 g/polybag, biochar tandan kosong kelapa sawit 50 g/polybag, biochar tempurung 37,5 g/polybag,biochar pelepah kelapa sawit 25 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian berbagai jenis biochar yang bersumber dari sekam padi 55 g/polybag, biochar tandan kosong kelapa sawit 50 g/polybag, tempurung kelapa 37,5 g/polybag, dan pelepah kelapa 25 g/polybag, belum signifikan untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit.Kata kunci: Biochar, Kelapa Sawit, Gambut