E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
ANALISIS HUBUNGAN WUJUD FISIK, KEHANDALAN, DAYA TANGGAP, EMPATI, DAN JAMINAN DENGAN MINAT KUNJUNG KEMBALI WISATAWAN PADA AGROWISATA JOLLONG DI KABUPATEN PATI
In Agrotourism, there must be an increase and decrease in the interest of returning tourists. To overcome these problems, efforts are being made to improve the quality of services in agrotourism. This study has one goal, namely: to analyze the relationship between the dimensions of service quality which includes: physical form, reliability, responsiveness, empathy, and assurance with the interest of returning tourists in Jollong Agrotourism, Pati Regency. This study uses a non-probability sampling approach with a purposive sampling method of 60 respondents. The data analysis technique used is Spearman Rank Correlation Test. The results showed that: The variables of physical form (X1), reliability (X2), responsiveness (X3), empathy (X4), and assurance (X5) were very positively related to the interest in revisiting Jollong Agrotourism tourists.INTISARI Pada Agrowisata pasti mengalami kenaikan dan penurunan minat kunjung kembali wisatawan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, upaya yang dilakukan ialah meningkatkan kualitas pelayanan pada Agrowisata. Dalam penelitian ini mempunyai satu tujuan yaitu: menganalisis hubungan antara dimensi kualitas pelayanan yang meliputi : wujud fisik, kehandalan, daya tanggap, empati dan jaminan dengan minat kunjung kembali wisatawan di Agrowisata Jollong Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan non-probability sampling dengan metode purposive sampling sebanyak 60 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Variabel wujud fisik (X1), kehandalan (X2), daya tanggap (X3), empati (X4), dan jaminan (X5) sangat berhubungan positif dengan minat kunjung kembali wisatawan Agrowisata Jollong
BAURAN PEMASARAN PRODUK MINUMAN SARI NANAS DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN (Studi Kasus Pada PT Putra Jaya Nanas Kabupaten Blitar)
Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perkembangan jumlah penjualan produk minuman sari nanas di PT Putra Jaya Nanas Kabupaten Blitar, penerapan bauran pemasaran produk minuman sari nanas di PT Putra Jaya Nanas Kabupaten Blitar, dan pengaruh bauran pemasaran (4P) terhadap volume penjualan. Penelitian ini dilakukan di PT Putra Jaya Nanas Kabupaten Blitar yang berlokasi di Dusun Sidorejo, RT 001 RW 002, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Penggunaan metode dalam penentuan responden ini adalah sampling jenuh atau sensus yaitu pedagang grosir yang membeli produk sari nanas dalam partai besar dan merupakan pelanggan tetap sebanyak 10 orang. Hasil pada penelitian ini menunjukkan perkembangan jumlah penjualan produk minuman sari nanas dari tahun 2018 hingga 2021 di PT Putra Jaya Nanas Kabupaten Blitar mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun dilihat per bulan Perkembangan jumlah penjualan produk minuman sari nanas di PT Putra Jaya Nanas Kabupaten Blitar mengalami perkembangan yang fluktuatif. Penerapan bauran pemasaran produk minuman sari nanas di PT Putra Jaya Nanas Kabupaten Blitar dinilai baik oleh responden. Dimensi yang dinilai paling tinggi oleh responden adalah Produk dan yang terendah adalah Promosi. Secara simultan bauran pemasaran (produk, harga, lokasi, dan promosi) mempunyai pengaruh signifikan terhadap volume penjualan produk minuman sari nanas di PT Putra Jaya Nanas Kabupaten Blitar. Namun secara parsial hanya variabel produk dan harga yang memuat pengaruh positif juga signifikan dengan volume penjualan. Sedangkan variabel lokasi dan promosi mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan dengan volume penjualan. Kata kunci: Bauran pemasaran, Sari Nanas, Penjualan ABSTRACTThis research was conducted to determine the development of sales of pineapple juice product at PT. Putra Jaya Nanas, Blitar Regency, implementing the marketing mix for pineapple juice products at PT. Putra Jaya Nanas, Blitar Regency, and the influence of the marketing mix (4P) on sales volume. This study uses a case study method at PT. Putra Jaya Nanas, Blitar Regency, located in Sidorejo Hamlet, RT/RW 001/002, Sidorejo Village, Ponggok District, Blitar Regency, East Java. The method used in determining these respondents is saturated sampling or census, namely wholesalers who buy pineapple juice products in bulk and are regular customers of 10 people. The results of this study indicate the development of sales of pineapple juice products at PT. Putra Jaya Nanas Blitar Regency from 2018 to 2021 has increased from year to year. However, seen per month The development of the number of sales of pineapple juice products at PT. Putra Jaya Nanas, Blitar Regency has experienced fluctuating developments. Application of the marketing mix of pineapple juice products at PT. Putra Jaya Nanas, Blitar Regency, was considered good by the respondents. The dimension that was rated the highest by respondents was Product and the lowest was Promotion. And there is a significant influence of the marketing mix (product, price, location, and promotion) simultaneously or jointly on the sales volume of pineapple juice product at PT. Putra Jaya Pineapple, Blitar Regency. But partially the product and price variables have a positive and significant effect on sales volume. And the location and promotion variables have a positive but not significant effect on sales volume Keywords: Marketing mix, Pineapple Juice, Sale
APAKAH DINAMIKA PENDAPATAN PETANI MANGGA DIPENGARUHI OLEH KARAKTERISTIKNYA?
Mango farmers have been working hard on their farm for a long time, hoping that their income will increase. However, in reality their income still often fluctuates. The purpose of this study was to identify the individual characteristics of mango farmers and Cirebon District, and to understand the influence of these farmer characteristics on their income in Cirebon District. The research method used is a quantitative descriptive method, with an analytical technique involving multiple linear regression. The results of this study indicate that as much as 66% of the mango farmers in Cirebon Regency have a low level of education, namely elementary school graduates. In addition, 45% of farmers are in the productive age range between 53 to 65 years. As many as 67% of farmers have a main job as mango farmers, and 95% of them have low income. Furthermore, this study reveals that the factor that most influences farmers' income is the main occupation, with a t-value of 3.228. Meanwhile, education level and age have t values of -1.770 and -2.139, respectively. INTISARI Para petani mangga telah lama berusaha keras dalam usahataninya, dengan harapan pendapatan mereka akan meningkat. Namun, kenyataannya pendapatan mereka masih sering mengalami fluktuasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik individu petani mangga dan Kabupaten Cirebon, serta untuk memahami pengaruh karakteristik petani tersebut terhadap pendapatan mereka di Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik analisis yang melibatkan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 66% dari petani mangga di Kabupaten Cirebon memiliki tingkat pendidikan yang rendah, yaitu tamat SD. Selain itu, 45% petani berada dalam rentang usia produktif antara 53 hingga 65 tahun. Sebanyak 67% petani memiliki pekerjaan utama sebagai petani mangga, dan 95% dari mereka memiliki pendapatan yang rendah. Selanjutnya, penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan petani adalah pekerjaan utama, dengan nilai t hitung sebesar 3,228. Sementara itu, tingkat pendidikan dan usia memiliki nilai t hitung masing-masing sebesar -1,770 dan -2,139
STRATEGI PEMASARAN MINYAK KELAPA PT. LINGKAR ORGANIK YOGYAKARTA SAAT PANDEMI COVID 19
This study aims to 1) analyze internal and external factors related to the marketing at PT. Lingkar Organik during COVID-19 Pandemic. 2) analyze the alternative strategies for marketing coconut oil. 3) find out the strategic priorities of coconut oil marketing at PT. Lingkar Organik. The research method used descriptive method with case studies. The method of taking respondents using purposive sampling method with the number are five respondents. The types and sources of data used are primary and secondary data. Methods of data collection by observation, interviews, literature study, documentation, and Focus Group Discussion (FGD). The analysis technique used the IFE matrix, EFE matrix, IE matrix, SWOT, and QSPM. The results of the study showed that 1) PT. Lingkar Organik has main strengths with high quality products, has main weakness that it has not have organic and halal certification yet, the main opportunity is the opportunity to expand distribution area, and the main threat is the competitors with lower prices of similar products. 2) Analyze alternative strategies for PT. Lingkar Organik are market penetration and product development 3) Determine the priority of marketing strategies at PT. Lingkar Organik is a market penetration strategy. Keywords: coconut oil, marketing, Strategy, QSPM, SWOT. INTISARIPenelitian bertujuan untuk 1) menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan pemasaran di PT. Lingkar Organik saat Pandemi COVID-19. 2) menganalisis alternatif-alternatif strategi pemasaran minyak kelapa. 3) menentukan prioritas strategi pemasaran minyak kelapa di PT. Lingkar Organik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan studi kasus. Metode pengambilan responden menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sebanyak lima responden. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, dan FGD. Teknik analisis menggunakan matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) PT. Lingkar Organik mempunyai kekuatan utama yaitu kualitas produk yang bermutu tinggi dengan kelemahan utama produk belum memiliki sertifikasi organik dan halal, dan peluang utama wilayah distribusi yang luas serta ancaman utama adanya produk lain yang sejenis dengan harga lebih murah. 2) Alternatif strategi yang dapat diterapkan di PT. Lingkar Organik yaitu penetrasi pasar dan pengembangan produk 3) Prioritas strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh PT. Lingkar Organik adalah strategi penetrasi pasar.Kata kunci : minyak kelapa, pemasaran, QSPM, SWOT, Covid-1
STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM PRODUK LOKAL DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI
One of the local product based on agribusiness in Tebo District is Tempe Chips. Developing strategy of Tempe Chip SMEs is important, because there are high competition between snack products. This study aims to formulate a strategy for developing Tempe Chips SMEs that will be recommended to the district government. We conducted interviews with seven Tempe Chip entrepreneurs, government, and expert to identify the internal and external environment of the business. The data were analyzed qualitatively using Miles and Huberman model. Strategy formulation tools using SWOT and QSPM matrices. The strategy we recommend is to make Tempe Chips as local superior product. Product innovation is very important so that tempe chips have product competitiveness. In addition, government support is also important in business development.INTISARISalah satu produk lokal berbasis agribisnis di Kecamatan Tebo adalah Keripik Tempe. Persaingan yang tinggi antar produk makanan ringan, menjadi dasar yang penting untuk perumusan strategi pengembangan UMKM yang memproduksi Keripik Tempe. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi strategi pengembangan UMKM Keripik Tempe yang akan direkomendasikan kepada pemerintah setempat. Wawancara dilakukan terhadap tujuh pelaku usaha Keripik Tempe, pihak dinas, dan pakar untuk mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal bisnis. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan model Miles and Huberman. Formulasi strategi menggunakan matriks SWOT dan matriks QSPM. Strategi yang direkomendasikan adalah menjadikan Keripik Tempe sebagai produk unggulan lokal. Dalam hal ini, perlu dukungan pemerintah setempat dalam pengembangan UMKM Keripik Tempe
PENGARUH PERLAKUAN BENIH MENGGUNAKAN RIZOBAKTERI TERHADAP KUALITAS BENIH CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DARI BENIH KADALUARSA
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan benih pra tanam dengan menggunakan rizobakteri terhadap kualitas benih cabai merah dari benih kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan faktor, yaitu jenis rizobakteri 8 isolat: ASP 3/1, ASP 4/1, ASP 4/5, ASP 5/5, ASP 5/8, ASP 6/1, ASP 7/2 dan ASP 7/5, dan 1 kontrol sehingga keseluruhannya 9 perlakuan. Masing-masing diulang 3 kali dengan demikian ada 27 satuan percobaan. Setiap percobaan terdiri dari 20 benih sehingga terdapat 540 benih. Hasil penelitian: perlakuan benih menggunakan rizobakteri berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, keserampakan tumbuh, waktu untuk mencapai 50% perkecambahan total relatif serta berat basah kecambah normal, dan berpengaruh nyata terhadap tolok ukur kecepatan tumbuh relatif, berat kering kecambah normal, dan tidak berpengaruh nyata terhadap tolok ukur indeks vigor. Perlakuan benih menggunakan rizobakteri mampu meningkatkan viabilitas serta vigor benih cabai merah kadaluarsa dengan meningkatkan daya berkecambahnya hingga 375%. Pada fase perkecambahan benih cabai kadaluarsa yang mendapatkan perlakuan pra tanam dengan rizobakteri ASP 4/5 mampu meningkatkan kualitas benih cabai merah kadaluarsa pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, keserampakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif dan berat kering kecambah normal
ANALISIS YURIDIS URGENSI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH TENTANG GARIS SEMPADAN DI KABUPATEN KEBUMEN
Peraturan tentang Garis Sempadan merupakan instrumen penting dalam penyelengaraan pemerintahan, karena menjadi dasar teknis dan syarat administratif pemberian Persetjuan Bangunan Gedung, Sertifikat Laik Fungsi, dan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah. Saat ini Kabupaten Kebumen belum memiliki Peraturan Daerah tentang Garis Sempadan, sehingga cukup menghambat pelaksanaan beberapa urusan pemerintahan. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2004 Tentang Garis Sempadan Pasal 78 Ayat (4) initinya mementukan “untuk melaksanakan Perda ini terlebih dahulu harus ditetapkan Perda tentang garis Sempadan di kabupaten/kota.” Penelitian ini merupakan penelitian hukum emperis dengan tujuan melakukan analisis yuridis urgensi pembentukan Peraturan Daerah tentang Garis Sempadan di Kabupaten Kebumen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi pustakan. Data selanjut nya dianalisis secara deskriptif kualititatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa pembentukan Perda tentang Garis Sempadan merupakan wewenang atributif Daerah Kabupaten. Keberadaan Perda Garis Sempadan merupakan conditio sine qua non karena akan memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan daerah dibidang pelayanan, serta mempermudah pembentukan Rencana Tata Ruang Wilayah bagi terwujudnya tata kota yang indah, tertib, aman, lestari, dan berkepastian hukum. Kesimpulannya, pembentukan Perda tentang Garis Sempadan di Kabupaten Kebumen sudah sangat mendesak guna melengkapi peraturan perundang-undangan yang ada, serta untuk melaksanakan secara efektif Perda Provinsi Jawa Tengah tentang Garis Sempadan
IMPLEMENTASI BAURAN PEMASARAN 7P PADA CV. CITRA KREASINDO DI KOTA SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pelaksanaan bauran pemasaran yang diterapkan oleh CV. Citra Kreasindo. Metode pengambilan data dilakukan dengan kuesioner ,wawancara dan observasi. Untuk menentukan responden menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden 36 orang yang terdiri dari (1orang) divisi keuangan, (1 orang) divisi pemasaran, (1 orang) pemilik dan (33 orang ) konsumen. Jenis data yang digunakan peneliti adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Pada penelitian ini mendapatkan hasil bahwa implementasi faktor bauran pemasaran pada CV. Citra Kreasindo termasuk dalam kriteria nilai baik
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PRODUK TEMPE DIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR
Tempe is a product that is popular with Indonesian people. The problem in marketing tempeh is competitors. This has led to the need for creativity in marketing, not only market traditionally but also modernly using technology. This research aims to identify consumer characteristics, analyze Internal, External factors and appropriate marketing strategy alternative. The method of determining the sample in the study using purposive sampling with 55 respondents. This research data analysis method uses SWOT analysis, and QSPM analysis. The results of the research on SWOT analysis show that the strategy is located in kudran I, explained that internal strengths can create opportunities for tempeh product marketing strategies. QSPM analysis shows the highest TAS results, namely alternative strategies, developing production and marketing activities for tempeh products using technology, facilities and infrastructure. Keywords: Tempeh, Strategy, Marketing, Technology INTISARITempe merukan salah satu produk yang digemari masyarakat Indonesia. Permasalah dalam pemasaran tempe yaitu para pesaing. Hal ini menyebabkan dibutuhkannya kreatifitas Pemasaran, tidak hanya memasarkan secara tradisional tapi juga secara modern dengan menggunakan teknologi. Penelitian ini bertujuan ngeindentifikasi karakteristik konsumen, menganalisis faktor Internal, Eksternal dan alternatif strategi pemasaran yang tepat. Metode penentuan sampel pada penelitian menggunakan purposive sampling dengan 55 orang responden. Metode analisis data penelitian ini menggunakan analisis SWOT, dan analisis QSPM. Hasil penelitaian pada analisis SWOT menunjukan bahwa strategi terletak pada kudran 1, menjelaskan kekuatan intenal dapat menciptakan peluang strategi pemasaran produk tempe. Analisi QSPM menunjukan hasil TAS tertinggi yaitu strategi alternatif, pengembangan kegiatan produksi dan pemasaran produk tempe menggunakan teknologi, sarana dan prasarana. Kata Kunci : Tempe, Strategi, Pemasaran, Teknolog
PRIMAL PROGRAM LINEAR MENGGUNAKAN ALGORITMA INTERIOR POINT DAN METODE SIMPLEX
ABSTRACTPrimal linear programing in of section by operation reseach, “The obyective of Interior Point algoritm and Simplex Methods to make Solution in primal linear programing", simplex method could be formulated to be interior point algoritm linear programing with MatLab basic program to get optimal solution of linear programing obyektif function. Analysis of interior point algoritm by Narendra Karmarkar (1984) from AT. ET. Bell are used interior point choice in feasible region, alpha criteria and primal-dual of linear programing. This study interior point algoritm in primal linear programing solution also makes to simplex method by George Dantzig (1947) solution in linear programing. Interior point algoritm in primal linear programing solution the fastest five hundred of Simplex method, this news the best of The New York Times1.Keywords : Interior Point, Alpha Criteria, Simplex , Primal linear programing