E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
PERUBAHAN MUTU FISIK CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS KEMASAN PLASTIK PADA PENYIMPANAN SUHU RENDAH
Curly red chilies are a horticultural crop product that has high economic value but is easily damaged. Storage temperature conditions and exposure to oxygen can influence the rate of decline in the quality of curly red chilies, so determining the type of packaging with optimum permeability according to the needs of red chili metabolic activity is very important to pay attention to. This research aims to analyze the effect of plastic packaging type in inhibiting the rate of decline in the quality of curly red chilies in low temperature storage. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor, namely the treatment of the type of plastic packaging (P), which consisted of 6 levels of treatment, namely Polypropylene (PP), Polyethylene (PE), High Density Polyethylene (HDPE), Low Density Polyethylene (LDPE), Wrapping and Control. Each treatment unit was carried out 3 times. The quality parameters observed were changes in water content, weight loss, damage, hardness and color with measurement intervals every 2 days during storage. The results of the research showed that the treatment of the type of plastic packaging at low temperature storage had a significant effect on the water content, weight loss, damage, hardness and color of curly red chilies during storage. The Polypropylene plastic packaging treatment was better able to maintain the quality of curly red chilies until day-16 with a water content of 79.98%, the lowest weight loss of 9.67%, the lowest damage of 36.19%, hardness of 9.59 N, the highest color index L* (brightness) of 31.77 and a * (reddish) high 35.46
PENGARUH JARAK TANAM DAN APLIKASI PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PASCA PADI
Mungbean plants (Vigna radiata L.) are reported to be able to form a symbiotic relationship with Rhizobium bacteria and arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) to increase grain yield. This research aims to determine the effect of planting distance and application of mycorrhiza biofertilizer on growth and yield of mungbean planted a paddy field following rice crop. The experiment was carried out at the Unram Farming, Narmada and the Microbiology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Mataram in May-September 2023. The experiment was arranged based on a factorial Randomized Block Design with six replications (blocks) and two treatment factors, namely plant spacing (J1= 35x20 cm; J2 = 25 x20 cm) and application of mycorrhiza biofertilizer (M0= without; M1= with mycorrhiza). The experimental results showed that the application of mycorrhiza biofertilizer significantly increased plant height, number of leaves, number of productive branches, dry stover weight, weight of filled pods, number of filled pods, number of grains, grain yield per clump, number of root nodules, percentage of AMF colonization on the roots, and number of spores. In contrast, planting distances only affected the number of productive branches, dry stover weight, weight of filled pods, number of filled pods, number of grains, grain yield per clump, weight of 100 seeds, number of root nodules, and the percentage of AMF colonization on the roots, which was higher at planting distance of 25 x 20 cm (J2). However, the interaction between the treatment factors was significant only on number of spores, with the highest number in the M1J2 treatment and the lowest in the M0J1 treatment
ANALISIS EFISIENSI RANTAI PASOK LATEKS DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX KEBUN KRUMPUT BANYUMA
PTPN IX Kebun Krumput Banyumas has a latex supply chain to produce export quality natural rubber. The aim of this research is to determine and assess the efficiency of the latex supply chain performance for each unit in the three subdivisions in the Krumput plantation. The analysis method used is Data Envelopment Analysis (DEA), which is a linear program-based technique for measuring the efficiency of a unit. The results show that the Tumiyang subdivision is the subdivision that has the most efficient DMUs, namely 3, while the Krumput and Kubangkangkung subdivisions each only have one. Overall, the supply chain efficiency performance of the three divisions is quite good, as shown by the total average efficiency value of 0.81454. Keywords: supply chain efficiency, data envelopment analysis, Banyumas INTISARIPTPN IX Kebun Krumput Banyumas memiliki rantai pasok lateks untuk melakukan produksi karet alam kualitas ekspor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menilai efisiensi kinerja rantai pasok lateks setiap unit di ketiga afdeling yang ada kebun Krumput. Metode analisis yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) yaitu teknik berbasis program linier untuk mengukur efisiensi suatu unit. Hasilnya menunjukan bahwa afdeling Tumiyang menjadi afdeling yang memiliki paling banyak DMU efisien yaitu 3, sedangkan afdeling Krumput dan Kubangkangkung masing-masing hanya memiliki satu. Secara keseluruhan kinerja efisiensi rantai pasok ketiga afdeling sudah cukup baik yang ditunjukan dengan nilai efisiensi rata-rata total di angka 0,81454. Kata kunci: efisiensi rntai pasok, data envelopment analysis, Banyuma
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN HERITABILITAS PADA KARAKTER VEGETATIF CABAI RAWIT GENERASI PERTAMA (M1) HASIL IRRADIASI SINAR GAMMA
Increasing production and yield quality of cayenne pepper can be done by assembling superior varieties through plant breeding programs. Information related to genetic diversity and heritability is very important for establishing a variety. This research aims to obtain information about genetic diversity and heritability values in the vegetative characters of the first generation (M1) cayenne pepper mutant genotype. The research was carried out from May to September 2023 at the Wedomartani Experimental Garden, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta using 70 mutant genotypes (M1) and three comparison varieties, namely Ori 121, Kaliber, and Cempluk for a total of 73 genotypes. The experimental design used was an Augmented Design with a Randomized Complete Block Design (RCBD) as the environmental design. The results of the research show that the characteristics of stem diameter, petiole length and leaf length in cayenne pepper have extensive genetic diversity and have high heritability. These characters can be used as selection criteria because they are more influenced by genetic factors than environmental factors.Keywords: mutation, genetic diversity, heritability INTISARIPeningkatan produksi dan kualitas hasil pada cabai rawit dapat dilakukan dengan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan tanaman. Informasi terkait keragaman genetik dan heritabilitas sangat penting untuk perakitan suatu varietas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang keragaman genetik dan nilai heritabilitas pada karakter vegetatif genotipe mutan cabai rawit generasi pertama (M1). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2023 di Kebun Percobaan Wedomartani Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta menggunakan 70 genotipe mutan (M1) dan tiga varietas pembanding yaitu Ori 121, Kaliber, dan Cempluk sehingga total terdapat 73 genotipe. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Bersekat (Augmented Design) dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) sebagai rancangan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter diameter batang, panjang tangkai daun, dan panjang daun pada cabai rawit memiliki nilai keragaman genetik yang luas serta memiliki nilai heritabilitas tinggi. Karakter-karakter tersebut dapat dijadikan kriteria seleksi karena lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik daripada faktor lingkungan. Kata kunci: mutasi, keragaman genetik, heritabilita
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI TUMPANGSARI PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L) DAN KRATOM (Mitragyna speciosa K) DI KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KAPUAS HULU KALIMANTAN BARAT
Kratom mengandung senyawa bioaktif sehingga memiliki harga jual dan permintaan yang tinggi, hal ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Kapuas Hulu sebagai pemasok bubuk kratom terbesar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan keuntungan dari usahatani tanaman sela pisang kepok dan kratom. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif analitik, penentuan lokasi menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang. Pengujian hipotesis menggunakan analisis pendapatan dan kelayakan. Dari hasil analisis usaha tani diketahui bahwa jumlah penerimaan lebih besar dari biaya usahatani Rp 24.116.575,80 > Rp 8.181.196,06 per kebun atau Rp 146.604.522,00 > Rp 49.320.723,57 per hektar. Dari analisis R/C rasio diperoleh nilai 6,41 per lahan atau dalam hektar R/C rasio 2,95 yang layak untuk dibudidayakan. Rata-rata produksi pisang kapuk dan kratom per kebun adalah 5.980 kg > BEP produksi 35,27 kg, artinya usahatani tanaman pisang kapuk dan kratom secara tumpangsari layak dilakukan. Dari hasil analisis pendapatan Rp 27.328.000 lebih besar dari BEP yaitu Rp 732.281,39 usahatani layak. Dari analisis nilai BEP, harga < harga jual yang diterima atau Rp 713,06 < Rp 18.500 maka usaha layak untuk dijalankan
PENGARUH KONSNETRASI ZPT DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAHE GAJAH (Zingiber offinale rosc.)
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman jahe gajah (Zingiber officinale rosc.) terhadap konsentrasi ZPT dan macam media tanam. Telah dilaksanakan di Desa Pajomblangan, Kec. Kedungwuni, Kab Pekalongan di ketinggian ± 10 mdpl pada bulan September-Desember 2022. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAK) dengan perlakuan konsentrasi ZPT GA3 (0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm), macam media tanam : Tanah : Pasir (1:1), Tanah : Pasir : Pupuk Kandang (1:1:1), Tanah : Pasir : Kompos (1:1:1). Data dianalisis dengan uji F jika beda nyata dilanjutkan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ZPT tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam media tanam berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan per rimpang, dan bobot basah tanaman. Berbeda nyata terhadap bobot basah rimpang. Macam media tanam terbaik tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1
ANALISIS PERMINTAAN JAHE MERAH (Zingiber officinale roscoe Var. Rubrum) DI JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan permintaan jahe merah di Jawa Timur, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan jahe merah, dan merekomendasikan Langkah strategis dalam pengembangan produksi jahe merah di Jawa Timur. Responden dalam penelitian ini adalah pegawai dinas pertanian Provinsi Jawa Timur yang berjumlah 3 orang. Metode riset menggunakan Analisis Trend Linier, Analisis Regresi Berganda, dan Analisis Deskriptif. Hasil riset menunjukkan bahwa Hasil analisis trend menghasilkan persamaan Y = 92.905.913,17 + 12.265.976,52X, berkorelasi (+) yang berarti bahwa tiap tahun bertambah permintaan. Secara parsial variabel harga dan jumlah penduduk secara signifikan berpengaruh terhadap permintaan jahe merah di Provinsi Jawa Timur. Alternatif Langkah strategis dalam pengembangan produksi jahe merah di Jawa Timur yaitu Pemberdayaan Petani/Pelaku Usaha Tanaman Jahe Merah Penguatan akses pasar kepada kelembagaan petani dan pelaku usaha melalui pembenahan manajemen rantai pasokan dan pengembangan kemitraan usaha antara industri herbal dengan kelembagaan tani dan champion tanaman obat (jahe merah); Pengembangan Kawasan Tanaman Jahe Merah; dan Penerapan Budiaya Tanaman Obat yang Baik.
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN KELAPA DI KECAMATAN PRACIMANTORO KABUPATEN WONOGIRI
This study aims to analyze alternative marketing strategies that can be implemented in Pracimantoro District, as well as to determine the priority of marketing development strategies. Analysis of internal and external factors was determined using the IFE and EFE Matrix, IE Matrix, SWOT Matrix, and QSPM Matrix with data collection in the form of primary data and secondary data obtained from interviews, observation, and documentation. The results showed that (1) the main strength factor is the number of regular customers while the main weakness is the absence of young farmers; (2) the main opportunity factor is demand greater than supply and the main threat in marketing is weather changes; (3) an effective strategy that can be prioritized in coconut marketing is market penetration by increasing the quantity of coconut productivity; (4) marketing strategy with product development. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan di Kecamatan Pracimantoro, serta menentukan prioritas strategi pengembangan pemasaran. Analisis faktor internal dan eksternal ditentukan menggunakan Matriks IFE dan EFE, Matriks IE, Matriks SWOT, dan Matriks QSPM dengan pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder yang didapatkan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor kekuatan utama adalah banyaknya pelanggan tetap sedangkan kelemahan utama adalah tidak adanya petani muda; (2) faktor peluang utama adalah permintaan lebih besar dari penawaran dan ancaman utama dalam pemasaran adalah perubahan cuaca; (3) strategi efektif yang dapat diprioritaskan dalam pemasaran kelapa adalah penetrasi pasar dengan menambah kuantitas produktivitas kelapa; (4) strategi pemasaran dengan pengembangan produ
KELEMBAGAAN DAN KEMANDIRIAN PETANI DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN INSTITUTION AND INDEPENDENCE OF FARMERS IN AGRICULTURAL DEVELOPMENT
Urgensi eksistensi kelembagaan petani dalam pembangunan pertanian di Indonesia, kemandirian petani, dan strategi dalam pengembangan kelembagaan petani sehingga mampu menjadi sarana untuk mewujudkan petani yang mandiri. Keberadaan kelembagaan petani bagi petani sudah menjadi keniscayaan untuk memperbaiki taraf hidup, harkat dan martabatnya. Kelembagaan petani harus ditempatkan sebagai sarana untuk mewujudkan harapan, keinginan, dan pemenuhan kebutuhan petani. Kelembagaan petani yang efektif diharapkan mampu memberi kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kemandirian dan martabat petani. Peningkatan kapasitas kelembagaan petani dilakukan sejalan dengan kegiatan penyuluhan pertanian dengan memotivasi petani untuk berpartisipasi dalam kelembagaan petani. Penyuluhan pertanian perlu dirancang dengan memberikan muatan pada penguatan kapasitas individu petani sekaligus penguatan kapasitas kelembagaan petani. Upaya yang sebaiknya dilakukan oleh pihak-pihak pemangku kepentingan, terutama pemerintah adalah: (1) Meningkatkan kapasitas para penyuluh lapangan, (2) Menggunakan cara-cara atau pendekatan partisipatif yang orientasi pada kebutuhan petani dalam melakukan kegiatan penyuluhan, dan (3) Memperkuat kelembagaan penyuluhan.The urgency of the existence of farmer institutions in agricultural development in Indonesia, farmer independence, and strategies in developing farmer institutions so that they can become a means to realize independent farmers. The existence of farmer institutions for farmers has become a necessity to improve their standard of living, their dignity and worth. Farmers' institutions must be placed as a means to realize the hopes, desires, and fulfillment of farmers' needs. Effective farmer institutions are expected to be able to make a real contribution in increasing the independence and dignity of farmers. Increasing the institutional capacity of farmers is carried out in line with agricultural extension activities by motivating farmers to participate in farmer institutions. Agricultural extension needs to be designed to provide content on strengthening the capacity of individual farmers as well as strengthening the institutional capacity of farmers. Efforts that should be carried out by stakeholder parties, especially the government are: (1) Increasing the capacity of field extension workers, (2) Using participatory methods or approaches that are oriented to the needs of farmers in carrying out extension activities, and (3) Strengthening institutions counseling
ANALISIS PEMASARAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DESA WATES KECAMATAN WONOBOYO KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH
Potato is one of the commodities of choice to support diversification programs in order to achieve sustainable food security. The problem that is often faced in efficient potato marketing is the high and low price level at the farm level which is related to the existing marketing pattern and the large marketing margin. This study aims to determine the pattern of marketing channels, determine the cost of marketing margins and farmer's share, determine the level of efficiency in potato marketing analysis. The research was conducted in Wates village, Wonoboyo sub-district, Temanggung district from September 2021 to April 2022. The study used descriptive and Ex Post Facto methods, determining respondents using census techniques, types and sources of data used primary data and secondary data. The results showed that: 1) There are 3 marketing channels for potatoes. 2) Marketing channel marketing margin One Rp. 4,000. Marketing channel marketing margin Two Rp. 4,934.78. Marketing channel marketing margin Three Rp. 500. 3) Farmer's Share marketing channel One 70.4%. Farmer's Share of marketing channels Two 65.8%. Farmer's Share of marketing channels Three 95%. 4) Marketing efficiency of marketing channel One 3.06%. Marketing efficiency of marketing channels Two 1.93%. Marketing efficiency of marketing channels Three 0.04%. There are conclusions from this research the number of marketing agencies involved in marketing will affect the length of the marketing chain and the amount of marketing costs. INTISARIKentang merupakan salah satu komoditas pilihan untuk mendukung program diversifikasi dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Permasalahan yang sering dihadapi dalam pemasaran kentang yang efisien adalah tinggi rendahnya tingkat harga di tingkat petani yang berkaitan dengan pola pemasaran yang ada dan besarnya margin pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran, mengetahui besarnya biaya margin pemasaran dan farmer’s share, mengetahui tingkat efisiensi pada analisis pemasaran kentang. Penelitian dilaksanakan di desa Wates kecamatan Wonoboyo kabupaten Temanggung pada bulan September 2021 sampai bulan April 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan Ex Post Facto, penentuan responden dengan teknik sensus, jenis dan sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Saluran pemasaran kentang terdapat 3 saluran pemasaran. 2) Margin pemasaran saluran pemasaran Satu Rp. 4.000. Margin pemasaran saluran pemasaran Dua Rp. 4.934,78. Margin pemasaran saluran pemasaran Tiga Rp. 500. 3) Farmer’s Share saluran pemasaran Satu 70,4 %. Farmer’s Share saluran pemasaran Dua 65,8 %. Farmer’s Share saluran pemasaran Tiga 95 %. 4) Efisiensi pemasaran saluran pemasaran Satu 3,06 %. Efisiensi pemasaran saluran pemasaran Dua 1,93 %. Efisiensi pemasaran saluran pemasaran Tiga 0,04 %. Adapun kesimpulan dari penelitian ini banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran akan mempengaruhi panjang pendeknya rantai pemasaran dan besarnya biaya pemasaran