E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
    1365 research outputs found

    PENGARUH MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI POC TERHADAP TANAMAN SAWI CAISIM (Brassica juncea L.)

    Full text link
    Efforts to improve agricultural techniques by integrating fish cultivation and mustard (Brassica Juncea L.) in one system, especially in limited space, can provide multiple benefits. Determining the appropriate planting media and concentration of POC needs to be done in hydroponic cultivation with a vertiminaponic system. The research was carried out in March-July 2022 at the Urban Farming Field Laboratory, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" East Java. The research using factorial experiment arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors. First factor is the type of planting medium (M), namely: M1 = Rockwool, M2 = Cocopeat, and M3 = Charcoal Husk. The second factor is the  POC concentration (K), namely: K0 = control, K1 = 3 cc L-1 water, K2 = 6 cc L-1 water, and K3 = 9 cc L-1 water. The research data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), then the Honestly Significant Difference (HSD) test was carried out at a test level of 5%. The results of the research showed that the combination of treatments of various types of planting media and POC concentration was the best in husk charcoal planting media with concentration 9 cc L-1 water of POC. Keywords: hydroponics, planting media, vertiminaponics INTISARI                Upaya peningkatan teknik pertanian dengan integrasi budidaya ikan dan tanaman Sawi Caisim (Brassica Juncea L.)  dalam satu sistem, terutama di ruang terbatas, dapat memberikan keuntungan ganda. Penentuan media tanam dan konsentrasi POC yang tepat perlu dilakukan dalam budidaya hidroponik sistem vertiminaponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2022 di Laboratorium Lapangan Urban Farming Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah macam media tanam (M), yaitu: M1 = Rockwool, M2 = Cocopeat, dan M3 = Arang Sekam. Faktor kedua adalah konsentrasi POC (K), yaitu: K0 = 0 cc L-1 air, K1 = 3 cc L-1 air, K2 = 6 cc L-1 air, dan K3 = 9 cc L-1 air. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam Analysis of Variance (ANOVA), selanjutnya dilakukan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menyatakan bahwa kombinasi perlakuan macam media tanam dan konsentrasi POC terbaik terdapat pada media tanam arang sekam dengan konsentrasi POC 9 ccL-1 air. Kata kunci: hidroponik, media tanam, vertiminaponi

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA KONSUMSI SAYUR DAN PRODUK OLAHANNYA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    Strong immune system is needed to prevent Covid-19. One of these efforts is to eat enough vegetables. Consumption patterns are influenced by internal factors and external factors. This research aims to analyze what internal and external factors influence the consumption patterns of vegetables and processed products among students during pandemic. The research method used in this study was a survey method. The data analysis tools used are crosstab analysis and chi square test. The research show that internal factors, namely motivation factors, influence the number of types of processed vegetables consumed, frequency of consumption, and amount of consumption, but motivation factors do not influence the number of types of vegetables consumed. The preference factor influences the type of vegetables consumed and the amount consumed, but does not influence the number of types of processed vegetables consumed or the frequency of consumption. Meanwhile, the knowledge factor has no effect on all variables of vegetable consumption patterns among students. Meanwhile, external factors, namely the role of parents, the role of media and price factors, do not influence all variables in student vegetable consumption patterns, except for the number of types of processed vegetables consumed by students which is influenced by media factors. Keywords: processed vegetables, consumption patterns, consumption patterns. INTISARIDiperlukan sistem imunitas tubuh yang kuat untuk mencegah Covid-19. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengonsumsi sayur yang cukup. Pola konsumsi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi sayur dan olahannya pada mahasiswa pada saat pandemi. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah metode survei. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis crosstab dan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor internal yaitu faktor motivasi mempengaruhi terhadap jumlah jenis olahan sayur yang dikonsumsi, frekuensi konsumsi, dan jumlah konsumsi, tetapi faktor motivasi tidak berpengaruh terhadap jumlah jenis sayuran yang dikonsumsi. Faktor preferensi/kesukaan berpengaruh terhadap jenis sayur yang dikonsumsi dan jumlah konsumsi, tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah jenis olahan sayur yang dikonsumsi, frekuensi konsumsi. Sementara faktor pengetahuan tidak berpengaruh terhadap semua variabel pola konsumsi sayur pada mahasiswa. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor peran orang tua, faktor peran media dan faktor harga tidak berpengaruh terhadap semua variabel pola konsumsi sayur pada mahasiswa, kecuali jumlah jenis olahan sayur yang dikonsumsi mahasiswa yang dipengaruhi oleh faktor media. Kata kunci: olahan sayur, pola konsumsi, pola konsumsi

    ANALISIS PENDAPATAN DAN KONTRIBUSI USAHATANI NILAM (Pogostemon cablin Benth) TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA PETANI DI KECAMATAN PANGA DAN SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA

    Full text link
    This research aims to: 1) determine the income from patchouli farming. 2) determine the contribution of patchouli farming income to household income. The method used in this research was a survey method, and sampling used a saturated sample method of 23 people. Data analysis uses income and contribution analysis. The results of this research show that the average income of patchouli (patchouli oil) is IDR 28,325,217.39/Ha/Planting Season, while the average income of family members is IDR 2,804,347.83/month, so the total household income is IDR 5,734,347.83/month, and the contribution of patchouli farming to household income is 59.07 percent.Keywords: contribution; patchouli; patchouli oil; incomeINTISARIPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pendapatan usahatani nilam. 2) mengetahui kontribusi pendapatan usahatani nilam terhadap pendapatan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui metode survei, dan pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh sebanyak 23 orang. Analisis data menggunakan analisis pendapatan dan kontribusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan nilam (minyak nilam rata-rata  Rp. 28.325.217,39/Ha/Musim Tanam, sedangkan pendapatan anggota keluarga rata-rata sebesar Rp. 2.804.347,83/bulan, sehingga total pendapatan rumah tangga sebesar Rp 5.734.347,83/bulan, dan Kontribusi usaha tani nilam terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 59,07 persen.Kata Kunci: Kontribusi; Nilam; Minyak Nilam,; Penghasila

    PENGARUH SUPLEMENTASI SODIUM SELENITE DAN VITAMIN E TERHADAP PERFORMANS ESTRUS PADA DOMBA TEXEL

    Full text link
    This study aims to determine the effect of sodium selenite and vitamin E on estrus signs, estrous cycles and the percentage of pregnancies. The study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and each treatment consisted of 6 replications, data analysis used the (ANOVA) test with Duncan's advanced test for parametric data, while for non-parametric data using the Kruskall Wallis test with Mann Whitney's advanced test U Test and descriptive test. This study used 18 female Texel sheep with an average age of 2 years. The treatment consisted of: P0 (without treatment/as control, P1 (Sodium selenite 5ml), P2 (Sodium selenite 5ml and vitamin E 400IU). The variables observed included signs of heat, estrus cycle and pregnancy percentage. The results showed the treatment of administration sodium selenite 5ml and vitamin E 400IU that the variables of lust signs include vaginal temperature 39.45 ± 0.28 C˚, vulvar color 2.66 ± 0.51, and estrus cycle 17.75 ± 75 showed significant results (P<0 .05) and the percentage of pregnancy showed a yield of 83.33%. Based on the results of the study it can be concluded that 5ml Sodium Selenite and 400IU vitamin E can affect signs of heat, estrus cycle and pregnancy percentage.Keywoords: Texel Sheep, Pregnancy Percentage, Sodium Selenite, Signs of Estrus and Vitamin E                                                                       INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Sodium selenite dan vitamin E terhadap tanda birahi, siklus estrus dan persentase kebuntingan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan, analisis data menggunakan (ANOVA) Test dengan uji lanjut Duncan untuk data parametrik, sedangkan untuk data non-parametrik menggunakan uji Kruskall Wallis Test dengan uji lanjut Mann Whitney U Test dan uji deskriptif. Penelitian ini menggunakan ternak domba Texel betina umur rata-rata 2 tahun sebanyak 18 ekor. Perlakuan terdiri atas : P0 (tanpa perlakuan/ selaku kontrol, P1 (Sodium selenite 5ml), P2 (Sodium selenite 5ml dan vitamin E 400IU). Variabel yang diamati meliputi tanda birahi, siklus estrus dan persentase kebuntingan. Hasil menunjukkan pada perlakuan pada pemberian Sodium selenite 5ml dan vitamin E 400IU bahwa pada variabel tanda birahi meliputi suhu vagina 39,45 ± 0,28 C˚, warna vulva 2,66 ± 0,51, dan siklus estrus 17,75 ± 75 menunjukkan hasil yang signifikan (P<0,05) dan pada presentase kebuntingan menunjukkan hasil 83,33%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Sodium selenite 5ml dan vitamin E 400IU dapat berpengaruh terhadap tanda birahi, siklus estrus dan persentase kebuntingan Kata kunci: Domba Texel, Presentase Kebuntingan, Sodium Selenite, Tanda Birahi dan Vitamin

    STRATEGI PENGEMBANGAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT DI DESA WEIHURA KECAMATAN WANOKAKA KABUPATEN SUMBA BARAT

    Full text link
    This research aims to analyze internal and external factors that are strengths, weaknesses, opportunities and threats and determine strategies for developing certified rice seeds in Weihura Village, Wanukaka District. This type of research is quantitative descriptive research using survey methods. The source of informants in this research was 21 people. The sampling method is the accidential sampling method. The data analysis method in this research uses SWOT analysis with stages, namely determining the Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE) Internal External (IE) Matrix, Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) Matrix, Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The research results show that the internal factor which is the main strength is already using a cleaning machine, the main weakness is the excessive use of pesticides. Meanwhile, the external factor that is the main opportunity is that the government continues to encourage farmers to use certified seeds, and the main threat is pest and disease attacks. The main strategy in developing certified rice seeds is to utilize the role of good farmer institutions in the process to strengthen the position of developing certified rice seeds. Keywords: SWOT; development strategy; certified rice seeds INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta menetapkan strategi dalam pengembangan benih padi bersertifikat di Desa Weihura Kecamatan Wanukaka. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Sumber informan dalam penelitian ini berjumlah 21 orang. Metode penentuan sampel adalah metode accidential sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan anaisis SWOT dengan tahapan yaitu menentukan matriks Internal Factor Evaluation (IFE), Eksternal Factor Evaluation (EFE) Internal Eksternal (IE), Matriks Strengh, Weakneses, Opportunities, Threats (SWOT), Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan utama adalah sudah menggunakan alat mesin pembersih, kelemahan utama penggunaan pestisida yang berlebihan. Sedangkan, faktor eksternal yang menjadi peluang utama adalah pemerintah terus menganjur petani menggunakan benih bersertifikat, serta ancaman utama yaitu serangan hama dan penyakit. Strategi utama dalam pengembangan benih padi bersertifikat  adalah memanfaatkan peran kelembagaan petani yang baik dalam proses untuk memperkuat posisi pengembangan benih padi bersertifikat. Kata kunci: SWOT, strategi pengembangan, benih padi bersertifika

    EVALUASI PRODUKSI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ENAM AKSESI HANJELI (Coix lacrima jobi - L.)

    Full text link
    Adlay is a minor cereal plant that has various benefits as a healthy food, one of which is due to its antioxidant content. The use and development of adlay with diverse compounds supporting health are crucial to protect against national food crises and malnutrition. The aim of this research is to obtain information on the production and antioxidant activity of several adlay accessions. This research was conducted from April to August 2023 in Limau Manis, Padang City, West Sumatra, at an altitude of 206 meters above sea level. Six adlay accessions used included PTA-1, KKD-3, PH-4, BTA-2, GT-2, and TJR-2. The experimental design used in this study was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 3 replications. The results of this study revealed differences in growth, yield components, and overall performance among the tested accessions. Adlay with codes TJR-2, PH-4, and KKD-3 exhibited the tallest plant height, while accessions coded PTA-1 and GT-2 showed the shortest plant height. Meanwhile, for observations on the number of tillers, number of panicles, seed weight per plot, and productivity, the accession coded PH-4 demonstrated the best performance. Keywords : Adlay, Antioxidant, ProductionINTISARIHanjeli merupakan tanaman serealia minor yang memiliki berbagai manfaat sebagai pangan sehat, salah satunya karena mengandung antioksidan. Penggunaan dan pengembangan hanjeli dengan beragam kandungan senyawa pendukung kesehatan sangat penting untuk melindungi dari krisis pangan nasional dan malnutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi produksi dan aktivitas antioksidan dari beberapa aksesi hanjeli. Penelitian ini telah dilaksanakan pada April - Agustus 2023 di Limau Manis, Kota Padang, Sumatera Barat pada ketinggian 206 m dpl. Enam aksesi hanjeli yang digunakan meliputi PTA-1, KKD-3, PH-4, BTA-2, GT-2, dan TJR-2. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan, komponen hasil serta hasil dari aksesi-aksesi yang diujicobakan. Hanjeli dengan kode TJR-2, PH-4 dan KKD-3 memiliki tampilan tanaman paling tinggi sementara aksesi dengan kode PTA-1 dan GT-2 menunjukkan tampilan tinggi tanaman paling rendah. Sedangkan untuk pengamatan jumlah srisip, jumlah malai, bobot biji per plot serta produktivitas aksesi dengan kode PH-4 merupakan aksesi terbaik. Kata Kunci : Antioksidan, Hanjeli, Produks

    PENGARUH PEMBERIAN ABU BOILER SEBAGAI AMELIORAN TANAH ULTISOL TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE- NURSERY

    Full text link
    This research aims to see the effect of applying boiler ash as an ultisol soil ameliorant based on the dose given on the vegetative growth of oil palm seedlings in the pre-nursery. The research method used was Non Factorial RAK with treatment giving doses A0 (No treatment), A1 (10 g boiler ash), A2 (15 g boiler ash), A3 (20 g boiler ash), and A4 (25 g boiler ash) . Each consisted of 5 treatments and 4 replications, then analyzed using analysis of variance (ANOVA), if they were significantly different, tested continued using the DMRT test at the 5% level. The results of the research showed that application of boiler ash as an ultisol soil ameliorant based on dosage levels had no significant effect on the growth of oil palm (Elaeis guineensis Jacq) seedlings. In pre-nursery. Key words: Boiler ash, Ultisol, Pre-nursery. INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian abu boiler sebagai amelioran tanah ultisol berdasarkan dosis yang diberikan terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit di pre-nursery. Metode penelitian yang digunakan adalah RAK Non Faktorial dengan perlakuan pemberian dosis A0 (Tanpa perlakuan), A1 (10 g Abu boiler), A2 (15 g Abu boiler), A3 (20 g Abu boiler), dan A4 (25 g Abu boiler). Masing-masing terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, kemudian di Analisa menggunakan sidik ragam (ANOVA), jika berbeda nyata diuji lanjutkan dengan menggunakan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan, pemberian abu boiler sebagai amelioran tanah ultisol berdasarkan tingkatan dosis tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Di pre-nursery. Kata kunci: Abu boiler, Ultisol, Pre-nurser

    PENGARUH DOSIS PUPUK KCL DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Shallots are a vegetable crop that has many uses and high economic value, potential, and prospective development in the red and yellow podzolic soil (PMK) of West Kalimantan. Using the right dose of KCL fertilizer and cow manure (manure) is expected to increase the growth and yield of shallots on PMK land. This research aims to determine the effect of administering doses of KCL fertilizer and cow manure on the growth and yield of shallots on PMK land. This research was conducted at IP2TP Sungai Kakap and BPTP West Kalimantan, using polybags, from February to April 2023. The experimental design used was a factorial randomized block design consisting of 2 factors, namely the first factor, KCL fertilizer dosage (k0: 0 kg/ha, k1: 200 kg/ha, and k2: 300 kg/ha), and the second factor, the dose of cow manure (d1: 5 kg/ha, d2: 10 kg/ha, and d3: 15 kg/ha). The observed variables included plant height, number of leaves, number of tubers, tuber diameter, and wet and dry weight of the tubers. The results showed that the single treatment dose of KCL fertilizer was significantly different on plant height; the interaction between the treatment doses of cow manure and KCL fertilizer was not significantly different on all observed variables. Meanwhile, a single treatment with a dose of cow manure (d2) of 10 tons/ha was significantly different on the number of leaves, and a single treatment with a dose of cow manure (d3) of 15 tons/ha was able to have a significantly different effect on the results of the wet and dry weight of the tubers. Keywords: Dosage of KCL Fertilizer and Cow Manure, Shallots, PMK Soil INTISARIBawang merah merupakan tanaman sayur yang mempunyai banyak kegunaan dan nilai ekonomis tinggi, potensial, dan prospektif dikembangkan di tanah podsolik merah kuning (PMK) Kalimantan Barat. Penggunaan dosis pupuk KCL dan pupuk kandang (pukan) sapi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan  pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah PMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk KCL dan pukan sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah PMK. Penelitian ini dilakukan di IP2TP Sungai Kakap BPTP Kalimantan Barat, menggunakan polybag, pada bulan Februari sampai April 2023. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk KCL (k0 : 0 kg/ha, k1 : 200 kg/ha, dan k2 : 300 kg/ha), faktor kedua dosis pukan sapi (d1 : 5 ton/ha, d2 : 10 ton/ha, dan d3 : 15 ton/ha). Variabel amatan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, berat basah dan kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal dosis pupuk KCL berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, interaksi antar perlakuan dosis pukan sapi dengan pupuk KCL tidak berbeda nyata terhadap semua variabel amatan. Sedangkan perlakuan tunggal dosis pukan sapi (d2) 10 ton/ha berbeda nyata terhadap jumlah daun, dan perlakuan tunggal dosis pukan sapi (d3) 15 ton/ha mampu memberikan pengaruh berbeda nyata pada hasil berat basah dan kering umbi. Kata kunci : Dosis Pupuk KCL dan Pupuk Kandang Sapi, Bawang Merah, Tanah PM

    SEGMENTASI PASAR KONSUMEN PRODUK OLAHAN BUAH MANGGA

    Full text link
    Market segmentation can produce a strong marketing strategy. Apart from that, by segmenting you can also find consumers who have similar characteristics between what they want and what the processor offers, which will have an impact on increasing people's buying interest in the future. There are various kinds of processed mango products already circulating on the market. while consumers have various criteria in purchasing certain products or brands. Consumers tend to buy products that suit their needs, tastes and purchasing power. So the aim of this research is to analyze the consumer market for processed mango fruit products. The data used for this research comes from primary data and secondary data. This research was carried out at the Faculty of Agricultural Industrial Technology, Padjadjaran University. The results obtained from this research are that there are 6 market segments for consumers of processed mango fruit products which are divided into, Use Seekers, with a cluster size of 10%; Innovation Seekers, with a cluster size of 3%; Benefit Seekers, with a cluster size of 29%; Price Seekers, with a cluster size of 37%; Taste Seekers, with a cluster size of 13%; Comfort Seekers, with a cluster size of 8%. Keywords: Processed Mango Products, Market Segmentation, Market Analysis INTISARIAdanya segmentasi pasar dapat menghasilkan strategi pemasaran yang kuat. Selain itu dengan melakukan segmentasi juga dapat menemukan konsumen yang memiliki kemiripan karakteristik antara keinginan yang dimiliki dengan apa yang ditawarkan pelaku pengolahan yang nantinya akan berdampak pada meningkatnya minat beli masyarakat di masa yang akan datang Adanya berbagai macam produk olahan buah mangga yang sudah beredar di pasaran, sedangkan konsumen memiliki berbagai kriteria dalam membeli produk atau merek tertentu. Konsumen cenderung membeli produk yang sesuai dengan kebutu han, selera dan daya belinya. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk  menganalisa Pasar Konsumen Produk Olahan Buah Mangga, Data yang digunakan untuk penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder, data primer pada penelitian ini didapat dari metode survey, desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, serta objek pada penelitian ini adalah civitas akademika Fakultas Teknologi Indutri Pertanian Universitas Padjadjaran. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Terdapat 6 segmentasi pasar konsumen produk olahan buah mangga yang terbagi menjadi, Pencari Kegunaan, dengan ukuran klaster 10%; Pencari Inovasi, dengan ukuran klaster 3%.;Pencari Manfaat, dengan ukuran klaster 29%.; Pencari Harga, dengan ukuran klaster 37%;Pencari Rasa, dengan ukuran klaster 13%; Pencari Kenyamanan, dengan ukuran klaster 8%. Kata Kunci : Produk Olahan Mangga, Segmentasi Pasar, Analisis Pasa

    ANALISIS KEHILANGAN PASCA PANEN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI KABUPATEN BIMA

    Full text link
    Jagung merupakan tanaman Serealia yang memiliki banyak manfaat dan kandungan yaitu Karbohidrat dan Protein Tanaman ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi. Upaya peningkatan ekonomi masih menghadapi berbagai masalah dan kendala yaitu dengan banyaknya  kehilangan pasca panen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Variable yang diteliti adalah penerapan penggunaan teknologi tepat guna pada tanaman jagung yang diukur dengan menggunakan sistem penilaian. Penentuan sampel pada daerah penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode purposive yaitu pengambilan sampel secara sejajar. Banyaknya kehilangan jagung disebabkan petani responden banyak menggunakan sabit gerigi kurang tajam, alas yang kurang luas, wadah dan kurangnya keras ikat pada mulut karung sehingga banyak jagung yang bercecran di tanah. Cuaca dan kondisi yang membuat tempat penyimpanan lembab menyebabkan jagung berjamur sehingga jagung yang di simpan bisa terinveksi penyakit gudang atau penyakit jamur. Kata kunci: Jagung, Analisis, Pascapanen ABSTRACTCorn is a cereal plant that has many benefits and contents, namely carbohydrates and protein. This plant has a great opportunity to be developed as an economic resource. Efforts to improve the economy still face various problems and obstacles, namely the large number of post-harvest losses. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The variable studied is the application of appropriate technology to corn plants which is measured using a scoring system. Determination of samples in the research area was carried out using the purposive method, namely parallel sampling. The large amount of corn loss was caused by many respondent farmers using scythes with less sharp teeth, less wide bases, containers and less tight ties at the mouths of the sacks so that a lot of corn ended up on the ground. Weather and conditions that make the storage area damp cause corn to become moldy so stored corn can be infected with warehouse disease or fungal diseases. Keywords : Corn, Analysis, Postharvest

    1,245

    full texts

    1,365

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Janabadra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇