E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
KERAGAAN ENAM VARIETAS UNGGUL BARU PADI KHUSUS PADA LAHAN SUB OPTIMAL DI KALIMANTAN BARAT
Kebutuhan beras nasional terus mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Selain berfungsi sebagai sumber utama karbohidrat, beras juga menjadi makanan dengan fungsi khusus terutama untuk kesehatan. Konsumsi beras yang memiliki Indeks Glikemik (IG) rendah sebagai makanan pokok dipercaya baik bagi penderita diabetes. Selain itu beras yang memiliki kandungan seng (Zn) dan antioksidan yang tinggi sangat berguna bagi penderita stunting dan gizi buruk. Beberapa varietas unggul baru (VUB) padi khusus hasil inovasi Badan Litbang Pertanian memiliki keunggulan dalam hal aroma, warna, atau kandungan nutrisi untuk mengatasi atau melengkapi kekurangan zat tertentu dalam tubuh. Dengan mempertimbangkan manfaat padi khusus bagi kesehatan, maka perlu dilakukan uji coba VUB padi khusus di Kalimantan Barat. Uji coba ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaan agronomi dan hasil VUB padi khusus pada lahan sub optimal. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok, dengan perlakuan berupa enam VUB padi khusus yaitu Arumba, Jeliteng, Baroma, Tarabas, Inpago 13 fortiz, dan Inpari IR Nutri Zinc, dengan lima ulangan. Uji coba Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan jenis tanah Aluvial. Hasil uji coba menunjukkan bahwa VUB padi khusus Inpari IR Nutri Zinc memiliki produktivitas 4,5 t/ha, produktivitas ini lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan VUB padi khusus lainnya. VUB padi khusus Inpari IR Nutri Zinc cocok untuk dikembangkan pada lahan sub optimal pasang surut di Kalimantan Barat
ANALISIS KELAYAKAN USAHA MAKANAN TANAMAN PEGAGAN (Centella Asiatica) DI KWT PAWON GENDIS
This study aims to feasibility of business on processed food from gotu kola plants (centella asiatica) by analyzing the level of income of processed food from gotu kola plants (centella asiatica) at the place of research and analyzing the level of business processed food from gotu kola (centella asiatica)) based on R/C. the type of research used in this study is descriptive quantitative research using quantitative and qualitative data, which was conducted from June 2023 to July 2023 at the Pawon Gendis Farmer Women's Group located in Salakmalang Hamlet, Kalibawang District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region. Data collection carried out by researchers is by observation and interviews with the help of questions in the questionnaire. The data analysis used is descriptive by calculating revenue. The results of this study on the costs incurred for the food processing business of gotu kola plants (centella asiatica) in the Pawon Gendis Farmer Women's Group amounted to Rp 1,825,275. With the total revenue obtained by the Pawon Gendis Farmer Women's Group for the food processing business of centella asiatica (centella asiatica) of Rp. 6,000,000. and the amount of income obtained by the Pawon Gendis Farmer Women's Group for the food processing business of the pegagan plant (centella asiatica) amounted to Rp 4,174,725. The R/C (Ratio) obtained by the centella asiatica (centella asiatica) processing business in the Pawon Gendis Farmer Women group was 3.3. And which means that with the existing formula, if the ratio obtained is more than >1, then the effort carried out is worth working on. Keywords: business feasibility, cost, receipt, revenue INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk kelayakan usaha pada olahan makanan dari tanaman pegagan (centella asiatica) dengan menganalisis tingkat pendapatan olahan makanan dari tanaman pegagan (centella asiatica) ditempat penelitian dan menganalisis tingkat usaha olahan makanan dari tanamam pegagan (centella asiatica) berdasarkan R/C. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif,,yang dilakukan pada bulan juni 2023 sampai bulan juli 2023 di Kelompok Wanita Tani Pawon Gendis yang berada di Dusun Salakmalang, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan observasi dan wawancara dengan dibantu pertanyaan pertanyaan yang ada di dalam kuisioner. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan menghitung pendapatan. Hasil dari penelitian ini pada biaya yang dikeluarkan untuk usaha olahan makanan tanaman pegagan (centella asiatica) di Kelompok Wanita Tani Pawon Gendis sebesar Rp 1.825.275. Dengan jumlah penerimaan yang didapat Kelompok Wanita Tani Pawon Gendis untuk usaha olahan makanan tanaman pegagan (centella asiatica) sebesar Rp. 6.000.000. dan jumlah pendapatan yang diperoleh Kelompok Wanita Tani Pawon Gendis untuk usaha olahan makanan tanaman pegagan (centella asiatica) sebesar Rp 4.174.725. R/C (Ratio) yang diperoleh usaha olahan tanaman pegagan (centella asiatica) di kelompok Wanita tani pawon gendis sebesar 3,3 . dan yang artinya bahwa dengan rumus yang ada apabila ratio yang didapat lebih dari >1 maka usaha yang dijalankan layak diusahakan. Kata kunci : kelayakan usaha, biaya, peneriman, pendapata
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI LAMTORO DAN FREKUENSI NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH GAMBUT
This study aims to determaine the interaction and dose of bokashi lamtoro and the frequency of NPP on the grwoth and yield of okra and peat soil. This study used a factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 factors. The first factor is bokashi lamtoro which consists of 3 levels, b1 = 10 tons/ha equivalent to 1,5 kg/per plot, b2 = 15 tons/ha equivalent to 2 kg/per plot, b3 = 20 tons/ha equivalent to 3 kg/per plot, the second factor is the frequency of NPP application, f1 = application twice per plant, f2 = application three times per plant, with a dose of 600 kg/ha equivalent to 12 g/per plant. Treatmant of 10 ton/ha bokashi lamtoro and three times NPP gave the highest interaction results at 3 WAP plant height and 15 ton/ha bokashi lamtoro and twice NPP gave the highest average fruit weight per fruit and fruit weight per plant on okra on peat soil. Keywords: Bokashi Lamtoro, NPP Frequency, Pet soil INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dan dosis bokashi lamtoro dan frekuensi NPK terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah bokashi lamtoro yang terdiri dari 3 taraf, b1 = 10 ton/ha setara ddengan 1,5 kg/per bedengan, b2 = 15 ton/ha setara dengan 2 kg/per bedengan, b3 = 20 to/ha setara dengan 3 kg/per bedengan, faktor kedua adalah pemberian frekuensi NPK, f1 = pemberian dua kali per tanaman, f2 = pemberian tiga kali per tanaman, dengan dosis 600 kg/ha setara dengan 12 g/per tanaman. Perlakuan 10 ton/ha bokashi lamtoro dan pemberian tiga kali NPK memberikan hasil interaksi tertinggi pada tinggi tanaman 3 MST dan 15 ton/ha bokashi lamtoro dan pemberian NPK dua kali memberikan rerata berat buah perbuah dan berat buah per tanaman tertinggi pada okra di tanah gambut. Kata Kunci: Bokashi Lamtoro, Frekuensi NPK, Tanah Gambu
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN DI BIDANG PERTANIAN KECAMATAN WOLOMEZE KABUPATEN NGADA PROVINSI NTT
The purpose of this research is to identify potentials and problems in agriculture. The method used in this research is an exploratory descriptive approach. The results showed that Wolomeze District, Ngada Regency has potential in agriculture and has an area of 818.49 ha of agricultural land for rice plants and an average production of 3140.95 tons/ha, corn area of 322.4 ha with an average – the average production is 136.573 tons/ha, peanuts have a land area of 18.85 ha with a total production of 26.19 ha, cassava has a land area of 24.75 ha with a total production of 168 tons/ha, chili plants have a land area of 1,325 Ha and has a total production of 1,225 tons/ha. Problems in agriculture are climate change and the availability of water, fertilizers that affect the results of agricultural production that is not good. One alternative in efforts to solve problems in agriculture is to optimally prepare land, fertilizers and the availability of technology in the soil processing process. Keywords: Potential and Agricultural Problems of Rice, Corn, Cassava, and ChiliINTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi dan masalah di bidang pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada memiliki potensi di bidang pertanian dan memiliki luas lahan pertanian tanaman padi sebesar 818,49 ha dan dengan rata – rata produksi yaitu 3140,95 ton/ha, jagung luas luas lahan 322,4 Ha dengan rata – rata produksi 136,573 ton/ha, kacang tanah memiliki luas lahan 18,85 ha dengan jumlah produksi 26,19 ha, ubi kayu memiliki luas lahan sebesar 24,75 ha dengan jumlah produksi sebesar 168 ton/ha, tanaman cabai memiliki luas lahan sebesar 1,325 Ha dan memiliki jumlah produksi sebesar 1,225 ton/ha. Masalah dibidang pertanian adalah perubahan iklim serta ketersediaan air, pupuk sehingga mempengaruhi hasil produksi pertanian yang kurang baik. Salah satu alternatif dalam upaya pemecahan masalah di bidang pertanian adalah mempersiapkan lahan secara optimal, pupuk serta ketersediaan teknologi dalam proses pengolahan tanah. Kata kunci : Potensi dan Permasalahan Pertanian Padi, jagung, Ubi kayu, dan Caba
ANALISIS USAHATANI PADI VARIETAS ANAK DARO DI NAGARI CUPAK KABUPATEN SOLOK
This research aims to (1) describe the cultivation of the Anak Daro variety of rice in Nagari Cupak, Gunung Talang District, Solok Regency, (2) analyze the income and profits of the Anak Daro variety rice farming in Nagari Cupak, Gunung Talang District, Solok Regency. The research was conducted in May-June 2023 in Nagari Cupak, Gunung Talang District. The research method used was a survey method with direct interviews with farmers guided by a questionnaire. The sample collection method used was simple random sampling with a sample size of 30 Anak Daro rice farmers. The results of the research show that there are cultivation techniques used by farmers that are not in accordance with the rice farming literature. Rice production produced by farmers was 4,555 kg/ha. The average total costs incurred by farmers are IDR 23,182,887/ha/MT, with an average income of IDR 33,400,171/ha/MT, and the profits obtained are IDR 10,217,285/ha/MT. The R/C value is 1.46. From the research results, farmers should pay more attention to cultivation techniques that are in accordance with the literature so that production can be increased, and agricultural extension assistance is needed for farmers. Keywords: Rice farming, anak daro varieties, profits INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan budidaya tanaman padi varietas anak daro di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok, (2) menganalisis pendapatan dan keuntungan usahatani padi varietas anak daro di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023 di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan wawancara langsung kepada petani dengan panduan kuesioner. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 30 orang petani padi jenis anak daro. Hasil penelitian menunjukkan masih ada teknik budidaya yang dilakukan petani yang tidak sesuai dengan dengan literatur usahatani padi. Produksi padi yang dihasilkan petani sebanyak 4.555 kg/Ha. Total biaya rata-rata yang dikeluarkan petani sebesar Rp 23.182.887/ha/MT, dengan penerimaan rata-rata sebesar Rp 33.400.171/Ha/MT, dan keuntungan yang didapat sebesar Rp 10.217.285/ha/MT. Nilai R/C senilai 1,46. Dari hasil penelitian, sebaiknya petani lebih memperhatikan teknis budidaya yang sesuai dengan literatur agar produksi dapat ditingkatkan, dan perlu pendampingan penyuluh pertanian bagi petani. Kata Kunci : Usahatani padi, varietas anak daro, keuntunga
PENGARUH BERBAGAI JENIS PUPUK KOTORAN HEWAN DAN VITAMIN B KOMPLEKS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr.)
This study aims to determine the type of animal manure fertilizer and the best type of vitamin B complex on the growth of durian plants (Durio zibethinus Murr.). The research used was a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors and three replications. The first factor with 3 levels: P1 : goat manure fertilizer, P2 : cow manure fertilizer and P3: chicken manure fertilizer. The second factor with 3 levels: V1: B1 thiamin, V2: B3 nicotinic acid and V3: B6 pyridoxine. The results showed that the application of cow dung fertilizer had a significant effect on the parameters of shoot number increase and leaf number increase. The type of vitamin B complex B1 thiamin significantly influenced the parametersof shoot number increase and leaf number increase. There is an interaction between the treatment of various types of animal manure fertilizer and types of vitamin B complex on the parameters of shoot number increase and leaf number increase. Durian cultivation can be done using cow dung fertilizer and vitamin B complex at appropriate doses. Keywords: animal manure fertilizer, durian, vitamin B complex INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk kandang dan jenis vitamin B kompleks yang terbaik terhadap pertumbuhan tanaman durian (Durio zibethinus Murr.). Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama dengan 3 taraf: P1: pupuk kotoran kambing, P2: pupuk kotoran sapi dan P3: pupuk kotoran ayam Faktor kedua dengan 3 taraf: V1: B1 thiamin, V2: B3 asam nikotinat dan V3: B6 piridoksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap parameter pertambahan jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Jenis vitamin B kompleks B1 thiamin berpengaruh nyata terhadap parameter pertambahan jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Terdapat interaksi antara perlakuan macam pupuk kotoran sapi dan jenis vitamin B kompleks terhadap parameter pertambahan jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Budidaya tanaman durian dapat dilakukan menggunakan pupuk kotoran sapi dan vitamin B kompleks dengan dosis yang sesuai. Kata kunci: pupuk kotoran hewan, durian, vitamin B komplek
ANALISIS KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN EXCELSO CAFE JEMURSARI SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kepuasan serta loyalitas konsumen Excelso Cafe Jemursari Surabaya. Penelitian dilakukan pada bulan September – Oktober 2022 di Excelso Cafe Jemursari, jumlah responden 100 orang yang dipilih secara non probability dengan metode insidental sampling. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, CSI dan IPA. Pengumpulan data primer dilakukan dengan pengisian kuisioner oleh responden, dan data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, dan literatur terdahulu . Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen yang paling banyak berkunjung berjenis kelamin perempuan, dengan rata-rata konsumen di usia produktif 22-27 tahun, pendidikan terakhir sarjana/diploma, status pernikahan belum menikah, dan memiliki pendapatan per bulan Rp 2.500.000 - Rp 5.000.000 serta merupakan pegawai negeri/swasta. Konsumen Excelso Cafe Jemursari merasa puas terhadap produk dan pelayanan yang diberikan. Atribut yang harus dipertahankan berdasarkan Importance Performance Indeks adalah harga, rasa, kebersihan, dan keramahan pegawai. Pengukuran Customer Satisfaction Indeks konsumen Excelso Cafe Jemursari terhadap atribut yang diterapkan adalah sebesar 76.20%, yang berarti konsumen berada pada kategori puas terhadap produk dan pelayanan yang diberikan. Loyalitas konsumen sudah baik, karena jumlah committed buyer sebesar 96% lebih tinggi dari switcher buyer sebesar 40% . Hal ini menunjukkan bahwa konsumen bersedia untuk melakukan pembelian ulang dan merekomendasikan ke pihak lain
TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI DI KABUPATEN KAYONG UTARA
Serangan penggerek batang padi dapat menyebabkan kehilangan hasil bahkan menyebabkan gagal panen. Tidak heran jika hama ini tergolong hama penting pada tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran serangan, jenis penggerek batang padi. Penelitian ini bersifat deskriptif. Lokasi pengambilan sampel ditentukan secara purposive antara areal tanam padi di Kayong Utara.. Sawah yang dijadikan pengamatan dalam penelitian ini ada 3 jenis yaitu sawah tadah hujan, sawah pasang surut, dan sawah irigasi. Sawah irigasi dan tadah hujan terletak di Kecamatan Sukadana, sedangkan sawah pasang surut terletak di Kecamatan Simpang Hilir dan Kecamatan Teluk Batang. Terdapat 55 lokasi yang diamati, dan setiap lokasi persawahan terdapat 30 rumpun tanaman padi sebagai sampel. Peubah yang diamati meliputi jenis imago penggerek batang padi, tingkat serangan, kejadian serangan, dan distribusi. Pengamatan hanya dilakukan satu kali per plot sampel pengamatan. Pengamatan dilakukan pada saat tanaman padi berada pada fase vegetatif akhir dan malai sudah mulai terbentuk. Hasil pengamatan yang telah dilakukan bahwa tingkat serangan penggerek batang padi di Kabupaten Kayong Utara tergolong rendah dengan tingkat serangan sebesar 2,35%. Serangan tertinggi terjadi di kawasan Mata-Mata Kecamatan Simpang Hilir sebesar 4,67% dan terendah terjadi di kawasan Begasing sebesar 0,10. Hasil pengamatan sebaran serangan pemadatan batang padi di Kayong Utara menunjukkan nilai Morisita Index (Iδ) sebesar 2,04 dalam hal ini tergolong berkelompok. Jenis penggerek batang padi yang ditemukan selama penelitian adalah penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas Walker) dan penggerek batang padi putih (S. innotata Walker).
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIJAMUR AKAR Bauhinia pottsii G. Don: SEBUAH AFIRMASI PENGOBATAN TRADISIONAL DAYAK MUALANG KALIMANTAN BARAT
Aqueous extract from Bedawob Mirah roots traditionally used by Mualang tribe in West Borneo as traditional medication to heal rabak a mouth infection. Patients comes to shaman with white lesion in mouth cavity followed by difficulty to swallow. Literature study explain Pseudomonas aeruginosa a Gram positive bacterial, Gram negative Streptococcus mutans or fungal infections from Candida albicans are commonly causing mouth infections. Various parameters such as determination of Bedawob Mirah, fractionation with different solvent and their activity against Pseudomonas aeruginosa, Streptococcus mutans and Candida albicans also had been investigated. Plant determination showed that Bauhinia pottsii G. Don was the scientific name of Bedawob Mirah. Bacterial inhibition diameter both of Gram positive and negative bacterial showed that aquadest fraction had higher activity followed by n-hexane fraction and ethyl acetate fraction consecutively. Antifungal activity tested showed that n-hexane fraction had the higher diameter zone followed by aquadest fraction and ethyl acetate fraction. Key-words: Bauhinia pottsii G. Don, Dayak Mualang, Traditional Medication INTISARIAir rebusan akar Bedawob Mirah secara tradisional telah digunakan oleh suku dayak Mualang di Kalimantan Barat dalam pengobatan penyakit rabak di rongga mulut dengan penampakan lesi putih dan keluhan sulit menelan. Studi literatur menunjukkan infeksi rongga mulut dapat disebabkan oleh beberapa mikroorganisme diantaranya bakteri Gram positif seperti Streptococcus mutans, Gram negatif Pseudomonas aeruginosa dan jamur Candida albicans. Penelitian tentang uji aktivitas antibakteri dan antijamur ekstrak akar Bedawob Mirah telah dilaksanakan. Hasil determinasi tanaman menyatakan bahwa nama ilmiah Bedawob Mirah adalah Bauhinia pottsii G. Don. Ekstrak tanaman kemudian difraksinasi dengan etil asetat dan n-heksan. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji menunjukkan fraksi air memiliki aktivitas tertinggi diikuti fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat. Hasil aktivitas antijamur terhadap jamur uji menunjukkan bahwa fraksi n-heksan memilik aktivitas tertinggi diikuti fraksi air dan etil asetat. Kata kunci: Bauhinia pottsii G. Don, Dayak Mualang, Pengobatan Tradisiona
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea L) TERHADAP PUPUK KOTORAN SAPI DAN PUPUK NPK
The purpose of this study was to find out: How many doses of cow manure and NPK fertilizer are right for the growth and yield of broccoli (Brassica oleracea L) and what is the right dose of interaction for the growth and yield of broccoli (Brassica oleracea L). This study used a randomized block design (RBD). The factorial consisted of 2 factors studied, namely: the factor of giving cow manure (S) which was given with 4 levels namely S0 : 0 (control), S1 : 100 g/plant, S2 : 150 g/plant, S3 : 200 g/plant plants and the application of NPK (N) fertilizer given with 3 levels, namely N0: 0 (control), N1: 100 ml/plant, N2: 200 g/plant. There were 12 treatment combinations repeated 3 times resulting in 36 experimental plots, the number of plants per plot was 4 plants with 2 sample plants, the total number of plants was 144. The parameters observed were plant height, number of leaves, flower weight per sample and flower weight per plot. The results showed that the application of cow dung fertilizer had no significant effect on all observed parameters and the application of NPK fertilizer had a significant effect on plant height at 7 WAP, number of leaves aged 3 and 7 WAP, sample bubonic flower weight and flower weight per plot, but had no significant effect on plant height at 3 and 5 weeks old and number of leaves at 5 weeks old and the interaction of the two treatments showed no significant effect on all observed parameters. Keywords: Broccoli plants, cow manure, NPK fertilizer INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : Berapa dosis pupuk kotoran sapi dan pupuk NPK yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli (Brassica oleracea L)dan berapa dosis interaksi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli (Brassica oleracea L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktorial terdiri dari 2 faktor yang diteliti, yaitu: faktor pemberian pupuk kotoran sapi (S) yang diberikan dengan 4 taraf yaitu S0 : 0 (kontrol), S1 : 100 g/tanaman, S2 : 150 g/tanaman, S3 : 200 g/tanaman dan pemberian pupuk NPK (N) yang diberikan dengan 3 taraf yaitu N0 : 0 (kontrol), N1 : 100 ml/tanaman, N2 : 200 g/tanaman. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 36 plot percobaan, jumlah tanaman per plot 4 tanaman dengan 2 tanaman sampel, jumlah tanaman keseluruhan 144. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat bunga per sampel dan berat bunga per plot. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kotoran sapi tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati dan pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 7 mst, jumlah daun umur 3 dan 7 mst, berat bunga pes sampel dan berat bunga per plot, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 3 dan 5 mst dan jumlah daun umur 5 mst dan interaksi dari kedua perlakuan menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua patrameter yang diamati. Kata kunci : Tanaman brokoli, pupuk kotoran sapi, pupuk NP