E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
1365 research outputs found
Sort by
IMPLIKASI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR:46/PUU-VIII/2010 TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KEBUMEN TENTANG STATUS ANAK LUAR KAWIN
Penulisan ini bertujuan : 1) Untuk Mengetahui Bagaimana Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 46/PUU-VIII/2010 terhadap Putusan Pengadilan Agama Kebumen tentang Status Anak Luar Kawin, dan 2) Untuk Mengetahui Bagaimana Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Kebumen dalam Memberikan Putusan Terhadap Status Anak Luar Kawin. Jenis Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif atau doctrinal. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada 3 (tiga) Hakim di Pengadilan Agama Kebumen, diantaranya : a) Bapak Drs. H. M. KAHFI, S.H., M.H. selaku Ketua Pengadilan Agama Kebumen,, b) Ibu FITHRIATI AZ, S.Ag. selaku Wakil Ketua Pengadilan Agama Kebumen, c) Bapak Drs. H. ASRORI, S.H., M.H. selaku Hakim Tingkat Pertama Klas IA. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Satu Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor:46/PUU-VIII/2010 terhadap Putusan Pengadilan Agama Kebumen tentang Status Anak Luar Kawin, Pengadilan Agama mempunyai pedoman baru atau yurisprudensi dalam menerima, memeriksa, mengadili, dan memutus perkara yang berkaitan tentang status anak di luar kawin, sebagai contoh perkara asal usul anak. Bahwa anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sah berhak memperoleh kepastian hukum dan keadilan, sebagaimana kepastian hukum mengenai status anak yang dilahirkan didalam perkawinan yang sah (anak sah) yaitu diakui oleh negara bahwa anak luar kawin tersebut tidak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya, maupun keluarga ibunya, akan tetapi dapat dicantumkan pula laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan atau alat bukti lain yang menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya. Dua. Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Kebumen dalam Memberikan Putusan Terhadap Status Anak Luar Kawin adalah ada berbagai pendapat hakim terkait permasalahan ini, terdapat hakim yang menjadikan kawin siri sebagai syarat mutlak agar anak diluar kawin dapat dikatakan sebagai anak sah, dan terdapat pula hakim yang tidak menjadikan kawin siri sebagai patokan agar anak tersebut dikatakan sebagai anaknya, selama dapat membuktikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi bahwa anak tersebut merupakan anak biologisnya.Penulisan ini bertujuan : 1) Untuk Mengetahui Bagaimana Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 46/PUU-VIII/2010 terhadap Putusan Pengadilan Agama Kebumen tentang Status Anak Luar Kawin, dan 2) Untuk Mengetahui Bagaimana Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Kebumen dalam Memberikan Putusan Terhadap Status Anak Luar Kawin. Jenis Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif atau doctrinal. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada 3 (tiga) Hakim di Pengadilan Agama Kebumen, diantaranya : a) Bapak Drs. H. M. KAHFI, S.H., M.H. selaku Ketua Pengadilan Agama Kebumen,, b) Ibu FITHRIATI AZ, S.Ag. selaku Wakil Ketua Pengadilan Agama Kebumen, c) Bapak Drs. H. ASRORI, S.H., M.H. selaku Hakim Tingkat Pertama Klas IA. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Satu Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor:46/PUU-VIII/2010 terhadap Putusan Pengadilan Agama Kebumen tentang Status Anak Luar Kawin, Pengadilan Agama mempunyai pedoman baru atau yurisprudensi dalam menerima, memeriksa, mengadili, dan memutus perkara yang berkaitan tentang status anak di luar kawin, sebagai contoh perkara asal usul anak. Bahwa anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sah berhak memperoleh kepastian hukum dan keadilan, sebagaimana kepastian hukum mengenai status anak yang dilahirkan didalam perkawinan yang sah (anak sah) yaitu diakui oleh negara bahwa anak luar kawin tersebut tidak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya, maupun keluarga ibunya, akan tetapi dapat dicantumkan pula laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan atau alat bukti lain yang menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya. Dua. Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Kebumen dalam Memberikan Putusan Terhadap Status Anak Luar Kawin adalah ada berbagai pendapat hakim terkait permasalahan ini, terdapat hakim yang menjadikan kawin siri sebagai syarat mutlak agar anak diluar kawin dapat dikatakan sebagai anak sah, dan terdapat pula hakim yang tidak menjadikan kawin siri sebagai patokan agar anak tersebut dikatakan sebagai anaknya, selama dapat membuktikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi bahwa anak tersebut merupakan anak biologisnya.
APLIKASI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L. AGGREGATUM GROUP) DI KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA
Tujuan penelitian untuk menentukan jenis dan dosis pupuk kandang yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Lokasi penelitian di kabupaten Merauke pada bulan Juli sampai September 2018. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik yaitu pupuk kandang babi, pupuk kandang ayam, pupuk kandangsapi, pupuk kandang kambing dan pupuk organik petroganik. Semua perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dengan dosis 75 g dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah
PENGENDALIAN HAMA ULAT API (Setothosea Asigna) SECARA KIMIA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis Guinenensis Jacg) MENGGUNAKAN FOOGING DI PT SUPRA MATRA ABADI (SMA) KEBUN AEK NABARA
Ulat api merupakan salah satu jenis hama yang dapat menyebabkan kerusakan berat pada tajuk tanaman kelapa sawit. Laporan serangan ulat api dengan intensitas berat seringkali terjadi sepanjang tahun di Sumatera Utara yang selama beberapa tahun terakhir didominasi oleh Setothosea asigna, Setora nitens dan Parasa lepida. Selain ketiga spesies tersebut, beberapa jenis ulat api minor juga telah dilaporkan keberadaannya sejak 30 tahun yang lalu, termasuk ulat api kecil Narosa rosipuncta. Pada semester kedua tahun 2019,. Ledakan populasi ulat api minor N. rosipuncta tersebut mengindikasikan tidak berlangsungnya mekanisme pengendalian alami di lapangan selain pelaksanaan monitoring yang tidak konsisten. Upaya pengendalian untuk menurunkan populasi N. rosipuncta secara cepat telah berhasil dilakukan dengan melakukan fogging aplikasi insektisida berbahan aktif deltametrin. Pengaplikasian menggunakan fogger dapat dimanfaatkan sebagai mengendalikan hama ulat api dengan mekanisme racun kontak dan konsentrasi 30% sudah efektif dalam mengendalikan hama ulat api pada perkebunan kelapa sawit
APLIKASI PUPUK CAIR MULTI FUNGSI TERHADAP KESUBURAN TANAH PADA BUDIDAYA TANAMAN ALPUKAT (Persea Americana) HASIL SAMBUNG PUCUK
Avocado plants are one of the agricultural commodities that have a harvest time of approximately six months. This study aims to determine the effect of multi-functional liquid fertilizer application on soil fertility in the cultivation of avocado plants (Persea americana) from continuous shoots. The hypothesis in this study is that there is an effect of multi-functional liquid fertilizer application on soil fertility in the cultivation of avocado plants (Persea americana) from continuous shoots. This research was conducted on Jl. Madura Kelurahan Pahlawan, North Binjai District, North Sumatra Province, from January 2023 to March 2023. This study used a Non-Factorial Group Randomized Design (RAK) where there were 4 levels of treatment (0, 2, 4, and 6 ml / liter of water) using 4 repeats, so that there were 16 experimental units. Each experimental unit consists of 3 sample plants, so that the total number of plants is 48 experimental units. Observation variables in this study include plant height, number of leaves, leaf area, stem diameter, number of branches, and branch length. Keywords : Multi Functional Liquid Fertilizer Application, Avocado Plant INTISARITanaman alpukat merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki waktu panen kurang lebih enam bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk cair multi fungsi terhadap kesuburan tanah pada budidaya tanaman alpukat (Persea americana) hasil sambung pucuk. Adapun hipotesa dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh aplikasi pupuk cair multi fungsi terhadap kesuburan tanah pada budidaya tanaman alpukat (Persea americana) hasil sambung pucuk. Penelitian ini dilakukan di Jl. Madura Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Provinsi Sumatera Utara, Pada Bulan Januari 2023 sampai dengan Maret 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang dimana terdapat 4 taraf perlakuan (0, 2, 4, dan 6 ml/liter air) dengan menggunakan 4 ulangan, sehingga terdapat 16 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel, sehingga total keseluruhan tanaman ada 48 unit percobaan. Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi Tinggi tanaman, Jumlah daun, Luas daun, Diameter batang, Jumlah cabang, dan Panjang cabang. Kata Kunci: Aplikasi Pupuk Cair Multi Fungsi, Tanaman Alpuka
TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP INOVASI PERAWATAN TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN TALAWI KOTA SAWAH LUNTO
Sawahlunto City is a mining workers area, where the majority of the population used to work as miners. Incompatibility with stone mining procedures resulted in a ban on mining by the Sawahlunto City government in 2009. As a result, people who initially worked as miners changed their profession to become cocoa farmers. The Sawahlunto City Food Security, Agriculture and Fisheries Service has introduced innovations for farmers in plant maintenance with the expected output so that cocoa plants in Talawi District are maintained so that cocoa plant production can meet cocoa production standards. However, cocoa productivity and the number of cocoa farmers have actually decreased. This research aims to determine the level of farmer adoption of cocoa care innovations in Talawi District. The results of this research show that the level of farmer adoption of cocoa care innovations through PS-PSP and S3 Pucuk technology in Talawi District is in the medium category. The adoption points for frequent harvesting, pruning and garden sanitation are in the medium category. Meanwhile, the innovation points for fertilization and S3 Pucuk are innovation points that fall into the low category. Keywords: Cacao, Adoption, Innovation, PS-PSP and S3 PucukINTISARIKota Sawahlunto merupakan kawasan pekerja tambang, yang dulunya mayoritas penduduk bekerja sebagai buruh tambang. Ketidaksesuaian prosedur pertambangan batu mengakibatkan pelarangan penambangan oleh pemerintah Kota Sawahlunto pada tahun 2009. Akibatnya masyarakat yang awalnya bekerja sebagai buruh tambang beralih profesi menjadi petani kakao. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto sudah mengenalkan inovasi bagi petani dalam pemeliharaan tanaman kakao dengan output yang diharapkan supaya tanaman kakao di Kecamatan Talawi terpelihara sehingga produksi tanaman kakao dapat memenuhi standar produksi kakao. Namun demikian, produktivitas kakao dan jumlah petani kakao malah mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani terhadap inovasi perawatan kakao di Kecamatan Talawi. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat adopsi petani terhadap inovasi perawatan kakao melalui teknologi PS-PSP dan S3 Pucuk di Kecamatan Talawi berada pada kategori sedang. Poin adopsi panen sering, pemangkasan, dan sanitasi kebun berada pada kategori sedang. Sementara itu poin inovasi pemupukan dan S3 Pucuk menjadi poin inovasi yang masuk pada kategori rendah. Kata kunci: Kakao, Adopsi, Inovasi, PS-PSP dan S3 Pucuk
PEMBERIAN KOTORAN KAMBING DAN PUPUK FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL
Edamame is one type of soybean plant that has good enough potential to be developed, especially in West Kalimantan. Increasing edamame production needs to be done because of the large demand every year. Efforts to increase production can be done with the use of alluvial soil by giving goat manure as organic matter and Phosphorus (P) fertilizer plays a role in improving chemical properties. The purpose of this study was to determine the interaction between goat manure and fertilizer and to obtain the best dose of interaction between goat manure and P fertilizer in alluvial soil for the growth and yield of edamame plants. This research was carried out in an experimental garden, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. This research runs from February - May 2023. The design used in this study is a Factorial Complete Randomized Design (RAL) consisting of 2 treatment factors. The first factor of goat manure treatment (K) consists of 3 treatments, namely k1 20 tons / ha, k2 30 tons / ha, k3 40 tons / ha. Second factor (P) p1 100 kg/ha, p2 and p3 150 kg. The variables observed were plant height, flowering age, root volume, dry weight of the plant, number of pods per plant, weight of fresh pods per plant, number of filled pods and percentage of empty pods. Additional variables of content weight and porosity, air temperature, daily air humidity and precipitation. Based on the results of the research conducted, there was no interaction between the application of goat manure and P fertilizer and the best dose of interaction was not found in the application of goat manure and P fertilizer, but at a dose of 20 tons / ha of goat manure and P fertilizer 100 kg / ha is an efficient dose of growth and yield of edamame soybeans on alluvial soils. Keywords : Alluvial, Edamame, goat manure, phosphorus fertilizer INTISARIEdamame merupakan salah satu jenis tanaman kedelai yang memliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan terutama di Kalimantan Barat. Peningkatan produksi edamame perlu dilakukan karena banyaknya permintaan tiap tahunnya. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan penggunaan tanah aluvial dengan pemberian kotoran kambing sebagai bahan organik dan pupuk Fosfor (P) berperan untuk memperbaiki sifat kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interkasi antara kotoran kambing dan pupuk serta untuk mendapatkan dosis interaksi antara kotoran kambing dan pupuk P yang terbaik di tanah aluvial untuk pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini berlangsung dari Febuari - Mei 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama perlakuan kotoran kambing (K) terdiri atas 3 perlakuan yaitu k1 20 ton/ha, k2 30 ton/ha, k3 40 ton/ha. Faktor kedua (P) p1 100 kg/ha, p2 dan p3 150 kg. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, jumlah polong isi dan persentase polong hampa. Variabel tambahan bobot isi dan porositas, suhu udara, kelembaban udara harian dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tidak terjadi interkasi antara pemberian kotoran kambing dan pupuk P dan tidak ditemukan dosis interkasi terbaik pada pemberian kotoran kambing dan pupuk P, namun pada dosis 20 ton/ha kotoran kambing dan pupuk P 100 kg/ha merupakan dosis efesien terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Kata kunci : Aluvial, Edamame, kotoran kambing, pupuk fosfo
PENGARUH KANDUNGAN BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND AIR LIMBAH PENGOLAHAN KELAPA SAWIT TERHADAP KANDUNGAN UNSUR HARA NPK TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG
The research aims to determine (1) the relationship between Biological Oxygen Demand (BOD) content and the nutrient content of anaerobic and aerobic pond wastewater; (2) the level of efficiency of inorganic fertilizer with the utilization of liquid waste at several waste water BOD levels; (3) the effect of providing liquid palm oil waste on the growth and yield of corn plants; (4) corn growth and yield at several wastewater BOD levels. The research was conducted at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. Soil analysis was carried out at the Soil Chemistry and Fertility Laboratory and wastewater BOD analysis was carried out at the Soil Health Laboratory, Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The research used experimental methods with a Completely Randomized Factorial Design with treatments: 0 NPK, 2.25-0.75-040 NPK, and 4.5-1.5-0.75 NPK as well as giving Palm Oil Mill Effluent (POME) 100, 75, 50, and 25% BOD of anaerobic and aerobic wastewater ponds, so that 24 treatments were obtained, with 3 repetitions, 72 polybags. The waste water dose of 9 l per polybag is poured 3 l each per polybag in the morning, afternoon and evening. Variables observed: plant height, stem diameter, and number of leaves. Research results: giving POME to anaerobic and aerobic ponds until the 5th week did not have a real effect on height, stem diameter and number of corn leaves, but giving fertilizer until the 5th week had a real effect. Based on the Least Significant Difference Test (LSD) results, the best treatment is the L3N2 treatment (25% Liquid Palm Oil Waste and 9 g Urea, 7.50 g Sp-36, 5.6 g KCl). Keywords: corn; npk fertilizer; palm oil wastewater INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) dengan kandungan hara air limbah kolam anaerobikdan aerobik; (2) tingkat efisiensi pupuk anorganik dengan pemanfaatan limbah cair pada beberapa level BOD air limbah; (3) pengaruh pemberian limbah cair kelapa sawit (LCKS) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung; (4) pertumbuhan dan hasil jagung pada beberapa level BOD air limbah. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah serta analisis BOD air limbah dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Tanah Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Peneltian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan perlakuan: 0 NPK, 2,25-0,75-040 NPK, dan 4,5-1,5-0,75 NPK serta pemberian Palm Oil Mill Effluent (POME) 100, 75, 50, dan 25 % BOD kolam air limbah anaerob dan aerob, sehingga diperoleh 24 perlakuan, dengan ulangan 3 kali ,72 polybag. Dosis air limbah 9 l per polybag disiramkan masing-masing 3 l per polybag pagi, siang dan sore. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil penelitian: pemberian POME kolam anaerobik maupun aerobik sampai pada mingu ke 5 tidak memberikan pengaruh nyata pada tinggi, diameter batang, dan jumlah helaian daun jagung, namun pemberian pupuk sampai minggu ke 5 memberikan pengaruh nyata. Berdasarkan hasil uji BNT perlakuan terbaik adalah perlakuan L3N2 (Limbah Cair Kelapa Sawit (LCKS) 25% dan 9 g Urea, 7,50 g SP-36, 5,6 g KCl). Kata kunci: air limbah kelapa sawit; jagung; pupuk np
SIKAP PETANI TERHADAP KALENDER TANAM DI DESA SIDOREJO KECAMATAN SUKOSEWU KABUPATEN BOJONEGORO
Pengembangan sektor pertanian menghadapi banyak tantangan dan kendala yang merupakan masalah klasik seperti rendahnya kualitas sumberdaya manusia di perdesaan, makin terbatasnya sumberdaya lahan, kecilnya status dan luas kepemilikan lahan, terbatasnya akses petani terhadap permodalan. Balitbang telah menyusun program adaptif dengan perubahan iklim melalui Sistem Informasi Kalender Tanam (Katam). Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana sikap petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi sikap petani terhadap kalender tanam. Lokasi penelitian dilakukan di 3 (tiga) kelompok tani di Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro, Waktu penelitian dilaksanakan selama 6 bulan, yakni pada Bulan Oktober 2023-Maret2024 dengan jumlah reponden 60 petani. Analisis data yang dilakukan yaitu Analisis Rank Sperman untuk mengetahui faktor-faktor yang berengaruh terhadap sikap petani. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tingkat pendidikan, kosmopolitan dan peran penyuluh berhubungan nyata dan tingkat keeratan masing-masing kuat, kuat dan sedang serta berkorelasi searah dengan sikap petani terhadap kalender tanam. Kata kunci: cosmopolitan, kalender tanam, penyuluh, pendidikan, sika
POLA KEMAJUAN SELEKSI PADA CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L)
Public demand for cayenne pepper is high, so it is necessary to improve the quantitative characteristics of chilies, one of which is by selecting. This research aims to obtain information regarding the mean and interval values of several quantitative characters, inbreeding depression, heritability values, and selection progress from five generations resulting from crossing two cayenne pepper parents. The genetic material used consisted of two chili parents, namely the genotype IPB C321 (female parent), and IPB C290 (male parent) along with the results of crossing the two in the F2, F3, F4, and F5 generations with a total of 580 individual plants. The research results showed that based on the mean value between the F2 to F5 generations, there was an increase in the observed characters except at harvest age. The observed characters did not experience inbreeding depression. The heritability value in the narrow sense shows the high criteria for fruit length characters in the observed generation, fruit weight per plant and weight per fruit in the F2 generation, number of fruit per plant in the F2 and F3 generations, and fruit diameter in the F3 and F4 generations. Other generations have heritability values in the narrow sense of low and medium criteria. In general, the progress of selection for quantitative characters in the five chili generations studied showed a decline, although there were decreases and increases in the generations and characters observed.
RESPON PEMBERIAN PUPUK KASCING SEBAGAI CAMPURAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA BIBIT TEBU
Salah satu upaya untuk memperbaiki lingkungan tanah, khususnya struktur tanah, adalah penggunaan kascing organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kascing sebagai campuran komposisi media tanam terhadap pertumbuhan vegetatif bibit bud set tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2022 di kebun praktek Politeknik LPP di Wedomartani, kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan sumber bahan tebu bud set dengan persentase campuran pupuk kascing yang berbeda, antara lain: P0 = Tanah saja (kontrol), P1 = Tanah (50%) : Kascing (50%), P2 = Tanah (25%) : Kascing (75%), P3 = Tanah (75%) : Kascing (25%), dan P4 = Kascing 100%. Peubah pengamatan yang diamati, antara lain: tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kascing sebagai campuran media tanam dengan komposisi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan kering tajuk serta bobot kering akar tanaman kelapa sawit asal bud set. Pemberian campuran media tanam antara 50% tanah : 50% kascing dapat direkomendasikan sebagai media tanam campuran kascing dan tanah yang terbaik