E-Journal Universitas Janabadra
Not a member yet
    1365 research outputs found

    APLIKASI KOMBINASI LUMPUR MERAH DAN PUPUK KANDANG AYAM UNTUK PENINGKATAN UNSUR HARA MAKRO PADA TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Alluvial soil is a potential soil for agricultural cultivation, but has several constraints on low soil macronutrients. It is necessary to provide location specific ameliorant to alluvial soil can increase the macro nutrients in the soil, one of them is a combination of red mud and chicken manure. The purpose of the study was to determine the effect of applying red mud and chicken manure on the increase and availability of macro nutrients in alluvial soils. The method used is a Completely Randomized Factorial Design (Factorial RAL) consisting of the first treatment, namely the dosage of red mud consisting of 4 levels, namely R1 = 100 g/polybag, R2 = 200 g/polybag, R3 = 300 g/polybag R4 = 400 g /polybag and the second treatment, namely the dose of chicken manure, consisted of 4 treatment levels, A1= 1,000, A2= 2,000, A3= 3,000, A4= 4,000 and was repeated 3 times so there were 48 experiments unit. The result showed that application of red mud and chicken manure  R4A2 treatment (red mud 400 g/polybag + chicken manure 2000 g/polybag) can increase soil macro nutrients in alluvial soils such as nutrients C, N, K, Mg, Na and also in pH, CEC and base saturation. Keyword: aluvial; chicken manure; red mud INTISARITanah aluvial merupakan tanah yang potensial untuk budidaya pertanian, namun memiliki beberapa kendala unsur hara makro tanah rendah. Perlu pemberian amelioran spesifik lokasi agar tanah aluvial dapat meningkatkan unsur hara makro tanah, salah satunya pemberian kombinasi lumpur merah dan pupuk kandang ayam. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur merah dan pupuk kandang ayam terhadap peningkatan dan ketersediaan unsur hara makro pada tanah aluvial. Metode yang digunakan adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (Faktorial RAL) terdiri dari perlakuan pertama yaitu takaran lumpur merah terdiri dari  4 taraf , yaitu R1=100 g/polybag, R2 = 200 g/polybag, R3 = 300 g/polybag R4 = 400 g/polybag dan perlakuan kedua yaitu takaran pupuk kandang ayam terdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu A1= 1.000,  A2= 2.000, A3= 3.000, A4= 4.000 dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Hasil penelitian pemberian lumpur merah dan pupuk kandang ayam pada perlakuan R4A2 (lumpur merah 400 g/polibag + pupuk kandang ayam 2000 g/polibag) dapat meningkatkan unsur hara makro tanah pada tanah aluvial seperti hara C, N, K, Mg, Na dan juga dikuti peningkatan pH, KTK dan Kejenuhan Basa.  Kata kunci: lumpur merah; pupuk kandang ayam;  aluvia

    KINERJA AGRIBISNIS KEDELAI DI KABUPATEN BANYUMAS

    Full text link
    Banyumas Regency is one of the soybean producers in Central Java. The development of soybean agribusiness will be successful if the performance of all sub systems is well integrated. This research aims to examine the performance of the soybean agribusiness system in Banyumas Regency. The research location was determined purposively on the basis of four main soybean producing sub-districts in Banyumas Regency, including Kebasen, Jatilawang, Banyumas, and Kembaran. The research sample of 101 people was determined using a simple random sampling method from 1,867 soybean farmers. The data used is data from the 2022 planting season. The input supply, cultivation, harvest and post-harvest handling, marketing and support subsystems were analyzed using the average percentage index of perceptions of soybean farmers. Based on the agribusiness system approach consisting of upstream, farming, agro-industry, marketing and supporting subsystems, it shows that the performance of the soybean agribusiness subsystem in Banyumas district obtained an average performance score for the entire soybean agribusiness subsystem of 3.58 in the good category. The highest value is in the upstream sub system and the lowest is in the farming sub system. Thus, various policies are needed to improve the performance of soybean farming in order to realize the welfare of soybean farmers in Banyumas Regency. Keywords: performance; agribusiness system; soya bean INTISARIKabupaten Banyumas merupakan salah satu produsen kedelai di Jawa Tengah. Pengembangan agribisnis kedelai akan berhasil apabila kinerja semua sub system nya terintegrasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja system agribisnis kedelai di Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive atas dasar empat kecamatan penghasil utama kedelai di Kabupaten Banyumas,  diantaranya Kebasen, Jatilawang, Banyumas, dan Kembaran. Sampel penelitian sebanyak 101 orang ditentukan menggunakan metode simple random sampling dari 1.867 petani kedelai. Data yang digunakan adalah data musim tanam tahun 2022. Subsistem penyediaan input, budi daya, penanganan panen dan pascapanen, pemasaran dan penunjang dianalisis dengan menggunakan persentase indeks rata-rata persepsi petani kedelai. Berdasarkan pendekatan sistem agribisnis yang terdiri atas subsistem hulu, usahatani, agroindustri, pemasaran dan penunjang menunjukkan bahwa kinerja subsistem agribisnis kedelai di kabupaten Banyumas memperoleh skor kinerja rata untuk keseluruhan subsistem agribisnis kedelai sebesar 3,58 dengan kategori baik. Nilai tertinggi pada sub system hulu dan terendah pada sub sistem usahatani. Dengan demikian diperlukan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kinerja usahatani kedelai guna mewujudkan kesejahteraan petani kedelai di Kabupaten Banyumas. Kata kunci: kinerja; system agribisnis; kedela

    STUDI KARAKTERISTIK PETANI MILENIAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDAPATAN PADA SEKTOR AGRIBISNIS DI KECAMATAN PEUKAN BARO KABUPATEN PIDIE

    Full text link
    The aim of this research is to determine the factors that influence the income of millennial farmers in Peukan Baro District, Pidie  Regency. The population of this research is all millennial farmers in Peukan Baro District, Pidie  Regency, namely 25 people, the entire population was used as a sample. The research method used in this research is quantitative research, with multiple regression analysis methods. The data used is primary data obtained from questionnaires or primary data sources, while secondary data is obtained from reports from BPS Pidie  and related agencies in Pidie Regency. The results of this research show that capital has a positive and significant effect on the income of millennial farmers in Peukan Baro District, Pidie  Regency. This is shown by the value of the capital regression coefficient which states that every additional capital will cause an increase in the income of millennial farmers. Keywords: Income, Millenial Farmers INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani milenial di Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie. Populasi penelitian ini adalah seluruh petani milenial di Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie yaitu 25 orang, seluruh populasi dijadikan sampel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan metode analisis regresi berganda. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner atau sumber data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan BPS Pidie dan instansi terkait di Kabupaten Pidie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani milenial di Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi modal yang menyatakan bahwa setiap penambahan modal akan menyebabkan peningkatan pendapatan petani milenial. Kata Kunci: Pendapatan, Petani Milenia

    ANALISIS EFISIENSI PADI GOGO DI KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN

    Full text link
    The production of lowland rice and swidden rice nationally continues to increase, but productivity is not constant. Based on data from BPS (2022), overall rice production and harvested area in Southeast Sulawesi province experienced a decline in growth in 2021 of around 127.52 ha compared to 2022 of around 118.26 ha. For productivity there was negative growth. This condition is caused by several problems faced in these two types of rice farming. Lowland rice farming is facing the problem of decreasing rice field land caused by land conversion into residential and industrial land. The practice of cultivating upland rice in South Konawe Regency is carried out simply and traditionally, especially in the Wolasi District area. The cultivation pattern applied is organic-based farming. This system is very good to maintain because the products produced are free from chemicals and impacts on the environment can be avoided. However, judging from the productivity achieved, it is still very low. This phenomenon needs to be known and studied more deeply, especially the technical aspects of cultivating upland rice farmers. Based on the phenomena faced by researchers, this research aims to analyze the technical efficiency of upland rice farming in Wolasi District, South Konawe Regency. Technical efficiency is calculated using the DEA (Data Envelopment Analysis) program. The average efficiency of upland rice farming in Wolasi District reaches 65%. A total of 27 respondents 71.05%) were in the efficient category with an average efficiency value of 65%. However, productivity is still low due to the efficient scale achieved at the IRS stage, where the use of production factors can still be increased. Meanwhile, 11 respondents (28.95%) were technically inefficient Keywords: Efficiency, Upland Rice, Farming IntisariProduksi padi sawah maupun padi ladang secara nasional mengalami perkembangan yang terus meningkat, namun produktivitas tidak konstan.  Berdasarkan data dari BPS (2022) secara keseluruhan produksi padi dan luas panen provinsi Sulawesi Tenggara mengalami penurunan pertumbuhan pada tahun 2021 sekitar 127,52 ha dibandingkan tahun 2022 sekitar 118,26 ha.   Untuk produktivitas terjadi pertumbuhan negatif.  Kondisi ini disebabkan oleh beberapa masalah yang dihadapi pada kedua jenis usahatani padi ini.  Pada  usahatani padi sawah menghadapi masalah berkurangnya lahan persawahan yang disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi lahan pemukiman dan industri.   Praktik budidaya padi gogo di Kabupaten Konawe Selatan dilakukan secara sederhana dan tradisional, khususnya di daerah Kecamatan Wolasi.  Pola budidaya yang diterapkan yaitu pertanian berbasis organik. Sistem ini sangat baik untuk dipertahankan karena  produk yang dihasilkan bebas dari zat kimia dan dampak terhadap lingkungan dapat dihindari.  Namun dilihat dari produktivitas yang dicapai masih sangat rendah.  Fenomena ini perlu diketahui dan dikaji lebih dalam khususnya aspek teknis budidaya petani padi gogo.Berdasarkan fenomena yang dihadapi peneliti, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis usahatani padi gogo di Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan.  Efisiensi teknis dihitung dengan menggunakan program DEA (Data Envelopment Analysis).  Rata-rata efisiensi usahatani padi gogo di Kecamatan Wolasi mencapai 65 %.  Sebanyak 27 responden 71,05 %) berada pada kategori efisien dengan nilai rata-rata efisiensi sebesar 65 %.  Namun segi produktivitas masih rendah karena skala efisien yang dicapai pada tahap IRS, dimana penggunaan faktor produksi masih dapat ditingkatkan.  Sedangkan sebanyak 11 responden (28,95 %) tidak efisien secara teknis Kata Kunci : Efisiensi, Padi Gogo, Usahatan

    PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PRODUK SAYURAN ORGANIK

    Full text link
    Increasing public awareness of the importance of quality of life and health has become a business opportunity for organic food products. Organic food provider business units must develop their business through marketing mix management. This research aims to determine the effect of the marketing mix, including development, price, place, and promotion, on consumer satisfaction of Tani Organik Merapi's organic vegetables. This research is descriptive research with a quantitative approach. The sampling technique used snowball sampling with a sample size of 80 respondents. The data collection technique uses an online questionnaire, and the analysis method uses multiple linear regression. The research results show that product, location, and promotion variables positively affect consumer satisfaction with TOM organic vegetables, while the price variable has no effect. To increase consumer satisfaction with organic vegetables, TOM as a business unit can increase the variety of Tani Organik Merapi's organic vegetable products according to consumer needs and desires, optimize promotions through online media, and expand the collaboration network with supermarkets and other stores that have locations that strategic, comfortable, and accessible to consumers. Keywords: marketing mix, organic vegetables, consumer satisfaction INTISARIMeningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas hidup dan kesehatan menjadi peluang bisnis produk pangan organik. Penting bagi unit bisnis penyedia pangan organik untuk mengembangkan bisnisnya melalui pengelolaan bauran pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, promosi pada kepuasan konsumen sayuran organik Tani Organik Merapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner online, dan metode analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel produk, lokasi, dan promosi berpengaruh positif pada kepuasan konsumen sayuran organik TOM, sedangkan variabel harga tidak berpengaruh. Untuk meningkatkan kepuasan konsumen sayuran organik, TOM sebagai unit bisnis dapat melakukan peningkatan variasi produk sayuran organik Tani Organik Merapi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen,  optomalisasi promosi melalui media online, serta memperluas jaringan kerjasama dengan supermarket, swalayan, maupun toko lainnya yang memiliki lokasi strategis, nyaman, dan dapat dijangkau oleh konsumen.Kata Kunci : bauran pemasaran, sayuran organik, kepuasan konsume

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) METODE SRI DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI JENIS MULSA ORGANIK

    Full text link
    Rice (Oryza sativa L.) is a food crop commodity that plays an important role in Indonesia. One of the efforts made to increase rice productivity is by applying the SRI (The System of Rice Intensification) method. Obstacles found in the application of SRI method of rice cultivation in the field are weeds that are difficult to overcome. Weed problems in SRI rice cultivation can be overcome by using organic mulch. This study aims to determine the best type of organic mulch for the growth and yield of rice plants using the SRI method in suppressing weed growth. The research was arranged using a randomized block design (RBD) which consisted of 3 mulch treatments at a dose of 10 tons/ha, namely rice straw mulch (A1); corn leaf mulch (A2); paitan mulch (A3). The results showed that the application of organic mulch had no significant effect on the growth and yield components of rice plants. The results also showed that the application of organic mulch had a significant effect on the fresh weight of weeds that were weeded at 3, 5, 7 WAP. The weeds that most dominated the plots were weeds with a puzzle type, namely the Cyperus esculentus species. Key-words: Rice, SRI Method, MulchINTISARITanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas tanaman pangan yang memegang peranan penting di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas padi adalah dengan penerapan metode SRI (The System of Rice Intensification). Kendala yang didapati dalam penerapan budidaya padi metode SRI di lapangan adalah gulma yang sulit diatasi. Permasalahan gulma pada budidaya padi SRI dapat diatasi dengan cara pemakaian mulsa organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mulsa organik yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi metode SRI dalam menekan pertumbuhan gulma. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan mulsa dengan dosis 10 ton/ha yaitu, mulsa  jerami padi (A1); mulsa daun jagung (A2); mulsa paitan (A3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa organik tidak berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian mulsa organik berpengaruh nyata terhadap bobot segar gulma yang disiangi pada 3, 5, 7 MST. Gulma yang paling mendominasi petakan adalah gulma dengan jenis teki-tekian yaitu gulma spesies Cyperus esculentus. Kata kunci: Padi, Metode SRI, Muls

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN SEMANGKA DAN KACANG HIJAU DI DESA SAYANG SEDAYU KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS

    Full text link
    The lack of information regarding land potential, suitability of land use and land management actions has resulted in less than optimal agricultural productivity in Sayang Sedayu Village. The research aims to identify land characteristics, determine land suitability at the sub-class level and determine the limiting factors that influence land suitability, and provide suggestions for improving land quality based on land suitability class data. The research was carried out from May to August 2022. The results showed that the research area had 6 land map units and there were 2 types of soil, namely Typic Sulfaquent and Typic Fluvaquent. The actual land suitability classification for watermelon plants has the criteria S3-wa,nr,xs at SPL 1, 2, 4 and 5 and N-rc,xs at SPL 3 and 6. The actual land suitability classification for mung bean plants has the S3-wa criteria ,nr,xs at SPL 1, 4 and 5. S3-wa,nr,na,xs at SPL 2, and N-xs at SPL 3 and 6. With the toughest limiting factors, namely rainfall, humidity, effective depth, base saturation (KB), soil pH and sulfidic depth. The potential land suitability classification for watermelon plants is S2-wa at SPL 1, 2, 4 and 5 and S2-wa,rc,xs at SPL 3 and 6. Meanwhile for mung bean plants, the potential land suitability class is S2-t,wa at SPL 1, 2, 4 and 5 and S2-t,wa,xs at SPL 3 and 6. Keywords: Land Suitability, Watermelon, Mung Beans, Sayang Sedayu INTISARIMinimnya informasi mengenai potensi lahan, kesesuaian penggunaan lahan dan tindakan pengelolaan lahan menyebabkan kurang maksimalnya produktivitas pertanian di Desa Sayang Sedayu. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakterisitk lahan, menentukan kesesuaian lahan pada tingkat sub kelas dan mengetahui faktor-faktor pembatas yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan, dan memberikan saran perbaikan kualitas lahan berdasarkan data kelas kesesuaian lahan. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Mei sampai Agustus 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada daerah penelitian memiliki 6 satuan peta lahan dan terdapat 2 jenis tanah yaitu Typic Sulfaquent dan Typic Fluvaquent. Klasifikasi kesesuaian lahan aktual untuk tanaman semangka memiliki kriteria S3-wa,nr,xs pada SPL 1, 2, 4 dan 5 dan N-rc,xs pada SPL 3 dan 6. Klasifikasi kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kacang hijau memiliki kriteria S3-wa,nr,xs pada SPL 1, 4 dan 5.  S3-wa,nr,na,xs pada SPL 2, serta N-xs pada SPL 3 dan 6. Dengan faktor pembatas terberat yaitu curah hujan, kelembaban, kedalaman efektif, kejenuhan basa (KB), pH tanah dan kedalaman sulfidik. Klasifikasi kesesuaian lahan potensial untuk tanaman semangka S2-wa pada SPL 1, 2, 4 dan 5 serta S2-wa,rc,xs pada SPL 3 dan 6. Sedangkan untuk tanaman kacang hijau memiliki kelas lesesuaian lahan potensial S2-t,wa pada SPL 1, 2, 4 dan 5 serta S2-t,wa,xs pada SPL 3 dan 6.  Kata kunci: Kesesuaian Lahan, Semangka, Kacang Hijau, Sayang Seday

    EFISIENSI SALURAN PEMASARAN SALAK DI KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS

    Full text link
    This study aims to examine the effectiveness of marketing channels and evaluate the profitability of local small-scale snakefruit farmers. The research was conducted in Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Purposive sampling was used to collect data and determine the samples. Data analysis employed marketing margin, farmer's share, profitability index, and marketing channel efficiency analysis. The results of the study indicate that marketing channel pattern III, involving large merchant collectors with a margin of Rp. 9,515/kg, had the highest margin among the three marketing patterns, while the lowest margin was observed in marketing channel pattern I, involving retailers with a margin of Rp. 0/kg and a farmer's share of 100%. On the other hand, marketing channel pattern II had the highest farmer's share at 33.33%, and marketing channel pattern III had a farmer's share of 42.38%. Based on the criteria, where FS>MP, it means that marketing channel pattern I is the most efficient among the three channels. The profitability index for marketing channel pattern I was 99, for pattern II it was 7.06, and for pattern III it was 4.85. This indicates that all marketing channels had values greater than 1, which is classified as profitable. The highest profitability index was observed in marketing channel I with a value of 99. This means that if the marketing expenses incurred were Rp. 100, the total marketing profit would reach Rp. 9,900. Therefore, the most efficient marketing channel is channel pattern I, due to its lower total marketing costs, which amount to IDR 100/kg compared to other marketing channels. Keywords: farmer's share; marketing margins; Salak marketing channel INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas saluran pemasaran dan mengevaluasi profitabilitas petani buah salak skala kecil lokal. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Purposive sampling digunakan untuk mendapatkan data dan menentukan sampel. Analisis data menggunakan margin pemasaran, farmers share, profitability indexs, dan analisis efisiensi saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola saluran pemasaran III, pedagang besar dengan margin sebesar Rp. 9.515/kg memiliki nilai tertinggi di antara ketiga pola margin pemasaran, sementara nilai terendah adalah pada pola saluran pemasaran I, yaitu pedagang eceran dengan nilai Rp. 0/kg dan bagian petani sebesar 100%. Di sisi lain, pola saluran pemasaran II memiliki bagian petani sebesar 33,33% sebagai nilai tertinggi dan pola saluran pemasaran III memiliki bagian petani sebesar 42,38%. Berdasarkan kriteria, FS>MP berarti bahwa pola saluran I adalah yang paling efisien di antara ketiga saluran ini. Profitability Indeks di saluran pola I adalah 99, saluran II adalah 7,06, dan 4,85 di pola saluran III. Ini menunjukkan bahwa semua saluran pemasaran memiliki nilai >1 yang diklasifikasikan secara positif sebagai keuntungan. Profitability indexs tertinggi ada di saluran pemasaran I dengan nilai 99, yang berarti bahwa jika biaya pemasaran yang dikeluarkan adalah Rp. 100, maka total keuntungan pemasaran mencapai Rp. 9.900. saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran I, karena biaya pemasaran total yang lebih rendah, yaitu IDR 100/kg. Kata Kunci: farmer's share, margin pemasaran, saluran pemasaran sala

    DAYA PREDASI PREDATOR Sycannus annulicornis TERHADAP HAMA ULAT API (Setothosea asigna) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elais gunieensis Jacq)

    Full text link
    Fire caterpillar (Setothosea asigna) is one of the leaf-eating pests in oil palm plantations, where this type of fire caterpillar is most commonly found in plantations and the highest level of attack. Sycanus annulicornis controls the population of fire caterpillars and to minimise the attack of fire caterpillar pests, as well as maintaining a stable population of fire caterpi llar pests in nature and reducing the use of chemical pesticides that can damage the environment. The purpose of this study was to determine the ability of S. annulicornis predators to control fire caterpillar pests. This research was conducted at the Indonesian Institute of Palm Technology Practical Field using the Randomised Group Design (RAK) method with DMRT further test. S. annulicornis predator was able to predate S. asigna caterpillars at the first time of application in treatme nts P1 (3 caterpillars), P2 (6 caterpillars), P3 (9 caterpillars) and P4 (12 caterpillars). The results showed that the longest searching time was recorded at 84.0 minutes and the fastest at 39.0 minutes, for handling time the longest time was 118 minutes and the fastest time was 51.0 minutes. Keywords: Setothosea asigna, , S. annulicornis, Predation Power INTISARIUlat api (Setothosea asigna) merupakan salah satu hama pemakan daun di perkebunan kelapa sawit, dimana ulat api jenis ini yang paling sering dijumpai di perkebunan dan tingkat serangannya yang paling tinggi. Sycanus annulicornis mengendalikan populasi ulat api dan untuk meminimalisir serangan hama ulat api,   serta menjaga populasi hama ulat api agar tetap stabil dialam dan mengurangi penggunaan pestisida kimia yang dapat merusak lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetahui kemampuan predator S. annulicornis dalam mengendalikan hama ulat api. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Praktik Institut Teknologi Sawit Indonesia dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunkan uji lanjut DMRT. 1 Predator S. annulicornis mampu mempredasi  ulat api S.asigna pada saat pertama aplikasi di perlakuan P1 (3 ekor ulat api), P2 (6 ekor ulat api), P3 (9 ekor ulat api) dan P4 (12 ekor ulat api). Hasil penelitian menunjukkan lama pencarian (searching time) terlama tercatat dengan waktu 84.0 menit dan tercepat dengan waktu 39.0 menit, untuk lama penanganan (handling time) waktu terlama  yaitu 118 menit dan waktu tercepat 51.0 menit. Kata kunci: Setothosea asigna, S. annulicornis, Daya Predas

    ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN PADA PEMBELIAN CRIPING SINGKONG PRESTO PAK NUR

    Full text link
    Presto Pak Nur Cassava Criping is one of the industries that processes cassava into criping. The amount of cassava criping production at Pak Nur Singkong Criping has decreased in the Covid 19 pandemic era until now. So it is necessary to carry out a consumer satisfaction analysis to determine the level of consumer satisfaction with cassava criping. The purpose of this research is to analyze product importance, level of consumer satisfaction, and attribute position based on the level of consumer interest and producer performance. The method used in this research is descriptive, Customer Satisfaction Index (CSI) analysis and Importance Performance Analysis (IPA) analysis. The attributes used in this research are color, aroma, taste, packaging, labels, texture, social media, direct channels, indirect channels, pricing and discounts. The results of analyzing the level of consumer satisfaction using the Customer Satisfaction Index (CSI) method obtained a score of 72.64%, which shows satisfaction. The attributes that are considered important and must be maintained are taste, packaging, texture, color and aroma. In quadrant II (maintain performance) there are attributes: taste, packaging, texture, color and aroma; while in quadrant III (low priority) there are attributes: labels, social media, direct channels, indirect channels, pricing and discounts.Keywords: Criping Singkong Presto Pak Nur, CSI, IPA, CassavaINTISARICriping Singkong Presto Pak Nur merupakan salah satu industri yang mengolah singkong menjadi criping. Jumlah produksi criping singkong di Criping Singkong Pak Nur mengalami penurunan di era pandemic Covid 19 hingga sekarang. Sehingga perlu dilakukan sebuah analisis kepuasan konsumen untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap criping singkong. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kepentingan produk, tingkat kepuasan konsumen, dan posisi atribut berdasarkan tingkat kepentingan konsumen dan kinerja produsen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan analisis Importance Performance Analysis (IPA). Atribut yang digunakan pada penelitian ini adalah warna, aroma, rasa, kemasan, label, tekstur, media sosial, saluran langsung, saluran tidak langsung, penetapan harga dan potongan harga. Hasil analisis tingkat kepuasan konsumen dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) diperoleh skor sebesar 72,64% yang menunjukan puas. Atribut yang dinilai penting dan harus dipertahankan adalah rasa, kemasan, tekstur, warna, dan aroma. Pada kuadran II (pertahankan prestasi) terdapat atribut: rasa, kemasan, tekstur, warna, dan aroma; sedangkan pada kuadran III (prioritas rendah) ada atribut: label, media sosial, saluran langsung, saluran tidak langsung, penetapan harga, dan potongan hargaKata Kunci: Criping singkong Presto Pak Nur, CSI, IPA, Singkong

    1,245

    full texts

    1,365

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Janabadra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇