Jurnal Kesehatan Mercusuar
Not a member yet
    162 research outputs found

    Faktor Risiko Keterlambatan Perkembangan Bicara dan Bahasa pada Anak Usia 24-48 Bulan

    No full text
    Speech and language skills are the determinants of all child development. Psychosocial factors are one of the most researched postnatal environmental factors, but most research only examines one of many psychosocial factors. In this research, 4 psychosocial factors will be researched. The purpose of this study was to determine the frequency of stimulation, quality of parent-child interaction, the intensity of the use of gadgets, and the duration of watching television as risk factors for speech and language delayed in children aged 24-48 months in Surabaya. This type of study was a case-control study in 122 children aged 24-48 months in 2 working areas of the Public Health Center in Surabaya. Data were analyzed by Chi-Square, contingency coefficient, and logistic regression test. The result showed that there was a relationship between the frequency of stimulation (p < 0.01), the quality of parent-child interaction (p < 0.01), the intensity of device use (p < 0.01), and television viewing duration (p < 0.01 ) with the risk of delayed speech and language development in children and the most dominant risk factor is the quality of parent-child interaction (OR 21,567). It can be concluded that frequency of stimulation, quality of parent-child interaction, the intensity of the use of gadgets, and duration of watching television are risk factors for delayed speech and language development in children aged 24-48 months, and the quality of parent-child interaction is the most influential risk factor. Keywords: speech and language development; childre

    Evaluasi Pelaksanaan Program Penanggulangan Covid-19

    No full text
    Sejak pertama kali kasus Covid-19 dilaporkan di Indonesia beragam kebijakan dan regulasi penanggulangan penanganan Covid-19 telah dilakukan pemerintah. Namun, penanganan atau penanggulangan pandemi Covid dinilai masih belum cukup efektif. Perlunya disikapi bersama dan saling mendukung dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan dampak pandemi Covid-19 untuk meningkatkan keberhasilan program pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan Covid-19 di Kota Padang tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode evaluasi formatif. Teknik penelitian dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen mengenai program penanggulangan Covid-19. Analisis yang dilakukan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan penanganan Covid-19 di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Padang sudah berjalan dengan baik dan lancar meskipun masih ditemukan hambatan dalam penerapan 5M, penerapan kebijakan penanganan Covid-19 bisa teratasi dengan baik dan terjadi penurunan kasus dari bulan-bulan sebelumnya

    Pengaruh Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita

    No full text
    Toddlers are a group of individuals who are vulnerable to nutrition. Nutritional problems can have a serious impact on the quality of human resources. Nutritional problems are growth failure in early life, one of which is stunting. The prevalence of stunting under five in Indonesia in 2005-2017 was 36.4%. Stunting toddlers in the future will have difficulty in achieving optimal physical and cognitive development. One of the factors that influence the incidence of stunting in baita is environmental sanitation. This study aims to determine the effect of environmental sanitation on the incidence of stunting. This research is a quantitative research, descriptive analytic research type with a cross sectional approach. The sampling technique is purposive sampling. The sample in this study were mothers who had toddlers in the hiterland area of ??Batam City which had 96 toddlers who were adjusted to the inclusion criteria. Data analysis using chi square. The result of this research is that there is an effect of environmental sanitation on the incidence of stunting in children under five (P value 0.009). Conclusion unhealthy environmental sanitation can affect the incidence of stunting in toddlers. There needs to be cooperation with various related parties to provide health education and improve environmental sanitation, especially in remote area

    Pemberian Serbuk Kulit Kayu Manis Terhadap Kadar Glukosa Darah Lansia Dengan Diabetes Mellitus

    No full text
    Diabetes melitus adalah kelompok penyakit metabolik dikarakteristikan dengan tingginya kadar glukosa didalam darah (hiperglikemia). Cara pencegahan untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah melalui pengobatan non farmakologi yang salah satunya dengan pemberian serbuk kulit kayu manis.Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui pengaruh penurunan kadar glukosa dalam darah dengan pemberian serbuk kulit kayu manis  terhadap penderita DM tipe II pada lansia. Jenis penelitian adalah  Quasi eksperimen  dengan metode pendekatan one group pre test-post test with control design. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang responden lansia serta kadar glukosa darah puasa responden > 100 mg/dL, tiap sampel diberikan serbuk kulit kayu manis sebanyak 1 gr selama 7 hari. Kadar glukosa darah diperiksa 2 kali pada kelompok kontrol dan 2 kali pada kelompok intervensi. Penelitian ini menggunakan analisis paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar glukosa darah puasa penderita DM tipe II yang signifikan pada kelompok inetervensi dengan nilai p=0,001. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan serbuk kulit kayu manis dapat menurunkan kadar glukosa darah pada lansia dengan diabetes mellitus

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Mahasiswa Keperawatan Untuk Melanjutkan Profesi Ners Pada Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Melanjutkan profesi Ners pada masa pandemi Covid-19 perlu adanya motivasi dari dalam maupun dari luar diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa untuk melanjutkan profesi Ners pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 119 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisa data menggunakan univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi (p value = 0,001), minat (p value = 0,001) dan kondisi sosial ekonomi keluarga (p value = 0,014) terhadap motivasi mahasiswa untuk melanjutkan profesi Ners pada masa pandemi Covid-19 (p value < ? = 0,05). Sedangkan dukungan keluarga (p value = 0,161) dan pengaruh teman sebaya (p value = 0,062) menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap motivasi mahasiswa untuk melanjutkan profesi Ners pada masa pandemi Covid-19. Persepsi, minat dan kondisi sosial ekonomi keluarga mempengaruhi motivasi mahasiswa untuk melanjutkan profesi Ners pada masa pandemi Covid-19

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita

    No full text
    Faktor yang mempengaruhi status gizi balita terdiri faktor langsung asupan makanan, penyakit infeksi dan faktor tidak langsung terdiri dari pengetahuan, status ekonomi, dan peran petugas kesehatan. Kelurahan Bandar Buat merupakan angka cakupan gizi kurang dan gizi buruk terbanyak (15%). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang berhubungan dengan status gizi pada balita. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di 14 Posyandu Kelurahan Bandar Buat wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Padang berjumlah 1.399 orang dengan sampel 93 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai September 2021. Teknik pengambilan sampel adalah proporsional random sampling. Penelitian ini dianalisa secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan asupan makanan, tingkat pengetahuan dan peran petugas dengan status gizi. Diharapkan penelitian ini dapat menambah referensi rujukan dalam perkembangan ilmu keperawatan khususnya terkait upaya penatalaksanaan dan deteksi dini serta monitoring status gizi pada balita

    Hubungan Perilaku Caring Perawat Terhadap Penerapan Pencegahan Pasien Resiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap

    No full text
    Pelayanan keperawatan, merupakan pelayanan 24 jam dan terus menerus berada di berbagai unit kerja rumah sakit. Dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien, perawat melakukan prosedur/tindakan keperawatan yang banyak dan dapat menimbulkan risiko sangat  begitu besar, untuk menghindari adanya efek negatif pada pasien di perlukan tindakan yang disebut dengan caring. Dengan berperilaku caring diharapkan perawat mampu mengidentifikasi kemampuan pasien selama di rumah sakit sehingga keamanan pasien terjamin sampai dengan keluar rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat terhadap penerapan pencegahan pasien resiko jatuh di ruang rawat inap RSUD dr. Rasidin Padang. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Populasi  pada  penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Rasidin Padang pada tanggal 18 Juli 2017– 20 Juli 2017 sebanyak 84 sampel dengan menggunakan metode ”total sampling” dan instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner. Analisa secara univariat ditampilkan pada tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan kepercayaan 95% ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh (53.6%) responden memiliki perilaku caring perawat yang rendah, lebih dari separuh (51.2%) responden mengalami penerapan pencegahan pasien resiko jatuh yang baik dan terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku caring perawat terhadap penerapan pencegahan pasien resiko di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Rasidin Padang tahun 2017 (P value = 0.015). Kesimpulan dari hasil penelitian perilaku caring perawat mempengaruhi penerapan pencegahan pasien resiko jatuh. Diharapkan kepada kepala ruangan rawat inap untuk memberikan pelatihan keapda perawat tentang perilaku caring dan manajemen perawat dalam penerapan pencegahan pasien resiko jatuh. Daftar Bacaan  :16 (2006-2016

    Pengaruh Relaksasi Dzikir terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Haemodialisa

    No full text
    ABSTRAK   Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis akan mengalami kecemasan yang disebabkan oleh berbagai stressor, diantaranya pengalaman nyeri pada daerah penusukan saat memulai hemodialisis, masalah finansial, kesulitan dalam mempertahankan masalah pekerjaan, dorongan seksual yang menghilang, depresi akibat penyakit kronis serta ketakutan terhadap kematian. Salah satu strategi efektif untuk mengatasi kecemasan yaitu dengan teknik relaksasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh relaksasi dzikir terhadap tingkat kecemasan pasien yang menjalani Haemodialisa RSUD Sawahlunto. Metode penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan pretest posttest design one group, Penelitian dilakukan di ruangan Haemodialisa RSUD Sawahlunto pada bulan Juli-Agustus 2021. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling, dengan jumlah sampel 25 orang. Kecemasan pasien sebelum dilakukan intervensi lebih dari separuh responden memiliki kecemasan tingkat sedang berjumlah 14 orang (56%). kecemasan responden setelah dilakukan intervensi adalah lebih separuh responden memiliki kecemasan tingkat sedang berjumlah 15 orang (60%). Hasil uji t didapatkan nilai sig = 0,00, artinya terdapat pengaruh terapi dzikir terhadap tingkat kecemasan pasien yang menjalani haemodialisa di RSUD Sawahlunto tahun 2021. Diharapkan hasil penelitian ini bisa membantu pasien haemodialisa untuk mengatasi kecemasan dan bisa meningkatkan pelayanan keperawatan khususnya di ruangan haemodialisa RSUD Sawahlunto. ABSTRACT   Chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis will experience anxiety caused by various stressors, including the experience of pain in the stabbing area when starting hemodialysis, financial problems, difficulty in maintaining work problems, lost sex drive, depression due to chronic illness and fear of death. One effective strategy to overcome anxiety is relaxation techniques. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of relaxation of dhikr on the level of anxiety of patients undergoing hemodialysis at Sawahlunto Hospital. Quasi-experimental research method with one group pretest posttest design. The study was conducted in the Haemodialisa room at Sawahlunto Hospital in July-August 2021. The sampling technique was non-probability sampling, with a sample size of 25 people. the anxiety of patients before the intervention was carried out more than half of the respondents had moderate levels of anxiety amounting to 14 people (56%). Respondents\u27 anxiety after the intervention was more than half of respondents who had moderate levels of anxiety amounting to 15 people (60%). The results of the t-test obtained a value of sig = 0.00, meaning that there is an effect of dhikr therapy on the anxiety level of patients undergoing hemodialysis at the Sawahlunto Hospital in 2021. It is hoped that the results of this study can help hemodialysis patients to overcome anxiety and can improve nursing services, especially in the hemodialysis room at the RSUD Sawahlunto.     &nbsp

    Kepatuhan Pedagang Pasar Raya Dalam Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

    No full text
    There were 248 cases of Covid-19 among traders in Padang City. The application of health protocols to traders is still low at 44.1%. The strategy in breaking the chain of transmission of Covid-19 is by implementing health protocols, especially in the market. The strategy in breaking the chain of transmission of Covid-19 is by implementing health protocols in daily life, especially in public places such as markets. The purpose of this study was to determine the factors related to the compliance of Pasar Raya traders in the application of the Covid-19 preventive health protocol. The study used a quantitative approach with a cross sectional study design. The dependent variable is the application of health protocols. The independent variables are age, gender, education, knowledge, attitudes and sources of information. Samples were taken purposively as many as 100 respondents according to the inclusion criteria. Collecting data using a questionnaire on traders at Pasar Raya Padang. Multivariate analysis using logistic regression. The results of the study found that 68% of traders did not comply in implementing the Covid-19 prevention health protocol. The most influential variable with compliance in the application of health protocols is knowledge with a POR of 3.29 (95% CI 1.27-8.56), meaning that traders who have low knowledge have 3.29 times the opportunity to be disobedient in implementing the COVID-19 preventive health protocol. compared to traders who have high knowledge. Continuous education is needed to market traders regarding the benefits of implementing health protocols to break the chain of transmission of Covid-19. Keywords: Covid-19; health protocol; traders; obedienc

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MELAKUKAN PEMENUHAN IMUNISASI DASAR BAYI USIA 0-12 BULAN

    No full text
    Prevalensi cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia tahun 2018 sebesar 86,9%. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya tingkat pengetahuan, keterjangkauan jarak rumah ke pelayanan kesehatan, dan dukungan keluarga. Dampak yang dapat ditimbulkan jika bayi tidak mencukupi imunisasi dasar lengkap adalah bayi akan menderita penyakit yang kemungkinan dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam melakukan pemenuhan imunisasi dasar pada bayi usia 0-12 bulan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan responden 93 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 2 -14 Maret 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara ke rumah responden dan memberikan kuesioner kepada responden. Penelitian ini dianalisa secara univariat menggunakan table distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian ini didapatkan 55,9% ibu tidak patuh, pengetahuan tinggi 60,2%, keluarga tidak mendukung 57%, keterjangkauan tempat pelayanan imunisasi dekat 52,5%. Adapun hasil didapatkan ada hubungan p value =  0,019 pengetahuan dengan kepatuhan ibu. Ada hubungan 0,013 dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu dan tidak ada hubungan hubungan 0,518 keterjangkauan tempat pelayanan imunisasi dengan kepatuhan ibu. Faktor pengetahuan, dukungan keluarga mempengaruhi pemberian imunisasi dasar pada bayi. Diharapkan bagi pihak puskesmas dan tenaga kesehatan lainnya dapat meningkatkan kegiatan posyandu dan memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang pentingnya pemberian imunisasi dasar pada bayi

    28

    full texts

    162

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Mercusuar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇