Jurnal Kesehatan Mercusuar
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Terhadap Persepsi Nyeri Persalinan
ABSTRAK
Nyeri persalinan merupakan proses alamiah yang dirasakan oleh ibu yang akan melahirkan. Kondisi nyeri pada persalinan kala satu fase aktif merupakan kondisi fisiologis yang dialami oleh setiap ibu bersalin yang akan menyebabkan kecemasan (stress) karena tidak dapat menangani nyerinya tersebut. Salah satu metode non farmakologi untuk pengendalian rasa nyeri yaitu memberikan aromaterapi lavender, teknik ini dapat mengalihkan perhatian ibu dari nyeri saat kontraksi.Jenis penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimental, dengan pre test and post test design with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive sampling dengan jumlah ibu bersalin sebanyak 38 sampel. Skala nyeri dinilai dengan lembar observasi Numeric Rating Scale (NRS). Uji statistik yang digunakan yaitu uji Mann-Whitney test.Hasil analisis Nyeri persalinan, perbandingan pengaruh perlakuan kelompok intervensi dan kontrol menggunakan Mann Whitney didapatkan p 0,006 <0,005, artinya ada perbedaan efektivitas persepsi nyeri persalinan pada kelompok intervensi dan kontrol sehingga dapatkan disimpulkan bahwa ibu yang diberikan Aromaterapi lavender lebih mampu beradaptasi dengan nyeri persalinan di kala I
dibandingkan dengan Ibu yang melakukan nafas dalam pada kelompok control.Kesimpulan penelitian adalah Aromaterapi lavender berpengaruh terhadap persepsi nyeri pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif. Penggunaan aromaterapi ini sangat disarankan dalam pemberian asuhan di Kala I persalinan.
 
Hubungan Pandemi Covid-19 Dengan Koping Religiusitas Pada Pasien Kronik
Latar Belakang: Koping religius merupakan kemampuan memahami dan menghadapi kondisi penuh tekanan dengan menggunakan pola nilai, kepercayaan, simbol, perilaku/ritual, dan pengalaman yang berorientasi spiritual. Pada pasien dengan penyakit kronik memerlukan perhatian khusus dalam pengobatan maupun perawatan lainnya terutama pada saat pendemi. Nilai religiusitas pasien pada saat masa pandemi pada penyakit kronik membutuhkan perhatian khusus karena pasien tidak bisa sebebas pergi ke tempat beribadah pada masa pandemi. Covid-19 ini bisa menyerang hampir seluruh kalangan usia, namun demikian data yang ada saat ini menunjukkan bahwa kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis (ko- morbid) memiliki risiko untuk terkena lebih sering dan dengan komplikasi yang lebih buruk dari penyakit ini.Tujuan penelitian untuk melihat hubungan religious koping pada pasien kronik di masa pandemi. Metode: kuantitatif with crosectional method data diambil di dokter keluarga wilayah Seyegan yang berjumlah 30 responden (data prolanis th 2020). Responden diberikan kuesioner religious koping yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisa data menggunakan uji korelasi analitik. Hasil: terdapat nilai p value 0.001 yang berarti ada hubungan antara koping religiusitas pasien kronik dengan upaya preventif covid-19. Kesimpulan di masa pandemi pasien dengan penyakit kronik membutuhkan peningkatan tingkat religiusitas dalam upaya pencegahan covid 19.
Kata Kunci : covid 19; koping religius; penyakit kroni
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Peran Advokasi Perawat dalam Proses Informed Consent di Ruang Rawat Inap
Pelaksanaan peran advokasi perawat dalam informed consent masih kurang optimal. Pada penelitian Salman tahun 2009 didapatkan 53,3% tidak melaksanakan perannya sebagai pembela dalam proses informed consent, 66,6 % tanda tangan perawat tidak lengkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan peran advokasi perawat dalam proses informed consent di ruang rawat inap RSUD Dr. Rasidin Padang. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling, dengan jumlah 61 orang responden. Penelitian ini dianalisa secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian didapatkan 45,9% perawat memiliki pendidikan vokasional, sebesar 8,2% perawat memiliki pengetahuan rendah, sebesar 36,1% kepemimpinan dokter tidak mendukung, sebesar 45,9% perawat memiliki kode etik tidak terlaksana. Adanya hubungan tingkat pendidikan (p value = 0,043), ada hubungan pengetahuan (p value = 0,028), tidak ada hubungan kepemimpinan dokter (p value = 0,392), ada hubungan kode etik (p value = 0,043) dengan pelaksanaan peran advokasi perawat dalam proses informed consent. Pada penelitian ini ditemukan bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah, serta kode etik dapat mempengaruhi pelaksanaan peran advokasi perawat
Studi Kasus: Penderita Hipertensi Dengan Penerapan Jus Tomat
Hipertensi merupakan suatu penyakit yang tidak menular dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Hipertensi bisa mengakibatkan pecahnya maupun menyempitnya pembuluh darah otak. Apabila pembuluh darah otak pecah, maka timbulah perdarahan di otak dan apabila pembuluh darah otak menyempit, maka aliran darah keotak akan terganggu dan sel otak akan mengalami kematian. Solusi untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih jauh yaitu dengan terapi penerapan pemberian jus tomat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Asuhan Keperawatan Gerontik pada Tn. S Dengan Hipertensi Melalui Pemberian Jus Tomat Di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Langkai Kota Batam Tahun 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus yang dilakukan berdasarkan tahap-tahap asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan selama 7 kali kunjungan dari tanggal 08 September 2021 sampai dengan 14 September 2021. Hasil yang didapatkan saat pemberian terapi jus tomat dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dari tekanan darah 160/90 mmHg menurun menjadi 140/80 mmHg. Kesimpulan terapi pemberian jus tomat dapat menjadi salah sau pengobatan nonfarmakologis untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
Pengaruh Pengembangan Media Booklet CPSS Terhadap Kemampuan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Stroke
Stroke has become the leading cause of death in almost all hospitals in Indonesia, which is around 21,1%, was higher than heart and blood vessel diseases (12,9%), TBC (6,7%) and hypertension (5,3%). Stroke prevention and control strategies has played an important role to prevent and reduce disease, disability and death from stroke. One of the strategy can be applied by early detection attack stroke in the community. The purpose of this study is to determine the effect of booklet CPSS as a learning media in health cadres ability In early detection prehospital attack a stroke. This study used a quasi-experimental method with one group pre-post test design, with a purposive sampling technique. The intervention used booklet CPSS. In this study, the average pretest value of knowledge was 59,37±3,102 and the posttest value of knowledge was 84,70±1,236, with a p-value of 0.000, which means that there is a significant difference between the knowledge before and after the intervention
Hubungan Pola Asuh Orang Tua terhadap Kemandirian Personal Hygiene Anak Pra Sekolah
Parenting is a combination of acceptance, response, rules and demands given by parents to their children and prepares their children to make decisions and act independently. The purpose of this study was to analyze the relationship between parenting patterns with the level of personal hygiene independence in preschool children. The population is the parents of Bunga Pertiwi Kindergarten students, with samples 30 mothers who meet the inclusion criteria, using purposive sampling technique. This research design uses a correlation study with a cross sectional approach. The data was processed using ASDPP. The result was that the majority (90%) of respondents applied democratic parenting and most (77%) of children were in the category of good personal hygiene. The results of the Spearman Rank test show that there is a positive relationship between parenting patterns and the personal hygiene independence of preschool children with p < (p = 0.000), correlation coefficient 0.636 with a high level of relationship. The application of democratic parenting to children will make children become independent personal hygiene. Therefore, the school can facilitate parents in introducing the best parenting styles for their children by conducting counseling in collaboration with professionals
Pengembangan Pocketbook Sebagai Media Edukasi Dalam Pembentukan First Responder Emergency Response Pada Lingkup Prehospital
The health cadres play an essential role, as community health educator. The development of pocketbook emergency safety and first aid as a learning media to improve health cadres’s knowledge and skills as first responder emergency response. The purpose of this study is to determine the effect of pocketbook emergency safety and first aid as a learning media in health cadres ability as a first responder emergency response. This study used a quasi-experimental method with one group pre-post test design, with a purposive sampling technique. In this study, the average pretest value of knowledge was 57,50±4,075 and the posttest value of knowledge was 78,27±2,420, with a p-value of 0.000, which means that there is a significant difference between the knowledge before and after the intervention. The average pretest value of practice was 54,80±2,265 and the posttest value of practice was 73,73±1,999, with a p-value of 0.000, which means that there is a significant difference between the practice before and after the intervention
Pengaruh Pemberian Edukasi Tentang Pendidikan Seksual pada Anak Berkebutuhan Khusus Dengan Tingkat Pengetahuan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB)
Ketidakmampuan untuk bisa hidup mandiri dengan keterbatasan kecerdasan pada anak tunagrahita membuat kelompok ini rentan terhadap masalah, termasuk masalah kesehatan reproduksi. Seiring dengan minimnya pendidikan seks bagi penyandang tunagrahita ini menjadikan sebagian diantara mereka cenderung untuk dimanipulasi sehingga kerap dijadikan objek pelecehan dan pelampiasan seksual. Guru memiliki tanggungjawab untuk mengajarkan tentang pendidikan seksual di sekolah mulai dari usia dini sampai ke perguruan tinggi. Hingga saat ini, pendidikan seksual yang komprehensif masih belum terintegrasi ke dalam kurikulum sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi seksual terhadap tingkat pengetahuan guru sekolah luar biasa (SLB) Kota Padang. Desain penelitian adalah one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan formulir digital dengan perlakuan berupa pemberian materi edukasi pendidikan seks dan seksualitas pada guru SLB. Analisis data univariat dan bivariat dengan Microsoft Excel 2010. Didapatkan response rate penelitian 84,2%, dengan karakteristik responden hampir seluruh responden dengan level pendidikan sarjana atau lebih, separuh berada pada kelompok umur diatas 40 tahun, hampir seluruh responden berjenis kelamin perempuan, dan separuh dengan pengalaman kerja diatas 13 tahun. Hasil uji T didapatkan p-value 0,00010 < ? (0,05) dimana ini berari ada pengaruh signifikan antara pemberian edukasi dengan tingkat pengetahuan guru SLB tentang seks dan seksualitas anak tunagrahita. Direkomendasikan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin di sekolah sehingga pemahaman guru menjadi lebih baik dan dapat menyampaikan informasi ini dengan tepat kepada peserta didik
Gambaran Kualitas Hidup Lansia Yang Tinggal Di Komunitas
Being older is an advanced stage of the life journey marked by a decrease in the body\u27s ability to adapt to psychosocial problems and environmental stressors. The ability of the elderly to adapt to their conditions can affect their quality of life. Quality of life (QoL) is an individual\u27s perception that is influenced by the cultural context and value system in which they live and in relation to goals, expectations, standards, and concerns. The study aims to describe the QoL of the elderly indwelling-community. The study applied a cross-sectional approach. Total sampling technique was used with inclusion criteria: the elderly who are registered as residents of Bugangan Village, aged >60 years old, and the elderly who are willing to be respondents. The Indonesian version of the WHOQOL-OLD questionnaire was used to assess respondents’ QoL. Data were analyzed using univariate analysis (mean and standard deviation). There are 151 elderlies participated in the study. The results showed that 52% respondents have a good quality of life. This may be related to the environmental-recognized and social activities that the elderly can still perform. Community nurses are recommended to provide more activities for elderly through POSYANDU LANSIA
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Premenstrual Syndrome Pada Masa Pandemi Covid-19
ABSTRACTPremenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms or complaints by women on days 7-10 before menstruation until the end of menstruation. Symptoms include physical, psychological, and emotional which can affect lifestyle and behavior. The exact cause of PMS is still unknown, but it can be triggered and exacerbated by several factors, one of which is physical activity. The Covid-19 pandemic has an impact on the government\u27s school from home policy to prevent transmission, indirectly changing physical activity, especially for female students which can exacerbate PMS symptoms experienced. This study aims to analyze the relationship between physical activity and PMS during the COVID-19 pandemic. The research method is observational analytic with cross sectional design. The study was conducted on female students of SMAN "A" Surabaya with an age 15-18 years. The number of samples 78 respondents with a sampling technique using proportional stratified random sampling. Bivariate analysis using Chi Square Test. The results showed that there were 46.2% moderate physical activity, with moderate PMS 57.7%. The results of statistical tests showed that there was a relationship between physical activity and PMS p = 0.001 (p < 0.05) with a Prevalence Ratio (PR) of 1.895 (95% CI 1.303-2.755). There is a significant relationship between physical activity and premenstrual syndrome in adolescent girls. Education and information on management efforts are urgently needed to reduce PMS complaints, especially during the COVID-19 pandemic