Jurnal Kesehatan Mercusuar
Not a member yet
    162 research outputs found

    THE FACTORS AFFECTING OF STUNTING IN AGE 6-24 MONTHS

    No full text
    The prevalence of stunting in Indonesia in 2018 reaches 30.8%. According to data from the Padang City Health Office in 2017, toddlers with the most stunting conditions in Padang City were in Pauh District as many as 96 toddlers. This is influenced by many factors that can have a bad impact on the child\u27s future. This study aims to determine the factors that influence the incidence of stunting in infants aged 6-24 months. This research is a quantitative study using a cross sectional design with 66 respondents aged 6 - 24 months in Limau Manis Selatan Village, Pauh District. The research will be conducted from May to July 2019. Sampling with purposive sampling technique. The results showed that the factor most related to the incidence of stunting was poor hygiene with a percentage of 48.5% (p value = 0.037). The conclusion of this study all factors have a relationship with the incidence of stunting in infants. Suggestions for health services are expected to be able to provide counseling to mothers and bring toddlers to health services when toddlers are sick so that they can be addressed appropriately

    HUBUNGAN KESEHATAN SPIRITUAL DENGAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS DI YAYASAN LANTERA MINANGKABAU SUPPORT PADANG

    Full text link
    Angka kejadian HIV/AIDS terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Permasalahan yang dihadapi orang dengan HIV/AIDS sangat kompleks. Salah satu dampak dari permasalahan adalah penurunan kualitas hidup. Kualitas hidup seseorang dapat dipengaruhi oleh kesehatan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kesehatan spiritual dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah orang dengan HIV/AIDS di Yayasan Lantera Minangkabau Support Padang dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan (CI) 95 % dengan nilai ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separoh (64%) orang dengan HIV/AIDS memiliki kualitas hidup buruk, 36% memiliki kualitas hidup baik, lebih dari separoh (60%) memiliki kesehatan spiritual buruk dan 40% memiliki kesehatan spiritual baik. Hasil uji statistik di dapatkan ada hubungan kesehatan spiritual dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS di Yayasan Lantera Minangkabau Support Padang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa orang dengan HIV/AIDS dengan kesehatan spiritual buruk cenderung memiliki kualitas hidup buruk, sedangkan orang dengan HIV/AIDS dengan kesehatan spiritual baik memiliki kualitas hidup baik. Diharapkan kepada agar perawat untuk untuk meningkatkan kesehatan spiritual  orang dengan HIV/AIDS agar kualitas hidup mereka bisa lebih baik lagi

    PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PADA LANSIA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DI JAKARTA SELATAN

    Full text link
    oai:ojs2.jurnal.mercubaktijaya.ac.id:article/3The decrease function and ability of the older people’s body make the fulfillment of basic needs in adequate. It causes decrease in quality of life. When the older people’s feels perceived physical weakness as limitation, so the perception of health will decrease too. This study aimed to identify the correlation fulfillment of bacic need with older people’s quality of life in Srengseng Sawah South Jakarta. Analytic correlation was used as design of this research with cross sectional study approach. This study used 111 samples, where as purposive sampling is applied in sample collection. In multivariate, paired linear regression is used to know characteristics confounding. The result were age (median=67,00), sex is women 84 person (75,7%) and buttom income 79 person (71,2%) as confounding with p value 0.00 for age, sex with p value 0.057 and p value for income 0.130. There is correlation with fulfillment of basic needs and quality of life in older people’s. This study suggest to increase quality of life in weakness or physical decrease in older people’s by over whelming the symptoms and positive improvement of older people’s perception.Penurunan fungsi dan kemampuan tubuh lansia membuat pemenuhan kebutuhan dasar menjadi tidak adekuat, sehingga menyebabkan penurunan kualitas hidup. Kelemahan fisik yang dialami lansia menyebabkan keterbatasan, maka persepsi terhadap kesehatan juga akan menurun. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan pemenuhan kebutuhan dasar dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel 111. Pengambilan sampel dilakukan dengn cara purposive sampling. Analisis bivariat dengan menggunakan uji spearman rank, sedangkan untuk analisis multivariat menggunakan uji regresi linear ganda terhadap konfounding yaitu karaktersitik lansia. Didapatkan hasil karakteristik umur (median=67,00), jenis kelamin perempuan (75,7%) dan pendapatan rendah (71,2%) merupakan konfounding dengan masing-masing nilai untuk umur p=0,00, jenis kelamin p=0,057, dan pendapatan p=0,130. Pemenuhan kebutuhan dasar dengan kualitas hidup mempunyai hubungan yang signifikan. Disarankan agar perawat dalam meningkatkan kualitas hidup lansia yang mengalami kelamahan atau kemunduran secara fisik sehingga tidak mampu dalam pemenuhan kebutuhan dasar adalah dengan cara menurunkan dan mengatasi gejala yang dialami lansia serta meningkatkan persepsi positif terhadap lansia

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2

    Full text link
    DM tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan manajemen diri untuk mencegah komplikasi. Perilaku manajemen diri diabetes mencakup diet, latihan fisik, medikasi, pemantauan glukosa darah dan perawatan kaki. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan manajemen diri pada penderita DM tipe 2 di Poli Klinik Khusus Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian adalah survei analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional  study. Populasi  pada  penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung di rawat jalan Poli Klinik Khusus Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan jumlah sampel 61 orang yang diambil dengan menggunakan metode accidental sampling. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner. Analisa univariat ditampilkan pada tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi-square dengan kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separoh pasien DM Tipe 2 (55,7%) memiliki manajemen diri yang kurang baik dan lebih dari separoh (60,7%) memiliki dukungan sosial yang kurang baik. Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan manajemen diri di Poli Klinik Khusus Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang (p value = 0.002). Kesimpulan dari hasil penelitian dukungan sosial mempengaruhi manajemen diri. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan manajemen diri dengan mengefektifkan dukuangnmelalui pembentukan klub diabetes, perawat sebagai fasilitator untuk menghubungkan pasien DM tipe 2 dengan sumber dukungan sosial baik keluarga, tenaga kesehatan, kelompok pendukung untuk mempertahankan kondisi emosional pasien ke arah yang adaptif

    GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGALO KOTA PADANG

    Full text link
    Stunting merupakan masalah gizi yang banyak terjadi pada balita..Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 29%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stuntingdiantaranya panjang badan lahir, berat badan lahir, riwayat ASI Eksklusif, riwayat Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, dan tinggi badan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang tahun 2018.Penelitian ini bersifat deskriptif di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang tanggal 8-15 Juli 2018.Populasi adalah balita stunting yang terdata saat Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 yaitu 31 orang. Pengambilan sampel dengan caratotal sampling yaitu 31 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara dan studi dokumentasi.Pengolahan data berupa editing, coding, entry, dan cleaning.Analisa data dengan analisa univariat. Dari 31 responden menggambarkan bahwa 61,3% dengan panjang badan lahir normal, 100% respondendengan berat badan lahir cukup, 61,3% responden mendapat ASI eksklusif, 58,1% respondentidak mendapat IMD, 71,0% responden dengan pendapatan keluarga tinggi, 54,8% responden dengan jumlah anggota keluarga besar, dan 100% responden memiliki ibu dengan tinggi badan normal. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa yang menjadi faktor risiko terjadinya stunting adalah riwayat IMD dan jumlah anggota keluarga .Untuk itu diharapkan terjadinya penurunan prevalensi Balita pendek (stunting) di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang

    PENGALAMAN IBU REMAJA PRIMIPARA MEMPEROLEH DUKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF

    Full text link
    Dukungan keluarga merupakan hal penting dalam meningkatkan kepercayaan diri ibu remaja. Hal ini terkait dengan kondisi ibu remaja yang rentan dan membutuhkan bimbingan. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap delapan orang ibu remaja dengan tematik konten analisis. Penelitian ini menghasilkan tujuh tema yaitu ibu remaja mempunyai persepsi yang baik tentang ASI eksklusif, sebagian besar partisipan mengalami masalah fisik dan psikologis karena kurangnya pengetahuan dan dukungan, dukungan suami dan orangtua serta anggota keluarga perempuan sangat diperlukan untuk keberhasilan ASI eksklusif, bentuk dukungan keluarga yang dirasakan bermanfaat adalah dukungan instrumen, informasi, emosi dan penghargaan. Partisipan merasakan peningkatan kepercayaan diri untuk menyusui karena adanya dukungan keluarga. Beberapa partisipan merasakan kendala dalam menyusui berupa perbedaan informasi dan anjuran dari keluarga yang tidak sesuai  harapan. Tetapi partisipan tetap mengikuti arahan ibu kandung untuk mempertahankan pemberian ASI eksklusif. Hasil temuan ini merekomendasikan kepada perawat maternitas untuk mengoptimalkan peran dan pengawasan terhadap ibu remaja dimulai dari masa antenatal dengan melibatkan keluarga

    STUDI KASUS: ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS POST SC ATAS INDIKASI PRE-KLAMSIA BERAT DI RUANGAN RAWAT GABUNG KEBIDANAN RSUP DR.M.DJAMIL

    Full text link
    Salah satu indikator yang mendapat perhatian seksama adalah tekanan darah yang seharusnya dalam batas normal.Jika ibu hamil ditemukan dengan kenaikan tekanan darah yang disertai dengan gejala dan tanda yang ada adalah tekanan darah 160/110 mmHg, urin kurang dari 400 cc/24 jam (oliguria), proteinuria lebih dari 3 gr/liter, keluhan subjektif seperti nyeri epigastrium, gangguan penglihatan, nyeri kepala, edema paru dan sianosis, gangguan kesadaran, bidan segera melakukan konsultasi atau merujuk ibu ke pelayanan kesehatan yang lengkap untuk mendapatkan pertolongan persalinan seksio cesarean. Tujuan penelitian adalah melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas post sc atas indikasi PEB melalui pendekatan pola pikir manajemen asuhan kebidanan varney secara komprehensif Metode yang digunakan adalah studi kasus untuk mengeksplorasi masalah. Subjek penelitian adalah Ny. E P1A0H1.Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2016, di ruang rawat inap kebidanan RSUP. Dr.M. Djamil Padang. Tekhnik pengambilan data antara lain data primer meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, observasi dan data sekunder, meliputi studi dokumentasi dan studi kepustakaan.Analisis data dilakukan dengan cara membuat narasi dari hasil wawancara dan pemeriksaan dengan menggunakan 7 langkah Varney Asuhan kebidanan pada kasus Ny “E” yaitu ibu nifas post seksio cesarean atas indikasi pre eklamsia berat menggunakan prinsip manajemen Varney. Pasien di observasi dan diberikan asuhan sesuai dengan wewenang bidan di rumah sakit yang mengedepankan asuhan kolaborasi baru asuhan mandiri, dan dari asuhan yang diberikan dibahas perbedaan dan kesenjangan antara teori dan praktek.Kesimpulan penelitian adalah tidak ditemukan kesenjangan antara teori dengan lahan praktik dalam asuhan kebidanan pada Ny. E

    PEMIJATAN PADA TITIK LI-4 UNTUK MENGURANGI NYERI KANULASI AV-FISTULA PADA PASIEN HEMODIALISIS

    Full text link
    Salah satu akses vaskuler yang digunakan untuk hemodialisis adalah arterivenous fistula (AV-fistula). Kanulasi AV-fistula menimbulkan masalah nyeri pada pasien. Berdasarkan bukti ilmiah, pemijatan pada titik large intestinum 4 (LI-4 atau huko point) adalah intervensi yang dapat diterapkan untuk mengurangi nyeri kanulasi AV-fistula. Tujuan penerapan EBN ini adalah mengidentifikasi efektifitas pemijatan pada titik LI-4 pada penurunan nyeri saat kanulasi AV-fistula pada pasien hemodialisis. Penerapan EBN dilakukan pada bulan April 2017. Jumlah sampel 14 orang pasien hemodialisis. Hasil penerapan EBN menunjukkan pemijatan titik LI-4 efektif dalam menurunkan nyeri kanulasi AV-fistula (p<0,001). Pemijatan pada titik LI-4 dapat diaplikasikan perawat sebagai intervensi manajemen nyeri non farmakologis untuk mengurangi nyeri kanulasi AV-fistula pada pasien hemodialisi

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP IMUNISASI TETANUS TOXOID DI PUSKESMAS LUBUK BUAYA PADANG TAHUN 2018

    Full text link
    Imunisasi Tetanus Toxoid adalah proses Pembangun kekebalan sebagai upaya pencegahan infeksi tetanus. Berdasarkan data dan cakupan imunisasi Tetanus Toxoid Dinas Kesehatan Kota Padang, Puskesmas Lubuk Buaya merupakan cakupan yang terendah. Pada tahun 2016 sebesar 2.138 sasaran cakupan ibu hamil, diimunisasi TT yaitu pada TT1 18,80%, cakupan TT2 22,54%, cakupan TT3 10,24%, cakupan TT4 6,03%, dan cakupan TT5 2,39%. Tujuan penelitian adalah untuk melihat tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pemberian imunisasi TetanusToxoid di Puskesmas Lubuk Buaya Tahun 2018.Penelitianiniadalah deskriptif di Puskesmas Lubuk Buaya Padang pada tanggal 14-18 Juli 2018. Populas iseluruh Ibu Hamil yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang dari bulan Juni-JuliTahun 2018 sejumlah 121 orang. Sampel 31 orang dengan teknik pengambilan sampel acidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner denganl angkah data editing, coding, entry, tabulating, dan cleaning. Data secara analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 orang responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 13 orang (14,9%) tentang imunisasi Tetanus Toxoid, responden yang memiliki sikap negatif sebanyak 17 orang (54,8%). Dari data diatas disimpulkan bahwa kurang dari separuh responden memiliki pengetahuan cukup tentang imunisasi Tetanus Toxoid, lebih dari separuh responden memiliki sikapnegatifdan menolak pemberian imunusasi Tetanus Toxoid. Di sarankan kepada ibu hamil harus mendapatkan imunisasi Toxoid agar terhindar dari penyakit infeksi Tetanus pada janin yang dikandungnya

    HUBUNGAN PENGETAHUAN, PARITAS DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN PERILAKU PEMBERIAN KOLOSTRUM DI KELURAHAN GUNUNG SARIK WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELIMBING, TAHUN 2018

    Full text link
    Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2014, AKB di Indonesia sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup, dan penyebabnya sebagian besar terkait dengan faktor nutrisi. Badan kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa salah satu cara menurunkan AKB adalah Pemberian ASI terutama Kolostrum. Sedangkan cakupan IMD (termasuk pemberian kolostrum) terendah salahsatunya adalah Puskesmas  Belimbing (78,35%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, paritas dan pendidikan ibu dengan perilaku pemberian kolostrum di Kelurahan Gunung Sarik Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing tahun 2018. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Gunung Sarik pada bulan Mei sampai Juni 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di Kelurahan Gunung Sarik pada bulan Mei sampai bulan Juni berjumlah 58 orang. Pengambilan sampel secara systematic random sampling kepada 37 orang sampel menggunakan data primer dengan kuesioner. Jenis pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik pengolahan data diawali dengan editing, coding, entry, tabulating dan cleaning. Data diolah dengan komputerisasi menggunakan  analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pemberian kolostrum (p = 0,006), ada hubungan paritas dengan perilaku pemberian kolostrum (p = 0,005), dan ada hubungan pendidikan dengan perilaku pemberian kolostrum (p = 0,015) di Kelurahan Gunung Sarik Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan, paritas dan pendidikan ibu dengan perilaku pemberian kolostrum di Kelurahan Gunung Sarik Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing tahun 2018. Diharapkan kepada ibu nifas  untuk selalu memberikan kolostrum karena kolostrum sangat bermanfaat bagi bayinya

    28

    full texts

    162

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Mercusuar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇