Jurnal Kesehatan Mercusuar
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TERHADAP PENINGKATAN SELF EFICACY IBU HAMIL DAN MENYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI EKSLUSIF
Family is the main group in maintaining health, and is the main actor in providing care to its members who are giving exclusive breastfeeding. The strategy used is the approach of family and family supporters of ASI. This study aims to provide an overview of the application of ASI-supporting families in increasing self-efficacy. The design of this study was a case study of 10 families with pregnant women and / or nursing mothers taken through purposive sampling technique. The results showed that pregnant and nursing mothers need family support in improving self-efficacy and behavior in breastfeeding
PERAN BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL PADA MASA PANDEMI COVID 19
Saat ini Indonesia dan Dunia sedang menghadapi Pandemic Covid 19. Pelayanan kehamilan menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Sebagai tenaga kesehatan yang berada pada garis depan dalam pelayanan maternal neonatal di seluruh Indonesia, bidan harus mampu mengelola, memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan efisien dalam memutus mata rantai penularan, baik di level individu, keluarga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan peran bidan dalam pelayanan antenatal pada masa pandemic covid-19. Metoda yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang menggambarkan pengetahuan dan peran bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Di Sumatera Barat. Sampel penelitian adalah bidan yang memberikan pelayanan antenatal di FKTP sebanyak 55 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner online yang dikirimkan melalui format kuesioner elektronik. Selanjutnya data dianalisa secara univariat. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 52,7% responden memiliki pengetahuan yang tinggi tentang pelayanan ibu hamil masa pandemic Covid 19, 98,2% responden berperan baik dalam pelayanan ibu hamil masa pandemic Covid 19. Diharapkan instansi pelayanan kesehatan tingkat pertama, melengkapi APD yang dibutuhkan dalam layanan ANC dan memberikan penghargaan kepada bidan yang memberikan layanan ANC.
Kata kunci : pelayanan antenatal masa pandemic covid-19, peran bida
HUBUNGAN KELELAHAN POSTPARTUM DENGAN MOTIVASI PEMBERIAN ASI
THE WOMEN\u27S CONDITION AFTER CHILDBIRTH UNDERGOES PHYSICAL AND PSYCHOLOGICAL CHANGES. CHANGES AFTER CHILDBIRTH CAUSE FATIGUE IN THE POSTPARTUM PERIOD. POSTPARTUM FATIGUE MAKES THE MOTIVATION OF BREASTFEEDING DECREASE. THIS STUDY AIMS TO FIND OUT THE RELATIONSHIP OF FATIGUE WITH MOTIVATION FOR BREASTFEEDING IN THE POSTPARTUM PERIOD. THE DESIGN OF THIS STUDY WAS A QUANTITATIVELY ANALYTICAL CORRELATION WITH A CROSSECTIONAL APPROACH PERFORMED ON 95 POSTPARTUM MOTHERS WITH PURPOSIVE SAMPLING TECHNIQUES. THE QUESTIONNAIRES USED ARE THE POSTPARTUM FATIGUE SCALE (PFS) AND BREASTFEEDING MOTIVATIONAL INSTRUCTIONAL MEASUREMENT SCALE (BMIMS). STATISTICAL ANALYSIS USES THE SPEARMAN RHO TEST WITH SIGNIFICANCE P<0.05. THE RESULTS OF THIS STUDY SHOWED THAT POSTPARTUM MOTHERS WHO EXPERIENCED HIGH LEVELS OF FATIGUE AS MUCH AS 91 (95.8%), MODERATE AS MUCH AS 2 (2.1%), LOW AS MANY AS 2 (2.1%) RESPONDENTS. THE MOTIVATION LEVEL OF BREASTFEEDING WAS LOW BY 50 (52.6%), AND THE MOTIVATION OF BREASTFEEDING WAS LOW AS MUCH AS 40 (47.4%) RESPONDENTS. THE CONCLUSION OF THIS STUDY THERE IS A SIGNIFICANT ASSOCIATION BETWEEN FATIGUE AND MOTIVATION OF BREASTFEEDING IN POSTPARTUM (P = 0.001). HEALTH SERVICE ARE EXPECTED TO IMPROVE THE QUALITY OF SERVICE IN THE POSTPARTUM PERIOD BY ASSESSING POSTPARTUM FATIGUE EARLY TO INCREASE MATERNAL MOTIVATION IN BREASTFEEDING.
 
INOVASI METODE PEMBELAJARAN MONTASE SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN DALAM PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN PENULARAN TBC
Tuberculosis is an airborne disease caused by the bacterium mycobacterium tuberculosis, transmission occurs when a person inhales droplet nuclei containing mycobacterium tuberculosis, is spread from person to person through the air. The health cadres play an essential role for tuberculosis control and prevention. Therefore tuberculosis knowledge and skills among health cadres needs to be strengthened. Knowledge is a very important factor in shaping a person\u27s actions, behaviors based on knowledge will last longer than those without it. This study aims to analyze and to prove the influence of education with montage learning methods in strengthening the role of health cadre in TB control and prevention. Used an pre experimental design and one group pre test and post test design with sampel of 20 people. Data collected using a questionnaires. Analysis used paired t-test with a significance level of 5% (? = 0,05). The result of the study provides that knowledge and skills of health cadres about TB control and prevention before intervention shows the lowest score of 58,75±14,59 and after intervention of 74,25±10,30. The results of the research used paired t-test showed that the cadres knowledge and skills about TB control and prevention rise after the montage learning methods, while the value of p value was 0,003 < 0,05.
 
FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI SELF CARE MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI KLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan hasil dari kegagalan atau penolakan tubuh mnggunakan zat insulin (resistensi insulin). Pada orang dengan diabetes tipe 2 diperlukan self care management untuk mengelola penyakitnya. Diabetes knowledge, self efficacy, self care agency merupakan faktor internal yang mempengaruhi self care management. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor internal yang mempengaruhi self care management pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di poli klinik khusus penyakit dalam RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Poli Klinik Khusus Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sampel berjumlah 60 orang dengan teknik accidental sampling, dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner SDSCA, ASAS-R, DMSES, dan kuesioner diabetes knowledge. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56.7% responden memiliki self care management yang kurang baik, 50% responden dengan self care agency kurang baik, 46.7% responden dengan self efficacy kurang baik, dan 61.7% responden dengan diabetes knowledge kurang baik. Terdapat hubungan antara self care agency, self efficacy, dan diabetes knowledge dengan self care management dengan nilai p value (? 0.05). Terdapat hubungan antara self care agency, self efficacy, dan diabetes knowledge dengan self care management di poli klinik khusus penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Disarankan kepada pasien diabetes mellitus tipe 2 untuk meningkatkan self care agency, self efficacy, dan diabetes knowledge nya.
Kata Kunci : Diabetes mellitus tipe 2, self care management, self care agency, self efficacy, diabetes knowledg
PENGARUH YOGA TERHADAP NYERI DISMENORE PADA SANTRIWATI ALIYAH KELAS X DI PONDOK PESANTREN SUMATERATHAWALIB PARABEK BUKITTINGGITAHUN 2019
Masa menstruasi disertai nyeri disebut dengan dismenore.Dari survey awal 15 santriwati, terdapat 13 santriwati yang mengalami nyeri saat menstruasi.Diantaranya 7 santriwati dengan nyeri ringan, 4 santriwati dengan nyeri sedang dan 2 santriwati dengan nyeri berat.Yoga merupakan salah satu teknik untuk relaksasi sangat dianjurkan untuk mengurangi dismenore.Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Yoga Terhadap Nyeri Dismenore Pada Santriwati Aliyah Kelas X Di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi Tahun 2019.
Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest.Tempat penelitian di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi.Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni 2019.Sampel penelitian adalah 15 orang.Untuk mengetahui Pengaruh Yoga terhadap penurunan dismenore diuji dengan uji wilcoxone dengan derajat kepercayaan 95 %.
Hasil penelitian menunjukkan rata–rata nilai nyeri sebelum dilakukan yoga 5,13 dan setelah dilakukan sebesar 3,33. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan ada Pengaruh Yoga Terhadap Nyeri Dismenore Pada Santriwati Aliyah Kelas X (0,0005< 0,05)
Disimpulkan bahwa ada Pengaruh Yoga Terhadap Nyeri Dismenore Pada Santriwati Aliyah Kelas X. Diharapkan kepada santri untuk menjadikan yoga ketika dismenore.sehingga rasa tidak nyaman karena dismenore tidak mengganggu aktivitas belajar disekolah maupun diluar sekola
STUDI KASUS PENCEGAHAN KOMPLIKASI KAKI DIABETIK DALAM LINGKUP ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN PENDEKATAN TEORI FAMILY CENTERED NURSING
Pengontrolan komplikasi Diabetes Melitus khususnya komplikasi kaki membutuhkan keterlibatan keluarga dalam merawat diabetisi. Melibatkan keluarga dalam merawat diabetisi dapat dilakukan dengan pendekatan teori family centered nursing. Pendekatan teori family centered nursing mendeskripsikan peran aktif keluarga dalam menyelesaikan masalah kesehatan dalam keluarga yang diaplikasikan dalam bentuk asuhan keperawatan keluarga. Metode yang dilakukan adalah studi kasus. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga dalam mengatasi komplikasi kaki diabetik pada diabetisi agregat dewasa. Studi kasus ini dilakukan di Kelurahan Curug Kota Depok. Studi kasus ini dilakukan pada bulan Oktober – April 2017. Jumlah keluarga kelolaan pada studi kasus ini adalah 10 keluarga. Hasil pelaksanaan studi kasus didapatkan terdapat peningkatan tingkat kemandirian keluarga setelah diberikan asuhan keperawatan keluarga. Sebelum diberikan asuhan keluarga, 80% keluarga dengan tingkat kemandirian I. Setelah diberikan asuhan keperawatan keluarga, 80% keluarga dengan tingkat kemandirian III. Diharapkan pada perawat komunitas dalam memberikan asuhan keparawatan keluarga dapat memandirikan keluarga melakukan fungsi perawatan kesehatan keluarga
HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 2 TEMBILAHAN
The high prevalence of anemia among teenagers if it is not be handled properly, it will continue into adulthood and contribute greatly to maternal and infant mortality. Preliminary study was conducted in Senior High School Number 2 Tembilahan were 10 respondents on the result of hemoglobin check, 4 respondents did not have anemia and 6 respondents experienced anemia. The purpose of this study was to determine the relationship of menstrual pattern and nutritional status with the incidence of adolescent anemia in Senior High School Number 2 Tembilahan. This type of research is analytic quantitative with cross sectional design. The sampling technique is simple random sampling . The population is class XI and XII students of Senior High School Tembilahan with the number 146 students and number of samples were 99 respondents. Data werw collected through a questionnaire and examination of hemoglobin levels and then processed using univariate and bivariate analysis with chi square test. The research result was obtained most of respondents aged 17 years old as many 48,5%, normal menstrual pattern is as many 63,6%, abnormal nutritional status is as many 50,5%, there are no anemia is as many 57,6%, there is relationship between menstrual pattern and between nutritional status with the incidence of anemia with value p value = 0,000. It is expected that the school will continue to collaborate with health workers of UPT Public Health Centre of Gajah Mada in giving KIE to all students
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN LAMA HEMODIALISIS DENGAN DEPRESI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI UNIT HEMODIALISA
Menurut World Health Organization 2014 prevalensi gagal ginjal kronik mengalami peningkatan sebesar 50% dari tahun sebelumnya. Pasien GGK yang menjalani hemodialisis selain menimbulkan dampak bagi fisik, juga menimbulkan dampak secara psikologis salah satunya depresi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan lama hemodialisis dengan depresi pada pasien GGK. Desain penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 7-14 Juli 2020. Sampel pada penelitian ini 42 orang dengan menggunakan metode ”accidental sampling” dan instrumen menggunakan kuesioner. Hasil penelitian terdapat hubungan dukungan keluarga terhadap depresi pada pasien GGK (p=0,037) dan terdapat hubungan lama HD terhadap depresi pada pasien GGK (p=0,025).Kesimpulan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dan lama hemodialisis dengan depresi pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Disarankan bagi petugas kesehatan lebih aktif untuk meningkatkan kualitas kesehatan pasien dan memberikan pendidikan kepada keluarga pasien agar keluarga memberikan dukungan dari segala aspek karena dukungan dari keluarga hal yang sangat dibutuhkan oleh pasien yang menjalani hemodialisis
SEXUAL BEHAVIOR IN ADOLESCENT HIGH SCHOOL IN INDRAGIRI HILIR DISTRICT IN 2018
Adolescent sexual behavior is all forms of behavior that are driven by sexual desire, a form of sexual behavior that is risky and is at low risk. The purpose of this study was to determine the sexual behavior of high school adolescents in Indragiri Hilir Regency in 2018, including risk factors, enabling and reinforcing. Cross sectional study design. Sample 233 people. The sampling procedure by systematic random sampling, data collection using questionnaires and data analysis was carried out univariately, bivariately by chi-square test and multivariate with multiple logistic regression tests. The results showed that the proportion of adolescents who carry out sexual behavior is at risk of 11.2%. Variables related to sexual behavior in adolescents are attitudes with p value 0.021 (POR: 3.441) and peers with p value 0.007 (POR: 3.906) and role family is a counfounding variable on attitudes and peers. It can be concluded that the bad influence of peers 4 times adolescents have a risky sexual behavior compared to the good influence of peers. It is expected that there should be school cooperation with the Education Agency in terms of providing counseling and including reproductive health education into the school curriculum, for parents and adolescents to be selective in choosing friends so that adolescents are not easily affected by the risk, especially in sexual matters.