Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Dampak Penggunaan Metode Finger Painting terhadap Perkembangan Seni Anak Usia Dini
Seni mendorong anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai macam media atau bahkan tanpa media di luar tubuhnya. Eksplorasi dan eksperimen ini penting sebagai strategi belajar bagi anak untuk memperoleh pengalaman yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak penggunaan metode finger painting terhadap perkembangan seni anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Teknik pengumpulan data penelitian ini didapat dari informasi jurnal yang dianalisis berdasarkan masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat tema yang muncul dalam analisis data penelitian ini. Keempat tema tersebut yakni stimulasi perkembangan seni melalui finger painting, bentuk gambar hasil finger painting pada anak usia dini, warna yang digunakan oleh anak ketika finger painting , dan perubahan metode finger painting dari konteks fisik ke digital. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi penelitian yang berhubungan dengan seni pada anak usia dini mengingat topik yang sejenis masih sangat terbatas
Pengelolaan Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Efektivitas Pelaksanaan Pendidikan SD
Sarana dan prasarana merupakan salah satu aspek yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan pendidikan di sebuah sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengadaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana pendidikan untuk meningkatkan keefektifannya dalam pelaksanaan pendidikan di suatu Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan kajian studi literatur. Hasil penelitian ini yaitu menggambarkan bagaimana sebuah sekolah meningkatkan efektivitasnya dalam pelaksanaan pendidikan melalui pengadaan, pemanfaatan dan pengelolaan sarana dan prasarana. penyediaan sarana dan prasarana yang memadai guna membantu pelaksanaan di Sekolah Dasar akan membantu berjalannya pembelajaran dengan efekti
Manajemen Model Pembelajaran Beyond Centers and Circle Time (BCCT) Secara Blended Learning
Pendemi Covid-19 merubah segala aspek kehidupan tidak terkecuali dengan sistem pendidikan. Blended Learning adalah salah satu perubahan sistem pendidikan yang terjadi ketia pandemic Covid-19 dengan memadukan antara tatap muka dengan tatap maya. Penelitin ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang proses Manajemen Model Pembelajaran Beyond Centers and Circle Time secara Blended Learning. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses manajemen model pembelajaran Beyond Centers and Circle Time secara Blended Learning diawali dengan perencanaan membuat kebijakan, aturan, RPPH, RPPM dalam menghadapi pembelajaran Blended Learning, pelaksanaan dilakukan dengan tiga hari offline dan tiga hari Online. Offline dengan Home Visit dan tatap muka terbatas sedangkan Online dengan menggunakan Whatsapp Group serta video pembelajaran
Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Metode Bermain Peran
Tenaga pendidik kurang memberikan stimulus sehingga Anak tidak bertanggung jawab dalam melakukan tugasnya, anak kesulitan untuk berinteraksi dan bermain kelompok bersama temannya dan anak kurang percaya diri ketika berhadapan dengan anak lainnya sehingga anak cenderung pasif. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui metode bermain peran di kelompok B TK Ananda Junior Kecamatan Tampan pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan siklus model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 4 tahap (perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi). Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar observasi. Sampel dalam penelitian ini seluruh anak didik berjumlah 14 orang. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan tiga kali pertemuan. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diperoleh kesimpulan bahwa dengan metode bermain peran dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional kelompok B di TK Ananda Junior Kecamatan Tampan Pekanbaru
Pemahaman Pendidikan menurut Buya Hamka dengan Mengimplementasikan Lambang Bangsa Indonesia
Laporan postingan riset penelitian ini bertujuan untuk mengenal serta menganalisis pemikiran ataupun gagasan Haji Abdul Malik Karim Amrullah maupun yang lebih banyak dikenal Buya Hamka, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai pembelajaran yang tercantum dalam ajaran Islam baik secara eksplisit maupun implisit dengan mengimplementasikan sila-sila Pancasila. Riset ini memakai tata cara kualitatif lalu memakai pendekatan deskriptif. Tata cara ini dicoba dengan metode menganalisis informasi ataupun bahan diperoleh dari berbagai referensi seperti buku, jurnal, dan/atau artikel. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pemikiran Buya Hamka tentang pendidikan yang diperoleh dari nilai-nilai ajaran Islam sangat relevan dengan kondisi terkini dan dapat diterapkan dalam dunia pendidikan mutkahir dalam hal ini pun adanya sila-sila Pancasila. Pemikiran-pemikiran Buya Hamka tersebut jika diterapkan dengan tepat dapat mewujudkan manusia yang bermoral atau berakhlak mulia, berkarakter, cerdas, serta berwawasan luas. Lambang bangsa Indonesia yaitu Garuda Pancasila dimana terdapat sila-sila Pancasila. Kebaruan dan dampak dari hasil penelitian ini kita dapat membandingkan dan mengetahui apa saja implementasi dalam pandangan buya hamka dalam sila-sila Pancasil
Analisis Pengelolaan Sarana Prasarana Pendidikan di SDN Sukamakmur
Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penunjang yang penting pada proses pembelajaran. Namun, pada umumnya tidak semua sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan kebanyakan terjadi pada sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi sarana dan prasarana yang terdapat di SDN Sukamakmur dan cara pengelolaannya untuk menunjang pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada Kepala Sekolah SDN Sukamakmur. Hasil penelitian menunjukan bahwa sarana dan prasarana di SDN Sukamakmur belum memadai hanya terdapat sekitar 70% dari standar yang ditetapkan BSNP. Untuk menyiasati hal tersebut maka pihak sekolah melakukan kegiatan pengelolaan sarana yang maksimal dimulai dari kegiatan perencanaan, pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penyimpanan, hingga penghapusan dengan dilakukan bersama-sama. Pengelolaan yang baik ini menjadikan pembelajaran tetap berjalan efektif sesuai dengan anjuran dari pemerintah bahkan siswanya masih memiliki motivasi tinggi untuk belajar
Pembelajaran Bermuatan STEAM dengan Media Loose Parts di Taman Kanak-Kanak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan pembelajaran bermuatan STEAM dengan media loose parts yang ada di Taman Kanak-kanak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pelaksanaan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua metode, yaitu metode observasi dan metode wawancara. Observasi dilakukan saat guru melakukan persiapan, pelaksanaan pembelajaran dan penataan loose parts. Sedangkan wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai perasaan yang dirasakan oleh anak saat anak mengikuti proses pembelajaran bermuatan STEAM dengan media loose parts. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penyatuan proses pembelajaran yang bermuatan STEAM dan media loose parts, maka pembelajaran menjadi lebih bermakna juga berdampak positif baik bagi perkembangan anak dan guru. Dampak positif bagi anak, anak akan lebih kreatif, inovatif, dan dapat berpikir kritis dalam menciptakan produk-produk baru sesuai dengan ide-ide mereka dan perasaan mereka senang dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, Sedangkan bagi guru, guru juga dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengemas, menata dan melakukan pembelajaran dengan media loose parts
Pengaruh Sarana Prasarana Terhadap Pengembangan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar
Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh sarana prasarana terhadap pengembangan mutu pendidikan di sekolah dasar. Fokus penelitian yaitu bagaimanakah pengaruh sarana prasarana. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh sarana prasarana terhadap mutu pendidikan serta mengetahui dampak sarana prasarana terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi literatur. Sumber data dalam penelitian ini adalah jurnal, buku dan website. Dari penelitian ini maka didapatkan hasil yakni sarana prasarana pendidikan menjadi prioritas penting yang harus disiapkan secara baik dan berkesinambungan sehingga terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan lancar, serta meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Jika sarana dan prasarana yang ada di sekolah tidak memadai atau terdapat kekurangan maka hal tersebut dapat mempengaruhi dan menghambat proses pembelajaran terutama pada peserta didik serta mutu pendidikanny
Identifikasi Perkembangan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini dalam Masa Pandemi
Pembelajaran yang dilaksanakan jarak jauh di rumah saja menimbulkan perubahan proses pembelajaran bahkan penurunan pada hasil belajar anak terutama anak usia dini. Sejak adanya masa pandemic covid-19 muncul kendala dalam pendidikan yaitu berubahnya proses pembelajaran tatap muka menjadi daring atau jarak jauh Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan hasil data dari identifikasi terhadap perkembangan berpikir simbolik anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Talamau. Metode dari penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan berpikir simbolik anak dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) namun belum mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan juga terdapat anak yang masih dalam kategori Mulai Berkembang (MB). Hal ini dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi bukan hanya terdapat pada anak saja akan tetapi keadaan yang kurang mendukung untuk mengembangkan perkembangan simbolik anak salah satunya disebabkan oleh pembelajaran secara online dalam masa pandem
Pemakaian Bahasa Non Verbal Guru dan Peserta Didik di Pendidikan Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa non verbal guru dan bahasa non verbal peserta didik jenjang PAUD. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Subyek penelitian terdiri dari 2 kelompok PAUD yang terdiri dari 26 peserta didik PAUD. PAUD yang menjadi lokasi penelitian berada di Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah bernama PAUD Lentera. Peserta didik PAUD dipilih sebagai objek penelitian karena dikategorikan oleh Vygotsky berada di dalam masa preverbal, tahap komunikasi anak yang dominan menggunakan bahasa non verbal. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati guru dan peserta didik kelas PAUD dari 2 tingkatan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) ketika mengajar di kelas, guru dominan menggunakan bahasa non verbal berupa paralinguistik, haptiks, kinesik, dan 2) ketika berkomunikasi dengan guru, peserta didik jenjang PAUD dominan menggunakan bahasa non verbal berupa kinesik. Kinesik yang digunakan peserta didik didominasi oleh gerak tubuh atau gestur