Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Pengembangan Aplikasi Edukatif Pada Pembelajaran Literasi Sains Anak Usia Dini
Penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat mendukung berbagai pelaksanaan pembelajaran di pendidikan anak usia dini, salah satunya penggunaan aplikasi edukatif dalam pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa aplikasi edukatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran literasi sains anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan dengan menggunakan pendekatan dari Borg and Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa aplikasi edukatif yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid berdasarkan hasil uji coba permulaan dan praktis berdasarkan hasil uji coba lapangan terbatas pada uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil
Pengaplikasian Budaya Lokal Gresik dalam Kegiatan Pembelajaran PAUD
Urgensi pengenalan budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini di Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana lembaga PAUD memperkenalkan budaya lokal. Melalui pendekatan survey kuantitatif dengan metode simple random sampling, 34 lembaga PAUD dilibatkan dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan dan analisis untuk mengukur sejauh mana budaya lokal diintegrasikan dalam kurikulum. Temuan menunjukkan bahwa 32 lembaga dari total 34 lembaga telah mengaplikasikan budaya lokal dengan elemen utama berupa makanan khas, tarian, dan tradisi Gresik. Implikasinya, integrasi budaya lokal yang lebih mendalam pada kurikulum PAUD dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi anak terhadap warisan budaya serta identitas lokal mereka. ini mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman budaya di masa depan
Dampak Game online Free Fire terhadap Karakter Tanggungjawab dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
Teknologi yang semakin canggih menyebabkan siswa sekolah dasar menjadi candu dalam bermain game online. Salah satunya adalah game online free fire. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak game online free fire terhadap karakter tanggungjawab dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah studi kasus pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh berasal dari observasi, wawancara, dan angket. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, orang tua, dan siswa. Hasi penelitian ini adalah bermain game online free fire memiliki dampak terhadap karakter tanggungjawab yang dapat dilihat dari empat indikator yaitu (1) mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah dengan baik; (2) bertanggungjawab atas setiap perbuatan; (3) melakukan piket sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan; (4) mengerjakan tugas kelompok seara bersama-sama. Kemudian bermain game online free fire juga berdampak terhadap hasil belajar siswa.
Permainan Balok untuk Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Anak Usia 4-5 Tahun
Keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan kerjasama sejak dini merupakan tolak ukur keberhasilan kerjasama anak pada tahap berikutnya. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak usia 4-5 tahun menggunakan media permainan balok yang dilakukan secara berkelompok. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah sepuluh orang anak usia 4-5 tahun di kelas Ar-Rahman. Setelah dilakukannya permainan balok dengan menggunakan langkah-langkah yang lebih efektif, pencapaian anak dari pra siklus, siklus 1, dan siklus 2 terdapat peningkatan kerjasama yang diperoleh anak. Kriteria “BB” saat pra siklus yaitu 30% dan kriteria “BSB” belum tercapai. Kriteria “BB” saat siklus pertama mencapai 12,50% dan “BSB” 15%. Kriteria “BB” saat siklus ke 2 terdapat 0% dan “BSB” mencapai 85%. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya kerjasama anak usia 4-5 tahun di RA Al-Fajar dengan menggunakan permainan balok
Pengaruh Lembar Kegiatan Anak dengan QR Code Terhadap Literasi Sains Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lembar kegiatan anak (LKA) dengan QR code terhadap literasi sains anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian Pre Experimental dengan desain One Shot Case Study. Berdasarkan hasil analisis data pada uji-t setelah dilakukan perhitungan maka diperoleh bahwa yaitu sebesar 0,26 dan hasil dari (19) adalah 0,013. Jadi berdasarkan perhitungan dapat ditarik kesimpulan bahwa (0,26 > 0,013) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lembar kegiatan anak dengan QR code memiliki pengaruh terhadap literasi sains anak. Karena setelah menerapkan LKA dengan QR code anak mampu menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif, memecahkan masalah sederhana dengan cara yang fleksibel, serta menerapkan pengetahuan dalam konteks yang baru
Penanaman Sikap Sosial Anak di Taman Penitipan Anak (TPA) Robbani Indralaya Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanaman sikap sosial anak di TPA Robbani Indralaya Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas satu orang pendidik, satu orang pengasuh, dan tiga orang tua anak yang dititipkan di TPA Robbani. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan interaktif mencakup pengumpulan data, reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil Penelitian menunjukkan proses penanaman sikap sosial pada anak dilakukan dengan keteladanan dan pembiasaan. Penanaman sikap sosial anak meliputi sikap percaya diri, menyesuaikan diri, dan bertanggung jawab. Pelaksanaan tahapan penanaman sikap sosial pada anak telah dilakukan dengan baik, namun pada sikap bertanggung jawab belum terlihat hasil yang maksimal. Ditandai dengan respon anak yang melakukan kesalahan ketika ditegur seakan tidak peduli, belum bisa membantu membereskan tempat istirahatnya, dan meninggalkan kegiatan yang sedang dilakukan tanpa menyelesaikanny
Analisis Praktik Sharenting Orang Tua Milenial di Provinsi Riau, Indonesia
Saat ini orang tua terbiasa memposting informasi anak secara rinci ke media sosial hingga melanggar privasi anak, fenomena ini dikenal dengan istilah sharenting. Sharenting marak dilakukan oleh orang tua milenial yang sangat melek dengan teknologi informasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar praktik sharenting orang tua milenial di provinsi Riau. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan teknik sampling area sehingga hanya diambil 3 kabupaten yakni Pekanbaru, Indragiri Hilir dan Bengkalis. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 orang dengan syarat: orang tua kelahiran 1981-1996 yang memiliki anak usia 0-6 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket melalui google formulir. Hasil penelitian menunjukkan, praktik sharenting yang dilakukan orang tua milenial di provinsi Riau sebesar 75,9% dan berada pada kategori sedang. Temuan ini diharapkan dapat disosialisasikan secara lebih luas dan ditindak lanjuti oleh pemangku kepentingan sebagai bahan rujukan untuk membuat kebijaka
Pengaruh Pola Asuh Otoriter Terhadap Perilaku Agresif Anak
Pola asuh otoriter dapat menyebabkan anak anak merasa tertekan, dikekang, dan kurang mandiri, membentuk konsep diri yang negatif dan memicu timbulnya perilaku yang menyimpang, salah satunya perilaku agresif. Penelitian ini dilakukan dalam menguji pengaruh pola asuh otoriter terhadap perilaku agresif pada anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Populasi pada penelitian ialah orang tua yang memilki anak usia 5-6 di Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Dengan teknik purposive sampling terpilih 65 orang tua yang melakukan penerapan pada pola asuh otoriter dari 136 kuesioner yang disebar secara langsung. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis dengan memakai uji regresi linier melalui program SPSS. Hasil penelitian membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan variabel pola asuh otoriter terhadap perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Dari hasil analisis data diperoleh persamaan Y= 5,372 + 0.578 X. Pola asuh otoriter berkontribusi sebesar 68% terhadap perilaku agresif. Dari hasil penelitian harapannya orang tua bisa mengindari pola asuh otoriter supaya perilaku agresif anak dapat dikurangi
Pengembangan Video Dongeng Angka untuk Anak 4-5 Tahun
Anak usia dini memiliki rentang konsentrasi yang sangat pendek dalam menerima pembelajaran. Agar pengenalan angka menjadi materi yang menarik, dibutuhkan media yang dapat menstimulasi konsentrasi anak. Artikel ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pengenalan angka menggunakan video dongeng yang valid dan efektif. Penelitian ini menggunakan model pendekatan R&D (Research and Development) ADDIE. Pada penelitian ini peneliti menggunakan 34 anak yang berusia 4-5 tahun. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan sesuai prosedur pengembangan yang dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa video dongeng angka memiliki kevalidan dan keefektivan. Pemilihan karakter tokoh dan materi yang disesuaikan dengan usia anak mampu menambah motivasi belajar anak tentang angka. Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru PAUD dalam mengenalkan angka pada anak usia dini dengan cara yang berbeda dan menarik.
Motorik Kasar, Motorik Halus, dan IMT pada Anak Usia 4-5 Tahun
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang hubungan antara motorik kasar, motorik halus dan IMT. Jenis penelitian ini adalah korelasional. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner motorik kasar dan motorik halus Ages & Stages Questioner (ASQ). Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 50 anak usia 4-5 tahun. Teknik analisis data Spearman’s rho. Hasil yang diperoleh dari analisis data yang telah dilakukan adalah 1) kemampuan motorik kasar anak sebanyak 85% pada anak perempuan dan 83% anak laki-laki masuk pada kriteria sesuai dengan tahapan perkembangan anak, dan sisanya perlu diberi stimulasi agar perkembangan mencapai tahapannya dan perlu dilakukan pemantauan, 2) kemampuan motorik halus anak sebanyak 4% masuk pada kriteria perlu dilakukan penilaian ulang oleh professional dan sebanyak 96% kemampuan motorik halus anak sudah sesuai dengan tahap perkembangannya, 3) tidak ada hubungan antara IMT, motorik kasar dan motorik halus, namun ada hubungan antara motorik kasar dengan motorik halus anak usia 4-5 tahun