Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, LEVERAGE PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM: STUDI PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI
This research aimed to analyze the influence the dividend policy proxied by Dividend Payout Ratio (DPR), leverage the company proxied by Debt to Equity Ratio (DER) and profitability proxied by Return On Equity (ROE) to return stock in companies manufacturing sub-sectors of the food and drinks listed in Indonesia Stock Exchange period 20013-2015. This study uses quantitative methods. The sampling technique used purposive sampling method and selected according to established criteria. Model analysis used multiple linear regression. From the analysis of the following results, dividend policy (DPR), the company's leverage (DER), profitability (ROE) either partially or simultaneously has no effect on stock returnsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dividen yang diproksikan dengan Dividen Payout Ratio (DPR), leverage perusahaan yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan profitabilitas yang ditunjukkan oleh Return On Equity (ROE) terhadap return saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20013-2015. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Model analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Dari analisis hasil penelitian sebagai berikut, kebijakan dividen (DPR), leverage perusahaan (DER), profitabilitas (ROE) baik secara parsial maupun simultan tidak berpengaruh terhadap return saham
PENGARUH PELATIHAN, DEMOGRAFI, DAN KETERAMPILAN TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA
The purpose of this study was to determine and analyze the effect of training on Human Resources Information System, then investigate and analyze the demographics influence the organization of the Human Resources Information System, the latter is to know and analyze the effect of the organizational skills of the Human Resource Information System. This study uses a quantitative research methods. The population used in this study was 36. The sampling technique in this research is census techniques.
Methods of data analysis used in this research is descriptive analysis and Partial Least Square. The study shows that, training and demographics affect the Human Resources Information System. It shows that the Human Resource Information System can be used without special skills how to use the Human Resources Information System.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan terhadap Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, kemudian mengetahui dan menganalisis pengaruh demografi organisasi terhadap Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, terakhir adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh keterampilan organisasi terhadap Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sensus. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan Partial Least Square. Hasil studi menunjukkan bahwa, pelatihan dan demografi mempengaruhi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Hal tersebut menunjukkan bahwa Sistem Informasi Sumber Daya Manusia mampu digunakan tanpa kemampuan khusus bagaimana menggunakan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
PENGARUH AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN ALOKASI DANA DESA, KEBIJAKAN DESA, DAN KELEMBAGAAN DESA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT: Studi Kasus Pada Desa Gubugklakah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang
The purpose of this study examines the effect of financial management accountability allocation of village funds, village policy, institutional and villages on the welfare of the community. It is also conducted to determine whether the allocation of funds financial management accountability village, village policies, and village institutions jointly affect the welfare of the community. Respondents consisted of 55 women and 45 men from all walks of education and work different. All data is processed by multiple regression analysis with a look at the validity, realibiltas, and hypothesis testing by F test and t test. The results of this study indicate that accountability in financial management fund allocation village, village policies, and village institutions affect the welfare of the community, and accountability in financial management allocation of village funds, village policies, and institutional berpengaaruh village together for the welfare of society.Tujuan dari penelitian ini menguji pengaruh akuntabilitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa, kebijakan desa, dan kelembagaan desa terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah akuntabilitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa, kebijakan desa, dan kelembagaan desa secara bersama-sama berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Responden terdiri dari 55 perempuan dan 45 laki-laki dari berbagai latar pendidikan dan pekerjaan yang berbeda-beda. Semua data diolah dengan analisis regresi berganda dengan melihat uji validitas, realibiltas, dan pengujian hipotesis dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa, kebijakan desa, dan kelembagaan desa berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa, kebijakan desa, dan kelembagaan desa berpengaaruh secara bersama-sama terhadap kesejahteraan masyarakat
PENGARUH KUALITAS PRODUK, KUALITAS PELAYANAN DAN DIGITAL MARKETING TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN: Studi pada Pelanggan Kedai Hj.S Jl. Kesumba Kota Malang
oai:ojs2.jibeka.asia.ac.id:article/3This research is a kind of field research, case study on Kedai Hj.S Jl.Kesumba Malang Town customers that aims to know how the influence of product quality, service quality and digital marketing to customer loyalty. The data were taken directly from the respondents through a questionnaire survey with Likert scale by random sampling to as many as 80 respondents. The results of data analysis using SPSS 23 software shows that both product quality, service quality and digital marketing have a significant effect on customer loyalty. Thus, to increase customer loyalty, it is suggested that Hj.S management to improve the product quality, or at least maintain the product quality, speed up the service processing and increase the social media usage.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan studi kasus pada pelanggan Kedai Hj.S yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan dan digital marketing terhadap loyalitas pelanggan. Data diambil secara langsung dari responden melalui survei kuisioner dengan skala likert secara random sampling kepada sebanyak 80 responden. Hasil analisis data menggunakan software SPSS 23 menunjukkan bahwa baik kualitas produk, kualitas pelayanan dan digital marketing berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Sehingga, untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, disarankan agar manajemen kedai Hj.S meningkatkan kualitas produk, atau minimal mempertahankan kualitas produk, mempercepat proses pelayanan dan peningkatan penggunaan media sosial
Pertumbuhan Bisnis Melalui Metode O2O pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia
The government's efforts to encourage Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to "go online" get great support from the business people of e-commerce.This is because the economic power, especially in Indonesia with 60% lies in MSMEs. In the current mobile internet era, the number of smartphone users who have done online is the main source in the development of MSMEs. One of the strategies adopted by many businesses in Indonesia is the Online to Offline or Offline to Online (O2O) strategy.The O2O business model not only changes consumer mentality and service models but also bring a new challenge to the traditional e-commerce. It can be said that e-commerce is currently looking for new ways to combine online and offline economics, which is an inevitable trend in e-commerce development.Therefore, the O2O business model is the right business model for MSMEs because it has great development prospects. This paper will discuss the introduction of the O2O model and its development strategy to MSMEs, as well as to promote the development of O2O-based e-commerce applications at MSMEs.Upaya pemerintah dalam mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk “go online” mendapat dukungan besar dari para pelaku e-commerce. Hal ini disebabkan karena kekuatan ekonomi khususnya di Indonesia sebesar 60% terletak pada UMKM. Di era mobile internet saat ini, jumlah pengguna smartphone yang telah melakukan online adalah sumber utama dalam pengembangan UMKM. Salah satu strategi yang diadopsi oleh banyak pelaku bisnis di Indonesia adalah strategi Online to Offline atau Offline to Online (O2O). Model bisnis O2O tidak hanya mengubah mentalitas konsumen dan model layanan tetapi juga membawa tantangan baru bagi e-commerce tradisional. Dapat dikatakan bahwa e-commerce saat ini mencari cara baru untuk menggabungkan ekonomi online dan offline, yang merupakan tren yang tak terelakkan dalam pengembangan e-commerce. Oleh karena itu, model bisnis O2O adalah model bisnis yang tepat untuk UMKM karena memiliki prospek pengembangan yang besar. Makalah ini akan membahas pengenalan model O2O dan strategi pengembangannya kepada UMKM, dan juga untuk mempromosikan pengembangan aplikasi e-commerce berbasis O2O di UMKM
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI ENTREPRENEURIAL PADA SISWA DAN MAHASISWA DI SURABAYA
This study aims to look at the early stages of the birth of a business or at the stage of conception and preparation. Specifically, the purpose of this study is to develop and test empirically the determinants of entrepreneurial intentions using entrepreneur characteristic variables such as age, education, competence, gender, job status, parental background, ability to see persuasion and persistence as a predicting factor. The sample of this research is students and students who get formal education about entrepreneurship in Surabaya city. The analysis is based on a binary logistic regression model that estimates the effect of a set of predictor variables on entrepreneurship intentions. Logistic regression results show that only the age, competence, network relations, and ability to see the opportunities that affect the intention of entrepreneurship. Out-of-the-box results are the background of the parents not impacting the entrepreneurship intentions.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pada tahap awal lahirnya sebuah bisnis atau pada tahapan konsepsi dan persiapan. Secara lebih spesifik, tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji secara empiris determinan intensi kewirausahaan menggunakan variabel karakteristik entrepreneur seperti umur, pendidikan, kompetensi, jenis kelamin, status pekerjaan, background orang tua, kemampuan melihat peluah dan kegigihan sebagai faktor yang memprediksi. Sampel penelitian ini adalah siswa dan mahasiwa yang mendapatkan pendidikan tentang kewirausahaan secara formal di kota Surabaya. Analisis dilakukan berdasarkan model regresi logistik biner yang memperkirakan pengaruh dari serangkaian variabel prediktor pada intensi berwirausaha. Hasil regresi logistik menunjukkan hanya variabel usia, kompetensi, relasi network, dan kemampuan melihat peluang yang berpengaruh terhadap intensi berwirausaha. Hasil yang diluar perkiraan adalah background orang tua tidak berdampak pada intensi berwirausaha
STRATEGI BERSAING : BATIK MALANGAN KONVENSIONAL MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK BATIK KOMBINASI PADA UKM KELURAHAN MERJOSARI MALANG
Motif batik Malangan mengharapkan adanya suatu keluhuran dari pemakainya untuk selalu berdiri tegak, berani, bertanggung jawab dengan penuh rasa hormat agar mampu menyatu dengan lingkungan tempat tinggal. Potensi dan peluang usaha pengrajin batik malangan sangat prospektif. Setiap tahun banyak konsumen dari dalam maupun dari luar Kota Malang, terutama sekolah-sekolah dan perkatoran yang sudah menerapkan pemakaian batik, selalu mencari batik malangan sampai ke tempat-tempat produksi batik di Malang.
Pada UKM Pengrajin Batik Malangan di Kelurahan Merjosari Malang, teridentifikasi, perlu eksistensi dalam pengembangan usaha. Sementara pengembangan usaha batik saat ini perlu penerapan diversifikasi produk. Diversifikasi produk batik, faktanya menjadi peluang pasar. Strategi solusi yang harus diimplementasikan adalah basis diversifikasi produk batik kombinasi, dengan inovasi peralatan pencantingan batik kombinasi dan inovasi sarana pendukung yang diperlukan dalam proses produksi batik
Transformasi teknologi khususnya di bidang perbatikan sangat dibutuhkan oleh para UKM batik Malangan di Kelurahan Merjosari Malang. Sehingga cara meningkatkan produksi secara efisien, melalui diversifikasi produk dengan mentransformasi teknologi. Strategi tatakelola manajemen, menjadi pendukung utama dalam pengembangan usaha batik konvensional menjadi batik kombinasi. Tatakelola manajemen meliputi Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) menjadi fokus implementasi manajemen dalam rangka pengembangan produk batik kombinasi.Motif batik Malangan mengharapkan adanya suatu keluhuran dari pemakainya untuk selalu berdiri tegak, berani, bertanggung jawab dengan penuh rasa hormat agar mampu menyatu dengan lingkungan tempat tinggal. Potensi dan peluang usaha pengrajin batik malangan sangat prospektif. Setiap tahun banyak konsumen dari dalam maupun dari luar Kota Malang, terutama sekolah-sekolah dan perkatoran yang sudah menerapkan pemakaian batik, selalu mencari batik malangan sampai ke tempat-tempat produksi batik di Malang.
Pada UKM Pengrajin Batik Malangan di Kelurahan Merjosari Malang, teridentifikasi, perlu eksistensi dalam pengembangan usaha. Sementara pengembangan usaha batik saat ini perlu penerapan diversifikasi produk. Diversifikasi produk batik, faktanya menjadi peluang pasar. Strategi solusi yang harus diimplementasikan adalah basis diversifikasi produk batik kombinasi, dengan inovasi peralatan pencantingan batik kombinasi dan inovasi sarana pendukung yang diperlukan dalam proses produksi batik
Transformasi teknologi khususnya di bidang perbatikan sangat dibutuhkan oleh para UKM batik Malangan di Kelurahan Merjosari Malang. Sehingga cara meningkatkan produksi secara efisien, melalui diversifikasi produk dengan mentransformasi teknologi. Strategi tatakelola manajemen, menjadi pendukung utama dalam pengembangan usaha batik konvensional menjadi batik kombinasi. Tatakelola manajemen meliputi Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) menjadi fokus implementasi manajemen dalam rangka pengembangan produk batik kombinasi
Implementasi Value For Money, Input Output Outcome dan Best Value Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Sektor Publik
Pengukuran organisasi sektor publik menjadi penting untuk mengetahui tingkat pencapain pelayanan kepada masyarakat. Kinerja organisasi sektor publik dapat diukur menggunakan alat dan indikator yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep nilai waktu uang, masukan keluaran hasil, nilai terbaik sebagai indikator pengukuran kinerja sektor publik. Penelitian ini berlokasi di Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang. Jenis penelitian melalui studi perpustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi buku yang berhubungan dengan kinerja organisasi sektor publik. Analisis data digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai waktu uang, masukan keluaran hasil dan nilai terbaik dapat dipakai sebagai alat pengukuran kinerja organisasi sektor publik.Pengukuran organisasi sektor publik menjadi penting untuk mengetahui tingkat pencapain pelayanan kepada masyarakat. Kinerja organisasi sektor publik dapat diukur menggunakan alat dan indikator yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep nilai waktu uang, masukan keluaran hasil, nilai terbaik sebagai indikator pengukuran kinerja sektor publik. Penelitian ini berlokasi di Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang. Jenis penelitian melalui studi perpustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi buku yang berhubungan dengan kinerja organisasi sektor publik. Analisis data digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai waktu uang, masukan keluaran hasil dan nilai terbaik dapat dipakai sebagai alat pengukuran kinerja organisasi sektor publik
ANALISIS DAMPAK PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP TINGKAT TURNOVER INTENTION
The author wrote this journal purpose is to determine the effect on turnover intention perceived organizational support driven by turnover problems in Indonesia which has yet to be resolved, and still be a scourge that is dangerous for any company. This issue can occur due to the level of Perceived Organizational Support that low in an enterprise. With the high level of awarenessof employees to this turnover rate then most likely intention in Indonesia Decrease more. With a declining turnover rate then the employee productivity to increase the company's value will increase. In the face of an MEA already opened and foreign companies had a great opening business in Indonesia. To narrow down the movement of the foreign company then local companies must increasingly strong and growing. Therefore it is necessary that high post so that employees feel more comfortable in the work environment and the level of Tunover Intention employees in Indonesia can be decreased. So with a low unemployment rate, the employee in Indonesia are not many who are unemployed and local companies getting stronger.Tujuan penulis menulis jurnal ini adalah untuk mengetahui pengaruh Perceived Organizational Support terhadap tingkat Turnover Intention. Didorong dengan permasalahan Turnover di Indonesia yang saat ini belum dapat terselesaikan, dan masih menjadi suatu momok yang berbahaya bagi setiap perusahaan. Permasalahan ini dapat terjadi akibat tingkat Perceived Organizational Support yang rendah dalam suatu perusahaan. Dengan tingginya tingkat kepedulian karyawan terhadap hal ini maka kemungkinan besar tingkat turnover intention di Indonesia lebih menurun. Dengan tingkat turnover yang menurun maka produktivitas karyawan untuk meningkatkan value perusahaan akan meningkat. Dalam menghadapi MEA yang sudah mulai dibuka dan perusahaan-perusahaan asing berpeluang besar membuka usaha di Indonesia. Untuk mempersempit pergerakan perusahaan asing maka perusahaan lokal harus semakin kuat dan terus berkembang. Oleh karena itu diperlukan Perceived Organizational Support yang tinggi agar karyawan merasa lebih nyaman dalam lingkungan pekerjaannya dan tingkat Turnover Intention karyawan di Indonesia dapat mengalami penurunan. Sehingga dengan tingkat pengangguran yang rendah maka karyawan di Indonesia tidak banyak yang menganggur dan perusahaan local semakin kuat
PersepSi Akuntansi Sektor Publik versus Akuntansi Pemerintahan
Perceptions that are disseminated in Indonesian government accounting teaching are government accounting substitutes for public sector accounting. The logic of teaching spread always begins from the discussion of clean government and the clean individual. The definition of money in clean government in Indonesia involves the relationship between the executive and the legislature, the consolidated funds and the national loan funds in preparing the appropriate budget plan (RAPBN / RAPBD). The problem is, in general, the public sector is described as a government institution or with a clearer sentence of the ruling government, state government, and national industry of government-owned enterprises, public legal entities, public corporations. But the word is deemed inadequate, so the phrase of the ruling government is still a controversial debate in the context of democracy which states that the people are the most powerful. The purpose of the article explains the correct understanding or perception of public sector accounting. Notwith standing the importance of understanding accounting techniques in governmental organizations, public sector accounting teachings are developed under different conditions.Persepsi yang disebarkan dalam pengajaran akuntansi pemerintahan Indonesia adalah akuntansi pemerintahan pengganti akuntansi sektor publik. Logika pengajaran disebarkan selalu dimulai dari bahasan pemerintahan yang bersih dan individu yang bersih. Definisi uang dalam pemerintahan yang bersih di Indonesia melibatkan hubungan antara eksekutif dengan legislatif, dana konsolidasi serta dana pinjaman nasional dalam menyusun rencana anggaran (RAPBN/RAPBD) yang sesuai. Masalah yang ada, pada umumnya, sektor publik digambarkan sebagai institusi pemerintah atau dengan kalimat yang lebih jelas pemerintah yang berkuasa, pemerintah negara, dan industri nasional perusahaan milik pemerintahan, badan hukum publik, perusahaan publik. Namun kata tersebut dirasa kurang tepat, sehingga frase pemerintah yang berkuasa masih menjadi perdebatan kontroversial dalam konteks demokrasi yang menyatakan bahwa rakyatlah yang paling berkuasa. Tujuan penulisan artikel ini menjelaskan pemahaman atau persepsi yang benar tentang akuntansi sektor publik. Tanpa mengabaikan pentingnya pemahaman teknik-teknik akuntansi di organisasi pemerintahan, pengajaran akuntansi sektor publik yang dikembangkan dalam kondisi yang berbeda