Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
450 research outputs found
Sort by
Metode Mendongeng Mengatasi Masalah Keterlambatan Bicara Dan Bahasa Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Muslimat NU 02 Desa Tambak Rejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang
Keterlambatan bicara dan bahasa dapat mengakibatkan kesulitan belajar, kesulitan membaca dan menulis serta mempengaruhi pencapaian akademik anak hingga dewasa. Menurut World Health Organization (WHO) 2019, gangguan perkembangan bahasa diseluruh dunia memiliki angka kejadian sebanyak 27,5% dari 149.000.000 yang mengalami keterlambatan bicara dan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode mendongeng dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara. Sampel terdiri dari 61 anak usia 4–6 tahun dari populasi 154 anak. Pre-test menunjukkan bahwa hanya 18 anak (29,51%) yang mampu menjawab pertanyaan bahasa dengan benar, sedangkan pada post-test meningkat menjadi 43 anak (70,49%). Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks menghasilkan nilai Z = -4,279 dan p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan setelah intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa metode mendongeng pada anak usia 4-6 tahun di TK Muslimat NU 02 Desa Tambak Rejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa dan bicara pada anak usia dini
Penerapan Terapi Inhalasi Uap Air Dengan Minyak Kayu Putih Untuk Meredakan Sesak Napas Dan Mengencerkan Dahak Pada An. B Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Dengan Diagnosa Medis TB Paru Di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono
Mycobacterium tuberculosis adalah agen penyebab penyakit menular yang dikenal sebagai tuberkulosis paru (TB). Untuk meredakan sesak napas dan dada sesak tanpa harus minum obat, cobalah menghirup uap dari alat penguap air panas yang dicampur dengan kayu putih. Eucalyptol (cineole) yang ditemukan dalam daun Melaleuca memberi minyak kayu putih sifat anti-inflamasi, bronkodilator, dan mukolitiknya. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi inhalasi uap air panas dengan minyak kayu putih terhadap pengeluaran dahak, penurunan sesak napas, dan normalisasi laju pernapasan pada pasien TB Paru di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria diagnosis TB Paru, usia anak, bersihan jalan napas tidak efektif, frekuensi napas lebih dari 20 kali per menit, bersedia menjadi responden, dan dirawat di ruang Aster. Hasilnya memperlihatkan bahwa terapi ini berhasil menurunkan frekuensi pernapasan pasien, dan pemberiannya tiga kali sehari diyakini memfasilitasi pengeluaran dahak serta mengurangi sesak napas. Disimpulkan bahwa terapi ini berhasil menurunkan laju pernapasan pasien ke kisaran normal, meningkatkan produksi dahak, dan memperbaiki SPO2. Ketika pasien mengalami kesulitan membersihkan saluran napas, perawat dan anggota keluarga harus mencoba pengobatan inhalasi uap air dengan minyak kayu putih
Pengaruh Potensi Bahan Pangan Lokal Sirup Buah Pedada (Sonneratia Caseolaris) Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 7 Tarakan
Anemia banyak terjadi pada masyarakat, terutama pada remaja putri. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri secara langsung salah satunya yaitu asupan zat besi tidak cukup dan penyerapan tidak adekuat. Maka dibutuhkan makanan tambahan seperti buah dan sayur yang mengandung vitamin A, C dan B yang dapat membantu penyerapan tablet Fe yang di konsumsi. Dalam penelitian kali ini menggunakan buah lokal yaitu sirup buah pedada dengan tablet Fe. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi eksperimen) dengan pretest – posttest with control group design. Hasil penelitian pada dua kelompok setelah di berikan intervensi sama-sama mengalami peningkatan, namun peningkatan yang sangat signifikan terjadi pada kelompok eksperimen. Diperoleh hasil rata-rata (mean) setelah diberikan perlakuan intervensi sirup buah pedada dan tablet Fe meningkat dengan rata rata 3.450 dengan nilai uji statistik didapatkan P value 0.000. Pada kelompok kontrol diberikan perlakuan intervensi pemberian tablet Fe selama 1 minggu juga mengalami kenaikan hemoglobin yaitu 0.238. Dengan nilai uji statistic P value 0.0
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif Dengan Kejadian Produksi ASI Di UPTD Puskesmas Paringin
Enam bulan pertama kehidupan merupakan masa krusial bagi bayi, di mana pemberian ASI eksklusif sangat diperlukan untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan, kekebalan tubuh, dan perkembangan optimal. Namun, banyak ibu mengalami hambatan dalam pemberian ASI eksklusif, terutama akibat rendahnya produksi ASI. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang terbukti Pijat oksitosin merupakan metode stimulasi pada bagian tulang belakang yang terbukti mampu mendorong pelepasan hormon oksitosin, sehingga dapat meningkatkan produksi sekaligus memperlancar pengeluaran ASI. Metode Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest dan posttest dalam satu kelompok. pada satu kelompok tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian mencakup..20 ibu menyusui bayi usia 0–3 bulan yang mengalami keluhan produksi ASI tidak lancar, dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi berupa pijat oksitosin dilakukan selama 5 hari berturut-turut, sekali sehari selama 15 menit. Data dikumpulkan melalui observasi volume produksi ASI dan kuesioner frekuensi menyusui, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.. Hasil Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam produksi ASI setelah intervensi (p = 0,008). Sebelum pijat, produksi asi banyak hanya 8 orang (40%) sedangkan setelah intervensi, ibu menyatakan lebih percaya diri dalam menyusui dan berkomitmen untuk melanjutkan pemberian ASI eksklusif Kesimpulan Pijat oksitosin terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan produksi ASI dan mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari pelayanan kebidanan dan edukasi laktasi untuk ibu menyusui, terutama pada masa nifas dan awal menyusui.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Kekerasan Seksual Pada Remaja Di SMKN X Kota Batam
Latar Belakang: Perkembangan teknologi informasi yang pesat membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di kalangan remaja. Media sosial saat ini tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan, namun juga sebagai ruang untuk membentuk identitas diri, mencari pengakuan sosial dan berekspresi secara bebas. Dibalik banyaknya manfaat dari social media, namun juga menghadirkan tantangan serius, terutama terkait dengan isu kekerasan seksual pada remaja. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMK Negeri X sebanyak 74 siswa. Teknik pengambilan sampling menggunakan Simple Random Sampling, yang memenuhi kriteria inklusi seperti siswa siswi yang memiliki akun media sosial dan aktif dalam penggunaannya. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tentang pengaruh sosial media terhadap kejadian perilaku kekerasan seksual yang diisi responden melalui google form. Analisis data menggunakan Uji Chi Square untuk melihat hubungan pengaruh sosial media dengan perilaku kekerasan seksual remaja. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai P-value = 0,000 (P < 0,05), artinya terdapat hubungan antara pengaruh sosial media dengan perilaku kekerasan seksual pada remaja
Informasi Anatomi Pemeriksaan Pedis Pada Kasus Trauma di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal
Pemeriksaan pedis di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal umumnya menggunakan proyeksi AP dan obliq, namun pada kasus trauma sering kali disesuaikan dengan kondisi pasien. Pada kasus TN.R, hanya menggunakan proyeksi AP dengan penyudutan antara kaset dan objek sebesar 35º. Menurut Lampignano (2018) dan penelitian Wahyuni et al. (2018), pemeriksaan pedis menggunakan proyeksi AP Axial 10º cephalad dan oblik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui informasi anatomi pemeriksaan pedis pada kasus trauma di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal. Metode penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan pada bulan September 2024- Mei 2025 di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu tiga orang Radiografer, satu orang Dokter Radiologi dan 1 orang Dokter Pengirim sedangkan objek penelitian ini yaitu teknik pemeriksaan pedis pada kasus trauma di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal. Teknik pemeriksaan pedis pada kasus trauma di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal hanya menggunakan proyeksi anteroposterior dengan penyudutan antara kaset dengan objek sebesar 35º. Informasi anatomi belum cukup karena hanya menampilkan anatomi phalang dan metatarsal, sedangkan anatomi tarsal tidak terlihat jelas. Penyudutan ini juga menyebabkan distorsi elongation yang dapat menghilangkan detail anatomi penting pada radiograf.. Kelebihan pada pemeriksaan ini yaitu pasien tidak merasa sakit selama dilakukan pemeriksaan namun kekurangannya adalah terdapat distorsi pada hasil radiograf. Proyeksi AP dengan penyudutan antara kaset dengan objek sebesar 35º digunakan karena pasien nonkooperatif dan keterbatasan alat fiksasi. Hasil citra belum optimal karena struktur ossa tarsal tidak terlihat jelas. Kelebihannya, pasien tidak merasa sakit selama pemeriksaan, namun terdapat distorsi pada radiografi. Oleh karena itu, teknik ini kurang sesuai untuk digunakan terutama pada kasus trauma
Hubungan Usia, Paritas Dan Obesitas Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta
Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi serius pada kehamilan yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Angka kejadian preeklampsia dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, paritas, dan obesitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, paritas, dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control, melibatkan 117 responden yang terdiri dari 39 ibu hamil dengan preeklampsia dan 78 ibu hamil yang tidak preeklampsia. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan lembar checklist kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Pengambilan data menggunakan total sampling untuk kasus dan random sampling untuk kontrol. Hasil: Dari 117 sampel, 78 ibu hamil (66,7%) tidak mengalami preeklampsia, sedangkan 39 (33,3%) mengalami preeklampsia. Penelitian ini memiliki 2 jenis variabel yaitu variabel terikatnya yaitu preeklapmsia pada ibu hamil dan variabel bebas nya yaitu usia, paritas dan obesitas. Analisis statistik menggunakan chi-square pada variabel usia menunjukkan p-value 0,000, variabel paritas menunjukan p-value 0,001 dan variabel obesitas menunjukan p-value 0,008 yang berarti adanya hubungan signifikan antara usia, paritas dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara antara usia, paritas dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Perilaku Jajanan Sehat Dengan Kejadian Obesitas Di SMP Negeri 1 Godean
Latar Belakang: Prevalensi obesitas Indonesia berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 usia remaja 13 – 15 tahun sebesar 4,1%. Kabupaten di Provinsi Yogyakarta prevalensi obesitas yang masih tinggi termasuk Kabupaten Sleman sebesar 4,9% dan mengalami kenaikan sebesar 0,22% pada remaja Tingkat SMP. Remaja yang mengalami perubahan salah satunya perilaku makan seperti kebiasaan konsumsi makanan jajanan tinggi lemak, tinggi kalori dan rendah serat tanpa memperhatikan kandungan gizinya sehingga dapat menyebabkan obesitas. Obesitas merupakan keadaan dimana jumlah lemak dalam tubuh berlebihan. Selain itu pengetahuan anak yang belum cukup dapat menyebabkan pemilihan makanan jajanan tidak sehat sehingga mempengaruhi perilaku memilih jajan yang dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan adalah pengetahuan seperti pengetahuan gizi, kecerdasan, presepsi dan emosi. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi dan perilaku jajanan sehat pada remaja obesitas di SMP Negeri 1 Godean. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Variabel independent pengetahuan gizi dan perilaku jajanan sehat, sedangkan variabel dependen obesitas. Sampel penelitian sebanyak 42 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan memilih makan dan kuesioner perilaku memilih makanan serta timbangan berat badan dan stadiometer. Hasil : Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji mann whitney. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pasa siswa/siswi di SMP Negeri 1 Godean tentang perbedaan pengetahuan gizi dan perilaku jajanan sehat pada remaja obesitas didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara perbedaan perilaku jajanan sehat pada remaja obesitas (p=0,0242)
Efektivitas Kompres Hangat Dalam Mengurangi Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Toto Utara
Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan umum yang dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester III, dengan prevalensi mencapai 60–80%. Nyeri ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup ibu hamil. Kompres hangat merupakan metode nonfarmakologis yang aman dan mudah digunakan untuk mengurangi intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres hangat dalam mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Toto Utara. Desain yang diguankan yaitu Quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel terdiri dari 32 ibu hamil trimester III, yang dibagi menjadi 16 ibu hamil kelompok intervensi (kompres hangat) dan 16 ibu hamil kelompok kontrol. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan penurunan skala nyeri sedang sebanyak 9 responden (56.3%) dan nyeri ringan 7 responden (43.8%). Dari hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai p value = 0.023 dengan signifikan ≤ 0.05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Terdapat efektivitas pemberian kompres hangat dalam mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Toto Utara
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kadar HB Ibu Hamil dengan Kejadian Anemia di Puskesmas Pelambuan
Latar Belakang: Anemia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan kadar kadar hemoglobin (Hb), hematokrit atau jumlah sel darah merah. WHO 2020 menyatakan prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi berkisar antar 35-75 %, di Asia sebesar 48,2%, di Indonesia tahun 2020 sebesar 48,9%, Kalimantan Selatan 19,60%. Dari hasil studi pendahuluan mendapatkan 10 responden di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin dimana dari 10 ada 6 ibu hamil mengalami anemia. Tujuan: Mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar hb ibu hamil dengan kejadian anemia. Metode: Menggunakan metode analisis kuantitatif dengan rancangan case control dimana dibagi 15 case dan 15 control dengan sampel 30 responden, jenis data primer dan sekunder. Hasil: Berdasarkan dari segi umur ibu yang anemia sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun tidak beresiko sebesar 36,6%, untuk kelompok tidak anemia 46,6%, dari status gizi ibu hamil yang anemia sebagian besar IMT tidak beresiko 26,6%, kelompok tidak anemia 40,0%, kepatuhan konsumsi tablet fe ibu yang anemia patuh 9,9%, untuk kelompok tidak anemia patuh sebesar 43,3%. Simpulan: Ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah umur dan status gizi pada ibu hamil