Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
450 research outputs found
Sort by
Efektivitas Pemberian Kompres Air Hangat dan Konsumsi Dark Chocolate Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Madrasah Nurul Hikmah Cikiwul
Menstruasi merupakan proses biologis yang dialami oleh remaja perempuan yang merupakan tanda perubahan fase dari masa kanak-kanak ke masa dewasa menurut World Health Organization (WHO) rata-rata lebih dari 50% wanita mengalami dismenore. Angka kejadian dismenore di Jawa Barat mencapai sebanyak 54.9 %, dan di Kota Bekasi sebanyak 63,2 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pemberian air hangat dan konsumsi dark chocolate terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri kelas X dan XI madrasah aliyah nurul hikmah desa cikiwul. Metodologi penelitian ini menggunakan metode studi perbandingan (comparative study ) dilakukan dengan cara membandingkan persamaan dan perbedaan sebagai fenomena mencari faktor-faktor apa atau situasi bagaimana yang dapat menyebabkan timbulnya suatu peristiwa tertentu. Sampel dikumpulkan menggunakan quota sampling berjumlah 40 remaja putri kelas X dan XI madrasah nurul hikmah. Kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitas analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian data efektivitas pemberian kompres air hangat terhadap penurunan nyeri dismenore sebesar 0,314 kurang dari 0,05 artinya tidak terdapat efektivitas yang signifikan antara pemberian kompres air hangat dengan penurunan nyeri dismenore dan data efektivitas konsumsi dark chocolate terhadap penurunan nyeri dismenore sebesar 0,746 kurang dari 0,05 artinya tidak terdapat efektivitas yang signifikan antara konsumsi dark chocolate dengan penurunan nyeri dismenore
Hubungan Usia, Paritas Dan Anemia Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta
Ketuban pecah dini merupakan kondisi pecahnya selaput ketuban sebelum waktunya melahirkan atau tanda inpartu muncul yaitu kontraksi uterus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, paritas dan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain case control dengan data sekunder rekam medik tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin yang bersalin di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogakarta pada bulan Januari-Desember 2024 berjumlah 519 ibu. Jumlah sampel 105 ibu yang terbagi dalam dua kelompok dengan perbandingan 1:2, yaitu 35 ibu sebagai kelompok kasus dan 70 ibu sebagai kelompok kontrol dengan kriteria inklusi data rekam medik yang lengkap. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus dan random sampling untuk kontrol. Instumen penelitian menggunakan master tabel data. Uji statistik penelitian ini menggunakan chi-square. Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai p-value = 0,014 (p<0,05), ada hubungan yang signifikan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05) dan ada hubungan yang signifikan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai p-value = 0,012 (p<0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara usia, paritas dan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini
Pengaruh Pemberian Minuman Serbuk Jahe Merah Terhadap Frekuensi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester Pertama
Jahe merah (Zingiber Officinale Rose) adalah salah satu varietas jahe yang memiliki karakteristik khas berupa ukuran rimpang yang lebih kecil dan warna kulit yang kemerahan dibandingkan dengan jahe biasa. Jahe merah dikenal memiliki kandungan minyak astiri yang lebih tinggi, serta senyawa bioaktif seperti gingerol, shogaol yang dapat membantu keluhan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh minuman serbuk jahe pada ibu hamil trimester pertama di wilayah kerja Puskesmas Koto Baru Kabupaten Dharmasraya pada bulan Mei 2025 selama 4 hari dengan konsumsi 2 kali perhari yaitu pagi dan sore hari. Jumlah sampel 10 ibu hamil trimester 1 yang mengalami emesis gravidarum. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Hasil analisis data didapatkan berdistribusi normal maka uji statidtik menggunakan paired sample t test dan dari hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dan frekuensi sebelum berada pada tingkat sedang (100%) dan sesudah pemberian menurun menjadi kategori ringan (90%). Kesimpulannya terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian minuman serbik jahe merah terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Oleh karena itu, disarankan komplementer berupa minuman serbuk jahe merah dapat dijadikan penanganan non-farmakologis dalam mengatasi emesis gravidarum
Gambaran Kualitas Hidup Wanita Klimakterium Di Wilayah Kerja Pukesmas Sungai Jingah Banjarmasin
Latar Belakang: Klimakterium merupakan masa transisi menuju fase non-reproduktif yang ditandai dengan penurunan hormon estrogen, sehingga menyebabkan keluhan fisik dan psikologis seperti gangguan tidur, hot flashes, serta perubahan suasana hati yang dapat berdampak pada kualitas hidup wanita. Tujuan: Mengetahui gambaran kualitas hidup wanita klimakterium di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. dengan jumlah responden sebanyak 30 orang wanita usia 40–55 tahun. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF yang terdiri dari empat domain kualitas hidup: fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Analisis dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar responden 23 responden (76,7%) memiliki kualitas hidup yang tergolong cukup buruk, 4 responden (13,3%) memiliki kualitas hidup cukup baik, 2 responden (6,7%) memiliki kualitas hidup baik, 1 responden (3,3%) memiliki kualitas hidup buruk. Simpulan: Sebagian besar wanita klimakterium di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah memiliki kualitas hidup cukup buruk, meskipun beberapa aspek seperti sosial dan lingkungan menunjukkan nilai baik.
Efektivitas Pemberian Rebusan Jahe Dan Madu Terhadap Hyperemesis Gravidarum Di RSUD Toto Kabila
Hiperemesis Gravidarum (HEG) me.rupakan salah satu komplikasi pada ibu hamil trime.ste.r pe.rtama Salah satu upaya nonfarmakologis dalam mempercepat penurunan HEG adalah dengan mengonsumsi rebusan jahe dan madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui e.fe.ktivitas pemberian rebusan jahe. dan madu terhadap Hyperemesis gravidarum di RSUD Toto Kabila. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pretest and posttest with control group design. Jumlah sampel sebanyak 32 ibu hamil Trimester I yang dibagi menjadi dua kelompok: 16 pada kelompok intervensi dan 16 pada kelompok kontrol. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan kelompok intervensi yang menerima rebusan jahe dan madu mengalami penurunan skor HEG secara signifikan dari 3,06 menjadi 1,44 (p = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa rebusan jahe dan madu terbukti memberikan efek terhadap penurunan mual dan muntah pada kehamilan Trimester I dengan nila p value 0,000 < 0,05.Sementara pada kelompok Kontrol juga menunjukkan penurunan mual muntah walaupun tidak diberikan rebusan jahe dan madu dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan: Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami penurunan tingkat keparahan mual muntah lebih besar dibandingkan kelompok kontrol, dan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dismenore Di SMA Negeri 1 Godean
Dismenore yaitu menstruasi yang disertai dengan rasa nyeri, nyeri intermiten menyertai pengeluaran darah haid yang akan terasa di perut bagian bawah dan nyeri ini akan muncul sebelum, selama, ataupun setelah menstruasi. Dari data yang didapat dismenore yang buruk paling tinggi berada di Kabupaten Sleman yaitu sebesar 88.4% ini dikarenakan remaja putri yang kurang pengetahuannya tentang dismenore. Sehingga penting diberikan pendidikan kesehatan reproduksi pada kalangan remaja untuk meningkatkan derajat kesehatan remaja putri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penyuluhan dengan memperbaiki pengetahuan remaja putri tentang dismenore. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan tentang dismenore pada siswi SMA 1 Negeri 1 Godean. Metode penelitian ini menggunakan pre exsperiment desain dengan pendekatan Pretest-Posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden siswi kelas X SMA 1 Negeri Godean dengan Teknik Sampling Total Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan Kuesioner. Hasil penelitian menggunakan uji statistik Wilcoxon menunjukkan pengetahuan dan nilai p value = 0.000, Z= -6.710 sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenore. Penelitian dilakukan setelah melakukan Uji Etik Penelitian Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Asuhan Kebidanan Dengan Terapi Pemberian Sari Kacang Hijau Untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di Puskesmas Karang Mekar
Latar Belakang : Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Puskesmas Karang Mekar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia pada ibu hamil adalah dengan memberikan terapi sari kacang hijau. Sari kacang hijau mengandung zat besi yang tinggi, yang dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Tujuan : Memberikan Asuhan Kebidanan Dengan Terapi Pemberian Sari Kacang Hijau Untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Karang Mekar. Metode : Studi kasus ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode penelitian yang memahami suatu masalah dalam kontak secara langsung dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan responden. Ciri data ini adalah dapat diamati dan dicatat. Tipe data ini bersifat non-numerik. Jenis data ini dikumpulkan menggunakan SOAP. Hasil : Hasil dari studi kasus ini didapatkan berupa hasil analisa data menunjukkan bahwa diagnosa kebidanan G1P0A0 UK 30 minggu janin tunggal hidup intrauterine dengan masalah anemia ringan karena kadar hemoglobin ibu yaitu 10,1 gr/dl% dan setelah dilakukan pemantauan selama 7 hari dengan memberikan asuhan sari kacang hijau yang rutin diminum tiap pagi dan sore dibarengi dengan tablet tambah darah diminum sebelum tidur. Hasil akhir Ibu membaik kadar hemoglobinnya mengalami peningkatan yaitu menjadi 11,4 gr/dl%. Kesimpulan : Asuhan yang diberikan pada Ibu Hamil dengan anemia ringan selama 7 hari terbukti meningkatkan kadar hemoglobin pada Ibu Hamil dari kadar hemoglobin 10,1 gr/dl% menjadi 11,4 gr/dl% 
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Perineum di Puskesmas Pekauman Banjarmasin
Luka perineum memerlukan perawatan yang optimal untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Cara perawatan luka perineum yang benar masih belum banyak yang mengerti sehingga banyak orang yang salah dalam perawatannya. Puskesmas Pekauman Banjarmasin terdata memiliki ibu nifas terbanyak se-Banjarmasin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang perawatan luka perineum di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan survei analitik dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 30 ibu nifas dengan luka perineum di Puskesmas Pekauman dengan teknik purposive sampling dan dianalisa dengan uji korelasi Kolmogorov Smirnov Z sebagai alternatif uji chi square pada tabel 2x3. Responden terbanyak memiliki pengetahuan baik dengan jumlah 21 orang (70%), dan memiliki sikap positif dengan jumlah 17 dari 30 orang (56,7%). Analisa uji hipotesis secara bivariat menunjukkan nilai p = 0,021 yang artinya ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang perawatan luka perineum. Ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang perawatan luka perineum di Puskesmas Pekauman Banjarmasin
Gambaran Pengatahuan Ibu Nifas Tentang Baby Blues Syndrome Terhadap Perawatan Bayi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin
Masalah kesehatan mental pada ibu nifas dapat menghambat fungsi dan peran ibu untuk merawat bayinya. Baby blues syndrome terjadi pada 50-70% ibu nifas di Indonesia. Di Puskesmas Pekauman ditemukan ibu nifas dengan indikasi baby blues, tidak ingin merawat anaknya namun tidak mengetahui kondisi yang dialaminya. Mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang baby blues syndrome terhadap perawatan bayi di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian kuantitatif, rancangan deskriptif dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 36 ibu nifas di Puskesmas Pekauman dengan teknik accidental sampling dan dianalisa secara deskriptif tanpa uji statistik. Sebagian besar responden berpengetahuan baik sebanyak 16 orang (44,4%), dan melakukan perawatan bayi tidak sesuai SOP sebanyak 19 dari 36 orang (47,2%). Tabel silang deskriptif menunjukkan semua responden berpengetahuan kurang, melakukan perawatan bayi tidak sesuai SOP sebanyak 5 dari 5 respoden (100%), sebagian besar responden berpengetahuan cukup, melakukan perawatan bayi tidak sesuai SOP sebanyak 11 dari 15 responden (73,3%), dan sebagian besar responden berpengetahuan baik, melakukan perawatan bayi sesuai dengan SOP sebanyak 13 dari 16 responden (81,3%). Semakin baik pengetahuan ibu nifas tentang baby blues syndrome, semakin sesuai perawatan bayi yang dilakukannya dengan standar operasional prosedur
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu yang Memiliki Balita 6 – 23 Bulan dalam Memberikan Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) di Puskesmas Sungai Bilu
Latar Belakang : Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tahun 2022 cakupan Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif paling rendah yaitu di Puskesmas Sungai Bilu yaitu hanya 28 orang. Studi pendahuluan didapatkan dari 141 ibu yang memiliki bayi usia 6- 23 bulan. Masih rendahnya pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI dipengaruhi oleh faktor umur, pendidikan, pekerjaan dan sosial ekonomi. Tujuan : Menganalisis faktor- faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu yang memiliki balita 6-23 bulan dalam memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) di Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin. Metode : Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel yaitu accidental sampling. Sampel pada penelitian ini ibu yang memiliki bayi usia 6-23 bulan di Puskesmas Sungai Bilu berjumlah 30 orang. Data Analisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan nilai α = 0,05 (95% kepercayaan). Hasil : Berdasarkan analisis data dengan uji chi square didapatkan variabel umur nilai p 0,253 (≥0,05), variabel pendidikan nilai p 0,179 (≥0,05), variabel pekerjaan nilai p 0,485 (≥0,05), dan variabel sosial ekonomi nilai p 0,485 (≥0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan umur, pendidikan, pekerjaan, dan sosial ekonomi dengan pengetahuan ibu yang memiliki balita usia 6-23 bulan dalam memberikan MP-ASI