Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
    450 research outputs found

    Pengaruh Berat Badan Lahir Terhadap Kejadian Hiperbilirubinemia Di Ruang Neonatologi RSUD Pambalah Batung Amuntai

    No full text
    Latar Belakang: Hiperbilirubin adalah kondisi medis di mana kadar bilirubin dalam darah meningkat secara berlebihan, menyebabkan jaundice pada bayi baru lahir. Gejala ini dapat terlihat pada sklera mata, kulit, membran mukosa, dan cairan tubuh. Hiperbilirubinemia terjadi ketika kadar bilirubin melebihi 15 mg/dl pada bayi prematur dan 10 mg/dl pada bayi cukup bulan. Dari hasil study pendahuluan yang dilakukan peneliti didapatkan angka presentasi kejadian Hiperbilirubinemia di ruang Neonatologi RSUD Pambalah Batung Amuntai meningkat pada 3 tahun terakhir sehingga penulis tertarik melakukan penelitian tentang hal tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian hiperbilirubinemia di ruang Neonatologi RSUD Pambalah Batung Amuntai. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional dan desain korelasional. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, menghasilkan 31 sampel bayi. Data dikumpulkan dari data sekunder melalui rekam medis bayi dan dicatat dalam lembar ceklist penilaian ikterik. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-sided) pada uji Pearson Chi-Square adalah 0,003. Karena nilai Asymp. Sig. (2-sided) 0,003 < 0,005, maka terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian hiperbilirubinemia

    Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Peran Bidan Terhadap Pemeriksaan Triple Eliminasi di TPMB C

    No full text
    Latar Belakang: Kehamilan merupakan hal yang sangat dinanti oleh setiap pasangan. Salah satu penyakit yang harus dideteksi pada ibu selama kehamilannya antara lain adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus), Sifilis dan Hepatitis B. Tujuan: Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan Pengetahuan, Sikap dan Peran Bidan dengean pemeriksaan Triple Eliminasi pada ibu hamil di TPMB Chrisna Trirestuti, S.ST., Bdn., M. Kes Kota Depok Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian survei dengan penelitian deskriptif dan analitik. Dimana variabel yang diteliti diukur dalam waktu yang sama dengan menggunakan desain penelitian crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang datang melakukan pemeriksaan di TPMB Chrisna Trirestuti, S.ST., Bdn., M. Kes Kota Depok Tahun 2024. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 responden. Hasil: Hasil penelitian bivariat hubungan pengetahuan, sikap dan peran bidan dengan pemeriksaan triple eliminasi berdasarkan hasil uji statistik chi square pengetahuan p-value 0,000 kurang dari 0,05; Sikap p-value 0,667 lebih dari 0,05; dan Peran bidan p-value 0,000 kurang dari 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan Peran bidan dengan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil. Tidak adanya hubungan antara sikap dengan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil

    Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II Dan III Di TPMB LLS Tahun 2024

    Full text link
    Angka kematian ibu, bersama angka kematian bayi, merupakan indikator penting kesehatan suatu negara. WHO melaporkan angka kematian ibu yang tinggi pada tahun 2024, salah satu penyebab tidak langsungnya adalah terlambatnya pengenalan tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan total sampling dari 149 ibu hamil. Penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,004), pendidikan (p = 0,004), dukungan keluarga (p = 0,001), dan sumber informasi (p = 0,040) berhubungan signifikan dengan pengetahuan ibu hamil, sementara pekerjaan (p = 0,242) dan pendapatan (p = 0,085) tidak signifikan. Usia, pendidikan, dan dukungan keluarga mempengaruhi pengetahuan ibu hamil. Disarankan untuk meningkatkan program edukasi berbasis komunitas, dukungan keluarga, penggunaan media sosial, serta akses dan pelatihan untuk tenaga medis

    Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Pencegahan Kehamilan Yang Tidak Diinginkan Pada Remaja Di Desa Pationgi Kecamatan Mare Kabupaten Bone

    Full text link
    Menurut World Health Organization (WHO), 16 juta anak perempuan di dunia melahirkan setiap tahum, terdiri dari 12 juta anak perempuan berusia 15 sampai 19 tahun.  Perilaku seks pranikah yang bergantung pada pola pengasuhan yang diberikan oleh orang tua dalam setiap keluarga menjadi pemicu adanya fenomena kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja. Keluarga merupakan agen sosialisasi primer di dalam Masyarakat dan merupakan tempat yang paling dekat dengan individu. Waktu individu juga lebih banyak berada di dalam keluarga. Dilihat dari besarnya peran keluarga dalam pengasuhan anak remaja maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “optimalisasi peran keluarga dalam pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja di desa  pationgi kec mare kab bone” metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak remaja putri berusia 14-17 tahun sebanyak 5 orang. Setelah dilakukan wawancara dan observasi secara langsung dan mendalam didapatkan hasil yang menggambarkan optimalisasi Peran keluarga terhadap proses tumbuh kembang anak remaja baik dari segi Pendidikan, agama, psikologi dan reproduksi maupun cinta kasih untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fungsi keluarga sangat berpengaruh untuk mencegah kehamilan yang tidak diingnkan remaja putr

    Potensi Ginger Honey dan Cocktail Honey Sebagai Suplemen Prakonsepsi Terhadap Penurunan Hormon Kortisol Pada Mencit Betina Balb/c Sebagai Media Intervensi

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari suplementasi dari Ginger Honey dan Cocktail Honey terhadap penurunan kadar Kortisol pada mencit betina Balb/c. Penelitianini dilakukan di Laboratorium Biofarmasi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin dengan Desain penelitan laboratorium pretest-posttest control group. Pemberian intervensi akan dilakukan selama 14 hari dan pemeriksaan kadar kortisol akan dilakukan menggunakan metode ELISA. Analisis statistic awal menggunakan uji one way ANOVA dan dilanjjutkan uji unpaired T-test. Pada penelitian ini pemberian ginger honey dengan dosis 28mg/20g selama 14 hari secara signifikan (p=0,05) mampu menurunkan kadar kortisol (p=0,005) sebesar -1,418 ng/ml, dan pemberian suplemen cocktail honey dengan dosis 42 mg/20 g BB/hari selama 14 hari tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar kortisol sebesar 3,158 ng/ml (p=0,024)

    Kajian Aspek Sosial Penanganan Stunting

    Full text link
    Stunting disebabkan oleh multifaktor, beberapa diantaranya adalah status gizi, sanitasi lingkungan, PHBS, dan Pelayanan KIA. Selain itu, sosial ekonomi (kemiskinan, pendidikan dan pendapatan) menjadi faktor predisposisi terjadinya stunting. Stunting memiliki dampak yang sangat luas dan serius bagi generasi emas bangsa. Hal ini pada gilirannya akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan sosial dan ekonomi negara secara keseluruhan dan pada ujungnya akan mempengaruhi pembangunan Daerah dan Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala atau hambatan yang dihadapi dalam penanggulangan stunting Kabupaten Luwu Timur serta cara untuk mengatasi kendala atau hambatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (kombinasi kuantitatif dan kualitatif). Penelitian ini merupakan suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Metodelogi kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pembagian kuesioner yang akan disebar kepada petugas kesehatan dan masyarakat Kabupaten Luwu Timur. Sedangkan metode kualitatif yang digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap terkait hambatan atau kendala penanganan stunting. Hasil kajian aspek social penanggulangan stunting menemukan bahwa adanya stigma negative tentang stunting di masyarakat, yang membuat ibu menjadi enggan untuk membawa balitanya untuk datang keposyandu, pemberian PMT hanya smpai 56 hari saja sehingga kurang maksimal dalam menangani stunting, kurangya dukungan keluarga khususnya suami dalam pencegahan stunting. Selain itu ada jumlah anggota keluarga yang tinggal di satu rumah membuat kondisi tidak idea

    Hubungan Kecemasan Terhadap Pemberian ASI Ekslusif Di PMB S Tahun 2024

    Full text link
    Setiap ibu nifas yang dirawat di PMB S mendapat asuhan baik fisik, psikologis dan sosial. Ibu nifas baik yang melahirkan dengan cara normal dilakukan pengkajian pada aspek psikologisnya. Hasil pengamatan dan wawancara saat studi pendahuluan yang penulis lakukan dengan menggunakan instrument Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang merupakan instrumen baku yang sudah digunakan di beberapa negara untuk menilai tentang tingkat kecemasan, ditemukan 7 dari 10 ibu nifas mengalami cemas dengan katagori cemas ringan 5 orang (71,4 %) dan katagori cemas sedang sebanyak 2 orang (28,6 %). Penulis juga melakukan observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap ibu nifas, didapatkan data 4 orang (57,1%) ibu nifas yang mengalami cemas terjadi penurunan produksi ASI dengan indikator frekuensi BAK pada bayi kurang dari 4 kali dalam 24 jam pertama, bayi belum BAB dalam 24 jam pertama dan bayi tampak rewel seperti tidak puas menyusui. Tahun 2024 tercatat bahwa 70% bayi tidak mengalami masalah dalam BAB dalam 24 jam pertama kelahiran dan BAK lebih dari 4 kali sehari. Studi pendahuluan juga penulis lakukan di PMB S kepada ibu nifas yang melakukan kontrol pada hari ketujuh. Dilihat dari 10 orang ibu nifas yang melakukan kontrol baik dengan riwayat persalinan normal maupun caesar 70% diantaranya mengatakan cemas dan 30% tidak mengalami kecemasan, dan dari 70% persen ibu nifas yang mengalami kecemasan mengatakan produksi Air Susu-nya tidak lancar dengan indikator frekuensi BAK pada bayi kurang dari 6 kali dalam 24 jam pertama dan bayi tidak puas tidur. Tujuan penelitian : untuk mengetahui ada hubungan kecemasan pada ibu nifas terhadap produksi Air Susu Ibu di PMB S. Metode : desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan uji chi square untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara kecemasan terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Hasil : berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan terhadap pemberian ASI pada ibu nifas di PMB SU degan p value < 0,005. Kesimpulan : Terdapat hubungan kecemasan terhadap pemberian ASI pada ibu nifas di PMB S tahun 2024

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif

    Full text link
    Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan bayi dan ibu, namun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Dukungan dari tenaga kesehatan, peran suami, hingga paparan promosi susu formula menjadi aspek yang berpotensi memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif, terutama di tingkat komunitas lokal. Tujuan Penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif pada ibu menyusui di TPMB Susi Primayanti, A.Md. Keb Desa Pandak, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode penelitian ini menggunkan  desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 82 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup variabel dukungan tenaga kesehatan, dukungan suami, paparan promosi susu formula, usia, dan pendidikan ibu. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa 47,6% responden memberikan ASI eksklusif, dan  52,4% tidak membeikan asi ekslusif.  Hasil  statistik bivariat terdapat lima variabel yang tebukti secara statisttik memiliki hubungan yang bermakna dngan pemberiaan asi ekslusif yaitu dukungan tenaga kesehatan (p = 0.00), dukungan suami (p = 0.00), paparan promosi susu formula (p = 0.04), usia (p = 0.002), dan pendidikan ibu (p = 0.004) terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan  faktor faktor dukungan dari tenaga kesehatan, dukungan suami, paparan susu formula, usia Ibu, pendidkan Ibu memiliki hungungan yang signifikan dengan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan program ASI eksklusif di Indonesia

    Angka Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) Dan Anemia Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Darul Ilmi Banjarbaru

    Full text link
    Latar Belakang: Prevalensi kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) di Indonesia pada tahun 2018 pada usia 15-19 tahun sebesar 33,5%. Adapun prevalensi anemia pada remaja putri di Provinsi Kalimantan Selatan 2019 yaitu 27,03% dan di wilayah kota Banjarbaru sebanyak 21,13%. Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia remaja putri yang dapat berdampak pada produktivitas remaja di sekolah saat remaja mengalami Anemia, remaja mengalami gejala 5L (lesu, letih, lemah, lelah, lunglai) yang berakibat daya konsentrasi menurun, gangguan fungsi kognitif, pertumbuhan dan perkembangan tidak maksimal, dan imunitas menurun. Tujuan: Mengetahui angka kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia pada remaja putri di Madrasah Aliyah Darul Ilmi. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah pengambilan sampel sebanyak 73 orang, dengan instrument pengambilan data menggunakan lembar observasi, pita LiLA, stik Hemoglobin, dan analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil: Frekuensi Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan Anemia pada Remaja Putri Madrasah Aliyah Darul Ilmi di temukan 42 orang atau 58,33% remaja putri yang mengalami KEK dan di temukan 37 orang atau 51,39% remaja putri yang mengalami Anemia. Simpulan: Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia pada remaja putri tergolong masih tinggi yang mana terdapat >50% responden yang mengalami kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) maupun kejadian Anemia di Madrasah Aliyah Darul Ilmi

    Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat pengetahuan Tentang SADARI Pada Siswi Kelas VIII SMPN 2 Temanggung

    Full text link
    Menurut WHO bulan Februari 2019 menjelaskan terjadinya Global Cancer Observatory Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2018 memperlihatkan tentang kasus kanker terbanyak di Indonesia ialah kanker payudara yaitu 58.256 atau 16,7% yang seluruh jumlahnya 348.809 kasus. SADARI merupakan pemeriksaan payudara sendiri yang dimana pemeriksaan tersebut sangat sederhana, murah dan mudah untuk dilakukan secara sendiri pada semua wanita. Pada saat melakukan SADARI lebih baik dilakukan sejak usia dini utamanya saat remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat sadari pada siswi kelas viii smpn 2 temanggung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain Penelitan One Group Pretest-Postest, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan angket. Data dianalisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, berdasarkan uji univariat, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu sebanyak 44 responden (73%), sementara 16 responden (27%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 41 responden (68,3%) memiliki pengetahuan baik, 18 responden (30%) memiliki pengetahuan cukup, dan hanya 1 responden (1,7%) yang masih dalam kategori kurang. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan peningkatan nilai mean dari 26.00 (Z=-6.431; p<0,000). Kesimpulannya, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan SADARI pada siswi kelas VII SMPN 2 Temanggung

    113

    full texts

    450

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇