Beta - Jurnal Tadris Matematika
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
Proses Berpikir Reflektif Mahasiswa Dalam Pemecahan Masalah Pada Materi Himpunan Ditinjau Dari Gaya Kognitif Berdasarkan Langkah Polya
The purpose of this study is to describe the process of reflective thinking in solving the problem of mathematic education students on the material terms of the set viewed from cognitive styles. This research is classified in the qualitative descriptive study with the case study method. The subjects in this study were students of mathematic education STKIP PGRI Pacitan in the first semester of academic year 2014/2015. The determination of the subject is by using purposive sampling, which is based on field independent and field dependent of cognitive styles. The research data taken from the test results of subjects works and interviews of subjects. Test of the credibility of the data is done by time triangulation. The data analysis technique is qualitative descriptive by Miles and Huberman. The results showed that student with field independent cognitive styles more active using reflective thinking processes than student with field dependent cognitive styles
Pengembangan Media Pembelajaran Peluang Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Mahasiswa STKIP PGRI PACITAN
This research aims at developing interactive multimedia-based mathematical learning and revealing how the students respond toward the media. The development steps of that interactive mathematical learning media using computer were carried out by development model of ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The instrument used to collect the data was media evaluation questionnaires. The data analysis technique was conducted both qualitatively and quantitatively. Based on the research findings that the interactive multimedia-based probability learning revealed no revision and wellreceived by the students. Although there is difficulty for the students at the initial use of it, due to abstract learning habit, but it can be overcome well
Prediksi Besar Gempa di sekitar Pulau Jawa Menggunakan Pemodelan Fuzzy
Gempa merupakan kejadian alam yang sampai saat ini belum bisa diprediksi secara pasti, Tetapi beberapa ahli kesulitan dan memprediksi besar gempa. Berapa penelitian telah dilakukan dengan menggunakan model matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model matematika menggunakan system logika fuzzy. Model fuzzy pada penelitian ini menggunakan kombinasi dari fuzzyfikasi singleton, mesin inferensi pergandaan, defuzifikasi rata-rata pusat, dan fungsi keanggotaan Gaussian. Metode untuk mengkontruksi aturan basis fuzzy menggunakan tabel look up scheme yang dikembangkan oleh wang. Beberapa model fuzzy yang terbentuk dibandingkan satu sama lain, dan diperoleh model fuzzy terbaik. Banyak model yang dikonstruksi dalam penelitian ini yaitu model dengan 3 input-1output, 5 input-1 output, dan 7 input – 1 output. Masing-masing model menggunakan 36 himpunan fuzzy dalam mengkonstruksi aturan basis fuzzy. Mape dan galat dari masing-masing model berturut-turut yaitu 4,34% dan 10,72%, 1,29% dan 1,19%, 0,67% dan 0,14%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model yang terbaik yaitu model yang menggunakan 7 input-1output
Desain Pembelajaran Materi Pecahan Menggunakan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)
Pecahan berurutan merupakan salah satu materi penting dalam pembelajaran aljabar yang digunakan untuk mempelajari materi yang lain. Namun, faktanya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar pecahan berurutan disebabkan pembelajaran yang didominasi cara-cara formal sehingga hal ini tidak dapat mendukung pemahaman siswa tentang konsep pecahan berurutan. Oleh karena itu, diperlukan aktivitas belajar yang menekankan pada pemahaman konsep daripada strategi formal. Peneliti merancang 3 aktivitas pembelajaran pecahan berurutan dengan menggunakan pendekatan PMRI.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi berupa Local Instrucstional Theory (LIT) tentang materi pecahan berurutan. Penelitian ini melibatkan pada siklus 1 melibatkan 6 orang siswa dan pada siklus ke 2 melibatkan 36 siswa serta seorang guru model di SMP Negeri 55 Palembang. Data dikumpulkan melalui lembar kerja siswa, pre-test, post-test, video dan interview. Data dianalisis dengan cara membandingkan Hyphotetical Learning Trajectory (HLT) dan apa yang terjadi selama proses pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan kartu pecahan dapat mendukung pemahaman siswa dalam memahami pecahan siswa dari tahap informal ke tahap formal
Kemampuan Berfikir Formal Mahasiswa
Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah agar peserta didik memiliki kemampuan penalaran. Kemampuan penalaran merupakan kemampuan menghubungkan fakta-fakta untuk memperoleh informasi. Kemampuan penalaran ini melibatkan kemampuan logis yang menuntut siswa menyelesaikan suatu persoalan dengan logika kebenaran yang sesuai. Kemampuan berfikir formal merupakan wujud dari kemampuan penalaran yaitu kemampuan untuk membuktikan kebenaran pernyataan dengan menggunakan aksioma, definisi atau teorema yang sudah berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berfikir formal mahasiswa dalam mata kuliah analisis real. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah peneltian deskrifsikan. Istrumen yang digunakan adalah intrumen tes yang memuat pertanyaan pembuktian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berfikir formal rata-rata mahasiswa yang menempuh mata kuliah analisis real termasuk dalam katagori cukup. Mahasiswa dengan kemampuan tinggi memiliki kemampuan berfikir formal yang baik dan didukung dengan kemampuan analisis yang baik sedangkan mahasiswa dengan kemampuan rendah memiliki kemampuan berfikir formal yang cukup baik akan tetapi memiliki kemampuan analisis yang kurang
Pengaruh Cooperative Learning Tipe Make a Match Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pretest-postest non equivalent control group, dengan menggunakan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen.Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII MTsN Model Selongtahun Pelajaran 2014/2015. Sampel dalam penelitian ini adalah dipilih dua kelas, masing-masing satu kelas menjadi kelas kontrol sebanyak 30 siswa dan satu kelas menjadi kelas eksperimen sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes untuk mengukur hasil belajar matematika siswa dan non-tes untuk mengetahui tingkat motivasi belajar matematika siswa. Data hasil penelitian dianalisis melalui statistik nonparametrik yaitu statistik two-group MANOVA dengan bantuan program SPSS16.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis multivariat dengan two-group MANOVA, diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara cooperative learning tipe Make A Match jika dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa terhadap matematika. Artinya terdapat pengaruh Cooperative Learning tipe Make A Match terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa
Pengembangan Software Matematika SMP/MTs Berbasis Solutif Menggunakan Borland Delphi
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk berupa software pembelajaran matematika aljabar di tingkat SMP/MTs berbasis solutif menggunakan Borland Delphi. Pengembangan software ini dilakukan melalui 4 tahap yang disebut 4-D yakni: Define, Design, Develop, and Disemination. Hasil akhir produk yang kembangkan berupa software media pembelajaran matematika SMP/MTs di bidang aljabar yang terdiri dari grafik fungsi, persamaan garis lurus, sistem persamaan dan pertidaksamaan linier, dan persamaan dan fungsi kuadrat. Pada tahap validasi diperoleh tingkat kevalidan rata-rata sebesar 3,75 yang berarti “cukup valid”. Kemudian pada uji coba terbatas respon guru/mahasiswa terhadap software rata-rata sebesar 58,22% yang berarti “cukup solutif”. Sedangkan pada uji coba lapangan, rata-rata siswa memberikan respon 56,94% yang berarti “cukup praktis”.
 
Students’ Prior Understanding of Area
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran dan pemahaman awal siswa mengenai konsep luas dan pengukuran luas sebelum mereka diajarkan mengenai luas secara formal dalam kelas matematika. Dalam bahasa lain, penelitian ini bertujuan unuk menyelidiki hakikat pemahaman dan pandangan siswa mengenai konsep luas dimana pemahaman dan pandangan tersebut bukan merupakan pengaruh dari pembelajaran matematika di dalam kelas pada topik tersebut. Temuan dari penelitian ini diharapakan dapat berguna untuk guru atau pihak lainnya yang terkait sebagai pertimbangan dalam mengajar dan merancang perangkat pembelajaran, tugas belajar, atau kegiatan pembelajaran pada konsep pengukuran luas. Penelitian ini menemukan tiga hal penting terkait dengan pemahaman awal siswa mengenai luas dan pengukuran luas, yaitu (1) siswa memandang luas sebagai wilayah dari suatu permukaan (tidak melihat luas sebagai garis); akan tetapi (2) sebagian besar dari mereka belum memiliki pemahaman mengenai satuan pengukuran luas dalam menentukan luas suatu permukaan; oleh karena itu (3) mereka tidak dapat melakukan kegiatan pengukuran luas dengan benar. Dalam hal ini, mereka hanya memperhatikan dimensi tertentu dari bidang yang diukur, seperti panjang atau lebar, ketika berhadapan dengan masalah membandingkan luas. Memperhatikan ketiga temuan tersebut dan mengacu pada literature yang terkait dengan proses pengajaran yang efektif pada konsep luas, maka untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa mengenai luas, dianggap penting untuk memperkenalkan siswa mengenai konsep satuan pengukuran luas. Pemahaman mengenai satuan tersebut kemudian dapat dijadikan sebagai dasar untuk memperkenalkan konsep mengenai pengukuran luas sebagai perhitungan banyaknya satuan pengukuran luas. Pada akhirnya, pemahaman mengenai cara pengukuran luas seperti itu dapat dijadikan sebagai landasan bagi siswa untuk memahami dan memaknai konsep mengenai pengukuran luas dengan menggunakan rumus pengukuran luas
Pengaruh Pembelajaran Open Ended Berbasis Kecerdasan Emosional Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kecerdasan Emosional Mahasiswa
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain pre-test post-test non equivalent group. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester VII Prodi Pendidikan Matematika STKIP Hamzanwadi Selong tahun 2014/2015. Sampel penelitian adalah kelas VIId dan VIIe yang dipilih secara random. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket kecerdasan emosional dan tes kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis secara multivariat dengan taraf signifikansi 5% untuk pengujian kesamaan rata-rata kelompok dan ditindaklanjuti dengan analisis univariat. Hasil analisis data menunjukkan pada uji bemferoni, signifikan yang didapatkan lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan open ended berbasis kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan emosional mahasiswa
English for Specific Purposes (ESP): An Approach of English Teaching for Non-English Department Students
English for Specific Purposes (ESP) secara umum dimaknai sebagaisebuah pendekatan pembelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada tujuan/kebutuhan si pembelajar. Dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia baik pada sekolah menengah maupun perguruan tinggi, terutama bagi peserta didik di luar jurusan bahasa Inggris, pendekatan ESP merupakan pilihan populer. Aplikasi pendekatan ini senada pula dengan kebijakan pemerintah bidang pendidikan yang menitikberatkan tujuan pembelajaran bahasa Inggris yakni untuk meningkatkan kemampuan peserta didik menggunakan bahasa Inggris khususnya bagi kebutuhan akademis dan karir professional dengan penekanan pada kemampuan membaca yang memungkinkan peserta didik memahami topik-topik materi autentik sesuai jurusan mereka secara efektif. Artikel ini mengedepankan kajian teoritis menyangkut konsep dasar ESP meliputi definisi dan perannya sebagai sebuah pendekatan pembelajaran, berikut isu terkait diantaranya analisis kebutuhan sebagai ciri utama ESP, silabus, tujuan pembelajaran, materi, metodologi, dan evaluasi pembelajaran bahasa Inggris berbasis ESP