eJournal PoliTekniK TEGAL (Politeknik Harapan Bersama Tegal)
Not a member yet
3242 research outputs found
Sort by
Implementasi Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Anak Melalui Metode Gerak dan Lagu di SD Swasta Methodist Aek Nabara
Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak melalui penggunaan metode gerak dan lagu. Pendekatan yang digunakan dalam program ini meliputi beberapa langkah, yaitu: (1) melakukan pre-test, (2) menyampaikan materi, (3) melakukan praktek menari, (4) melakukan post-test, dan (5) sesi tanya jawab. Partisipan program ini terdiri dari 20 orang anak dan satu orang guru. Hasil dari program pengabdian menunjukkan bahwa pemahaman anak-anak tentang pelecehan seksual meningkat dengan signifikan setelah presentasi, terbukti dengan peningkatan nilai sebesar 31%. Ini tercermin dari kemampuan anak-anak dalam menjawab pertanyaan dengan tepat dan kemampuan mereka dalam mempraktikkan cara menolak jika ada yang ingin menyentuh tubuh mereka. Kesimpulannya, program pengabdian kepada masyarakat ini dengan menggunakan metode gerak dan lagu terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-ana
Optimalisasi UMKM “Go Digital” Melalui Literasi Digital dan Literasi Financial UMKM Keripik Basreng Bibu Tirtajaya, Depok
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Namun, hampir semua sektor usaha, terutama UMKM, terpengaruh oleh dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Pandemi ini menyebabkan Indonesia mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1% pada tahun 2020. Tantangan utama yang dihadapi oleh para pelaku usaha terletak pada aspek pemasaran, yang sebelumnya mengandalkan penjualan langsung. Transaksi jual-beli yang biasanya dilakukan secara tatap muka sekarang harus bergeser ke ranah online secara digital. Namun kurangnya pengetahuan mengenai digital menjadi penghambat dalam prosesnya, hal ini pun dirasakan oleh UMKM Keripik Basreng Bibu di Kelurahan Tirtajaya. Minimnya informasi mengenai digital dan usaha yang masih konvensional dari pemasaran, manajemen keuangan hingga produksi menyebabkan rendahnya tingkat keberlangsungan usaha UMKM Keripik Basreng Bibu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha khususnya UMKM Keripik Basreng BIBU dalam literasi digital dan literasi finansial. Penggunaan teknologi informasi diharapkan dapat menjadi solusi bagi pelaku UMKM dalam mengatasi masalah penjualan, pemasaran, dan keuangan. Namun, tantangan muncul karena kesulitan dalam penerapan teknologi informasi, khususnya bagi pedagang pasar atau pelaku usaha. Perubahan perilaku yang berbasis digital memerlukan pelatihan dan pendampingan di bidang penjualan, pemasaran, dan keuangan. Solusi untuk mitra saat ini adalah pelatihan literasi digital dan literasi finansial, serta pendampingan dalam digital marketing, pengemasan, dan pencatatan keuangan untuk mendukung keberlanjutan usaha UMKM Keripik Basreng Bibu
Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Investasi Secara Bijak SMAK Frateran Surabaya
Edukasi pengelolaan keuangan menjadi hal yang sangat mendesak pada saat ini. Pemberian dasar pengetahuan terkait pengelolaan keuangan pribadi sejak dini akan bermanfaat bagi siswa SMA untuk mengambil keputusan yang bijak, khususnya investasi. Hal ini disebabkan banyak penawaran investasi bodong dan pengambilan keputusan investasi yang hanya sekedar mengikuti orang atau pihak tertentu. Investasi yang kurang tepat bagi anak muda akan mengakibatkan kerugian investor dan rasa trauma untuk mengelola keuangan, sehingga anak SMA memerlukan edukasi pengelolaan keuangan dan investasi secara bijak. Kegiatan abdimas dilaksanakan dengan metode pemberian edukasi kepada anak SMA Katolik Frateran Surabaya dengan jumlah 330 peserta didik dan wali murid dari kelas 10, 11, dan 12 sejak 28 November 2022 hingga 16 Januari 2023 dengan metode memberi penyuluhan edukasi. Hasil evaluasi kegiatan abdimas melalui kuesioner dapat ditunjukkan dengan rata-rata peningkatan kemampuan siswa dalam pengelolaan keuangan dan investasi yang sebelumnya adalah 75% menjadi 96%. Selain itu, orang tua dan wali murid dari siswa juga mengalami rata-rata peningkatan yakni dari 68% hingga menjadi 93%. Para siswa dan orang tua wali murid telah lebih mengetahui tentang nilai waktu dari uang, mengelola keuangan dengan baik, investasi, cara berinvestasi, dan produk-produk investasi dengan baik dan benar. Dengan demikian, peluang investor dari generasi SMA akan tercipta lebih banyak dan lebih dapat bersikap bijak untuk mencari informasi dan menganalisa sebelum berinvestasi saham
Transformasi Wisata: Meningkatkan Pengalaman Wisata Melalui Pemanfaatan Teknologi Virtual Reality
Penggunaan teknologi virtual reality (VR) pada obyek wisata Banyumas bertujuan untuk promosi wisata, memberikan pengalaman wisata yang lebih mendalam, dan memperluas aksesibilitas bagi para wisatawan. Melalui pemanfaatan teknologi VR, tempat wisata di Banyumas dapat mempromosikan tempat wisata mereka dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Wisatawan dapat melihat gambaran yang lebih nyata tentang tempat wisata tersebut sebelum benar-benar melakukan perjalanan dan dapat merasakan sensasi nyata dan memperluas pengalaman mereka dengan cara yang tidak mungkin mereka dapatkan hanya dengan melihat foto atau video. Teknologi VR juga memungkinkan wisatawan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih baik tentang tempat wisata tersebut dan mendapatkan informasi yang lebih rinci tentang sejarah, budaya, atau aspek lain dari tempat tersebut. VR juga membuka kesempatan bagi wisatawan yang mungkin memiliki keterbatasan fisik untuk merasakan pengalaman wisata yang lebih luas. Pengabdian ini berfokus untuk melakukan promosi obyek wisata Baturaden, Mas Kemambang, dan Menara Teratai. Proses pengabdian dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Kegiatan pengabdian terlaksana dengan baik. Video VR yang telah dibuat sudah diujicobakan pada 103 pengguna dan secara umum menyatakan sangat bagus dan menjadikan mereka tertarik untuk berkunjung
Pemberdayaan Kader Remaja Sebagai Upaya Preventif Penanggulangan Stunting di Desa Pendil, Probolinggo
Stunting atau pertumbuhan linier yang buruk merupakan permasalahan kesehatan global yang terjadi pada anak-anak. Usaha pencegahan dan penanganan stunting telah dilakukan oleh berbagai pihak baik pada tingkat nasional maupun daerah. Tetapi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa stunting masih menjadi permasalahan utama di tiap daerah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran remaja dalam upaya mencegah stunting khususnya di Desa Pendil melalui pemberdayaan kader remaja. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan remaja dapat menjadi upaya preventif dalam penanggulangan stunting di Desa Pendil. Kondisi sebelumnya menunjukkan bahwa remaja-remaja di Desa Pendil tidak memiliki bekal hardskill maupun softskill terkait penanggulangan stunting. Melalui pemberdayaan kader remaja menunjukkan adanya peningkatan hardskill dan softskill terkait stunting dan makanan bergizi, manajemen organisasi, kepemimpinan, dan pernikahan dini yang seringkali terjadi di Desa Pendil. Salah satu bentuk partisipasi kader remaja dalam upaya pencegahan dan pengentasan stunting dengan menjadi pelopor remaja di Desa Pendil yang memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat. Dampak dari dilakukannya pemberdayaan kader remaja ini ialah adanya peningkatan kesadaran, pengetahuan, motivasi dan partisipasi remaja dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan stunting di Desa Pendil, Kabupaten Probolingg
Workshop Daur Ulang Limbah Konveksi Kain Perca di Wilayah Ciliwung
Kegiatan yang berupa pengabdian kepada masyarakat ini bekerjasama pada mitra kami yakni Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup (MAT PECI). Permasalahan PKM ini adalah minimnya kesadaran masyarakat sekitar pemukiman bantaran sungai Ciliwung untuk berperan menjaga kelestarian lingkungan. Permasalahan lainnya adalah minimnya informasi dan kesadaran untuk meminimalkan sampah/limbah melalui kegiatan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle. Salah satu bentuk dari kegiatan 3R adalah Recycle (daur ulang) limbah. Kain perca adalah potongan-potongan kain sisa limbah konveksi yang merupakan limbah anorganik yang dapat didaur ulang menjadi produk hasil kreatifitas kerajinan tangan yang dapat memiliki manfaat serta nilai jual. Tujuan dari kegiatan ini masyarakat yang berada dan bermukim di bantaran atau sekitaran sungai Ciliwung mampu memanfaatkan limbah konveksi kain perca melalui workshop daur ulang sehingga memiliki keterampilan menciptakan kreasi kerajinan tangan yang dapat bermanfaat serta dapat memiliki nilai jual. Hasil dari kegiatan ini bahwa telah dilaksanakan workshop kain perca yang terdiri dari 19 peserta. Peserta mengikuti jalannya workshop dengan antusias. Setiap peserta mendapatkan keterampilan untuk membuat kain perca dan mereka memiliki penambahan wawasan untuk mendaur ulang produk-produk limbah sehingga bisa berkontribusi untuk melestarikan lingkungan
Pemberdayaan Ekonomi Warga Desa Jubelan Melalui Pembuatan Produk Olahan Jahe Merah
Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi sehingga tanaman herbal bermanfaat pengobatan sangat mudah ditemui. Selama ini masyarakat lebih memilih mengkonsumsi obat herbal karena beranggapan bahwa obat herbal lebih aman daripada obat sintesis. Selain itu obat herbal juga memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan dengan obat sitesis. Jahe merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki kandungan vitamin A, B, C, lemak, protein, pati, damar, asam organik, oleoresin (gingerin) dan minyak terbang (zingeron, zingerol, zingiberol, zingberin, borneol, sineol, dan felandren. Jahe juga mengandung minyak atsiri dan oleoresin. Berdasarkan kandungan minyak atsirinya, jahe merah memiliki kadar paling tinggi, kemudian jahe emprit dan jahe gajah. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pengembangan hasil olahan tanaman herbal yakni produk olahan jahe merah yakni berupa sediaan sirup, serbuk jamu instan, dan jahe latte yang dapat dimanfaatkan bagi warga desa Jubelan Kecamatan Sumowono untuk meningkatkan taraf perekonomian dengan peningkatan kegiatan usaha kecil menengah. Metode yang dilakukan adalah pendekatan melalui brainstroming kepada perangkat desa dan melibatkan peran serta perwakilan dari 36 ibu PKK desa Jubelan Kecamatan Sumowono. Ibu PKK sangat antusias dan akan membagikan informasi dalam pemberdayaan di lingkungan tempat tinggal mereka masing masing melalui pertemuan RT yang dilaksanakan setiap bulanny
Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi dan Balita Dengan Baby Gym
Program baby gym di Day Care Rumah Pelangi bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak usia dini melalui aktivitas motorik dan sensorik terstruktur. Evaluasi program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan motorik halus dan kasar anak-anak, dengan rata-rata peningkatan sebesar 25% dari skrining awal. Interaksi sosial anak-anak juga mengalami peningkatan sekitar 20%, sementara kemampuan sensorik mereka meningkat sebesar 15%. Umpan balik positif dari orang tua menegaskan keberhasilan program dalam memberikan manfaat langsung dan memperkuat hubungan dengan komunitas sekitar. Program ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak-anak secara fisik dan sosial, tetapi juga menjadi landasan untuk pengembangan inisiatif serupa di masa depan. Dengan demikian, baby gym di Day Care Rumah Pelangi tidak hanya memenuhi harapan untuk perkembangan anak-anak secara holistik, tetapi juga memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan dalam pendidikan usia dini
Pemberdayaan Tanaman Obat Keluargaa Guna Meningkatkan Imunitas di Musim Pancaroba
Pancaroba merupakan peralihan musim panas ke musim hujan dan sebaliknya, pada musim ini perubahan cuaca cocok untuk pertumbuhan bakteri dan virus, sehingga tubuh rentan terkena penyakit. Tamana obat keluarga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatan tubuh. Banyak orang menggunakan rimpang jahe sebagai obat tradisional karena mengandung shogaol dan gingerol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, pemanfaatan, dan keterampilan menanam tanaman obat keluarga untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat Desa Puncak. Kegiatan ini berupa penyampaian materi dan langkah pengolahan serbuk jahe ini telah dibuat sebelumnya oleh mahasiswa sehingga pada kegiatan penyuluhan ini tidak dilakukan demonstrasi cara pengolahan jahe menjadi serbuk minuman yang berkhasiat sebagai penguat imunitas. Hasil kegiatan menunjukan bahwa peserta secara bersemangat mengikuti semua program penyuluhan ini, seperti yang terlihat dari antusiasme mereka dalam berkomunikasi aktif dan mengajukan banyak pertanyaan kepada pembicara
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Bank Sampah di Desa Kalijoso, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang
Bank Sampah memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan pembangunan ekonomi nasional. Permen LH No 13 tahun 2013 mengatur mekanisme pengelolaan bank sampah, yang diantaranya berupa pengelolaan dan pencatatan keuangan bank sampah. Salah satu organisasi bank sampah yang dikelola secara swadaya adalah Bank Sampah Perumahan Ndalem Kalijoso RW 9 Desa Kalijoso, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang yang teridentifikasi belum menerapkan pencatatan keuangan yang memadai. Tim pengelola Bank sampah masih menggunakan pencatatan manual dengan menggunakan buku tulis, sehingga data keuangan Bank Sampah Perumahan Ndalem Kalijoso RW 9 sulit untuk dianalisa, tidak efektif dan efisien. Hal tersebut juga berpotensi merugikan nasabah apabila pengelolaan keuangan tidak diperbaiki. Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Tidar merespon hal itu dengan melaksanakan pelatihan pengelolaan keuangan bank sampah. Pelatihan ini diikuti oleh pengelola bank sampah, pengurus PKK dan perwakilan anggota PKK yang berjumlah 45 orang. Kegiatan ini cukup berhasil untuk meningkatkan wawasan para peserta terkait dengan potensi ekononi sampah, konsep pengelolaan keuangan, pengelolaan keuangan bank sampah, Permen LH No 13 Tahun 2012, mekanisme kerja bank sampah, serta pencatatan keuangan bank sampah. Hasil evaluasi kegiatan dengan pre-test dan post-test (kuesioner) terlihat adanya peningkatan pemahaman sebesar 48,15%, peningkatan praktis 36, 82% dan peningkatan ekonomis yang diukur dari laba pengelolaan bank sampah sampai dengan 11,73%.