eJournal PoliTekniK TEGAL (Politeknik Harapan Bersama Tegal)
Not a member yet
3242 research outputs found
Sort by
Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata STIKes Muhammadiyah Kuningan di Desa Puncak
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh STIKes Muhammadiyah Kuningan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program ini, mahasiswa mendukung dan mengarahkan masyarakat dalam mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dengan harapan bisa meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. KKN dilaksanakan agar dapat mengintegrasikan upaya pengabdian kepada masyarakat sambil mempertahankan semangat kebersamaan STIKes Muhammadiyah Kuningan. Tujuan dari KKN ini adalah untuk memberikan kontribusi yang berarti dan positif bagi masyarakat sambil membantu mahasiswa menerapkan pengetahuan mereka dengan efektif. Pelaksanaan KKN berlangsung dari tanggal 08 Agustus hingga 06 September 2023 di Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Berbagai kegiatan dilakukan, termasuk penyuluhan tentang tanaman obat keluarga, penyuluhan perilaku hidup sehat, menciptakan produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta perayaan HUT RI dan HUT Kuningan. Selain itu, terdapat kegiatan posyandu, senam sehat, observasi tempat wisata, observasi ke peternakan sapi, UMKM, serta pengajian, menunjukkan beragamnya program untuk mensejahterakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Puncak. KKN ini mendapat respon positif dari masyarakat, dan diharapkan rencana pelaksanaan program KKN memberikan manfaat khususnya dalam aspek kesehatan kepada masyarakat
Pelatihan Literasi Digital untuk Edukasi Pencegahan Stunting pada Remaja di SMAN 11 Banjarmasin
Prevalensi stunting berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, pada anak usia 0-59 bulan sebesar 30,8%. Prevalensi stunting di Kalimantan Selatan pada tahun 2021 sebesar 28,7%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Remaja merupakan kelompok usia yang penting dalam pencegahan stunting. Remaja perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang tepat tentang gizi seimbang, kesehatan reproduksi, pernikahan dini, dan tentang pola asuh anak. Literasi digital menjadi kunci untuk mengedukasi remaja tentang stunting di era digital. Remaja perlu diberikan bekal berupa kemampuan untuk mengakses informasi yang nyata, akurat, dan terpercaya tentang stunting, mengkritik dan menganalisis informasi yang diperoleh dari media digital, dan menyebarkan informasi yang benar tentang stunting melalui media digital. Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah kombinasi antara pelatihan dan konsultasi kesehatan yang ditujukan kepada warga sekolah, terutama siswa dan guru. Peserta yang menjadi mitra sasaran adalah siswa SMA sebanyak 70 orang Model yang diterapkan dalam pelatihan adalah Model Kirkpatrick Level 1. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar remaja/siswa cerdas dalam menggunakan media digital maupun media sosial dalam mencari maupun menerima informasi yang akurat. Hasil dari kegiatan pelatihan dengan judul pelatihan literasi digital untuk edukasi pencegahan stunting adalah meningkatnya pengetahuan peserta terhadap literasi digital, pengetahuan terhadap stunting, dan peserta memahami bahwa tidak semua informasi dari media digital adalah benar
Implementasi Eco-Literacy Pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Konservasi Mangrove
Pengabdian ini dilakukan atas dasar kurangnya pemahaman siswa mengenai konsep serta karakteristik lingkungan tempat tinggalnya sehingga sikap siswa terhadap lingkungan belum terbangun karena belum mengetahui informasi mengenai manfaat lingkungan tempat tinggalnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengenalkan ekosistem mangrove kepada siswa melalui poster dan video berbasis kontekstual konten. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah selama 8 bulan dengan subjek penelitian adalah siswa SDN 04 Mojo dengan pertimbangan bahwa lokasi sekolah berdekatan dengan ekosistem mangrove. Sebelum melakukan sosialisasi dilaksanakan pre-test untuk mengetahui besaran informasi yang telah dimiliki oleh siswa terkait dengan ekosistem mangrove. Kemudian setelah sosialisasi juga dilakukan post-test untuk mengetahui perbedaan pemahaman siswa mengenai materi ekosistem mangrove. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa dari hasil pre-test, pengetahuan siswa masih kurang pada indikator tempat mangrove dan penampakan hutan mangrove, fungsi hutan mangrove, pemanfaatan bagian mangrove, manfaat mangrove, penyebab berkurangnya luasan mangrove dan pengaruhnya, menghubungkan abrasi dengan fungsi mangrove, dan memberikan pendapat tentang aktivitas yang merusak hutan mangrove. Setelah dilakukan sosialisasi dan diambil hasil post-test, pemahaman siswa akan ekosistem mangrove meningkat karena pengetahuan siswa berada pada kategori baik dan sangat baik. Meningkatnya pemahaman siswa mengenai ekosistem mangrove menjadikan pengabdian ini dikatakan cukup sukses
Peningkatan Kapasitas Produksi Pelaku Usaha Pengolahan Abon Ikan UKM Nia di Kota Ambon
Optimalisasi usaha pengolahan produk perikanan merupakan hal mutlak yang harus diketahui pelaku usaha sebelum melakukan usaha dari sisi produksi, peralatan, komposisi gizi dan peningkatan kapasitas diri pelaku usaha. UKM abon ikan Nia merupakan kelompok pengolah abon ikan yang berlokasi di Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Kegiatan pemberdayaan kelompok usaha dengan memanfaatan sumberdaya alam, peralatan, pengolahan dan manusia yang tersedia secara optimal merupakan solusi mengembangkan produk olahan abon ikan. Masalah yang dihadapi mitra adalah pengetahuan pengolahan abon ikan belum sesuai SNI, jumlah produksi rendah, nilai gizi dan mikrobiologi produk belum di ketahui. Tujuan pemberdayaan masyarakat pemula untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi abon ikan sesuai SNI, penerapan teknologi untuk peningkatan kapasitas produksi, pengujian gizi dan mikrobiologi abon ikan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian yaitu penyuluhan, pelatihan, pendampingan, pengadaan peralatan masak abon modern dan pengujian mutu produk. Hasil yang dicapai adalah mitra telah memahami ketrampilan wirausaha, memiliki peralatan masak dan kualitas produk abon. Penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan berpengaruh positif terhadap kelompok mitra dalam melakukan aktifitas pengolahan abon ikan. Peningkatan kapasitas produksi didukung dengan pengadaan alat masak abon moderen. Komposisi gizi dan jumlah mikroba ditampilkan pada kemasan produ
Introduksi dan Pelatihan Learning Management System Sebagai Pendukung Pembelajaran Blended Learning di SMAN 1 Majalaya
Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu negara. Dalam konteks tersebut, SMAN 1 Majalaya memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan menengah yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada siswa-siswinya. Pengembangan model pembelajaran blended learning menjadi salah satu tujuan utama pengembangan pembelajaran dengan menggunakan Learning Management System (LMS). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan serta melatih guru dan siswa SMAN 1 Majalaya terhadap aplikasi LMS. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan diskusi idenfikasi permasalahan dan solusi, pengembangan aplikasi LMS, introduksi dan pelatihan aplikasi LMS, serta evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah hadirnya aplikasi LMS di lingkungan SMAN 1 Majalaya yang dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam mekanisme pembelajaran blended learning.Survey yang diberikan kepada 53 responden sebelum pelatihan, terkait pemahaman konsep dasar LMS, ada 13,2% yang kurang paham akan konsep dasar LMS, setelah pelatihan dilakukan, 47,2% responden merasa pelatihan membantu dan 34% sangat membantu dalam memahami konsep dasar LMS. Terkait kesediaan mitra dalam mengikuti kegiatan pelatihan, hasil survey menunjukan 54,7% responden bersedia dan 28,3% sangat bersedia untuk mengikuti kegiatan yang serupa jika diselenggarakan kembali. Survey tersebut menunjukan kegiatan pengabdian meningkatkan softskill dan hardskill dari guru serta siswa SMAN 1 Majalaya dalam penggunaan dan pemanfaatan aplikasi LMS
FORMULASI dan UJI KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN PATCH EKSTRAK ETANOL KLIKA KETAPANG (Terminalia catappa L.)
Klika ketapang mengandung senyawa flavonoid, saponin, kuinon, katekin, gallotanin, dan triterpenoid. Klika ketapang mengandung senyawa flavonoid yang memiliki efek sebagai antiinflamasi (Antiradang). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan patch sebagai inovasi pemanfaatan klika ketapang. Inovasi patch klika ketapang diharapkan dapat menjadi alternatif pengobatan yang praktis karena hanya dilekatkan pada badan dan tahan beberapa saat serta meminimalisir efek samping. Tahap pertama yang dilakukan adalah sampel dikumpulkan lalu disortasi basah dan dikeringkan serta dilanjutkan sortasi kering dan dibuat simplisia. Simplisia kemudian dimaserasi dengan etanol 70% dan ekstrak kemudian dirotavapor hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan tahap preformulasi komponen patch kemudian dilakukan formulasi dilanjutkan tahap pengujian yaitu pengujian karakteristik fisik patch berupa pengujian organoleptis, ketebalan, bobot serta kelembaban. Hasil pengujian menunjukkan bahwa formulasi patch dengan karakteristik fisik terbaik adalah formula F1 (300 mg EC dan 800 mg PVP) dengan uji organoleptik (warna putih kecoklatan,berbau khas dan tekstur agak halus), kelembaban patch (2,95%), uji keseragaman berat rata-rata (1,34gram ± 0,01) dan uji ketebalan tambalan (0,79 mm ± 0,02)
EVALUASI PENGGUNAAN CEFTRIAXON pada PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) di RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG
Intensive Care Unit (ICU) adalah suatu bagian di rumah sakit untuk merawat pasien yang kritis yang memerlukan perawatan yang intensif dan dipantau selama 24 jam. Ceftriaxon salah satu antibiotik golongan sefalosporin yang mempunyai spektrum luas dan memiliki waktu paruh yang panjang serta banyak digunakan pada pasien ICU. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien ICU berdasarkan usia, jenis kelamin, lama rawat inap, status pasien, ketepatan indikasi, ketepatan dosis obat Ceftriaxon, dan potensi interaksi Ceftriaxon dengan obat lain yang diberikan bersamaan. Penelitian ini dilakukan di ICU RSUD di Semarang pada pasien yang mendapatkan terapi Ceftriaxon selama bulan Januari-Juni 2022. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik sampling purposive sampling, kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 322 pasien yang memenuhi kriteria, pada periode penelitian dengan 343 kasus. Pasien laki-laki berjumlah 174 (54,04%). Golongan usia yang terbanyak yaitu (56-65 tahun) sebesar 117 pasien (36,43%) , lama rawat inap terbanyak yaitu 1-3 hari dengan jumlah 207 pasien (60,35%), status pasien terbanyak yaitu BPJS PBI 152 ( 47,06%) pasien. Ceftriaxon diberikan secara tepat indikasi pada 80,76% kasus, dan tepat dosis pada 339 ( 98,83%) kasus. Potensi Interaksi obat, terdapat pada 181 pasien (56,21%
Edukasi “DAGUSIBU” Dalam Menjaga Kesehatan dan Keamanan Obat Pada Masyarakat Ngiser Sukoharjo
Obat merupakan bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia. Pada usia dewasa ini banyak kasus di masyarakat mengenai penyalahgunaan obat. Baik obat yang sudah diresepkan dokter karena sakit, maupun obat yang masyarakat dapatkan atas inisiatif mereka sendiri. Kasus-kasus tersebut diantaranya mulai dari keracunan, overdosis, hingga menyebabkan kematian. Hal ini karena adanya anggapan bahwa mereka tahu cara menggunakan obat dari awal sejak mereka dapatkan hingga akhir. Selain itu dampak dari kesalahan pengelolaan obat akan tampak dilingkungan. Pencemaran lingkungan karena pembuangan obat yang sembarangan akan terjadi dan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem di sekitar. Hal ini pada akhirnya menyebabkan kerugian bagi manusia sendiri. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan DAGUSIBU. Penyuluhan DAGUSIBU dilaksanakan di Desa Ngiser sukoharjo dengan peserta 38 orang. Berdasarkan penyuluhan mengenai DAGUSIBU yang telah dilakukan di dapatkan hasil masyarakat Desa Ngiser terutama ibu rumah tangga aktif bertanya dan mmiliki Tingkat kepahaman 90% tentang DAGUSIBU serta dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat menjaga keamanan dan Kesehatan warga
Implementasi Penggunaan Blog Sebagai Media Pembelajaran di SMPN 4 Tanralili Kabupaten Maros
Blog menawarkan fleksibilitas bagi guru dalam menyampaikan materi, menyediakan tugas, dan berinteraksi dengan siswa dalam pembelajaran. Namun tidak semua sekolah mengajarkan penggunaan dari blog, salah satunya adalah SMP 4 Tanralili Kab. Maros. Hal ini disebabkan karena guru belum mengetahui cara pembuatan Blog. Guru memerlukan pelatihan dan pendampingan dalam mengoptimalkan blog sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi penggunaan blog sebagai media pembelajaran di SMPN 4 Tanralili Kabupaten Maros. Pelatihan dihadiri 11 Guru dari berbagai mata Pelajaran. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan presentasi dan demonstrasi serta diakhiri dengan pemberian angket dalam bentuk google form sebagai umpan balik kegiatan. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi. Frekuensi pelatihan dilakukan 1 kali dengan durasi masing-masing sesi adalah 2x90 menit. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sebanyak 86% mitra merasa puas terhadap pelatihan yang diberikan, 81,8% mitra berhasil memahami materi yang disampaikan tim pengabdi serta mampu untuk mengimplementasikan pembuatan blog secara mandiri. Pelatihan yang diberikan dapat membantu guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, meningkatkan literasi digital, dan mendorong inovasi dalam pengajaran
UJI STABILITAS CREAM TABIR SURYA EKSTRAK KENCUR (Kaempferia galanga) DAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni)
Dilakukannya Penelitian ini bertujuan untuk melihat stabilitas fisik dari formulasi sediaan krim ekstrak kencur dan rumput laut. Evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar dan daya lekat. Uji stabilitas dilakukan menggunakan metode cycling test selama 6 siklus dengan menguji kembali sifat fisiknya. Hasil pengujiann sifat fisik (siklus 3) sediaaan krim yaitu uji organoleptik (bau: khas etanol rumput laut; warna: hijau; tekstur: semi solid), homogenitas (susunan homogen), daya sebar 5,255± Cm, daya lekat 2,693± Second / detik, dan uji stabilitas selama cycling test (siklus 1-siklus 6) tidak ada perbedaan yang bermakna