eJournal PoliTekniK TEGAL (Politeknik Harapan Bersama Tegal)
Not a member yet
3242 research outputs found
Sort by
Peningkatan Pengetahuan dan Skrining Diabetes Melitus di Polindes Desa Kaliwlingli Brebes
Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah tubuh. Kadar gula darah tubuh dapat meningkat seiring dengan gaya hidup yang mengabaikan sisi kesehatan seperti pola makan yang tidak baik dan kurangnya olah raga. Tingkat pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus pada masyakarat masih sangat kurang sehingga perlu adanya peningkatan. Desa Kaliwlingli Dukuh Pandansari Kabupaten Brebes merupakan desa yang memiliki penduduk yang banyak dengan tingkat pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus yang minimal. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan skrining penyakit diabetes melitus di Polindes Dewa Kaliwlingli Dukuh Pandansari Kabupaten Brebes. Metode dari kegiatan ini adalah penyuluhan dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Kegiatan diawali dengan pretest, penyuluhan dengan ceramah, posttest, dan diakhiri dengan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta dari lansia, kader prolansia, dan pegawai polindes. Hasil dari penyuluhan adalah peningkatan pengetahuan terhadap materi tentang penyakit diabetes melitus pada posttest dibandingkan dengan pretest. Peningkatan persentase pengetahuan sebanyak 52% antara pretest dibandingkan dengan posttest. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 50 peserta terdapat 6 atau 12% peserta yang kadar gula darah 200 mg/dL atau terdeteksi awal diabetes melitus
Sosialiasasi dan Implementasi TTG Produksi Pupuk Cair Organik di Desa Banjar Sengon
Ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan pupuk kimia menyebabkan turunnya produktivitas tanah. Guna mengurangi kerusakan lingkungan diperlukan penyeimbangan penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organik. Bahan yang berpotensi untuk digunakan dalam pembuatan pupuk organik adalah limbah pertanian, salah satunya pemanfaatan limbah kulit buah kakao. Kulit buah kakao memiliki kandungan hara berupa C-organik yang tinggi yakni sekitar 26,61%. Dalam pembuatannya diperlukan teknologi tepat guna dan dukungan dari masyarakat untuk menjamin produksi yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi tepat guna dalam produksi pupuk organik cair sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas produksi baik secara kualitas maupun kuantitas. Kegiatan pengabdian dikemas dalam bentuk sosialisasi untuk memberdayakan kader PKK di Desa Banjar Sengon, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember terkait proses pengolahan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk organik cair. Produksi POC dari limbah kulit buah kakao diharapkan mampu meminimalisir jumlah limbah kulit buah kakao dan menjadi langkah sederhana dalam upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta membuka peluang baru dalam sektor ekonomi lokal.Kegiatan workshop sangat menjadi parameter, dimana 90% dari kegiatan yang dilakukan membuat warga menjadi lebih paham dan andal dalam mengolah limbah kulit kakao menjadi pupuk organik cair. Warga juga aktif bertanya dan memberikan ide-ide penggunaan alat tersebut untuk limbah sejenis sehingga penggunaan TTG dapat maksimal
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK KULIT KAYU RAPET (Parameria laevigata (Juss.) Moldenke) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK
Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang terkenal akan keanekaragaman hayatinya, khususnya tanaman obat. Tanaman obat yang potensial diantaranya adalah kayu rapet (Parameria laevigata (Juss.) Moldenke. Tanaman ini banyak digunakan untuk mengobati luka, koreng, disentri dan keputihan pada organ kewanitaan yang disebabkan oleh adanya bakteri dan jamur. Bagian tanaman kayu rapet yang dimanfaatkan terutama bagian kulitnya, pada bagian kulitnya mengandung flavonoid, polifenol dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit kayu rapet secara spektrofotometri sinar tampak. Ekstrak kulit kayu rapet diperoleh secara remaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak kulit kayu rapet mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin, alkaloid, steroid dan saponin. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan berdasarkan metode AlCl3 dengan flavonoid total dinyatakan dalam RE (Rutine Equivalen) pada panjang gelombang maksimum 416 nm. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kandungan flavonoid total sebesar 5,2054 ± 0,3427 mgRE/g ekstrak
Penyuluhan dan Pembudidayaan Tanaman Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) di Krian, Sidoarjo
Clitoria ternatea L. memiliki bunga berwarna biru, ungu, dan putih. Tanaman tersebut mengandung metabolit sekunder diantaranya fenol, flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid, steroid, dan cardiac glycosides. Bunga telang memiliki potensi farmakologis diantaranya sebagai antikanker, antidiabetes, antiparasit, anti-inflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Tanaman telang relatif mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan yang rumit sehingga mudah dipelihara. Kegiatan pengabdian masyarakat memiliki tujuan untuk mengenalkan, memberi pengetahuan dan mempraktekkan cara budidaya tanaman bunga telang pada santri dan santriwati Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi. Metode pada kegiatan ini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap perencanaan yang meliputi survei lokasi dan permohonan izin. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan yang meliputi penyuluhan dan praktek penanaman tanaman bunga telang. Tahap ketiga evaluasi dengan memberikan soal pre-test kepada peserta. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan tim mahasiswa (9 orang). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 157 orang. Peserta antusias dengan memberikan pertanyaan ketika penyuluhan dan praktek langsung untuk menanam tanaman bunga telang. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan mengenai tanaman bunga telang dan cara pembudidayaannya. Rata-rata nilai pre-test yang didapatkan sebesar20,95 dan rata-rata nilai post-test sebesar 57,14. Persentase peningkatan sebesar 36,19%
Pendampingan Digital Marketing pada UKM Kuliner di Kotawaringin Barat untuk Meningkatkan Daya Saing
Di Kabupaten Kotawaringin Barat, industry wisata kuliner kebanyakan dilakukan oleh penggiat usaha kecil dan menengah (UKM). Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh UKM di Kotawaringin Barat adalah kurangnya media pemasaran yang baik, sehingga jangkauan pemasaran bagi para penggiat UKM hanya sebatas informasi dari mulut-ke mulut, dan pemasaran melalui toko-toko terdekat. Hal ini juga terjadi pada Kelompok UKM Kapitan Mandiri, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dari permasalahan tersebut, maka program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan digital marketing bagi para penggiat UKM khususnya kelompok UKM Kapitan Mandiri. Dengan program pelatihan digital marketing ini para peserta dapat diberikan pengetahuan baru terkait pembuatan, pengeditan, serta publikasi konten digital. Dengan kemampuan di bidang digital tersebut, diharapkan para pelaku UKM dapat semakin keratif dalam mempromosikan produk yang dimiliki di media sosial seperti: Instagram dan facebook sehingga jangkauan pemasaran produk UKM menjadi lebih luas. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan dampak yang baik bagi para peserta. Kegiatan PkM ini dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan dalam pemasaran. Dengan kegiatan PkM ini para anggota telah memiliki akun sosial media yang dikelola secara mandiri hasil dari kegiatan PkM yang telah dilaksanakan
Pemberdayaan Petani Desa Sumber Jaya dalam Menanggulangi Penyakit Kriting Cabai 3T (Trips, Tungau, TMV) dengan Smart
Desa Sumber Jaya menghadapi tantangan serius dalam produksi cabai akibat serangan penyakit kriting yang disebabkan oleh Trips, Tungau, dan TMV (3T). Permasalahan ini diperparah oleh harga jual cabai yang fluktuatif, akses pasar yang terbatas, serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola usaha tani. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan petani melalui penerapan teknologi Smart Farming guna meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing cabai. Program ini melibatkan sebanyak 1 kelompok tani yang berjumlah 5 orang petani cabai sebagai sampel utama untuk memastikan implementasi yang komprehensif. Metode dalam pelaksanaan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan petani (90%), produktivitas dan kualitas panen (75%), serta pendapatan petani (40%). Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat juga berhasil dibangun, menunjukkan potensi keberlanjutan program ini
Peningkatan Pelayanan Service Excellence Berbasis Teknologi Informasi di Desa Banyutowo, Kabupaten Pati
Desa Banyutowo, Kabupaten Pati, tengah berupaya meningkatkan pelayanan publik melalui implementasi teknologi informasi. Artikel ini menganalisis inisiatif desa dalam mengadopsi teknologi untuk mewujudkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi informasi, seperti aplikasi pengaduan masyarakat, telah meningkatkan transparansi, aksesibilitas, dan kepuasan warga. Metode yang digunakan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil PkM ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain yang ingin mengoptimalkan pelayanan melalui teknologi informasi dan hasil yang didapatkan kenaikan hasil pretest dan posttest pada penggunaan menu login 25 %, penggunaan menu profil sebanyak 40 % dan penggunaan menu pengaduan masyarakat sebanyak 40
Diversifikasi Pendapatan Melalui Penambahan Komposisi Buah Parijoto Dan Kemasan Menarik Wedang Uwuh
Desa Colo yang terletak di gunung Muria memiliki tanaman obat khas yaitu parijoto aksesi Muria (Medinilla speciosa var. Muria), namun tidak semua penduduk mengembangkannya menjadi sebuah produk unggulan dengan nilai tambah ekonomi. Padahal, Desa Colo memiliki berbagai wisata, mulai dari wisata religi hingga alam yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Oleh karena itu, diadakan pelatihan penambahan komponen buah parijoto kering dalam produk wedang uwuh yang sudah banyak diminati oleh penikmat wedang, sehingga dapat pasarkan oleh masyarakat desa Colo dengan nilai jual yang lebih tinggi. Pelatihan ini dilakukan melalui metode ceramah, pembuatan wedang uwuh kering dan serbuk, pre-test dan post test kegiatan pelatihan pada bulan Agustus 2024 di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Ceramah dilakukan dengan pemberian materi tentang wedang uwuh dan pembuatannya kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Pembuatan wedang uwuh dilakuakn langsung dari bahan kering yang sudah steril dan langsung dikemas dalam kemasan yang menarik. Berdasarkan hasil evaluasi pada pelatihan pembuatan produk wedang uwuh plus parijoto menunjukkan bahwa peserta pelatihan mengalami peningkatan pada pengetahuan umum, pengolahan, penyimpanan, dan manfaat ekonomi antara 98-100%. peserta pelatihan 91% berpendapat bahwa materi yang diberikan juga sangat menarik, 78% sangat mudah untuk dipahami dan sangat bermanfaat. Melalui pelatihan penambahan komponen parijoto aksesi Muria pada produk wedang uwuh, masyarakat dapat membuat produk wedang uwuh dengan kearifan lokal desa Colo yang telah dijual di toko dan gerai-gerai lokal disekitar tempat wisata
PENGARUH PENGGUNAAN DOSIS METADON TERHADAP NILAI RETENSI
Metadon merupakan obat sintetis yang termasuk golongan opiat yang diberikan dalam bentuk sediaan oral kepada pasien sebagai terapi pengganti adiksi opioida. Metadona dipilih sebagai terapi utama substitusi karena memiliki efek menyerupai morfin dan kokain dengan masa kerja yang lebih panjang sehingga dapat diberikan satu kali sehari yang penggunaannya dengan cara diminum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan dosis metadon terhadap nilai retensi di Puskesmas Bangil. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data rekam medis pasien yang mengikuti terapi rumatan metadon yang dipilih secara consecutive sampling. Data yang diperoleh sebanyak 35 pasien. Hasil data demografi menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki 33 orang (94,3%), usia 26-35 tahun 22 (62,9%), SMA 29 (82,9%), bekerja 35 (100%), menikah 27 (77,1%), opium 35 (100%), amfethamin 26 (74,29%), alkohol 33 (94,29%) dan tembakau 33 (94,29%). Penggunaan dosis awal terbanyak adalah 30-50mg, 23 orang (65,7%), dosis rumatan terkecil 60mg, 33 orang (94,3%) dan dosis rumatan terbesar 120mg, 24 orang (68,6%). Nilai retensi pasien 6 bulan yaitu sebanyak 7 orang (20%) dan 6 bulan 28 orang (80%). Hasil analisis korelasi Spearmean Rank, menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara dosis awal metadon terhadap nilai retensi (p value = 0,606, r = 0,090) dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara dosis rumatan terkecil metadon terhadap nilai retensi (p value = 0,288, r = -0,185). Sedangkan, hasil analisis dosis rumatan tebesar menunjukkan ada pengaruh yang signifikan terhadap nilai retensi (p value = 0,010, r = 0,431)
ANALISIS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN POLI BEDAH ORTHOPEDI RAWAT JALAN di RSUD DR. DRAJAT PRAWIRANEGARA PERIODE OKTOBER–DESEMBER 2022
Kejadian buruk yang paling sering terjadi yang membahayakan keselamatan pasien secara global adalah Healthcare-associated Infections (HAIS), atau infeksi yang diderita pasien saat menerima perawatan medis (WHO, 2016). Infeksi pada tulang disebut Orthopedi, Ortopedi berfokus pada sistem kerangka, semua anggota tubuh, sendi, otot, tendon, dan saraf. Data retrospektif dikumpulkan berdasarkan penelitian deskriptif dan non-eksperimental dalam penelitian ini berupa rekam medik pada pasien pasca bedah orthopedi Rawat Jalan di RSUD dr. Drajat Prawiranegara Periode Oktober-Desember 2022. Data yang terkumpul disesuaikan dengan kriteria inklusi, yang mencakup identitas pasien diantaranya (nomor rekam medik, usia pasien, jenis kelamin, nama obat antibiotik) serta dievaluasi ketepatan pemilihan obat antibiotik berdasarkan tepat pasien,tepat dosis,tepat obat, dan tepat lama pemberian. Hasil analisis data menggunakan Microsoft Excel 2013 dan SPSS statistic versi 26. Dari hasil penelitian dapat diperoleh bahwa mengenai evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pasca bedah orthopedi rawat jalan di RSUD Drajat Prawiranegara periode oktober-desember tahun 2022 dapat disimpulkan bahwa : Karakteristik pasien terbanyak pada usia 45-64 tahun sebanyak 18 ( 42% ), dan jenis kelamin laki-laki sebanyak 33 ( 69% ). Jenis antibiotik yang digunakan pada pasien pasca bedah adalah golongan sefalosporin yaitu cefixime 100 mg sebanyak 14 pasien (32%), cefixime 200 mg sebanyak 28 pasien (64%), golongan Fluroquinolon yaitu levofloxacin sebanyak 1 pasien (2%) dan golongan Makrolida yaitu Erytromycin sebanyak 1 pasien (2%). Ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien pasca bedah orthopedi yaitu: Tepat Pasien (100%).Tepat Dosis (100%).Tepat Obat (95%). Tepat Lama pemberian (100%)