eJournal PoliTekniK TEGAL (Politeknik Harapan Bersama Tegal)
Not a member yet
    3242 research outputs found

    Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien di Apotek Rizky Peni Farma Plesungan

    No full text
    Pelayanan kefarmasian di apotek berperan penting menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu dan berkhasiat. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Peni Farma Plesungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan perhitungan skor persentase kategorik yaitu membandingkan skor aktual dengan skor ideal lalu dikalikan 100 untuk memperoleh persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi pelayanan masuk kategori sangat puas yaitu dimensi kehandalan (83,47%), dimensi ketanggapan (81,00%), dimensi jaminan (81,70%), dimensi empati (82,70%), dimensi bukti langsung (81,47%). Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian mencapai 82,07% dengan kategori sangat puas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Peni Farma Plesungan telah memenuhi harapan pasien pada semua aspek pelayanan sehingga menjadi dasar bagi peningkatan mutu layanan berkelanjutan

    Korelasi Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Di Dusun X Gresik

    No full text
    Penggunaan kontrasepsi hormonal merupakan salah satu metode keluarga berencana yang banyak dipilih masyarakat Indonesia, namun masih terdapat kendala dalam hal pemahaman dan kepatuhan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat serta menganalisis hubungan keduanya dalam penggunaan kontrasepsi hormonal di Dusun Wringin Kurung, Gresik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan metode cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 168 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil  penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan pada kategori cukup (42,86%) dan perilaku pada kategori cukup (74,40%). Analisis bivariat menggunakan uji Spearman’s rho memperoleh nilai r = 0,098 yang menunjukkan hubungan sangat lemah, serta nilai p-value = 0,206 (p 0,05) yang menandakan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan kontrasepsi hormonal. Disimpulkan bahwa meskipun peningkatan pengetahuan berpotensi mendorong perilaku penggunaan kontrasepsi hormonal yang tepat, pada penelitian ini pengetahuan tidak terbukti berhubungan dengan perilaku. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan edukasi kesehatan reproduksi untuk mendukung keberhasilan program keluarga berencana

    Comparative Analysis of Full Costing and Variable Costing in Larangan Pamekasan Batik Craftsmen

    No full text
    The purpose of this study is to evaluate and differentiate between the full costing and variable costing approaches in calculating profit and production costs. This research employs a qualitative descriptive methodology, with data collected through direct interviews with batik artisans, observation of the production process, documentation. For the batik artisans in Larangan Badung Pamekasan, both full costing and variable costing methods allow them to select the approach that best suits their needs. According to the study’s findings, the full costing method results in higher production costs as it accounts for both fixed and variable costs, whereas the variable costing method considers only variable costs. Consequently, full costing leads to lower profits. Calculations show that production costs under full costing are higher than those under variable costing, resulting in significantly different profits for the artisans. This difference serves as a reference for choosing a cost determination method, which directly affects the artisans’s profit outcomes. Therefore, it is recommended that batik artisans understand the characteristics of each method to avoid making incorrect decisions that could lead to business failure. The study is expected to assist artisans in selecting the appropriate method to ensure the sustainability of their business

    THE RELATIONSHIP BETWEEN IRON TABLET COMPLIANCE AND HEALTHY DIETARY PATTERNS AND ANEMIA STATUS AMONG FEMALE ADOLESCENTS

    No full text
    The adolescent phase is nutritionally vulnerable phase because it requires more energy and nutrients for growth and development. Unbalanced nutrient consumption can lead to nutritional deficiencies. Adolescent girls with irregular eating patterns, having food restrictions, often buying snacks because they follow friends, often skipping breakfast, eating fast food, and junk food can cause anemia. Consumption habits that inhibit iron absorption will affect hemoglobin levels. Efforts to prevent anemia in adolescent girls include having a healthy lifestyle and providing iron tablet supplements taken regularly. The purpose of this study was to determine the relationship between adherence to iron tablet consumption and a healthy diet with anemia status in adolescent girls. The method used in this study was analytical research with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 female adolescents at SMPN 1 Banjarmangu. The sampling technique used was cluster sampling. The statistical test used was correlation with chi-square. The results showed a relationship between adherence to iron tablet consumption and anemia status (p-value 0.00), and there was no relationship between a healthy diet and anemia status (p-value 0.279)

    EFFECTIVENESS OF VAGINAL HYGIENE EDUCATION AND RED BETEL LEAF DECORATIONS ON THE MANAGEMENT OF FLOUR ALBUS IN ADOLESCENT FEMALES AT THE HARAPAN BUNDA SEJAHTERA CLINIC

    No full text
    Adolescent girls are at high risk of experiencing vaginal discharge. Efforts that can be made to overcome the problem of vaginal discharge in adolescent girls are through vaginal hygiene education and also the provision of red betel leaf decoction. The purpose of this study was to determine the effectiveness of vaginal hygiene education and red betel leaf decoction on the management of vaginal discharge in adolescent girls at the Harapan Bunda Sejahtera Clinic, Bekasi Regency in 2024. The method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest. The population of adolescent girls with vaginal discharge, a sample of 45 people, purposive sampling technique, statistical test paired t test. The study showed that the incidence of vaginal discharge in adolescent girls before being given vaginal hygiene education and red betel leaf decoction was found that all 45 people (100%) experienced vaginal discharge, and after being given vaginal hygiene education and red betel leaf decoction, the majority did not experience vaginal discharge, 42 people (93.3%). There was effectiveness of vaginal hygiene education and red betel leaf decoction on the management of vaginal discharge with a p-value of 0.001. Red betel leaf decoction can treat vaginal discharge (fluor albus) because it contains flavonoids, saponins, tannins, and alkaloids, which act as antiseptics and anti-inflammatories, suppressing bacterial and fungal growth and relieving itching, irritation, and discomfort. Vaginal hygiene education and red betel leaf decoction are effective treatments for vaginal discharge in adolescent girls

    Kewirausahaan Berbasis Mahasiswa (KBM) bidang Ekonomi Kreatif

    No full text
    Pengembangan usaha kampus melalui program kewirausahaan berbasis Mahasiswa sangat bermanfaat dan penting untuk diterapkan. Pengembangan usaha kampus dalam bidang ekonomi kreatif urgen untuk memberikan pengalaman belajar yang baru bagi mahasiswa dalam merintis usaha, dan meningkatkan citra kampus di mata masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih mengembangkan usaha bidang ekonomi kreatif dengan memberdayakan mahasiswa. Untuk mewujudkan usaha tersebut dilakukan melalui beberapa langkah diantaranya tahap persiapan yaitu seleksi peserta KBM, Pembekalan usaha KBM ekonomi kreatif, proses pendampingan. selanjutnya tahap pelaksanaan kegiatan, dan tahap evaluasi.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 30 mahasiswa peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan yang mencakup penyusunan business plan, manajemen keuangan usaha, strategi pemasaran, dan pengelolaan usaha di berbagai bidang ekonomi kreatif (fashion, desain grafis, coffee shop, kuliner). Peserta mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dengan membentuk 11 kelompok rintisan usaha yang telah beroperasi dan melaksanakan pelaporan berkala mencakup omset serta kendala operasional. Program ini juga memberikan pengakuan akademik berupa konversi nilai maksimal 20 SKS, dipublikasikan pada media massa Harian Radar Banyumas, dan didokumentasikan dalam konten video di kanal YouTube

    Model Pemberdayaan PKK Kelurahan Krobokan Dalam Rangka Pemanfaatan Potensi Lokal Menjadi Produk Oleh-Oleh Khas Krobokan

    No full text
    Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan Solusi yang di hadapi mitra. Mitra dalam kegiatan PKM ini Adalah Ibu-ibu PKK Kelurahan Krobokan yang sekaligus memiliki usaha Tempe dan Tahu Bakso. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah bagaimana memproduksi tempe dan tahu bakso yang lebih menarik dan bergizi, serta packaging untuk proses pemasaran produk. Permasalahan selanjutnya adalah permasalahan pemasaran, bagaimana memasarkan produk secara online supaya lebih luas dikenal konsumen. Sebelum mitra mendapatkan pelatihan memasarkan produk secara online, mitra diberikan pelatihan bagaimana packaging produk dan pengambilan foto produk supaya lebih menarik konsumen. Metode pelaksanaan PKM ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pertama proses produksi tempe dan tahu bakso yang menarik dan bergizi. Tahap yang kedua adalah penghitungan biaya produksi dan penentuan harga jual produk. Tahap ketiga adalah pelatihan pemasaran produk secara online dengan menggunakan media social dan akun e-commerce.Setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini, Masyarakat Kelurahan Krobokan memiliki pemahaman mengenai pentingnya kandungan tempe dan dapat mengolahnya menjadi makanan yang lezat dan disukai anak-anak, sehingga dapat mencegah stunting dan dapat menjadi alternatif Upaya peningkatan pendapatan keluarga

    Pelatihan Tembang Macapat Bagi Lansia Sebagai Upaya Menekan Tingkat Kepikunan di Kaplingan RW. 20 Jebres Surakarta

    No full text
    Seiring meningkatnya jumlah lansia, penurunan fungsi kognitif, kesehatan mental, dan keterbatasan aktivitas bermakna menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Lansia memerlukan kegiatan yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga mampu menstimulasi daya ingat, konsentrasi, dan interaksi sosial. Namun, pemanfaatan seni tradisi sebagai media terapi non-medis berbasis budaya lokal masih belum dikembangkan secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pelatihan macapat bagi kelompok lansia di Kaplingan RW 20, Kelurahan Jebres, Kota Surakarta. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kebutuhan akan aktivitas bermakna bagi para lansia sebagai upaya menekan tingkat kepikunan serta menjaga kesehatan mental dan emosional. Macapat sebagai tradisi tembang Jawa tidak hanya memiliki nilai estetika dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat terapeutik melalui kegiatan bernyanyi, menghafal, dan berekspresi secara musikal. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, perancangan materi pelatihan macapat, pelaksanaan pelatihan secara bertahap, serta evaluasi hasil pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para lansia yang mengikuti pendampingan merasa lebih bahagia, memiliki rutinitas baru, serta menunjukkan peningkatan daya ingat, konsentrasi, dan kreativitas di usia senja. Aktivitas menembang juga berdampak positif terhadap kesehatan jasmani dan rohani peserta, mempererat hubungan sosial antarwarga, serta menumbuhkan kembali rasa bangga terhadap warisan budaya Jawa. Dengan demikian, pelatihan macapat digunakan sebagai upaya menekan kepikunan dan juga sebagai media pelestarian seni tradisi sekaligus sarana terapi seni yang mendukung kesejahteraan lansia

    Kesehatan Mental remaja di Era Digital: Sosialisasi kepada siswa SMP Negeri 3 Galang

    No full text
    Kesehatan mental remaja kini menjadi perhatian yang semakin besar di era digital. Kemajuan teknologi dan tingginya penggunaan media sosial telah mengubah cara remaja berinteraksi dan menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga membuat mereka lebih rentan mengalami tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, dan gangguan emosional. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode penyuluhan dengan pendekatan edukatif dan interaktif menggunakan presentasi PowerPoint yang sederhana dan menarik. Hasil dari kegiatan sosialisasi kesehatan mental remaja di era digital di SMP Negeri 3 Galang yaitu meningkatkan kesadaran siswa SMP Negeri 3 Galang mengenai kesehatan mental, menunjukkan bahwa keterikatan siswa pada media sosial menurunkan kualitas interaksi langsung, memicu ketergantungan pada validasi digital, serta meningkatkan risiko paparan konten negatif yang berdampak pada kesehatan mental. Minimnya komunikasi dengan orang tua menjadi faktor utama, sehingga pencegahan perlu melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan kebijakan publik

    Pelatihan dan Pengembangan Fasilitas Koperasi Simpan Pinjam Bhuana Artha Mulia di Kuta Selatan

    No full text
    Koperasi Simpan Pinjam (KSP) berperan dalam meningkatkan perekonomian lokal, terutama bagi usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM). Koperasi Simpan Pinjam Bhuana Artha Mulia, yang berada di Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, berencana untuk meningkatkan fasilitasnya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Permasalahan yang dihadapi adalah sumber daya manusia yang ada di koperasi tidak memahami cara merencanakan desain dan konstruksi bangunan, tidak memahami anggaran biaya (RAB), atau strategi untuk pengumpulan dana. Karena itu, mereka menghadapi banyak tantangan saat membangun fasilitas. Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan bimbingan kepada pengelola koperasi tentang cara merencanakan pengembangan fasilitas secara terstruktur dan mandiri. Ini memberikan saran dan pelatihan praktis tentang bagaimana merencanakan keuangan yang realistis dan berkelanjutan, memahami desain, dan mengetahui biaya RAB konstruksi. Selain itu, sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat, mereka akan dididik tentang cara mendapatkan dana atau mendapatkan uang untuk mengembangkan koperasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa manajemen koperasi lebih memahami perkiraan biaya bangunan, desain pengembangan fasilitas, dan rencana mendapatkan dana dari dalam koperasi. Koperasi dapat sukses dalam jangka panjang dengan membangun fasilitas yang meningkatkan layanan mereka

    0

    full texts

    3,242

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal PoliTekniK TEGAL (Politeknik Harapan Bersama Tegal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇