eJournal PoliTekniK TEGAL (Politeknik Harapan Bersama Tegal)
Not a member yet
3242 research outputs found
Sort by
E-Learning Berbasis Project Based Learning (PjBL) Sebagai Penguatan Ekosistem Pembelajaran
Telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran di abad ke-21, dari pengajaran menjadi pembelajaran. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pencapaian dalam proses pembelajaran, faktor-faktor tersebut antara lain media pembelajaran, model pembelajaran, sumber belajar, dan lain sebagainya. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran (praktikum). Pelaksanaan pembelajaran (mata kuliah praktikum) di Program Studi Akuntansi Perpajakan Politeknik Negeri Madiun belum dikelola dengan menggunakan media tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk membangun media pembelajaran digital berupa E-learning sebagai ekosistem pembelajaran berbasis PjBL, yang kemudian dilakukan penilaian terhadap kelayakan E-learning tersebut. Perancangan sistem E-learning menggunakan metode Prototype, dengan alat bantu pemodelan Unified Modeling Language (UML). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alur sistem E-learning berbasis PjBL telah sesuai dengan analisis kebutuhan sistem, dan kelayakan aplikasi E-learning berbasis PjBL dapat dinyatakan layak (sesuai) sebagai media penguatan ekosistem pembelajaran digital
Optimasi Prediksi Penjualan di Industri Meubel Menggunakan Double Exponential Smoothing
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan prediksi penjualan di industri meubel dengan menggunakan metode Double Exponential Smoothing (DES). Metode ini dipilih karena mampu menganalisis data historis dengan mempertimbangkan tren dan pola musiman, sehingga mampu menghasilkan prediksi yang lebih akurat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari penjualan meubel tahun 2023 yang diambil dari platform Kaggle, mencakup informasi bulanan untuk produk seperti sofa, arm chair, cabinet, single door, dan cladding. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari pengumpulan data, pra-pemrosesan, hingga perhitungan prediksi meggunakan metode DES. Evaluasi model dilakukan menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE) untuk mengukur tingkat akurasi prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap produk memiliki nilai parameter smoothing (α) optimal dengan tingkat kesalahan terkecil, produk sofa memiliki MAPE terkecil sebesar 3,961% pada α = 0,5, arm chair sebesar 5,691% pada α = 0,6, cabinet sebesar 12,517% pada α = 0,6, single door sebesar 18,583% pada α = 0,5, dan cladding sebesar 8,122% pada α = 0,5. Untuk mempermudah proses perhitungan dan analisis, sistem berbasis web dirancang untuk menyajikan hasil prediksi secara visual dan interaktif. Sistem ini membantu perusahaan menyusun strategi stok dan perencanaan penjualan berdasarkan prediksi yang akurat. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode DES efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dan memperkuat daya saing di pasar meubel yang kompetitif
Sosialisasi Program 3R (Reduce, Reuse, Recyle) dan Edukasi Pemilahan Sampah di SD Negeri 1 Sumerta
Program sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan edukasi pemilahan sampah di SD Negeri 1 Sumerta dilaksanakan sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk akibat minimnya kesadaran siswa dalam mengelola sampah. Program sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan edukasi pemilahan sampah di SD Negeri 1 Sumerta dilaksanakan sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk akibat minimnya kesadaran siswa dalam mengelola sampah. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Mayarakat (PKM) oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah, serta memberikan edukasi praktis mengenai pemilahan sampah agar siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini melibatkan metode pembelajaran interaktif, seperti simulasi pemilahan sampah dan pembuatan kerajinan dari bahan bekas, yang berhasil meningkatkan partisipasi dan kesadaran siswa terhadap kebersihan sekolah. Untuk menjaga keberlanjutan program, diperlukan keterlibatan guru, orang tua, dan pemerintah setempat melalui integrasi materi peduli lingkungan ke dalam kurikulum, pelaksanaan lomba daur ulang, hingga pembentukan komunitas pengelolaan sampah. Kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk menerapkan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan
Perancangan Sistem Informasi E-Parking untuk Mendukung Smart Government Kota Pontianak Menggunakan Zachman Framework
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi E-Parking yang dapat mendukung penerapan smart government di Kota Pontianak. Seiring dengan pertumbuhan populasi dan meningkatnya jumlah kendaraan, masalah parkir di kota ini menjadi salah satu tantangan utama yang perlu diatasi. Untuk itu, penelitian ini menggunakan kerangka kerja Zachman, yang memungkinkan pemetaan masalah parkir pada berbagai perspektif yang relevan, seperti perencana, pemilik, perancang, dan pembangun. Dalam prosesnya, analisis data dilakukan dengan melibatkan berbagai divisi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan pengelola parkir. Hasil dari penelitian ini adalah desain sistem E-Parking yang komprehensif, yang tidak hanya mencakup fitur pemesanan tempat parkir secara daring, tetapi juga sistem pemantauan ketersediaan lahan parkir secara real-time dan integrasi dengan sistem pembayaran elektronik. Dengan implementasi sistem ini, diharapkan efisiensi dalam manajemen parkir dapat meningkat, serta mendukung terciptanya smart government di Kota Pontianak. Selain itu, sistem ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan sistem informasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan kota pintar di masa depan
Sensor Soil untuk Mengukur Kelembapan Tanah Berbasis IoT
Penelitian ini mengembangkan sistem berbasis IoT untuk memantau kelembapan tanah secara real-time dan melakukan penyiraman otomatis. Masalah utama yang dihadapi adalah inefisiensi sistem manual dalam memantau kelembapan tanah, yang sering menyebabkan tanaman mengalami kekurangan atau kelebihan air. Prototipe yang dirancang menggunakan NodeMCU ESP8266, sensor kelembapan tanah FC-28, pompa mini, dan aplikasi Blynk untuk memantau data secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini efektif dan akurat dalam memantau kelembapan tanah serta melakukan penyiraman otomatis sesuai kebutuhan. Namun, sistem ini memiliki kelemahan berupa ketergantungan pada koneksi internet. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi efisien bagi petani dalam mengelola lahan mereka
Analisis Kinerja Protokol COAP dan MQTT pada Sistem Rumah Cerdas
Bagian laporan tugas akhir ini berjudul “Analisis Kinerja Protokol CoAP dan MQTT pada Sistem Rumah Cerdas”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkankinerja dua protokol komunikasi, yaitu CoAP dan MQTT, dalam penerapan sistem rumahcerdas. Pengujian dilakukan dengan mengukur beberapa parameter kinerja seperti packet loss,delay, dan throughput pada perangkat-perangkat yang terhubung dalam sistem IoT. Sistemrumah cerdas yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari perangkat-perangkat sepertisensor DHT11 yang terhubung dengan mikrokontroler ESP32, serta Raspberry Pi yangberfungsi sebagai server untuk mengolah dan mendistribusikan data. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa meskipun MQTT lebih efisien dalam hal throughput, protokol CoAPlebih unggul dalam penghematan energi dan memiliki latensi yang lebih rendah. Penelitian inimemberikan rekomendasi mengenai pemilihan protokol yang lebih sesuai untuk sistem rumahcerdas berdasarkan analisis kinerja yang dilakukan
FAMILY PERCEPTION OF SCRAPING THERAPY AS AN ALTERNATIVE TO TRADITIONAL TREATMENT
Scraping therapy, known locally as kerokan, is a traditional treatment still widely practiced in Indonesia to address minor ailments such as colds, muscle aches, and fever. Family perceptions strongly influence the preference for scraping therapy as a primary form of home care. This study aims to explore how families perceive scraping therapy as an alternative to modern medicine. A qualitative case study design was employed, involving participants who had received or administered scraping therapy in the past year, were aged 18 or older, and participated voluntarily. Purposive sampling was used to select participants. Data were collected through in-depth interviews and focus group discussions (FGDs), focusing on their knowledge, motivations, and personal experiences. Thematic analysis was conducted to identify key patterns and meanings. The findings revealed that many families consider scraping therapy effective, affordable, and easy to perform. It is viewed as a cultural tradition passed down through generations and a practical solution amid limited access to healthcare facilities. Nevertheless, some concerns were noted, including potential skin irritation and the absence of scientific validation. Despite these issues, cultural beliefs and accessibility make scraping therapy the preferred choice for minor health problems. Healthcare professionals should educate communities while respecting local traditions to ensure safe practices
NUTRITIONAL STATUS AND ANEMIA IN PREGNANT WOMEN
Anemia affects a significant number of pregnant women in Indonesia, with a prevalence of approximately 48.9%. In Lampung, the incidence remains high, posing serious risks to both mothers and their unborn children due to low hemoglobin levels. This study aimed to determine the effect of nutritional status on the incidence of anemia among pregnant women at the Tanjung Agung Health Center. Using an analytical survey with a cross-sectional approach, the study included 67 first-trimester pregnant women selected through total sampling. Data were obtained from secondary sources, specifically upper arm circumference (LILA) measurements and anemia status recorded on maternal health cards. Findings revealed that 80% of pregnant women with poor nutritional status experienced anemia. Statistical analysis showed a significant relationship between nutritional status and anemia, with a p-value of 0.001 (≤ α 0.05) and an odds ratio (OR) of 8.53. This indicates that pregnant women with poor nutritional status are over eight times more likely to develop anemia. In conclusion, poor nutritional status significantly increases the risk of anemia during pregnancy. The study recommends that families actively support pregnant women by promoting a varied and iron-rich diet and ensuring regular hemoglobin checks during antenatal visits to help prevent complications
Efektivitas Flashcard Digital Sebagai Media Pedagogis dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris: Systematic Literature Review
Vocabulary mastery is a fundamental aspect in English language learning. However, vocabulary learning is often boring and less interactive, so students have difficulty remembering and understanding new words. Digital learning applications such as flashcards offer an innovative solution to overcome this obstacle by having interactive features that can improve students' memory and learning interest. This study aims to evaluate the effectiveness of using digital flashcard applications as a pedagogical medium for teaching English vocabulary. Although some findings state that flashcards are effective in improving vocabulary in learning activities, a systematic review of the existing literature is needed to assess the extent to which digital flashcard applications have an impact on vocabulary learning both in terms of improving learning outcomes, learning motivation, and other aspects related to pedagogy. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method by reviewing several journals discussing the research topic. The results of the study indicate that digital flashcards as a learning media strategy can be said to be effective in improving students' vocabulary mastery ranging from elementary school, MTs, vocational high schools, to undergraduate students, which in this case can enrich vocabulary; easy, easy to recognize images, words, and meanings; Students are more active, focused, and enthusiastic when learning English; improve receptive and productive aspects in vocabulary knowledge; remembering material easily; and increasing students' learning motivation
Usulan Penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada Pembuatan Wuwung Hias Gerabah di Mrajak Keramik, Kasongan, Bantul, Yogyakarta
Kerajinan keramik berkembang pesat di Kasongan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu UKM yang memproduksi gerabah/ keramik di kawasan tersebut adalah Mrajak Keramik. Produk utama dari Mrajak Keramik adalah wuwung hias, selain itu, UKM tersebut juga menyediakan layanan edukasi pembuatan gerabah. Area kerja dari UKM tersebut masih perlu untuk mendapatkan perbaikan untuk mempercepat proses produksi dan meningkatkan kualitas produk. Oleh karena itu, tim dosen dan mahasiswa Universitas AKPRIND Indonesia melakukan kegiatan sosialisasi dan usulan penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada UKM tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu: tahap pertama, tim pengabdi melakukan sosialisasi kepada pemilik dan pekerja UKM tersebut, kemudian, tahap kedua, tim pengabdi memberikan usulan perbaikan lingkungan kerja berdasarkan prinsip 5S. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pengetahuan pemillik dan pekerja terhadap lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan teratur dapat meningkat. Selain itu, pemilik mendapatkan saran perbaikan untuk mempercepat proses produksi, menjaga kualitas produk wuwung hias, dan meningkatkan proses edukasi pembuatan gerabah. Hal utama yang dapat dilakukan untuk memperbaiki lingkungan kerja seperti pemilahan barang yang masih dipakai dan yang sudah tidak dipakai, pemberian label jenis barang pada rak yang tersedia, pemasangan nama area kerja, penambahan alas pencetakan produk, dan pemasangan slogan-slogan 5S dan K3 untuk mendisiplinkan karyawan. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas produk wuwung hias